Mati Dalam Angan (Part 2)

Kami berenam langsung berlari keluar dari lubang perlindungan menuju tempat yang direncanakan. Sementara Kapten Ade berlari ke arah lain untuk memancing perhatian regu tembak dan berhasil, semua tembakan langsung mengarah padanya. Aku sempat melirik Kapten Ade, sungguh luar biasa. Dia berlari meliuk-liuk menghindari tembakan seperti sedang bermain kejar-kejaran dengan anak kecil. Aku jadi penasaran siapa sebenarnya Kapten Ade ini? Sepertinya dia berbeda dari yang lain. Tapi sekarang tidak ada waktu untuk memikirkannya, aku harus fokus pada tugas.

Begitu sampai di tempat yang dimaksud Jaja langsung memberikan instruksi.
“Andi, siapkan senjatamu. Bagitu kuberi aba-aba aku beserta yang lain akan segera memberikan tembakan ke arah musuh dan kau langsung melakukan tugasmu. Dan yang paling penting setelah Andi melakukan satu kali tembakan, mau kena atau tidak kita langsung bersembunyi lagi di sini. Paham?”
“Ya!!” kami menjawab bersamaan, lalu bersiap mengambil posisi.
“Sekarang!!!” teriak Jaja.

Jaja beserta timnya segara keluar dari tembok memberikan tembakan beruntun pada musuh. Aku menarik napas panjang, lalu ikut keluar dari situ. Aku mengambil posisi berlutut satu kaki dan mulai membidik. Kuyakinkan diri sendiri bahwa sasaranku sudah terkunci, lalu dengan satu hembusan nafas teratur kutarik pelatuk senjataku dan Tsssiiiuuu peluruku berhasil mengenai kepala pemegang MG-42 itu. Dia langsung ambruk dengan darah bercucuran, untuk sementara tembakan maut MG-42 berhenti.

“Kembali ke tembok!!!” perintah Jaja, kami segera bergerak.
“Bagus Andi, kau melakukannya dengan benar” puji Jaja, yang lain menepuk pundakku. “Sekarang kita akan mengincar yang lain” lanjut Jaja.
“Bukannya tugas kita hanya ini? Tadi kapten bilang sisanya dia yang urus” tuntut Febri.
“Kau percaya kata-kata kapten tadi? Bagaimana cara dia membereskan sisanya? Sekarang saja tidak terlihat dimana posisinya, mungkin saja kapten sudah…” Jaja tidak menyelesaikan dugaannya.
“Ya, kau benar” dukung Febri.
“Eh, tunggu sebentar. Apa kalian tidak merasa heran?” kata Ragil tiba-tiba.
“Kenapa?” tanya Jaja heran.
“Aku belum mendengar suara tembakan lagi sejak tadi, bukankah ini aneh. Memang berapa lama sih untuk menggantikan prajurit yang mati ditembak Andi tadi. Harusnya sekarang tembakan MG-42 sudah dimulai kembali.” kata Ragil serius.
Benar apa kata Ragil, harusnya sekarang tembakan sudah dilanjutkan kembali. Tapi sekarang kenyataannya tidak ada bunyi desingan peluru sama sekali kecuali di tempat lain. Kami saling pandang lalu bersama-sama mengintip dari balik tembok dan melihat pemandangan yang membelalakkan mata.
“Apa aku salah lihat?” gumam Jaja.
“Tidak aku juga melihatnya.” Arip membenarkan.
“Aku juga lihat” kataku ikut mendukung, begitu juga dengan yang lain.
“Bagaimana dia bisa melakukan itu?” Jaja bertanya heran dengan mata tetap melihat pemandangan tersebut.
“Aku tidak tau, tanyakan saja padanya nanti” kataku menyarankan, karena memang tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semua ini. Menjelaskan Kapten Ade yang berdiri gagah memunggungi kami di atas sana, di tempat musuh sebelumnya berada.
“Hei, kalian!!! Kenapa diam saja!!? Cepat suruh semuanya bergerak maju!!! Musuh kita masih banyak!!!” teriak Kapten Ade dari atas sana.
“Ah.. Iya. Siap kapten!!!” kata Jaja tersadar dari keheranan lalu berteriak kepada prajurit lain di belakang “Semua maju!!!”

Kami kembali merasakan ketegangan perang setelah maju lebih jauh dari pantai. Kini musuh yang dihadapi makin banyak namun sedikit seimbang karena banyak lubang pelindung yang bisa digunakan. Baku tembak terdengar dimana-mana disertai jeritan saat prajurit dari kedua belah pihak mulai berjatuhan. Lama kelamaan jumlah prajurit di pihak kami tidak sampai 100 orang. Walau dari pihak musuh juga banyak yang tewas tapi perbandingan kami tidak seimbang.

“Kapten, apa kita akan terus begini? Kita sudah semakin terdesak!” kataku disela-sela menembak.
“Tidak. Harusnya angkatan udara sudah datang sekarang untuk membantu kita merebut daerah ini.” jelas Kapten Ade.
“Lantas mengapa belum datang juga? Kita sudah terlalu banyak kehilangan prajurit” tuntutku sedikit kesal.
“Sebentar, aku akan hubungi mereka melalui frekuensi radio. Siapapun tolong gantikan posisiku sebentar di sini, aku mau menghubungi angkatan udara!!!” perintah Kapten Ade, dengan segara Jaja menggantikan posisi Kapten Ade menembaki musuh, setelahnya Kapten Ade duduk tenang di dasar lubang pelindung. Dia mengeluarkan radio, mengotak-atiknya sebentar lalu berkata keras.

“Untuk angkatan udara Rajawali 26… Untuk angkatan udara Rajawali 26… siapapun yang mendengar pesan ini tolong bicara!!”
“Di sini angkatan udara Rajawali 26… Indentifikasikan dirimu” jawab seseorang dari radio
“Ini Kapten Ade M. W. dari pasukan pendahulu Harimau 47 identifikasi selesai” kata kapten Ade. Selama beberapa detik tidak ada jawaban, maka Kapten Ade mengulang perkataannya “Ini Kapten Ade M. W. dari pasukan pendahulu Harimau 47 identifikasi selesai”
“Oh, Ade toh.. ana apa de? Ini q-ta Yudi” jawab suara di radio. Suasana percakapan tiba-tiba berubah aneh.
“Yudi Wachu tah?”
“Iya, ada apa?”
“Woi, Chu ira ana ning endi?”
“Di kapalnya Rifky di laut lepas de, napa sih?”
“Pantesan bae, Q-ta tungguin ga datang-datang. Masih pada di kapal jadi. Gagian mene Chu, pasukan Q-ta udah terdesak pisan”
“Emange ira lagi dimana sih de? Kayae buru-buru pisan. Qta, Ian, Oky, Rifky lagi minum kopi sambil bahas buat penyerangan ke pantai besok.”
“Wong edaaaaan!!! Q-ta ning kene dibrondong peluru ira malah enak-enakan ngopi!!! Penyerangan bukan besok tapi sekarang woi!”
“Jih, yang bener ira? Jare Adam besok!”
“Besok ndasmu!! Pokoke ira kudu mene bari Ian sekien! Awas bae sampe telat teka! Misal Q-ta mati, Qta bakal jadi hantu buat nyamperi ira-iraan siji-siji!!!”
“Haha.. iya-iya, Q-ta meluncur sekarang haha..”

Percakapan radio yang aneh itu pun terhenti. Aku semakin heran dengan Kapten Ade dan teman-temannya yaitu Kapten satu skuadron tempur udara Rajawali 26 Yudi serta wakilnya Ian, juga Kapten satu tempur samudra Hiu 16 Rifky dengan wakilnya Oky. Kudengar sebelum perang ini dimulai mereka adalah teman sepermainan, bahkan pimpinan perang Adam L. juga termasuk golongan mereka yang akhirnya masuk ketentaraan karena keadaan siaga perang. Namun yang membuatku heran, kenapa semuanya bisa menempati jajaran teratas di masing-masing angkatan? Ada rahasia apa di antara mereka dengan petinggi pemerintahan? Tapi sudahlah itu tidak terlalu penting untuk kupikirkan. Sekarang aku harus fokus bagaimana cara untuk merebut daerah ini dari musuh.

“Hei, jangan melamun saja!!! Tembaki musuhmu!!!” bentak Kapten Ade, aku tersadar dari lamunan.
“Ah.. Iya, maaf kapten!” kataku lalu fokus bertempur kembali.

Pertempuran kini memasuki babak yang makin kritis, jumlah kami makin sedikit tidak sampai 80 orang. Kami sudah makin kewalahan menahan gelombang serangan musuh yang bertubi-tubi tanpa henti. Keadaan makin diperparah dengan mulai habisnya amunisi yang kami pakai sedangkan suplai amunisi musuh tidak berhenti. Tapi kami tidak menyerah dan terus berjuang tanpa henti walau mungkin sia-sia saja. Jumlah peluruku sendiri sepertinya hanya tinggal delapan lagi, setelah ini habis aku tidak akan bisa menggunakan penembak jarak jauh lagi yang menjadi andalanku. Maka aku usahakan untuk membidik orang-orang tertentu agar mental musuh menurun.

Kamera bidikku mulai mencari-cari sasaran yang tepat, setelah menemukan dan mengunci target, pelatuk langsung kutarik dan musuhku ambruk seketika. Aku terus melakukan itu hingga jumlah peluruku tinggal tiga, berarti tiga peluru ini tidak boleh terbuang sia-sia. Sadar akan hal ini aku semakin memilih-milih target bidikan, aku mencari kesana-kemari berusaha menemukan musuh yang berpangkat tinggi namun tidak kutemukan. Aku tidak menyerah dan terus mencari sampai kamera bidikku menangkap sesuatu yang membuatku menegang seketika. Aku segera meninggalkan posisi dan berteriak sekencangnya
“Ada tank!!! Cepat keluar dari sini!!!”

Teriakanku langsung membuat semua orang berhamburan keluar dan mundur ke belakang. Selang beberapa detik setelah teriakanku tadi, lubang persembunyian hancur meledak oleh serangan tank baja. Kini kami benar-benar dalam kondisi dititik terakhir tidak tahu harus bagaimana lagi. Setelah tank datang, semua harapan kemenangan kami musnah terbawa angin. Kulihat keadaan teman-temanku sesama prajurit, mereka satu persatu mulai menjatuhkan senjata dan menangis seolah menyesali ini semua. Begitu juga aku yang mulai marah dengan keadaan ini, bagaimana mungkin kami yang awalnya berjumlah 500 bisa dipreteli menjadi sekitar 80an orang saja. Ini sungguh tidak adil, kami seolah dijadikan umpan untuk mengetahui kekuatan musuh, setelahnya petinggi militer akan mengirim pasukan lagi dengan strategi yang lebih matang. Aku marah, marah sekali pada semuanya. Namun tidak tahu harus melampiaskan kemarahan ini pada siapa.

Akhirnya aku ikut menjatuhkan senjata dan menjatuhkan diri ke pasir yang warnanya sudah berubah merah serta berbau amis menyengat. Aku menyerah, aku tidak ingin melanjutkan pertempuran sialan ini. Sempat kulihat hanya Kapten Ade dan beberapa orang yang masih gigih memberikan perlawanan dengan melemparkan granat ke arah musuh. Lemparannya sangat jitu hingga mampu membuat musuh tertahan di garisnya tanpa bisa maju selangkah pun terutama lemparan Kapten Ade. Tapi apa gunanya? Saat tank itu datang kemari Kapten Ade sekalipun tidak akan bisa berbuat apa-apa. Dia tetaplah manusia yang akan hancur berkeping-keping bila terkena bom. Tanpa kusadari air mataku deras mengalir melewati pipi yang penuh pasir. Aku kesal, marah, kecewa, dan sakit hati. Aku tidak ingi mati di sini, aku takut mati, tapi tidak bisa lari dari neraka dunia ini. Aku memejamkan mata pasrah menunggu kamatian menjemputku. Selamat tinggal dunia.

“Ngeeeenggg… Siiiaaauuu… Glarrrr…” suara itu mengagetkanku dari keputusasaan. Suara yang memberikan harapan padaku juga lainnya untuk tetap hidup dan menyelesaikan misi ini. Suara yang mengalun indah bagai musik pengiring kemenangan perang. Kubuka mataku dan langsung disuguhi pemadangan indah dari langit, sekitar 25 pesawat tempur pimpinan Kapten Yudi telah tiba. Mereka terbang kesana-kemari bagai burung elang dan tanpa ampun membombardir area musuh dengan rudalnya. Kami berteriak girang menyaksikan pemandangan yang sebenarnya kejam namun terlihat indah karena merasa lega bisa lolos dari kematian, tidak terkecuali diriku. Hanya Kapten Ade yang terlihat biasa-biasa saja, tidak terlihat senang atau reaksi lainnya, sangat datar dan sulit ditebak.

Setelah sekitar 15 menit serangan udara dihentikan, dan Kapten Ade menyuruh kami semua maju.
“Semuanya, maju!!! Kita tuntaskan misi ini!!!”
Kami langsung merangsek ke depan dengan semangat dan senjata yang ada. Keadaan sekitar sudah benar-benar hancur lebur berantakan namun masih menyisakan beberapa prajurit musuh yang selamat. Kami menawan prajurit itu dan melakukan pembersihan besar-besaran selama sekitar satu jam. Setelahnya armada angkatan laut Kapten Rifky tiba dan langsung mengerjakan tugasnya dengan cepat. Pergantian tugas pun dimulai, kami sebagai regu pendahulu dipersilahkan istirahat melepas lelah dan ketegangan.

“Sekarang kalian bisa santai, biar angkatan laut yang mengurus sisanya!!!” kata Kapten Ade, kami pun langsung bubar.
Aku lebih memilih berjalan-jalan sebentar ketimbang langsung istirahat bersama teman-teman lain, lagipula suasana sangat berisik sejak angkatan laut datang. Aku berjalan menyusuri dinding laut melihat pantai yang tampak sangat mengerikan karena warna darah dan tubuh hancur dimana-mana. Sungguh tidak kusangka bahwa untuk menaklukkan daerah sekecil ini saja bisa memakan korban sangat banyak. Tidakkah ini seperti pembuangan nyawa sia-sia? Kupikir harusnya para petinggi benar-benar menyusun strategi yang matang sebelum menerjunkan kami ke neraka ini. Andai saja mereka melihat dan merasakan apa yang aku dan pastinya semua parajurit lain lihat dan rasakan saat awal tiba, pastilah mereka tidak akan mau berada di kapal itu. Tapi sudahlah, seandainya aku menyalahkan petinggi juga tidak ada gunanya, karena kesalahan utama adalah adanya perang gila ini.

Aku memejamkan mata sebentar meresapi kembali semua yang telah kulalui hari ini, lalu kembali menatap pantai dan bersumpah bahwa kejadian ini akan selalu kukenang dan kuceritakan kepada anak cucuku. Agar mereka tahu bahwa perang apapun alasannya selalu membawa penderitaan tersendiri. Bahwa lebih dari 200 orang prajurit yang berada dalam satu armada pendahulu pimpinan Kapten Ade tewas tanpa sempat menyelesaikan tarikan nafasnya, dan lebih dari 200 sisanya luka parah serta cacat bahkan mungkin sudah banyak yang meninggal sekarang di tenda medis. Sungguh sebuah kejadian yang tidak bisa dibilang kenangan manis.

Aku beranjak dari dinding laut dan duduk di reruntuhan bekas gudang senjata musuh untuk sejenak duduk beristirahat. Kulihat kesana kemari tempat itu, sudah tidak berbentuk bangunan lagi, lebih mirip dinding yang didirikan asal-asalan. Aku hendak menyandarkan diri saat kulihat sesuatu yang aneh di balik tembok yang rubuh. Kudekati tembok itu dan menyingkirkannya, ternyata ada mayat musuh di baliknya. Aku memandangi mayat itu penuh emosi, bahkan setelah mati pun mereka tetap terlihat mengesalkan. Kutendang mayat itu hingga terguling ke samping, bersamaan dengan itu tampak sebuah benda yang membuatku kaget setengah mati dari balik mayat tadi. Aku langsung pucat dan menegang.
“Aaaaaaa…”

Aku membuka mata secara tiba-tiba, nafasku memburu sangat cepat disertai keringat dingin yang mengalir cukup deras, padahal aku sedang berada di bawah mercusuar di pinggiran laut. Aku mencoba mengatur nafasku menenangkan diri. Tidak kusangka bahwa aku akan tewas dalam hayalanku sendiri. Tewas karena terkena ledakan granat yang berada di balik mayat musuh itu. Ternyata mayat musuh yang kutemukan berfungsi untuk menahan pemicu granat yang tentunya akan meledak saat daya penahannya yang berupa mayat itu hilang. Aku tersenyum lebar hingga akhirnya tertawa keras seperti orang gila. Sungguh konyol apa yang barusan kulakukan. Mencoba membayangkan diriku ikut dalam sebuah perang yang adegannya kuambil dari sebuah film. Walau tentunya tidak sepenuhnya sama seperti film yang pernah kutonton itu. sayangnya setelah melakukan apa yang diajarkan guruku pun belum bisa memberikan sebuah jawaban tentang kematian yang menjadi pertanyaanku.

Dalam hayalan, bisa saja aku menjadi seorang pemberani sejagad raya atau malah sebaliknya. Dalam hayalan semuanya terasa mudah dan instan karena sebagian besar dikendalikan oleh otakku sendiri. namun bagaimana bila di kenyataan? Aku tidak tahu. Mungkin memang harus menunggu sampai ada kejadian yang mendekatkanku pada kemungkinan kematian yang tinggi, baru aku bisa menjawab pertanyanku tentang siap dan ikhlaskah bila aku harus mati lebih cepat dari orang lain? orang lain yang kukenal tentunya. Kembali aku menghela nafas panjang untuk sekian kalinya dan bangkit dari tempat dudukku. Kulihat laut untuk terakhir kalinya, lalu berbalik pulang meninggalkan sebuah misteri di belakang.

Selesai.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.162.232.51
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia