Keluarga itu, Keluarga Baiti

Sabtu, 09 Juni 2012
07.10 wib.
Tiba2 hp-ku berdering. Satu panggilan dari nomor kamu. Seketika q angkat. Dan kamu hanya miscall. Aku terbangun dari tidurku. Ada 3 sms. Satu dari kamu dan dua lagi dari nomer tak dikenal.

085376394***
“Assalam.
Mas Slamet dimana…???”

087879428***
“Mas… kalo bisa nanti siang ke HMJ ya..
Ada yg mau dibicarakan. Penting.”

My Sweety
“Mas bangun mas.
Dah siang nich.
Kita kan mau pulang ke rumah adex.”

Aku lupa jika tadi malam aku janji mau nganter kamu pulang. Tanpa menghiraukan 2 sms yang lain aku langsung mandi. Secepat mungkin. Dan selesai. Selanjutnya dengan kecepatan 100KM/Jam aku menuju kosmu. Dan 10 menit kemudian aku telah sampai di depan kosmu. Tidak ada kamu. Tidak ada siapa2 di depan sini. Suasana masih sangat lengang di pagi ini. Akhirnya Ku ambil hanphone untuk menghubungimu. Tapi ternyata ada sms darimu lagi.

My Sweety
“Bo”k yok mas”……..

Aku hanya tersenyum membacanya. Sembari berpikir kalo2 kamu merajuk karena aku telat datang. Ku hubungi kamu tapi g kamu angkat. Ku sms juga g di balas. Pasrah dengan keadaan. Aku hanya berdiam diri diatas motorku.
Tiba2 kamu keluar……
“ngantuk mas…. bo2k aja yok” sembari tersenyum manja.
Aku membalas senyum indahmu dengan senyum serupa. Tetap duduk di atas motorku.
“g’ jadi pulang…?????” tanyaku sekedar bergurau.
“g usah lah mas. Mending bo2k aja”
“ywdah low gitu mas pulang ja yach……. hehehe”
“eh jangan lah mas…. hehehe. Ywdah ayok brgkat. Adex gnti baju dlu yach” tanpa ba-bi-bu kamu langsung melesat ke kamarmu. Dan tak lama kemudian kamu sudah berdiri disampingku.
“ayok mas…….” sambil menyeringai
“mas gak bawa jaket lho dex…hehe”
“ihhh… mas ni. Ywdah pake jaket adex nich. Biar adex pke jaket yg lain”
“ywdah berangkat yok”

Kita dalam perjalanan menuju rumahmu. Pagaruyung. Ya… itulah nama desamu. 30 menit kemudian kita sudah sampai di halaman rumahmu. Ada Mas Agung dan istrinya dirumah. Ayah dan Ibu sedang dipasar kata Mas. Dek Ayu juga udah disekolah. Maklum, ini kan hari perpisahan disekolah dek Ayu. Gitu kata Mas Agung. Kamu langsung ke kamar dan aku ngobrol dengan Mas Agung. Bercerita tentang apa saja.
Mas Agung orangnya care. Sebentar saja kami sudah sangat akrab. Seakan saudara sendiri. Padahal ini adalah hari pertama aku berkunjung ke rumahmu.
Tak lama kemudian Ayah dan Ibu pulang dari pasar. Hangat sekali kedua orangtuamu menyambutku. Bersalaman. Ku kecup punggung tangan Ayah dan Ibu. Ayah langsung turut duduk bersama kami. Sementara Ibu mungkin menuju dapur sebelum akhirnya kamu datang mengantarkan minum. Teh….. ya kamu masih ingat kalo aku g suka kopi.
Ayah bercerita tentang banyak hal. Menanyakan nama. Alamat. Kuliah. Pesantren tempat dulu aku belajar. Dan masih banyak hal yang kami bicarakan.
“pinaringan asmo sinten niki…??”
Itu adalah kalimat tanya pertama yang kudapatkan dari Ayah. Selanjutnya tentang alamat dan banyak lagi. Lembut sekali tutur bahasa Ayah. Aku jadi malu tak pandai berbahasa jawa halus. Meski bisa, tapi bahasaku tak sehalus bahasa Ayah kala bertutur kata.
Setelah bercerita agak lama, kemudian Ayah mengajakku untuk sarapan. Hanya aku dan Ayah karena Ibu sedang mengurus Dek Nafiz. Adek kecil yang baru saja lahir 3 minggu yang lalu. Dan kamu entah sedang apa dikamar. Dan lagi2 Ayah bercerita banyak hal kepadaku.
“ingkang kathah maem e.. ampun isin2 ten mriki. Kedah dipun anggep griyo piyambak.. Mas” Lagi2 aku malu dengan segala tutur kata Ayah. Lembut sekali.
Ayah mulai bercerita tentang sebuah keikhlasan.
“dulu… kakak dan Mas2 nya Baiti g ada yang kuliah Mas. Kakaknya yang pertama. Kak Heni’ dulu ingin kuliah. Tapi ya karena biaya akhirnya g jadi kuliah. Kalau Mas Budi dulu sempat kuliah selama 2 semester. Tapi kemudian berhenti karena masalah biaya juga. Sedangkan Mas nya yang kedua. Mas Agung hampir masuk kuliah. Tapi malah menikah. Keluarga calon istri minta segera menikah. Akhirnya sekarang Baiti yang baru bisa kuliah” sejenak Ayah menghela nafas. Panjang sekali. Seakan ada nada kecewa disana. Kecewa karena tak mampu membiayai putra-putrinya untuk kuliah.
“Kita mesti ikhlas dan sabar. Ikhlas dan sabar itu dekat mas. Ikhlas adalah melaksanakan apapun karena hanya mengharap ridlo Allah. Sedangkan sabar adalah menerima dan menyerahkan segala sesuatu hanya kepada Allah.”
Ayah memberikan dua definisi yang tak kudapatkan dibangku kuliah. Ayah lebih paham dari aku. Dan mungkin hampir semua teman2ku di bangku kuliah. Ikhlas yang selama ini kami ketahui adalah mengerjakan sesutau tanpa mengharap imbalan. Dan setelah aku mendengar apa yang dikatakan Ayah, aku tahu kalau definisi yang kami pahami ternyata kurang benar. Jika hanya tak mengharap imbalan, maka itu bisa berarti banyak hal. Misal mencuri, mereka yang mencuri juga tidak pernah mengharap imbalan. Lalu apakah ini bisa disebut dengan ikhlas. Tentu tidak. Atau, orang yang memberi makan kepada orang lain karena kasihan melihat orang tersebut. Lalu. Apakah ini juga bisa dibilang ikhlas. Belum tentu bukan???? Karena ikhlas yang sesungguhnya adalah sebagaimana yang barusan dikatakan oleh Ayah. Begitu juga dengan sabar.
“Saya mencoba untuk belajar menerima apa yang telah diberikan oleh Allah kepada saya. Mungkin sekarang Kakak dan Mas2nya belum bisa kuliah. Tapi saat itu saya yakin jika suatu saat nanti pasti akan ada salah satu putra atau putri saya yang akan kuliah. Dan Alhamdulillah. Akhirnya Baiti sekarang bisa kuliah mas.”
Ayah kembali mengingatkanku tentang makna ikhlas dan sabar itu.
“Ikhlas itu setiap saat dan tanpa batas, Mas. Karena selalu ada kebahagiaan yang tak terduga dalam setiap keikhlasan. Karena Allah tak pernah mengingkari janji2-NYA. Karena ikhlas adalah awal dari sebuah kebahagiaan yang tak pernah terbayangkan oleh manusia manapun. Begitu juga dengan sabar. Orang yang sabar adalah mereka yang berkata “sesungguhnya apa yang kami miliki semua berasal dariMU ya Allah. Maka kami menerima apapun yang Engkau berikan.””
Aku jadi teringat kata-kata Ibuku. Dulu waktu kecil. Ibuku sering berkata kepadaku.
“Nak…. teruslah berusaha dan belajar untuk menjadi orang yang ikhlas. Ikhlas itu pangkal bahagia nak. Tidak ada kebahagaiaan yang dapat mengalahkan rasa bahagia yang terlahir dari sebuah keikhlasan.”
********

“ayok-ayok berangkat. Dek Ayu dah nunggu disekolah” Ibu mengajakku dan Ayah agar segera berangkat ke sekolah dek Ayu. Kami pun sudah selesai makan.
Kubereskan meja makan sebelum berangkat. Tapi lihatlah. Ayah berkata kepadaku agar Ia saja yang membereskan. Aku tak mau berhenti. Dan Ayah malah membantuku membereskan meja makan. Tampak sekali ketulusan beliau. Aku jadi malu. Malu ketika terkadang enggan saat diminta untuk mengerjakan sesuatu oleh Ayah dan Ibuku dirumah. Dan sekali lagi aku mendapat pelajaran yang berharga dari Ayah.
Kamu dan Ibu sudah menunggu di depan rumah. Kita berangkat bersama2. Aku berboncengan dengan Ayah dan kamu dengan Ibu. Kami di depan jauh, sementara kamu dan Ibu masih dibelakang.
Ayah kembali bercerita tentang banyak hal. Kali ini tentang berprasangka baik dan istiqomah. Karena tak ada yang lebih berat di dunia ini selain Istiqomah. Dan tak ada yang paling sulit kecuali berprasangka baik. Selalu berpikir positif kepada siapapun. Orang yang berpikir positif akan disenangi oleh yang lain. Sedangkan mereka yang selalu berpikir negatif akan sebaliknya.
Dulu Rasulullah selalu berbaik sangka (berpikir positif/ Husnudzon) kepada siapaun. Hingga ada orang yang awalnya selalu memusuhi beliau akhirnya menjadi malu sendiri. Dan akhirnya ia pun mengikrarkan keislamannya dihadapan Rasul. Begitulah kekuatan Husnudzon (berprasangka baik). Orang yang membenci kita pun akan berbalik menjadi senang dengan kita. Dan mereka yang sayang akan menjadi lebih sayang.
Istiqomah juga begitu. Kisah Ibnu Hajar merupakan pelajaran yang paling familiar untuk menjelaskan esensi dan kekuatan Istiqomah. Tentang hal ini, bahkan ada satu syair Arab yang mengatakan bahwa Istiqomah itu lebih baik daripada seribu Karomah. Berdasarkan kisah Ibnu Hajar, kita tahu bahwa batu yang sangat keras menjadi berlubang karena tetesan air yang terus menerus. Ini adalah Istiqomah. Dan siapa saja yang mampu Istiqomah dalam menjalankan setiap sesutu, maka ia akan berhasil dalam bidang tersebut.
“di depan pelan-pelan ya mas. Kita sudah hampir sampai” Ayah mengakhiri ceritanya dengan memintaku mengurangi kecepatan laju sepeda motor sembari menunjuk arah keramaian. Sudah dekat kata Ayah. Dan ketika aku berhenti di keramaian itu, aku tahu bahwa itu adalah pasar. Kulihat Ayah turun dari boncenganku sambil berkata, “sampean antosi Baity kaleh Ibu riyen geh mas, kulo tak mundut motor” (tunggu Baity dan Ibu dulu ya mas, saya mau ambil motor).
Ayah berjalan menuju keramaian itu. Masih tampak oleh mataku, jelas kulihat Ayah berbaur sangat akrab sekali dengan masyarakat yang lain (katamu, dulu Ayah pernah jadi Kepala Desa. Dan sekarang, Ayah sering menjadi penghulu ketika ada orang dikampungmu yang menikah). Lagi-lagi aku menyaksikan betapa Ayah sangat sederhana. Ayah adalah orang yang tidak memandang kasta dalam berhubungan sosial. Kepada siapa saja dan dimana saja. Dan kini aku mengetahui kenapa kamu (My Sweety) orangnya mudah bergaul. Tidak pernah membeda2kan antara satu sama lain. Ya…. itu semua karena Ayah telah mengajarimu banyak hal. Melalui sikap yang beliau tunjukkan.

15 menit kemudian.
Kamu dan Ibu sudah sampai di pasar.
“ayok mas, sekolah dek Ayu di depan tuch…” sambil menunjuk angin kamu mengajakku untuk lanjut. Dan aku kehilangan jejak Ayah.
“ayok mas…. Ayah ada urusan di pasar. Ibu yang nemenin kita ke sekolah” sedikit naik nada suaramu karena aku masih seperti orang linglung mencari kemana Ayah pergi. Dan sesaat kemudian kita telah sampai di sekolah dek Ayu. Aku langsung mengambil gambar2 dek Ayu yang saat itu memang tengah menarikan ‘tari persembahan’ sebagai tanda selamat datang. Aku tak tahu yang mana dek Ayu. Karena memang aku belum pernah melihatnya sama sekali. Tapi Ibu kemudian datang dengan tiba2. “Itu dek Ayu yang pakai mahkota, Mas”. Dan seketika pula Ibu berlalu meninggalkanku yang terus mengambil gambar dek Ayu.
********

Selama di sekolah aku hanya mengambil foto2 dek Ayu. Kamu becanda dengan saudara2mu. Sementara Ibu dengan Ibu2 yang lain juga tampak terlibat dalam sebuah obrolan. Aku tak begitu menghiraukan kamu dan Ibu. Karena aku ingin fokus mengambil gambar2 dek Ayu.
Acara perpisahan siswa-siswi SDN Pagaruyung di akhiri dengan muhasabah. Setiap orang tua siswa diminta untuk maju kedepan. Duduk diatas tikar yang telah dibentangkan memanjang. Setiap siswa-siswi kelas 6 juga diminta duduk diatas tikar serupa. Mereka diminta duduk menghadap orang tua masing-masing.
“kepada semua siswa dan siswi diharap sungkem menyalami tangan orang tuanya masing-masing” panitia memberi instruksi yang kemudian merubah suasana menjadi hening. Membunuh setiap keangkuhan yang pernah ada dimuka bumi. Menghanguskan setiap amarah yang pernah membakar ketulusan putra-putri Adam. Mengharu birukan suasana halaman Sekolah Dasar Negeri Pagaruyung siang itu. Bagaimana tidak. Setiap siswa dan siswi kelas 6 SDN itu tengah sungkem menyalami tangan orang tuanya masing2. Dan dari atas panggung, seorang panitia tengah membacakan untaian kalimat muhasabah. Perpaduan nada suara yang indah dan kalimat2 muhasabah itu sangat serasi. Menyatu dengan suasana hening di depan halaman SDN Pagaruyung siang itu.
Aku memintamu mengabadikan susana itu dengan Video. Dan aku terus mengambil gambar demi gambar yang semoga saja suatu saat nanti dapat menjadi memory bagi kita untuk kembali pada hari ini. Ya hari ini…. Sabtu, 09 Juni 2012.

Pukul 14.55 wib.
Acara perpisahan telah selesai. Aku memintamu untuk berbicara kepada Ibu agar beliau pulang duluan. Aku masih ingin disini. Aku masih ingin mengambil foto2 lain untuk memory kita. Dan Ibu bersedia. Aku meminta dek Ayu dan teman2nya yang lain untuk berfoto bersama dengan beberapa guru yang kebetulan ada disitu. Dua, tiga foto saja menurutku cukup. Selanjutnya aku menghampiri panitia (saat itu yang menjadi panitia adalah mahasiswa UNRI yang sedang KKN di desamu). Dan aku juga meminta kepada mereka agar berfoto bersama. Mereka tidak keberatan. Kamu turut bersama barisan panitia itu. Turut berpose dengan senyum yang menurutku selalu indah.
Setelah sekian gambar terabadikan, aku mengajakmu untuk pulang. Dan saat itu siang tengah beranjak kepada waktu sore. “Kita belum sholat Dzuhur lho dek. Dan ini sudah hampir sore. Kita pulang yok..”
Sampai dirumah ternyata masih seperti pagi tadi ketika kita tiba. Ayah tidak ada dirumah dan Ibu entah mengapa belum kunjung sampai dirumah. Aku tak begitu menghiraukan apa yang ada dirumah. Langsung menuju kamar mandi dan wudlu. Selanjutnya sholat Dzuhur.
Saat hendak Takbiratul Ihram, lamat2 kudengar suara Ibu. Sepertinya Ibu baru saja sampai dirumah. Tapi Ayah dimana. Ah entah lah… aku tak menghiraukan semuanya. Aku sholat Dzuhur di kamarmu. Ku amati setiap sudut kamar sebelum aku sholat. Tak ada yang aneh. Ada dua lemari pakaian di kamar. Satu menghadap ke arah barat dan satu lagi ke utara. Rapi dan harum sekali. Aku serasa betah berada dikamarmu.
Aku sudah selesai dari sholat Dzuhur. Saat keluar dari kamar kudapati Ayah sedang duduk di sofa ruang tamu. Lagi2 beliau mengajakku makan. “waktunya makan siang, mas” tutur beliau sambil mengajakku berjalan ke dapur. Aku nurut saja. Kali ini Ayah tidak bercerita banyak sebagaimana pagi tadi. Kali ini beliau lebih banyak bercerita tentang masakan yang sedang kami makan. Dan setelah selesai. Masih sama seperti tadi pagi. Ayah seperti tidak ingin aku membereskan piring2 yang kami gunakan untuk makan.
“Saya Sholat Dzuhur dulu mas. Sampean ngobrol2 sama Ibu dan Baiti di depan ya” beliau berlalu menuju kamar mandi.
Seperti kerbau yang dicocok dihidungnya, aku langsung menuju teras. Kulihat Ibu, Kamu, Mbak Heni’, Dek Ayu, Mas Agung, Dek Nafiz, dan beberapa tetangga lain tengah bercerita. Sepertinya kalian tengah berbagi rasa. Rasa yang dapat menyatukan setiap individu bagai ikatan keluarga. Dan inilah cara yang sangat baik yang diajarkan oleh nenek moyang kita. Kulihat Dek Ayu sedang bercerita tentang kisah yang ia alami di sekolah selama satu hari ini. Mas Agung disamping Ibu yang tengah menggendong Dek Nafiz. Mbak Heni’, kamu dan tetangga yang lain tengah berbagi cerita. Sekali lagi kusaksikan dengan mataku. Betapa indah dan hangat sekali kulihat suasana di depan teras rumahmu siang itu. Keindahan dan kehangatan dari sebuah keluarga yang mengajarkan banyak hal kepadaku. Dan “KELUARGA ITU, adalah KELUARGA BAITI”.

Nama Penulis: Slamet Mulyani
Blog: http://mulyanidhewe.blogspot.com

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 172.68.65.99
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia