My Love is REAL!

Sabtu, 16. 30 WIB.
Aku menunggu. Ya. Aku menunggu di pekarangan belakang sekolahku, tidak jauh dari musholla tempat aku shalat. Di sini, aku akan menemuinya. Dengan seragam sekolah yang rapi namun rambutku yang masih berantakan, tak mengurungkan niatku.
Karena hari ini perpisahan kelas XII, jadi aku memakai seragam putih abu-abu. Acaranya yang begitu merah dan menghanyutkan perasaan kami semua. Begitu menyedihkan memang. Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan. Namun begitu, acaranya berlangsung full energy. Teriakan, sorakan, nyanyian para siswa menggelegar di udara. Puas rasanya ketika itu. Segala keluh kesah dan canda tawa kami ini takkan di temukan lagi di perguruan tinggi.
Ya. Setelah acara ini berakhir, maka waktu kami pun ikut berakhir. Kebersamaan dan rasa kekeluargaan yang begitu kental, kami bina mulai dari nol. Berat. Dadaku sesak. Bila harus mengingat kenangan indah bersama mereka. Teman–temanku yang tercinta. Tapi, kami semua berharap agar perasaan kami tidak akan luntur oleh jarak dan waktu yang memisahkan.

Memang betul kata orang “Masa yang paling indah adalah masa ketika SMA, karena di masa itulah kita akan mulai mengenal lebih dalam diri kita dan orang lain. Dan kita juga bisa mengenal masa masa jatuh hati pada lawan jenis dengan lebih serius. Dan di masa ini juga, karakter kita akan di bentuk dan di poles” Kata kata itu baru bisa kupahami di saat ini, di moment terakhirku bersama mereka.

“Assalamualaikum?”
“W.. Wa—wa’alaikumsalam!” Aku terkejut. Dan dengan agak terbata-bata aku menjawab salam darinya.
Dia sudah berada di depanku. Astagfirullahal’adzim. Ternyata aku tadi melamun, memikirkan tentang perpisahan. Namun, dia tampak memakluminya. Wajahnya yang berseri. Kulitnya yang agak putih dan pakaiannya yang tampak serasi. Ia memakai rok putih dan memakai baju lengan panjang dan jilbabnya yang tebal yang menutup aurat tampak begitu anggun. Ia hampir menyempurnakan hijabnya. Walaupun begitu, amat jarang ditemukan gadis yang usianya tujuh belas tahun, mau menutup auratnya. Biasanya kebanyakan dari mereka hanya sekedarnya saja. Ya. Ini cukup memprihatinkan bagi kaum muslimah di daerah ini. Karena atas dasar inilah, rohis di sekolah kami di bentuk.

Dengan dukungan dari kepala sekolah dan Ormas Islam, rohis (rohani islam) kami berjalan. Rohis juga sebagai sarana perbaikandan refleksi diri bagi remaja islam. Apakah ia sudah benar? Apakah yang ia lakukan sudah sesuai syariat?. pertanyaan seperti ini akan di jawab dan di bahas secara baik di Rohis.

Aku juga ikut rohis. Walau awalnya cuma ikut ikutan doang. Sekarang sudah menjadi lebih serius. Serius untuk hidup sesuai syariat islam. Islam itu indah. Islam itu tegas. Islam itu lembut. Islam itu mudah. Kata-kataku tak mampu mengungkapkan betapa indahnya hidup bila begitu dekat dengan agama kita.

“Kak… Ada perlu apa ya, Kak?” Tanyanya padaku dengan sikapnya yang polos.

Walau sedikit lasak, cerewet, terkadang perkataannya sering memerahkan telinga, namun hatinya begitu lembut. Ya. Pertanyaannya itu mulai membuatku gugup. Bingung. Tidak tahu harus di mulai dari mana. Aku malu karena kurang konsisten.

Di kejauhan aku melihat temanku, Ayub, mengacungkan telunjuknya. Walau hanya terlihat bagian tangannya saja, aku sudah tahu bahwa itu dia. Itu Kode nya! Hati dan pikiranku mulai terbuka. Itu karena Ayub menyuruhku untuk terus terang kepada gadis ini. Tak lama, sosok tangan itu menghilang ke balik tembok. Terima kasih, Yub. Sampai saat ini kau masihm emberikanku support. Kau memang salah satu sahabatku. Aku menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Hatiku sudah mulai sedikit tenang. Lebih rileks.
Aku sudah siapuntuk mengatakannya. Lalu kujawab pertanyaan gadis itu.
“Ada hal penting yang ingin kusampaikan padamu?”
“Hmm.. Apa itu, Kak?” Tanyanya balik padaku.
“Sebenarnya…”
“Sebenarnya apa, Kak?” Lagi ia bertanya.

Sepertinya ia benar benar serius dengan percakapan ini. Aku harus bisa. Harus!. Kukuatkan tekadku agar tidak mengecewakannya.
“Sebenarnya kau sudah tahukan bagaimana perasaanku untukmu?”
“Ak..” Gadis itu terkejut betul.
Wajahnya memerah. Ia menunduk malu. Tak mampu mengucapkan sepatah katapun, gadis itu terdiam. Ia memegang erat roknya.
“Aku juga sudah tahu bagaimana perasaanmu kepadaku”
Mendengar lanjutan dari perkataanku gadis itu tercengang. Beberapa saat kemudian, ia berteiak kecil sambil menutup wajahnya yang mulai tampak kemerahan yang merona dengan tangannya.
“Ah!!”
“D—Dari M—Mana kakak tahu?” Ia jadi begitu gugup. Gerakannya tidak beraturan.
“Tenanglah, Aisyah” Ucapku kepadanya dengan nadadatar.

Aku berusaha menenangkannya. Dan berhasil dengan mulus. Ia langsung tenang ketika itu. Ketika ku mengucapkan namanya dengan lembut. Ya. Namanya Aisyah. Ia tak sanggup menatapku mataku. Begitupun aku. Namun, hati yang bergejolak keras ini amat sulit ditaklukkan. Saat ini, aku sangat ingin bersamanya. Menatapnya terus. Tapi, harus ku tahan. Walau terkadang lirikanku lepas kendali.
“Itu tidak penting saat ini, Aisyah!. Karena ada hal yang akan ku sampaikan ini jauh lebih penting dari pada hal itu.” Kutegaskan suaraku.
“I—Iya… Apa yang ingin kakak sampaikan padaku?” Tanyanya balik.
“Sebaiknya lupakanlah aku, Aisyah”
Mendengar hal itu, ia terdiam. Kaku. Wajahnya tak berekspresi. Aku tahu jelas bagaimana perasaannya kala itu. Ibarat jiwa yang tersambar petir yang kuat dari langit. Suasana kami hening total. Semilir angin berhembus terdengar di telingaku. “Woooshh” seperti itu lah bunyi yang kudengar.

Aku tak tahu harus berkata apalagi. Aku hanya menunggu respon darinya. Sudah lebih tiga puluh detik kami terdiam. Kudengar ia beristighfar. Lalu ia menegarkan dirinya, ia menatapku seraya berkata
“Kenapa kakak mengatakan hal itu? Apa sebabnya, Kak?” Ia begitu ingin tahu. Aku memasang ekspresi bingung dan menjawab pertanyaannya.
“Itu karena…” perlahan perkataanku senyap. Aku mulai berpikir lagi. Argh! Aku harus komitmen. Aku harus berani. Lalu aku menyambung perkataanku dengan sedikit keras.
“karena aku takut kau akan mengalami kepedihan dan kerinduan yang amat berat. Aku takut, kau tidak bisa konsentrasi pada pelajaranmu, Aku takut, kau akan di kucilkan oleh teman sekelasmu. Aku takut, aku benar-benar takut kau akan pindah ke lain hati. Dan—”
“Bagaimana dengan kakak sendiri?” Secepat kilat ia memotong ucapanku tadi.

Dan ketika ku palingkan wajahku padanya. Aku terkejut. Matanya berkaca-kaca. Mencoba menahan air matanya. Ekspresinya begitu kuat, terlihat dan terlukis betapa pedulinya ia padaku di wajahnya. Aku begitu bodoh. BODOH!!! Aku sok tahu tentang perasaan Aisyah. Padahal hanya sedikit yang kuketahui darinya. Dengan spontan aku menjawab.
“Tentu saja! Aku akan tetap mencintaimu. Walaupun—”
“Aku juga begitu, Kak” Sambarnya dengan nada yangsedikit tinggi.
Alangkah terkejutnya batinku. Aku hanya bisa tercengang mendengarnya. Baru pertama kalinya aku mendapat respon yang benar benar seserius ini tentang cinta. Heran dan senang bercampur aduk.
“Kakak pasti bertanya “Kenapa?” Kenapa ada seorang gadis yang berumur tujuh belas tahun benar benar serius tentang hal ini, iyakan?”
Ia menghela nafasnya. Lalu berjalan ke kanan. Setelah beberapa langkah, ia berhenti. Dan melanjutkan perkataannya
“Itu karena…”
Seketika itu ia memalingkan pandangannya lurus padaku seraya melanjutkan ucapannya
“Itu karena perasaanku untukmu bukanlah main-main, Kak. Mungkin kedengarannya bagi kakak childish banget. Terlalu kekanak-kanakan. But, its real. You know, My love for you is real. Tap—” Tak sempat melanjutkan kalimatnya, aku memotong dan berkata dengan cukup keras.
“Tapi, bagaimana bila aku tidak menjadi orang sukses?, bagaimana bila aku jadi gelandangan di luar sana?, Masih maukah kau menungguku? Masih sanggupkah kau menahan dan menyimpan rasa itu?. Tidak!! Iya kan? Kamu tidak akan sanggup Aisyah.”
Tawanya tiba-tiba saja meledak. Walau pelan, aku keheranan di buatnya.
“Kak…Kak.. ? Kakak kok lucu banget sih…”
“Apanya yang lucu, Aisyah” Tanyaku keheranan
“Habis… Kakak ini lucu…”
“?”
“Kakak tidak mentelaah benar kata-kataku tadi rupanya…”
Ia tersenyum manis. Raut mukanya terlihat cerah. Tidak terdapat keraguan yang terlukis di wajahnya. Matanya berbinar. Lalu menlanjutkan ucapannya.
“Kak… Perasaanku padamu itu sungguhan. Aku mencintaimu bukan karena rupamu. Aku juga mencintaimu bukan karena sikapmu yang ramah pada semua orang. Bukan juga karena tuturmu yang lembut dan kekocakanmu.
Bukan pula karena Materi, Tapi… Aku mencintaimu karena Allah”
Kata-kata yang di ucapkan Aisyah menggema di telingaku. Perasaanku jadi aneh Rasa ini seperti sesuatu yang begitu berat. Ya. Rasa bersalah. Ucapannya tadi jelas kalau aku sudah berlebihan padanya. Baik perhatian, kepedulian, hingga rasa sayangku. Ternyata membuahkan hasil yang begitu rumit. Langsung aku menjelaskan pada Aisyah.
“—Maaf Aisyah!. Maaf! Aku benar-benar minta maaf, Aisyah! Tanpa kusadari, aku telah membuatmu seperti ini. Membuatmu di posisi yang begitu sulit. Untuk wanita seusiamu, hal ini akan menjadi hambatan bagimu.”
“Siapa bilang?” Lagi, ia memotong untaian kataku.
Kali ini ekspresinya begitu tegar. Penuh keyakinan.
“Subhanallah… Kakak terlalu mengkhawatirkanku. Kakak terlalu peduli padaku. Sehingga kakak lupa akan diri kakak. Kakak lupa apa tujuan kakak sebenarnya. ”
“Tap—” aku tak sempat menyela ucapannya.
Ia terus berkata dengan lembut. Nada dan vokalnya begitu harmoni kudengar. Aku hanya terdiam dan terus mendengarkannya. Lalu ia berhenti sejenak. Kemudian melanjutkan lagi ucapannya
“Sekali lagi aku akan mengatakannya, Kak”
“?”
“Aisyah mencintai kakak karena Allah. Jadi, janganlah bimbang untuk maju ke depan. Apapun pilihan yang kakak buat, itulah yang terbaik untuk kakak. Dan itu pula yang terbaik untukku saat ini. Bila kakak pergi, aku sudah siap untuk menanggung resikonya. Menanggung kepedihan dan kerinduan ini. Ku akan selau berdoa kepada Allah agar di beri kekuatan untuk menahannya. Di berikan ketenangan hati dan kesejukan pikiran. Bukankah kakak sendiri yang bilang padaku “Jodoh itu di tangan Allah. Allah telah menyiapkan jodoh yang sesuai dengan kita. Bila kita punya keinginan yang kuat, bekerja keras dan selalu bermunajat kepadaNya. Niscaya Allah mempunyai rencana yang lebih baik dari apa yang kamu harapkan. Allah Maha Mengetaui apa yang dibutuhkan Hambanya”. Jadi apa yang kakak ragukan? Allah itu Maha Adil, Kak. Ia akan membalas setiap kebaikan dengan melipat gandakannya. Tidak perlu khawatir. Iyakan, Kak?”
Ia selesai berbicara. Bersamaan dengan itu, ia menampakkan senyumnya yang penuh keikhlasan. Penuh akan pengertian. Ya. Aku taksanggup menyanggahnya. Ucapannya membangunkanku dan melepaskanku dari jeratan cinta yang menggoda iman.

Untuk pertama kalinya, aku meneteskan air mata di depan seorang wanita selain ibuku. Air mataku itu, membuatku meneguhkan pendirianku. Air mataku langsung ku usap dengan tanganku.
“Terimakasih, Aisyah” Ucapku lembut
“Aku juga berterima kasih padamu, Kak. Atas perhatianmu, atas kepedulianmu yang membuatku merasa begitu nyaman dan bahagia. Karena untuk pertama kalinya, Aku mencintai seseorang dengan begitu tulus.”
“Aku juga, Aisyah. Kau lah inspirasiku saat ini. Yang memberikan pencerahan dalam hidupku.”
“Berteima kasihlah pada Allah yang telah mempertemukan kita, Kak”
Alhamdulillah!.

Aku begitu lega. Begitu senang. Kami tertawadan saling berbincang mengenai banyak hal setelah itu. Terkadang aku membuatnya geram. Bila ia geram, maka tingkahnya seperti anak kecil. Ha.. ha. Begitu lucu. Perbincangan kami tak begitu lama. Karena Sang Surya hendak kembali keperaduannya. Mungkin ia lelah melihat kami.
Terdengar teriakan teman-temanku menganggil namaku.
“Ayo. Cepat kesana…” Seru Aisyah padaku dengan begitu lembut dan menyuruhku pergi menuju asal suara.
“Iya, Aisyah.. ”
Ia tersenyum. Menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan ekspresinya itu. Ia mendorongku. Tapi aku menahannya.
“Sebelum itu ada lagi yang ingin kukatakan”
Ia menjadi tenang dan begitu memperhatikanku.
“Aku benar-benar akan mempercayakannya kepada Allah. Tentang perasaanku. Dan aku juga percaya padamu, Aisyah”
“Aku juga” Ia memalingkan pandangannya. Pipinya merona. Ia bertanya balik padaku
“Apa hanya itu?”
“Satu lagi”
“?”
“InsyaAllah. Aku akan meminangmu setelah menyelesaikan kuliah”
“HOAA..!!” Ia spontan berteriak. Lalu menanyaiku lagi.
“Apa nggak terlalu cepat, Kak? Apalagi kakak belum tentu menjadi orang sukses. Jad—”
“Aku harus sukses. Karena kesuksesanku akan menjadi bukti nyata untukmu. Untuk rasa ini. Untuk membayar beban kerinduan dan kepedihanmu. Aku harus sukses dan secepatnya mengikatmu.” Perkataanku begitu tenang terdengar.
Tampaknya seluruh keraguanku telah sirna. Aku mendekatinya. Lalu menaruh tangan kananku di atas kepalanya yang di lapis jilbab. Aku mengelus kepalanya. Kemudian melanjutkan ucapanku.
“Maka dari itu. Tunggulah Aku! Nantikan Aku! Aku pasti bisa bila Allah mengizinkan”
“Hm…” Ia mengangguk.

“Perasaanku saat ini begitu tenang. Hatiku damai. Walau tak ada yang berubah. Sekarang aku telah siap untuk memulai perjalananku.
Kini, Kehidupan sesungguhnya sudah menanti di depan. Walau sulit, aku harus tetap maju. Ya. Terus maju menuju Impianku. Impian yang sangat ingin kuwujudkan itu, adalah menikah dengan Aisyah.

THE END

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 172.68.65.21
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia