Kami Tak Berwajah

Pukul sepuluh pagi, kereta tiba di stasiun. Terlambat lima belas menit karena perbaikan jalur, sebuah hal yang sangat tidak biasa terjadi. Rumor mengatakan bahwa ada sekelompok teroris yang merusak magnet rel, yang lainnya menuduh kelompok anti-pemerintah, dan lain-lain. Namun aku tahu bahwa semua itu tidak benar.

Rel rusak karena putusnya arus. Sumber listriknya, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir yang terdapat di Cirebon, mengalami kerusakan pagi ini. Aku tahu karena aku bekerja di sana, dan belum ada sejam lalu aku dikabari kerusakan tersebut.

Kereta mulai meluncur, tanpa suara, secepat peluru menuju Jakarta. Aku bersandar di kursiku, menghela napas pelan. Minggu ini bukanlah minggu yang baik, apalagi dengan semua investigasi yang dilakukan terhadapku dan seluruh badan keuangan yang kukepalai.

Setelah pikiranku terasa lebih baik, aku meraih koperku dan mengeluarkan koran hari ini yang ku beli di stasiun. Sebagian besar isinya adalah berita internasional, dan nyaris semuanya adalah mengenai krisis ekonomi di Amerika Serikat. Negara tersebut memutuskan untuk meminjam uang lagi ke Cina, semalam. Padahal ku pikir keputusan mereka untuk menjual tanah mereka ke Brazil sudah cukup buruk. Sepertinya mereka sangat putus asa.

“Permisi bu, apakah ibu perlu baik-baik saja?”

Aku menoleh dan melihat seorang ibu-ibu duduk di kursi beberapa meter dariku. Wajahnya tampak agak pucat, dia berkeringat dan menggigil. Dia mendongak saat seseorang berjalan mendekatinya, berdiri di depannya dan menanyakan pertanyaan barusan.

Salah. Bukan seseorang, melainkan sebuah robot.

“Sebenarnya… saya agak demam,” Ibu-ibu tersebut berkata. “Tapi tidak apa-apa… beberapa hari lagi saya akan ke dokter.”

Robot itu tak berwajah. Di lokasi yang harusnya terdapat sebuah kontur hidung, mulut, dan apapun yang membentuk wajah pada manusia normal, padanya hanya terdapat sebuah bidang mulus kosong. Putih, tanpa ekspresi. Namun dari caranya menunduk, postur tubuhnya, hingga posisi lengannya saat dia berbicara dengan ibu-ibu tersebut, seolah terpancar segenap rasa pengertian yang sangat tinggi.

Dia mengangguk. Setelah diam beberapa saat, robot itu berkata, “Medis kereta akan tiba di sini dalam lima belas detik, bu. Mohon menunggu sebentar.”

“Ah, tidak usah…” kata si ibu, menggeleng. “…saya tak apa-apa kok, cuma demam biasa…”

“Tidak apa-apa. Selama ibu berada di kereta ini, segala kondisi ibu, dari kesehatan, keselamatan, hingga kesejahteraan ibu, adalah tanggungjawab kami,” kata robot itu.
Sebuah robot berlari melewati depanku dengan sangat cepat, gesit dan anggun dalam tiap langkahnya. Aku memandangi saat robot tersebut, yang memiliki corak merah muda di bagian dadanya, berhenti di depan si ibu-ibu dan mengulurkan telapak tangannya, yang bersih dan polos, ke pergelangan tangan ibu-ibu tersebut.

Aku memalingkan wajahku sementara si robot medis memberikan sebuah obat kepada si ibu, dan menunggunya menelannya. Dalam beberapa menit kondisi si ibu akan membaik, dan kemudian berterima kasih kepada kedua robot tersebut, kemudian keduanya akan kembali berjalan, berkeliling kereta untuk menjaga semua penumpang.

Kalender menunjukkan tahun 2014 saat generasi pertama robot perfect-humanoid melangkah di daratan. Dua kaki, dua tangan, tubuh yang serupa dengan manusia, berbahan polycarbon, memiliki rangka yang sangat kokoh, dan dapat di program sesuai dengan kebutuhan, dengan segera mereka menjadi perhatian masyarakat dunia. Pembuatnya, seorang ilmuwan dari negara Indonesia, mematenkan mereka dan meneken kontrak dengan perusahaan mobil lokal untuk memproduksi mereka secara masal.

Hasilnya sangat sukses. Tahun 2015, berbagai bidang pekerjaan vital dan berbahaya di berbagai penjuru dunia di ambil alih oleh robot. Perusahaan tersebut, perusahaan mobil lokal dari sebuah negara yang terpuruk akan korupsi mendadak berubah menjadi raksasa teknologi internasional. Produksi dan pengembangan robot terus berlanjut, dengan tujuan utama sebagai pembantu manusia. Tak ada satu profesi pun yang tak bisa dilakukan mereka.

Tahun 2017, melalui kerjasama dengan berbagai pihak, perusahaan tersebut mengubah nama mereka menjadi Company dan mulai membagikan robot-robot secara cuma-cuma ke berbagai tempat di Indonesia. Mereka menjadi pekerja bangunan, pekerja tambang, pekerja umum, hingga pembantu rumah tangga. Dana perawatan di tanggung oleh pemerintah, dan khusus untuk robot-robot yang bekerja di industri, biaya di tanggung industri tersebut.

Selama beberapa belas tahun terakhir, setelah meninggalkan sistem ekonomi liberal, negara Indonesia semakin maju sementara negara-negara Barat mulai lumpuh karena ekonomi. Namun kemajuan tersebut tidaklah cukup. Korupsi dan kejahatan masih kental, sangat amat kental di Indonesia. Hingga akhirnya, pada tahun 2019, seorang Presiden yang baru terpilih – seorang pemuda, ambisius, idealis, dan keras – memerintahkan Company untuk mulai memproduksi robot guna kepentingan penegakan hukum.

Sempat ada kontroversi di sana. Pihak kepolisian menentang rencana tersebut, namun setelah uji coba lapangan, terbukti bahwa para robot bisa lebih efektif dalam mengatasi berbagai masalah hukum di masyarakat. Dan bagaimana tidak? Mereka kuat. Mereka tangguh. Mereka tidak mengenal toleransi terhadap pelanggaran peraturan. Jika kau melanggar hukum, mereka akan datang dan menangkapmu, sangat sederhana.

Para robot juga mulai digunakan di peradilan. Sistem kecerdasan buatan yang mereka miliki terbukti mampu memberikan netralitas, perhitungan, sekaligus kalkulasi yang luar biasa dalam pengambilan keputusan. Lidah sengit para pengacara tidak bisa membela orang yang benar-benar menyalahi hukum.

Nah, dari berbagai kesuksesan itulah, para robot mulai dimanfaatkan untuk pemberantasan korupsi. Tak ada satu pun koruptor yang lolos. Meski hanya sekedar mencuil, pasti tak akan lolos. Para robot adalah penyidik yang luar biasa, mampu mengakses dan mengolah data dengan keefektifan puluhan kali kemampuan manusia.

Dan karena itulah, aku duduk di kotak ini saat ini.

“Audit bulanan. Saya adalah seorang kepala baru di bagian tersebut, baru bekerja beberapa bulan, namun saat itu saya sudah bisa tahu bahwa ada yang tidak beres. Jumlah uang yang masuk dan yang keluar tidaklah sama, dan itu sudah terjadi selama tiga bulan terakhir. Laporan keuangan di atas kertas menyatakan semua beres, namun aliran uang yang terpantau di sistem berbeda. Saat itulah saya tahu bahwa ada yang salah.”

“Korupsi terjadi.”

“Ya, korupsi terjadi,” aku mengiyakan, memandang robot di hadapanku. Baru kali ini aku menemukan sebuah robot yang berfungsi sebagai jaksa penuntut. Aku sudah mendengar cerita-ceritanya, ya, tapi baru kali ini aku benar-benar melihatnya dan mengalaminya sendiri.

“Dan saat Anda menyadari hal tersebut, apa yang Anda lakukan?” Robot tersebut bertanya.

“Saya melapor kepada KPK. Mereka mencatat semua laporan saya, dan setelah itu mereka mulai melakukan penyidikan. Saya memberitahu mereka bahwa kemungkinan besar korupsi terjadi di bagian perbengkelan.”

“Kenapa Anda berpikir seperti itu?”

“Karena laporan keuangan yang salah tersebut diberikan oleh seseorang yang bekerja di bagian tersebut. Saya juga menyarankan agar orang tersebut diselidiki.”

Jaksa penuntut, yang adalah sebuah robot, Dia menoleh kepada hakim, sebuah robot lain – dari golongan dengan ukuran tubuh lebih besar dan kemampuan olah data lebih tinggi – lalu mengangguk. Tak ada pertanyaan lagi.

Aku menghela napas, berjalan kembali ke kursiku sembari menoleh ke meja terdakwa. Putera, seorang pekerja berusia 40-an tahun, menatapku balik dengan mata merah. Dia mengenakan pakaian tahanan, penampilannya acak-acakan, dan seluruh urat wajahnya menunjukkan penyesalan mendalam. Aku tak berani membayangkan perlakuan seperti apa yang dia terima sebagai seorang koruptor di rumah tahanan.

Putera tidak didampingi pembela. Sudah tak ada lagi pengacara yang mau membela tertuduh koruptor selama dua tahun terakhir. Reputasi mereka pasti akan langsung jatuh bila melakukannya. Tuntutan dari masyarakat untuk memberantas korupsi mengalahkan segala hal lainnya.

Beberapa menit kemudian, giliran Putera untuk ditanyai. Jaksa penuntut maju, dan kali ini, alih-alih berbicara dan bersikap dengan sopan dan baik seperti yang dia gunakan kepadaku, dia berdiri sangat dekat dengan kotak terdakwa, menjulang di hadapan Putera dan menunduk dengan sangat merendahkan. Aku mencoba membayangkan apa yang Putera sedang lihat sekarang, dan aku mendapati tanganku gemetar.

“Bisa kau ceritakan apa sebenarnya alasanmu melakukannya?”

Suara yang mengancam dan tegas. Nada yang mengintimidasi sekaligus bersimpati, bergema hingga ke seluruh ruangan. Dia sangat mengerti caranya memancing informasi keluar dari seorang manusia.

Putera bergetar, dan sejenak kukira dia akan menangis, luluh seketika. Namun ternyata tidak. Dia menarik napas dalam-dalam beberapa kali, kemudian menjawab, dengan suara yang serak dan parau seolah menahan tangis selama berabad-abad.

“Namanya Ani. Dia temanku saat SMP sampai SMA. Perempuan cantik, juara kelas, anggota OSIS, dan teman karibku. Aku… aku menyukainya sejak saat pandangan pertama, kalian tahu…” dia mencoba tersenyum, memandang kami semua, namun yang dia lihat hanyalah para penonton yang menatapnya balik dengan sengit di dalam ruang sidang ini, serta para juri yang tak berwajah. Sia-sia usahanya mencoba menarik simpati.

Air matanya mulai mengalir. Dia melanjutkan, “Aku tak pernah bisa memberanikan diriku untuk menyatakan perasaan kepadanya. Tidak sampai… aku bertemu kembali dengannya empat bulan lalu. Dia berantakan. Dia berbeda dari Ani yang dulu, namun dia masih Ani yang ku kenal. Kami bertemu beberapa kali, aku membantunya dalam banyak hal – mencarikannya pekerjaan, mencarikannya tempat tinggal tetap, dan masih banyak lagi.”

Aku mengangkat alisku sedikit. Aku bisa menebak kemana arah pembicaraan ini.

“Aku hanya… aku benar-benar tak menyangka. Dia berkata dia mencintaiku. Dia berkata dia juga suka padaku. Aku merasa seperti remaja lagi, kalian tahu…” dia terkekeh pelan, menggeleng sedih. “…hal berikutnya yang kutahu, dia mengirimkan sebuah video berisi rekaman kami yang sedang bermesraan.

“Dia mengancamku. Dia bilang dia akan memberitahukan itu kepada istriku, keluargaku, kepada semua orang jika aku tidak memberikannya uang dalam jumlah besar setiap minggu. Aku berhasil memenuhinya selama sebulan pertama, namun…”

“Kau kehabisan uang, dan kau terpaksa mencari jalan untuk memenuhinya,” kata robot jaksa penuntut.

Putra mengangguk pelan, menatap lantai dengan lemah. Banyak orang di ruang sidang ini mengangguk, mengerti bahwa alasannya ternyata adalah karena ancaman wanita. Cukup baru, dibandingkan dengan alasan-alasan yang biasanya mereka dengar.

“Kenapa kau tidak melaporkannya?” tanya robot penuntut.

“Aku… tidak tahu,” kata Putra pelan. “Mungkin karena… di dalam hatiku, sebenarnya aku masih menyukai dia. Aku masih ingin bersama dengan dia. Makan siang bersama tanpa beban, menghabiskan malam-malam berdua… membicarakan apa-apa yang kami alami bersama saat SMA dulu. Setidaknya itu harapanku… dan meskipun dia tak pernah memberikannya padaku setelah ancaman itu, aku tak pernah berhenti berharap… Tapi aku juga tak ingin kehilangan istriku… Aku tak tahu apa yang harus ku-”

“Jadi kau mengutamakan keegoisanmu, gairahmu, di atas hak-hak orang yang kau rebut karena uang mereka kau curi?” robot penuntut bertanya lagi, menyela Putra dengan keras.

“Ti-tidak, tidak begitu!” kata Putra buru-buru. “Aku – aku hanya mengambil beberapa puluh juta! Aku mengambil uang tersebut dari dana sisa, dana yang toh nantinya akan dikucurkan untuk dana perawatan robot! Uang tersebut tak akan mengalir ke gaji siapapun, tak ada yang rugi -”

“Dana tersebut akan mengalir untuk perawatan para robot pembantu pekerja PLTN. Kau tahu apa yang akan terjadi jika dana tersebut kurang, jika jumlah oli dan bahan bakar mereka tidak mencukupi karena uangnya kurang dari jumlah seharusnya? Bahwa mereka harus di kirim ke pabrik pusat dalam waktu cukup lama, dan mengharuskan para pekerja, para manusia, bekerja sendiri tanpa bantuan? Kau menempatkan mereka dalam bahaya! Kau dengar kerusakan yang terjadi di PLTN hari ini?”

“Ti-tidak, aku tidak mendengarnya! Aku sedang di penjara dan -”

“Dua petugas meninggal. Meninggal, Pak Putra, karena dua robot yang yang biasa membantu mereka sedang di kirim ke pabrik pusat, karena kedua robot tersebut sudah tiga bulan terakhir kekurangan asupan pelumas sebanyak dua belas mililiter! Kemana perginya dua belas mililiter pelumas tersebut, kalau bukan karena uangnya tidak ada, eh, Pak Putra? Dan apakah kau tahu, bahwa kedua petugas tersebut memiliki keluarga, yang satu anaknya akan menikah bulan depan dan yang satu seharusnya akan pensiun empat hari lagi?”

Hening. Semua orang yang di ruang sidang kini mengerti penuh akibat dari korupsi yang dilakukan oleh Putera. Meski tergolong hanya sedikit, dan karena alasan yang cukup manusiawi, namun akibatnya sangat fatal.

Dan sementara Putra mulai menangis, dan robot penuntut mulai berbicara lagi dengan tajam, aku menghela napas dan menatap ke luar jendela. Cuaca cerah, udara bersih. Aku membuka ponselku dan mulai mengetik SMS. Kereta jurusan Cirebon baru akan berangkat enam jam lagi. Mungkin masih ada waktu untuk bertemu dengan temanku, makan siang bersama dan mengobrol selama beberapa jam.

Aku tak mendengar apa keputusan dari hakim, namun dari riuhnya tepuk tangan dan sorakan penuh kemenangan dari sekelilingku, aku yakin betul bahwa hasilnya memuaskan.

Dan aku mulai memikirkan dimana sebaiknya aku makan siang.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.162.166.214
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia