Untukmu…

Kulempar tas ke atas amben kamar, kusertakan diriku kemudian, meluncur, tanpa daya. Ku biarkan lelahku memudar, nafasku berangsur normal. Ku pejamkan mata, satu detik, dua detik, tiga detik, ah, tidak bisa!

Pikiranku masih terpenuhi bayangan wanita itu. Wanita yang baru saja membelai lembut pipiku yang kini basah oleh peluh, lembab oleh debu, yang mungin sebentar lagi akan tumbuh jerawat. Benar saja, karena sudah tiga hari ini malas rasanya membersihkan muka dengan facial foam, atau apalah namanya. Hhmmhh, siapa peduli? Biasanya wanita itu, wanita itu yang selalu peduli! Sebentar – sebentar bilang, “Sudah mandi? Jangan lupa pakai facial foamnya!”, “Rambutmu sudah mulai gondrong. Kau akan terlihat lebih tampan jika kau potong rambutmu!”, “Jambangmu sudah mulai lebat, apa tidak lebih baik jika kau rapikan?” dan bilang, “kau terlihat kurus bulan ini! Makanlah sedikit banyak! Jaga kesehatanmu!”

Oh, wanita itu. Sepertianya dialah satu – satunya manusia di dunia yang paling perhatian padaku, melebihi diriku sendiri. Wanita itu, yang kini terbaring lemah, sendiri di ruang serba putih itu, sepi.
Tak bisa ku berlama – lama. Ku harus bergerak cepat. Wanita itu kini menungguku dan aku menunggunya untuk kembali memberi seluruh perhatiannya kepadaku. Meski ku akui, dalam kondisi dimana akulah yang harus memberi perhatian lebih untuknya, dia tetap seperti dulu, dia wanita terbaik. Ku paksa kakiku yang kini masih kram, punggungku yang masih linu, dan ragaku yang masih ingin bersantai di atas amben untuk bangun. Ku bergegas menuju almari, kubuka toples tempat alternativeku menyimpan uang selama ini. Tak sabar ku tuang semua isinya. Ratusan ribu, lima puluhan, dua puluhan, hingga koin – koin seratus rupiah ku hitung, jangan sampai ada yang ketinggalan. Semua ada Rp. 2.075.500,00 dan jika aku gabung dengan uang yang baru saja ku tarik dari mesin ATM tadi ada…, “Hmmm…, Tuhan…, masih kurang, masih belum ada separuhnya!”

Ku telungkupkan sepuluh jariku ke muka. Ahhh, tak bisa ku menahan air mata ini. Tak tahan. Oh, kasihan sekali wanita itu…, dia melakukan semua untuk ku. Kenapa di saat dia butuh bantuan, aku tak bisa membantunya?

***

Gontai ku telusuri lorong demi lorong bangunan yang dominan dengan warna putih ini, bangunan yang memiliki bau yang khas, bangunan yang tak satupun manusia ingin bertempat tinggal di sini tapi kenyataannya bangunan ini selalu ramai dihuni banyak manusia. Rumah Sakit, nama yang cukup aneh untuk sebuah bangunan. Entah bagaimana sejarahnya dulu, bangunan ini dinamakan Rumah Sakit. Entahlah! Hal itu tidak begitu penting.

Akhirnya sampai juga di ruangan ini, ruangan dimana Wanita itu berada. Ternyata sekarang dia sedang terlelap. Dengan berjinjit ku menuju kursi di samping pembaringannya. Kupandangi wajahnya yang kini tampak pucat. Oh, sudah lama sepertinya ku tidak memandangi wajahnya sedekat ini. Entah kapan tepatnya. Begitu tumpul otakku hingga kini ku tak kuasa mengingatnya!

Meski pucat, ia masih terlihat cantik. Yah, dialah wanita tercantik di dunia, paling tidak itu menurutku. Tak kan bosan setiap mata yang memandangnya, karena aura keteduhan yang senantiasa terpancar dari wajahnya. Satu detik, dua detik, tiga detik, Hmm, mataku mulai berkaca, dan lagi – lagi ku tak kuasa menahannya. Wanita ini, sungguh, bukan hanya wajahnya yang cantik. Namun juga hatinya begitu mulia. Dia selalu tersenyum, bahkan saat terlelap. Padahal ku tahu persis, separuh lebih dari jalan hidupnya adalah kepahitan.
Ku raba telapak tangannya. Bagai hanya tulang berlapiskan kulit yang tak lagi muda. Ku sentuhkan telapak tangan itu pada bibirku. Wanita ini…, Ibu…

Kini terbayang kembali, sembilan belas tahun lalu…
Hari – hari ibu jalani dengan menyapu, mencuci, memasak, mengelap keramik – keramik mewah, tentu saja, keramik – keramik mewah itu bukan milik kami. Bukan juga keramik, bukan juga semuanya, karena tidak ada yang ibu miliki. Ibu hanya seorang pembantu rumah tangga, pembantu rumah tangga yang baik. Ku sebut demikian bukan hanya karena aku adalah anaknya, akan tetapi lebih karena kreadibilitas dan kenyataan yang menggemakannya. Jika tidak, mana mungkin Ibu bisa bertahan selama tujuh belas tahun di rumah mewah itu? Sang pemilik rumah sangat mempercayai Ibu, Ibu diangkat sebagai kepala pembantu di sana. Tuan dan Nyonya (begitu Ibu memanggil mereka, dan aku menginguti Ibu menyebut nama mereka seperti itu)tidak hanya baik pada Ibu, tapi juga padaku. Tak jarang mereka memberi uang jajan, bahkan hadiah di setiap dikenaikan kelasku dulu. Percayakah kalian? Sejak SD hingga SMA aku selalu meraih juara pertama? Dan juara pararel di setiap tahunnya? Tapi apapun hadiah yang diberi oleh Tuan dan Nyonya, bagiku hadiah terindah adalah hadiah dari Ibu. Sebuah kecupan di ubun kepala, dengan satu dua linang air mata. Entah mengapa Ibu selalu menangis di moment seperti itu. Tapi tak apa, itu bisa menjadi modus bagiku tuk menghapus air matanya, yang otomatis meraba lembut pipinya.

Tujuh belas tahun, bahkan lebih dari itu, Ibu membanting tulang sendiri untuk ku. Aku yang kini hanya bisa menatapnya sayu.
Hingga akhirnya aku masuk salah satu Universitas ternama di kota (Terima Kasih Tuhan, karena kemurahan – Nya aku mendapatkan beasiswa delapan semester di Universitas itu). Tak pantas bagiku tuk meminta uang saku pada Ibu. Maka ku putuskan kerja paruh waktu. Di sela – sela jam kuliah, ku menjual koran di jalanan, di pasar tradisional, dan tak jarang masuk ke bus – bus lokal. Setelah perkuliahan selesai aku mengajar privat di perumahan dekat kampus, dan malamnya aku ikut menyapu di stasiun antar kota. Sampai suatu ketika aku merasa tabungan ku cukup. Ku sewa segotak kamar di komplek sederhana dekat kampus. Ku boyong Ibu tuk tinggal menemaniku, saatnya Ibu istirahat, menikmati masa tuanya. Meski tak seindah masa tua masyarakat lainnya yang tinggal di komplek itu.

Dua tahun kami lalui di kota baru ini dan tiada masalah yang berarti. Sampai suatu pagi ku temui Ibu tersungkur di samping amben kamar kami. Ibu bilang beliau sudah tua, orang tua biasanya gampak capek meski tak banyak yang mereka lakukan. Aku hanya meng ‘iya’kan saat itu. Yah, ku sadari bahwa tua adalah keniscayaan, dan orang tua biasanya seperti yang Ibu bilang, mereka tidak lagi sekuat diusia muda mereka. Sejak hari itu wajah Ibu mulai memucat. Gerakan Ibu juga mulai melamban, beliau lebih sering duduk diam atau berbaring. Aku mulai khawatir. Dan kekhawatiranku terbukti saat tiga hari yang lalu, kembali kutemui, Ibu jatuh tersungkur dihadapanku, dan kini lebih parah, beliau tidak sadarkan diri. Maka ku nekad meneriaki supir Taxi yang biasa mangkal di jalan dekat perumahan elit tak jauh dari komplek tempat kami tinggal. Ku minta bantuannya tuk membawa Ibu ke Rumah Sakit, tentunya dengan imbalan yang menurutku tidak murah.
Beberapa menit setelah itu, kudengar vonis Dokter, Ibu mengalami gagal ginjal. Diantara cara untuk menolongnya adalah dengan rutin melakukan cuci darah atau dengan operasi. Jika dua hal itu tidak segera dilakukan maka…

Aku tahu Dokter bukan Tuhan yang bisa menentukan hidup mati seseorang. Tapi aku menyadari bahwa Dokter memiliki keilmuan yang mumpuni, jika hanya sekedar untuk mengetahui kondisi baik buruk seseorang.

Ahhh, andai saja aku adalah orang kaya, atau seperti artis – artis senetron di Televisi yang mungkin beberapa dari mereka harus memainkan peran yang sama seperti kondisiku saat itu. Pasti aku akan bilang (seperti yang para artis itu katakan saat orang yang sangat berarti bagi mereka ada dalam kondisi di ujung tanduk), “Lakukan apa saja Dokter, demi kesembuhannya!” Tapi aku, aku hanya aku yang tidak kaya dan tidak pula seorang artis. Maka aku hanya bisa menghela nafas mendengar Dokter mejelaskan berapa nominal rupiah yang harus ku bayar untuk perawatan dan operasi Ibu.

“Oh Ibu…, maafkan aku…, maafkan aku…, maafkan aku…,” Kuremas pelan jemari Ibu, kubasahi dengan air mataku.
“Fan…” Lirih suara Ibu memanggil namaku.
Ku sedikit tersentak. Segera ku hapus air mataku. Galau, ku tak bisa berkata.
“Kau sudah sampai di sini? Kau sudah makan?” Lembut sekali Ibu berkata. Aku hanya mengangguk. Entah, bibirku belum siap terbuka, memperdengarkan suara. Ibu hanya tersenyum.
“Bagaimana kuliahmu hari ini? Kerjamu tidak mengganggu kuliah kan?”
Aku hanya tersenyum sambil menggeleng, dan senyuman indah kembali terlukis diwajahnya.
“Oh, ya, bagaimana dengan tulisan – tulisanmu? Sudahkah ada yang diterbitkan?”
Ku menghela nafas, tidak terfikir sebelumnya jika Ibu akan bertanya hal itu. Dua bulan yang lalu ada kiriman hadiah untuk kami dari Tuan dan Nyonya, sebuah laptop. Kami tak mengerti apa motif pemberian hadiah itu. Kami hanya bersyukur dan berterima kasih, tidak sampai berfikir jauh tentang motif. Kami hanya berkesimpulan Tuan dan Nyonya memang keluarga yang baik, sehingga masih berkenan mengingat Ibu dan aku. Mulai sejak itu aku sering mengetik cerita pendek, essay, apapun yang ada dalam benakku dan ingin kuketik maka ku ketik. Meski ku tahu tulisan – tulisanku masih begitu lugu (lucu tur wagu), Ibu selalu semangat membacanya, dan menyarankan untuk meng- share nya keberbagai media cetak.
“Maafkan aku bu, belum ada pihak redaksi yang menghubungiku…!” Aku tertunduk menjawab Ibu.
Perlahan Ibu membelai rambut kusamku, “Kau seperti Bapakmu, Fandy. Pekerja keras, pantang menyerah, sabar! Sifat – sifat Bapakmu itu yang membuat Ibumu ini jatuh cinta lebih dalam pada beliau.”
Ibu menghela nafas, masih membelai rambutku, lalu menyambung kembali ucapanya, “Sayang, kau tidak bisa melihat langsung Bapakmu, dan Bapak mu juga begitu. Jika dia ada di sini saat ini, pasti ia akan berujar bangga kau tumbuh menjadi pemuda seperti ini!”
Yah, Bapak. Tak pernah sekalipun ku melihat Bapak. Yang kudengar beliau adalah Bapak yang baik. Sopir kesayangan Tuan dan Nyonya. Sampai suatu ketika Bapak mengalami kecelakaan saat hendak menjemput Tuan di Bandara. Sebuah mobil yang katanya dikendarai pria mabuk menabrak mobil yang dikendarai Bapak. Seketika keduanya meninggal ditempat kejadian. Untungnya Tuan tidak marah apalagi menuntut ganti rugi pada keluarga kami. Saat itu aku masih berusia tiga bulan dalam kandungan Ibu. Aku belum tahu persis apa yang terjadi.
“Bagaimana keadaan Ibu? Apa yang Ibu rasakan saat ini?” Aku memberanikan diri bertanya, mengalihkan topik pembicaraan. Semoga Ibu tidak tersinggung.
“Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku anakku. Ibu merasa baik – baik saja, hanya sedikit kecapekan…, yang perlu kau perhatikan adalah dirimu anakku. Masa depanmu masih panjang, banyak yang masih harus kamu tunaikan. Jangan pernah putus asa atas segala yang mungkin tidak sesuai dengan harapanmu. Carang Wreksa, Wreksa Wilis Tanpa Patra, akan tetapi kamu harus seperti Witing Klapa, Jawata Ing Ngarcapada, tugasmu hanya berusaha dan berdoa, selebihnya adalah urusan Yang Kuasa.”

Ibu menghentikan sentuhan lembutnya di kepalaku. Ia kembali memejamkan matanya. Aku faham, beliau masih begitu lemah. Ku cium punggung tangan beliau dan perlahan berdiri, mendekati jendela. Ku pandangi gumintang yang tak lelah bersinar. Ku hela nafas panjang.
Ibu benar, masih banyak hal yang harus ku lakukan. Ku tak boleh mudah menyerah dengan kegagalan yang menimpaku. “Hhmmm” (ku tersenyum kecil) malah terbayang kisah Thomas Alva Edison yang 999 kali gagal dalam eksperimennya tapi tetap maju, akhirnya di eksperimennya yang ke – 1000 ia berhasil. Juga tentang Jazimah Al – Muhyi, sang penulis yang 36 cerpennya ditolak, sebelum naskah pertamnya dimuat di salah satu majalah terkenal di kota ini. Yah, banyak hal yang disampaikan Tuhan secara eksplisit yang wajib ku pelajari.

Kini terlintas di benakku tentang lomba menulis essay yang diadakan oleh salah satu Menteri di Negara ini. Hadiah utamanya dua puluh juta bagi pemenang pertama, bukan hadiah yang kecil, dan akan cukup untuk biaya operasi Ibu jika ku tambah dengan uang yang ada di sakuku saat ini. Aku akan berusaha, aku akan mencoba, untukmu Ibu…

***

Semarang, 16 Juni 2012
11:28 PM
Firdausi As – Syuja’i
(Mahasiswi di IAIN Wali Songo Semarang)

***

Keterangan:
Amben: tempat tidur sederhana, biasanya berkerangka kayu atau bambu
Segotak: satu ruang
Lucu (akronim Lucu tur Wagu): lucu dan aneh
Carang Wreksa, Wreksa Wilis Tanpa Patra (wangsalan edi peni) yang berarti: Ora gampang wong urip ing alam donya (tidak mudah manusia hidup di dunia)

Witing Klapa, Jawata Ing Ngarcapada (Wangsalan edi peni) yang berarti: Salugune wong mudha gelema rekasa (selugunya anak muda, hendaklah mau bekerja keras).

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.198.165.74
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia