Temukan Makna Kehidupan di Balik Kekecewaan

Belasan tahun yang lalu, saya dan seorang kawan mengendarai sebuah sepeda motor menuju ke suatu daerah di luar kota Makassar. Motor yang kami kendarai adalah motor dengan jenis mesin 2 tak. Saat itu saya memegang kemudi motor tersebut. Di saat kami tengah asyik menikmati perjalanan, dan di saat rumah-rumah penduduk sudah mulai jarang terlihat di sepanjang perjalanan, tiba-tiba kami dikejutkan dengan menyalanya sebuah lampu indikator berwarna merah yang terdapat di panel instrument.

Kami tahu bahwa lampu indikator berwarna merah tersebut menandakan bahwa oli samping motor yang kami kendarai sebentar lagi akan habis. Dan itu berarti kami hanya memiliki dua pilihan. Pertama, tidak peduli atau bahkan marah-marah serta menyesal menggunakan motor 2 tak, atau kedua, mulai berdoa dan mengundurkan kecepatan motor serta berharap-harap cemas, semoga kami segera menemukan stasiun pengisian bahan bakar atau paling tidak penduduk setempat yang menjual bensin sekaligus oli samping. Jika pilihan pertama yang kami ambil, maka kamilah yang akan menyesal kemudian, juga akan menjadi sangat kerepotan dengan dengan keadaan tersebut. Karena jika sampai oli samping motor tersebut betul-betul habis, maka bukan hanya mesin motornya yang rusak, kami pun akan begitu kerepotan melanjutkan perjalanan, terlebih lagi rumah-rumah penduduk sudah mulai jarang terlihat.

Waktu itu, saya sempat panik, kawan saya pun sempat panik, karena kami tahu persis apa yang akan terjadi kepada mesin motor jika sampai oli sampingnya habis total. Jadi, kami pun mengambil langkah kedua. Kami mulai berdoa dalam hati, mulai mengurangi kecepatan motor, dan berharap-harap cemas agar segera menemukan penjual oli samping. Beruntunglah waktu itu, sekitar 15-20 menit perjalanan, kami menemukan penduduk setempat yang menjual bensin sekaligus oli samping. Kami segera membelinya, dan akhirnya perjalanan kami pun lancar kembali.

Perjalanan di kehidupan ini pun kurang lebih sama dengan perjalanan kami di atas. Allah swt sudah merancang diri kita laksana sebuah “mesin” yang tangguh dalam mengarungi perjalanan kehidupan ini. Tentunya manusia tidak sama dengan mesin motor, oleh sebab itu kata “mesin” saya beri tanda kutip. Namun prinsip kerja emosi kita memiliki kemiripan dengan panel instrument pada kendaraan bermotor. Sistem emosi kita tidak memberikan sinyal kepada kita berupa kata-kata, tapi memberikan sinyal peringatan kepada kita melalui emosi-emosi yang kita rasakan. Dalam tulisan ini, salah satu sinyal emosi yang sering muncul kepada kita adalah KECEWA. Apa sih maksud munculnya perasaan kecewa ini pada kita? Inilah yang akan kita bahas pada tulisan kali ini.

Saya percaya, Anda pernah merasa kecewa. Jika Anda sama sekali tidak pernah merasa kecewa berarti sistem emosi Anda kemungkinan besar rusak. Anda ibarat mayat hidup yang berjalan tanpa adanya emosi. Padahal, kehidupan ini justru penuh warna, karena adanya sistem emosi pada diri kita. Kadang-kadang kita kecewa, eh … kadang-kadang kita bahagia. Inilah warna-warna kehidupan. Bisa Anda bayangkan jika Anda tidak memiliki emosi sama sekali. Anda tentu tidak bisa merasakan kekecewaan sekaligus juga tidak bisa merasakan kebahagiaan. Dalam penelitian dibidang neurosains, orang-orang yang sistem emosinya rusak, merupakan orang-orang yang hidup tanpa makna dan warna kehidupan. Beberapa orang kemudian menjadi psikopat kelas kakap.

Nah, perasaan kecewa yang muncul seperti lampu indikator berwarna merah yang ada pada penel instrument motor yang kami kendarai tadi. Emosi kecewa sesungguhnya merupakan signal bahwa ada sesuatu di dalam pikiran dan hati kita yang salah dan berjalan tidak sebagaimana mestinya. Itulah sebabnya muncul perasaan kecewa. Lebih tepatnya, perasaan kecewa muncul karena ada kesenjangan antara harapan kita dan kenyataan hidup yang tengah kita jalani. Ketika perasaan kecewa ini muncul, maka Anda pun hanya memiliki dua pilihan. Pertama, marah-marah dengan keadaan dan orang-orang di sekitar Anda, atau kedua, belajar menemukan makna kehidupan ini. Jika langkah pertama yang Anda ambil, maka seperti mesin motor, pikiran dan hati Anda pun akan semakin rusak (dalam bahasa agama, memiliki hati yang kotor). Tapi jika Anda membuka diri dan belajar menemukan makna, maka pikiran dan hati Anda pun akan semakin jernih, dan Anda akan semakin mudah dan menikmati mengarungi kehidupan ini hingga akhir hayat memanggil.

Agar lebih menarik, maka mari kita lihat kerja emosi kecewa ini di dalam otak kita. Kita akan membahas hasil-hasil penelitian di bidang neurosains. Bagian otak yang bernama prefrontal cortex adalah bagian otak yang selalu men-scan setiap detik-detik kehidupan kita. Bagian otak ini letaknya dibalik dahi Anda. Bagian ini ibarat mata ketiga Anda yang selalu memantau setiap detik kehidupan Anda. Seperti yang kita ketahui, otak kita bekerja dengan cara menciptakan hubungan-hubungan antar sel otak (antar neuron). Hubungan antar neuron ini tercipta dengan bantuan sejenis zat kimia yang disebut neurotransmitter, atau zat kimia yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu syaraf ke syaraf lainnya. Salah satu neurotransmitter di dalam otak kita adalah dopamin. Neurotransmitter dopamin ini merupakan neurohormon yang berperan mengatur emosi-emosi kita; suatu senyawa molekul yang menciptakan perasaan-perasaan kita.

Jika dopamin diproduksi dalam jumlah yang banyak, maka Anda akan merasa senang dan bahagia. Akan tetapi jika jumlah dopamin berkurang di dalam otak Anda, maka Anda akan merasa sedih dan kecewa. Nah, bagaimana sih kerja neuron-neuron dopamin ini? Mari kita lihat penelitian yang dilakukan oleh Wolfram Schultz dari Universitas Cambridge. Tanpa sengaja Schultz, menemukan kerja neuron dopamin ini pada eksperimen pemberian hadiah kepada kera-kera percobaannya. Dalam penelitiannya, Schultz membunyikan suatu suara keras, menunggu beberapa detik, dan kemudian memberikan beberapa tetes jus apel ke mulut seekor kera. Awalnya, neuron dopamin ini bergerak ketika tetes-tetes jus apel tersebut diberikan. Namun, hanya dengan beberapa kali percobaan saja, kera-kera itu menunjukkan aktivatas neuron dopamin yang menarik. Hanya cukup dengan membunyikan suara keras saja, neuron-neuron dopamin yang sama akan mulai bergerak, bukan lagi bergerak di saat mendapatkan hadiah berupa tetes-tetes jus apel.

Dalam penelitiannya, Schultz melihat pola kerja yang sangat menarik pada neuron dopamin kera-kera tersebut. Cara kerja neuron dopamin lebih mirip kepada aktivitas mem-prediksi hadiah ketimbang benar-benar mendapatkan hadiah tersebut. Menariknya lagi, kera-kera yang diberi hadiah berupa makanan tanpa membunyikan suara keras sebelumnya, menunjukkan aktivitas neuron dopamin yang mulai bergerak sesaat sebelum mereka betul-betul mendapatkan makanan tersebut. Dengan kata lain, neuron dopamin mereka bekerja dan mulai memprediksi – bahwa mereka akan mendapatkan makanan sebentar lagi – sebelum mereka betul-betul mendapatkan makanan. Cara kerja sistem ini menyangkut EKSPEKTASI (harapan), dan membuat pola berdasarkan pengalaman: jika ini, maka itu. Jika bel dibunyikan, maka mereka mem-prediksi bahwa sebentar lagi akan segera mendapatkan makanan. Dan jika prediksi kera-kera tersebut benar, maka sejumlah besar dopamin akan keluar dan hal ini akan menimbulkan perasaan senang dan membahagiakan.

Namun ketika prediksi kera-kera tersebut keliru (kera-kera tersebut mendengar suara keras, tapi dalam penantian, kera-kera tersebut tidak mendapatkan sama sekali tetes-tetes jus), maka jumlah gerakan-gerakan neuron dopaminnya akan menurun. Dan hal ini akan menyebabkan jumlah dopamin berkurang, dan akan melahirkan kesedihan dan kekecewaan. Dengan kata lain, telah terjadi salah prediksi. Neuron-neuron dopamin mendapatkan sinyal salah prediksi.

Setelah melalui serangkaian pengalaman yang begitu banyak, maka kera-kera ini pada akhirnya mahir melakukan prediksi dengan tepat. Dengan kata lain, neuron-neuron dopamin mereka telah membuat pola-pola prediksi yang baru dan akurat, setelah membandingkan serangkaian prediksi yang benar dan prediksi yang keliru. Dan pola-pola neuron dopamin ini terjadi pada level bawah sadar. Artinya, terjadi tanpa si kera menyadarinya. Pada akhirnya, kera-kera ini mengetahui, bahwa jika situasinya berjalan sempurna, maka neuron-neuron dopamin akan bergerak dan memberikan sensasi kesenangan, dan akhirnya mereka akan mendapatkan hadiah. Namun, jika situasinya tidak berjalan sebagaimana mestinya, maka sel-sel otak ini langsung mengirimkan sinyal salah prediksi, dan berhenti mengeluarkan dopamin. Hal ini akan menimbulkan suatu perasaan sedih dan kecewa, atau mungkin juga suatu kecemasan.

Nah, bagaimana dengan kehidupan ini? Setiap kali Anda membuat kesalahan atau menjumpai sesuatu yang baru, neuron-neuron dopamin sibuk mengubah diri mereka. Sel-sel otak ini juga mengukur kesenjangan antara harapan dan hasil. Mereka belajar dari kesalahan-kesalahan mereka sendiri untuk meningkatkan performa mereka; kegagalan akhirnya diubah menjadi keberhasilan. Karena pada manusia ada pilihan hidup, maka tentunya hal ini akan terjadi jika Anda mau belajar dan membuka diri terhadap berbagai perubahan dalam hidup.

Para master dalam bidang tertentu bekerja berdasarkan prinsip kerja neuron dopamin ini. Garry Kasparov, grand master catur, menjadi sangat ahli dalam bermain catur karena dia selalu menonton kembali pertandingan-pertandingan yang pernah dilaluinya. Dia menonton untuk kemudian mencari-cari kesalahan yang ia buat ketika bermain catur. Hal ini selalu membuat dia belajar dan memperbaiki langkah-langkah catur yang mumpuni. Di dalam otak Garry Kasparov, yang terjadi ketika ia menonton ulang pertandingannya adalah neuron-neuron dopamin kemudian membuat pola-pola prediksi baru, agar menciptakan suatu pola prediksi langkah catur yang benar dan akurat.

Neuron-neuron dopamin secara otomatis mendeteksi pola-pola stimulus. Mereka menyerap semua data yang tak dapat kita tangkap secara sadar. Kemudian, sesudah merevisi prediksi-prediksi tentang dunia nyata, mereka menerjemahkan prediksi-prediksi ini menjadi emosi-emosi. Kegagalan, kesalahan, kekecewaan, bersifat mendidik. Latihan yang tekun akan menghasilkan intuisi yang cerdas. Dengan kata lain, semakin banyak kegagalan dan kekecewaan yang menimpa Anda, dan Anda secara seksama mempelajarinya, maka Anda akan semakin AHLI. Karena perasaan-perasaan negatif dan menyakitkan yang Anda rasakan ketika berbuat kesalahan, justru membuat otak Anda me-REVISI model-modelnya. Dengan kata lain, sebelum berhasil, neuron-neuron dopamin harus gagal berkali-kali.

Coba Anda perhatikan para sales terbaik. Mereka adalah orang-orang yang kenyang makan asam garam komunikasi dengan orang lain. Jika kita memperhatikan para sales terbaik itu, mereka adalah orang-orang yang dengan mudahnya membangun keakraban dengan orang lain, sebelum pada akhirnya berhasil menciptakan sebuah transaksi yang menguntungkan. Nah, bagaimana caranya mereka menjadi sales terbaik? Sudah pasti dengan cara bertemu dengan orang-orang baru setiap hari. Mungkin pada awalnya mereka rada kaku dalam berkomunikasi dengan orang-orang yang baru mereka kenal. Awalnya mereka kecewa karena prediksi komunikasi mereka keliru. Tapi setelah melalui serangkaian pengalaman bertemu dengan orang-orang baru, maka neuron-neuron dopamin mereka mulai mahir menciptakan pola-pola prediksi secara akurat, dan menghasilkan komunikasi yang akrab. Tentunya berakhir dengan penjualan yang sukses.

Yang perlu diingat adalah bahwa neuron dopamin kita akan bekerja dengan baik, jika kita mau belajar dan membuka diri terhadap berbagai perubahan yang mungkin kita alami. Garry Kasparov tidak akan mungkin menjadi grand master catur, jika ia larut dalam kekecewaan yang dirasakannya. Atau sales terbaik tidak akan mungkin berhasil meningkatkan penjualannya, jika selalu larut dalam kecewa ketika bertemu orang-orang baru dan “gagal” menciptakan suasana akrab.

Jadi ketika Anda kecewa, maka pada dasarnya emosi ini hadir untuk memberitahu kepada Anda bahwa terdapat kesenjangan antara harapan Anda dan kenyataan yang diterima. Dan emosi ini memberitahu kepada Anda untuk segera belajar dan membuka diri terhadap kenyataan hidup. Bukan dengan marah-marah dan larut dalam kekecewaan yang semakin pahit.

Jika kita melihat ini lebih luas lagi, maka ternyata kehidupan ini sudah dirancang sedemikian rupa, agar fase-fase kehidupan kita ini di selingi dengan beberapa kekecewaan, yang merupakan sebuah signal bagi kita bahwa jalan yang kita pilih sudah tepat, hanya saja kita perlu fleksibel dalam menyikapi kehidupan. Sewaktu workshop, saya sering memberi contoh kehidupan pernikahan.

Jika libido masih dalam kadar full, maka prediksi-prediksi (harapan) kita terhadap pasangan selalu tepat, dan ini akan melahirkan kesenangan dan kebahagiaan. Namun biasanya, ketika libido sudah mulai tersalurkan, maka biasanya prediksi-prediksi (harapan) kita terhadap pasangan mulai tidak tepat. Maka akan muncullah serangkaian kekecewaan. Suami mulai merasa kecewa terhadap istrinya, dan istrinya pun mulai kecewa terhadap suaminya. Jika perasaan kecewa berusaha untuk dihindari, maka Anda pasti akan semakin larut dalam kekecewaan, dan semakin menyalahkan keadaan dan pasangan Anda. Dalam kondisi tertentu, Anda mulai merasa bahwa jalan kehidupan yang Anda tempuh mulai salah. Dan karena Anda merasa jalan hidup Anda mulai keliru, maka Anda cenderung membuat jalan kehidupan yang baru, dengan harapan Anda akan berhenti merasa kecewa. Tapi pertanyaannya adalah: Apakah ketika Anda membuat jalan baru kehidupan, Anda tidak akan kecewa lagi? Jawabannya sudah pasti TIDAK. Karena kecewa itu terjadi ketika neuron dopamin Anda salah prediksi, dan karena kehidupan ini merupakan perjalanan yang panjang dan belum diketahui ujungnya, maka sudah pasti akan selalu ada gap antara harapan Anda dan kenyataan hidup yang Anda lalui.

Jadi bagaimana seharusnya? Ingatlah selalu bahwa emosi kecewa adalah sebuah sinyal yang dikirimkan agar Anda merasakannya. Dan ketika Anda merasakan kecewa, maka percayalah, ada gap antara harapan Anda dan kenyataan yang Anda lalui. Ada gap antara harapan Anda terhadap pasangan dan kenyataan yang Anda terima. Karena kehidupan ini sudah dirancang oleh-Nya agar kita menjadi AHLI MANUSIA (menuju kesempurnaan), maka langkah pertama adalah akuilah perasaan kecewa itu karena itu berarti Anda sudah berada dijalan yang benar. Kemudian belajarlah menciptakan pola-pola hubungan baru dengan pasangan Anda, dan terimalah suasana perubahan itu, terimalah kenyataan hidup Anda. Berhentilah menyalahkan keadaan dan orang-orang di sekeliling Anda.

Begitu juga bagi Anda yang salah prediksi terhadap seorang pria/wanita dalam kehidupan Anda, atau salah prediksi tentang sahabat Anda, saudara Anda, bahkan orang tua Anda dan juga kehidupan ini, pilihan Anda yang terbaik adalah BELAJAR MENYIKAPI KEHIDUPAN INI. Bersikaplah dengan penuh toleransi terhadap orang lain dan kehidupan. Rasa kecewa adalah sebuah signal, bahwa Anda harus mulai lagi menata kehidupan Anda. Mencari “stasiun pengisian bahan bakar terdekat”, agar Anda bisa segera mengisi “oli” baru dalam kehidupan Anda, sehingga Anda akan bahagia dan menikamati perjalanan kehidupan ini. SUKSES DAN BAHAGIA SELALU UNTUK ANDA!

*) Syahril Syam adalah seorang berlisensi NLP dan certified Hypnotherapist. Beliau juga adalah seorang konsultan, terapis, public speaker, dan seorang sahabat yang senantiasa membuka diri untuk berbagi dengan siapa pun. Ia memadukan kearifan hikmah (filsafat) timur dan kebijaksanaan kuno dari berbagai sumber dengan pengetahuan mutakhir dari dunia barat. Ia juga adalah penulis buku best seller The Secret of Attractor Factor. Teman-temannya sering memanggilnya sebagai Mind Programmer, dan dapat dihubungi melalui [email protected]

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Bukan) Bernalar, (Tapi) BerakalEdy Suhardono
(De)sain Masa DepanEdy Suhardono
(Mod)èl, Bukan (Mod)al PersonalEdy Suhardono
10 Kekuatan ManusiaAndrew Ho
10 KEMAMPUAN UNTUK SUKSES MENJALANKAN BISNIS DENGAN INTEGRITASAndrew Ho
10 Tips Meningkatkan Daya KreativitasAndrew Ho
Ada Apa Tahun 2012?Andrew Ho
ADD/ADHD Menurut Perspektif Cara Kerja Otak dan PikiranAdi W Gunawan
Agar Mimpi Menjadi NyataKolom Bersama
Agar Tak HilangAndrias Harefa
Aktivasi Diri Sesuai TalentaKolom Bersama
Alotnya Mengubah KeyakinanKolom Bersama
Altered State of Consciousness: WHAT and HOW?Adi W Gunawan
Amankah Jatah Bulanan Anda?Agoeng Widyatmoko
Anda Adalah MotivatorSyahril Syam
Anda Ingin Jadi Dewa? Belajarlah Bahasa Mandarin!Kolom Bersama
Anda pun BisaAndrias Harefa
Andrea Hirata: Menulis untuk MenggerakkanWawancara
Andrie Wongso: Kepercayaan DiriAndrie Wongso
Anggur Asam Harus DibuangAndrew Ho
Antara Perkawanan dan BisnisAgoeng Widyatmoko
Antara Perkawinan, Berwirausaha, dan MenulisEdy Zaqeus
Antara Perkawinan, Berwirausaha, dan MenulisEdy Zaqeus
Apa Sih Yoga Ketawa Itu?Emmy Liana Dewi
Apa yang Kau Cari?Kolom Bersama
Apakah Anda Jujur Terhadap Diri Anda Sendiri?Syahril Syam
Apakah Memaafkan Sama Dengan Melupakan?Adi W Gunawan
Arsitektur SurgaWandi S Brata
Arti KehidupanAndrie Wongso
Australia, Indonesia formalizing military diplomacyKolom Bersama
Ayo Jaga Stamina Semangat, Jangan LoyoAgung Praptapa
Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian?Syahril Syam
Bahagia Dalam KeheninganAdi W Gunawan
Bahagia Menjadi Seorang GuruAndrew Ho
Bahaya “Berpikir” PositifAdi W Gunawan
Bakat vs UsahaAgung Praptapa
Balon MeletusKolom Bersama
Bangkit dari KeterpurukanAndrew Ho
Bangkit!!!Kolom Bersama
Bangkitkan Semangat Mencapai Kemakmuran Dengan VisiAndrew Ho
Bangkitlah Pemuda!Andrie Wongso
Bankir Cantik di KRL CiujungHer Suharyanto
Batik Semakin AsikKolom Bersama
Batu yang KusamAndrie Wongso
Bekicot…Oh, Bekicot…!Kolom Bersama
Belajar BersyukurAndrie Wongso
Belajar Dari Kung Fu PandaAndrew Ho
Belajar Dari PenerbitAgung Praptapa
Belajar dari Sejarah dan Pengalaman PahitAndrew Ho
BELAJAR MENANGGUNG RISIKO KEHIDUPAN DARI ANAK KECILAndrew Ho
Belajar Pada SemutKolom Bersama
Belajar Perubahan dari Paul S OtelliniKolom Bersama
Belajarlah untuk SelamanyaAndrew Ho
Beli GINCU dapat APEL?Kolom Bersama
Benarkah Impian Itu Penting?Syahril Syam
Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi HotlineEmmy Liana Dewi
BERANI MENYUARAKAN KEBENARANAndrew Ho
Berani Saja Tidak CukupAgoeng Widyatmoko
Berani untuk MemulaiKolom Bersama
Berburu Berita yang Menggerakkan PasarHer Suharyanto
Berdoalah!Syahril Syam
Berhentilah Jadi GelasKolom Bersama
Berikan Cintamu Kepada orang TuaAndrew Ho
BERITA + DATA = KAYAHer Suharyanto
Berkencan dengan GagasanAndrias Harefa
Berkompetisi Yuk!Agoeng Widyatmoko
Bersyukur dan BahagiaAndrie Wongso
Bertamasya dengan Menulis dan MembacaKolom Bersama
Bertanya Pada KeheninganAdi W Gunawan
Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan DiriAndrew Ho
Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan DiriKolom Bersama
BERTINDAKAndrias Harefa
BERTUMBUH HINGGA TANPA BATASAndrew Ho
Berubah Untuk Meraih KeberuntunganAndrew Ho
BESTAndrias Harefa
Bibit ManggaAndrie Wongso
Bila Selalu Berpikir Positif, Hal-hal yang Negatif MenyingkirKolom Bersama
Bisakah Hipnoterapis Menerapi Keluarganya Sendiri?Adi W Gunawan
BodohAndrias Harefa
BOOK COACHING: MENJADI PENDAMPING PENULISEdy Zaqeus
Book Coaching: Menjadi Pendamping PenulisEdy Zaqeus
Break Your limitKolom Bersama
Budaya KekerasanKolom Bersama
Bulatkan Tekad dan TawakkalKolom Bersama
CARA BAHAGIAAndrias Harefa
CARA GAMPANG MENULIS BUKU BEST SELLEREdy Zaqeus
Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian DiriAdi W Gunawan
Cara Mudah Meningkatkan Daya Ingat KitaEmmy Liana Dewi
CARA MUDAH MENJALANI KEHIDUPANAndrew Ho
CARNEGIE-BUFFETTAndrias Harefa
Cerdas, Cerlang (yang) PedasEdy Suhardono
Ciptakan Kehidupan Ideal dengan KepedulianAndrew Ho
Cita-Cita yang TertundaAndrie Wongso
Climb Farther than the Eye Can SeeWandi S Brata
Control, Alt, DeleteKolom Bersama
Creative DestructionWandi S Brata
Ctrl + ZKolom Bersama
Dare to Say “NO”Agung Praptapa
DBLAAndrias Harefa
DEMAM INVESTASI DINAR IRAKHer Suharyanto
DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2)Her Suharyanto
Dewi Lestari (Dee): Tulisan Saya Harus MencerdaskanWawancara
Di mana Pintu Sukses?Kolom Bersama
Dibalik Kesuksesan dan Kebahagiaan Hidup Pria dan WanitaAndrew Ho
Dibutuhkan Segera! Peta SuksesKolom Bersama
Dicari: Sekolah yang Mengajarkan Teknik Mengelola StressEmmy Liana Dewi
Dimanakah Anda Bergaul?Syahril Syam
Direct vs Indirect SuggestionAdi W Gunawan
Direct vs Indirect SuggestionAdi W Gunawan
Disengsarakan Spekulan Minyak?Her Suharyanto
Doa Dan UsahaAndrie Wongso
Doa dan UsahaAndrie Wongso
Don’t Judge a Book by It’s CoverKolom Bersama
Dua Belas AlasanAndrias Harefa
DUA PEMANCING YANG HEBATAndrew Ho
Elevator RusakWandi S Brata
Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya!Wawancara
Episode Picisan Aksi BuayaRab A Broto
Essay untuk Pejabat Trias PolitikaKolom Bersama
EXPERIENTIAL MARKETING TUKANG OJEKHer Suharyanto
Experiential Marketing Tukang OjekHer Suharyanto
Facebookmania: Buah dari Impian BesarAgung Praptapa
Fakta Sosial di Sekitar KitaSurya Rachmannuh
Faktor “R”Andrias Harefa
Filosofi Modal NolAgoeng Widyatmoko
Filosofi SungaiKolom Bersama
FINANCIAL ENGINEERING TUKANG OJEKHer Suharyanto
Financial Engineering Tukang OjekHer Suharyanto
Fokus Pada TemaEni Kusuma
Fondasi Kokoh Tak Sekadar KuatAgoeng Widyatmoko
Forgiveness Is The True HealerAdi W Gunawan
FUTURE TRADING, LEVERAGE FACTOR… AH, APA LAGI…Her Suharyanto
Gagasan yang Meyakinkan Dalam TulisanEni Kusuma
Gak mau Antri? Apa Kata Dunia?Kolom Bersama
Gempa GT Lalu Apa?Rab A Broto
Habitus Orang KayaAndrias Harefa
Hadapi dengan SenyumanKolom Bersama
Hasil Riset Tentang Uang: Menggembirakan atau Menyakitkan?Agung Praptapa
Hati MelayaniAndrias Harefa
Hati yang Mau MelayaniSurya Rachmannuh
Hati-Hati: Produk Kedelai Belum Tentu MenyehatkanEmmy Liana Dewi
HCS, MSDAndrias Harefa
Hidup Begitu BerhargaAndrew Ho
Hidup dan Bekerja dengan Penuh KesadaranSyahril Syam
Hidup Menyenangkan dengan SyukurAndrew Ho
Hidup Sederhana Sangat MenguntungkanAndrew Ho
How Jokeable Are You?Wandi S Brata
Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoASyahril Syam
Hubungan ‘Makanan’ Dengan Keselarasan Tubuh Dan Jiwa (Ayurveda Bagian 3)Emmy Liana Dewi
Hypno-Birthing, Melahirkan Dengan Mudah, Nyaman, dan MenyenangkanAdi W Gunawan
Hypnotic Dream RestructuringAdi W Gunawan
Ibarat Tubuh yang TerberkatiKolom Bersama
Independen? Ya, Menulis!Eni Kusuma
Inspiring PeopleKolom Bersama
Integrasi Ekonomi: Belajar dari Uni EropaHer Suharyanto
INVESTASI REKSADANA DENGAN STRATEGI “YOYO”Her Suharyanto
Ironi Jor-joran Bursa Ketua DPDRab A Broto
Jadilah Bagian dari SolusiWandi S Brata
Jangan Kebanyakan Mimpi…!Agoeng Widyatmoko
JANGAN MENUNDA, MUNGKIN TAK ADA KESEMPATAN KEDUAAndrew Ho
Jangan MenyerahSurya Rachmannuh
Jangan Percayai Informasi!Agoeng Widyatmoko
JANGAN PERNAH TERLALU BERHARAP!Andrew Ho
JANGAN-JANGAN POSITIVE THINKING-LAH SUMBER MASALAHNYARab A Broto
JANGAN-JANGAN POSITIVE THINKINGLAH SUMBER MASALAHNYA (2)Rab A Broto
JELANG HARGA MINYAK 200 DOLLAR AS PER BAREL: ANCAMAN MASIH MENGINTAIRab A Broto
Jennie S. Bev: Segala Sesuatu Itu Mudah, Tergantung Mindset AndaWawancara
Jika Kami Bangga, Apa yang Kamu Banggakan?Kolom Bersama
Jika Takut Melangkah, Melompat Saja Jangan BerpikirKolom Bersama
JUNGKIR BALIK MORALITAS UANRab A Broto
Junjung yang Tinggi, Tanam yang Dalam (Local Wisdom 3)Agung Praptapa
K+T=HAndrias Harefa
Kabar Baik: Anda Dapat Mengubah Dunia!Kolom Bersama
Kaca Jendela yang KotorAndrew Ho
Kacang Harus Melupakan KulitnyaKolom Bersama
KatroAndrias Harefa
KaverAndrias Harefa
Kearifan Pemimpin Sejati (Local Wisdom 4)Agung Praptapa
Kebahagiaan Ada di HatiAndrew Ho
Kebaikan Seseorang Kadang Terlihat Setelah Ia WafatKolom Bersama
Kebermaknaan HidupAdi W Gunawan
KebiasaanKolom Bersama
Kebiasaan Optimis Dalam BelajarSyahril Syam
KEBIASAAN OPTIMIS DALAM BELAJARSyahril Syam
Kebiasaan PesimisSyahril Syam
KEGIGIHANAndrew Ho
Kehidupan Baru Dimulai Umur 40 TahunAndrew Ho
Kekuatan Angka +1Andrew Ho
Kekuatan dari MinatEni Kusuma
Kekuatan dari Sifat Hati-hatiEni Kusuma
Kekuatan Kata-kata PositifKolom Bersama
Kekuatan Keberanian Mengambil RisikoAndrie Wongso
Kekuatan Meraih Hidup IdealAndrew Ho
Kekuatan NetworkingAndrew Ho
Kemerdekaan Dalam Memilih ResponSyahril Syam
Kemudahan Itu Ada Setelah Kesulitan atau Bersama Kesulitan?Kolom Bersama
Kenalilah Karakter Tubuh Anda (Mengenal Ayurveda Bagian Kedua)Emmy Liana Dewi
Kenapa Menulis?Eni Kusuma
Kenapa Mesti Berdoa dan Beragama?Syahril Syam
Kendal(i) Atas Kendal(a) DiriEdy Suhardono
Kepemimpinan HorizontalKolom Bersama
KepentinganKolom Bersama
Kepepet Itu PentingAndrias Harefa
Kepercayaan DiriAndrie Wongso
Keramahan si Tukang ParkirKolom Bersama
Kerja Ikhlas = Kerja Bodoh?Kolom Bersama
Kerja Kreatif, Siapa Bisa?Andrias Harefa
Kerja PemimpinAndrias Harefa
KesadaranKolom Bersama
Kesalahan Ketika Anda Ingin Memulai BisnisKolom Bersama
Keseimbangan HidupAndrie Wongso
Ketakpedulian Terhadap Sekitar = Ketakpedulian Terhadap Diri SendiriSyahril Syam
Ketergesaan Memperlambat HasilKolom Bersama
Ketetapan HatiAndrie Wongso
Ketika Kita Mencintai …Emmy Liana Dewi
Ketika Putus Asa Dalam MenulisEni Kusuma
Keunggulan Utama AndaKolom Bersama
Keuntungan dari Kompetisi Sepakbola Dunia di JermanAndrew Ho
Keyakinan Itu BerjenjangKolom Bersama
Kiat Menang DebatWandi S Brata
KITA DISENGSARAKAN SPEKULAN MINYAK?Her Suharyanto
Kok, Takut Berbuat Salah?Syahril Syam
KontituenAndrias Harefa
Kunci Sukses = Kunci SehatKolom Bersama
Kunci Sukses Theodore RooseveltWandi S Brata
Latihan 1.500 KaliAndrew Ho
Latihan Mental yang MenyembuhkanSyahril Syam
Learn, Unlearn, Relearn!Wandi S Brata
LebayAndrias Harefa
Life Is Wonderful – “Berani Menyuarakan Kebenaran”Andrew Ho
Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi DiriAdi W Gunawan
Local Wisdom: Membentengi Diri dari Aji MumpungAgung Praptapa
Local Wisdom: Sing Jembar Segarane, Luaskan LautanmuAgung Praptapa
LOGIKA DAN KEBAHAGIAANSyahril Syam
Love and GratitudeKolom Bersama
Lupakan Semua Teori Manajemen!Agoeng Widyatmoko
Maafkan DirikuSyahril Syam
Machiavelli dan Lakon Cicak vs BuayaRab A Broto
Makin CerdasAndrias Harefa
Malu Ah Sama Monyet!Kolom Bersama
Managing Performance: Becik Ketitik, Ala Ketara (Local Wisdom 7)Agung Praptapa
Manajemen SDM Kusut Institusi GayusRab A Broto
Manajer SDM yang EfektifKolom Bersama
Manfaat Akar Bit Merah Bagi KesehatanEmmy Liana Dewi
Manfaat dan Bahaya Past Life RegressionAdi W Gunawan
Manfaat dan Bahaya Past Life RegressionKolom Bersama
Mangkuk BerlubangAndrie Wongso
Manisan KeramahanAndrew Ho
Manusia GuruAndrias Harefa
Masa Depan Ada di Masa LaluAdi W Gunawan
Masih Maukah Kita Berbuat Buruk?Kolom Bersama
MatahatiWandi S Brata
Meditasi:Timur Bertemu BaratAdi W Gunawan
Melaksanakan, Tidak Sekadar Mengetahui dan MengertiAndrew Ho
Melaksanakan, Tidak Sekadar Mengetahui dan MengertiAndrias Harefa
Melakukan Hipnoterapi Pada AnakAdi W Gunawan
Melawan Arus KeberhasilanKolom Bersama
Melepaskan Sakit HatiAndrew Ho
Melihat KeluarbiasaanAndrias Harefa
Melihat Kemajuan dan Kelemahan DubaiAndrew Ho
Memahami Fenomena Kesurupan Dari Sudut Ilmu HipnoterapiAdi W Gunawan
Memahami Jenis Dan Fungsi Filter MentalAdi W Gunawan
Memahami Keunikan DiriKolom Bersama
Memahami Level Hipnosis Dan ManfaatnyaAdi W Gunawan
Memahami Penyakit PsikosomatisAdi W Gunawan
Memanfaatkan Momen TerbaikKolom Bersama
Memanfaatkan Waktu Dengan Tepat Mencegah PenyesalanAndrew Ho
Membaca itu PentingAndrew Ho
Membangun Budaya PositifAndrew Ho
Membangun IntegritasAndrias Harefa
Membangun KarismaAndrew Ho
Membangun Kepercayaan DiriSyahril Syam
Membangun Spirit KeberhasilanAndrias Harefa
Membebaskan DiriKolom Bersama
Membeli KebahagiaanKolom Bersama
MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWAAndrew Ho
Membiasakan Hidup Bersih dan DisiplinAndrew Ho
Membuka Kunci Kekuatan Perbaikan DiriAndrew Ho
Memecahkan RekorAndrias Harefa
Memenangkan Perjuangan HidupAndrew Ho
Memengaruhi OrangAndrias Harefa
MEMETIK MANFAAT DARI KEKURANGAN DAN KEMALANGANAndrew Ho
Memilih untuk Berpikir PositifSurya Rachmannuh
Memperbarui Tujuan PembelajaranKolom Bersama
Menabur Benih KebahagiaanKolom Bersama
Menanam BambuKolom Bersama
MENANGGUK UNTUNG DARI BERITA BURUKHer Suharyanto
Mencintai AnakKolom Bersama
Mendaki Gunung LempuyangAndrew Ho
Menderita Sakit (Bisa) Disebabkan dari Berpikir NegatifKolom Bersama
Mendongeng di KelasEmmy Liana Dewi
Menebar Kebaikan, Menuai KesuksesanKolom Bersama
Menentukan Tujuan HidupAndrew Ho
MENERBITKAN BUKU SENDIRI, MENGAPA TIDAK?Her Suharyanto
Menerima dan Mengubah Kegagalan Menjadi Peluang EmasAndrew Ho
Menerobos Belenggu AsumsiWandi S Brata
Mengalami dan Memahami Kondisi MeditasiAdi W Gunawan
Menganjurkan untuk BertindakEni Kusuma
Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi?Andrew Ho
Mengapa Harus Menunggu?Andrie Wongso
MENGAPA LIBURAN PERLUAndrew Ho
Mengapa LoA Tidak Bekerja?Kolom Bersama
Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya dan Orang Miskin Semakin Miskin?Andrew Ho
Mengasah Jiwa EntrepreneurKolom Bersama
Mengatasi Masalah HidupKolom Bersama
MENGEJAR IMPIANAndrew Ho
Mengejar KebanggaanAndrew Ho
Mengembangkan Budaya Saling MendukungKolom Bersama
Mengenal Suara Hati Yang SesungguhnyaAdi W Gunawan
Menghargai (Nilai) DiriEdy Suhardono
Menghidupkan PatriotismeAndrie Wongso
MENGINTIP PROGRAM AWAL SPPHer Suharyanto
Menguasai Pasar dan Survive dalam PersainganAndrie Wongso
Mengukur PotensiAndrias Harefa
Mengunjungi Kampung Halaman Almarhum AyahAndrew Ho
Menikmati KehidupanAndrew Ho
Meningkatkan Rasa SyukurAndrew Ho
Menjadi Diri Anda SendiriKolom Bersama
Menjadi Lebih Tanpa Berlebihan (Local Wisdom 5)Agung Praptapa
Menjadi Orang Sukses dan BerartiAndrew Ho
MENJADI PEMASAR SUKSES DENGAN 3PAndrew Ho
Menjadi Pemenang Sejati (Local Wisdom 9)Agung Praptapa
Menjadi PemimpinAndrias Harefa
MENJADI PEMIMPIN SEJATIAndrew Ho
Menjadi Pribadi ChampionSurya Rachmannuh
Menjaga HarapanAndrew Ho
Menjauhi DendamAndrie Wongso
Menolong dengan Menumbuhkan Semangat dan Kemampuan BerwirausahaAndrew Ho
Mental Block Terbesar dalam HidupSyahril Syam
Mental Block … Oh… Mental BlockAdi W Gunawan
Menulis Adalah Kesenangan SayaKolom Bersama
Menulis Bikin CantikAndrias Harefa
Menulis Buku Best Seller di SekolahEmmy Liana Dewi
Menulis Buku Best Seller Itu GampangEdy Zaqeus
Menulis Buku Best-SellerAndrias Harefa
Menulis Buku Best-SellerAndrias Harefa
Menulis Itu Gampang?Kolom Bersama
Menulis Itu MenyembuhkanAndrias Harefa
Menulis Itu Pekerjaan TanganAndrias Harefa
Menulis Itu SehatAgung Praptapa
Menulis untuk MenyembuhkanAndrias Harefa
Menumbuhkan Jiwa KewirausahaanAndrew Ho
Menungangi TragikaWandi S Brata
Menunggangi IroniWandi S Brata
Menunggangi KontradiksiWandi S Brata
Menunggangi ParadoksWandi S Brata
Menyiapkan “Warisan”Andrias Harefa
MENYIKAPI ERA DAN KEBUTUHAN INFORMASIAndrew Ho
Merasa Bisa atau Bisa Merasa? (Local Wisdom 8)Agung Praptapa
Meretas Belenggu “Hypnotizability”Adi W Gunawan
Meta Model: The Power of NOWSyahril Syam
Michael Jackson dalam KenanganAndrew Ho
Miskin Tapi BahagiaAndrias Harefa
Mitos Mitos KepemimpinanKolom Bersama
Momen = (Mo)tivasi (Men)jadiEdy Suhardono
MomentumSyahril Syam
Mundur Terus Pantang MajuWandi S Brata
Mungkinkah Menguasai Hipnoterapi Hanya Dalam Waktu 1 Hari?Adi W Gunawan
Musuh Terutama dari Sikap yang Baik adalah Sikap TERBAIK Kita.Surya Rachmannuh
My Love is My Best FriendKolom Bersama
Naluri Penyembuhan Diri Dalam Menanggulangi StressEmmy Liana Dewi
Nguwongke: Memanusiakan ManusiaAgung Praptapa
Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur]Kolom Bersama
Nilai KehidupanAndrie Wongso
No Magic, Only BasicAndrew Ho
Noncontadiction Principle in Personal DevelopmentSyahril Syam
Nyaman Menuruti Kata HatiEni Kusuma
Orang PintarAndrias Harefa
Orang yang TepatAndrias Harefa
Orgasmic WritingAndrias Harefa
ORIAndrias Harefa
Otak dan PerilakuSyahril Syam
Pangeran BungkukAndrie Wongso
PAY IT FORWARDAndrew Ho
Pè-Ès-CéEdy Suhardono
Pegagan: Herbal Awet Muda dan Panjang UmurEmmy Liana Dewi
Pelajaran BersyukurAndrias Harefa
Pelatihan Sukses vs Peran TuhanKolom Bersama
Pemimpin BaruAndrias Harefa
Pemimpin dan (Pre)sedenEdy Suhardono
Pendek versus PanjangKolom Bersama
Pengembangan SDM IndonesiaSurya Rachmannuh
PENSIUN MUDA DAN WAKTUAndrew Ho
Perang dengan Kemiskinan MentalAndrie Wongso
PERENCANAAN KEUANGAN, MEMBANGUN SIKAP KIKIR?Her Suharyanto
PERHATIKANLAH!Syahril Syam
Perjalanan KehidupanKolom Bersama
Perjuangan HidupAndrie Wongso
Perlombaan Maraton Kelinci dengan Kura-kuraKolom Bersama
Perlunya Perencanaan HidupAndrew Ho
PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPANAndrew Ho
Persiapkan Diri AndaSurya Rachmannuh
Personal Branding Melalui BukuEdy Zaqeus
Pertemukan Saja Saya dengan NerakaKolom Bersama
Pesan IbuAndrie Wongso
Pesan untuk Anak-AnakkuAndrew Ho
Pestanya Langsung BubarSurya Rachmannuh
Peta yang SalahAndrias Harefa
Pilih Kaya atau Bahagia?Kolom Bersama
PILIH MENULIS ATAU MATI?Edy Zaqeus
POTENSI DAN MANFAAT SELF-PUBLISHINGEdy Zaqeus
Pranayama: Nafas Untuk Kedamaian dan KesehatanEmmy Liana Dewi
PrasangkaAndrie Wongso
Prinsip Ayurveda untuk Meningkatkan Kualitas KehidupanEmmy Liana Dewi
Profesionalisme SejatiAndrie Wongso
Program Buku Sekolah Elektrik: Orangtua Siswa Masih Akan Membayar MahalRab A Broto
Proses Menuju Sukses SejatiSurya Rachmannuh
Psikosomatis, Apaan Tuh?Kolom Bersama
Puasa dan Tiga Dimensi Hidup BangsaKolom Bersama
PUTUS ASAAndrew Ho
Qiutters Can WinAdi W Gunawan
Rahasia Anti Frustasi: “Semeleh”Agung Praptapa
Rahasia Dalam Memikat PembacaEni Kusuma
Rahasia Masuk ke Level Deep HypnosisAdi W Gunawan
Rahasia Melakukan Stage HypnosisAdi W Gunawan
Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan BahagiaAdi W Gunawan
Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan BahagiaAgoeng Widyatmoko
Rahasianya adalah “PILIHAN” Anda !Kolom Bersama
Religious Aspects of HypnosisAdi W Gunawan
Resep NHAndrias Harefa
Resep SayaAndrias Harefa
Respons PembedaAndrias Harefa
Rumah Tangga Berantakan Karena PLRAdi W Gunawan
Rumput Tetangga Selalu Kelihatan Lebih HijauKolom Bersama
Saat Berada di Puncak KesuksesanAndrie Wongso
Safir Senduk: Sepuluh Kiat Sukses Penulis Best SellerWawancara
Sakit Gigi dan Sakit HatiKolom Bersama
Salah DefinisiAndrias Harefa
Salah Itu SulitAndrias Harefa
Saya Mau BerubahAndrie Wongso
Scientific EEG HypnotherapyAdi W Gunawan
Scientific MeditationAdi W Gunawan
Screen MemoryAdi W Gunawan
Sebelum Menulis, So What?Eni Kusuma
Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternama, Sandra BullockAndrew Ho
Sebuah Inspirasi Tentang ImpianAndrew Ho
Secangkir Teh dan Makna HidupSyahril Syam
Sekilas Tentang Phelps, Sang Pemecah Rekor Renang di Olimpiade Beijing 2008Andrew Ho
Seleksi Profesional, Kabinet ProfesionalRab A Broto
Semangat Idul Fitri, Semangat MemaafkanKolom Bersama
Semangat ToleransiAndrew Ho
Semangkuk BaksoAndrie Wongso
Seni BernegosiasiAndrew Ho
SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN DAN MANAJEMEN PERUBAHANAndrew Ho
Sertifikasi TrainerAndrias Harefa
Sesuatu Kelihatan Sulit Sebelum DikerjakanAndrew Ho
Setiap Insan adalah SpesialAndrie Wongso
SGMAndrias Harefa
Share and be Happy – Berbagi dan BerbahagialahAndrie Wongso
Siapa Bilang Kerja Ikhlas Bukan Investasi?Kolom Bersama
Siapa Takut Menjadi Penulis Buku Bestseller?Kolom Bersama
SIIAAPAndrias Harefa
Sindrom Kepemimpinan: HotepapopuAndrew Ho
Sing Micoro Moncer, Fondasi Pembicara AndalWandi S Brata
SODOKAN KARAMBOL PENURUNAN SUKU BUNGAHer Suharyanto
Solid Team WorkSurya Rachmannuh
Solusi Cerdas Buku MahalKolom Bersama
Strategi Bisnis dari SWOT ke TOWSAndrew Ho
Strategi Dalam Waktu PergolakanAndrew Ho
Sudah Lupa Tuh …Kolom Bersama
SuksesKolom Bersama
Sukses Dengan Bertindak CepatEni Kusuma
Sukses dengan Pelayanan dan “Public Relations” yang BaikEni Kusuma
Sukses Dengan rekomendasiEni Kusuma
Sukses Menulis Karena Marah dan DendamAgung Praptapa
Supaya Pede Berbicara di Depan UmumAgung Praptapa
Supercharging Your SuggestionsAdi W Gunawan
Superfood: Seabreg Khasiat dari Buah GojiEmmy Liana Dewi
Tak Menulis Apa-ApaAndrias Harefa
Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan NyataAndrew Ho
Teknik Pengambilan Keputusan Bisnis Bagi Orang dengan Otak KiriKolom Bersama
Teknik Relaksasi: Genggam Jari untuk Keseimbangan EmosiEmmy Liana Dewi
Tekun, Pasti BerhasilEni Kusuma
Temukan Makna Kehidupan di Balik KekecewaanSyahril Syam
Tentang Cinta Dalam Kehidupan KitaAndrew Ho
Teori Jendela dan CerminAndrew Ho
Teori Tungku MentalAdi W Gunawan
TEROR EKONOMI – INDIKATOR PALSU IHSGHer Suharyanto
Teror Ekonomi – Indikator Palsu IHSGHer Suharyanto
Tetap Optimis dan Eksis di Masa KrisisAndrew Ho
The Bucket ListAndrew Ho
THE FORENSIK OF FORGIVENESS, Part OneKolom Bersama
The PARIS Formula untuk Sukses AndaAgung Praptapa
The Power of Action: Melawan Rintangan, Menaklukan Hambatan (Local Wisdom 6)Agung Praptapa
The Power of KepepetAgoeng Widyatmoko
The Power of PassionAgung Praptapa
The Power of “Ojo Dumeh”Agung Praptapa
The Symptom is The SolutionAdi W Gunawan
Tidak Menunda Berbuat BaikAndrew Ho
Tidak Menunda Berbuat BaikAndrew Ho
Tips AnyaAndrias Harefa
Titik KulminasiKolom Bersama
TJS: MYTAndrias Harefa
Trainer Level 5Andrias Harefa
Trainer Rp 7 MAndrias Harefa
Trans(aksi) vs Inter(aksi)Edy Suhardono
Tulisan yang MenggugahEni Kusuma
Uji Sugestibilitas : Perlukah?Adi W Gunawan
Untung Ada Orang GilaWandi S Brata
Waking HypnosisAdi W Gunawan


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.163.209.109
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia