Jalan Hidupku

Ku pandangi langit sore ini. Terasa kelam dan redup, meski sebenarnya hari ini cerah. Namun hati yang risau ini membuatku merasa kelam. Aku duduk di depan rumah yang hanya berdinding kardus-kardus bekas. “Sampai kapan aku terus begini? Huft… Aku ingin sekolah,” ucapku dalam hati sambil melamun. “Dion, kamu nggak ngaji, Nak?” Tanya Ibu yang keluar dari pintu rumah. “Nggak, Bu. Dion lagi malas,” jawabku singkat.

Ibu menyandingku duduk di atas kursi panjang. Dan memberiku nasehat, agar aku tetap semangat dalam segala hal. “Lho, nggak boleh gitu donk. Memangnya kamu tidak ingin jadi orang sukses? Kamu ingin jadi dokter, kan? Ayo donk semangat, Dion nggak boleh malas ngaji yach. Siapa tahu kamu bisa jadi penerusnya Ustadz Falah (guru ngajiku),” tutur Ibu sambil mengelus rambutku. “Bagaimana Dion bisa jadi dokter kalau Dion nggak sekolah? Dion ingin sekolah, Bu…” jawabku cetus. Ibu hanya diam dan menundukkan kepala. Mukanya terlihat gelisah dan sedih. “Sabar ya, Nak. Bapak dan Ibu akan berusaha mencari uang untuk biaya sekolah kamu. Yach?” ucap Ibu sembari memelukku. Aku bersyukur mempunyai orang tua yang sangat menyayangiku. Akhirnya aku mau berangkat ngaji. Karena tak perlu mengeluarkan biaya, dengan semangat aku melangkah menuju masjid di dekat kampungku. Aku termotivasi oleh nasehat-nasehat Ibu tadi. Aku harus bisa bahagiakan Bapak Ibuku.

Di rumah…
Ketika Bapakku baru pulang kerja memunguti sampah, Ibu sudah menunggu di teras. Dia menjelaskan bahwa aku benar-benar ingin sekolah seperti teman-temanku. Bapak dan Ibu begitu resah memikirkan bagaimana mendapatkan uang untuk menyekolahkan aku. Sepulang mengaji, aku bantu Bapak merapikan dan memilah sampah dan barang bekas yang baru ia punguti di perumahan-perumahan kotaku. Tiba-tiba Bapak menyodorkan beberapa buku bekas yang dia ambil dari sampah-sampah untukku. “Dion, ini buat kamu. Kebetulan tadi ada ibu-ibu membuangnya, untuk sementara kamu belajar ini dulu ya, Nak,” ucap Bapak. Aku terdiam sejenak melihat buku-buku itu, lalu ku ambil dan ku buka lembar demi lembar. Betapa malangnya nasib buku itu, padahal masih memiliki banyak manfaat meski sudah jelek dan kusut.

Selesai membantu Bapak, ku rapikan, ku tata dan ku pelajari buku-buku yang ku dapat dari Bapak tadi. Alhamdulillah aku bisa memahaminya, meski tak banyak dan meski buku itu untuk pendidikan SMP, padahal umurku baru 10 tahun. Melihatku sedang belajar, Ibu duduk menyandingku sembari bertanya, “Belajar apa Dion?” “Ini, Bu. Tadi Bapak menemukan buku-buku bekas di sampah. Trus, dikasih ke Dion. Lumayanlah buat belajar,” jawabku penuh semangat. Tanpa sepengetahuanku, air mata Ibu menetes karena melihatku belajar. Mungkin Ibu merasa prihatin atas nasibku yang tak kunjung sekolah karena keterbatasan ekonomi.

“Mmmm… Bu, kok para ahli bisa tahu ya organ-organ dan jaringan tubuh manusia. Apa mereka membunuh manusia dulu lalu dibelah?” tanyaku tentang isi buku yang sedang ku pelajari. Ibu mengusap air matanya, lalu menjawab “Ibu juga tidak tahu, Nak. Dulu Ibu mu ini hanya lulusan SD. Yang jelas mereka pasti mempunyai alat-alat canggih. Tidak mungkin membunuh manusia. ”Banyak yang belum aku pahami tentang isi buku itu, salah satunya tentang Ilmu Alam. Tapi aku juga tak tahu, kepada siapa aku bertanya tentang isi buku ini? Bapak dan Ibuku hanyalah lulusan SD, karena dulunya mereka juga terhambat ekonomi.

Keesokan harinya, aku sengaja bangun pagi-pagi sekali, sholat tahajjud, bantu-bantu Ibu, dan mandi. Lalu aku segera bersiap untuk berangkat ke salah satu sekolah besar di kotaku dan mengikuti pelajaran, meskipun secara diam-diam. “Mau ke mana, Dion?” Tanya Ibu yang sedang memasak nasi. “Ke sekolah, Bu. Dion ingin melihat suasana sekolah di SMP 1 Budi Utomo,” jawabku sambil merapikan rambut di depan cermin. “Tapi kamu kan belum sarapan. Sarapan dulu ya?” “Nggak usah, Bu. Aku minum air putih saja,” ucapku sembari mengambil segelas air putih di atas meja. Ku cium tangan Ibuku. Dengan semangat aku berangkat menuju SMP 1 Budi Utomo yang lumayan jauh dari tempat tinggalku. “Assalamu’alaikum…” teriakku keluar dari pintu rumah. “Wa’alaikumsalam… Hati-hati ya, Nak.” jawab Ibu khawatir, sambil terus melihatku berjalan semakin jauh dari rumah. Aku berjalan menelusuri rel kereta api dan pasar-pasar yang sudah ramai sejak tadi. Fajar pagi yang mulai muncul di ufuk timur dan lalu lalang kota metropolitan mengiringi langkahku berjalan, semangatku semakin berkobar ketika aku melihat beberapa pelajar berangkat sekolah dengan seragam rapi, dan mengenakan tas. Semakin dekat langkahku dengan SMP yang kutuju, langkahku mulai ragu. Aku lihat para siswa berseragam rapi dan mengumbarkan senyum cerah di pagi ini. Keceriaan mereka tak seperti aku, yang hanya menghabiskan waktu untuk memunguti sampah. Awalnya aku ingin pulang lagi, tapi nasehat dan motivasi Ibu selalu terngiang di pikiranku. Akhirnya aku beranikan diri, aku mantapkan langkahku menuju belakang sekolah secara diam-diam.

Ketika bel masuk kelas, jam pelajaran dimulai. Aku perhatikan dari jendela luar sudut kelas, guru sedang mengajar muridnya. Seolah aku juga muridnya, aku pahami betul penjelasan dari guru itu. Dan aku catat di buku tulis bekas pemberian Bapakku.

Hal itu aku lakukan rutin sampai beberapa Minggu, bangun pagi dan semangat menuju sekolah itu. Serasa aku sudah bersekolah seperti teman-teman lain. Tapi suatu hari, seorang tukang kebun di sekolah itu memergokiku, dia mengira aku pencuri. Padahal aku hanya ingin belajar. Akhirnya aku diseret ke ruang keamanan. Seorang satpam bermuka seram dan bertubuh besar memakiku habis-habisan. Bahkan dia sempat memukulkan tongkatnya ke kedua tanganku. Aku hanya bisa diam dan menangis, lalu aku diusir dari sekolah itu. Satpam itu mendorongku keluar pintu gerbang sekolah. Aku pulang dengan langkah lunglai, tubuhku begitu lemas, aku seperti sampah kaleng yang ditendang jauh-jauh. Ya Allah… kenapa mereka tak mengerti bahwa anak seperti aku sangat ingin sekolah.

Sejak kejadian itu, aku sama sekali tak pernah menginjakkan kaki di sekolah itu lagi. Rasa kesal, marah dan kecewaku pada tukang kebun dan satpam itu masih terpendam di dalam hati. Aku sangat kecewa karena aku difitnah. Namun tekadku untuk bersekolah dan mencari ilmu tak akan pernah pudar. Aku ingin mewujudkan cita-citaku menjadi dokter. Semakin hari ambisiku semakin besar. Aku selalu berdo’a kepada Allah agar cita-citaku bisa tercapai, dan aku bisa membahagiakan Bapak Ibuku.

“Bapak, kok nggak ada buku yang dibuang lagi ya?” tanyaku ketika membantu Bapak memunguti sampah-sampah di perumahan. “Yahh.. semoga saja ada. Biar kamu bisa belajar,” jawab Bapak sambil mengais-ngais sampah. Aku sangat berharap bisa menemukan buku-buku bekas lagi. Entah angin apa yang membawaku ke jalan buruk. Ketika perjalanan pulang melewati pasar besar di kotaku, aku lihat sebuah dompet mewah terjatuh dari saku seorang mahasiswi. Tanpa berpikir panjang, langsung saja ku ambil dompet itu tanpa ada yang tahu. Lalu, ku masukkan ke saku celanaku. Seolah tak ada apa-apa, aku ikuti lagi langkah Bapak pulang. Sesampainya di rumah, hidangan nasi dan tempe sudah disiapkan Ibu di atas meja.
“Dion, makan dulu ya? Trus sholat dan ngaji,” tutur Ibu setelah ku letakkan barang-barang bekas hasil pungutanku dengan Bapak. “Iya, Bu,” jawabku sembari berjalan mengambil piring.

Selesai makan dan mandi, aku berangkat ke masjid untuk mengaji, sekalian aku sholat ashar di sana. Sebelum berangkat ku buka sejenak dompet yang ku dapat dari pasar tadi. Aku terkejut, dua belas lembar uang 100 ribuan dan beberapa lembar 50 ribuan memenuhi dompet warna klasik yang terlihat mewah itu. Juga beberapa lembar foto pemilik dompet itu, beserta KTPnya yang bertuliskan nama “Alya Nur Alita”. “Wah… uang sebanyak ini bisa buat biaya sekolahku donk,” ucapku dalam hati yang riang ini. Pikiranku tertuju pada khayalan ketika aku sudah berseragam rapi dan berkumpul bersama teman-teman untuk belajar. Ah.. aku ngaji dulu, tak lama lagi aku akan masuk sekolah. Khayalanku menghilang. Ku tutup kembali dompet itu dan ku selipkan di bawah bantal, lalu aku berangkat ngaji. Selang beberapa menit setelah aku pergi, Ibu sengaja merapikan kamarku dan menemukan dompet itu di bawah bantal. “Astaghfirullahal’adzim… dari mana Dion mendapatkan barang ini?” Ibuku terkejut dan langsung memanggil Bapak. “Mas Aryo…!!” teriaknya Mendengar teriakan itu, Bapak bergegas menuju sumber suara. “Ada apa, Bu?” “Lihatlah Mas…” jawab Ibu sambil menunjukkan isi dompet itu. “Hah??!! Milik siapa ini, Bu?” Bapak pun terkejut. “Aku juga tidak tahu. Aku menemukannya di bawah bantal Dion, Pak.” Ibu dan Bapak semakin khawatir. Dan mereka mengira bahwa aku mencuri dompet itu dari seseorang. Mereka menunggu kedatanganku di dalam rumah. Selang setengah jam. “Assalamu’alaikum…” Aku masuk rumah dan mencium tangan Bapak dan Ibu. “Wa’alaikumsalam..” jawab Bapak Ibu serempak.

“Dion, duduk sini dulu, Nak,” tutur Ibu lembut. Aku merasa ada yang aneh. Tak biasanya Bapak dan Ibu terlihat serius seperti ini. Suasana pun hening sejenak. Hatiku bertanya-tanya, “Ada apa ini?” “Dion, dari mana kamu dapatkan dompet ini?” Tanya Ibu memulai pembicaraan sambil menunjukkan dompet mewah itu. Aku hanya diam menundukkan kepala. Jantungku berdetak kencang. “Dari mana, Dion? Jawab..!!!” bentak Bapak sambil menatapku tajam. Jantungku seperti tersambar petir, Bapakku tak pernah semarah itu padaku. “Jawab jujur, Nak. Dari mana dompet ini?” lanjut Ibu dengan suara lembut. Ibuku memang sangat sabar dalam menghadapi anaknya yang bandel ini. “A… aku.. aku nemu..” jawabku gugup.

Keringatku mulai mengucur di leher. “Jangan bohong kamu!! Kamu…” kemarahan Bapak semakin memuncak, hampir saja tangannya diayunkan ke mukaku. Untungnya Ibu berusaha menahannya. “Mas… Jangan!! Dia anak kita satu-satunya,” gertak Ibu sambil menahan tangan Bapak. “Dion, kamu jangan bohong. Jawab yang jujur, Nak. Insya Allah jika kamu jujur, Bapak tidak akan memarahi kamu lagi,” lanjutnya. Air mataku mulai menetes, dan semakin mengalir. “Aku ingin sekolah… Aku ingin sekolah seperti teman-teman yang lain…” ucapku sambil menangis terisak-isak. “Lalu dari mana kamu dapat dompet dengan uang sebanyak ini, Dion…” sahut Ibu. Sedangkan Bapak masih berusaha menahan amarahnya.
“Tadi waktu lewat pasar, dompet itu jatuh dari saku orang. Trus Dion ambil. Dion pikir uangnya bisa untuk bantu Bapak Ibu menyekolahkan Dion,” jawabku sambil terus menangis.

“Ya… Allah… Bukan begitu caranya, Dion… Itu haram! Kenapa tidak kamu kembalikan pada pemiliknya?” kata Bapak yang amarahnya mulai mereda. Aku hanya terdiam menunduk, menyesali perbuatanku. “Dion… Bapak dan Ibu akan berusaha keras mancari uang untuk biaya sekolah kamu. Tapi bukan dengan cara yang haram. Kita juga harus sabar dengan cobaan ini. Bapak janji akan menyekolahkan kamu, Nak,” lanjutnya. Ibu juga mengangguk atas perkataan Bapak. Ku coba mengangkat kepalaku dan menatap Bapak Ibu. Meski air mata ini terus mengalir. “Maafkan Dion, Bapak, Ibu…” “Jangan diulangi lagi ya, Nak,” tutur Ibu sembari memelukku, Bapak pun juga ikut memelukku. Air mataku semakin mengalir deras, betapa bodohnya aku melakukan hal yang sangat dilaknat Allah. Dan betapa bahagianya aku masih mempunyai orang tua yang sangat menyayangiku. “Ya sudah. Besok Bapak bantu kamu mencari pemilik dompet ini, ya…” kata Bapak. Aku mengangguk.

Esok harinya di pagi hari, aku dan Bapak kembali menekuni pekerjaan yang dilakukan Bapak sejak aku lahir. Memunguti dan mengais-ngais sampah di pasar, sambil mencari pemilik dompet yang bernama Alya Nur Alita itu. Ku telusuri setiap sudut pasar sambil ku amati foto KTP yang ada di dompet itu. Setelah kira-kira 2 jam aku mengitari pasar, akhirnya ku temukan pemilik dompet mewah itu. “Maaf, Kak. Apa ini dompet Kakak?” tanyaku menghentikan langkahnya. “Oh iya, Dek. Alhamdulillah… Dari mana kamu menemukannya?” tanya perempuan berjilbab itu. “Maaf, Kak. Kemarin waktu terjatuh dari saku Kakak, langsung aku ambil. Tapi demi Allah, aku sama sekali tidak mengambil uangnya sepeserpun.” Dia membalasnya dengan senyum lebar, seolah melihat kelucuan pada diriku.

“Iya… Kakak percaya kok sama kamu. Mmmm… nama kamu siapa?” tanyanya sambil mengelus rambutku. “Dion,” jawabku singkat. Dia pun juga memperkenalkan dirinya padaku. Panggilannya adalah Kak Alya. Aku terlibat perbincangan dengan anak orang berduit itu, dan kita semakin mengenal dekat meskipun baru pertama kali bertemu. Tak lama berbincang-bincang, Bapak datang menghampiriku. Kami pun saling mengenal hingga terlihat akrab. Bahkan Kak Alya tahu apa yang ada dalam pikiranku. Aku sangat ingin bersekolah. Pantas saja, karena kak Alya kuliah di jurusan Psikologi. Suatu hari kak Alya berkunjung ke rumahku yang kecil, kumuh, dan sangat tidak nyaman. Baru kali ini aku temui seorang yang cantik dan baik hati. Aku, Bapak, Ibu dan kak Alya berbincang-bincang dan saling bertukar pengalaman. Ketika Ibu menceritakan kehidupan keluarganya yang selalu miskin, air mata kak Alya mulai mengalir di pipinya, dia terharu. Begitu juga Bapak dan Ibu. Sedangkan aku, lebih tak kuasa menahan tangis.

Aku lari keluar rumah, ku kerahkan seluruh tenagaku untuk berlari sekencang-kencangnya. Entah bisikan apa yang membuatku berhenti tepat di tengah rel kereta api. Pikiranku serasa kacau. Aku ingin mengakhiri semua beban dan penderitaan ini. Aku tak mau membebani Bapak Ibu lagi. Aku berdiri memejamkana mata, dan berharap kereta akan datang menindas tubuhku yang tak berguna ini. Bapak, Ibu dan kak Alya berusaha mengejarku dan mencegahku. Kak Alya pun langsung menarikku keluar dari rel dan memelukku erat sambil menangis. “Kamu kenapa Dion?” tanya kak Alya. “Dion.. Kamu kenapa, Nak? Jawab!” sambung Bapak. Aku terdiam sejenak. “Aku tak mau membebani Bapak dan Ibu terus. Selama ini Dion hanya menyusahkan Bapak Ibu. Dion tidak bias sekolah. Dion tidak bisa bahagiakan Bapak Ibu. Biarkan Dion pergi… Dion tidak berguna…!!” teriakku kencang. Suara kereta melaju kencang mengiringi teriakanku. Angin berhembus mengikuti arah kereta melaju dan menghempas rerumputan di sekitar rel.

“Tidak Dion!! Kamu sangat berguna buat Bapak dan Ibu. Kamu anak kami satu-satunya…” sahut Ibu yang menangis terisak-isak. Ibu sangat menyayangiku, dan beliau sangat takut kehilangan aku. “Sadar Dion! Masa depan kamu masih panjang. Kakak yakin, kamu pasti akan jadi orang yang bisa membahagiakan Ibu Bapak. Yach…” ucap kak Alya sembari memegang kedua bahuku.

Semuanya terdiam, hanya isak tangis yang terdengar. Kak Alya merasa trenyuh, dia berusaha berpikir dan mencari jalan keluar untuk bisa meringankan beban keluargaku. Akhirnya dia mengajakku kembali ke rumah, Bapak dan Ibu mengikuti dari belakang. Sesampainya di rumah, kak Alya memutuskan untuk merawatku di rumahnya yang sungguh bagaikan istana. Sedangkan Bapak dan Ibu membantu pekerjaan rumah. Ibu membantu kak Alya dan keluarganya untuk merawat rumah serta memasak, dan Bapak membantu tukang kebun untuk selalu merawat tanaman yang mengelilingi rumah keluarga kak Alya. Tak ku sangka, keluarga kak Alya begitu baik. Mereka mau menyekolahkan aku dan memperlakukan Bapak Ibuku seperti keluarga sendiri.

Sepuluh tahun kemudian, akhirnya aku lulus kuliah. Bapak, Ibu dan keluarga kak Alya sangat senang mengunjungiku waktu wisuda di kampus tempatku kuliah. Sungguh, Allah Maha Adil. Tak ku sangka, aku juga mendapat penghargaan sebagai wisudawan termuda dan berprestasi. “Terima kasih, kak. Dion sangat berhutang budi pada kakak dan keluarga. Terima kasih..” ucapku ketika kupeluk kak Alya. “Iya Dion. Kakak dan keluarga sangat senang Dion jadi orang sukses. Semoga Allah selalu melindungi kita semua ya..” jawab kak Alya dengan senyum lebar. Kini, aku menjadi seorang dokter spesialis bedah di rumah sakit daerahku. Aku sangat bersyukur, Allah mendengarkan do’aku, cita-citaku sejak kecil yang ku anggap hanya mimpi yang tak pernah menjadi nyata, akhirnya menjadi kenyataan. Dan aku bisa membahagiakan Bapak Ibuku. Terima kasih ya Allah… terima kasih kak Alya, aku sangat merasa berhutang budi pada kakak dan keluarga kakak.

Tapi, belum genap satu bulan aku menjalani profesiku, musibah telah menimpa kak Alya. Dia dan suaminya mengalami kecelakaan maut. Mobilnya jatuh ke jurang ketika perjalanan berlibur. Aku pun berusaha membantu menyembuhkan luka mereka yang parah. Namun Allah berkehendak lain, nyawa kak Alya dan suaminya tak bisa di tolong lagi. Ya Allah… hati ini sangat terpukul, kenapa begitu cepat kebahagiaan ini untuk kak Alya, belum sempat aku membalas kebaikannya, tapi dia sudah pergi ke dunia lain, selamanya. Tapi aku selalu berharap, kebaikan yang selama ini dia berikan pada keluargaku, akan dibalas oleh Allah. Sekali lagi, terima kasih kak Alya, kebaikanmu akan selalu melekat di hatiku. Dan maafkan kesalahanku, Bapak dan Ibu selama ini.

~ The End ~

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · admin@nomor1&mdot;com · terms of use · privacy policy · 23.20.193.33
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia