Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. Ayah

Kenapa.. kenapa harus aku? Semua takdir yang terjadi padaku bukanlah sebuah kebetulan. bukan pula sebuah cerita yang bisa terukir indah dalam hidup. Kenyataanku tak sesuai dengan harapanku. Tak dapat kurasakan bahagia itu, tak dapat kurasakan genggaman kasih sayang seorang ayah yang kurindukan, yang kudambakan. Tak dapat ku bandingkan diriku dengan orang lain. Kenyataannya aku berbeda dengan orang lain. Begitupun dengan kehidupanku. Aku berbeda, aku tak sama dengan mereka. Namun dalam hati ini tak dapat kutahan kesedihanku saat takdir seperti ini yang harus kujalani.

“Hey, akhirnya kita lulus juga Li..” Sahut Linda menyela lamunanku.
“Iya Lin..” Singkatku.
“Kuliah dimana kamu nanti Li?”
“Gak tau lin, kayaknya disini saja.”
“Kenapa gak di luar kota? aku sih rencana di yogya Li..”
“Gak tau juga aku, masih bingung.”

Apakah aku bisa kuliah atau tidak aku pun tak tau, karena tidak ada biaya. Mamakku pasti tak sanggup membiayainya, ucapku dalam hati.

“Hey, melamun lagi. Ayo kita ke kantin temenin bayar utang-utangku sama Bu Dina.” Ucap linsa sambil merangkul bahuku dan kami pun berlalu menuju kantin.

Rasa syukur dan bahagia menyertai semua teman-temanku. Mereka sangat senang karena 3 tahun SMA yang telah dijalani akhirnya bisa lulus juga dan pasti bisa melanjutkan ke universitas yang terbaik di indonesia. Tapi untuk aku tidak. Tidak ada harapan, tidak ada kemungkinan dan mungkin tidak ada lagi peluang aku untuk bisa seperti mereka. Niatku untuk kuliah sangat kuat tapi berat rasa ini jika niat saja yang ada tapi biayanya tidak ada. Yang ku tau “uang bukanlah segalanya.. tapi segalanya butuh uang.. Allah… sakit hati ini, hati ini tak mampu bertahan ketika keinginan tak bisa kuraih.

Waktu menunjukkan jam 5 sore. Mamakku yang hanya berjualan di warung makan pulang dengan rasa lelah yang jelas terlihat di raut mukanya. Mamak setiap hari berjalan kaki untuk sampai di warung. Perjalanan yang sangat jauh yang semestinya harus menggunakan angkot tapi ia tak mau. Ia ingin hemat biaya angkot hingga ia rela jalan kaki pergi dan pulang. Miris hatiku melihanya. Namun apa dayaku aku tak bisa berbuat apapun. Aku malah memaksa ingin kuliah padahal jelas-jelas itu tak mungkin.

Malam itu mamakku berkata padaku,
“Nak kamu cari kerja yah, buat lamarannya.”
“Kok kerja? aku mau kuliah mak”
“Iya tapi kan mamak gak punya biayanya. Yah kamu sambil kerja nanti kalau bisa ya kuliah.”
“Mamak kok maksa, pokoknya aku mau kuliah. Kalau sudah bisa kuliah aku semangat mak kerja.” sambil menitikan air mata aku pun menangis. Aku langsung pergi ke kamar. Diam beribu bahasa, hanya dapat menangis dan menangis sampai akhirnya terlelap.
“Nak bangun yah nanti antar itu lamarannya. Semoga bisa masuk. mamak kerja dulu, jangan lupa ngelamar nanti.”
“Gak tau,” Jawabku masih kesal.

Yah aku pun memutuskan untuk melamar juga. Aku pergi naik angkot dan ku langsung antarkan lamaranku ke sebuah toko kue yang cukup besar. Akhirnya beberapa jam aku pun di telpon dan besok harus datang untuk interview. Malam hari aku ceritakan hal ini pada mamak ku.

“Besok ada tes mak”
“Alhamdulillah.. mamak doakan semoga diterima ya nak”
“Iya”.

Esok pun aku kesana. Aku di tes pelajaran akuntansi. Namun gagal karena aku bukan dari jurusan ips melainkan ipa. Ya aku rasa aku tidak diterima. Akhirnya aku pun pulang dengan rasa kecewa. Apalagi saat aku cerita pada mamakku bahwa aku tak bisa mengerjakan soalnya dengan baik, karena memang aku sudah lupa dengan pelajaran akuntansi saat kelas X dulu.

“Ya sudah gapapa kalau belum rezekinya. Nanti ngelamar aja ke tempat lain.” lagi lagi mamakku berusaha menenangkan aku agar tidak putus asa. Padahal aku tau dia yang paling lelah seharian kerja tapi masih tetap memberi semangat padaku. Sebenarnya aku sayang mak sama mamak.. tapi rasa sayangku tertutup oleh egoku sendiri.

Selang beberapa hari aku ditelpon kembali. Ternyata dari perusahaan toko kue itu. Dan besok masuk jam 8 memakai baju hitam putih. Ada kaget dan heran pula. namun rasa itu membuatku untuk segera kesana keesokan harinya. Tiba disana ternyata ada juga 3 orang wanita yang akan interview juga. Akhirnya kami dipanggil. Dan aku pun ditempatkan di producting sebagai perbantuan mendekor kue selama 11 hari. Yah awalnya aku ragu tapi aku yakini mungkin ini yang terbaik yang Allah berikan padaku. Lagian gajinya lumayan bisa menambah uang lebaran dan kuliah nanti, pikirku.

Akhirnya aku pun mulai kerja untuk yang pertama kalinya. Awalnya yang tak mengerti namun setelah diajarkan bisa juga. Orang-orang disana juga baik-baik, mau mengajarkan aku. Walaupun buatku terasa berat juga tapi tetap kujalani karena niatku ini. Waktu istirahat kugunakan untuk shalat di mushola tempat aku bekerja ini sambil membaca al-qur’an. Jadi walaupun bulan puasa bekerja tidak terasa berat. Aku pulang jam 4 sore. Seperti biasa pulang naik angkot. Di rumah aku selalu ngeluh sama mamakku karena aku capek kerja. Tapi mamakku selalu bilang, “Lebih capek mamak nak..”

Di situ aku berusaha gak ngeluh lagi, tegar seperti mamakku. Walaupun kadang aku bilang seperti itu lagi. Hari per hari aku lalui pekerjaan ku ini dengan tanggung jawab walaupun resikonya kadang lelah tapi aku tetap semangat. Tak cukup lama aku pun bisa mengenal teman-teman yang juga bekerja disana. Rata-rata usianya diatas aku. Aku coba untuk lebih akrab dengan mereka.

Hingga pun 11 hari tiba juga.
“Hari terakhir.. semoga berkah,” ucapku dengan langkah bismillah..

Yah hari terakhir yang memang sangat melelahkan. Banyak kue yang harus dibuat dan pastinya harus banyak tenaga yang dibutuhkan. Tapi aku yakin aku pasti bisa. Yah memang akhirnya selesai dari pagi hingga pukul 5 sore. Rasa lelah tapi seakan pudar karena hari ini dapat gaji pertamaku. Aku dipanggil ke dalam ruangan dan tanda tangan untuk menerima gaji. Alhamdulillah… gaji pertamaku berawal disini, walaupun hanya 11 hari saja kerja tapi aku bersyukur.

Selesai menerima gaji segera kita saling maafan karena esok sudah lebaran. Setelah itu aku pun pulang dengan membawa gaji pertamaku ini. Rasa bangga pasti ada. Tiba di rumah ternyata mamakku sudah menungguku. Kita langsung pergi ke toko baju untuk membeli baju lebaranku. Semua mamakku yang memilih. Aku juga membelikan mamakku dompet baru. Aku senang walau bayangan untuk kuliah masih teringat tapi aku yakin akan takdirNya pasti ada jalanNya.

Lebaran tiba. Semua umat muslim bergembira di hari nan fitri ini. Semuanya saling maaf memaafkan. Begitupun dengan keluargaku. Walau hanya ada mamakku dan kakakku tapi aku cukup senang. Aku sudah terbiasa dari umur 3 tahun tak merasakan kasih sayang seorang ayah kandung sendiri. Walaupun kini dia masih ada tapi aku tak tau entah dimana. Tak seorang pun tau. Tak ada niatku juga untuk mencarinya.

Untuk apa?
Untuk membuat luka pada mamakku lagi?
Aku tidak mau!
Tak gampang membesarkan anak sendirian, bekerja apapun demi anak. Tak gampang tapi mamakku bisa!
Dia wanita kuat, tegar, tak putus asa. Dia ibu terbaik!
Dia tak pernah malu apa yang dia kerjakan selama itu halal dan demi anaknya. Dia segalanya buat diriku walaupun terkadang aku pernah membuatnya kecewa karena sikapku.
Seiring sejalan pun cepat pula berlalu. Ingatanku terus membayangkan bisa kuliah di tahun ini.

“Mak bentar lagi pendaftaran di tutup. Aku mau daftar.” Mamakku hanya diam saja.
“Mak… aku mau kuliah aku mau daftar pokoknya.” Ucapku seakan kesal.
“Mamak tau nak.. mamak juga bingung. Kamu juga belum dapat kerja bagaimana nanti bayarnya. Mamak juga gak ada uang nak..” Ucap mamakku sambil menghela nafas.
“Coba besok mamak usaha pinjam. Siapa tau ada jalannya. Sabar ya nak..” Tambahnya sambil menghela nafas.

Aku pun langsung ke kamar, sambil menitikkan air mata. Tak kuat ku menahan asa, melihat mata mamakku tadi yang menunjukkan rasa bingung. Aku tau beliau banyak yang sedang difikirkannya. “Aku kasian mak sama mamak… tapi aku pengen kuliah juga mak…” sambil menangis dalam tidurku.

Dua hari berlalu. Aku mendapat kabar bahwa ada yang lagi butuh karyawan. Aku pun langsung menuju perusahaannya. Tiba disana aku kira hanya interview dulu, tapi tak lama kata mbak Eny langsung kerja. Dan mbak Eny yang mengajarkan aku.

“Ini nanti kamu kerjanya disini. Jadi kamu nanti call pelanggan dan isi datanya disini. Nanti kalau sudah selesai save dan kirim filenya ke aku. Besok aku update lagi datanya.” Kata mba eny sambil menjelaskan semua caranya.
“Iya mbak,” kataku sambil mengingat semua penjelasannya tadi. Terlihat jelas mbak Eny orangnya baik, tidak mudah marah. Aku pun bisa langsung mengerti dengan perkataannya. “kalau gak diangkat tulis RNA. kalau diangkat berarti called yah.”
“kalau gak aktif mba tulis apa?” tambahku memotong penjelasan mbak Eny
“mailbox saja.”
“oke mbak makasih mbak.”
“iya udah mbak tinggal dulu. Nanti kalau ada apa-apa gtalk mbak aja.” Sambil berlalu pergi.
“siip mbak.”

Bismillah… hari pertama harus bisa. Semoga hari jum’at ini penuh berkah. Aamiin.. sambil menulis status di gtalk dengan kata “semangat..!!”

Aku pun akhirnya telah terbiasa dengan pekerjaan baruku ini. Pekerjaan yang penuh resiko dan tantangan. Namun aku cukup optimis menjalankannya. Aku senang karena tidak terlalu lelah. Jam istirahat aku gunakan untuk bertemu Sang Penciptaku. Aku adukan setiap apa yang kulalui hari ini. Hal ini jauh membuatku tenang. Bisa mengadukan semua masalahku padaNya.

Hampir setiap hari aku selesaikan pekerjaanku lebih dari targetku. Sampai pun waktu istirahat aku masih sibuk dengan pekerjaanku. Hal ini membuat masalah baru untukku. Aku ditegur oleh seorang pria yang sudah senior. Mungkin beliau sudah lama bekerja disana.

“Kalau waktunya istirahat yah sudah dulu kerjanya.” Tegas, jelas ucapan Beliau sampai tidak ada yang berani berucap di ruangan itu. Semuanya diam. Begitu dengan aku yang hanya bisa menitikan air mata lagi. Sedih.. Kenapa harus seperti ini. Aku takut hal ini malah membuat masalah baru lagi.

Aku pun ceritakan masalahku ini pada mbak Eny.
“Mbak tadi aku ditegur mbak, aku disuruh istirahat tapi aku gak mau mbak. Bukannya aku nolak mbak tapi aku tadi sudah istirahat pas shalat. Aku juga malah fokus sama kerjaanku mbak. Aku tau aku salah mbak.”
“Lain kali liandra gak boleh gitu lagi yah. Niat bapak itu baik kok. Liandra juga harus lebih menghargai juga.”
“iya mbak. jadi aku ini nanti gak kerja lagi mbak?”
“haha gak lah. udah jangan di masukin hati yah.”
“gak bisa mbak. Aku takut mbak.”
“udah gakpapa lain kali jangan gitu lagi yah.”
“iya mbak makasih ya mbak.”
Ya Allah… aku takut. Semoga saja tidak apa-apa. Aku bergegas pulang dengan rasa sedih.

Semenjak kejadian itu aku lebih sering diam. Aku takut dan harus lebih hati-hati lagi. Yah semenjak dari awal kerja aku tak pernah ngobrol dengan siapapun kecuali mbak Eny. Tapi lama-lama bosan juga. Aku pun mencoba menegur teman-teman yang lain. Alhamdulillah mereka juga merespon dengan baik. Jadinya aku gak canggung lagi dengan mereka.

Malam itu aku dan mamak berbincang-bincang.
“nak mamak sudah usaha pinjam tapi gak dapat juga.” Aku pun diam.
“mamak sudah bingung. Kalau mau gadai surat rumah gak bisa juga nak.”

kembali ku terdiam. Aku diam memikirkan semua. Aku yakin aku tidak bisa kuliah. Aku juga gak tega dengan mamakku. Apakah aku harus terus-terusan memaksa mamakku? Tega kah aku membiarkan mamakku sedih dengan semua permintaanku.

Dia yang rela melakukan apapun demi aku. Bahkan sampai aku sudah lulus seperti ini tapi masih meminta padanya? Aku bingung.. semuanya tak dapat ku fikir dengan logika. Perasaanku lebih dalam dari logikaku.

“Ya sudah kalau gak kuliah gak papa.” Jawabku pelan.
“Mamak sudah usaha nak tapi ya kenyataannya begini. Gak papa ya nak, jangan kecewa, jangan putus asa. Tetap semangat kerja ya.”
Tak kujawab ucapan mamakku, aku pergi ke kamar dengan rasa sedih.

Sedih.. kecewa.. pengen teriak tapi tak bisa. Di tengah malam kupanjatkan doaku pada Allah. Aku menangis dalam setiap aduanku. Tak bisa kutahan lagi, tangisanku mengalir terus hingga aku terisak-isak.

“Ya Rabb… ikhlaskan hatiku untuk menerima ini semua. Tegarkan aku, kuatkan aku. Aku hanya bisa mengadu padaMu ya Allah.. berikan aku jalan terbaikMu. Aku yakin takdirMu lebih baik dari semuanya. Aku tak mau membuat mamakku sedih. Sudah cukup ia rasakan kepedihan selama ini. Allah… aku hidup karenaMu, aku mati pun karenaMu.. aku milikMu ya Allah…” terisak batin ini, tersedu-sedu ku meluap dalam tangisanku ini. Sakit hati ini… kembali ku menangis hingga tertidur dalam sajadahku.

Esok pun tiba. Hari dimana semua orang mulai kuliah. Kecuali aku. Hanya sampai pada tes lolos saja tapi untuk membayar biayanya tak ada. Aku mencoba tegar di hadapan semua orang. Sebelum ku pergi kerja, aku berkata pada mamakku,

“Mak aku gakpapa. Aku gak kecewa sama mamak. Aku gak kecewa sama semua orang. Aku kecewa pada diri sendiri. Mungkin ini sudah takdir Allah. Aku berusaha tetap tersenyum mak,” sambil kuteteskan air mata.
“Aku kerja aja mak. Gak usah kuliah mak. Aku…” Rasa tangis ini lagi tak tertahan lagi.
“Sudah nak jangan nangis. Mamak ngerti nak perasaanmu. Sabar nak..”
Sambil memelukku erat.
“Iya udah aku gakpapa kok mak. Sudah mak mau pergi nanti telat.” ucapku mencoba terus tegar agar mamak tak sedih juga.
“iya mamak juga mau pergi. Hati-hati ya nak. Jangan dipikirin.”
“iya..”

Sepanjang jalan di angkot ku terus melamun. Memikirkan semuanya. Dalam hati hanya berkata-kata,

“Pasti enak ya yang bisa kuliah hari ini. Tapi aku gak boleh gitu. Kan udah janji gak boleh sedih. Nanti Allah marah kalau aku gak bisa terima takdir ini. Aku bisa memotivasi orang, aku selalu memberikan semangat pada teman-temanku tapi untuk membuat diriku semangat lagi susah.. gak gampang. Tapi mulai hari ini aku ingin menulis ceritaku ini. Aku ingin jadi penulis yang bisa memberi semangat semua orang.

Yah aku mulai mengetik karyaku di hp dan lalu ku kirim di website-website khusus penulis cerpen. Tak ada komputer ataupun laptop, ku coba terus merealisasikan bakatku ini, tak mengurangi patah semangat. karena aku yakin pasti bisa kalau usaha. Bakatku menulis. Harus aku gunakan pemberian Allah ini. Pasti bermanfaat. Tiada yang sia-sia.”

Lamunku terjawab ketika tiba di kantor. Langsung ku mulai kerja. Tersadar lagi dan kuucap, “Waktu belum bisa memungkinkan aku untuk bisa kuliah tahun ini. Begitupun dengan waktu sampai saat ini, belum bisa menemukanku dengan seorang Ayahku sendiri. Mungkin perlu waktu kembali untuk merubah semuanya. Tapi dalam relung hati yang terdalam ini.. aku masih menunggumu ayah. Menunggu kasih sayangmu yang hilang bertahun-tahun, yang tak pernah aku rasakan sedikit pun. Tapi sampai kapan? Akankah semua ini terjawab? Ya Allah… semuanya aku pasrahkan padaMu.” lagi dan lagi aku terhanyut dalam kesedihan. ah sudah aku gak boleh cengeng. Aku harus bisa bangkit. Harus bisa! bismillah…

Di setiap sela-sela pekerjaanku, aku memulai menulis karya-karyaku.. Berharap suatu hari nanti bisa menjadikan takdir ini berubah menjadi lebih baik lagi. Kesibukanku kini ku lewati agar aku tak merasakan kecewa lagi. Hari-hari kini kulalui. Walau kadang sedih menerpa tapi tetap ku berjuang demi sosok seorang ibu. Dan kini aku lewati semua sampai waktu itu tiba… sampai kepastian itu datang… dan sampai semua orang bahagia karena aku…

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.156.92.243
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia