Mbah Min

Kami biasa memanggilnya Mbah Min, dia tinggal di sebelah rumahku yang berbatasan dengan sungai kecil. Dia tinggal sendirian di rumah yang berdindingkan bilik dan beratapkan rumbia. Sampai sekarang saya sendiri tidak tahu asal usul keluarganya dan tidak berani menanyakannya karena khawatir akan menyinggung hatinya.

Tapi bagi keluarga saya, Mbah Min sudah dianggap seperti keluarga sendiri karena mau membantu menjaga pemakaman keluarga besarku tanpa mengharapkan bayaran sedikit pun. Pekerjaan rutinnya membersihkan rumput di areal pemakaman pada pagi hari, dan rumput-rumput itu dikumpulkan untuk dijual ke peternak sapi di kampungku.

Bagi saya sendiri ada keasyikan tersendiri bila bermain ke rumahnya dan tidak peduli dengan omongan tetangga yang menganggap Mbak Min itu, orang tidak waras karena terkadang berbicara sendiri dengan pohon.

Saat dirinya berbicara dengan pohon itu seolah-olah sedang berhadapan dengan kekasih tercintanya dan terkadang mengelus-ngelusnya. Terkadang dia juga menangis tersedu-sedu saat ada pohon yang ditebang oleh warga, seperti dia tidak mau kehilangan kekasih tercintanya itu.
Bahkan ada juga omongan tetangga yang usil yang menyebutkan bahwa Mbah Min itu penyembah pohon.

Setiap kali saya bermain ke rumah Mbah Min, dia selalu menasehati aku supaya jadi anak yang pintar, menjalankan ibadah lima waktu dan berbakti kepada orang tua. Dan yang paling ku ingat, yakni meminta saya untuk menjaga lingkungan di sekitarku dari hal yang kecil seperti pohon untuk tidak ditebang seenaknya.

“Nak, perlakukan pohon itu seperti manusia juga karena mereka hidup dan akan tersakiti hatinya saat kita tidak memelihara dan menjaganya,” katanya setiap bertemu dengan aku.
Semua bencana di dunia ini akibat kelakuan manusia yang tidak menghargai alam semesta. “Lihat bagaimana banyak bencana banjir, itu akibat hutan yang ditebangi,” katanya.
“Manusia boleh berbuat jahat kepada alam, tapi alam tidak akan segan-segan membalasnya lebih kejam lagi,” nasehat itu yang sering dilontarkan kepada saya.

Entah kenapa, saya begitu kerasan setiap dekat dengan Mbah Min yang memang unik dan saya sudah menganggap Mbah Min itu sebagai kakek sendiri. Setiap pulang sekolah setelah berganti baju dan makan siang, hampir dipastikan saya pergi ke rumah Mbah Min.

Terkadang ibu juga merasa khawatir dengan kedekatan saya dengan Mbah Min karena terpengaruh dengan omongan tetangga yang menganggap Mbak Min itu orang tidak waras yang suka berbicara dengan pohon.
“Hendro, kamu jangan sering-sering main ke rumah Mbah Min, nanti dia terganggu,” begitu setiap ibu menasehati dengan tutur bahasanya yang halus dan tidak mau menyinggung perasaan anaknya dengan mengatakan secara langsung bahwa Mbah Min dianggap orang yang tidak waras oleh para tetangga.
Tapi aku tetap saja bermain ke rumahnya untuk sekadar mendengarkan tembang-tembang yang bernafaskan alam.

Mbah Min memiliki hobi baru yakni berkeliling kampung dengan mengendarai sepeda onthel yang katanya merupakan pemberian dari salah seorang tetanggaku. Sepeda onthel itu berwarna hitam yang sudah mulai memudar catnya.
Tapi yang paling menarik, bunyi belnya yang selalu sengaja dikencangkan setiap melewat ke rumahku. “Kring… kring… kring” tentunya setiap mendengar bunyi bel itu, saya pun langsung ke luar rumah dan memanggil Mbah Min.
Dia akan selalu menjawab dirinya akan “berdinas” setiap kali saya berteriak hendak kemana Mbah Min pada siang hari.

Dia mulai mengenakan baju pekerja proyek berwarna kuning dan bertopi caping, setiap berpergian. Di bagian belakang sepedanya pun, mulai dipasang karung goni yang mirip dengan petugas pengantar surat.
“Hendro, Mbah mau berdinas ya,” katanya sembari menekan bel sepedanya yang berbunyi melengking itu dan melambaikan tangannya.

Jadwal Mbah Min terhitung mulai padat, pagi mengurus areal pemakaman dan mengumpulkan rumput, kemudian siang hari dia berkeliling kampung, sore hari baru pulang.
Semenjak dia memiliki kebiasaan baru, saya pun tidak setiap hari bermain ke rumahnya tapi dengan bertemu saat dirinya melewati rumah sudah menjadi hiburan tersendiri dan untuk terus mengingat kata-katanya “Manusia boleh berbuat jahat kepada alam, tapi alam tidak akan segan-segan membalasnya lebih kejam lagi,”.

Sekali waktu saya datang ke rumah Mbah Min selepas pulang sekolah, seperti biasanya Ibu melarang saya bermain ke rumahnya. Tapi saya tetap saja curi-curi gerakan untuk sekadar mengunjungi si Mbah yang selalu menyanyikan lirik-lirik tentang alam itu.

Di ruangan berukuran 3 x 4 meter itu ada dipan alakadarnya yang dipastikan karya Mbah Min dengan memanfaatkan kayu bekas orang yang membangun rumah. Di pojok kiri ada tungku dari batu bata yang warnanya sudah menghitam dan di atasnya ada ceret yang digantung dengan disangga besi berwarna hitam karena terkena nyala api.
Di atas dipan kayu itu, terlihat karung yang terlihat dari luar seperti benda tajam yang ujungnya muncul di atas permukaan karung plastik itu. Sedangkan si Mbah sendiri tidak terlihat, saya pun duduk-duduk di atas kursi kayu yang mirip dengan bangku di sekolahanku. Namun kursi yang satu ini berbeda dengan kursi di sekolah karena sudah reyot hingga ketika duduk saya pun harus sedikit hati-hati.
Tidak lama kemudian muncul si Mbah dari balik pintu dan dia kaget ketika melihat saya. “Eh ada kamu Nak?” katanya.
“Mbah habis dari mana?” kataku dan ia menjawab bahwa dirinya usai dari langgar di sebelah rumahku menunaikan Shalat Ashar.

Kemudian ia pun menunjukkan kepada saya dan mengajak untuk menerka benda apa yang ada di dalam karung plastik itu, saya pun menggelengkan kepala karena tidak tahu isinya apa.
“Nah ini hasil karya Mbah selama satu bulan bekerja, pasti kamu ndak tahu kan,” katanya.
Dia pun langsung membuka ikatan tali dan membalikkan karung itu ke lantai yang beralaskan tanah, dan terlihat paku baik berukuran besar maupun kecil serta ada yang terlihat masih baru dan ada pula yang sudah menghitam karena dimakan usia.
“Ini pekerjaan manusia, seenaknya memaku pohonku, tentunya dia menangis,” katanya bersungut kesal.
“Mbah, mencabuti paku-paku itu?,” kataku.
Si Mbah pun menganggukkan kepala. “Nak, kamu jangan seperti mereka itu yang mengaku-ngaku bertuhan namun kelakuannya tidak menghargai alam. Mereka serakah dan menganggap semua yang ada di lingkungannya itu bebas untuk diperlakukan semaunya. Padahal di Al-Quran sudah menyebutkan soal alam,” ungkapnya kembali.

Siang itu, selepas pulang sekolah, tiba-tiba ibu menyuruh aku untuk mengantarkan makanan dalam rantang berwarna hijau ke rumah si Mbah dan saya pun bertanya-tanya dan penasaran sikap ibu jadi berubah dengan meminta aku ke rumah si Mbah.
“Dro, kamu antarkan ini makanan ke rumah si Mbah,” kata ibu.
“Kenapa Bu?, si Mbah sakit atau apa?,” kataku.
Ibu menjelaskan bahwa si Mbah sakit parah dan badannya luka-luka katanya dikeroyok oleh sejumlah pemuda di kampung seberang pada siang kemarin. Seharusnya dia dirawat di rumah sakit namun dia menolaknya karena tidak mau menyusahkan tetangganya.
Si Mbah pun pulang diantarkan petugas kecamatan dan polisi, keadaannya sudah memprihatinkan terlebih lagi dengan usia si Mbah yang hampir mendekati 60 tahun.

Ibu menyebutkan dari petugas kecamatan bahwa si Mbah ngamuk-ngamuk saat ada sejumlah pemuda yang tengah memasang spanduk salah satu partai besar dengan memancangkan di antara pepohonan di jalan desa.
Namun pemuda itu, memaku pohon untuk mengencangkan ikatan tali spanduk itu dan saat bersamaan si Mbah melintas dengan menggunakan sepeda onthel kesayangannya dan dia pun mencoba menasehati pemuda yang memakai seragam kepemudaan partai tersebut untuk melukai pohon tersebut.

Entah pemuda itu habis menenggak minuman keras, mereka tidak mau terima dan ngotot bahwa mereka tidak bersalah dan mengejek si Mbah yang sudah tua tapi masih sok menjadi pahlawan lingkungan hidup.

Si Mbah pun naik pitam dan sekonyong-konyong lengannya reflek menampar salah seorang pemuda itu, dan si pemuda itu membalasnya dan rekan-rekannya yang lainnya ikut mengeroyok si Mbah dan salah seorang dari mereka tega membacok si Mbah di kepalanya.
“Pemuda itu diamankan oleh petugas kepolisian, tapi kalau ibu tidak salah mendengar tidak lama kemudian pemuda yang diamankan itu, dibebaskan kembali berkat adanya jaminan dari salah seorang pimpinan partai di kota kabupaten,” kata Ibu.

Aku pun penasaran dan langsung bergegas menuju ke rumahnya, dan benar saja kondisi Si Mbah dalam keadaan yang memprihatinkan. Dia tergolek lemah di atas dipannya yang tidak berkasur. Saat itu dia tengah terlelap dan dari wajahnya terlihat lebam-lebam serta perban putih melingkari kepalanya.

Saya pun langsung meletakkan rantang makanan di atas meja di dekat dipan, mungkin karena saya kurang hati-hati tutup rantang terjatuh dan sempat mengenai dipan hingga membangunkan si Mbah.

Dia mencoba bangkit namun tersungkur kembali dan nafasnya sedikit terengah-engah dan mulutnya merintih menahan rasa sakit apalagi di bagian bibirnya terluka setelah terkena pukulan dari para pemuda yang tidak bertanggung jawab itu.

Aku pun mencoba menenangkan si Mbah dengan mengusap-ngusap bagian lengannya. Dengan berkata lirih kepadaku si Mbah menyatakan inilah pekerjaan dari manusia sombong yang sudah tidak menghargai alam.

Aku pun mengambil air dari ceret dan menuangkan ke dalam gelas untuk diminumkan ke si Mbah agar si Mbah tenang.
Sekitar satu minggu kemudian, kondisi si Mbah sudah membaik kembali dan tidak kembali menjalankan aktivitasnya dengan “berdinas” patroli menggunakan sepeda onthelnya menelusuri jalan desa melihat-lihat kondisi pohon yang ada. Jika ada paku oleh si Mbah dicabutnya dan dimasukkan ke dalam karung yang ada di belakang sepedanya itu.

Tepatnya dua minggu setelah kejadian yang menimpa si Mbah, pada tengah malam, aku terjaga dari tidur ketika mendengar teriakan-teriakan dari banyak orang dan mereka berkata “bakar… bakar… bakar saja rumahnya,” yang disambut dengan teriakan “dasar tukang teluh”, tukang teluh harus dikirim ke neraka.

Aku pun mencoba mengintip dari balik jendela di kamarku yang kebetulan menghadap ke arah sebelah rumahku itu dan terlihat nyala lampu obor yang dibawa oleh banyak orang. Tanpa diduga langsung api membumbung ke langit dari rumah itu, aku pun langsung berlari ke kamar ibu dan ternyata ibu pun tengah mengintip dari balik pintu ruang tamu.

Ketika aku hendak ke luar rumah, Ibu melarang termasuk kakakku Yu Tini mencegah aku ke luar. “Nak, kamu jangan ke luar,” kata ibu sembari menahan tubuhku yang meronta-ronta karena tahu mereka hendak menghakimi si Mbah.

Memang di rumah hanya ada aku, ibu dan Yu Tini, sedangkan ayah sudah hampir 10 tahun lalu tidak tahu keberadaannya, dan ibu selalu menutup-nutupi keberadaan ayah, tapi yang jelas dari omongan Pak De, bahwa ayah ditahan di salah satu penjara kota kabupaten karena dianggap sebagai anggota partai terlarang.

Teriakan itu semakin kencang, “Cari si Mbah Min, cincang dia, dasar tukang teluh, umpatan itu terdengar kencang yang disambut dengan teriakan “anj*ng” oleh orang banyak itu.
Dari belakang rumah terdengar ada orang yang mengetuk-ngetuk pintu dengan keras, aku pun terperanjat dan ibu mencoba mencari tahu orang yang mengetuk-ngetuk pintu itu dengan bergegas menuju ke belakang rumah yang diikuti oleh Yu Tini.

Sedangkan aku oleh ibu disuruh untuk diam di ruang tamu karena ibu khawatir akan terjadi sesuatu hal yang akan menimpaku.
Tapi yang jelas hanya terdengar permintaan tolong dari orang yang mengetuk pintu itu, dan ibu terdengar suara ibu yang meminta orang itu untuk memelankan suaranya. “Tolong bu, tolong bu,” kata orang itu.
“Sudah Mbah cepat masuk,” suara ibu.

Tidak lama kemudian terdengar suara derit pintu tertutup secara pelan-pelan dan sunyi senyap dari ruang belakang rumah. Ibu pun yang diikuti Yu Tini kembali ke ruang tamu, dan mencoba mengintip kembali dan terlihat massa mulai berkurang. Namun dari samping rumah terdengar orang yang berbincang-bincang mencari si Mbah. Ibu pun menyuruh aku untuk tidak berbicara dengan memberikan tanda jari telunjuk ke depan mulut.

Kumandang adzan Subuh dari langgar mulai terdengar yang disusul dengan kokokan ayam jantan, dan suasana di depan rumah sudah sepi tapi yang tersisanya hanya asap hitam yang membumbung ke langit.
Aku pun tertidur dan tidak berani menanyakan siapa orang yang minta semalam namun aku memperkirakan itu si Mbah.
Pada pagi harinya aku mencoba bertanya kepada ibu, siapa yang mengetuk-ngetuk pintu semalam, dan ibu menjelaskan bahwa itu si Mbah yang meminta tolong karena diburu oleh warga kampung seberang mereka membuat fitnah bahwa si Mbah adalah tukang teluh.

Tuduhan tukang teluh itu karena pekerjaan si Mbah yang mengumpulkan paku-paku yang menancap di pepohonan dan dianggap akan digunakan untuk teluh.

Konon mereka melemparkan fitnah itu, tidak lain dari pemuda yang masih marah ke si Mbah pasca kejadian itu, bahkan salah satu di antaranya sempat berurusan dengan pihak kepolisian setempat.

Yang jelas, saat aku bangun setelah kejadian itu, aku tidak pernah bertemu lagi dengan si Mbah dan ibu selalu berkata jika si Mbah sudah diungsikan ke rumah saudaranya di luar kota.

Dua puluh tahun kemudian, aku sudah tinggal di ibukota bekerja sebagai pegawai negeri sipil di instansi pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan hidup selepas menamatkan kuliah di perguruan tinggi di Yogyakarta.

Karena pekerjaanku yang cukup padat, aku bisa dikatakan hampir jarang pulang ke kampung halaman. Paling-paling Ibu yang menengok aku dan cucunya di ibukota. Sedangkan kakakku Yu Tini, sudah menikah dengan pegawai kantor kecamatan dan sudah memiliki tiga orang anak.

Ibu tinggal di rumah ditemani dengan cucu dari Pak De ku, ayah sendiri sudah meninggal sejak 10 tahun lalu selepas bebas dari penjara dan namanya sudah direhabilitasi bahwa bukan anggota partai terlarang atau menjadi korban salah tangkap orang.

Suatu hari, aku mendapatkan telepon interlokal dari ibu yang menyebutkan bahwa Mbah Min sudah meninggal dan berwasiat untuk memberikan bibit pohon mahoni dan secarik surat.
“Kamu masih ingatkan Mbah Min, dia sudah meninggal karena sakit tua pada,” kata ibu.
Ibu melanjutkan pembicaraan bahwa dirinya mendapatkan informasi itu dari saudaranya di luar kota. “Kemarin saudaranya datang ke rumah untuk memberikan surat wasiat dan bibit pohon” kata ibuku lagi.

Penasaranku semakin bertambah dan meminta ibu untuk membacakan surat wasiat itu, ibu membacakan inti dari surat wasiat itu bahwa si Mbah memintaku untuk menanam bibit pohon itu di lingkungan rumah agar lingkungan tetap terjaga.

Di akhir suratnya, Mbah memberikan nasehat yang sampai sekarang selalu ku ingat. “Manusia boleh berbuat jahat kepada alam, tapi alam tidak akan segan-segan membalasnya lebih kejam lagi.”

Bekasi, 23 Maret 2012
Riza Fahriza
Penikmat Sastra

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.158.55.5
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia