Pahlawan Senja

Entah sudah berapa lama aku meninggalkan tanah kelahiranku ini, rasanya seperti mimpi bisa kembali melihatnya. Bangga rasanya melihat apa yang sudah terjadi disini, banyak yang berubah. Yak, semua karena dia. Dia adalah anugrah yang diberikan Tuhan untuk kami, untuk kami semua yang tinggal di dalam keterpurukan, untuk kami yang menganggap ini semua mustahil tapi baginya ini adalah tantangan yang harus dilakukan untuk menjadi mungkin. Ya, bagiku dan bagi semua orang dia benar-benar anugrah Tuhan yang begitu besar.

Tuhan apakah ini adil untuk ku? Apakah ini adil untuk kami? Apakah ini adil untuk semua orang yang hidup di dunia? Mengapa cobaan begitu berat untuk makhluk-makhluk lemah seperti kami ini? Mengapa selalu yang lemah yang tertindas? Mengapa orang-orang sepeti mereka yang harus berkuasa? Apa salah ku? Apa salah kami sehingga hidup ini terasa berat untuk dilewati? Huft.. andai aku bisa memutar waktu akan aku putar ke masa depan agar aku tak melewati hari-hari yang begitu melelahkan dan terpuruk dalam hidup ini. Tuhan jika Engkau berbaik hati kirimkan lah malaikat-Mu untuk membantu ku…

Ya, itulah yang aku ucapkan dalam hati, mungkin itu adalah doa kepada Tuhan atau mungkin juga itu adalah curahan hati. Curahan hati yang selalu aku lakukan di waktu sore dengan duduk sambil melempar batu ke danau yang berair jernih, inilah tempat favoritku yang selalu aku kunjungi di bawah pohon besar yang rindang dengan posisi menghadap utara danau ini. Tempat yang begitu damai, indah dan tenang yang mampu menghipnotis mata semua orang yang datang dengan pemandangannya dan mampu mengilangkan segala kepenatan dari aktifitas sehari-hari. Yaaahhh beginilah kehidupanku, hidup dalam kampung terpencil di salah satu pulau yang ada di Negeri yang menurut orang-orang adalah Negeri yang kaya.

“kak Arin..”. seru seseorang sambil menepuk pundakku.
“ahh iya ada apa ya?.” Jawabku kaget.
“kak, kita udah selesai ngerjain tugasnya nih. Sekarang kami mau main sama kak Arin.” Jawabnya.
“hmmm, emangnya kalian mau main apa?”. Seruku lembut sambil membelai rambut adik asuhku yang imut ini.
“gimana kalau kita main petak umpet, terus nanti Andi yang jaga kak.” Jawabnya riang.
“boleh kalau begitu, ayo kita mulai sekarang.” Seru ku sambil beranjak bangkit dari tempat dudukku.
“ayok kak.” Seru mereka serempak. Dibarengi dengan Andi yang megubah posisi badannya membelakangi kami.
“emmm yang ini?”. Tebak Andi.
“bukan weeeekkk.”. jawab anak yang lainnya.
“yang ini ya, benerkan yang ini. Udah sih yang ini aja. Yang ini yayayaya, hehhehe.” Jawab Andi merengek dengan gaya yang super duper manis.
“ya bener, Andi bener. Hitung mundur ya Ndi. Semuanya lariiii.” Seru mereka serempak.
“50… 49… 48…”. seru Andi dengan keras.

Ketika semuanya sudah mendapatkan tempat persembunyian masing-masing, aku hanya mematung berdiri kurang lebih 5 meter tak jauh dari tempat Andi berdiri. Entah apa yang sedang aku pikirkan, aku hanya ingin seperti mereka yang merasa begitu bahagia menjalankan hidup tanpa memikirkan masalah yang sedang terjadi pada mereka, hanya senyuman tawa riang dan kecerian yang terpancar dari wajah mereka. Apakah mereka akan tetap seperti ini jika mereka tau yang sebenarnya akan terjadi dengan mereka? Tuhan andaikan aku seperti mereka, aku tidak perlu memikirkan hal-hal yang harus dipikrkan oleh orang dewa–
Ploookkk…! Seketika itu aku tersadar dari lamunanku karena merasa ada seseorang yang memukul tangan ku dari belakang. Oh Tuhan siapa ini.. aku hanya berharap ini bukan sesosok makhluk aneh yang iseng menjahiliku hantu kah misalnya atau kah makhluk luar angkasa yang keluar sore-sore begini ataukah hiiiyyy pikiranku kacau dan tidak karuan akhirnya aku putuskan untuk menoleh ke arah datangnya pukulan itu dan saat aku menoleh ternyata…
Huhft itu hanyalah Andi.

“ah, iya Andi ada apa?.” Tanya ku
“hahah, kakak ngapain ngelamun sambil berdiri kayak gini. Kan kita lagi main petak umpet, hahah. Kak Arin jaga.”. seru Andi dengan tawa yang begitu semangat.
ah, bodohnya diriku ini, aku lupa kalau aku sedang bermain dengan anak-anak ini. Haha, hanya tawa pasrah dan penuh kekecewaan yang terlukis di wajahku.
“hahha, iya iya kakak lupa. Ya udah sekarang gantian kakak yang jaga deh.” Seru ku sambil beranjak menuju pohon dimana Andi tadi berada.
ya aku melakukan apa yang tadi Andi lakukan, balik badan terus memilih jari jemari yang menyentuh tubuh ku tadi. Dan akhrinya tebakkan ku benar, jari manis. Hahah dan akhirnya 20 hitungan mundur pun aku mulai. Mulai terdengar suara langkah kaki mereka yang bergemuruh kesana kemari dan pada saat hitungan terakhir telah selesai aku pun membalikkan badan dan mulai mencari mereka, karena hari sudah mulai gelap ku percepat pencarian mereka. Kurang lebih lima belas menit, jika aku tidak salah menghitung akhirnya mereka semua aku temukan dan kami pun mengakhiri permainan ini agar mereka cepat kembali ke rumah.

“kami sudah mengatakan ini baik-baik dengan kalian, tapi mengapa kalian masih membandel dan tidak mengerti juga. Kampung ini akan kami gusur dan akan kami jadikan sebuah pusat pembelanjaan yang sangat besar dan mewah.” Seru seseorang yang mengenakan pakaian berdasi dan berjas itu. “kami berikan waktu 20 hari untuk kalian pergi dari sini, ingat itu.!!”. sambungnya.
“tidak!! apapun yang terjadi kami tidak akan pergi dari sini.” Seru ibu-ibu yang ada dalam kerumunan itu dan diikuti oleh suara-suara lainnya yang menyerukan bahwa mereka tidak akan pergi dari sini bahkan banyak suara merongrong, aku hanya mampu menangis dari tempatku berdiri entah apa yang sedang benar-benar terjadi disana aku tak bisa melihat terlalu jelas karena jarakku cukup jauh dengan tempat dimana kerumunan itu berada dan yang mampu aku tangkap hanyalah suara-suara mereka, tapi tunggu aku melihat seorang pemuda yang mendatangi kerumunan itu dengan rasa penuh percaya diri dan arah datangnya dari sebelah barat tepat matahari meninggalkan singgasananya dan dia berbicara kepada orang kaya itu, aku tak tau apa yang dia katakan yang aku lihat adalah orang kaya itu berlalu begitu saja dari sini dan penuh sorak sorai gembira dari para orang-orang yang bergerombol disana. Tuhan apakah ini jawaban dari doa ku di tepi danau itu? Apakah dia adalah malaikat-Mu yang Engkau kirim untuk membantu kami? Engkau sungguh berbaik hati kepada kami, terima kasih Tuhan. Yups, hanya itu yang sekarang aku panjatkan atas karunia sang pencipta yang begitu baik kepada kami, dan aku segera bergegas menuju tempat dimana seharusnya aku berada sekarang. Ya, di dekat danau tempat aku mengajarkan semua ilmu yang aku punya kepada anak-anak kecil yang ada di kampung ini.

Tak butuh waktu yang lama untuk sampai di tempatku mengajar, kira-kira hanya butuh waktu sepuluh menit tapi ada yang aneh, mengapa sampai sekarang tempat ini masih sepi bukankah ini sudah pukul empat sore dan seharusnya mereka sudah datang dan mengapa ada seorang pemuda yang duduk di tempat itu.
“maaf, permisi anda siapa ya? Mengapa anda ada disini dan apakah anda melihat anak-anak kecil disini?.” Tanya ku bertubi-tubi.
“mereka sudah saya suruh pulang.” Jawabnya datar.
“tapi kenapa anda menyuruh mereka pulang? Siapa anda? Apa hak anda disini?.” Seru ku ketus dengan penuh tanda tanya besara dalam hatiku.
“huh, baiklah perkenalkan nama saya Nathan. Saya kesini karena saya dengar tempat ini akan digusur dalam waktu 20 hari kedepan dan saya tidak akan biarkan itu terjadi daa–”.
“tunggu, apa? 20 hari yang benar saja, apa mau orang-orang itu mengapa mereka harus menindas orang-orang lemah? Apa ini kerjaan para orang-orang yang berdasi? Iya? Apa ini yang mereka lakukan?”. Seru ku memotong pembicaraannya.
‘iya 20 hari, mereka akan menggusur tempat ini jika kita tetap menolak untuk pergi dan yang harus kita lakukan adalah mencari jalan untuk tetap mempertahankan tempat ini dan itu akan mudah jika kita bekerjasama. Ok, kita ketemu lagi besok disini dengan waktu yang sama.” Serunya.
aku hanya diam dan memikirkan apa yang dia katakan, ‘mencari jalan untuk mempertahankan tempat ini’ siapa sebenarnya pemuda ini? Apa yang akan dia lakukan untuk tempat ini?
“tap–”. Belum sempat aku mengatakannya dia sudah menghilang di balik langit senja yang memancarkan warna dan suasana yang begitu lembut. Akhirnya aku putuskan untuk pulang ke rumah.

Tercengang, itulah yang aku lakukan saat mendengar bahwa aku harus mewakili sekolahku dalam rangka perwakilan Indonesia ke kancah nasional di salah satu kota yang jauh dari tempat tinggal ku.
“saya tau kamu pintar dan cerdas. Saya yakin kamu bisa membawa nama sekolah kita ke kancah Internasional apabila lulus dalam seleksi Nasional nanti. tapi mengapa kamu menolak kesempatan itu? Semua orang berlomba untuk dapat kesempatan itu, tapi kamu. Ah saya nggak ngerti dengan pikiran kamu.” Bentak seseorang dengan bertubuh gemuk yang ada di depanku.
“tapi pak, ada urusan yang lebih penting yang harus saya urus.” Seru ku lemas.
“urusan penting apa, hah? Kalau kamu ambil kesempatan ini, kamu bisa ke kancah Internasional dan kamu bisa ngelanjutin sekolah kamu tanpa biaya sepeserpun disana. Itu kan yang kamu cita-citakan.” Jelasnya.
memang benar itu adalah cita-cita yang selama ini aku idam-idam kan. Tapi, sekarang semua sudah tidak begitu berpengaruh terhadapku, karena yang aku pikirkan sekarang dan yang lebih penting adalah nasib orang-orang yang tinggal di kampung ku, nasib anak-anak asuhku.
“jadi apapun yang terjadi sepenting apapun urusan yang kamu punya, saya tidak mau tau yang harus kamu lakukan sekarang adalah menerima kesempatan itu untuk berkompetisi di Nasional dan bawa nama sekolah kita ke Internasional. 3 jam lagi kamu berangkat, semua sudah diurus. Sekarang kamu boleh keluar dari ruangan ini.”. perintahnya.

Dengan langkah gontai akhirnya aku keluar dari ruangan ini. Sekarang aku hanya punya waktu 3 jam. Apa yang harus aku lakukan? Nathan? Iya Nathan tiba-tiba aku ingat nama itu. Akhirnya dengan kecepatan super sonic aku berlari menuju ke tempat dimana aku mengajar. Setelah sampai disana suasana sepi tak ada satu orang pun, dan akhirnya karena dikejar waktu aku pun hanya menulis sebuah surat untuk Nathan.

Aku nggak tau sebenarnya kamu siapa dan dari mana kamu berasal tapi aku yakin kamu bisa membantu ku dan membantu semua orang yang ada disini.

Setelah menulis surat itu aku pun segera pergi ke bandara.

“kami sudah urus semuanya dan ini adalah bukti bahwa kalian hanya memanfaatkan kami untuk mendapatkan tanah ini. Kalian anggap kami bodoh? Cihh tidak semudah itu kalian bisa mengambil tanah ini dan menghancurkan semuanya yang telah kami bangun disini.”. bentakku.
“hey anak kecil, siapa kau? Tau apa kau? Kau mau mati apa?.” Teriak seseorang dari atas buldozer.
“kalau aku harus mati demi mereka kenapa tidak, ini sudah terbukti. Kita sudah mengadakan sidang, dan kami yang menang atas segala bukti kenapa aku harus takut mati?. Mungkin kalian yang takut mati? Ini adalah bukti yang menyatakan bahwa kami menang dalam sidang dan kalian harus hentikan pekerjaan ini bahkan kalian harus pergi.” Seru ku sambil memperlihatkan map cokelat yang berisi berkas-berkas. Dan akhirnya setelah membaca isi dari map itu mereka menyerah tanpa perlawanan pada hari terakhir setelah bentrok selama berminggu-minggu bahkan sempat terjadi baku hantam dan akhirnya kami pun menang dengan bukti kuat.

Arin, andai kamu ada disini mungkin kamu akan merasakan kebahagiaan yang begitu besar di sore ini seperti orang-orang yang ada disini dengan senyuman yang terlukis di wajah mereka, sore yang begitu indah yang seakan-akan memperlihatkan kekuatannya untuk memihak kita.
tapi semua tidak ada yang mulus, tidak semua terlihat seperti kertas putih tanpa noda. Ternyata tanah ini sudah berbalik tangan dari orang yang satu ke orang yang lain. Tuhan, cobaan apalagi ini. Berhari-hari aku harus mengurus semuanya bolak-balik ke kantor pemerintahan untuk mengurus surat tanah dengan izin yang resmi agar mendapatkan kembali tanah yang menjadi hak orang-orang yang tinggal di kampung ini. Bukan Cuma itu saja, setelah masalah tanah sudah selesai muncul masalah lain. Para penduduk diserang penyakit langka dan obat untuk penawarnya hanya dijual di kota yang jaraknya lumayan jauh, kampung ini diserang sekumpulan preman dengan batu dan bom rakitan, bahkan sampai masalah besar yang hampir membuatku putus asa. Ya aku difitnah mendoktrin anak-anak mereka dengan mengajarkan ajaran yang tidak baik sampai-sampai aku hampir dipukuli oleh orang-orang kampung ini, tapi setelah adanya pertemuan dengan semua warga dan aku menjelaskan apa yang sebenarnya aku lakukan untuk anak-anak mereka dan yang aku lakukan untuk kampung ini akhirnya mereka mengerti dan mau membantuku untuk memperbaiki semua yang ada disini.

Cukup sulit memulai semuanya dari nol tapi aku yakin aku pasti bisa merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik. Semuanya aku awali dengan mengajarkan mereka baca tulis, maklum saja disini hanya beberapa orang saja yang dapat menuntut ilmu. Kemudian aku mengajak mereka untuk berwirausaha dari membuat kerajinan tangan yang mempunyai nilai jual, mengajak mereka untuk hidup yang lebih baik dan mengajari mereka banyak hal.

Sungguh istimewa kampung ini, ada danau yang indah di tengah-tengah kampung yang terpuruk seperti ini. Apa terpuruk? itu salah besar, mungkin diperadabannya dulu ini adalah kampung terpuruk di Negeri ini, tapi sekarang semuanya sudah berubah. Kampung ini telah menjadi kampung yang makmur, kampung yang memiliki sejuta keindahan, kampung yang memiliki sejuta cerita. Haha, bangga melihat semuanya telah berubah disini, mulai dari rumah-rumah penduduknya telah berubah menjadi rumah bergaya modern minimalis seperti perumahan yang ada di kota-kota besar dan tidak lagi menggunakan kayu dengan beratapkan daun kelapa kering, para pemuda kini menjalani usaha yang mereka tekuni, sekarang banyak anak-anak yang sudah mengerti arti pentingnya pendidikan dan masih banyak lagi yang berubah disini. Ternyata sudah cukup lama aku disini, sudah lebih dari dua tahun dan inilah yang mampu aku lakukan untuk mereka semua, untuk mereka yang tinggal di kampung ini. Semoga semua yang aku lakukan ini tidak sia-sia dan sekarang giliran mereka yang menentukan hidup mereka sendiri, itu ucapku dalam hati sambil beranjak pergi meninggalkan kampung ini dengan diiringi sang surya yang juga pergi menuju tempat persembunyiannya.

Ah tanpa aku sadari, aku sudah sampai di tempat tujuanku. Ya, tempat dimana aku mengajarkan anak-anak asuhku dulu. Melihat semua perubahan yang terjadi disini benar-benar membuatku takjub dan tak henti-hentinya berdecak kagum dengan apa yang dia lakukan selama ini. Ternyata aku benar, dia mampu membuat semuanya berubah dia mampu membuat orang-orang disini melewati masa-masa sulit mereka. Mungkin dari semua yang aku lihat, hanya tempat ini yang tidak berubah. Tetap dengan dekorasi yang aku buat dulu, berdindingkan geribik dengan beratapkan daun kelapa yang sudah kering dengan dua buah kayu yang menyerupai tongkat dengan ukiran-ukiran khas kampung ini untuk menopang bagian atapnya. Saat aku memasuki ruangan ternyata semua masih tetap sama. Lukisan dinding dari gambar yang anak-anak buat masih terpampang disana dan ada secarik kertas lusuh yang ikut terpampang di antarnya.

Tidak ada sesuatu yang sempurna, sempurna dalam arti tanpa hambatan dan rintangan. Kamu tak tau kapan semua itu terjadi, karena mereka datang seperti kilat yang dapat menyambar dengan begitu cepat. Tapi percayalah bahwa semua itu ada jalan, jika kamu mau berusaha untuk merubah semuanya dan percayalah bahwa senja pun memiliki kekuatan sebagai pahlawan untuk membantu kita –N-

N? Nathan? ya pemuda yang mampu mengubah semuanya, seorang pemuda yang datang dan pergi berasal dari mentari senja. Mungkin bukan hanya senja yang memiliki kekuatan sebagai pahlawan, tapi dirimulah pahlawan yang sesungguhnya. Ya pahlawan senja…

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.81.157.56
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia