Mimpi Secarik Kertas

Jam menunjukkan pukul 2 siang ketika aku tiba dirumah. Terlihat adikku yang sedang belajar dan yang satu lagi sedang bermain robot-robotan, mereka bernama Farras dan Naddif. Keduanya perempuan. Namun, adikku Naddif sedikit agak tomboy. Entahlah, kata ibuku perilakunya sepertiku.

“Assalamu’alaikuum.” ucapku memberikan salam dan kemudian bergegas masuk kamar.
“Deyo, makan dulu gih, ibu sudah memasak masakan yang kamu suka. Jangan sampai telat lagi makannya, kamu punya maag.” perintah ibuku menghentikan aku ketika hendak menutup pintu kamar. “Mm, tadi disekolah Deyo sudah makan, bu.” kataku.
“Oh yasudah.” katanya singkat.
Kututup pintu kamar, kemudian dengan sedikit terburu-buru aku mengganti baju. Aku jadi memikirkan apa yang tadi Pak Kiki katakan. Dia berkata kalau kita harus punya banyak mimpi, dimulai dari mimpi terkecil hingga mimpi terbesar dalam hidup kita. Dia juga berkata kalau semua orang pasti punya mimpi yang amat banyak, namun terhalang oleh hambatan yaitu keadaan. Menurutku, kita bisa merubah keadaan asalkan kita mau dan berkeyakinan. Pak Kiki sependapat sepertiku, dia juga menambahkan kalau mimpi kita terlalu banyak, tulislah saja dikertas agar kita selalu ingat mimpi itu. Dan satu lagi, jangan pernah merasa malu atau apapun itu karena itulah mimpimu. Biarkan saja bila orang lain mau menertawakan sepuas hatinya. Sampai suatu saat kita bisa menghentikan tawaannya itu dengan tindakan. Buktikan kita pasti bisa. Tanamkan selalu keyakinan, dan semua akan terwujud, bahkan tanpa kita sadari semuanya diluar planning dan target kita. Lalu, tempel disudut kamar kita yang mudah kita lihat ketika kita bangun tidur dan ketika kita memasuki kamar.
Itulah yang dikatakan Pak Kiki. Beliau guru TIK disekolahku. Entah kenapa mungkin kata-katanya sudah merasuki alam bawah sadarku sehingga aku langsung mengikuti apa yang dikatakannya. Aku merasa kalau apa yang dia katakan itu real! Ya, percaya atau tidak, aku langsung menulis impian-impianku. Tapi kali ini impian kecilku saja. Dan ini bisa termasuk targetku setelah SMP.
Kutulis semuanya tapi belum sampai ke mimpi besarku. Ini baru butiran-butiran mimpinya. Persis seperti yang dikatakan guruku, aku menempelkan pada dinding kamarku yang mudah dilihat dari sisi manapun. Aku tak mengerti, mengapa ketika aku menulisnya hatiku penuh dengan rasa suka cita. Seperti lega telah menuangkan mimpiku disecarik kertas ini.

Paginya ketika disekolah, aku masih memandangi langit dari jendela kelasku sambil memakan snack-ku. “Deyo, rencananya mau SMA mana nanti?” suara Putri mengagetkan lamunanku.
“Oh iya, mungkin, SMA 1.” jawabku. “Wah, kamu yakin? Bukan maksud meragukan, tapi hanya memastikan saja. Bagus kalau gitu.” komentarnya. “Iya yakin pasti, karena dari kelas 8 aku sudah berencana mau kesana. Dan ketika itu aku belum tau sama sekali berita mengenai SMA 1.” jelasku padanya. Ya, itu benar. Aku memang belum tau sama sekali berita tentang sekolah itu. Apalagi tau kalau sekolah itu sekolah unggulan dan favorit.
“Oh ya? Aku bahkan belum ada rencana sama sekali mau ke SMA mana ketika itu. Bagus deh, berarti sudah mempersiapkan mental dari awal ya?” tanyanya sekali lagi. “Ya begitulah.” jawabku singkat.

Bel berdering tanda jam sekolah telah usai. Aku segera menghampiri ibuku yang telah menjemputku dihalaman sekolah. Diperjalanan aku masih terpikirkan kata-kata yang diucapkan Putri tadi pagi. Dia sempat menyinggung tentang mental. Memangnya ada hubungan apa mental dengan sekolah itu? Kurasa semua sekolah sama. Hanya bagaimana muridnya saja. Sekolah itu bagus dan unggul memang karena muridnya. Banyak hal negatif tentang sekolah itu dan begitu pula hal positifnya. Tapi aku cenderung tidak menghiraukan kedua hal tersebut. Yang jelas keyakinan hatiku yaitu bersekolah disekolah itu.

Usai menunaikan shalatku, aku mengisi buku absen kelas. Ini tugasku sebagai sekretaris kelas. Aku menyiapkan buku-buku dan segala keperluan sekolahku untuk besok, kemudian setelah itu aku pergi tidur.

“Pak, pak! Tunggu, pak! Jangan ditutup dulu gerbangnya!” kataku setengah berteriak pada satpam disekolahku, SMPN 1 Karawang Barat. “Hah, kamu ini kebiasaan dateng siang! Ayo, cepet lari!” perintah Pak Lili. Ku percepat langkahku, sedikit berlari untuk melewati gerbang itu dan sampai dikelas. Akhirnya aku sampai dikelas walaupun dengan nafas terengah-engah.
“Ah, Deyo. Lagi-lagi kamu hampir terlambat. Aku tidak heran kalau kamu seperti ini, karena ini hampir setiap hari. Dari dulu kamu memang tidak pernah berubah, ya.” komentar Rina. Suaranya saja sudah membuatku malas mendengar dan menanggapinya. Aku baru sampai kelas dia malah berkomentar seperti itu.
“Iya, karena aku diantar bapakku. Bapakku harus mengantar adik-adikku dulu. Baru setelah itu aku. Jadinya aku terakhir.”
“Kamu sudah pernah mengatakan itu. Lagipula rumahmu kan jauh dari sekolah. Jadi aku tidak heran kalau kamu hampir terlambat terus.” kata Astri menambahkan. Aku tersenyum meski kupaksakan. Bagaimana pun mereka teman-temanku. Mereka berkomentar itu bagus, daripada tidak. Berarti aku tidak diperhatikan, itu menurutku.
“Nanti les kan? Jangan sampai lupa.” Syifa mengingatkan aku dan yang lain. Kita semua mengangguk, saling tersenyum.

Anak-anak yang lain sudah pulang semua, tinggal aku sendiri menunggu ibu menjemputku. Tak lama, Pak Sukamto menghampirku. Dia wali kelasku sekaligus guru ditempat lesku.
“Belum dijemput toh, Ulfah?” tanyanya dengan logat Jawanya.
“Oh, belum, pak.” jawabku. “Oh. Ulfah, nanti nek ke SMA sing ndi?” tanya Pak Sukamto.
“SMA 1, pak. Do’ain yo pak semoga iso masuk.” pintaku.
“Lah iyo toh pasti, Ul. Bapa do’akan semua.”
Sesaat hening. Lalu, suaraku memecah heningnya. Aku dan Pak Sukamto mengobrol tentang SMA, terutama SMA 1 targetku. Obrolan tak terasa sudah satu jam lebih dan berakhir ketika ibuku sampai untuk menjemputku. Ku berikan salam kemudian aku pulang bersama ibuku.

Sudah pertengahan semester 1. Aku harus mematangkan persiapanku untuk UAS. Sebagai kakak tertua disekolah, aku dan teman-teman seangkatanku harus siap dengan berbagai tugas yang diberikan. Saking sibuknya sampai aku hampir lupa dengan tanggal ulang tahunku sendiri. Mungkin memang aku saja yang terlalu memfokuskan diri. Aku baru ingat ketika Wirza, pacarku, menanyakan padaku hadiah apa yang aku mau dihari ulang tahunku. Itu pun 12 hari sebelum tanggalnya.
Kalau untuk hadiah seperti itu, sejujurnya aku tidak biasa menentukan. Aku suka kalau diberi kado, tapi kalau pun tidak, aku tidak sedih atau pun menyesal. Karena menurutku, pemberian itu bukanlah utamanya, tapi ketulusan do’a dari orang-orang yang mengenal dan menyayangikulah yang ku butuhkan di hari spesialku ini.

Dan hari itu pun tiba. Mungkin nanti akan ada banyak orang dan teman-temanku yang memberikan selamat padaku. Ah, pede sekali aku ini. Namun ketika aku sampai disekolah, tepatnya dikelasku, semuanya nampak seperti biasa saja. Kursi tempatku duduk pun yang biasanya ramai ditempati teman-temanku jadi kosong. Aku duduki kursiku, aku menoleh ke kerumunan teman-temanku yang sedang tertawa-tawa itu. Tapi tak ada satupun dari mereka yang menoleh kearahku. Padahal aku sengaja berangkat pagi. Ternyata tak ada yang ingat dan mengucapkan selamat. Apa mereka lupa? Pikirku.
Mataku masih berat, aku malas untuk pergi jajan ke kantin. Teman-temanku pergi ke kantin tanpa aku, lagipula aku masih mengantuk. Dikelas, aku hanya ditemani Avif. “Kamu tidak jajan?” tanyanya memulai percakapan.
“Oh, aku lagi malas saja untuk kesana. Mataku sedikit mengantuk.”
“Kurang tidur ya? Kemalaman sih tidurnya.” komentarnya, aku hanya tersenyum mengangguk padanya.
Tak lama, Fachry masuk ke kelas menghampiriku. Kemudian, BRAKK !! Dia membanting mejaku. Sontak aku kaget dibuatnya. “Fachry!! Kamu apa-apaan sih? Jangan banting meja gini, dong! Bikin ribut aja, ih!” bentakku padanya.
“Ya gimana nggak marah? Lo nulis nama gue disini ko alfa sih?! Nggak terima gue!!” bentaknya tidak kalah keras denganku. Kulihat buku absennya. Seingatku dia memang alfa karena tidak ada surat izinnya. “Yaiyalah alfa, kan nggak ada surat izinnya!!”
“Kan gue udah nitip sampein lewat Nadia!! Masih kurang, hah?!”
Kenapa dia jadi nyolot begini? Bukannya dia tau peraturan disekolah ini apa. “Iya kurang!! Pokoknya nggak ada surat, berarti nggak ada keterangan, ngerti?!” kataku ketus padanya.
“Ih, parah lo! Gue udah izin lewat Nadia! Berarti ada keterangannya, dong! Gimana sih?!! Sekretaris nggak becus!!!” bentaknya lebih lebih keras dan ketus sambil melempar buku absen itu ke depan wajahku. Jujur aku sakit hati dibilang seperti tadi. Itu kata-kata kasar yang pernah aku dengar dari temanku sendiri, sekelas pula. Aku terduduk lemas dikursiku. Masih ada Avif dibelakang kursiku yang sedari tadi melihatku ribut dengan Fachry. “Sudah Deyo, biarkan saja Fachry. Jangan dimasukin ke hati, ya. Memang dia sudah tidak waras.” kata Avif menenangkanku.

Aku hampir nangis ditempat. Apalagi teman-temanku tidak menghiraukanku. Aku sendiri saja dikelas, tidak banyak bicara sampai jam pulang sekolah tiba. Jessica memintaku menemaninya. Dia menarikku ke saung sekolah. Aku mulai curiga ketika dia memintaku melepaskan kerudung dan tasku. Kemudian, BAAASSHHRR!!!! Air membasahi seluruh tubuhku. Ternyata aku dikerjai teman-temanku. Mereka telah mempersiapkan semuanya dengan matang, sepertinya. Aku disiram air comberan, tepung, dan air keran. Tak lama seorang lelaki, Wirza, menghampiriku dan mengucapkan selamat sambil memberikan kue ulang tahun beserta lilin yang menyala. “Selamat Ulang tahun ya, manis. Ini ada kue Ulang tahun buat kamu dari aku sama temen-temen aku. Tiup lilin dulu, ya. Tapi sebelumnya berdo’a dulu.” Ucapnya sambil tersenyum padaku. Aku berdo’a, istilahnya make a wish, kemudian kutiup lilinnya. Aku diberi kado oleh Wirza dan adik kelasku, dia temannya Wirza. Dan aku pulang dengan keadaan konyol seperti ini.

TEEETT… TEEEEETT….!! Bel berbunyi, jam menujukkan pukul 07.55. Pukul 08.00 sudah dimulai ulangannya. Hari berjalan terus sampai UAS berakhir pada Hari Jum’at. Aku sudah berusaha untuk belajar dengan sungguh-sungguh meskipun ada beberapa yang tidak bisa kujawab, tapi aku sudah melakukan yang terbaik. Dan aku sangat berharap minimal nilaiku tidak buruk.

Ketika tiba waktunya pembagian raport, aku datang bersama bapak. Aku dan teman-teman didepan kelas, menunggu orang tua sendiri keluar dari ruangan. Aku mulai resah. Pikiranku takut dapat nilai buruk, tapi hatiku tetap yakin. Dan ketika bapak keluar kelas, aku melihatnya seperti sedang memerhatikan nilaiku. “Gimana, pak?” tanyaku penasaran. “Apanya, hah? Dapat ranking berapa kamu?” bapak malah balik bertanya.
“Ya tidak tau, pak. Kan bapak yang didalam.”
Kemudian bapak menjulurkan tangannya padaku. “Selamat. Kamu jadi bapak beliin laptop!” sahut bapak semangat disambut teriakkan teman-temanku juga. Mereka memberi selamat padaku atas keberhasilanku. Aku kaget, sekaligus senang juga.
“Waaah! Memang Deyo ranking berapa, pak?”
“DUAA! Haha” kata bapakku antusias. Aku terdiam sejenak ditempat, sulit dipercaya. Teman-temanku memberi selamat lagi. Tapi yang pasti aku senang sekali.

Semester 1 sudah terlewati dengan hasil yang benar-benar diluar perkiraanku selama ini. Dan sekarang aku harus menghadapi Semester 2. Minimal aku harus bertahan, dan kalau bisa aku harus lebih bagus dari sebelumnya.
Di semester 2 ini aku bisa dibilang sangat sibuk. Karena aku harus menghadapi Try Out 1 dan 2, kemudian UN, lalu UAS, dan terakhir tes buat ke SMA. Lebih baik aku tidak usah terlalu memaksakan diri untuk belajar terus. Kata Pak Sukamto, belajar itu dinikmati, jangan ada paksaan. Yang ada malah stress.
Hasil TO 1 nilaiku ada diperingkat 72 dari 672 siswa. Selang beberapa hari, hasil TO 2 menunjukkan nilaiku ada diperingkat 121 dari 672 siswa, dan nilaiku turun. Kecewa sebenarnya, tapi bersedih pun tak ada gunanya. Lebih baik aku harus mempersiapkan diri lebih matang lagi untuk Hari H-nya.

“Wo, kamu harus bisa dapet nilai bagus kalau mau lulus ke SMA 1. Ibu tidak memaksakanmu, tapi ibu hanya memberitahu bahwa di SMA 1 itu bukan main-main nilainya. Persaingannya itu berat, Wo.” kata ibu menasihatiku. Dia memanggil dengan sebutan Wo, itu panggilan anak dalam bahasa Jawa. “Iya bu, pasti! Tenang saja.” balasku singkat. “Hm, ya kamu jangan terlalu memaksakan. Di SMA 3 juga tidak masalah. Sekolah itu juga bagus ko agamanya.” sanggah ibu. Aku mengangguk mengerti.

“LJK-nya jangan sampai kotor, ya. Selamat mengerjakan.” kata pengawas memulai. Soal-soalnya sungguh bukan main banyaknya. Aku harus fokus ke pertanyaan, bukan ke jumlah soalnya. Oke, fokus!
Tak terasa ternyata waktu sudah habis. Aku harus mengumpulkannya. Bismillahirahmaanirahiim. Aku terus belajar dengan cukup dan tidur dengan cukup. Aku tidak boleh menjalankan SKS, karena itu tidak baik untuk kesehatan tubuh dan pikiran. Setiap malam aku selalu belajar dan kertas mimpi itu selalu bisa kulihat dan kubaca. Itu membuatku ingat akan targetku. Aku tidak pernah lupa untuk selalu meminta do’a kepada Allah dan restu dari kedua orang tuaku. Mereka adalah orang yang paling ku sayangi.
“Bagaimana ulanganmu? Lancar tidak?” tanya bapak.
“Iya alhamdulillah lancar, pak. Yaa meskipun ada yang tidak bisa kujawab.” jawabku sambil nyengir.
“Banyak tidak?” bapak bertanya lagi. “Hanya beberapa saja, tidak banyak, kok, pak.” kataku. “Ya semoga saja hasilnya bagus ya, tidak mengecewakan.” kata bapak berharap. “Amiinn.” Aku sambil tersenyum.

Aku masuki kelasku, menghampiri bapak yang sedang duduk melihat seksama nilai UN-ku. “Bagaimana toh, pak? Hasilnya bagus tidak?” aku bertanya-tanya. “Nih, kamu dapat urutan ke-5 terbesar dikelas, Yo.” jawab bapak. “Waah, bagus, tuh! Do’anya dikabulin, alhamdulillah.” aku antusias. Bapak juga ikut senang walaupun aku bukan urutan pertama. Terlihat sekali dari matanya.

Selang beberapa hari kemudian saat pembagian raport, aku ditemani bapak lagi. Bapak duduk bangku depan, sementara aku sedang sedikit takut didepan kelas dengan teman-temanku. Kebanyakan karena takut dapat nilai jelek. Lebih-lebih aku, aku takut kalau nilai bahkan rankingku turun drastis. Sangat berharap sekali jika aku naik satu peringkat jadi ranking 1. Tapi, masih banyak teman-temanku yang lebih pintar dariku, jadi itu menjadi terasa tidak mungkin. Tidak! Aku harus yakin!

Tiba saat bapak keluar dari kelasku. “Yo, ayo pulang.” ajak bapak. “Ranking Deyo berapa, pak?” semakin penasaran aku hingga ku gigit-gigit bibir bawahku. “Dapat 1, Yo. Selamat ya, Wo.” Ucap bapak sambil sambil tersenyum bangga dan merangkulku untuk pulang. Ya Allah, bukankah ini harapanku yang barusan aku ucapkan? It’s like a dream, right?
Singkatnya saja, setelah beberapa peristiwa menakjubkan terjadi diluar perkiraan dan anganku, lagi-lagi aku dikejutkan oleh waktu. Setelah dua minggu menjalani tes di SMA, aku dan calon-calon siswa yang mendaftar ke SMA itu harus mengecek sendiri hasilnya di internet dengan password yang telah diberikan. Aku tidak sendiri, aku ditemani teman-temanku dan Pak Sukamto juga. Satu persatu mulai menerima hasilnya. Tentunya ada yang diterima dan ada yang tidak. Tiba saatnya giliranku. “Deyo, mana sini kata sandinya.” pinta Sasi, teman sekelasku juga. Kuserahkan kertas kecil berisikan password itu pada Sasi. Enter, dan Loading.. Kemudian terlihat tulisan beserta namaku dan tulisan bercetak tebal “…DITERIMA untuk menjadi siswa/siswi di SMAN 1 Karawang! Waah, Congrats ya, Deyoo. Dih, hebat!” sahutnya antusias. “Mana coba lihat? Wah! Oh, yasudah.” kataku singkat.
“Dih amit si Deyo mah datar aja tanggepannya! Nggak ada reaksi seneng kek, jingkrak-jingkrak apa gimana gitu. Ini malah ‘Oh, yaudah.’ Singkat banget!” protes Sasi meniru perkataanku. “Hahaha. Si Deyo mah memang datar tanggepannya. Huh, pitampoleun da!” tambah Fitri. “Senanglah pasti! Ya memang harus gimana, dong? Teriak-teriak gitu?” “Ah, tau ah!” kata Sasi mulai jengkel.
Sebenarnya aku senang, senang bukan kepalang dan bahkan tak menyangka. Aku sampai tidak bisa banyak berkata apa-apa. Namun, aku hanya tak bisa menunjukkannya. Tepatnya, aku bingung.
Sepulang dari sekolah, aku kembali melihat kertas mimpiku itu. “Benar-benar terjadi ternyata. Subhanallah, aku tidak pernah menyangka. Alhamdulillah sekali banyak do’aku yang telah terwujud. Walaupun tidak semuanya. Terima kasih Ya Allah.” kataku dengan suara pelan. Oh iya, ini yang kutulis dikertas itu:

You can believe or not for all my dream!
• Pengen dapet nilai bagus Ya Allah
• Dari dulu nggak pernah dapet 5 besar, aku pengen masuk 5 besar.
• Semoga UN nanti nilainya nggak mengecewakan, deh. Amin.
• Pengen buat orang tua bangga, nggak marah-marah lagi.
• Lulus SMP pengen masuk Smansa Ya Allah, semoga bisa!
• Punya keyboard sama gitar tapi nggak bisa maininnya, bantu aku supaya bisaa
• Hobi nulis sama ngarang-ngarang cerita. Pengen jadi penulis novel terkenal.
(dan masih banyak lagi..)

Percaya tidak percaya yang pasti this’s my amazing experience. Yang aku percaya yaitu, Allah memang selalu mendengar do’a. Do’a itu terkabul baik secara kasat mata dan telanjang mata. Orang tuaku, aku menyayangi mereka. Sungguh merupakan kebahagiaan bagiku bila mereka senang. All my love is for Allah and my family.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.156.42.165
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia