Altered State of Consciousness: WHAT and HOW?

Oleh: Adi W Gunawan

Dunia pikiran adalah semesta maha luas dan dalam tak berbatas yang sangat menggoda untuk dijelajahi. Segala sesuatu yang berhubungan dengan pikiran sudah pasti juga berhubungan dengan (kondisi) kesadaran. Setiap saat pikiran bergerak dengan sangat cepat dan sulit dikendalikan. Dalam sekejap kita bisa beralih kesadaran.

Bila berdiskusi tentang kesadaran umumnya orang hanya mengenal dua kondisi yaitu sadar dan tidak sadar. Yang dimaksud dengan kondisi sadar adalah keadaan pikiran aktif dan mampu mengenali sekitarnya. Sedangkan kondisi tidak sadar biasanya dihubungkan dengan keadaan tidur lelap di mana hubungan antara dunia dalam diri dan dunia di luar telah “terputus”.

Tahukah anda bahwa antara kondisi sadar dan tidak sadar ini terbentang lapisan kesadaran yang sangat halus dan sangat beragam yang seringkali kita masuki , baik disengaja atau tidak, namun kita tidak sadar sedang berada dalam kondisi itu?

Untuk bisa mengenali kondisi kesadaran yang “lain” dari biasanya maka kita membutuhkan satu acuan atau baseline. Kondisi kesadaran yang biasa kita alami dalam keseharian atau disebut dengan kondisi kesadaran normal inilah yang kita gunakan sebagai baseline state of consciousness (b-SoC). Dengan demikian semua kondisi kesadaran yang “di atas” atau “di bawah” baseline adalah kondisi kesadaran lain dan kita sebut dengan Altered State of Consciousness (ASC).

Lalu, apakah Altered State of Consciousness (ASC)? ASC adalah suatu konfigurasi subsistem dari struktur psikologis dengan pola unik, dinamis, dan aktif. Struktur psikologis merujuk pada organisasi komponen bagian yang relatif stabil yang menjalankan satu atau lebih fungsi psikologis. Contoh ASC antara lain kondisi tidur, kondisi hipnosis, kondisi meditatif, kondisi kesadaran saat tegang, takut, atau waspada, atau kondisi kesadaran di bawah pengaruh alkohol atau obat penenang.

Sebagai suatu kondisi kesadaran ASC distabilkan oleh empat proses: 1.Loading Stabilization : proses stabilisasi ini membuat perhatian atau kesadaran dan energi psikis terpusat pada suatu struktur yang diinginkan dengan membanjiri sistem psikologis seseorang dengan tugas tertentu sehingga sistem tidak punya sisa energi untuk melakukan hal lain. 2.Negative Feedback Stabilization: proses stabilisasi ini bertujuan mengoreksi fungsi struktur atau subsistem psikologis bila mereka menyimpang terlalu jauh dari rentang operasi normal sehingga dengan demikian sistem dipastikan kembali stabil. 3.Positive Feedback Stabilization: proses stabilisasi ini bertujuan memperkuat aktivitas dan atau memberikan pengalaman yang menyenangkan saat struktur atau subsistem psikologis berfungsi dan berjalan dalam koridor atau batasan yang telah ditentukan. 4.Limiting Stabilization: proses stabilisasi ini membatasi rentang atau jangkauan fungsi struktur dan subsistem psikologis yang bila beroperasi secara intensif akan membuat sistem menjadi tidak stabil.

Loading Stabilization dapat, pada kasus tertentu, menjadi Limiting Stabilization namun kedua jenis stabilisasi ini tidaklah sama. Limiting Stabilization secara langsung mempengaruhi struktur atau subsistem tertentu, sementara efek dari Loading bersifat tidak langsung dan beroperasi lebih banyak dengan cara mengkonsumsi energi dan bukan mempengaruhi struktur secara langsung.

Keempat proses yang dijelaskan di atas bertujuan agar ASC menjadi stabil sehingga seseorang bisa tetap berada dalam kondisi kesadaran itu, dalam rentang waktu tertentu.

Untuk mudahnya begini. Keempat proses ini kita analogikan sebagai strategi untuk mengendalikan seseorang agar menjadi warga negara yang baik, yaitu dengan cara: 1.Kita menyibukkan dia dengan kegiatan yang menjadikannya warga negara yang baik, sehingga ia tidak punya waktu dan energi untuk melakukan hal lain. 2.Kita memberikan hadiah bila ia melakukan hal-hal yang baik atau positif. 3.Kita menghukum dia bila ia melakukan kegiatan yang tidak kita ijinkan atau inginkan. 4.Kita membatasi kesempatannya untuk melakukan hal-hal yang tidak kita ijinkan.

Saya beri contoh lain agar penjelasan di atas lebih mudah dimengerti. Pernahkah anda mengalami, pada suatu saat, misalnya, pikiran anda sangat fokus memikirkan sesuatu, membaca buku, chatting, atau mengetik di komputer anda? Jawabannya pasti pernah.

Pertanyaan berikutnya, “Pernahkah anda, dalam kondisi yang sangat fokus ini, tiba-tiba diajak bicara oleh seseorang, misalnya rekan kerja, anak, suami atau istri?” Jawabannya juga pasti pernah.

Sekali lagi saya bertanya, “Saat anda dalam kondisi yang sangat fokus dan ditanya atau lebih tepatnya pola fokus anda diguncang oleh stimulus dari luar apa yang anda rasakan atau lakukan?”

Saya yakin anda pasti akan mengalami antara lain hal berikut: 1.Mengabaikan stimulus yang berasal dari luar. Dengan kata lain anda tidak menanggapi pertanyaan atau stimulus ini karena ada sedang sangat fokus. 2.Anda berusaha menanggapi pertanyaan atau memberikan respon pada stimulus ini namun merasa sangat malas dan tidak nyaman. 3.Anda membutuhkan upaya ekstra untuk bisa mengalihkan perhatian atau pikiran anda yang sedang sangat fokus pada sesuatu hal untuk bisa memberikan respon yang baik. Ini menimbulkan perasaan tidak nyaman. 4.Saat anda kembali pada kondisi fokus, seperti yang sebelumnya anda rasakan dan alami, maka perasaan anda menjadi nyaman kembali.

Empat hal yang saya jelaskan di atas sebenarnya adalah hasil kerja dari empat proses yang menstabilkan ASC, yang sedang kita alami pada suatu saat, yaitu Loading, Positive Feedback, Negative Feedback, dan Limiting Stabilization.

Lalu, bagaimana caranya untuk membawa seseorang berpindah dari kondisi kesadaran normal ke dalam kondisi ASC?

Untuk membimbing seseorang berpindah dari kondisi kesadaran normal (b-SoC) masuk ke kondisi ASC melibatkan dua operasi dasar induksi berikut:

1.Pertama kita menggunakan disrupting force atau daya pengguncang pada b-SoC berupa tindakan psikologis atau fisiologis yang mengguncang proses stabilisasi, baik dengan mengintervensi atau dengan menarik perhatian,fokus, atau energi dari proses stabilisasi. Jika induksi ini berhasil maka daya pengguncang akan mendesak berbagai struktur atau subsistem ke ambang batas kestabilan fungsi dan selanjutnya melampaui batas ini dan dengan demikian merontokkan integritas sistem dan mengguncang kestabilan b-SoC sebagai suatu sistem. Setelah itu dilanjutkan dengan….

2.Di tahap kedua proses induksi kita menggunakan patterning forces atau daya pembentuk pola selama masa transisi baik berupa tindakan psikis dan atau fisik dengan tujuan membentuk pola stuktur atau subsistem menjadi suatu sistem baru, yaitu ASC yang diinginkan. Selanjutnya sistem baru ASC harus membangun proses stabilisasiya sendiri jika ingin bisa bertahan.

De-induksi, proses membawa subjek keluar dari ASC kembali ke b-SoC, sama dengan proses induksi. Dalam hal ini disrupting force digunakan untuk mengguncang kestabilan ASC sehingga terjadi periode transisi dan selanjutnya b-SoC direkonstruksi dengan menggunakan patterning force.

Operasi Induksi: Guncang (Disruption) dan Pembentukan Pola (Patterning)

Operasi induksi yang pertama adalah mengguncang kestabilan b-SoC, mengganggu proses loading, positive dan negative feedback, dan limiting stabilization yang menjaga struktur psikologis beroperasi dalam rentang normal.

Dengan demikian, dalam operasi awal, untuk menghasilkan ASC, perlu dilakukan guncangan pada proses stabilisasi hingga satu titik di mana pola kesadaran normal tidak dapat lagi bertahan. Jika, misalnya, guncangan hanya dilakukan pada satu atau beberapa proses stabilisasi maka proses stabilisasi lainnya akan tetap mempertahankan keutuhan dan integritas sistem sehingga induksi yang dilakukan tidak menghasilkan ASC.

Proses stabilisasi dapat diguncang secara langsung bila mereka dapat dikenali, atau bisa dengan cara tidak langsung yaitu mendorong fungsi psikologis tertentu melampui batas fungsinya sehingga menjadi tidak stabil. Subsistem ini, misalnya, dapat diguncang dengan cara membanjirinya dengan stimuli, menghambat stimuli sehingga tidak mencapai subsistem sehingga subsistem kehilangan stimuli, atau memberikan susbsitem stimuli yang “aneh” yang tidak dapat diproses dengan cara biasa.

Selain cara di atas, untuk mengguncang proses stabilisasi fungsi b-SoC dapat juga menggunakan obat. Demikian pula setiap prosedur yang melibatkan fungsi fisiologis secara intens seperti kondisi kelelahan yang parah atau olahraga.

Operasi induksi yang kedua adalah menerapkan daya pembentuk pola, stimuli yang selanjutnya mendorong fungsi psikologis yang telah goyah menuju pola baru yang diinginkan yaitu ASC.

Sekarang mari kita lihat tiga contoh induksi untuk menghasilkan ASC, semua diawali dari kondisi sadar normal (b-SoC): proses masuk kondisi tidur, induksi hipnosis, dan praktik meditasi.

Masuk ke Kondisi Tidur

Proses masuk ke kondisi tidur biasanya diawali dengan kita berbaring dalam ruangan yang tenang dengan penerangan yang redup, selanjutnya menutup mata, dan menjadi rileks, tenang, nyaman. Hal ini serta merta menghilangkan sangat banyak loading stabilization yang membantu menjaga kondisi kesadaran normal (bangun).

Dalam kondisi yang tenang ini hanya ada sedikit stimuli yang diterima pikiran sehingga tidak dibutuhkan energi untuk memproses stimuli ini. Energi psikis lainnya, yang tidak terpakai, menjadi bebas. Sebagian dari energi yang terbebas ini ada yang beralih fungsi menjadi energi yang meningkatkan imajinasi atau bentuk-bentuk pikiran. Dengan semakin berkurangnya energi yang dibutuhkan untuk memproses stimuli dari lingkungan maka loading stabilization menjadi semakin lemah dalam menjaga kondisi kesadaran normal.

Berbaring dan rileks menghilangkan sumber loading stabilization utama lainnya yaitu input sensori yang berasal dari tubuh. Dalam kondisi ini input dari tubuh sangat minim. Dalam kondisi ini orang umumnya akan mengambil sikap bahwa tidak ada yang perlu dikerjakan, tidak ada goal yang perlu dicapai, tidak ada masalah yang perlu diselesaikan, tidak ada hal penting yang perlu diperhatikan. Sikap ini mengakibatkan pola yang selama ini menjaga kondisi kesadaran normal menjadi lemah, semakin lemah, dan akhirnya luruh dengan sendirinya. Dengan demikian kita masuk ke kondisi tubuh dan pikiran yang pasif, rileks, dan nyaman.

Kondisi pasif ini bila berlanjut akan menarik keluar energi perhatian/kesadaran dari proses feedback stabilization. Tanpa adanya hal yang harus diperhatikan atau dijaga maka tidak ada kebutuhan untuk mengawasi dan mengkoreksi penyimpangan fungsi. Dengan demikian pikiran akan masuk ke kondisi yang lebih rileks lagi yang disebut dengan kondisi hypnagogic dan selanjutnya masuk ke kondisi tidur.

Masuk ke Kondisi Hipnosis

Ada sangat banyak cara atau prosedur untuk membawa subjek masuk ke kondisi hipnosis. Namun bila diperhatikan dengan saksama, semua prosedur ini mengikuti pola umum yang mirip atau sama. Langkah pertama, biasanya, adalah dengan meminta subjek untuk duduk atau berbaring di kursi dengan nyaman. Hal ini bertujuan agar subjek tidak perlu melakukan upaya apapun untuk mempertahankan posisi tubuhnya. Seluruh tubuh subjek, mulai dari kaki hingga kepala, tersangga dengan baik oleh kursi sehingga terasa sangat nyaman. Subjek juga diminta untuk pasrah dan merilekskan tubuhnya serileks mungkin.

Langkah ini mengakibatkan beberapa efek. Pertama, jika subjek merasa cemas, yang mana perasaan cemas ini tampak dalam bentuk ketegangan di tubuh, maka dengan merilekskan tubuhnya, perasaan cemas ini menjadi banyak berkurang. Dengan mengurangi dan membatasi kecemasan dalam diri subjek akan memudahkan subjek untuk masuk ke kondisi ASC, dalam hal ini kondisi hipnosis.

Saat tubuh rileks dan diam maka jumlah stimuli yang tadinya diterima oleh reseptor gerak yang ada di sekujur tubuh menjadi sangat berkurang, mirip dengan kondisi saat akan tidur. Dengan demikian keseluruhan tubuh mulai kehilangan kesadaran dan larut dalam keadaan rileks dan berakibat pada hilangnya loading stabilization dan patterning force yang selama ini menjaga kondisi kesadaran normal (b-SoC).

Langkah kedua, operator (hipnotis/hipnoterapis) meminta subjek untuk fokus pada suara si operator dan mengabaikan bentuk pikiran atau sensasi yang masuk ke pikiran subjek. Dalam kondisi normal pikiran subjek akan aktif melakukan scanning memperhatikan kondisi dan situasi di lingkungannya guna menemukan stimuli yang penting di sekitarnya.

Upaya scanning terus menerus ini membuat berbagai subsistem aktif dan saling bertukar informasi dan energi sehingga subsistem cenderung terjaga dalam kondisi pola kesadaran normal (terjaga/bangun). Dengan menarik energi perhatian/kesadaran dari tindakan memindai lingkungan subjek menarik sejumlah besar energi psikis dan menghentikan aktivitas pada sejumlah subsistem dan mengakibatkan proses loading dan patterning terganggu dan menjadi lemah.

Langkah ketiga, operator biasanya akan meminta subjek untuk tidak perlu memikirkan apa yang dikatakan oleh operator namun cukup hanya mendengar secara pasif dan mengijinkan apa yang diucapkan operator dengan mudah terjadi, dialami, dan dirasakan oleh subjek. Dalam kondisi kesadaran normal subjek cenderung akan terus berpikir, melakukan analisis atas apa yang ia dengar atau rasakan. Dengan meminta subjek untuk tidak berpikir dan pasrah menjalankan bimbingan operator maka hal ini mengakibatkan loading stabilization menjadi lemah sehingga subjek mudah dibimbing masuk ke kondisi hipnosis (ASC).

Langkah keempat, subjek biasa diminta untuk memusatkan perhatian pada satu objek tertentu, di samping suara operator, misalnya satu titik di tembok, cincin yang dipakai operator, api lilin, pendulum, hypnotic disc, dan sejenisnya. Pemusatan perhatian ini bertujuan untuk semakin mengurangi scanning pikiran terhadap lingkungan dengan tujuan seperti yang telah dijelaskan di atas.

Langkah kelima, operator umumnya akan mensugestikan subjek merasa semakin rileks, semakin mengatuk, mata terasa semakin berat. Sugesti ini membangkitkan berbagai memori yang berhubungan dengan kondisi mengantuk dan atau rileks dan ini membantu proses induksi karena mengantuk atau mata terasa berat berarti b-SoC mulai goyah. Sugesti ini berfungsi mengguncang kestabilan b-SoC.

Langkah keenam, dalam memberikan sugesti untuk rileks, operator mengatakan bahwa subjek akan mengalami atau masuk ke dalam kondisi yang mirip dengan tidur namun bukan seperti tidur yang biasa dialami di malam hari, subjek tetap sadar dan bisa mendengar suara operator. Sugesti ini adalah patterning force yang spesifik.

Sugesti yang mengatakan bahwa apa yang dialami subjek mirip dengan tidur bertujuan mengguncang kestabilan b-SoC. Operator tidak ingin subjek tertidur dan untuk itu ia memberikan patterning force untuk menghasilkan kondisi pasif yang mirip seperti kondisi tidur namun subjek tetap bisa mendengar suaranya.

Ketujuh, saat subjek sudah pasif dan rileks, operator selanjutnya memberikan sugesti yang berhubungan dengan otot tubuh. Operator biasanya mensugestikan otot-otot di seluruh tubuh subjek terasa berat dan semakin berat, semakin rileks.

Demikianlah selanjutnya hingga subjek berpindah dari kondisi kesadaran normal (b-SoC) dan masuk ke kondisi hipnosis yang dalam (ASC). Contoh di atas adalah prosedur yang bersifat progresif. Artinya perpindahan dari b-SoC ke ASC berlangsung gradual. Lalu, bagaimana dengan teknik shock induction atau induksi dengan menggunakan kejutan pada sistem saraf?

Sebenarnya secara prinsip sama saja. Shock induction dilakukan dengan cara secara tiba-tiba, di luar dugaan subjek, operator melakukan kejutan pada sistem saraf subjek. Kejutan ini bisa dalam bentuk secara mendadak menarik lengan, tangan, atau tubuh subjek. Intinya adalah kondisi kesadaran normal (b-SoC) secara tiba-tiba, dengan cara yang sangat dahsyat diguncang, dengan disrupting force, sehingga menjadi kacau, dan setelah itu langsung diberikan satu sugesti “Tidur” yang merupakan patterning force.

Saat kejutan dilakukan maka RAS (reticular activating system) akan terbuka sekitar ½ sampai ¾ detik. Melalui celah yang sangat sempit inilah patterning force dimasukkan dengan nada yang tegas, pasti, dan bersifat sangat paternal dan subjek langsung masuk ke kondisi hipnosis (ASC) yang dalam. Namun bila kondisi ini tidak diperdalam atau dipertahankan, misalnya tidak dilakukan deepening, maka subjek dengan sendirinya akan keluar dari kondisi hipnosis (ASC).

Mengapa subjek bisa keluar sendiri? Karena proses stabilisasi lainnya, yang tidak terkena pengaruh guncangan shock induction, akan segera bekerja memulihkan dan mengembalikan kondisi kesadaran subjek ke kondisi sadar normal atau b-SoC.

Meditasi dan Kondisi Meditatif

Kita mengenal dua jenis meditasi. Pertama, Samatha Bhavana atau Meditasi Ketenangan, dan yang kedua adalah Vipassana Bhavana atau Meditasi Pandangan Terang. Bagaimana proses seseorang berpindah dari kondisi kesadaran normal dan masuk ke dalam kondisi meditatif?

Samatha Bhavana dilakukan dengan memusatkan perhatian pada objek tertentu. Objek ini bisa berupa objek eskternal, seperti satu titik, cahaya lilin, atau objek meditasi lain, dan bisa juga objek internal seperti napas, atau naik turunnya perut saat bernapas.

Sama seperti dalam induksi hipnosis, meditator diminta untuk mempertahankan fokusnya pada objek yang telah dipilih. Bila pikirannya beralih fokus atau memikirkan hal lain maka meditator membawa kembali pikirannya, dengan lembut, untuk kembali fokus pada objek meditasi dan terus berupaya mempertahankan fokus ini.

Membawa kembali, dengan lembut, pikiran yang lepas atau beralih fokus untuk bisa kembali fokus pada objek meditasi adalah hal yang penting. Jika meditator memaksa atau membawa kembali fokusnya dengan buru-buru atau melawan gangguan yang muncul, maka hal ini justru mengirim sejumlah besar energi perhatian atau kesadaran pada gangguan ini dan membuat energi tetap mengalir di dalam sistem. Hal ini justru semakin menstabilkan kondisi kesadaran normal dan meditator tidak bisa masuk ke kondisi meditatif yang diinginkan.

Pemusatan perhatian pada objek sangat membatasi ragam input yang masuk ke sistem, menghambat proses berpikir, mencegah pikiran melakukan scanning pada lingkungan, dan secara umum mengurangi energi perhatian/kesadaran dan mengurangi aktivitas dari berbagai subsistem yang mempertahankan kondisi kesadaran normal.

Saat meditator memusatkan perhatiannya pada satu objek, baik internal maupun eksternal, akan menghasilkan fenomena yang tidak lazim yang disebabkan oleh kelelahan pada reseptor. Namun fenomena ini justru harus diabaikan karena akan menjadi penghalang atau batu sandungan dalam proses meditasi.

Kebanyakan meditasi dilakukan dengan postur tubuh dalam posisi duduk tegak namun tetap nyaman, di mana tulang belakang, leher, dan kepala berada dalam satu garis lurus. Hanya dibutuhkan sedikit tenaga otot untuk mempertahankan posisi ini. Sama seperti posisi nyaman yang dialami oleh subjek hipnosis, postur tubuh yang nyaman dalam meditasi membuat berbagai reseptor kinestetik menjadi nonaktif dan mengakibatkan pudarnya citra tubuh.

Berbeda dengan proses masuk ke kondisi tidur, di mana seluruh tubuh sangat rileks dan tidak perlu ada upaya apapun untuk mempertahankan postur tubuh, dalam proses meditasi masih dibutuhkan sedikit energi otot untuk mempertahankan postur tubuh agar tetap tegak. Dengan demikian meditator, serileks apapun kondisinya, tidak akan masuk ke kondisi tidur. Bila sampai terjadi meditator tertidur maka ia tidak akan dapat mempertahankan posisi tubuhnya yang tegak dan akibatnya tubuhnya akan jatuh.

Saat meditator berhasil mencapai kondisi meditatif yang dalam (ASC) maka ia akan mengalami suatu kondisi yang disebut dengan “void”, “kosong”, “hening”. Dalam kondisi ini semua fungsi psikologis, untuk sementara waktu, menjadi tidak berfungsi. Tetap ada kesadaran namun tidak ada objek kesadaran.

Banyak orang telah mencoba bermeditasi mengikuti petunjuk atau langkah tertentu. Mereka bukannya berhasil mencapai kondisi kesadaran tertentu (ASC) yang diinginkan namun yang didapat adalah tubuh yang lelah, sakit punggung, dan kaki yang “kesemutan”.

Duduk tegak dengan psotur yang benar dan mencoba melakukan teknik meditasi tertentu memang akan mengguncang beberapa proses feedback yang menstabilkan kesadaran normal (b-SoC) anda. Namun jika proses lainnya masih aktif, misalnya pikiran yang terus aktif, maka tidak akan pernah terjadi pergeseran kesadaran dari b-SoC ke ASC.

Vipassana Bhavana atau Meditasi Pandangan Terang dilakukan dengan postur tubuh yang sama dengan Samatha Bhavana. Dengan demikian semua pengaruh postur dalam mengguncang b-SoC seperti yang terjadi dalam samatha bhavana juga terjadi dalam vipassan bhavana.

Bedanya adalah dalam vipassana bhavana meditator menyadari sepenuhnya sensasi, perasaan, bentuk pikiran yang muncul. Meditator hanya menyadari sepenuhnya, tidak menerima, tidak menolak, tidak menganalisa, tidak memberi komentar atau penilaian, dan tidak mengidentifikasi.

Nonidentifikasi ini mencegah energi perhatian/kesadaran terperangkap dalam proses otomatis dan habitual dalam mempertahankan kesadaran normal (b-SoC). Dengan demikian, sementara kesadaran tetap terjaga, aktivitas berbagai subsistem psikologis perlahan tapi pasti mulai berkurang dan pudar sampai satu titik di mana, secara tiba-tiba, terjadi pergeseran kesadaran masuk ke kondisi meditatif yang dalam, yang ditandai dengan meningkatnya persepsi dan deotomatisasi subsistem Input-Processing.

Proses berpindahnya kesadaran meditator dari kesadaran normal (b-SoC) ke kondisi meditatif (ASC) sama dengan proses yang terjadi pada subjek hipnosis. Bedanya adalah bila meditator melakukan prosesnya sendiri sedangkan subjek hipnosis dibantu oleh operator.

~ Adi W. Gunawan adalah Indonesia Leading Expert in Mind Technology yang telah menulis 15 buku best seller. Adi dapat dihubungi di www.quantum-hypnosis.com, www.adiwgunawan.com.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Bukan) Bernalar, (Tapi) BerakalEdy Suhardono
(De)sain Masa DepanEdy Suhardono
(Mod)èl, Bukan (Mod)al PersonalEdy Suhardono
10 Kekuatan ManusiaAndrew Ho
10 KEMAMPUAN UNTUK SUKSES MENJALANKAN BISNIS DENGAN INTEGRITASAndrew Ho
10 Tips Meningkatkan Daya KreativitasAndrew Ho
Ada Apa Tahun 2012?Andrew Ho
ADD/ADHD Menurut Perspektif Cara Kerja Otak dan PikiranAdi W Gunawan
Agar Mimpi Menjadi NyataKolom Bersama
Agar Tak HilangAndrias Harefa
Aktivasi Diri Sesuai TalentaKolom Bersama
Alotnya Mengubah KeyakinanKolom Bersama
Altered State of Consciousness: WHAT and HOW?Adi W Gunawan
Amankah Jatah Bulanan Anda?Agoeng Widyatmoko
Anda Adalah MotivatorSyahril Syam
Anda Ingin Jadi Dewa? Belajarlah Bahasa Mandarin!Kolom Bersama
Anda pun BisaAndrias Harefa
Andrea Hirata: Menulis untuk MenggerakkanWawancara
Andrie Wongso: Kepercayaan DiriAndrie Wongso
Anggur Asam Harus DibuangAndrew Ho
Antara Perkawanan dan BisnisAgoeng Widyatmoko
Antara Perkawinan, Berwirausaha, dan MenulisEdy Zaqeus
Antara Perkawinan, Berwirausaha, dan MenulisEdy Zaqeus
Apa Sih Yoga Ketawa Itu?Emmy Liana Dewi
Apa yang Kau Cari?Kolom Bersama
Apakah Anda Jujur Terhadap Diri Anda Sendiri?Syahril Syam
Apakah Memaafkan Sama Dengan Melupakan?Adi W Gunawan
Arsitektur SurgaWandi S Brata
Arti KehidupanAndrie Wongso
Australia, Indonesia formalizing military diplomacyKolom Bersama
Ayo Jaga Stamina Semangat, Jangan LoyoAgung Praptapa
Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian?Syahril Syam
Bahagia Dalam KeheninganAdi W Gunawan
Bahagia Menjadi Seorang GuruAndrew Ho
Bahaya “Berpikir” PositifAdi W Gunawan
Bakat vs UsahaAgung Praptapa
Balon MeletusKolom Bersama
Bangkit dari KeterpurukanAndrew Ho
Bangkit!!!Kolom Bersama
Bangkitkan Semangat Mencapai Kemakmuran Dengan VisiAndrew Ho
Bangkitlah Pemuda!Andrie Wongso
Bankir Cantik di KRL CiujungHer Suharyanto
Batik Semakin AsikKolom Bersama
Batu yang KusamAndrie Wongso
Bekicot…Oh, Bekicot…!Kolom Bersama
Belajar BersyukurAndrie Wongso
Belajar Dari Kung Fu PandaAndrew Ho
Belajar Dari PenerbitAgung Praptapa
Belajar dari Sejarah dan Pengalaman PahitAndrew Ho
BELAJAR MENANGGUNG RISIKO KEHIDUPAN DARI ANAK KECILAndrew Ho
Belajar Pada SemutKolom Bersama
Belajar Perubahan dari Paul S OtelliniKolom Bersama
Belajarlah untuk SelamanyaAndrew Ho
Beli GINCU dapat APEL?Kolom Bersama
Benarkah Impian Itu Penting?Syahril Syam
Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi HotlineEmmy Liana Dewi
BERANI MENYUARAKAN KEBENARANAndrew Ho
Berani Saja Tidak CukupAgoeng Widyatmoko
Berani untuk MemulaiKolom Bersama
Berburu Berita yang Menggerakkan PasarHer Suharyanto
Berdoalah!Syahril Syam
Berhentilah Jadi GelasKolom Bersama
Berikan Cintamu Kepada orang TuaAndrew Ho
BERITA + DATA = KAYAHer Suharyanto
Berkencan dengan GagasanAndrias Harefa
Berkompetisi Yuk!Agoeng Widyatmoko
Bersyukur dan BahagiaAndrie Wongso
Bertamasya dengan Menulis dan MembacaKolom Bersama
Bertanya Pada KeheninganAdi W Gunawan
Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan DiriAndrew Ho
Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan DiriKolom Bersama
BERTINDAKAndrias Harefa
BERTUMBUH HINGGA TANPA BATASAndrew Ho
Berubah Untuk Meraih KeberuntunganAndrew Ho
BESTAndrias Harefa
Bibit ManggaAndrie Wongso
Bila Selalu Berpikir Positif, Hal-hal yang Negatif MenyingkirKolom Bersama
Bisakah Hipnoterapis Menerapi Keluarganya Sendiri?Adi W Gunawan
BodohAndrias Harefa
BOOK COACHING: MENJADI PENDAMPING PENULISEdy Zaqeus
Book Coaching: Menjadi Pendamping PenulisEdy Zaqeus
Break Your limitKolom Bersama
Budaya KekerasanKolom Bersama
Bulatkan Tekad dan TawakkalKolom Bersama
CARA BAHAGIAAndrias Harefa
CARA GAMPANG MENULIS BUKU BEST SELLEREdy Zaqeus
Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian DiriAdi W Gunawan
Cara Mudah Meningkatkan Daya Ingat KitaEmmy Liana Dewi
CARA MUDAH MENJALANI KEHIDUPANAndrew Ho
CARNEGIE-BUFFETTAndrias Harefa
Cerdas, Cerlang (yang) PedasEdy Suhardono
Ciptakan Kehidupan Ideal dengan KepedulianAndrew Ho
Cita-Cita yang TertundaAndrie Wongso
Climb Farther than the Eye Can SeeWandi S Brata
Control, Alt, DeleteKolom Bersama
Creative DestructionWandi S Brata
Ctrl + ZKolom Bersama
Dare to Say “NO”Agung Praptapa
DBLAAndrias Harefa
DEMAM INVESTASI DINAR IRAKHer Suharyanto
DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2)Her Suharyanto
Dewi Lestari (Dee): Tulisan Saya Harus MencerdaskanWawancara
Di mana Pintu Sukses?Kolom Bersama
Dibalik Kesuksesan dan Kebahagiaan Hidup Pria dan WanitaAndrew Ho
Dibutuhkan Segera! Peta SuksesKolom Bersama
Dicari: Sekolah yang Mengajarkan Teknik Mengelola StressEmmy Liana Dewi
Dimanakah Anda Bergaul?Syahril Syam
Direct vs Indirect SuggestionAdi W Gunawan
Direct vs Indirect SuggestionAdi W Gunawan
Disengsarakan Spekulan Minyak?Her Suharyanto
Doa Dan UsahaAndrie Wongso
Doa dan UsahaAndrie Wongso
Don’t Judge a Book by It’s CoverKolom Bersama
Dua Belas AlasanAndrias Harefa
DUA PEMANCING YANG HEBATAndrew Ho
Elevator RusakWandi S Brata
Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya!Wawancara
Episode Picisan Aksi BuayaRab A Broto
Essay untuk Pejabat Trias PolitikaKolom Bersama
EXPERIENTIAL MARKETING TUKANG OJEKHer Suharyanto
Experiential Marketing Tukang OjekHer Suharyanto
Facebookmania: Buah dari Impian BesarAgung Praptapa
Fakta Sosial di Sekitar KitaSurya Rachmannuh
Faktor “R”Andrias Harefa
Filosofi Modal NolAgoeng Widyatmoko
Filosofi SungaiKolom Bersama
FINANCIAL ENGINEERING TUKANG OJEKHer Suharyanto
Financial Engineering Tukang OjekHer Suharyanto
Fokus Pada TemaEni Kusuma
Fondasi Kokoh Tak Sekadar KuatAgoeng Widyatmoko
Forgiveness Is The True HealerAdi W Gunawan
FUTURE TRADING, LEVERAGE FACTOR… AH, APA LAGI…Her Suharyanto
Gagasan yang Meyakinkan Dalam TulisanEni Kusuma
Gak mau Antri? Apa Kata Dunia?Kolom Bersama
Gempa GT Lalu Apa?Rab A Broto
Habitus Orang KayaAndrias Harefa
Hadapi dengan SenyumanKolom Bersama
Hasil Riset Tentang Uang: Menggembirakan atau Menyakitkan?Agung Praptapa
Hati MelayaniAndrias Harefa
Hati yang Mau MelayaniSurya Rachmannuh
Hati-Hati: Produk Kedelai Belum Tentu MenyehatkanEmmy Liana Dewi
HCS, MSDAndrias Harefa
Hidup Begitu BerhargaAndrew Ho
Hidup dan Bekerja dengan Penuh KesadaranSyahril Syam
Hidup Menyenangkan dengan SyukurAndrew Ho
Hidup Sederhana Sangat MenguntungkanAndrew Ho
How Jokeable Are You?Wandi S Brata
Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoASyahril Syam
Hubungan ‘Makanan’ Dengan Keselarasan Tubuh Dan Jiwa (Ayurveda Bagian 3)Emmy Liana Dewi
Hypno-Birthing, Melahirkan Dengan Mudah, Nyaman, dan MenyenangkanAdi W Gunawan
Hypnotic Dream RestructuringAdi W Gunawan
Ibarat Tubuh yang TerberkatiKolom Bersama
Independen? Ya, Menulis!Eni Kusuma
Inspiring PeopleKolom Bersama
Integrasi Ekonomi: Belajar dari Uni EropaHer Suharyanto
INVESTASI REKSADANA DENGAN STRATEGI “YOYO”Her Suharyanto
Ironi Jor-joran Bursa Ketua DPDRab A Broto
Jadilah Bagian dari SolusiWandi S Brata
Jangan Kebanyakan Mimpi…!Agoeng Widyatmoko
JANGAN MENUNDA, MUNGKIN TAK ADA KESEMPATAN KEDUAAndrew Ho
Jangan MenyerahSurya Rachmannuh
Jangan Percayai Informasi!Agoeng Widyatmoko
JANGAN PERNAH TERLALU BERHARAP!Andrew Ho
JANGAN-JANGAN POSITIVE THINKING-LAH SUMBER MASALAHNYARab A Broto
JANGAN-JANGAN POSITIVE THINKINGLAH SUMBER MASALAHNYA (2)Rab A Broto
JELANG HARGA MINYAK 200 DOLLAR AS PER BAREL: ANCAMAN MASIH MENGINTAIRab A Broto
Jennie S. Bev: Segala Sesuatu Itu Mudah, Tergantung Mindset AndaWawancara
Jika Kami Bangga, Apa yang Kamu Banggakan?Kolom Bersama
Jika Takut Melangkah, Melompat Saja Jangan BerpikirKolom Bersama
JUNGKIR BALIK MORALITAS UANRab A Broto
Junjung yang Tinggi, Tanam yang Dalam (Local Wisdom 3)Agung Praptapa
K+T=HAndrias Harefa
Kabar Baik: Anda Dapat Mengubah Dunia!Kolom Bersama
Kaca Jendela yang KotorAndrew Ho
Kacang Harus Melupakan KulitnyaKolom Bersama
KatroAndrias Harefa
KaverAndrias Harefa
Kearifan Pemimpin Sejati (Local Wisdom 4)Agung Praptapa
Kebahagiaan Ada di HatiAndrew Ho
Kebaikan Seseorang Kadang Terlihat Setelah Ia WafatKolom Bersama
Kebermaknaan HidupAdi W Gunawan
KebiasaanKolom Bersama
Kebiasaan Optimis Dalam BelajarSyahril Syam
KEBIASAAN OPTIMIS DALAM BELAJARSyahril Syam
Kebiasaan PesimisSyahril Syam
KEGIGIHANAndrew Ho
Kehidupan Baru Dimulai Umur 40 TahunAndrew Ho
Kekuatan Angka +1Andrew Ho
Kekuatan dari MinatEni Kusuma
Kekuatan dari Sifat Hati-hatiEni Kusuma
Kekuatan Kata-kata PositifKolom Bersama
Kekuatan Keberanian Mengambil RisikoAndrie Wongso
Kekuatan Meraih Hidup IdealAndrew Ho
Kekuatan NetworkingAndrew Ho
Kemerdekaan Dalam Memilih ResponSyahril Syam
Kemudahan Itu Ada Setelah Kesulitan atau Bersama Kesulitan?Kolom Bersama
Kenalilah Karakter Tubuh Anda (Mengenal Ayurveda Bagian Kedua)Emmy Liana Dewi
Kenapa Menulis?Eni Kusuma
Kenapa Mesti Berdoa dan Beragama?Syahril Syam
Kendal(i) Atas Kendal(a) DiriEdy Suhardono
Kepemimpinan HorizontalKolom Bersama
KepentinganKolom Bersama
Kepepet Itu PentingAndrias Harefa
Kepercayaan DiriAndrie Wongso
Keramahan si Tukang ParkirKolom Bersama
Kerja Ikhlas = Kerja Bodoh?Kolom Bersama
Kerja Kreatif, Siapa Bisa?Andrias Harefa
Kerja PemimpinAndrias Harefa
KesadaranKolom Bersama
Kesalahan Ketika Anda Ingin Memulai BisnisKolom Bersama
Keseimbangan HidupAndrie Wongso
Ketakpedulian Terhadap Sekitar = Ketakpedulian Terhadap Diri SendiriSyahril Syam
Ketergesaan Memperlambat HasilKolom Bersama
Ketetapan HatiAndrie Wongso
Ketika Kita Mencintai …Emmy Liana Dewi
Ketika Putus Asa Dalam MenulisEni Kusuma
Keunggulan Utama AndaKolom Bersama
Keuntungan dari Kompetisi Sepakbola Dunia di JermanAndrew Ho
Keyakinan Itu BerjenjangKolom Bersama
Kiat Menang DebatWandi S Brata
KITA DISENGSARAKAN SPEKULAN MINYAK?Her Suharyanto
Kok, Takut Berbuat Salah?Syahril Syam
KontituenAndrias Harefa
Kunci Sukses = Kunci SehatKolom Bersama
Kunci Sukses Theodore RooseveltWandi S Brata
Latihan 1.500 KaliAndrew Ho
Latihan Mental yang MenyembuhkanSyahril Syam
Learn, Unlearn, Relearn!Wandi S Brata
LebayAndrias Harefa
Life Is Wonderful – “Berani Menyuarakan Kebenaran”Andrew Ho
Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi DiriAdi W Gunawan
Local Wisdom: Membentengi Diri dari Aji MumpungAgung Praptapa
Local Wisdom: Sing Jembar Segarane, Luaskan LautanmuAgung Praptapa
LOGIKA DAN KEBAHAGIAANSyahril Syam
Love and GratitudeKolom Bersama
Lupakan Semua Teori Manajemen!Agoeng Widyatmoko
Maafkan DirikuSyahril Syam
Machiavelli dan Lakon Cicak vs BuayaRab A Broto
Makin CerdasAndrias Harefa
Malu Ah Sama Monyet!Kolom Bersama
Managing Performance: Becik Ketitik, Ala Ketara (Local Wisdom 7)Agung Praptapa
Manajemen SDM Kusut Institusi GayusRab A Broto
Manajer SDM yang EfektifKolom Bersama
Manfaat Akar Bit Merah Bagi KesehatanEmmy Liana Dewi
Manfaat dan Bahaya Past Life RegressionAdi W Gunawan
Manfaat dan Bahaya Past Life RegressionKolom Bersama
Mangkuk BerlubangAndrie Wongso
Manisan KeramahanAndrew Ho
Manusia GuruAndrias Harefa
Masa Depan Ada di Masa LaluAdi W Gunawan
Masih Maukah Kita Berbuat Buruk?Kolom Bersama
MatahatiWandi S Brata
Meditasi:Timur Bertemu BaratAdi W Gunawan
Melaksanakan, Tidak Sekadar Mengetahui dan MengertiAndrew Ho
Melaksanakan, Tidak Sekadar Mengetahui dan MengertiAndrias Harefa
Melakukan Hipnoterapi Pada AnakAdi W Gunawan
Melawan Arus KeberhasilanKolom Bersama
Melepaskan Sakit HatiAndrew Ho
Melihat KeluarbiasaanAndrias Harefa
Melihat Kemajuan dan Kelemahan DubaiAndrew Ho
Memahami Fenomena Kesurupan Dari Sudut Ilmu HipnoterapiAdi W Gunawan
Memahami Jenis Dan Fungsi Filter MentalAdi W Gunawan
Memahami Keunikan DiriKolom Bersama
Memahami Level Hipnosis Dan ManfaatnyaAdi W Gunawan
Memahami Penyakit PsikosomatisAdi W Gunawan
Memanfaatkan Momen TerbaikKolom Bersama
Memanfaatkan Waktu Dengan Tepat Mencegah PenyesalanAndrew Ho
Membaca itu PentingAndrew Ho
Membangun Budaya PositifAndrew Ho
Membangun IntegritasAndrias Harefa
Membangun KarismaAndrew Ho
Membangun Kepercayaan DiriSyahril Syam
Membangun Spirit KeberhasilanAndrias Harefa
Membebaskan DiriKolom Bersama
Membeli KebahagiaanKolom Bersama
MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWAAndrew Ho
Membiasakan Hidup Bersih dan DisiplinAndrew Ho
Membuka Kunci Kekuatan Perbaikan DiriAndrew Ho
Memecahkan RekorAndrias Harefa
Memenangkan Perjuangan HidupAndrew Ho
Memengaruhi OrangAndrias Harefa
MEMETIK MANFAAT DARI KEKURANGAN DAN KEMALANGANAndrew Ho
Memilih untuk Berpikir PositifSurya Rachmannuh
Memperbarui Tujuan PembelajaranKolom Bersama
Menabur Benih KebahagiaanKolom Bersama
Menanam BambuKolom Bersama
MENANGGUK UNTUNG DARI BERITA BURUKHer Suharyanto
Mencintai AnakKolom Bersama
Mendaki Gunung LempuyangAndrew Ho
Menderita Sakit (Bisa) Disebabkan dari Berpikir NegatifKolom Bersama
Mendongeng di KelasEmmy Liana Dewi
Menebar Kebaikan, Menuai KesuksesanKolom Bersama
Menentukan Tujuan HidupAndrew Ho
MENERBITKAN BUKU SENDIRI, MENGAPA TIDAK?Her Suharyanto
Menerima dan Mengubah Kegagalan Menjadi Peluang EmasAndrew Ho
Menerobos Belenggu AsumsiWandi S Brata
Mengalami dan Memahami Kondisi MeditasiAdi W Gunawan
Menganjurkan untuk BertindakEni Kusuma
Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi?Andrew Ho
Mengapa Harus Menunggu?Andrie Wongso
MENGAPA LIBURAN PERLUAndrew Ho
Mengapa LoA Tidak Bekerja?Kolom Bersama
Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya dan Orang Miskin Semakin Miskin?Andrew Ho
Mengasah Jiwa EntrepreneurKolom Bersama
Mengatasi Masalah HidupKolom Bersama
MENGEJAR IMPIANAndrew Ho
Mengejar KebanggaanAndrew Ho
Mengembangkan Budaya Saling MendukungKolom Bersama
Mengenal Suara Hati Yang SesungguhnyaAdi W Gunawan
Menghargai (Nilai) DiriEdy Suhardono
Menghidupkan PatriotismeAndrie Wongso
MENGINTIP PROGRAM AWAL SPPHer Suharyanto
Menguasai Pasar dan Survive dalam PersainganAndrie Wongso
Mengukur PotensiAndrias Harefa
Mengunjungi Kampung Halaman Almarhum AyahAndrew Ho
Menikmati KehidupanAndrew Ho
Meningkatkan Rasa SyukurAndrew Ho
Menjadi Diri Anda SendiriKolom Bersama
Menjadi Lebih Tanpa Berlebihan (Local Wisdom 5)Agung Praptapa
Menjadi Orang Sukses dan BerartiAndrew Ho
MENJADI PEMASAR SUKSES DENGAN 3PAndrew Ho
Menjadi Pemenang Sejati (Local Wisdom 9)Agung Praptapa
Menjadi PemimpinAndrias Harefa
MENJADI PEMIMPIN SEJATIAndrew Ho
Menjadi Pribadi ChampionSurya Rachmannuh
Menjaga HarapanAndrew Ho
Menjauhi DendamAndrie Wongso
Menolong dengan Menumbuhkan Semangat dan Kemampuan BerwirausahaAndrew Ho
Mental Block Terbesar dalam HidupSyahril Syam
Mental Block … Oh… Mental BlockAdi W Gunawan
Menulis Adalah Kesenangan SayaKolom Bersama
Menulis Bikin CantikAndrias Harefa
Menulis Buku Best Seller di SekolahEmmy Liana Dewi
Menulis Buku Best Seller Itu GampangEdy Zaqeus
Menulis Buku Best-SellerAndrias Harefa
Menulis Buku Best-SellerAndrias Harefa
Menulis Itu Gampang?Kolom Bersama
Menulis Itu MenyembuhkanAndrias Harefa
Menulis Itu Pekerjaan TanganAndrias Harefa
Menulis Itu SehatAgung Praptapa
Menulis untuk MenyembuhkanAndrias Harefa
Menumbuhkan Jiwa KewirausahaanAndrew Ho
Menungangi TragikaWandi S Brata
Menunggangi IroniWandi S Brata
Menunggangi KontradiksiWandi S Brata
Menunggangi ParadoksWandi S Brata
Menyiapkan “Warisan”Andrias Harefa
MENYIKAPI ERA DAN KEBUTUHAN INFORMASIAndrew Ho
Merasa Bisa atau Bisa Merasa? (Local Wisdom 8)Agung Praptapa
Meretas Belenggu “Hypnotizability”Adi W Gunawan
Meta Model: The Power of NOWSyahril Syam
Michael Jackson dalam KenanganAndrew Ho
Miskin Tapi BahagiaAndrias Harefa
Mitos Mitos KepemimpinanKolom Bersama
Momen = (Mo)tivasi (Men)jadiEdy Suhardono
MomentumSyahril Syam
Mundur Terus Pantang MajuWandi S Brata
Mungkinkah Menguasai Hipnoterapi Hanya Dalam Waktu 1 Hari?Adi W Gunawan
Musuh Terutama dari Sikap yang Baik adalah Sikap TERBAIK Kita.Surya Rachmannuh
My Love is My Best FriendKolom Bersama
Naluri Penyembuhan Diri Dalam Menanggulangi StressEmmy Liana Dewi
Nguwongke: Memanusiakan ManusiaAgung Praptapa
Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur]Kolom Bersama
Nilai KehidupanAndrie Wongso
No Magic, Only BasicAndrew Ho
Noncontadiction Principle in Personal DevelopmentSyahril Syam
Nyaman Menuruti Kata HatiEni Kusuma
Orang PintarAndrias Harefa
Orang yang TepatAndrias Harefa
Orgasmic WritingAndrias Harefa
ORIAndrias Harefa
Otak dan PerilakuSyahril Syam
Pangeran BungkukAndrie Wongso
PAY IT FORWARDAndrew Ho
Pè-Ès-CéEdy Suhardono
Pegagan: Herbal Awet Muda dan Panjang UmurEmmy Liana Dewi
Pelajaran BersyukurAndrias Harefa
Pelatihan Sukses vs Peran TuhanKolom Bersama
Pemimpin BaruAndrias Harefa
Pemimpin dan (Pre)sedenEdy Suhardono
Pendek versus PanjangKolom Bersama
Pengembangan SDM IndonesiaSurya Rachmannuh
PENSIUN MUDA DAN WAKTUAndrew Ho
Perang dengan Kemiskinan MentalAndrie Wongso
PERENCANAAN KEUANGAN, MEMBANGUN SIKAP KIKIR?Her Suharyanto
PERHATIKANLAH!Syahril Syam
Perjalanan KehidupanKolom Bersama
Perjuangan HidupAndrie Wongso
Perlombaan Maraton Kelinci dengan Kura-kuraKolom Bersama
Perlunya Perencanaan HidupAndrew Ho
PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPANAndrew Ho
Persiapkan Diri AndaSurya Rachmannuh
Personal Branding Melalui BukuEdy Zaqeus
Pertemukan Saja Saya dengan NerakaKolom Bersama
Pesan IbuAndrie Wongso
Pesan untuk Anak-AnakkuAndrew Ho
Pestanya Langsung BubarSurya Rachmannuh
Peta yang SalahAndrias Harefa
Pilih Kaya atau Bahagia?Kolom Bersama
PILIH MENULIS ATAU MATI?Edy Zaqeus
POTENSI DAN MANFAAT SELF-PUBLISHINGEdy Zaqeus
Pranayama: Nafas Untuk Kedamaian dan KesehatanEmmy Liana Dewi
PrasangkaAndrie Wongso
Prinsip Ayurveda untuk Meningkatkan Kualitas KehidupanEmmy Liana Dewi
Profesionalisme SejatiAndrie Wongso
Program Buku Sekolah Elektrik: Orangtua Siswa Masih Akan Membayar MahalRab A Broto
Proses Menuju Sukses SejatiSurya Rachmannuh
Psikosomatis, Apaan Tuh?Kolom Bersama
Puasa dan Tiga Dimensi Hidup BangsaKolom Bersama
PUTUS ASAAndrew Ho
Qiutters Can WinAdi W Gunawan
Rahasia Anti Frustasi: “Semeleh”Agung Praptapa
Rahasia Dalam Memikat PembacaEni Kusuma
Rahasia Masuk ke Level Deep HypnosisAdi W Gunawan
Rahasia Melakukan Stage HypnosisAdi W Gunawan
Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan BahagiaAdi W Gunawan
Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan BahagiaAgoeng Widyatmoko
Rahasianya adalah “PILIHAN” Anda !Kolom Bersama
Religious Aspects of HypnosisAdi W Gunawan
Resep NHAndrias Harefa
Resep SayaAndrias Harefa
Respons PembedaAndrias Harefa
Rumah Tangga Berantakan Karena PLRAdi W Gunawan
Rumput Tetangga Selalu Kelihatan Lebih HijauKolom Bersama
Saat Berada di Puncak KesuksesanAndrie Wongso
Safir Senduk: Sepuluh Kiat Sukses Penulis Best SellerWawancara
Sakit Gigi dan Sakit HatiKolom Bersama
Salah DefinisiAndrias Harefa
Salah Itu SulitAndrias Harefa
Saya Mau BerubahAndrie Wongso
Scientific EEG HypnotherapyAdi W Gunawan
Scientific MeditationAdi W Gunawan
Screen MemoryAdi W Gunawan
Sebelum Menulis, So What?Eni Kusuma
Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternama, Sandra BullockAndrew Ho
Sebuah Inspirasi Tentang ImpianAndrew Ho
Secangkir Teh dan Makna HidupSyahril Syam
Sekilas Tentang Phelps, Sang Pemecah Rekor Renang di Olimpiade Beijing 2008Andrew Ho
Seleksi Profesional, Kabinet ProfesionalRab A Broto
Semangat Idul Fitri, Semangat MemaafkanKolom Bersama
Semangat ToleransiAndrew Ho
Semangkuk BaksoAndrie Wongso
Seni BernegosiasiAndrew Ho
SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN DAN MANAJEMEN PERUBAHANAndrew Ho
Sertifikasi TrainerAndrias Harefa
Sesuatu Kelihatan Sulit Sebelum DikerjakanAndrew Ho
Setiap Insan adalah SpesialAndrie Wongso
SGMAndrias Harefa
Share and be Happy – Berbagi dan BerbahagialahAndrie Wongso
Siapa Bilang Kerja Ikhlas Bukan Investasi?Kolom Bersama
Siapa Takut Menjadi Penulis Buku Bestseller?Kolom Bersama
SIIAAPAndrias Harefa
Sindrom Kepemimpinan: HotepapopuAndrew Ho
Sing Micoro Moncer, Fondasi Pembicara AndalWandi S Brata
SODOKAN KARAMBOL PENURUNAN SUKU BUNGAHer Suharyanto
Solid Team WorkSurya Rachmannuh
Solusi Cerdas Buku MahalKolom Bersama
Strategi Bisnis dari SWOT ke TOWSAndrew Ho
Strategi Dalam Waktu PergolakanAndrew Ho
Sudah Lupa Tuh …Kolom Bersama
SuksesKolom Bersama
Sukses Dengan Bertindak CepatEni Kusuma
Sukses dengan Pelayanan dan “Public Relations” yang BaikEni Kusuma
Sukses Dengan rekomendasiEni Kusuma
Sukses Menulis Karena Marah dan DendamAgung Praptapa
Supaya Pede Berbicara di Depan UmumAgung Praptapa
Supercharging Your SuggestionsAdi W Gunawan
Superfood: Seabreg Khasiat dari Buah GojiEmmy Liana Dewi
Tak Menulis Apa-ApaAndrias Harefa
Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan NyataAndrew Ho
Teknik Pengambilan Keputusan Bisnis Bagi Orang dengan Otak KiriKolom Bersama
Teknik Relaksasi: Genggam Jari untuk Keseimbangan EmosiEmmy Liana Dewi
Tekun, Pasti BerhasilEni Kusuma
Temukan Makna Kehidupan di Balik KekecewaanSyahril Syam
Tentang Cinta Dalam Kehidupan KitaAndrew Ho
Teori Jendela dan CerminAndrew Ho
Teori Tungku MentalAdi W Gunawan
TEROR EKONOMI – INDIKATOR PALSU IHSGHer Suharyanto
Teror Ekonomi – Indikator Palsu IHSGHer Suharyanto
Tetap Optimis dan Eksis di Masa KrisisAndrew Ho
The Bucket ListAndrew Ho
THE FORENSIK OF FORGIVENESS, Part OneKolom Bersama
The PARIS Formula untuk Sukses AndaAgung Praptapa
The Power of Action: Melawan Rintangan, Menaklukan Hambatan (Local Wisdom 6)Agung Praptapa
The Power of KepepetAgoeng Widyatmoko
The Power of PassionAgung Praptapa
The Power of “Ojo Dumeh”Agung Praptapa
The Symptom is The SolutionAdi W Gunawan
Tidak Menunda Berbuat BaikAndrew Ho
Tidak Menunda Berbuat BaikAndrew Ho
Tips AnyaAndrias Harefa
Titik KulminasiKolom Bersama
TJS: MYTAndrias Harefa
Trainer Level 5Andrias Harefa
Trainer Rp 7 MAndrias Harefa
Trans(aksi) vs Inter(aksi)Edy Suhardono
Tulisan yang MenggugahEni Kusuma
Uji Sugestibilitas : Perlukah?Adi W Gunawan
Untung Ada Orang GilaWandi S Brata
Waking HypnosisAdi W Gunawan


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.162.232.51
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia