Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah Aku

Hari Sabtu, hari nasional tanpa buku. Ah itu dulu. Sekarang kapan pun, hari apa pun, jam berapa pun, aku harus rela menunda istirahatku hanya demi ngejar-ngejar dosen pembimbing yang super sibuk. Ternyata begini repotnya nyusun skripsi. Juga hari ini. Bu Lia memintaku datang ke kampus. Itulah alasan kenapa aku di sini sekarang. Tepat di depan kantor jurusan Pendidikan Seni Rupa UPI.
Aneh sekali. Skripsiku ini lagi-lagi tak luput dari dosa-dosa kecil penggunaan EYD. Perbaikan lagi. Cetak ulang lagi. Keluar uang lagi. Intinya akhir minggu di bulan ini uangku semakin menipis.
Aku berjalan menuju kantin. Kampus tidak seramai biasanya, tentu saja. Aku sudah menginjak anak tangga terakhir. Lelah juga naik turun tangga lantai tiga. Di hari Sabtu ini tak sedikit yang datang ke kampus. Dua orang duduk di kursi dekat pintu masuk, satu orang sedang baca mading, beberapa orang mengotak-atik komputer tempat cek nilai, dan satu orang yang baru masuk gedung ini dan menyapa orang disana-sini. Pak Ridwan.
“Pagi Re!” giliran ia menyapaku.
“Pagi Pak!” aku tersenyum.
“Aaaah bapak apaan? Cuma beda satu tahun juga. Mau kemana?”
“Hehe. Ke kantin dulu Pak.”
Aku pergi setelah berpamitan. Heuheu. Siapa sangka kakak tingkatku saat SD yang pernah satu kelas denganku gara-gara ia tinggal kelas, sekarang malah melompatiku jauh sekali. Kuliahnya selesai dalam waktu tiga setengah tahun. Jenius. Takdir memang sulit ditebak. Padahal dulunya ia nakal sekali. Kalau hari Senin ia tak mengembalikan bolpoinku, hari Selasa ia menghilangkannya. Kalau hari Rabu ia meminjam paksa buku Prku, besoknya ia akan tanpa sengaja menghanguskannya. Pokoknya aku selalu menangis dibuatnya. Bukan aku saja, teman-temanku juga. Siapa sangka juga sampai malam kemarin sebelum kemarin ia masih membuatku menangis. Dasar orang nakal seumur hidup.
Waktu itu aku benar-benar menangis karena dia. Tak mengerti kenapa, suaranya saat membacakan ayat-ayat Alquran dua tahun lalu selalu membuatku gelisah. Entah apa yang salah dengan suaranya. Hanya saja, terlalu indah. Karena suara itu aku menangis sejadi-jadinya. Tepat di jam setengah sebelas malam dibawah selimut yang tebal, air mataku mengalir meleleh di bantal biruku. Aku berusaha keras mengusir suara itu, tapi tak berhasil.
Aku ingin seperti yang lain. Aku ingin bisa mengatakan ini padanya. Aku ingin mengatakan aku mengaguminya. Atau lebih?
“De biarlah kekaguman, rasa sayang, dan kecintaan kita terhadap seseorang menjadi rahasia antara kita dan Allah saja. Kalau kamu memang menyadari rasa itu mulai tumbuh dalam hatimu, cukuplah Allah yang Tahu. Cukuplah Allah bagiku, maka cukuplah aku.” Ini adalah nasihat murabiku beberapa minggu lau, seakan ia menyadari kerisauanku.
“Kamu tahu de, berpuasa itu luar biasa sulit. Bahkan mungkin sampai kita sakit. Bener? Tapi coba gimana rasanya waktu kita berbuka? Nikmat luar biasa.”
“Anggaplah apa yang kita lakukan saat ini adalah puasa menahan perasaan kita. Biarkan nikmat itu datang disaat yang tepat, di saat yang seharusnya. Cobalah untuk mengendalikan hatimu de. Tulang rusuk itu tak akan tertukar kok!” begitulah beliau menguatkanku dan aku percaya itu.
Bertahun kulewati dengan menahan rasa itu. Biarkan Allah yang mengatur segalanya. Biarkan Allah menepati janjinya. Aku tak pernah meragukannya sedikit pun. Aku juga tak ingin mengkhianati-Nya dengan mengumbar perasaanku pada orang lain. Cukuplah Allah bagiku, maka cukuplah aku.
Pagi ini aku sudah siap dengan perlengkapan mengajarku. Sejak enam bulan lalu aku mengajar di salah satu SD di Bandung sebagai relawan. Setiap mau berangkat, bunda selalu memperhatikanku detail. Mulai dari jilbab, baju, rok, bros, sepatu, kaos kaki, semuanya bunda perhatikan.
“Pakaian dan jilbab ini yang akan melindungimu saat bunda sedang jauh dari kamu.” Kata-kata ini yang selalu dikatakan bunda padaku. Beruntungnya aku memiliki bunda seperti beliau.
Bunda adalah wonder woman yang hidup di dunia nyata. Bunda adalah Khadijahnya ayah. Bunda tak pernah memberikan sedikit pun hatinya pada orang lain selain ayah walaupun ayah pergi sejak aku masih kecil sekali, 5 tahun. Hebatnya, bunda membesarkanku dan membiayaiku sendiri hingga sekarang aku hampir lulus S1 hanya dengan uang dari hasil usaha Rumah Coklatnya. Anehnya, bunda justru tak pernah suka dengan makanan atau minuman dengan rasa coklat. Perempuan teraneh yang pernah kukenal. Alhasil, keanehannya itu ia turunkan padaku.
Bandung sore agak mendung di jalan Braga. Angin sore memainkan rambut orang-orang yang lewat. Tidak padaku, karena jilbab ini. Angin saja tak berani menyentuhku. Mataku berbinar menikmati pemandangan lukisan-lukisan hebat karya seniman jalanan. Kadang itu hanya lukisan telapak tangan yang biasa saja, tapi karya seni didalamnya luar biasa. Begitu pula dengan makna yang terkandung didalamnya.
Belum satu jam jalan-jalan, bunda menelponku dan memintaku segera menemuinya di Rumah Coklat kami. Malang sekali, tiba-tiba turun hujan.
“Ass, bun ujannya lumayan gede. Nggak bawa payung. Lupa. Aku pulang telat yah.” SMS dikirim.
Aku berteduh di tukang batagor. Hujannya masih deras, berpetir pula. Sejak kecil aku suka sekali hujan, tapi tidak dengan petirnya. Orang-orang berlarian menuju tempat teduh. Disampingku dua siswa SMA laki-laki dan perempuan yang unyu-unyu malah asyik foto sana foto sini. Hhhh dasar anak kecil. Tahu apa mereka soal hidup? Padahal mungkin orang tua mereka begitu khawatir karena mereka belum pulang. Ah, mana mengerti mereka soal itu.
Baru saja aku mengeluarkan buku yang baru kubeli sepulang dari SD siang tadi, seseorang dari dalam taksi yang berhenti tepat didepanku memanggil namaku.
“Rere!” Aku celingukan. Orang itu membuka pintu mobil. Turun dari sana dan menghampiriku. Musibah.
“Lho? Ngapain disini Re?” Tanyanya sambil menyapu sisa air hujan di rambutnya.
“Mmmm mau pulang. Tapi hujan Pak.”
“Ya udah, ikut aja. Gimana?” Pak Ridwan menawarkan.
“Hmmm nggak perlu. Makasih.”
“Udah, nggak papa. Ikut aja. Ujannya juga belum tentu cepet reda.” Lama-lama ia memaksa. Mala petaka.
Akhirnya aku naik juga. Bayangkan gimana rasanya berada dalam satu mobil dengan orang yang sangat tidak ingin kita temui. Bahagia. Lho? Entahlah. Taksi melaju dengan hati-hati. Bandung kali ini macet sekali. Satu menit, diam. Lima menit, tak ada suara. Sepuluh menit, akhirnya ia mengajakku ngobrol juga.
“Kamu abis dari mana Re?” Jantungku berontak.
“Jalan-jalan aja Pak.”
“Ini kan bukan di kampus, panggil kakak aja napa?”
“Hmmm.” Aku tersenyum.
Ah, panggilan apa itu? Aku semakin kaku. Aku buka buku baruku biar terlihat sibuk. Membaca pun aku tak nyaman. Bagaimanapun, kami berada dalam satu mobil dan satu tempat duduk, bersebelahan. Hhh kenapa sempit sekali? Kenapa perjalanannya lama sekali?
“Eh kita ke rumah kamu atau ke toko kamu?”
“Ke toko aja.” Aku tersenyum lagi lalu segera menunduk. Aku benci bila mataku menemukan matanya sedang berbicara padaku. Matanya menakutkan. Mmm lebih tepatnya mengagumkan.
“Hmmm iya iya. Udah lama juga nggak ketemu bunda kamu. Bunda kamu serem kalau lagi marah. Gara-gara bikin kamu nangis tiap hari, akhirnya dimarahinnya juga tiap hari.” Ia tersenyum mengingat kejadian itu. Dulu sekali.
“Dulu itu kita teman atau bukan yah? Heuheu.” Aku tertawa kecil.
“Dulu kamu paling aneh soalnya. Eh bukan, tapi paling lucu. Paling gampang nangis, cerewet, nggak suka coklat juga. Aneh. Nggak disangka sekarang bisa jadi segini diemnya.”
“Orang kan pada berubah kak. (Lagian aku diem kalau deket kakak doang).” Eh aku panggil dia kakak?
“Iya yah? Kamu juga udah gede sekarang.” Tertawa.
Setelah perjalanan yang lama sekali dengan beribu kekakuanku, akhirnya kami sampai juga di toko bunda. Kak Ridwan ikut turun menemui bunda. Rumah coklat bunda ramai dikunjungi orang. Gerimis-gerimis gini orang senang nyicip coklat panas. Pegawai yang tidak lebih dari lima orang terlihat kerepotan. Bunda menyuruhku membantu.
Bunda bingung saat Kak Ridwan menghampirinya. Tentu saja bunda sudah lupa padanya. Kak Ridwan menyalami bunda dan bunda semakin bingung.
“Saya Ridwan bun.”
“Ridwan?”
“Teman SDnya Rere.”
“Ooooo Ridwan yang nakal itu?” Kak Ridwan tertawa. “Sekarang kok ganteng yah?” Bunda mempersilakan Kak Ridwan duduk di kursi yang masih kosong.
“Iya dong bun. Haha. Bunda gimana kabarnya?”
“Bunda mah selalu baik nak.” Kata bunda dengan logat Sunda.
Aku melihat mereka berbincang cukup lama. Aku pergi ke dapur. Saat aku kembali, kak Ridwan sudah pulang. Syukurlah. Aku bisa mencairkan kekakuanku. Bunda juga beraktivitas lagi. Hampir lupa, aku belum salat ashar.
Hujan yang biasanya dingin membekukan, kini ia sejuk menyejukkan. Entah tadi itu anugerah atau musibah. Aku hampir mati ketakutan. Takut menampakkan sesuatu yang tak seharusnya ditampakkan. Puasa ini adalah puasa yang paling sulit yang pernah kulakukan.
Toko kami mulai sepi. Sudah hampir jam lima. Toko hanya buka sampai setengah enam sore. Aku melihat para pegawai juga mulai bersiap untuk pulang. Bunda menghampiriku yang baru keluar dari mushala.
“Kok bisa pulang bareng sama nak Ridwan?”
“Iya bun. Tadi ketemu di jalan. Udah jadi asdos sekarang bun.”
“Waaah alhamdulillah dong yah?”
Sampai di rumah, bunda memberikan sesuatu padaku. Katanya dari Kak Ridwan.
“Apaan bun?”
“Itu undangan dari Nak Ridwan.” Petir yang paling kutakuti menyambar tepat di hatiku.
“Undangan?” Remuk.
“Katanya Nak Ridwan mau menikah besok lusa.” Hancur.
Lagi-lagi ia membuatku menangis. Aku mengerti sekarang. Aku bukan tulang rusuknya yang hilang. Setidaknya aku tak perlu berpuasa lagi. Malam ini aku bisa berbuka. Ternyata berbuka puasa itu tak senikmat yang kubayangkan.
“Teh aku berbuka malam ini. Menunya nggak enak.” Aku mengirim SMS pada murabiku.
“Sabar de. Kalau memang sekarang nggak enak artinya Allah mempersiapkan yang lebih untukmu suatu hari nanti. Jangan berhenti untuk memohon de. Allah pasti mengabulkan doamu. Hanya saja mungkin langsung dikabulkan, ditunda, atau diganti. Bila Dia mengabulkan doamu dengan menggantinya, artinya Dia sudah mempersiapkan yang lebih baik untukmu. Percayalah de! Allah Maha Mendengar. ?”
“Mudah-mudahan teh. Makasih.”
Aku dan bunda menghadiri pernikahan Kak Ridwan. Aku melihatnya. Isterinya cantik sekali dan shaleha sudah pasti. Dilihat dari sisi mana pun tak ada kekurangan. Mungkin ini yang namanya takdir. Seseorang dengan nilai 9 akan mendapat jodoh yang sebanding. Begitu pula seseorang dengan nilai 2 akan mendapat pasangan hidup yang tak jauh dari nilai itu. Sudah dituliskan sejak sebelum mereka lahir ke dunia bahwa mereka akan hidup di rumah yang sama. Ia telah mendapatkan kembali tulang rusuknya yang dulu hilang. Selamat kak! Insyaallah aku ikhlas.
Satu bulan, hidupku sangat tenang. Dua bulan, aku ujian sidang. Tiga bulan, kabar buruk. Isteri Kak Ridwan dikabarkan meninggal kecelakaan. Innalillah. Takdir yang mempertemukan mereka, takdir pula yang memisahkan mereka. Aku dan bunda menghadiri acara pemakaman. Semua orang di sana bersedih. Dengan mata yang sembab, Kak Ridwan masih sempat tersenyum padaku dan bunda. Aku belum pernah melihat Kak Ridwan sesedih ini.
Setelah berpusing-pusing dengan skripsi, akhirnya tiba pula di hari wisuda. Hari yang selalu ditunggu semua mahasiswa. Bunda sangat bahagia. Mudah-mudahan ayah juga bahagia. Ayah melihatku?
Tiga bulan lagi aku akan mengajar di salah satu SMA di Bandung. Aku juga melukis sebagai hobi dan untuk menambah penghasilan. Keuangan membaik, tapi masalah percintaan belum juga ada titik terang.
“Bunda punya calon untuk kamu.” Gumam bunda tiba-tiba saat aku membantunya di toko.
“Calon apa bun? Aku belum…”
“Mau keburu tua?” Bunda memotong.
Dua hari kemudian orang itu datang ke rumah. Ia sangat sopan dan ramah, shaleh pula. Bunda sangat menyukainya. Aku tak banyak bicara, tapi aku akan menerimanya bila memang ia jodohku. Baru beberapa hari kami saling mengenal, bunda ingin aku segera menikah. Aku tak keberatan. Terlalu lama menunda pun tak baik.
Untuk ketiga kalinya ia datang ke rumahku. Kali ini kami membicarakan pernikahan.
“Nak, bunda pikir kamu mau datang dengan orang tuamu. Kenapa malah datang sendirian?”
“Orang tua saya di Malaysia bun. Mengunjungi kakak saya.”
Hari itu ditentukan pernikahan akan dilaksanakan awal bulan depan. Setidaknya aku masih punya waktu setengah bulan lagi untuk menikmati masa lajangku. Aku masih sering ke kampus. Untuk sekedar bertemu dosen atau makan di kantin bersama temanku yang lain yang belum wisuda. Atau pergi ke botanical garden dengan pohon-pohon mati, perpustakaan.
Aku senang membaca novel walaupun tak terlalu pintar mengolah kata menjadi tulisan. Kali ini aku membaca Negeri Lima Menara.
“Re!” Tersenyum.
Orang ini masih saja menakutkan. Bukan, mengagumkan. Masih juga membuatku tiba-tiba terserang kekakuan yang aneh. Kak Ridwan. Apa dia mau menggangguku lagi?
“Kak!” Balas tersenyum.
“Udah lama nggak ketemu. Belum ngasih selamat. Selamat yah udah jadi alumni.”
“Makasih.” Tersenyum lagi. “Ngapain di perpus kak?”
“Ngga ngapa-ngapain. Nyari buku aja. Kebetulan jam kosong. Rumah juga kosong. Jadi kesini aja. Kamu ngapain?”
“Sama.”
Bersyukur ia sudah tersenyum lagi. Mudah-mudahan ia segera menemukan pengganti almarhum isterinya.
“Perpus nggak pernah sepi yah?” Gumamnya sambil membuka-buka buku ditangannya.
Kami mengobrol sebelum akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Terlalu lama bersama seseorang yang sering membuatku menangis bisa berefek buruk pada kesehatan batinku.
Satu minggu sebelum pernikahan, undangan disebar. Bunda sibuk mempersiapkan pernikahanku. Membuat banyak sekali cokelat sebagai cemilan untuk nanti di pernikahan. Calon suamiku tiba-tiba berangkat ke Malaysia untuk menjemput orang tua dan kakaknya.
Tiga hari sebelum pernikahan, ia belum juga pulang ke Bandung. Aku bingung. Bunda memintaku menelponnya.
“Halo assalammualaikum.”
“Waalaikummussalam Re!”
“Pernikahan kita tiga hari lagi. Kapan pulang ke Bandung?” Tanyaku pada orang di sebrang sana.
“…….” Diam.
“Halo!” Telpon diputus.
Dua hari sebelum pernikahan, ia belum juga menemuiku. Bunda mulai panik. Tepat di jam 10 pagi, aku menerima SMS darinya.
“Re, maaf! Kita tak bisa menikah. Saya masih bertanggungjawab atas isteri dan putera saya di Malaysia. Maaf juga karena saya berbohong. Orang tua saya sedang di rumah menantunya. Bukan kakak saya. Sekali lagi maafkan saya. Sebenarnya saya sudah hampir bercerai, tapi takdir tidak mengizinkan kami. Mudah-mudahan kamu mengerti. Salam untuk bunda.”
Air mata mengalir tak terbendung. Hatiku sakit sekali. Bunda tak segera ku beri tahu. Aku tak mau melihatnya merasakan sakit sepertiku. Aku pergi menenangkan diri. Di jam 9 pagi, mesjid Alfurqon UPI biasanya sepi.
Sesampainya di mesjid, aku buru-buru ke lantai tiga. Kejutan. Murabiku ada di sana. Aku berjalan ke arahnya, duduk memeluknya. Ia menenangkanku.
“Kenapa de?” Ia bertanya dengan lembut saat aku masih memeluknya erat. Aku tak mampu berkata apapun. Hanya menangis.
“De!”
“Teh, dia batalkan pernikahan.” Aku sesenggukan. Murabiku mulai mengerti.
“Denger de! Teteh rasa, Allah mempertemukan kamu dengan orang yang belum tepat sebelum Dia pertemukan kamu dengan orang yang tepat. Kamu perempuan baik juga cantik. Tak mungkin Allah menjadikanmu nomor dua bagi suamimu. Jodohmu pasti akan segera datang. Kamu hanya perlu sedikit bersabar untuk menunggu.”
Saat pulang, aku segera menceritakan apa yang terjadi pada bunda. Bunda menangis juga merasa bersalah karena membiarkanku merasakan sakit seperti ini. Aku tahu, bunda lebih sedih dariku. Kami hanya bisa saling menguatkan satu sama lain.
Seharusnya hari ini aku sudah memiliki suami. Kenyataannya aku malah menangisinya. Sejak hari itu, aku hanya bolak-balik rumah-toko. Bersyukur tidak lama lagi aku harus mengajar. Setidaknya aku bisa mmbuang kesedihanku sedikit demi sedikit.
Satu bulan berlalu. Aku belum mau membicarakan pernikahan walaupun sempat ada orang yang melamarku. Aku takut sekali dengan yang namanya kegagalan.
“Re, ada nak Ridwan.” Aku menghampiri bunda yang sedang duduk bersama Kak Ridwan. Toko memang tak seramai biasanya. Kami sedikit lebih santai.
“Gimana Re di sekolah?”
“Alhamdulillah lancar-lancar aja kak.”
“Tumben mampir kak?”
“Iya, ada urusan sama kamu dan bunda.” Aku bingung, bunda juga.
“Gini bun, niat saya kesini sebenarnya ingin meminta restu bunda untuk menikahi puteri bunda.” Lagi-lagi petir itu menyambar tepat di hatiku.
Bunda menunggu jawabanku tapi aku belum tahu harus menjawab apa. Aku hanya diam. Butuh waktu untuk memutuskan. Tidak, kurasa ini adalah jawaban dari doaku selama ini. Allah bukan menggantinya, tapi menundanya. Kuputuskan untuk menerimanya.
“Teh, orang yang tepat itu tanpa kucari pun datang sendiri padaku. Sekarang aku merasakan berbuka yang sesungguhnya. Aku yakin, tulang rusuknya adalah aku.”
“Alhamdulillah de :) ”
Akhirnya aku bisa mengatakan ini. Selamat berbuka!

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.224.230.51
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia