Inspirasi Dalam Gelap

Aku mempunyai sebuah kisah untuk siapapun yang mau menyimaknya. Ini kisah yang mungkin saja tidak terlalu penting untuk sebagian orang, namun bisa saja menjadi menarik untuk sebagian yang lain. Sebuah kisah tentang diriku dan perjalanan seorang wanita tua yang berusaha keras melawan rasa sepi dan kebingungan dalam dirinya, serta rasa lain yang mungkin terus-menerus menggelayuti dinding hatinya setiap saat di tempat itu. Di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Kota Cirebon.

Aku pertama kali melihatnya saat dia sedang duduk bersandar di salah satu tiang sudut masjid, dengan raut muka kosong menatap ke depan namun seolah bukan sesuatu yang terlihat yang sedang dipandanginya. Aku hanya berlalu saat itu, karena kupikir pemandangan seperti ini -orang tua, pengemis, dan lainnya- biasa kulihat di tempat ini, sehingga hal tersebut tidaklah menarik untuk kuperhatikan. Namun di saat yang lain, saat aku kembali melihatnya, baru kusadari bahwa wanita tua ini memiliki banyak cerita kehidupan yang dapat kujadikan pelajaran untukku. Pelajaran tentang arti rasa syukur terhadap apa yang aku punya.

Sebelum kuceritakan wanita tua ini lebih lanjut, aku ingin sedikit memberikan gambaran bagaimana diriku memandang kehidupan serta permasalahan yang kualami sebelum bertemu dengannya. Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara dalam keluargaku, laki-laki, usia 22 tahun dan bisa dibilang pengangguran. Aku bukannya tidak mencari pekerjaan, namun jiwa ini lebih senang melakukan wirausaha, Sayangnya semua yang kuusahakan gulung tikar karena tidak adanya keseriusan serta malas menjalankannya. Akhirnya aku merasa gagal serta depresi karena beban omongan keluarga serta orang sekitar tentang status hidupku itu. Selain itu hubunganku dengan teman maupun lingkungan sekitar juga tidak bisa dibilang bagus. Aku menutup diri karena malu serta lebih banyak menyendiri dibanding bersosialisasi. Akibat dari sikapku itu, tidak sedikit teman-temanku yang akhirnya merasa untuk apa bergaul denganku, karena aku seringkali tidak menanggapi mereka, dan akhirnya aku merasa kesepian akibat ulahku sendiri, namun tidak pernah kusadari itu.

Puncak dari semua rasaku yang tidak beraturan itu, membuatku menjadi menyalahkan keadaan dan tidak pernah mensyukuri hidup yang aku jalani. Aku menjadi mudah iri dengan kesuksesan orang lain, aku juga menjadi minder bila harus berinteraksi dengan teman-teman karena terbayang mereka memiliki kehidupan sempurna tidak seperti diriku, serta aku mulai menuduh tuhan tidak adil dalam memberikan kehidupan pada hambanya. Aku menganggap segalanya serba kurang tidak pernah cukup, dan sangat sengsara. Sedangkan kenyataannya bila dilihat secara sadar, aku tidak semenderita itu, semuanya hanya karena akulah yang menjadikannya begitu. Pikiran dan hatiku sudah tertutup oleh sesuatu yang entah apa hingga membuatku merasa selalu tidak beruntung, namun aku masih juga tidak menyadarinya.

Kian lama kehidupanku makin tidak terarah, seolah aku jauh tersesat ke dalam dunia yang hampa akan segalanya, hanya tanah gersang dan pepohonan kering saja yang kulihat setiap hari. Aku merasa bagai mati walau raga ini hidup. Aku kehilangan semangat hidup, serta semua hal yang membuatku mau untuk tetap hidup. Aku terpuruk dalam diriku sendiri dan tidak tahu bagaimana harus keluar dari itu semua. Hingga akhirnya aku bertemu dengan wanita tua yang kuceritakan di awal.

Semuanya terjadi ketika aku merasa lelah berjalan kaki sore itu, sebuah kegiatan rutin yang sering kulakukan semenjak rasa gelap menimpa diri ini. Aku memutuskan beristirahat di Masjid Agung Kesepuhan, sekaligus ingin menenangkan pikiran yang kacau terus-menerus. Di saat itulah kulihat dia sedang bersandar di salah satu tiang masjid, namun tidak terlalu kupedulikan. Aku berlalu begitu saja dengan segala rasa yang ada di hati ini. Hingga suatu saat, sebuah keadaan memaksaku untuk kembali melihatnya di hari yang lain. Saat itu aku tidak pulang ke rumah, dan menginap di Masjid Agung. Dalam kelenggangan ruang masjid, dia terbaring rapuh di pojokan beralaskan sajadah serta kain-kain yang entah didapatnya darimana sebagai selimut. Aku mencoba melihat sekeliling masjid untuk memastikan apakah ada pengemis lain yang tidur di situ, ternyata tidak ada. Barulah kusadari bahwa wanita tua ini berbeda dengan yang biasa kulihat. Bahkan bisa jadi dia bukan seorang pengemis, hanya seorang wanita tua yang tidak mempunyai rumah.

Hari-hari berikutnya tanpa kusadari aku jadi sering mengunjungi Masjid Agung hanya untuk memperhatikan lebih seksama wanita tua itu. Sekaligus menjawab rasa penasaran siapa sebenarnya dia, dan mengapa selalu ada di tempat ini. Tidakkah mempunyai keluarga atau sanak saudara yang mengurusnya. Semua pertanyaan itu tidak berani kuungkapkan langsung padanya, karena selain terasa kurang sopan bagiku, dia juga sepertinya menderita stress yang cukup berat atau mungkin bisa dikatakan setengah gila. Sering kulihat dia berbicara sendiri atau meracau tidak henti-hentinya saat ada anak-anak nakal yang menggodanya. Namun di lain waktu, dia bisa tersenyum kepada orang yang ramah padanya, dan bisa berinteraksi walau dengan keterbatasan. Dia juga cukup fasih membaca ayat suci Al-Qur’an, aku tahu karena setiap selepas sholat isya dia membacanya, seolah ingin mengisi kesendirian yang menderanya. Walau begitu, tidak pernah sekalipun kulihat dia mengeluh dengan keadaannya, sangat berbanding terbalik denganku.

Sejak itulah aku mulai sadar bahwa selama ini aku sudah dipermainkan oleh pikiranku sendiri bahwa aku menderita, padahal kenyataannya tidak begitu dan masih banyak orang lain yang benar-benar menderita serta memiliki kekurangan seperti wanita tua itu. Bila aku melihatnya dengan kacamata normal kehidupan, keadaanku puluhan kali lebih baik dari dia. Aku memiliki rumah, keluarga, serta hampir segalanya. Selain itu otakku juga masih berfungsi 100 % tidak setengah gila. Sedangkan wanita tua itu, apa yang dia miliki selain segala yang melekat pada tubuhnya serta mungkin sedikit semangat untuk tetap hidup. Sungguh sebuah hal yang aneh jika aku masih saja berkutat pada pikiran kelam terus-menerus setelah secara sadar mengetahui semua hal tersebut.

Aku membayangkan bagaimana jika aku menjadi wanita tua itu terutama dalam hal keadaannya yang serba kekurangan. Mungkin setiap hari hanya harapan yang menyelimuti diri ini, berusaha menunggu sebuah keajaiban yang mungkin datang secara tiba-tiba. Walau aku tahu semuanya bisa saja tidak pernah datang, karena hidupku sebatang kara. Mungkin juga aku akan selalu menangis dalam hati, saat angin malam berhembus menusuk kulit, saat nyanyian malam mulai berdendang dalam kesunyian hingga fajar menghentikan semuanya, dan saat matahari kembali membakar bumi ini.

Saat pagi datang aku akan selalu berjalan sendirian kemanapun kaki ini melangkah, yang benar-benar sendirian bukan ilusi pikiran karena depresi. Melangkah tidak tentu arah dan tujuan, mencari sesuatu namun tidak pernah ditemukan apa yang kucari, karena itu semua hanya sebuah ilusi yang berkembang menjadi harapan-harapan kosong. Aku mungkin akan merasa iri seiri-irinya saat melihat sebuah keluarga utuh tengah bercengkrama di tempat yang kulewati. Mereka tampak bersih, segar, serta merona wajahnya dengan balutan pakaian bagus yang harum baunya. Di samping mereka terhampar karpet dengan pola-pola gambar yang lucu dengan banyak jenis makanan dan minuman layak di atasnya, siap untuk disantap kapanpun mereka mau. Dan bila mereka sudah merasa puas dengan kegiatannya itu, mereka membereskan semuanya lalu masuk ke dalam rumah. Sementara aku hanya bisa berlalu masih tanpa arah tujuan hingga akhirnya keadaan mengembalikanku pada kenyataan bahwa masjid-masjid adalah rumahku, tempatku berlindung dari kerasnya dunia serta ganasnya kejahatan malam saat pekat telah turun menyelimuti.

Hari demi hari kulalui hanya dengan kegiatan yang itu-itu saja, tanpa ada perubahan maupun perbedaan. Sebesar apapun aku berharap, sekeras apapun aku berusaha, dan sejauh apapun aku melangkah, kenyataan tetap akan mengembalikanku pada kesunyian, kesepian, dan kesendirian ini. Aku hanya seorang pemimpi kehidupan dengan kenangan tersisa yang hampir menghilang. Kenangan akan kehangatan cinta dari orang-orang terdekat yang saat ini entah berada dimana, atau mungkin sebenarnya orang-orang itu tidak pernah ada. Hanya anganku saja yang menciptakan mereka untuk menutupi rasa sepi ini. Setiap detik yang kutempuh bagai berjalan di atas panasnya bara api namun tidak membuat kulit kaki ini terbakar, melepuh, dan terkelupas. Apa yang harus aku lakukan dengan semua ini, kemana aku harus bergerak, dan kemana aku harus pulang? Mungkin aku hanya bisa menunggu dan terus menunggu. Sampai tuhan menentapkanku untuk menyatu dengan alam raya ini, dan memberikanku cinta sejati serta kehidupan ramai yang penuh keceriaan. Dimana aku bisa melihat indahnya warna-warna dunia yang meyatu dalam satu jiwa. Entah kapan masa itu akan datang. Semoga tepat pada waktunya.

Aku tersadar dari lamunanku dan menyeka air mata yang sudah membasahi pipi sejak tadi. Rupanya aku terlalu terhanyut dalam bayangan kelam karena membayangkan jika aku menjadi wanita tua itu. Aku berpikir bahwa betapa bodohnya aku karena selama ini sudah merasa menderita padahal sama sekali tidak. Aku sama sekali tidak bersyukur dengan apa yang aku punya, malah dengan sengaja aku membuat diriku depresi hanya karena angan-angan yang tidak jelas tentang kehidupan. Sedangkan kenyataannya orang yang benar-benar bisa dikatakan menderita tidak terlihat rona penderitaannya.

Aku beranjak dari tempatku duduk bersandar di tiang masjid, berniat untuk pulang karena malam hampir menjelang. Kupandang lagi wanita tua itu sebelum aku benar-benar pergi, dia masih tetap pada kebiasaannya sehari-hari, bersandar di sudut dengan tatapan kosong ke depan. Setelahnya aku benar-benar pergi dari tempat itu. Setibanya di rumah aku tidak menemukan satu pun anggota keluargaku, kecuali pembantu yang memang bertugas sehari-harinya, rupanya mereka semua sedang ada keperluan masing-masing. Aku pergi ke dapur mengambil makanan ringan lalu membawanya ke kamar. Di kamar kubuka bungkus makanan ringan itu, dan sambil bersandar santai menggunakan bantal aku memakannya sambil mencoba merenungkan kembali perjalanan hidupku selama beberapa waktu kebelakang ini. Bagaimana aku yang tadinya adalah orang seperti orang pada umumnya menjadi pribadi yang menutup diri hanya karena pikiran anehku. Kuingat kembali saat aku mengalami perubahan itu, aku mulai menganggap bahwa aku adalah orang gagal karena omongan orang lain tentangku yang sebenarnya belum tentu benar adanya. Kuingat juga saat aku mulai menjauh dari teman-teman hanya karena rasa minder yang kubuat sendiri hingga akhirnya perlahan namun pasti, semua temanku mulai menjauh karena aku susah diajak berinteraksi. Dan sejak saat itu aku mulai membuat dunia sendiri di dalam dunia nyataku, tempat dimana aku selalu bersembunyi dari kenyataan kehidupan. Dalam dunia itu aku mengkondisikan diriku amat sangat menderita, sengsara, serta selalu tidak beruntung. Aku menganggap bahwa orang lain selalu mendapatkan kebahagiaan dan hidup terbaik sedangkan aku tidak. Aku juga menganggap bahwa semua yang kupunya dan melekat pada diriku tidak berarti dan hanya ilusi semata. Padahal kenyataannya tidaklah begitu, aku tidak semenderita yang kupikirkan.

Kupejamkan mata dan menghela nafas panjang. Sungguh betapa berharganya pertemuanku dengan wanita tua di Masjid Agung Kesepuhan itu, walau aku tidak pernah mengenalnya secara khusus, walau aku tidak pernah sekalipun bericara dengannya, dan walaupun aku masih belum mengetahui bagaimana asal-usulnya. Namun semua cerita perjalanan hidupnya yang terpancar lewat sorot matanya telah menginspirasi dan menyadarkanku dari dunia ilusi yang penuh kebohongan. Aku bangun dari tempat tidur dan menuju jendela, malam sudah turun sejak tadi, samudra bintang telah menampakkan kecantikannya di atas sana. Kutatap gemerlap bintang itu dan bertekad untuk menata ulang kembali kehidupanku. Betapa sebenarnya hidup ini indah jika kita mampu menyadarinya serta bersyukur. Aku terus memandang langit hingga mata ini memaksaku untuk memasuki alam mimpi.

Esok harinya aku pergi mengunjungi temanku, rasanya sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan semuanya. Lagipula ini kuanggap langkah awal untuk memulai perubahan dalam hidupku yang sebelumnya diselimuti awan mendung. Teman yang pertama kali kukunjungi adalah Yudi, dia teman terdekatku kenal sejak SMA dan di antara semua teman-temanku, Yudilah yang paling mengerti dan memaklumi keadaanku. Aku sampai di rumah Yudi saat dia sedang sibuk mengaduk pupuk organik cair di teras rumahnya, dia memang mempunyai usaha di bidang itu. Saat melihatku, raut wajah Yudi menunjukkan ekspresi heran sekaligus senang. Aku tahu apa yang dipikirkannya, siapa yang tidak heran melihat orang yang sudah “mati” tiba-tiba hidup kembali. Aku langsung menyapanya begitu berada tepat di depannya.
“Sehat Yud, lama kita gak ketemu.”
Yudi diam sebentar, masih memandangku, lalu tersadar dan membalas sapaanku
“Eh.. Iya sehat, ayo masuk Yan” dia beranjak dari duduknya dan menyalamiku lalu mengajakku masuk ke dalam rumah, aku menolak.
“Kita ngobrol di sini aja Yud” ajakku, lagipula suasananya lebih enak untuk duduk santai di teras. Yudi menyetujuinya.
“Ya udah kalo gitu, tapi aku ambil minum dulu ya sebentar” kata Yudi, lalu masuk ke dalam. Selang lima menit dia kembali membawa dua botol minuman dan beberapa makanan ringan.
“Ayo diminum Yan” katanya ramah. Aku tersenyum lalu mengambil botol minuman yang disediakan Yudi.
“Gimana kabar kamu sekarang Yan? Jujur aku kaget kamu datang ke sini, bukannya gak seneng atau gimana. Cuma kan kamu udah lama banget gak kumpul sama aku atau teman-teman lain. Kamu baik-baik aja kan selama ini?” Yudi membuka pembicaraan.
“Iya aku baik-baik aja. Maaf selama ini aku udah menghilang dari kamu dan temen-teman lain. Taun-taun lalu bisa dibilang masa-masa kelam buat aku Yud.” Aku menjelaskan.
“Kelam gimana maksudmu? Emang ada kejadian apa? Kenapa kamu gak cerita ke aku atau yang lain? Padahal siapa tau kami bisa bantu.”
Kuperhatikan ekspresi Yudi saat mengatakan pertanyaan-pertanyaan itu. Sangat polos dan bukan sekedar basa-basi semata, aku juga sangat percaya bahwa dia tidak main-main dengan kekhawatirannya. Namun aku rasa sekarang bukan saat yang tepat untuk menjelaskan semua permasalahanku selama ini.
“Maaf kawan, aku gak bisa cerita sekarang, tapi suatu saat nanti pasti bakal kuceritakan semuanya apa yang terjadi padaku. Sekarang aku cuma ingin memulai kehidupan baru dari awal lagi”
Yudi diam sebentar lalu tersenyum maklum dan berkata
“Ya udah, aku juga gak akan terlalu maksa apa yang jadi rahasia kamu. Lagian yang penting sekarang, kamu sudah ada di sini dan kembali dari menghilang ditelan bumi” Yudi tertawa mengatakan itu, aku pun ikut tertawa.
“Ngomong-ngomong, gimana perkembangan usaha pupuk kamu Yud?” aku berusaha mengalihkan topik pembicaraan sekaligus memulai topik baru.
“Ah.. iya. Alhamdullilah cukup berkembang, yang barusan kamu lihat itu, aku lagi buat baru. Kalo yang udah jadi ada di belakang, di kebon. Kamu mau lihat Yan?” tanya Yudi bersemangat.
“Ya, aku mau lihat.” Kataku cepat. Kami berdua beranjak meninggalkan teras menuju halaman belakang.

Hari itu aku seharian bersama Yudi membicarakan banyak hal termasuk rencana mengunjungi teman-teman kami yang lain. Aku benar-benar berniat mengubah hidupku dari awal lagi dan menyambut hari-hari cerah. Terima kasih kepada wanita tua yang sudah memberikan kesadaran padaku walau secara tidak langsung. Kudoakan agar dia mendapat keadilan dari tuhan untuk hidupnya, dan bila memang memungkinkan, bisa saja keadilan itu disampaikan padanya melalui tanganku sebagai balas jasa. Semoga saja. Selesai.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.224.138.120
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia