Mama dan Aku

Rani nur adwiya sari begitulah nama lengkap ku. tapi di lingkungan ku aku biasa dipanggil Nur. namun kisah hidupku tak seindah nama pemberian orang tuaku. awalnya hidupku cukup sempurna dengan keutuhan keluarga. namun semua itu berakhir sejak umurku 12 tahun orang tuaku memutuskan untuk berpisah karena hal yang aku sendiri belum mengerti kenapa. hari itu tanggal 05-09-2008 sebuah pertangkaran hebat terjadi antara ayah dan ibuku pemicunya adalah sms dari salah satu teman ayahku yang menurut ibu adalah selingkuhan ayah. keributan itu membuatku terbangun dari tidurku. kucoba tuk melihat apa yang terjadi kulihat ibu menangis dan ayah terus membentak ibu. aku mencoba memahami apa yang terjadi hingga akhirnya ku temukan sebuah kesimpulan rumah tangga orang tuaku takkan lama lagi.

Keesokan harinya tak seperti biasa ibu tak menyuruhku sekolah, ibu malah melarangnya karena situasi sedang runyam kuikuti apa kata ibu meski hari itu aku akan ketinggalan ulangan harian Matematika. namun kejadian semalam masih mengganggu benakku hati kecilku tak ingin semua itu terjadi tapi melihat apa yang ayah lakukan pada ibu membuat hatiku seakan membenci ayah tapi rasa sayangku menutupi rasa itu. malam pun tiba terasa begitu sunyi padahal rumahku tak jauh dari jalur lalu lintas. mungkin hatiku yang sepi ibu yang sedari pagi tak mau keluar kamar, bahkan untuk makan pun ibu merasa tidak enak dengan sepenuh hati kucoba menghibur ibu. hanya seutas senyum dan ibu berkata “Nak ibu tahu ini akan berat bagimu tapi ibu yakin kamu pasti tabah. ibu harap kamu jadi anak yang kuat dalam menjalani ini” lalu ibu memeluk ku begitu erat, rasa sedih ibu seakan menyatu dalam hati ku membuat aku ikut terenyuh masuk ke dalam suasana sedih memilukan.

Tanpa terasa malam semakin larut aku yang tertidur terbangun dari pelukan ibu. kulihat ibu tidur begitu pulas namun ada sesuatuyang aneh mengapa ayah belum juga pulang padahal jam menunjukkan pukul 22.00. aku mulai merasa khawatir namun cepat-cepat kutindas rasa itu. dalam hati kupikir ayah sedang kerja lembur jadi kubiarkan saja pintu rumah tanpa di kunci. untung saja lingkungan rumahku cukup aman jadi tidak masalah jika pintu rumah tidak ku kunci. aku pun masuk kamarku dan tertidur pulas.

Esok pagi aku bangun terlambat untung saja hari itu hari minggu jadi tidak terlalu masalah. aku pun mencuci muka dan menuju meja makan tak kulihat ada sepotong roti pun, apa ibu belum bangun pikirku setelah kulihat ibu di kamar tengah membereskan baju ke koper. lalu aku bertanya “bu untuk apa ibu memasukkan baju ke koper ibu mau pergi kemana?” ibu menjawab “bukan hanya ibu yang pergi tapi kamu juga ya, ibu tidak tahan lagi dengan sikap ayahmu jadi ibu putuskan untuk mengakhiri semua ini” aku balik bertanya “maksud ibu?”. “ya nak rumah tangga ibu dan ayah tidak bisa dipertahankan lagi kamu mengerti kan maksud ibu. ibu mohon kamu sabar ya” mendengar hal itu air mataku langsung mengalir rasa tidak percaya bercampur sedih membuat ku terdiam tanpa kata.

Hari itu tepat pukul 13.00 aku dan ibu pergi dari rumah. aku masih tak percaya keluargaku terpecah belah. dan aku dan ibu kini tidak jelas akan hidup dimana karena setahuku ibu tidak punya saudara karena ibu adalah anak tunggal. sedih, hancur, kesal kenapa semua ini harus terjadi andai waktu dapat ku putar akan ku perbaiki semua kehancuran ini namun takdir adalah takdir aku hanya mampu tabah. aku percaya semua semua masalah ada jalan keluarnya. aku ingin bertanya kepada ibu kemana kami akan pergi tapi aku tak bisa aku takut pertanyaan ku kan membuat ibu semakin terluka meski terik matahari menghasilkan peluh yang membasahi tubuh kami aku tetap bertahan. tanpa terasa waktu ashar tiba ketika kami tepat berada di depan sebuah masjid, mungkin allah mau kami lebih tabah dengan mendekatkan diri kepada nya kami pun melaksanakan sholat ashar di masjid itu. rasa penat dan lelah pun berganti kesejukan dan tentram.

Hal ini belum pernah terbayangkan olehku BROKEN HOME begitulah biasanya keadaan keluarga ku ini disebut namun saat ini aku tidak peduli apa nama keadaan ini yang aku butuhkan adalah solusi masalah ini. hal yang hanya dapat dijawab oleh allah s.w.t setelah selesai sholat kutadahkan tangan ku berdoa kepadanya, memohon solusi dan ketabahan menjalani semua ini karena ku hanya dapat berpegang pada satu keyakinan “ALLAH TIDAK AKAN MENGUJI HAMBANYA MELEBIHI BATAS KEMAMPUANNYA” itu lah yang membuat ku harus sabar. karena masih lelah akhirnya kami putuskan beristirahat di masjid itu. malam pun tiba selesai sholat isya perut ku pun lapar begitu pula ibu akhirnya kami pergi ke sebuah warteg dan makan disana lauk yang kami pesan pun tak mewah karena kami harus berhemat sampai ibu mendapatkan pekerjaaan.

Karena belum punya tempat tinggal yang tetap kami minta izin kepada penjaga mesjid untuk bermalam disitu selama beberapa waktu. dan alhamdulillah di izinkan hanya saja kami diserahi tugas sedikit untuk menjaga kebersihan masjid itu. tapi itu bukan masalah lagi pula kami senang bisa merawat rumah allah. malam semakin larut rasa kantuk memang datang tapi tak urung membuat ku ingin tidur. aku merasa nyaman terjaga sambil melihat bintang yang bercahaya itu, dulu saat ibu dan ayah masih bersama ayah sering membawa ku melihat bintang saat aku tak bisa tidur. rasa sedih kembali menusuk dalam batin aku menjerit “aku rindu ayah” hanya saja tak mau ku katakan aku takut menyakiti perasaan ibu. dapat kurasakan rasa sedih ibu di khianati orang terkasih, namun aku masih belum habis pikir kenapa ayah melakukan ini semua bukan kah ayah sangat mencintai ibu. setidak nya itulah yang kulihat.

Setelah beberapa lama terpaku menatap bintang aku pun mulai terbawa dalam mimpi tertidur lelap. ketika waktu menunjukkan pukul 04.00 ibu membangunkan ku, ibu bilang kita harus bangun pagi-pagi karena harus menyiapkan perlengkapan sholat para jama’ah mesjid nanti. aku pun bangun dan mencuci muka pagi yang dingin rasanya aku jarang bangun sepagi itu ketika kami masih bersama ayah. aku pun membantu ibu membereskan sajadah dan segala sesuatu yang dibutuhkan pukul 04.30 semua sudah selesai. para jama’ah pun berdatangan aku dan ibu pun mengambil tempat untuk sholat selesai sholat kami mendengar ceramah dari ustadz di masjid itu temanya adalah sabar. tepat seperti apa yang harus kulakukan saat ini. ustadz itu menjelaskan makna sabar, nikmat sabar dan hikmahnya beliau mengatakan tiada mungkin allah menguji hambanya melebihi batas kemampuan.

Selesai ceramah para jama’ah pun pulang tinggal pak ustadz sedang berdzikir di barisan paling depan, rasa ingin meminta nasihat tiba-tiba muncul di hatiku. kucoba menghampiri beliau “assalamualaikum pak ustadz” “waalaikumsalam, ada apa ya nak?” “maaf pak sebelumnya kalau kedatangan saya menganggu sebelumnya saya bisa minta waktu sebentar pak?” “ya silahkan nak, ada apa”. “begini pak saya sedang ada masalah di keluarga saya, orang tua saya bercerai, saya ingin minta nasihat bapak. bagaimana ya pak saya harus menyikapi semua ini?” “astagfirullah mudah-mudahan kamu sabar ya, begini kamu harus banyak tawakal kepada allah ini adalah salah satu ujian dari allah bapak yakin kalau kamu sabar allah maha pengasih. yakin semua ini ada hikmahnya. jadi kamu sabar ya banyak berdoa mohon jalan keluarnya kepada allah. karena tidak ada yang dapat membantu kita selain allah.” tutur pak ustadz panjang lebar “terimakasih pak saya ucapkan. saya akan lakukan apa yang bapak sarankan. saya permisi sebentar ya pak” “ia silahkan” kata bapak itu.

Mentari pun terbit aku dan ibu akan keluar pagi ini mencari pekerjaan kami tidak mematok harus bekerja sebagai apa buat kami yang penting halal.

Pagi berganti siang matahari mulai terik kami lelah namun belum juga mendapat kerja, kami mencoba masuk perumahan mungkin ada yang butuh pembantu pikir ibu. ternyata kami beruntung belum lama berjalan kami sudah menemukan pekerjaan, namun ada satu hal yang membuat pekerjaan ini akan berat. ternyata kau baru ingat itu adalah rumah temanku yang terkenal sombong kalau sampai dia tahu aku jadi pembantu di rumahnya dia pasti kan mengolok-olok aku habis-habisan. tapi tak apalah demi ibu hidup mati ku pun akan ku berikan ternyata tepat saja dugaan ku, cantika pun pulang aku berusaha menghindar dengan pergi ke dapur dengan alasan mencuci piring. alasan itu berhasil cantika tidak melihat ku ternyata ibu melihat ekspresi ku yang khawatir itu “kamu kenapa sayang? kamu kok seperti orang ketakuatan gitu” “gak kok gak apa-apa ma” aku berusaha menutupi semua perasaan ku namun ternyata ibu tidak mudah dibohongi “ayo bilang saja sama ibu ada apa?” “gini lho bu rumah ini itu rumah temenku, dan sekarang dia udah pulang” “oh jadi kamu takut ketahuan kalau kamu jadi pembantu. ya udah gak apa-apa kamu pulang aja biar ibu yang kerja, kamu di masjid bersih-bersih aja ya” “tapi bu” “udah gak apa–apa ibu ngerti kok” aku pun pulang lewat pintu belakang.

Sore pun menjelang senja ibu pulang dengan wajah gembira “alhamdulillah nak hari ini kita dapat Rp. 25.000 kata majikan ibu besok kalau ibu kerja dari pagi kita dibayar Rp. 50.000″ “alhamdulillah bu”. dan begitulah seterusnya keseharian kami ibu bekerja dan aku membersihkan masjid hal ini berlangsung selama 2 bulan setelah uang kami cukup kami mohon izin kepada penjaga masjid untuk pergi. memang aku betah tinggal di masjid kau merasa lebih dekat dengan allah namun kalau ada tempat lebih baik kenapa tidak. kami tinggal di rumah kontrakan kecil tapi cukup untuk kami yang hanya 2 orang kami tidur beralaskan bed cover yang ibu bawa dan selimut sebagai penghangat untung saja uang kami tidak hanya cukup untuk menyewa rumah tapi untuk membuat usaha kecil-kecilan. kami menjual gorengan dan aneka macam es kebetulan rumah kami dekat jalur lalu lintas dan sekolah jadi lumayan lah biasanya cukup untuk menambah penghasilan ibu. namun setelah 2 minggu kesehatan ibu mulai terganggu mungkin ibu lelah jadi aku yang menggantikan pekerjaan ibu, kukumpulkan segenap keberanian untuk menghadapi segala kemungkinan.

Aku berangkat dari rumah pukul 04.30 ketika orang-orang masih terlelap tidur. pekerjaan kumulai dengan mencuci piring dan membersihkan rumah ketika jam menunjukkan pukul 06.00 aku menyiapkan sarapan. ketika semua orang berkumpul di meja makan cantika keluar ia melihat ku tertunduk ia mendekati ku dan mengangkat wajahku, ia pun kaget bukan kepalang “ha… ini lho Nur gua gak salahkan atau ini mimpi, lho ngapain disini jadi pembokat lagi” ucap cantika dengan nada mengejek, tapi aku diam aku tidak ingin mencari masalah dengan dia “eh jawab bengong aja lagi lho. oh gua punya ide nanti pulang sekolah gua ajak semua temen-temen ke rumah gua dan lho bisa jelasin ini semua di depan mereka ok” mendengar perkataan cantika itu aku hanya bisa menghela nafas ku bulatkan tekad segala yang kulakukan demi ibu dan takkan sia-sia.

Waktu terasa begitu cepat berlalu rasanya baru kudengar ancaman cantika tadi pagi tapi kini waktu menunjukkan pukul 12.30. setengah jam lagi pasti cantika pulang. tepat saja dugaan ku cantika pulang bahkan lebih cepat 10 menit dari yang ku duga, kusiapkan hatiku untuk menerima segala kemungkinan. dari dapur kulihat cantika dan teman-temannya di ruang tamu cantika memanggil namaku dengan kuat tampaknya teman-teman cantika sudah tak sabar ingin melihat kondisiku saat ini. aku pun datang “oh ya temen-temen kenalin dong ini pembokat baru gua namanya Nur pasti kalian udah kenal dong” salah satu teman cantika yang bernama shakira menyahut “eh lho kenapa Nur?, kok tiba-tiba udah jadi pembokat setelah beberapa bulan gak sekolah? di rumah cantika lagi” aku sudah tak sabar lagi dengan perilaku teman-teman cantika “aku mohon maaf kalau kalian mau minum atau makan sesuatu kalian bisa minta sama aku sesuka hati kalian tapi kalau untuk menanyakan privasi aku sorry aku gak bisa jawab” aku pun pergi meninggalkan mereka yang tertawa di ruang tamu.

Rasanya ingin aku menangis menumpahkan segala rasa sakit ini tapi aku tak bisa, ini adalah jalan hidupku aku yakin bisa menjalani semua ini aku harus kuat demi hidupku demi ibu. tiba-tiba kau teringat ibu dalam hati ku berkata “apa ibu baik-baik saja kutinggal sendiri di rumah, ibu kan sedang sakit aku takut terjadi apa-apa” akhirnya kuputuskan untuk pulang lebih awal hari ini dan alhamdulillah di izinkan meski hanya diberi gaji separuh dari biasanya. perasaan ku makin tidak enak ketika melihat pintu terkunci begitu pula jendela ada apa ini? aku bertanya dalam benakku, kutanyakan pada tetangga sebelah ternyata ibu dibawa ke rumah sakit oleh tetangga Karena sakitnya semakin parah. air mata langsung mengalir aku berlari menuju rumah sakit yang diberitahu tetangga ku aku seperti kehilangan akal. aku berlari tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar ku aku tak mau kehilangan ibu ialah satu-satunya alasan ku untuk bertahan dalam saat-saat seperti ini.

Aku pun sampai di rumah sakit tempat ibu ku dibawa, aku bertanya kepada salah satu perawat disitu tentang pasien yang bernama Aprilia Adwiya Sari yaitu nama ibuku. ternyata ibu dirawat di kamar no 203 kupercepat lariku menuju ruang tempat ibu dirawat kulihat orang-orang berkumpul di depan kamar ibu seakan menunggu jawaban kutanya kepada salah seorang yang ku kenal “pak bagaimana keadaan ibu saya” tanyaku “kami belum tahu Nur dokter sedang memeriksa tadi ibu kamu sempat muntah darah lalu pingsan wajah nya pucat lalu kami bawa ke dokter langsung, kamu yang sabar ya” hatiku langsung bertanya dibalik deraian air mata ini. sakit apakah ibu sebegitu parahnya kah sampai ibu muntah darah” kulihat melalui jendela wajah ibu begitu pucat aku tak kuasa menahan isak tangis ku pecahlah tangisan yang kutahan sejak tadi aku menangis sejadi-jadiya orang-orang mencoba menenangkan ku.

Sekitar 1 jam dokter pun keluar mengatakan hal yang bagiku amat membahagiakan hatiku dokter bilang ibuku sudah lebih baik hanya saja belum sepenuhnya aku bertanya apakah ibu bisa ku tengok kedalam dan dokter mengizinkannya. dan aku pun masuk ke ruangan itu kulihat ibu membuka matanya perlahan langsung kupeluk ibu dengan hangat “ibu jangan tinggalin Nur, ibu jangan sakit Nur mohon bu” ibu menjawab dengan suara lirih “Nur kamu harus sabar nak kita gak bisa menyangkal takdir tuhan. terima apa adanya serahkan segalanya kepada yang kuasa. jika memang allah berkehendak ibu kembali kamu harus kuat ya” kata-kata itu membuat hatiku hancur aku belum siap kehilangan ibu “ibu Nur mohon ibu jangan ngomong seperti itu ibu akan sembuh kok Nur akan lakukan apapun asal ibu sembuh” hanya itu yang dapat kukatakan untuk menindas rasa sedih ku dan ibu.

Sore itu pukul 16.00 ibu menghembuskan nafas terakhirnya di pelukanku. tadinya aku tidak sadar akan hal itu tiba-tiba kurasa tangan ibu sudah lemah jantung ibu berhenti berdegup. dunia kurasa gelap saat itu aku merasa pusing dan aku pun pingsan tak kudengar suara apapun lagi hal itu adalah hal yang paling buruk semasa hidupku. tak lama aku pingsan aku pun terbangun “mana ibu, mana ibu” tanyaku “ibu mu ada di ruangannya tapi ia sudah kembali kepada penciptanya” aku langsung melepas infus ditanganku tanpa peduli rasa sakitnya kulihat wajah ibu tertutup selimut dalam hati aku berharap ini hanya mimpi buruk ternyata ini adalah kenyataan terpahit. ibu sudah pergi aku tak ingin menangis hanya kulelehkan sedikit air mata karena kutakut membuat ibu sedih di alamnya sana. kuhampiri ibu sambil mencium tangannya seraya berkata “ibu ini Nur. Nur akan janji tabah menjalani kenyataan ini ibu bahagia disana ya bu, Nur akan doakan ibu disini. Nur sayang ibu” itulah ucapanku yang dapat kukatakan pada ibu kulelehkan air mata tapi tak mau aku terlalu histeris itu hanya akan membuat ibu semakin sedih. kucium kening dan pipi ibu kupeluk erat dan ku cium tangannya setelah itu orang-orang membantu proses pemakaman ibu.

Esok pagi sekitar pukul 10.00 kami makamkan ibu di T.P.U terdekat aku hanya mampu melihat tak bisa ku membantu memasukkan jenazah ibu. perih seakan menghujam jantungku namun janjiku pada ibu haruslah ku tepati tak boleh tenggelam dalam kesedihan. setelah orang-orang pulang tinggalah aku dan pak ustadz ia menemaniku di samping makam ibu tak kukeluarkan sepatah kata pun hanya mampu terdiam melihat ibu yang pergi tak lagi di sisiku, tak lagi menemaniku saat sedih, tak lagi menjadi penyemangat hidupku. pak ustadz mendekatiku dan berkata “kamu tahu sesuatu Nur bahwa jodoh, maut, rezeki itu sudah diatur oleh ALLAH S.W.T jadi jangan sesali semua ini ya, tabahlah jadikan ini sarana kamu mendekatkan diri kepada allah” “ia pak Nur akan menyerahkan segala sesuatunya kepada allah termasuk kepergian ibu” “syukurlah kalau kamu sabar.

Setelah 10 menit berbicara dengan pak ustadz istri beliau datang ia mengajak ku untuk tinggal bersamanya karena memang pak ustadz dan istrinya belum di anugrahi anak jadi mereka mau mengadopsi ku aku pun menerimanya. dan aku disini bersama keluarga baru aku putuskan membuka lembaran baru hidupku, dan menutup lembaran lama tapi 1 hal yang takkan bisa aku tutup atau lupakan hal ini sudah menjadi bagian dari diriku kenangan antara aku dan ibu dan ayah aku tetap menyanyangi mereka begitu pula orang tua baruku.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.156.78.4
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia