Tianna Dan Peri Yang Dikutuk

Aku membuka lembar demi lembar album foto yang sudah lama sekali. Album itu berisi foto-foto diriku bersama kedua sahabatku dulu, tapi sekarang mereka berubah, mereka bukan sahabatku lagi. Bulir bening di ujung mataku perlahan menetes membasahi pipiku. Terkadang aku tersenyum sambil mengenang masa-masa indah ketika bersama sahabatku. Aku ingat sekali ketika kami bertiga membuat rumah pohon dan pergi ke danau sambil membuat burung-burung kecil yang terbuat dari kertas. Setiap sepulang sekolah kami pergi ke rumah pohon itu, kami saling berbagi cerita suka ataupun duka, kami bercanda tertawa bahkan bercerita hal yang tidak masuk akal.

Setelah aku membuka lembar terakhir dari album itu, aku menemukan tulisan tangan mereka. Kami berjanji bahwa kami akan menjadi sahabat sejati selamanya. Dan kami pernah mengukir nama kami bertiga di pohon besar dekat rumah pohon kami.

Melihat wajah-wajah mereka tertawa gembira dalam album foto itu membuat aku seperti kembali ke masa lalu bersama mereka.

Semua itu cukup mengobati rasa rinduku pada mereka. Lalu kuletakkan di meja belajarku sementara. Dan aku membongkar sedikit demi sedikit barang-barang yang sudah lama dalam lemari kecil di kamarku. Untung saja aku menyimpannya di tempat yang aman dan rapi, kalau tidak pasti barang-barang ini akan hancur di gigiti tikus-tikus kecil.

Dalam lemari itu aku menemukan buku diary-ku yang sudah lama, aku membacanya dan betapa malunya aku pada diriku sendiri, karena hal-hal yang tidak jelas kutuliskan di buku itu.

Aku ingat sekali bahwa dulu aku selalu mengharapkan pergi ke dunia lain yang ajaib, bertemu dengan para peri, tidak pernah ingin menjadi dewasa, bisa berbicara pada hewan, bisa terbang, memiliki rumah pohon, mempunyai kekuatan sihir, dan sebagainya.

Aku ingat betul masa-masa itu. Dan salah satu hal yang sudah tercapai dari keinginanku tersebut adalah aku sudah memiliki rumah pohon bersama dua sahabatku waktu itu.

Selesai membaca sekilas buku diaryku, lalu aku meletakkannya dekat album foto itu.

Dan ku bongkar lagi isi lemari itu, ternyata didalamnya masih ada barang atau hadiah yang diberikan oleh sahabatku, seperti kalung, boneka, baju, dan beberapa barang yang lainnya. Bahkan burung-burungan dari kertas itu masih ada, walaupun sudah hancur.

Lalu aku menghapus air mataku lalu aku tersenyum bahagia karena aku masih bisa mengenang masa-masa itu dengan beberapa barang yang sangat berkesan bagiku.

Ku kembalikan semua barang yang tadi ku bongkar, dan ku susun rapi di dalam lemari. Aku tidak ingin barang-barang itu hilang. Lalu ku tutup lemari itu dan ku kunci.

Rasanya aku ingin seperti diriku yang dulu lagi. Aku sangat ingin merasakan hal indah seperti dulu sekali lagi.

Lalu aku berdiri dan mengambil gitar di pojok kamarku dan bergegas pergi ke rumah pohon yang dulu. Tidak peduli rumah pohon itu masih ada atau tidak, sudah rapuh atau belum, yang penting aku merasa senang.

Saat sebelum keluar dari kamar, aku sempat melirik lemari besar di dekat pintu kamarku, aku teringat saat itu aku sering masuk dalam lemari karena aku ingin masuk dunia ajaib seperti Narnia. Dan jendela itu, aku benar-benar ingat bahwa dulu setiap malam sebelum tidur, aku selalu menunggu Peter Pan datang untuk mengajakku terbang pergi ke Neverland dan tidak pernah tumbuh menjadi dewasa.

Akupun langsung pergi keluar kamar setelah beberapa saat teringat hal-hal seperti itu.

Aku masih ingat dimana tempat rumah pohon kami berada, tidak terlalu jauh dari rumahku. Aku pergi kesana menggunakan sepeda.

Singkat cerita, aku mengayuh sepedaku dengan cepat dan akhirnya aku tiba disana.

Rumah pohon itu ternyata masih ada, tapi kayunya sudah mulai rapuh karena kami membuatnya sudah 2 setengah tahun yang lalu, pohon-pohon besar yang berdiri kokoh lainnya di sekitar rumah pohon kami masih sama seperti dulu.

Lalu aku pergi ke danau dimana waktu itu kami sering membuat burung-burungan kecil dari kertas. Danaunya masih seperti dulu. Masih terlihat indah. Aku menyempatkan diri duduk di kursi tepi danau itu dan membuat burung-burungan kecil dari kertas, setelah itu aku menaruh burung itu di atas genangan air danau tersebut.

Setelah itu aku kembali ke rumah pohon. Aku duduk di atas rerumputan hijau dan bersandar di bawah pohon besar, pohon yang terdapat ukiran nama kami bertiga. Sambil bersenandung lagu dan diiringi suara gitar yang kumainkan. Dulu kami sering bernyanyi bersama-sama di bawah pohon ini.

Rasanya aku ingin menyihir tempat ini dan rumah pohon ini seperti dulu lagi. Aku ingin sekali kembali ke masa lalu.

Tiba-tiba aku menghirup aroma kue dan sarden, tak tahu dari mana aroma itu berasal. Sepertinya ada yang tinggal di sekitar sini, padahal sebelumnya tidak ada orang yang mau bertempat tinggal disini.

Aku berdiri dan mencari sumber aroma itu, dan aku melihat seorang anak laki-laki yang sedang mengumpulkan kayu bakar.

Aku terus mengintipnya di balik pohon besar.

“Danny, cepat masuk ke dalam,” teriak seorang wanita dari dalam pohon—sepertinya ia tinggal di dalam pohon besar—dan aku bisa menebak suara itu pasti suara ibunya. Tapi aku bingung, bagaimana bisa mereka membuat rumah di dalam pohon?

“Iya bu, sebentar lagi,” kata Danny,

Tiba-tiba tangan kiriku di gigit semut “Aww,” tidak sengaja aku mengeluarkan suara dari dalam mulutku. Setelah aku melihat ke arah Danny, ia sudah menghilang. Mungkin dia mendengar suaraku tadi.

Ketika berbalik badan, aku terkejut sekali! Karena Danny ada dihadapanku. Matanya yang berwarna biru menatap mataku dengan tajam. Aku takut dia marah padaku.

“Maaf, aku tidak bermaksud mengganggumu,” kataku gugup, “baiklah, jika kau marah, aku akan meninggalkan tempat ini,”

Sepertinya ia ingin memarahi diriku, tapi ibunya datang dan melihatku sambil tersenyum. Ibunya sangat cantik. Benar-benar cantik.

“Danny… Kenapa kau tidak mengajak temanmu masuk ke dalam?” Tanya ibunya,

“Bu, tadi…” Belum selesai berbicara tapi ibunya sudah memotong pembicaraan Danny.

“Oh tadi kau sudah mengajaknya? Tapi kau tidak pernah memberitahu ibu kalau kau memiliki teman perempuan. Dia cantik dan manis,” kata ibunya sambil merangkul bahuku, “siapa namamu, sayang?”

“Aku? Namaku Tianna,” kataku, aku mencoba menjelaskan kepadanya bahwa aku bukan temannya Danny tapi ibunya langsung mengajakku ke dalam rumahnya dan tampaknya Danny kesal padaku.

Saat ibunya membuka pintu rumahnya, mataku terbelalak seakan tidak percaya ini semua. Bayangkan saja pohon besar yang didalamnya adalah rumah yang besar dan mewah. Ruangannya benar-benar luas sekali.

Di sebelah kanan ada ruang tempat tidur, dan tempat keluarga. Disebelah kiri ada meja makan yang panjang, meja itu penuh dengan makanan yang membuat air liurmu menetes, semua makanan itu tersusun rapi.
Di bagian depan dekat pintu masuk adalah ruang tamu.

“Apa kau lapar?” Tanya ibu Danny,

Aku menggeleng sambil tersenyum,

“Baiklah, kalau begitu kau main di dalam rumah saja bersama Danny,” kata ibunya, “oh iya, kau suka membaca buku tidak?”

“Iya aku suka sekali membaca buku cerita,” kataku sambil mengangguk.

“Kebetulan Danny suka mengkoleksi buku-buku cerita, jadi kami membuatkannya perpustakaan kecil. Kau boleh kesana jika kau mau membaca beberapa buku.” ucap ibunya Danny, “Danny, kau jangan diam saja. Ayo ajak Tianna kesana,”

Dengan terpaksa Danny mengantarkanku karena perintah ibunya.

“Maaf ya jika aku membuatmu kesal,” kataku pada Danny setelah kami berada di perpustakaannya, “aku jadi merasa bersalah,”

“Ya,” jawabnya singkat.

Sebelumnya aku belum pernah sama sekali melihat atau membaca buku-buku ini. Bukunya memang menarik. Sangat menarik. Dan yang lebih hebatnya lagi, sampul bergambar ataupun gambar-gambar yang ada dibukunya bisa bergerak. Dan aku sempat melihat buku yang berisi mantra-mantra, sejarah, dan semacamnya.

“Dan, sejak kapan kau tinggal disini?” Tanyaku,

“Sejak rumah kami dihancurkan karena lahannya akan dijadikan pabrik,” jawabnya, “kami kehilangan saudara-saudara dan teman-teman kami. Yang tersisa hanya sedikit, para peri juga tidak banyak lagi. Kami tidak tahu harus pergi kemana lagi. Jadi satu-satunya tempat terdekat ya tinggal disini,”

“Tapi kalau boleh aku bertanya, kau ini apa sebenarnya?” Tanyaku,

“Aku. Aku adalah peri yang di kutuk menjadi manusia. Bukan hanya aku, masih banyak peri-peri yang di kutuk menjadi manusia. Aku tidak bisa menjelaskan mengapa kami di kutuk menjadi manusia,” Jawabnya sambil menjelaskan, “kau tahu kenapa tadi aku ingin marah karena kau memata-mataiku di balik pohon besar? Itu karena aku menganggap manusia adalah makhluk yang jahat. Aku terlanjur benci pada manusia karena mereka sudah menghancurkan rumahku, menghancurkan hidupku, menghancurkan hal yang berharga bagiku, termasuk mereka telah membunuh Ayahku,”

Sejenak kami berdua terdiam, tidak ada sepatah katapun yang keluar dri mulut kami. Tapi aku melihat betapa sedihnya Danny mengingat Ayahnya.

“Sebenarnya aku tidak ingin berteman denganmu, tapi karena ibu aku terpaksa berteman denganmu. Ibu mengatakan bahwa tidak semua manusia di dunia ini jahat,” kata Danny,

“Jadi selama ini kau membenci manusia? Oleh karena itu beberapa manusia menggambarkan peri sebagai sosok yang usil dan suka mengganggu manusia,” kataku dengan nada agak tinggi,

“Jangan menyalahkan kami! Yang membuat ulah manusia duluan. Para peri marah dan mereka mengganggu manusia,” kata Danny, ia seperti kesal denganku.

“Kau tahu? Dulu aku selalu mengharapkan bertemu dengan peri baik yang mau berteman denganku. Tapi justru aku bertemu peri jahat yang membenci semua manusia,” kataku, “aku setuju dengan ibumu, bahwa tidak semua manusia jahat, ada beberapa manusia dari sekian banyak manusia yang masih peduli dengan lingkungan alam mereka, dan bisa dikatakan aku salah satunya. Begitupun dengan peri, aku percaya tidak semua peri jahat dan membenci manusia, pasti ada peri yang baik, salah satunya adalah ibumu,”

Lagi-lagi kami terdiam untuk beberapa saat.

“Baiklah, aku akan pulang. Kalau kau tidak mau berteman denganku, aku tidak akan pernah mengganggumu lagi, asalkan kau membiarkan aku pergi ke rumah pohon di depan sana, karena itu tempat yang—” aku langsung berhenti berbicara, “maaf aku tidak bisa menjelaskannya, yang jelas rumah pohon itu sangat berarti,”

Setelah itu aku langsung pergi meninggalkan ruangan itu dan berpamitan pada ibunya Danny, lalu pulang ke rumah.

Sekarang aku percaya bahwa peri itu masih ada. Seandainya aku masih bersahabat dengan Emma dan Amy, aku akan menceritakan semua hal yang terjadi di dekat rumah pohon tadi. Tapi sayangnya mereka berdua sudah melupakan hal-hal seperti itu. Sekarang mereka sudah sibuk dengan teman-teman barunya yang lebih gaul daripada aku dan bahkan mereka sudah memiliki pacar yang keren seperti yang telah mereka idam-idamkan.

Setelah pulang sekolah, aku langsung pergi ke rumah pohon. Ketika sampai disana, aku melihat Danny sedang memperbaiki rumah pohonku dan sekarang rumah pohon itu menjadi seperti dulu lagi.

“Hai Tianna,” sapa Danny, “akhirnya kau datang juga. Aku ingin meminta maaf padamu tentang kejadian kemarin karena sikapku yang kurang baik,”

Aku hanya tersenyum, “tidak apa-apa. Tapi aku sangat berterimakasih padamu karena kau sudah memperbaiki rumah pohon ini,”

“Sama-sama,” kata Danny, “Oh iya, tadi saat sedang membereskan rumah pohon ini, aku menemukan kotak kecil ini, dan aku membukanya dan ada beberapa kertas lalu aku membaca kertas-kertasnya. Ternyata rumah pohon ini menjadi kenangan indah dirimu bersama dua sahabatmu ya?”

Aku hanya mengangguk.

Tidak kusangka kertas-kertas dan gambar-gambar itu masih di dalam kotak. Serta burung-burungan yang kami buat, kukira sudah hancur atau hilang.

Kertas-kertas dalam kotak itu berisi mimpi-mimpi dan keinginan kami.

“Maaf ya jika aku membaca kertas-kertas ini semua. Karena aku sangat penasaran,” kata Danny, “aku juga membaca keinginan-keinginanmu,”

“Sungguh? Hahaha, aku malu sekali. Karena itu keinginan yang tidak masuk akal,” kataku sambil tertawa kecil,

“Iya,” kata Danny, “Tianna, Sekarang kita berteman ya?”

Aku mengangguk senang karena Danny tidak membenciku lagi.

“Sekarang aku ingin menunjukkanmu sesuatu, tapi ini rahasia. Kuharap kau bisa menjaga rahasia ini. Oke?” kata Danny,

“Oke, aku janji,” kataku sambil tersenyum.

Lalu kami berdua berpegangan tangan. Dan tidak kusangka aku terbang bersama Danny! Baru kali ini aku terbang. Rasanya seperti terbang bersama Peter Pan.

“Ini salah satu keinginanmu ‘kan?” tanya Danny, “jika kau takut ketinggian, pejamkan saja kedua matamu. Bersiaplah! Kita akan menuju suatu tempat,”

Aku memegang tangan Danny erat-erat, dan kamipun mendarat di suatu tempat, kata Danny tempat ini tidak jauh dari rumahnya, jadi tempat ini masih satu kawasan dengan rumah pohonku. Sampai di tempat ini, lagi-lagi Danny membuatku tidak percaya. Peri-peri berterbangan di sekitar pohon-pohon, tempat ini benar-benar indah! Disisi lain, ada hewan-hewan yang bisa berbicara, ada juga peri yang di kutuk menjadi manusia. Ini semua nyata. Semuanya seperti sihir. Aku tidak bisa menjelaskannya lagi.

“Tianna, aku tahu kau senang, tapi kuharap kau jangan memberitahu siapa-siapa,” kata Danny, “maaf, Tianna kita tidak bisa berlama-lama disini, karena peri disini juga ada yang membenci manusia. Jadi kita harus pergi sekarang, karena kurasa aku telah membuatmu cukup merasa senang, iya ‘kan?”

Aku hanya mengangguk senang. Dan kamipun langsung terbang dan kembali ke rumah pohon itu.

Hari itu aku menghabiskan waktu bersama Danny, dan aku makan siang bersama ibunya serta beberapa teman-temannya.

Sudah beberapa hari ini aku berteman dengan peri yang dikutuk menjadi manusia, yaitu Danny, serta teman-temannya. Rasanya aku seperti mendapat kebahagiaan yang dulu lagi, walaupun bukan bersama Emma dan Amy.

Tapi, tadi pagi di kelas aku tidak sengaja mendengar pembicaraan Amy, Emma, dan teman-temannya bahwa orangtua Amy dan Emma bekerjasama untuk mendirikan perusahaan besar, dan sepertinya perusahaan itu akan didirikan di dekat rumah pohonku, otomatis rumah Danny, dan rumah para peri akan dihancurkan.

Aku termenung sambil duduk di kursi. Mencari cara agar tempat itu tidak jadi dibuat perusahaan. Aku tidak ingin kehilangan Danny, dan aku tidak bisa membiarkan tempat tinggal mereka hancur.

“Tianna, ada apa denganmu?” Tanya ibuku,

“Tidak bu,” kataku sambil tersenyum, “menurut ibu, jika ada orang yang ingin mendirikan perusahaan di tempat yang merupakan tempat tinggal makhluk hidup bagaimana?”

“Jika ada orang yang tinggal di tempat itu, ya seharusnya perusahaan itu didirikan di tempat lain, atau boleh saja perusahaan itu didirikan asal mereka mengganti atau membawa orang yang ada di tempat itu ke tempat yang lebih layak,” kata ibu, “memangnya kenapa?”

“Aku hanya meminta pendapat ibu saja,” kataku.

Saat itu juga aku langsung pergi ke kamar dan bergegas mengambil handphone-ku. Aku masih menyimpan nomor Amy, semoga saja ia mengangkatnya walaupun sudah lama kami tidak saling menyapa satu sama lain.

“Hallo,” Amy mengangkat telepon dariku,

“Halo, Amy? Ini aku Tianna. Ku dengar orangtuamu bekerja sama dengan orangtua Emma untuk mendirikan perusahaan besar ya? Aku senang orangtua kalian bekerja sama. Tapi bisakah kau bilang pada orangtuamu, tolong jangan dirikan perusahaannya disana. Karena ada beberapa orang yang tinggal disana. Dan makhluk hidup yang tinggal disana. Oh ya! Kau ingat? Rumah pohon yang kita buat waktu itu juga masih disana,” aku langsung menjelaskan tujuanku menelpon Amy.

“Hey Tianna! Tumben sekali kau tiba-tiba meneleponku dan langsung bilang seperti itu. Memangnya kenapa? Kau takut jika rumah pohon itu hancur dan kau akan kehilangan kenangan kita yang dulu?” Tanya Amy sambil tertawa licik, “biarkan saja rumah pohon itu hancur, lagi pula kita sudah tidak bersahabat lagi ‘kan? Jadi jangan pernah memohon-mohon padaku. Biarkan ayahku dan ayah Emma mendirikan perusahaan itu. Lagipula orang-orang yang tinggal disana pasti akan di bayar oleh Ayah. Toh nanti mereka juga pergi ke tempat lain. Kok kamu yang ribet sih? By the way udah ya, aku sibuk. Oh iya satu lagi, sejak tadi pagi proyeknya udah di mulai, jadi mungkin rumah pohon kita udah dihancurkan. Bye Tianna. Have a great day!” Amy langsung memutus teleponnya.

Aku terkejut saat Amy mengatakan bahwa proyeknya sudah di mulai sejak tadi pagi. Pikiranku mulai tidak tenang. Aku memikirkan Danny dan para peri yang tinggal disana. Tanpa basa-basi lagi aku pergi ke sana.

Saat tiba disana, aku melihat mobil-mobil besar yang telah menghancurkan tempat itu. Rumah pohonku dan rumah Danny sudah hancur. Ketika aku di tempat itu. Mobil-mobilnya mati, mungkin para pekerja sedang beristirahat dan makan siang.

Pada saat itu juga aku pergi ke tempat para peri untuk mencari Danny dan Ibunya. Walaupun sempat tersasar akhirnya aku sampai di tempat para peri. Tiba disana, semua peri langsung menatapku dengan tatapan yang tidak enak. Termasuk Danny.

“Ternyata kau sama seperti manusia lainnya Tianna,” kata Danny sambil menatapku sinis, dimatanya terbesit kebenciannya pada diriku, “kukira kau baik, tapi kenapa kau lakukan semua ini pada kami? Kukira kau teman baikku. Tapi apa? Kau memancing orang-orang itu kesini dan mendirikan bangunan besar disini. Lalu dimana kami akan tinggal? Kau benar-benar jahat!”

“Aku benar-benar tidak melakukan semua ini. Semua ini karena orangtua sahabatku yang ingin mendirikan bangunan itu. Jangan salahkan aku. Aku sudah mencoba membujuk sahabatku. Aku mencoba menolong kalian semua,” aku berusaha menjelaskan.

“Maaf Tianna, tapi kau tidak dapat di percaya lagi. Kami akan pergi dari sini dan tolong jangan pernah mengganggu kami lagi,” ucap ibunya Danny.

“Tapi tolong jangan pergi. Berikan aku kesempatan sekali lagi untuk menggagalkannya. Aku akan berusaha agar proyek ini gagal,” kataku.

Lalu aku pergi meninggalkan mereka.
Dan tiba di dekat rumah pohon yang sudah hancur, aku langsung menemui ayah Amy dan Emma. Aku memohon pada mereka agar mengagalkan proyek ini. Tapi mereka tidak mau mendengarkanku.

“Pak, tolong jangan buat tempat ini sebagai tempat perusahaan bapak. Bapak mungkin bisa mendirikannya di tempat lain. Tolong jangan di tempat ini. Saya mohon,” sekali lagi aku memohon,

“Kami bisa saja membuatnya di tempat lain, tapi kamu harus membayar kami,” kata Ayah Amy.

Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa. Pikiranku kacau dan aku bingung. Aku pulang ke rumah untuk meminta bantuan ibu. Siapa tahu cerita dengan ibu, dan ibu akan menjelaskannya pada orangtua Amy dan Emma.

Tapi di tengah perjalan menuju rumah, sebuah truk besar yang mungkin akan pergi ke tempat proyek itu menabrakku. Aku terpental dan tergeletak di pinggir jalan. Padahal aku sudah mengendarai sepedaku dengan benar dan berhati-hati. Tapi tidak tahu mengapa aku bisa sampai tertabrak.

Aku merasakan sakit dan memar-memar di seluruh tubuhku. Rasanya tulangku ingin rontok. Aku sulit bergerak. Dan darah dari hidung dan keningku terus menerus keluar. Jalanan saat itu sepi, jadi aku tidak bisa meminta bantuan.

Bunga-bunga yang masih segar bertaburan di atas gundukan tanah yang empuk. Dan di atas tanah itu terdapat batu nisan yang bertuliskan namaku. Keluargaku serta teman-temanku yang ada disana menangis, termasuk ibuku. Ia seperti belum bisa menerima kenyataan bahwa aku telah pergi selamanya. Setelah semua orang meninggalkan pemakamanku, hujan turun dengan deras. Hal yang masih terpikirkan dikepalaku adalah, kuharap Danny dan keluarganya aman dan masih tetap hidup. Aku tahu mereka membenciku dan aku tidak bisa menyelamatkan mereka.

Dan aku tahu, pasti Danny, Ibunya dan para peri hingga saat ini masih ada. Mereka bersembunyi di tempat yang benar-benar aman. Mereka tinggal di tempat yang jauh dari manusia.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.158.21.176
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia