Sertifikasi Trainer

Sekitar dua puluh tahun yang lalu, profesi trainer atau instruktur pelatihan dibidang soft-people-skills nyaris tidak dikenal oleh publik di Indonesia. Itu sebabnya saya tak terlalu heran ketika ayah saya kebingungan memahami jenis pekerjaan yang saya mulai tekuni di tahun 1990. Waktu itu saya menjadi calon instruktur di Dale Carnegie Training Indonesia. Selama kurang lebih 18 bulan saya mengikuti proses persiapan untuk memperoleh sertifikasi awal sebagai instruktur berlisensi. Lalu saya diuji melalui forum konferensi instruktur yang dipimpin trainer instruktur senior dari Hong Kong Dennita Connor dibantu seorang calon trainer instruktur dari Manila, Filipina, yang saya lupa namanya.

Hasilnya, saya lulus dengan angka terbaik di angkatan tersebut. Saya juga menjadi instruktur termuda di Indonesia kala itu. Rekomendasi yang diberikan Dennita Connor adalah yang terbaik: saya hanya perlu mengajar tandem dua kali saja dengan instruktur senior sebelum diijinkan mengajar sendiri (solo instructor) atas nama Dale Carnegie Training. Dengan lain perkataan, saya dianggap telah memenuhi standar internasional untuk menggunakan metodologi pelatihan yang diciptakan almarhum Dale Carnegie (1888-1955) sejak ia memulai kursus Public Speaking for Business Men di tahun 1912. Sebagai instruktur berlisensi Dale Carnegie Training, di awal tahun 1990-an jasa pelatihan yang saya fasilitasi dijual dengan harga 425 dolar Amerika per jam. Tarif itu sangatlah luar biasa. Sebagai pembanding, pada saat yang sama, Guru Besar Hukum Internasional yang pernah menjadi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, memberikan konsultansi hukum dengan honor 325 dolar Amerika per jam. Honor saya dibayar lebih tinggi dari orang sekaliber Prof. Mochtar, bukan karena kehebatan pribadi saya, melainkan karena menggunakan brand Dale Carnegie Training, lembaga pelatihan terkemuka di dunia yang beroperasi di 70-an negara. Brand itu menunjukkan semacam jaminan standar kualitas yang dikenal dalam industri pelatihan di mancanegara. Jadi, honor saya terkait dengan lisensi/sertifikasi yang saya miliki dari sebuah brandname yang dihormati.

Jika melihat perjalanan panjang karier saya sebagai trainer, yang memulai semuanya dari level terendah, dan membandingkannya dengan trainer-trainer muda yang bermunculan bak jamur di musim penghujan akhir-akhir ini, saya acap tertegun. Semakin hari nampaknya semakin mudah orang memperoleh sertifikasi atau lisensi sebagai trainer. Asalkan punya uang yang cukup, mereka bisa ikut program sertifikasi di dalam dan luar negeri. Lalu dalam 1-2 minggu, mereka dengan gagah berani menyebut dirinya sebagai trainer, praktisi dengan sertifikasi ini, master praktisi itu, business coach, master trainer, dan berbagai istilah keren lainnya. Lebih parah lagi, ada juga program sertifikasi trainer yang hanya perlu waktu 2-3 hari saja. Benar-benar ajaib.

Jaman memang telah berubah. Pada paruh kedua dekade 70-an sampai paruh pertama dekade 90-an, seingat saya hanya ada tiga lembaga pelatihan—semuanya dari Amerika—yang dikenal sebagai pemberi sertifikasi/lisensi untuk menjadi trainer dalam bidang soft-people-skills (termasuk self development, personality development, communication, personal leadership, dsb). Mereka inilah yang pada hemat saya meletakkan fondasi bagi tumbuh dan berkembangnya karier seorang trainer berlisensi di negeri ini. Alumni dan mantan certified instructors dari ketiga lembaga ini pula yang sampai saat ini banyak dikenal sebagai trainer-trainer senior yang dihormati dalam industri pelatihan.

Lembaga pertama adalah Dale Carnegie Training. Berdiri sejak 1912—bersamaan dengan waktu Njonja Meneer memulai bisnis jamunya di Indonesia—lembaga ini mulai masuk ke pasar Indonesia tahun 1976. Program pelatihannya yang paling terkemuka adalah Effective Speaking and Humans Relations. Sejumlah nama yang kelak menjadi besar dan terkenal, tercatat sebagai peserta pelatihan Dale Carnegie Training di masa tersebut. Di antaranya adalah Mochtar Riyadi, Jonathan L. Parapak, Cacuk Soedarjanto, Towil Heryoto, dan sejumlah manajer muda yang kemudian menjadi eksekutif hebat di lingkungan Astra International era tahun 90-an. Tahun 1980, hak menggunakan nama, materi, dan metode pelatihan Dale Carnegie Training di Indonesia dibeli oleh Ir. Soen Siregar dengan bendera PT Dasindo Media, sampai sekarang. Meski merupakan pelopor, namun nama lembaga ini tidak cukup populer karena kurangnya publisitas di media massa. Sampai hari ini masih banyak orang yang tidak tahu bahwa ada perwakilan Dale Carnegie Training di Indonesia. Orang lebih banyak mengenal nama Dale Carnegie (1888-1955) sebagai penulis buku terlaris yang amat sangat fenomenal sepanjang abad ke-20, yakni How To Win Friend and Influence People (pertama kali terbit 1936) dan How To Stop Worrying and Star Living (1944). Dale Carnegie sebenarnya menulis beberapa buku lainnya, namun tidak sampai menjadi fenomenal seperti kedua buku tersebut (lebih lanjut tentang DCT Indonesia lihat situs www.indonesia.dalecarnegie.com).

Lembaga kedua adalah John Robert Powers International (JRP), yang dirintis pendirinya tahun 1923 sebagai organisasi agensi modelingnya yang pertama. JRP masuk ke Indonesia tahun 1985. Dalam situs resminya disebutkan bahwa Rayan dan Diana Wijaya adalah orang yang membawa JRP ke Indonesia. Namun masyarakat awam lebih mengenal JRP sebagai organisasi yang ikut dibesarkan oleh Mien Uno, sebelum Mien Uno mendirikan lembaga baru yang kini bernama Duta Bangsa. Sepeninggalan Mien Uno, John Robert Powers ditangani oleh tim manajemen yang baru dibawah kepemimpinan Indayati Oetomo, tokoh penting dibalik keberhasilan JRP di Surabaya. Program andalan JRP adalah Personality Development dan Public Communication (lebih lanjut lihat situs www.jrpindonesia.com).

Lembaga ketiga adalah Dunamis Intermaster, yang memegang hak eksklusif untuk pelatihan utama The 7 Habits of Highly Effective People dari Stephen R. Covey—belakangan menjadi Franklin Covey. Tokoh kuncinya di awal pendiriannya tahun 1991-1992 adalah Nugroho Supangat dan Henk Sengkey. Meski merupakan organisasi yang relatif belia—dirintis oleh Stephen Covey di Amerika tahun 1984—namun perkembangan lembaga ini secara internasional sangat fenomenal. Dalam konteks lokal Nugroho Supangat agaknya berhasil membawa organisasi ini menjadi lembaga yang terhormat dan disegani di tanah air. Belum lama ini estafet kepemimpinan Supangat juga telah berhasil diteruskan ke Managing Partner yang baru Satyo Fatwan (lebih lanjut lihat situs: www.dunamis.co.id).

Sependek pengetahuan saya, ketiga lembaga itulah yang kemudian memperkenalkan adanya konsep lisensi atau sertifikasi untuk menjadi trainer, instruktur, fasilitator, atau apapun istilahnya. Dan dari ketiga lembaga tersebut, Dale Carnegie Training (selanjutnya disingkat DCT) merupakan lembaga yang mengatur proses sertifikasi paling lama.

Sampai tahun 1998, di sekitar 70 negara dimana DCT beroperasi, mereka yang ingin mendapatkan lisensi dasar (pertama) sebagai instruktur harus menginvestasikan waktu rata-rata 24 bulan (dua tahun). Jadi, tidak satu orang pun instruktur DCT yang bisa memperoleh sertifikasi hanya dalam hitungan jam, hari, minggu, atau 2-3 bulan. Tidak peduli berapa uang yang bersedia ia bayar; berapa banyak gelar akademis yang dimilikinya; berapa tinggi IQ yang bersangkutan; dan berapa kaya pengalamannya sebagai profesional; ia harus mengikuti proses standar yang berlaku di seluruh dunia.

Pertanyaannya adalah mengapa menjadi trainer di DCT memerlukan waktu persiapan yang begitu lama di banding menjadi trainer, instruktur atau praktisioner untuk lembaga lainnya? Jawaban atas pertanyaan ini terletak pada proses dan metodologi pelatihan DCT itu sendiri.

Untuk memperoleh lisensi, seorang peminat harus mengikuti pelatihan dasar yang di Indonesia disebut Fundamental Leadership Course (dh. Effective Speaking and Human Relations). Pelatihan ini diselenggarakan sekali seminggu dan berlangsung selama 12 minggu. Jika ia—karena prestasinya di kelas sepanjang pelatihan berlangsung—direkomendasikan oleh peserta lain dari angkatannya untuk menjadi instruktur, maka ia harus ikut lagi program yang sama selama 2-5 angkatan (berarti 2-5 kali 12 minggu) dengan peranan khusus sebagai graduate assistant. Jika ia lolos pada tahap ini, maka ia akan dimasukkan dalam program calon instruktur. Setelah itu ia harus mengikuti ujian sertifikasi dalam forum konferensi instruktur yang dipimpin langsung oleh trainer instruktur mewakili DCT dari New York, Amerika Serikat. Andai ia memiliki kendala bahasa Inggris, maka ujian akan diselenggarakan di negara dimana ia berada dan trainer penguji akan dibantu oleh penerjemah. Ujian diselenggarakan secara maraton selama satu minggu dengan menggunakan kelas khusus dimana peserta pelatihan dipandu oleh calon instruktur sebagaimana layaknya pelatihan sesungguhnya. Trainer penguji akan hadir di kelas dan mengamati seluruh proses pelatihan sambil membuat catatan-catatan penilaian. Calon instruktur juga mesti melewati proses wawancara pribadi dan mengerjakan tugas-tugas tertentu yang diberikan oleh tim penguji.

Pada hari terakhir, trainer penguji dari DCT pusat akan mengeluarkan tiga rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh sponsor lokal selaku pemegang lisensi induk untuk negara/wilayah tersebut. Rekomendasi pertama, calon instruktur dinyatakan lulus dan diwajibkan untuk tandem dengan instruktur senior untuk 2-5 angkatan berikutnya (bergantung pada nilai yang diperolehnya) sebelum dinyatakan layak menjadi instruktur yang mandiri (solo). Rekomendasi kedua, calon instruktur diminta mempersiapkan diri kembali untuk mengikuti konferensi instruktur berikutnya (ia dianggap punya potensi tapi belum cukup siap). Rekomendasi ketiga, calon instruktur disarankan untk memilih profesi lain yang lebih cocok dengan bakat dan talentanya.

Nah, proses sertifikasi yang panjang inilah yang umumnya membuat banyak calon instruktur DCT berguguran di tengah jalan. Mendedikasikan diri seminggu sekali untuk hadir dikelas sore hingga malam hari (jam 17-21) selama hampir dua tahun penuh, bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Apalagi sepanjang proses menjadi graduate assistant dan instructor candidate, mereka tidak mendapatkan imbalan finansial yang berarti. Tidak jarang bahkan mereka harus mengeruk koceknya sendiri untuk transportasi pergi-pulang ke lokasi pelatihan.

Namun, hal yang positif dari proses ini adalah setiap calon instruktur benar-benar diuji komitmennya sebelum masuk dalam profesi sebagai trainer DCT. Itu sebabnya, mereka yang kemudian berhasil menjadi instruktur penuh di DCT umumnya memang orang yang benar-benar memberikan dirinya untuk mengajar dan melatih orang lain. Andai pun sebagian dari mereka belakangan meninggalkan DCT, alasannya bukan ketidakcocokan dengan pekerjaan tetapi lebih karena ketidakcocokan dengan sponsor atau manajemen lokal.

Dengan proses sertifikasi yang begitu lama, apakah trainer-trainer DCT kemudian terbukti menjadi trainer andalan? Sebagai mantan orang DCT Indonesia, saya tidak bisa obyektif menjawab pertanyaan ini. Namun saya bisa menyebutkan sejumlah nama orang yang pernah belajar banyak di DCT dan sekarang masih eksis di pasar pelatihan sebagai trainer senior dengan lembaganya masing-masing, antara lain : Jansen H. Sinamo (Institut Darma Mahardika), Luhut Sagala yang dibantu Surjo Sulaksono (Multi Training Center), Hendrik Silitonga (Dinamika), dan trio Alex Paulus—Gregorius Pramudya—Analgin Ginting (trainer penting di lingkungan Smart Corporation).

Saya berkeyakinan bahwa cukup banyak juga mantan pemegang lisensi dari kelompok John Robert Powers dan Stephen R. Covey yang kemudian membangun brand-nya sendiri. Namun saya tidak memiliki data yang bisa dipaparkan karena tidak banyak bergaul dengan mereka.

Yang jelas, bersamaan dengan runtuhnya Orde Baru, dalam satu dekade terakhir bermunculan banyak sekali program sertifikasi di luar ketiga lembaga tersebut di atas. Sertifikasi untuk program-program pengenalan kepribadian seperti PDP, Thomas International, dan belakangan DISC serta MBTI adalah contoh yang mudah disebut. Dalam publisitas media massa juga makin sering terdengar tawaran program sertifikasi NLP dengan berbagai variannya untuk level Practitioner, Master Practitioner, Trainer, dan Coach. Belum lagi sertifikasi untuk program hypnosis dan hypnotherapy dengan kiblat rujukan yang aneka ragam. Program certified training designer and delivery professional juga mulai masuk ke Indonesia.

Dari berbagai kesempatan belajar dan mengikuti aneka tawaran tersebut secara langsung, saya mencoba menemukan semacam benang merah yang menjelaskan bagaimana sebuah program sertifikasi hadir di negeri ini.

Pola umum munculnya program sertifikasi itu adalah sebagai berikut: pertama, seorang peminat program mengambil sertifikasi di luar negeri; kedua, ia kemudian menjadi praktisi program yang ia pelajari untuk masa tertentu di Indonesia; ketiga, ia mengambil lagi program sertifikasi tingkat lanjut dan membeli semacam hak untuk melakukan sertifikasi dari guru-gurunya di luar negeri; keempat, ia kemudian menawarkan program sertifikasi untuk pasar Indonesia.

Pola umum ini sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang dulu dilakukan oleh organisasi mapan seperti Dale Carnegie Training, John Robert Powers, dan Stephen R. Covey. Hanya saja jika dulu penjualan lisensi program lebih bersifat paket menyeluruh untuk organisasi (business-to-bussiness), maka belakangan ini penjualan program sertifikasi dan lisensi bersifat parsial dan individual (business-to-customers).

Pada sisi lain, saya juga mencatat bahwa investasi yang diperlukan untuk mendapatkan satu sertifikasi tertentu yang diberikan di Indonesia harganya bergerak antara Rp 1.500.000,- hingga Rp 3.000.000,- per hari per orang (sampai dengan tahun 2009). Jadi, tinggal dihitung saja berapa hari yang diperlukan untuk memperoleh sertifikasi tersebut dan berapa biaya yang diperlukan untuk itu.

Bagaimana dengan kualitas sertifikasi yang dilakukan oleh orang-orang Indonesia di negerinya sendiri? Pada hemat saya masih sangat memprihatinkan. Tanpa maksud mengecilkan semangat dan gairah kawan-kawan muda yang sebagian saya kenal secara pribadi itu, saya berpendapat bahwa mereka yang menawarkan program sertifikasi itu sendiri masih sangat kurang wawasan maupun kedalaman pengetahuannya (kurang insight-nya). Hal ini bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, namun lebih disebabkan oleh terlalu cepatnya proses yang mereka lalui. Ibarat buah matang karena proses karbitan, sebagian besar kawan-kawan muda itu tidak “menyatu” dengan ajarannya sendiri. Belum ada kesatuan gerak antara apa yang dikatakan, diyakini, dan dilakukan.

Kondisi inilah yang menghidupkan kembali impian lama saya untuk membuat semacam sekolah khusus bagi mereka yang berminat menjadi professional trainer, trainerpreneur, dan public speaker. Namun, saya tidak ingin sekadar memindahkan paket yang ditawarkan dan dirumuskan oleh orang-orang hebat di luar negeri untuk dibawah dan diecerkan di Indonesia. Saya ingin mendorong lahirnya semacam komunitas Certified Indonesian Trainers, yang pada satu sisi memiliki konseptual framework yang jelas (ditandai dengan buku teks yang ditulis oleh orang Indonesia juga); dan pada sisi lain benar-benar aplikatif dan praktis (ditandai dengan kualitas alumninya yang menjadi trainer terkemuka).

Belajar dari keberhasilan membangun komunitas penulis buku-buku laris lewat brand Writer Schoolen: real writing – best-seller writers, tahun 2009 saya melahirkan konsep brand yang baru Trainer Schoolen: the real training for the real trainer. Jika Writer Schoolen bermuara pada Certified Indonesian Writer dengan sejumlah persyaratan yang relatif cukup ketat, maka Trainer Schoolen akan bermuara pada Certified Indonesian Trainer yang juga memiliki persyaratan yang tak kalah ketat.

Untuk memperoleh sertifikasi dari Trainer Schoolen, tiap-tiap peminat atau klien harus mengikuti tiga jenjang program sertifikasi dengan jarak waktu tertentu. Masing-masing jenjang berdurasi 3 hari. Di antara pelatihan level satu dan level berikutnya akan ada persyaratan jumlah jam praktik yang harus dilakukan sendiri oleh peserta. Namun bila ia mengalami kesulitan, maka ia dapat meminta bantuan konsultansi berbayar agar ia bisa didampingi sampai benar-benar menjadi trainer dengan penghasilan tertentu seperti yang diinginkannya. Dengan kata lain, program sertifikasi dan pendampingan dari Trainer Schoolen bersifat menyeluruh sampai klien masuk ke pasar dan mendapatkan nafkah sebagai trainer.

Persyaratan lain adalah soal jumlah jam terbang di lapangan dan karya tulis berupa buku yang harus dimilikinya (pertanda bahwa ia memiliki konsep dan bukan hanya pengasong konsep dari orang lain). Karena bagaimana pun juga saya percaya bahwa sudah tiba waktunya orang Indonesia membuat sendiri program sertifikasi yang berkualitas internasional dengan corak keindonesiaan yang khas. Sudah terlalu lama kita sekadar menjadi pengasong konsep sertifikasi dan lisensi dari lembaga-lembaga luar negeri; dan sudah tiba masanya untuk menciptakan sistem dan metode pembelajaran kita sendiri yang bertumpu pada nilai-nilai, budaya, dan spiritualitas kita yang unik.

Seorang kawan yang mendengar gagasan-gagasan di atas, mengatakan kepada saya, “Ketika orang masih ramai berdiskusi soal blue ocean strategy, Anda melangkah untuk melaksanakannya dalam konteks industri pelatihan. Kalau Anda konsisten melaksanakan hal ini, maka nama Anda akan tercatat dengan timnta emas dalam sejarah industri pelatihan di Indonesia.”

Saya tertegun. Akankah demikian? Biarlah sejarah mencatat apakah kiprah saya berhasil atau hanya lewat sebagai pepesan kosong belaka.

* * *

Artikel ini merupakan bagian dari konsep materi yang disampaikan dalam pelatihan CARA CERDAS DAN PASTI: MENJADI TRAINER ANDALAN

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Bukan) Bernalar, (Tapi) BerakalEdy Suhardono
(De)sain Masa DepanEdy Suhardono
(Mod)èl, Bukan (Mod)al PersonalEdy Suhardono
10 Kekuatan ManusiaAndrew Ho
10 KEMAMPUAN UNTUK SUKSES MENJALANKAN BISNIS DENGAN INTEGRITASAndrew Ho
10 Tips Meningkatkan Daya KreativitasAndrew Ho
Ada Apa Tahun 2012?Andrew Ho
ADD/ADHD Menurut Perspektif Cara Kerja Otak dan PikiranAdi W Gunawan
Agar Mimpi Menjadi NyataKolom Bersama
Agar Tak HilangAndrias Harefa
Aktivasi Diri Sesuai TalentaKolom Bersama
Alotnya Mengubah KeyakinanKolom Bersama
Altered State of Consciousness: WHAT and HOW?Adi W Gunawan
Amankah Jatah Bulanan Anda?Agoeng Widyatmoko
Anda Adalah MotivatorSyahril Syam
Anda Ingin Jadi Dewa? Belajarlah Bahasa Mandarin!Kolom Bersama
Anda pun BisaAndrias Harefa
Andrea Hirata: Menulis untuk MenggerakkanWawancara
Andrie Wongso: Kepercayaan DiriAndrie Wongso
Anggur Asam Harus DibuangAndrew Ho
Antara Perkawanan dan BisnisAgoeng Widyatmoko
Antara Perkawinan, Berwirausaha, dan MenulisEdy Zaqeus
Antara Perkawinan, Berwirausaha, dan MenulisEdy Zaqeus
Apa Sih Yoga Ketawa Itu?Emmy Liana Dewi
Apa yang Kau Cari?Kolom Bersama
Apakah Anda Jujur Terhadap Diri Anda Sendiri?Syahril Syam
Apakah Memaafkan Sama Dengan Melupakan?Adi W Gunawan
Arsitektur SurgaWandi S Brata
Arti KehidupanAndrie Wongso
Australia, Indonesia formalizing military diplomacyKolom Bersama
Ayo Jaga Stamina Semangat, Jangan LoyoAgung Praptapa
Bagaimana Agar Terhubung Secara Emosional Dengan Impian?Syahril Syam
Bahagia Dalam KeheninganAdi W Gunawan
Bahagia Menjadi Seorang GuruAndrew Ho
Bahaya “Berpikir” PositifAdi W Gunawan
Bakat vs UsahaAgung Praptapa
Balon MeletusKolom Bersama
Bangkit dari KeterpurukanAndrew Ho
Bangkit!!!Kolom Bersama
Bangkitkan Semangat Mencapai Kemakmuran Dengan VisiAndrew Ho
Bangkitlah Pemuda!Andrie Wongso
Bankir Cantik di KRL CiujungHer Suharyanto
Batik Semakin AsikKolom Bersama
Batu yang KusamAndrie Wongso
Bekicot…Oh, Bekicot…!Kolom Bersama
Belajar BersyukurAndrie Wongso
Belajar Dari Kung Fu PandaAndrew Ho
Belajar Dari PenerbitAgung Praptapa
Belajar dari Sejarah dan Pengalaman PahitAndrew Ho
BELAJAR MENANGGUNG RISIKO KEHIDUPAN DARI ANAK KECILAndrew Ho
Belajar Pada SemutKolom Bersama
Belajar Perubahan dari Paul S OtelliniKolom Bersama
Belajarlah untuk SelamanyaAndrew Ho
Beli GINCU dapat APEL?Kolom Bersama
Benarkah Impian Itu Penting?Syahril Syam
Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi HotlineEmmy Liana Dewi
BERANI MENYUARAKAN KEBENARANAndrew Ho
Berani Saja Tidak CukupAgoeng Widyatmoko
Berani untuk MemulaiKolom Bersama
Berburu Berita yang Menggerakkan PasarHer Suharyanto
Berdoalah!Syahril Syam
Berhentilah Jadi GelasKolom Bersama
Berikan Cintamu Kepada orang TuaAndrew Ho
BERITA + DATA = KAYAHer Suharyanto
Berkencan dengan GagasanAndrias Harefa
Berkompetisi Yuk!Agoeng Widyatmoko
Bersyukur dan BahagiaAndrie Wongso
Bertamasya dengan Menulis dan MembacaKolom Bersama
Bertanya Pada KeheninganAdi W Gunawan
Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan DiriAndrew Ho
Berteman dengan Kekurangan, Membangun Kepercayaan DiriKolom Bersama
BERTINDAKAndrias Harefa
BERTUMBUH HINGGA TANPA BATASAndrew Ho
Berubah Untuk Meraih KeberuntunganAndrew Ho
BESTAndrias Harefa
Bibit ManggaAndrie Wongso
Bila Selalu Berpikir Positif, Hal-hal yang Negatif MenyingkirKolom Bersama
Bisakah Hipnoterapis Menerapi Keluarganya Sendiri?Adi W Gunawan
BodohAndrias Harefa
BOOK COACHING: MENJADI PENDAMPING PENULISEdy Zaqeus
Book Coaching: Menjadi Pendamping PenulisEdy Zaqeus
Break Your limitKolom Bersama
Budaya KekerasanKolom Bersama
Bulatkan Tekad dan TawakkalKolom Bersama
CARA BAHAGIAAndrias Harefa
CARA GAMPANG MENULIS BUKU BEST SELLEREdy Zaqeus
Cara Mudah Berbicara Dengan Part atau Bagian DiriAdi W Gunawan
Cara Mudah Meningkatkan Daya Ingat KitaEmmy Liana Dewi
CARA MUDAH MENJALANI KEHIDUPANAndrew Ho
CARNEGIE-BUFFETTAndrias Harefa
Cerdas, Cerlang (yang) PedasEdy Suhardono
Ciptakan Kehidupan Ideal dengan KepedulianAndrew Ho
Cita-Cita yang TertundaAndrie Wongso
Climb Farther than the Eye Can SeeWandi S Brata
Control, Alt, DeleteKolom Bersama
Creative DestructionWandi S Brata
Ctrl + ZKolom Bersama
Dare to Say “NO”Agung Praptapa
DBLAAndrias Harefa
DEMAM INVESTASI DINAR IRAKHer Suharyanto
DEMAM INVESTASI DINAR IRAK (2)Her Suharyanto
Dewi Lestari (Dee): Tulisan Saya Harus MencerdaskanWawancara
Di mana Pintu Sukses?Kolom Bersama
Dibalik Kesuksesan dan Kebahagiaan Hidup Pria dan WanitaAndrew Ho
Dibutuhkan Segera! Peta SuksesKolom Bersama
Dicari: Sekolah yang Mengajarkan Teknik Mengelola StressEmmy Liana Dewi
Dimanakah Anda Bergaul?Syahril Syam
Direct vs Indirect SuggestionAdi W Gunawan
Direct vs Indirect SuggestionAdi W Gunawan
Disengsarakan Spekulan Minyak?Her Suharyanto
Doa Dan UsahaAndrie Wongso
Doa dan UsahaAndrie Wongso
Don’t Judge a Book by It’s CoverKolom Bersama
Dua Belas AlasanAndrias Harefa
DUA PEMANCING YANG HEBATAndrew Ho
Elevator RusakWandi S Brata
Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya!Wawancara
Episode Picisan Aksi BuayaRab A Broto
Essay untuk Pejabat Trias PolitikaKolom Bersama
EXPERIENTIAL MARKETING TUKANG OJEKHer Suharyanto
Experiential Marketing Tukang OjekHer Suharyanto
Facebookmania: Buah dari Impian BesarAgung Praptapa
Fakta Sosial di Sekitar KitaSurya Rachmannuh
Faktor “R”Andrias Harefa
Filosofi Modal NolAgoeng Widyatmoko
Filosofi SungaiKolom Bersama
FINANCIAL ENGINEERING TUKANG OJEKHer Suharyanto
Financial Engineering Tukang OjekHer Suharyanto
Fokus Pada TemaEni Kusuma
Fondasi Kokoh Tak Sekadar KuatAgoeng Widyatmoko
Forgiveness Is The True HealerAdi W Gunawan
FUTURE TRADING, LEVERAGE FACTOR… AH, APA LAGI…Her Suharyanto
Gagasan yang Meyakinkan Dalam TulisanEni Kusuma
Gak mau Antri? Apa Kata Dunia?Kolom Bersama
Gempa GT Lalu Apa?Rab A Broto
Habitus Orang KayaAndrias Harefa
Hadapi dengan SenyumanKolom Bersama
Hasil Riset Tentang Uang: Menggembirakan atau Menyakitkan?Agung Praptapa
Hati MelayaniAndrias Harefa
Hati yang Mau MelayaniSurya Rachmannuh
Hati-Hati: Produk Kedelai Belum Tentu MenyehatkanEmmy Liana Dewi
HCS, MSDAndrias Harefa
Hidup Begitu BerhargaAndrew Ho
Hidup dan Bekerja dengan Penuh KesadaranSyahril Syam
Hidup Menyenangkan dengan SyukurAndrew Ho
Hidup Sederhana Sangat MenguntungkanAndrew Ho
How Jokeable Are You?Wandi S Brata
Hubungan Antara Kekuatan Pikiran dan LoASyahril Syam
Hubungan ‘Makanan’ Dengan Keselarasan Tubuh Dan Jiwa (Ayurveda Bagian 3)Emmy Liana Dewi
Hypno-Birthing, Melahirkan Dengan Mudah, Nyaman, dan MenyenangkanAdi W Gunawan
Hypnotic Dream RestructuringAdi W Gunawan
Ibarat Tubuh yang TerberkatiKolom Bersama
Independen? Ya, Menulis!Eni Kusuma
Inspiring PeopleKolom Bersama
Integrasi Ekonomi: Belajar dari Uni EropaHer Suharyanto
INVESTASI REKSADANA DENGAN STRATEGI “YOYO”Her Suharyanto
Ironi Jor-joran Bursa Ketua DPDRab A Broto
Jadilah Bagian dari SolusiWandi S Brata
Jangan Kebanyakan Mimpi…!Agoeng Widyatmoko
JANGAN MENUNDA, MUNGKIN TAK ADA KESEMPATAN KEDUAAndrew Ho
Jangan MenyerahSurya Rachmannuh
Jangan Percayai Informasi!Agoeng Widyatmoko
JANGAN PERNAH TERLALU BERHARAP!Andrew Ho
JANGAN-JANGAN POSITIVE THINKING-LAH SUMBER MASALAHNYARab A Broto
JANGAN-JANGAN POSITIVE THINKINGLAH SUMBER MASALAHNYA (2)Rab A Broto
JELANG HARGA MINYAK 200 DOLLAR AS PER BAREL: ANCAMAN MASIH MENGINTAIRab A Broto
Jennie S. Bev: Segala Sesuatu Itu Mudah, Tergantung Mindset AndaWawancara
Jika Kami Bangga, Apa yang Kamu Banggakan?Kolom Bersama
Jika Takut Melangkah, Melompat Saja Jangan BerpikirKolom Bersama
JUNGKIR BALIK MORALITAS UANRab A Broto
Junjung yang Tinggi, Tanam yang Dalam (Local Wisdom 3)Agung Praptapa
K+T=HAndrias Harefa
Kabar Baik: Anda Dapat Mengubah Dunia!Kolom Bersama
Kaca Jendela yang KotorAndrew Ho
Kacang Harus Melupakan KulitnyaKolom Bersama
KatroAndrias Harefa
KaverAndrias Harefa
Kearifan Pemimpin Sejati (Local Wisdom 4)Agung Praptapa
Kebahagiaan Ada di HatiAndrew Ho
Kebaikan Seseorang Kadang Terlihat Setelah Ia WafatKolom Bersama
Kebermaknaan HidupAdi W Gunawan
KebiasaanKolom Bersama
Kebiasaan Optimis Dalam BelajarSyahril Syam
KEBIASAAN OPTIMIS DALAM BELAJARSyahril Syam
Kebiasaan PesimisSyahril Syam
KEGIGIHANAndrew Ho
Kehidupan Baru Dimulai Umur 40 TahunAndrew Ho
Kekuatan Angka +1Andrew Ho
Kekuatan dari MinatEni Kusuma
Kekuatan dari Sifat Hati-hatiEni Kusuma
Kekuatan Kata-kata PositifKolom Bersama
Kekuatan Keberanian Mengambil RisikoAndrie Wongso
Kekuatan Meraih Hidup IdealAndrew Ho
Kekuatan NetworkingAndrew Ho
Kemerdekaan Dalam Memilih ResponSyahril Syam
Kemudahan Itu Ada Setelah Kesulitan atau Bersama Kesulitan?Kolom Bersama
Kenalilah Karakter Tubuh Anda (Mengenal Ayurveda Bagian Kedua)Emmy Liana Dewi
Kenapa Menulis?Eni Kusuma
Kenapa Mesti Berdoa dan Beragama?Syahril Syam
Kendal(i) Atas Kendal(a) DiriEdy Suhardono
Kepemimpinan HorizontalKolom Bersama
KepentinganKolom Bersama
Kepepet Itu PentingAndrias Harefa
Kepercayaan DiriAndrie Wongso
Keramahan si Tukang ParkirKolom Bersama
Kerja Ikhlas = Kerja Bodoh?Kolom Bersama
Kerja Kreatif, Siapa Bisa?Andrias Harefa
Kerja PemimpinAndrias Harefa
KesadaranKolom Bersama
Kesalahan Ketika Anda Ingin Memulai BisnisKolom Bersama
Keseimbangan HidupAndrie Wongso
Ketakpedulian Terhadap Sekitar = Ketakpedulian Terhadap Diri SendiriSyahril Syam
Ketergesaan Memperlambat HasilKolom Bersama
Ketetapan HatiAndrie Wongso
Ketika Kita Mencintai …Emmy Liana Dewi
Ketika Putus Asa Dalam MenulisEni Kusuma
Keunggulan Utama AndaKolom Bersama
Keuntungan dari Kompetisi Sepakbola Dunia di JermanAndrew Ho
Keyakinan Itu BerjenjangKolom Bersama
Kiat Menang DebatWandi S Brata
KITA DISENGSARAKAN SPEKULAN MINYAK?Her Suharyanto
Kok, Takut Berbuat Salah?Syahril Syam
KontituenAndrias Harefa
Kunci Sukses = Kunci SehatKolom Bersama
Kunci Sukses Theodore RooseveltWandi S Brata
Latihan 1.500 KaliAndrew Ho
Latihan Mental yang MenyembuhkanSyahril Syam
Learn, Unlearn, Relearn!Wandi S Brata
LebayAndrias Harefa
Life Is Wonderful – “Berani Menyuarakan Kebenaran”Andrew Ho
Lima Kekuatan untuk Optimalisasi Pengembangan Potensi DiriAdi W Gunawan
Local Wisdom: Membentengi Diri dari Aji MumpungAgung Praptapa
Local Wisdom: Sing Jembar Segarane, Luaskan LautanmuAgung Praptapa
LOGIKA DAN KEBAHAGIAANSyahril Syam
Love and GratitudeKolom Bersama
Lupakan Semua Teori Manajemen!Agoeng Widyatmoko
Maafkan DirikuSyahril Syam
Machiavelli dan Lakon Cicak vs BuayaRab A Broto
Makin CerdasAndrias Harefa
Malu Ah Sama Monyet!Kolom Bersama
Managing Performance: Becik Ketitik, Ala Ketara (Local Wisdom 7)Agung Praptapa
Manajemen SDM Kusut Institusi GayusRab A Broto
Manajer SDM yang EfektifKolom Bersama
Manfaat Akar Bit Merah Bagi KesehatanEmmy Liana Dewi
Manfaat dan Bahaya Past Life RegressionAdi W Gunawan
Manfaat dan Bahaya Past Life RegressionKolom Bersama
Mangkuk BerlubangAndrie Wongso
Manisan KeramahanAndrew Ho
Manusia GuruAndrias Harefa
Masa Depan Ada di Masa LaluAdi W Gunawan
Masih Maukah Kita Berbuat Buruk?Kolom Bersama
MatahatiWandi S Brata
Meditasi:Timur Bertemu BaratAdi W Gunawan
Melaksanakan, Tidak Sekadar Mengetahui dan MengertiAndrew Ho
Melaksanakan, Tidak Sekadar Mengetahui dan MengertiAndrias Harefa
Melakukan Hipnoterapi Pada AnakAdi W Gunawan
Melawan Arus KeberhasilanKolom Bersama
Melepaskan Sakit HatiAndrew Ho
Melihat KeluarbiasaanAndrias Harefa
Melihat Kemajuan dan Kelemahan DubaiAndrew Ho
Memahami Fenomena Kesurupan Dari Sudut Ilmu HipnoterapiAdi W Gunawan
Memahami Jenis Dan Fungsi Filter MentalAdi W Gunawan
Memahami Keunikan DiriKolom Bersama
Memahami Level Hipnosis Dan ManfaatnyaAdi W Gunawan
Memahami Penyakit PsikosomatisAdi W Gunawan
Memanfaatkan Momen TerbaikKolom Bersama
Memanfaatkan Waktu Dengan Tepat Mencegah PenyesalanAndrew Ho
Membaca itu PentingAndrew Ho
Membangun Budaya PositifAndrew Ho
Membangun IntegritasAndrias Harefa
Membangun KarismaAndrew Ho
Membangun Kepercayaan DiriSyahril Syam
Membangun Spirit KeberhasilanAndrias Harefa
Membebaskan DiriKolom Bersama
Membeli KebahagiaanKolom Bersama
MEMBERI HADIAH DI HARI ISTIMEWAAndrew Ho
Membiasakan Hidup Bersih dan DisiplinAndrew Ho
Membuka Kunci Kekuatan Perbaikan DiriAndrew Ho
Memecahkan RekorAndrias Harefa
Memenangkan Perjuangan HidupAndrew Ho
Memengaruhi OrangAndrias Harefa
MEMETIK MANFAAT DARI KEKURANGAN DAN KEMALANGANAndrew Ho
Memilih untuk Berpikir PositifSurya Rachmannuh
Memperbarui Tujuan PembelajaranKolom Bersama
Menabur Benih KebahagiaanKolom Bersama
Menanam BambuKolom Bersama
MENANGGUK UNTUNG DARI BERITA BURUKHer Suharyanto
Mencintai AnakKolom Bersama
Mendaki Gunung LempuyangAndrew Ho
Menderita Sakit (Bisa) Disebabkan dari Berpikir NegatifKolom Bersama
Mendongeng di KelasEmmy Liana Dewi
Menebar Kebaikan, Menuai KesuksesanKolom Bersama
Menentukan Tujuan HidupAndrew Ho
MENERBITKAN BUKU SENDIRI, MENGAPA TIDAK?Her Suharyanto
Menerima dan Mengubah Kegagalan Menjadi Peluang EmasAndrew Ho
Menerobos Belenggu AsumsiWandi S Brata
Mengalami dan Memahami Kondisi MeditasiAdi W Gunawan
Menganjurkan untuk BertindakEni Kusuma
Mengapa Harus Meningkatkan Standar Prestasi?Andrew Ho
Mengapa Harus Menunggu?Andrie Wongso
MENGAPA LIBURAN PERLUAndrew Ho
Mengapa LoA Tidak Bekerja?Kolom Bersama
Mengapa Orang Kaya Semakin Kaya dan Orang Miskin Semakin Miskin?Andrew Ho
Mengasah Jiwa EntrepreneurKolom Bersama
Mengatasi Masalah HidupKolom Bersama
MENGEJAR IMPIANAndrew Ho
Mengejar KebanggaanAndrew Ho
Mengembangkan Budaya Saling MendukungKolom Bersama
Mengenal Suara Hati Yang SesungguhnyaAdi W Gunawan
Menghargai (Nilai) DiriEdy Suhardono
Menghidupkan PatriotismeAndrie Wongso
MENGINTIP PROGRAM AWAL SPPHer Suharyanto
Menguasai Pasar dan Survive dalam PersainganAndrie Wongso
Mengukur PotensiAndrias Harefa
Mengunjungi Kampung Halaman Almarhum AyahAndrew Ho
Menikmati KehidupanAndrew Ho
Meningkatkan Rasa SyukurAndrew Ho
Menjadi Diri Anda SendiriKolom Bersama
Menjadi Lebih Tanpa Berlebihan (Local Wisdom 5)Agung Praptapa
Menjadi Orang Sukses dan BerartiAndrew Ho
MENJADI PEMASAR SUKSES DENGAN 3PAndrew Ho
Menjadi Pemenang Sejati (Local Wisdom 9)Agung Praptapa
Menjadi PemimpinAndrias Harefa
MENJADI PEMIMPIN SEJATIAndrew Ho
Menjadi Pribadi ChampionSurya Rachmannuh
Menjaga HarapanAndrew Ho
Menjauhi DendamAndrie Wongso
Menolong dengan Menumbuhkan Semangat dan Kemampuan BerwirausahaAndrew Ho
Mental Block Terbesar dalam HidupSyahril Syam
Mental Block … Oh… Mental BlockAdi W Gunawan
Menulis Adalah Kesenangan SayaKolom Bersama
Menulis Bikin CantikAndrias Harefa
Menulis Buku Best Seller di SekolahEmmy Liana Dewi
Menulis Buku Best Seller Itu GampangEdy Zaqeus
Menulis Buku Best-SellerAndrias Harefa
Menulis Buku Best-SellerAndrias Harefa
Menulis Itu Gampang?Kolom Bersama
Menulis Itu MenyembuhkanAndrias Harefa
Menulis Itu Pekerjaan TanganAndrias Harefa
Menulis Itu SehatAgung Praptapa
Menulis untuk MenyembuhkanAndrias Harefa
Menumbuhkan Jiwa KewirausahaanAndrew Ho
Menungangi TragikaWandi S Brata
Menunggangi IroniWandi S Brata
Menunggangi KontradiksiWandi S Brata
Menunggangi ParadoksWandi S Brata
Menyiapkan “Warisan”Andrias Harefa
MENYIKAPI ERA DAN KEBUTUHAN INFORMASIAndrew Ho
Merasa Bisa atau Bisa Merasa? (Local Wisdom 8)Agung Praptapa
Meretas Belenggu “Hypnotizability”Adi W Gunawan
Meta Model: The Power of NOWSyahril Syam
Michael Jackson dalam KenanganAndrew Ho
Miskin Tapi BahagiaAndrias Harefa
Mitos Mitos KepemimpinanKolom Bersama
Momen = (Mo)tivasi (Men)jadiEdy Suhardono
MomentumSyahril Syam
Mundur Terus Pantang MajuWandi S Brata
Mungkinkah Menguasai Hipnoterapi Hanya Dalam Waktu 1 Hari?Adi W Gunawan
Musuh Terutama dari Sikap yang Baik adalah Sikap TERBAIK Kita.Surya Rachmannuh
My Love is My Best FriendKolom Bersama
Naluri Penyembuhan Diri Dalam Menanggulangi StressEmmy Liana Dewi
Nguwongke: Memanusiakan ManusiaAgung Praptapa
Nikmatnya Jadi Pengangguran [Entrepreneur]Kolom Bersama
Nilai KehidupanAndrie Wongso
No Magic, Only BasicAndrew Ho
Noncontadiction Principle in Personal DevelopmentSyahril Syam
Nyaman Menuruti Kata HatiEni Kusuma
Orang PintarAndrias Harefa
Orang yang TepatAndrias Harefa
Orgasmic WritingAndrias Harefa
ORIAndrias Harefa
Otak dan PerilakuSyahril Syam
Pangeran BungkukAndrie Wongso
PAY IT FORWARDAndrew Ho
Pè-Ès-CéEdy Suhardono
Pegagan: Herbal Awet Muda dan Panjang UmurEmmy Liana Dewi
Pelajaran BersyukurAndrias Harefa
Pelatihan Sukses vs Peran TuhanKolom Bersama
Pemimpin BaruAndrias Harefa
Pemimpin dan (Pre)sedenEdy Suhardono
Pendek versus PanjangKolom Bersama
Pengembangan SDM IndonesiaSurya Rachmannuh
PENSIUN MUDA DAN WAKTUAndrew Ho
Perang dengan Kemiskinan MentalAndrie Wongso
PERENCANAAN KEUANGAN, MEMBANGUN SIKAP KIKIR?Her Suharyanto
PERHATIKANLAH!Syahril Syam
Perjalanan KehidupanKolom Bersama
Perjuangan HidupAndrie Wongso
Perlombaan Maraton Kelinci dengan Kura-kuraKolom Bersama
Perlunya Perencanaan HidupAndrew Ho
PERSIAPAN MENGHADAPI TANTANGAN KEHIDUPANAndrew Ho
Persiapkan Diri AndaSurya Rachmannuh
Personal Branding Melalui BukuEdy Zaqeus
Pertemukan Saja Saya dengan NerakaKolom Bersama
Pesan IbuAndrie Wongso
Pesan untuk Anak-AnakkuAndrew Ho
Pestanya Langsung BubarSurya Rachmannuh
Peta yang SalahAndrias Harefa
Pilih Kaya atau Bahagia?Kolom Bersama
PILIH MENULIS ATAU MATI?Edy Zaqeus
POTENSI DAN MANFAAT SELF-PUBLISHINGEdy Zaqeus
Pranayama: Nafas Untuk Kedamaian dan KesehatanEmmy Liana Dewi
PrasangkaAndrie Wongso
Prinsip Ayurveda untuk Meningkatkan Kualitas KehidupanEmmy Liana Dewi
Profesionalisme SejatiAndrie Wongso
Program Buku Sekolah Elektrik: Orangtua Siswa Masih Akan Membayar MahalRab A Broto
Proses Menuju Sukses SejatiSurya Rachmannuh
Psikosomatis, Apaan Tuh?Kolom Bersama
Puasa dan Tiga Dimensi Hidup BangsaKolom Bersama
PUTUS ASAAndrew Ho
Qiutters Can WinAdi W Gunawan
Rahasia Anti Frustasi: “Semeleh”Agung Praptapa
Rahasia Dalam Memikat PembacaEni Kusuma
Rahasia Masuk ke Level Deep HypnosisAdi W Gunawan
Rahasia Melakukan Stage HypnosisAdi W Gunawan
Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan BahagiaAdi W Gunawan
Rahasia Pensiun Muda, Kaya Raya, Dan BahagiaAgoeng Widyatmoko
Rahasianya adalah “PILIHAN” Anda !Kolom Bersama
Religious Aspects of HypnosisAdi W Gunawan
Resep NHAndrias Harefa
Resep SayaAndrias Harefa
Respons PembedaAndrias Harefa
Rumah Tangga Berantakan Karena PLRAdi W Gunawan
Rumput Tetangga Selalu Kelihatan Lebih HijauKolom Bersama
Saat Berada di Puncak KesuksesanAndrie Wongso
Safir Senduk: Sepuluh Kiat Sukses Penulis Best SellerWawancara
Sakit Gigi dan Sakit HatiKolom Bersama
Salah DefinisiAndrias Harefa
Salah Itu SulitAndrias Harefa
Saya Mau BerubahAndrie Wongso
Scientific EEG HypnotherapyAdi W Gunawan
Scientific MeditationAdi W Gunawan
Screen MemoryAdi W Gunawan
Sebelum Menulis, So What?Eni Kusuma
Sebuah Inspirasi dari Sosok Artis Hollywood Ternama, Sandra BullockAndrew Ho
Sebuah Inspirasi Tentang ImpianAndrew Ho
Secangkir Teh dan Makna HidupSyahril Syam
Sekilas Tentang Phelps, Sang Pemecah Rekor Renang di Olimpiade Beijing 2008Andrew Ho
Seleksi Profesional, Kabinet ProfesionalRab A Broto
Semangat Idul Fitri, Semangat MemaafkanKolom Bersama
Semangat ToleransiAndrew Ho
Semangkuk BaksoAndrie Wongso
Seni BernegosiasiAndrew Ho
SENSITIF TERHADAP PERUBAHAN DAN MANAJEMEN PERUBAHANAndrew Ho
Sertifikasi TrainerAndrias Harefa
Sesuatu Kelihatan Sulit Sebelum DikerjakanAndrew Ho
Setiap Insan adalah SpesialAndrie Wongso
SGMAndrias Harefa
Share and be Happy – Berbagi dan BerbahagialahAndrie Wongso
Siapa Bilang Kerja Ikhlas Bukan Investasi?Kolom Bersama
Siapa Takut Menjadi Penulis Buku Bestseller?Kolom Bersama
SIIAAPAndrias Harefa
Sindrom Kepemimpinan: HotepapopuAndrew Ho
Sing Micoro Moncer, Fondasi Pembicara AndalWandi S Brata
SODOKAN KARAMBOL PENURUNAN SUKU BUNGAHer Suharyanto
Solid Team WorkSurya Rachmannuh
Solusi Cerdas Buku MahalKolom Bersama
Strategi Bisnis dari SWOT ke TOWSAndrew Ho
Strategi Dalam Waktu PergolakanAndrew Ho
Sudah Lupa Tuh …Kolom Bersama
SuksesKolom Bersama
Sukses Dengan Bertindak CepatEni Kusuma
Sukses dengan Pelayanan dan “Public Relations” yang BaikEni Kusuma
Sukses Dengan rekomendasiEni Kusuma
Sukses Menulis Karena Marah dan DendamAgung Praptapa
Supaya Pede Berbicara di Depan UmumAgung Praptapa
Supercharging Your SuggestionsAdi W Gunawan
Superfood: Seabreg Khasiat dari Buah GojiEmmy Liana Dewi
Tak Menulis Apa-ApaAndrias Harefa
Tak Sulit Mewujudkan Cinta Kasih Kita ke dalam Tindakan NyataAndrew Ho
Teknik Pengambilan Keputusan Bisnis Bagi Orang dengan Otak KiriKolom Bersama
Teknik Relaksasi: Genggam Jari untuk Keseimbangan EmosiEmmy Liana Dewi
Tekun, Pasti BerhasilEni Kusuma
Temukan Makna Kehidupan di Balik KekecewaanSyahril Syam
Tentang Cinta Dalam Kehidupan KitaAndrew Ho
Teori Jendela dan CerminAndrew Ho
Teori Tungku MentalAdi W Gunawan
TEROR EKONOMI – INDIKATOR PALSU IHSGHer Suharyanto
Teror Ekonomi – Indikator Palsu IHSGHer Suharyanto
Tetap Optimis dan Eksis di Masa KrisisAndrew Ho
The Bucket ListAndrew Ho
THE FORENSIK OF FORGIVENESS, Part OneKolom Bersama
The PARIS Formula untuk Sukses AndaAgung Praptapa
The Power of Action: Melawan Rintangan, Menaklukan Hambatan (Local Wisdom 6)Agung Praptapa
The Power of KepepetAgoeng Widyatmoko
The Power of PassionAgung Praptapa
The Power of “Ojo Dumeh”Agung Praptapa
The Symptom is The SolutionAdi W Gunawan
Tidak Menunda Berbuat BaikAndrew Ho
Tidak Menunda Berbuat BaikAndrew Ho
Tips AnyaAndrias Harefa
Titik KulminasiKolom Bersama
TJS: MYTAndrias Harefa
Trainer Level 5Andrias Harefa
Trainer Rp 7 MAndrias Harefa
Trans(aksi) vs Inter(aksi)Edy Suhardono
Tulisan yang MenggugahEni Kusuma
Uji Sugestibilitas : Perlukah?Adi W Gunawan
Untung Ada Orang GilaWandi S Brata
Waking HypnosisAdi W Gunawan


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.198.118.197
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia