Weekend Bersama Alam Papandayan

Setelah melewati banyak rintangan, dari perubahan keputusan dan rempongnya bawaan (maklum, baru pertama kali naik gunung secara resmi… dan backpacker). Kawasan yang menjadi tujuan kami adalah Gunung Papandayan Garut, awal rencana yang mau berangkat ada 8 orang tapi di hari H 3 orang memutuskan tidak jadi ikut karena alasan tertentu.
Saya berangkat dari kost (Pondok Aren, Tangsel) jam 19.15 ke Rumah Erin, motor saya dititipkan di rumahnya kemudian kami berangkat bareng jam 20.15 naik ojek kearah Ciledug sampai jam 20.30. Setelah kami tiba di Ciledug, disana sudah ada Abi yang menunggu.

TRANSPORTASI
Kami bertiga naik bis patas Cileduk-Kampung Rambutan dengan tarif Rp 7.000;, tiba di Kampung Rambutan waktu menunjukkan pukul 23.30. Mr James sudah ada disana, setelah say hello dan berkenalan kami berbincang-bincang sambil menunggu satu teman lagi dari Kebon Jeruk yang ternyata sedang terjebak macet.

Jam 00.00 Si Fahry, teman yang sedang kami tunggu akhirnya datang juga. Kami langsung berkemas dan bergegas mencari bis kearah Garut. Dan ternyata malam itu kami sudah kehabisan bis, kemudian kami memutuskan untuk naik ojek ke Pasar Rebo setelah melakukan tawar-menawar harga karena sudah terlalu malam jadi kami menyetujui membayar dengan harga yang cukup mahal Rp 10.000; untuk jarak yang dekat. Alhamdulillah…di Pasar Rebo masih ada satu bis kearah Garut yang sedang mangkal, kami segera naik dan dengan mudah kami bisa mendapatkan kursi sesuai keinginan karena tidak ada penumpangnya. Bis baru bergerak pukul 01.00, kami pergunakan waktu di bis tersebut untuk tidur yang kebetulan ka-
mi semua baru pulang kerja.

Tiba di terminal Cicaheum Garut pukul 05.30, sebelum melanjut-kan perjalanan kami bergantian ke toilet yang ada di terminal ter-sebut. Setelah itu kami sarapan bubur ayam yang rasanya cukup asin di sekitar tempat kami turun tadi dengan harga Rp 5.000; per porsi. Saya dan Erin mampir ke pasar sebentar membeli sayur dan beras untuk dimasak nanti, seusai belanja kami langsung mencari angkot dengan tujuan Cicaheum (tarif Rp 6.000;).

BERANGKAT!
Tiba di pertigaan Cisurupan kira-kira 30-40 menit perjalanan dengan jarak tempuh 12 km, sambil menunggu teman dari tim lain untuk naik dolak bareng kami bergiliran ke toilet yang ada di Masjid Mr James dan Abi membeli beberapa ransum di Indomaret. Tarif harga yang sudah disepakati adalah Rp 10.000; per orang. 12 orang sudah terkumpul untuk naik dolak (truk sayur), 5 orang dari kami dan 7 orang dari tim lain yang sepertinya masih anak-anak SMU.
Mr James duduk di sebelah Pak Sopir, Abi dan Fahry disisi kiri bersama anak-anak SMU, aku dan Erin di sisi kanan bersama anak-anak SMU yang lainnya. Di sepanjang jalan kami melihat pemandangan yang luar biasa, puncak Papandayan dilihat dari kaki gunung seperti penuh misteri karena banyak asap dari belerang dan kabut yang menyelimutinya. Kami juga bisa melihat hutan mati yang masih mengeluarkan asap karena kebakaran yang terjadi di bulan Ramadhan kemarin. Perjalanan dari Cisurupan menuju Penanjakan menghabiskanwaktu 30 menit, jalanannya cukup terjal karena daerah Pegunungan dan juga sudah rusak aspalnya. Setiap tikungan kami harus berpegangan kuat-kuat begitu juga kalau ada lubang, Mr. james menjadi navigator kita karena beliau duduk di dekat Pak Sopir.

PUNCAK PENANJAKAN
Begitu kami sampai di TKP dan turun dari dolak, beberapa dari kami langsung ke toilet sebelum me-lakukan pendakian. Mr James mengganti bajunya dengan baju sport, yang menurut saya ‘Ngga Banget’ yaitu T-Shirt Tangtop dan celana pendek untuk suhu udara yang lumayan dingin itu. Sedangkan Aby dan Fahry ke Posko untuk melapor dengan membayar sejumlah uang ‘sukarela’. Setelah berfoto bersama dengan meminta bantuan salah seorang dari tim pendaki yang lain, kami berdoa yang dipimpin oleh Abi untuk keselamatan bersama diakhiri dengan toast tangan dan berteriak ‘Haaaa….!!!!!’
Perjalanan dimulai! Pendaki cukup banyak di hari itu kemungkinan mereka mempunyai alasan yang sama dengan kami yaitu menghabiskan liburan weekend bersama alam. Ada dua jalur yang bisa dilewati untuk mencapai puncak yang menjadi tujuan kami yaitu Taman Salada, tempat dimana kami merencanakan untuk mendirikan tenda dan bermalam disana. Track yang kami lalui berupa batu-batuan dan pasir putih bekas lahar letusan gunung Papandayan, baru beberapa menit perjalanan saya dan Erin sepertinya sudah merasa keletihan hahah…maklum mountainering amatir, kami beristirahat di atas bebatuan dan teman-teman yang lain dengan sabar menunggu kami di depan. Di perjalanan kami bertemu dengan banyak orang, ada warga setempat yang baru menuruni puncak,ada juga yang naik dengan mengendarai sepeda motor. ‘Waduhhhh….ne orang uda ga punya rasa takut apa ya?’ gumam kami. Kami juga bertemu dengan sepasang suami istri, yang pria berasal dari Prancis dan yang wanita dari Malang Mr. Steve dan mba Ida namanya. Yang pada akhirnya mereka memutuskan untuk bergabung di tenda kami meskipun tidak ada rencana menginap di Puncak pada awalnya. Kami bertukar cerita satu sama lain selama perjalanan, satu sama lain jadi lebih saling mengenal. Abi teman Erin ternyata sudah beberapa kali naik gunung, kalau Fahry emang pendaki gunung sejati dalam 1 bulan dia pernah naik gunung sampai 4 kali. Mr. James adalah Managernya Abi di kantor, dia warga Negara Malaysia dan seorang atlet lari marathon. Mba Ida ternyata sudah menjadi warga Negara Perancis, sudah 13 tahun dia tinggal disana dan bekerja sebagai karyawan restoran dengan nuansa ski. Mr. Steve sendiri adalah seorang teknisi perakitan pesawat terbang di Perancis.

Kadang-kadang kami harus menghentikan percakapan karena kelelahan dengan jalanan yang selalu menanjak, alur nafas jadi lebih cepat dari biasanya. Selain tanjakan, asap belerang dengan bau yang menyengat juga harus kami lalui.
Untuk menghilangkan rasa lelah Erin membidikkan kamera ke arah kami, dengan sigap tan-pa di komando kamipun berpose layaknya banci kamera. Waduuuuhh….capeknya bukan main, dengan bawaan yang cukup berat di punggung. Padahal itu sudah dikurangi bebannya 75% waktu di rumah Erin, dan heheheh… akhirnya yang membawa tasku pulang pergi adalah Abi, karena tas Abi tidak ada isinya apa-apa terakhir tenda yang aku bawa dimasukkan ke dalam tasnya.

Yang paling terlihat kelelahan di antara kami hanya aku dan Erin, heheh sudah ku ceritakan di awal kalau kami memang mountainering amatir. Tapi tekad kami sudah bulat akan menyelesaikan pendakian sampai akhir, meskipun berkali-kali aku dan erin berhenti karena kelelahan tap tetap semangat untuk melanjutkan perjalanan.
Jalanan cukup terjal dan berbatu, asap belerang dimana-mana dengan bau yang menyengat. Dimana-mana terlihat asap, kawah belerangpun masih mendidih di ber-bagai tempat. Melipir kekanan kea rah puncak adalah jalan yang disarankan oleh Fahry selaku Tour Guide dan sweeper kami, dia selalu berjalan di belakang kami setelah menunjukkan rute jalan yang akan dilalui. Tapi tiba-tiba saja Fahry sudah berada jauh di depan kami, ternyata dia melewati jalan yang belum pernah dilalui oleh orang.

Kurang lebih dua setengah jam perjalanan, akhirnya tiba juga di tempat yang di tuju yaitu Taman Salada, para ikhwan segera mendirikan 2 tenda 1 untuk para akhwat dan 1 lagi untuk para ikhwannya. Sedangkan akhwat hanya duduk-duduk sambil melepas lelah, cengar-cengir sambil nyeletuk kami bantu do’a saja ya dari sini…heheh rukhshoh ne :P
Setelah tenda berdiri, Fahry langsung tidur bukan di dalamnya tapi di luar tenda. Aku dan Erin

berjalan-jalan di sekitar Camping
Ground sambil berfoto-foto, aku melihat aliran air sudah tidak ada yang ada hanya selang-selang besar dan kecil yang menyalurkan air dari puncak gunung ke rumah warga. Ada bebrapa selang yang bocor, dan bocoran air dari selang itulah yang bisa kami pakai untuk semuakebutuhan selama camping disana.

Tidak ada MCK!!! Wuaaaaaaahhhhh….risi juga sih pada awalnya, tapi heheh lama-lama biasa juga. Aku menekankan pada diri sendiri untuk tidak banyak makan, karena akan sangat repot jika ingin buang hajat.. Tidak seperti itu juga sih maksudnya, hanya saja aku sendiri yang merasa sangat risih.

Semakin malam semakin dingin bahkan cuaca sangat dingin, lebih dingin dari saat aku di Salabintana dulu sampai beberapa saat aku tidak bisa tidur meskipun sudah memakai baju tebal, sarung tangan, kaos kaki dan sleepingbag. Lebih menyedihkan lagi si Erin yang alergi dengan dingin, dia menggigil sepanjang malam, keaadannya sangat menghawatirkan malam itu. Mr. James, Mba Ida, dan Mr Steve mencari kayu bakar untuk api unggun sebanyak mungkin. Setelah itu kayu tersebut dibakar dengan menggunakan ilalang kering, lumayan untuk mengusir dingin sementara. Untuk menghangatkan tubuh kami bergerak terus didekat perapian, kemudian menyalakan kompor nesting yang sudah dibawa dari rumah 2 buah untuk memasak nasi, mie, dan air. Ada yang request kopi, kopi jahe dan jahe murni. Suasananya cukup rame…ada beberapa tim yang baru datang, belum sempat mereka mendirikan tenda hujan sudah mulai turun. Mereka ikut bergabung di tim kami untuk menghangatkan diri di depan perapian, sambil menikmati secangkir minuman hangat.Setelah hujan reda tendapun segera didirikan oleh mereka, sedangkan kami melanjutkan menghangatkan badan di sekitar api unggun.

Langit beberapa saat cerah dan sesaat kemudian kembali berkabut, suasana seperti itu terjadi berulang-ulang. Saat cerah seperti di planetarium, bintang terlihat sangat dekat…Subhanallaaaaaaaaaaaah….indah sekalii!!!!!! Kami bertujuh rebahan di atas rumput sambil memandangi indahnya bintang di langit, tapi beberapa kali juga kami merasa kecewa karena selang 10 sampai 15 menit berganti suasana jadi gelap gulita oleh kabut.

Tepat pukul 22.00 kami masuk tenda untuk beristirahat, mba Ida yang memang tidak merencanakan untuk menginap hanya membawa perlengkapan seadanya. Tapi dia bilang sih kalau sudah biasa dengan cuaca seperti itu bahkan lebih dingin lagi saat di Perancis heheh….tapi buktinya dia tidak bisa tidur sampai pagi, bukan cuma Mba Ida saja sih Mr James, Mr Steve dan Aby juga yang kebetulan mereka tidak membawa sleepingbag. Maaf ya…untuk yang satu ini aku tidak bisa berbagi…heheh, ini saja masih terasa sangat dingin sekali. Pukul 01.00 aku terbangun karena saking dinginnya, sedangkan Erin alerginya kambuh sampai mengigau sepajang malam.

Aby membangunkan kami jam 04.00 untuk melihat sunrise, tapi keadaan di luar tenda berkabut tebal sampai tidak terlihat sekeliling kami. Yaaaaahh…kami berdiam diri di dalam tenda menunggu kabut memudar, sambil menunggu aku berwudhu dengan menggunakan persediaan air dari botol aqua yang dinginnya seperti baru dikeluarkan dari freezer. Kami sholat di luar tenda berjamaah Aku, Aby dan Fahry.

Kami merapikan perleng- kapan di dalam tenda, packing tas karena akan kami tinggal sementara untuk memburu sunrise. Pukul 05.00 kami berangkat menuju spot yang sudah direncanakan oleh Aby dan Fahry, spot yang tepat untuk mengintip sunrise hanya sekitar 20 menit perjalanan untuk mencapai tempat tersebut. Sesampainya di sana kabutnya tiba-tiba datang lagi kami mengira hari ini tidak bisa menyaksikan keindahan sunrise, tetapi ternyata Allah masih memberikan kesempatan kepada para hamba-Nya ini untuk mengagumi kebesaran-Nya sunrisepun dapat kami nikmati. Alhamdulillah ya sesuatu sekali..

Kami tidak melewatkan sedetikpun pandangan kami ke arah puncak dimana sang surya akan akan bergulir dari belakangnya tentu saja sambil mengabadikannya di kamera. Hanya ada satu tim terlihat selain kami untuk menyaksikan sunrise yang lain masih berada di tenda masing-masing. Setelah agak siang kami kembali ke tenda untuk membuat sarapan, Mr Steve dan Mba Ida berpamitan kepada kami karena semalaman tidak tidur khawatir staminanya tidak cukup kuat untuk mencapai puncak Taman Edelweis yang menjadi tujuan kami selanjutnya. Untuk kenang-kenangan kami berfoto bersama beberapa kali sebelum mereka pulang, tukar nomor hp, skype dan alamat email. Mba Ida menawarkan penginapan gratis apabila kami berkunjung ke Perancis, WOW…..mungkinkah? Insyaallah…

Setelah kepergian Mr Steve dan Mba Ida Aku dan Erin mu-lai memasak, pecel sayur dan nasi goreng….’tepok jidat’ ga nyambung banget kan kombinasi makanannya, tapi apa boleh buat daripada lemes kelaperan? Mr James dan Aby mem-bongkar tenda sedangkan Fahry mencuci perlengkapan yang kotor. Hanya membutuhkan waktu 30 menit saja, masakan tersebut sudah siap untuk disantap kamipun dengan sedikit rakus segera menuntaskan semua yang telah dimasak. Segera kami merapikan semua barang bawaan, setelah dirasa ready to go tentu saja tanpa meninggalkan sampah sedikitpun di camping Ground tersebut kami menuruni puncak menuju puncak Tegal Alun dimana terdaapat Taman Edelweis. Melewati hutan ‘mati’ pohonnya mati dikarenakan aliran lahar saat meletusnya gunung ini pada tahun 2003 silam.

Sebetulnya arah menuju Tegal Alun dapat ditempuh melalui dua jalur, yaitu Hutan Mati dan Sungai Kering/ Bebatuan. Dua tahun yang lalu Aby dan Fahry sudah pernah melewati bebatuan, kata mereka jalur tersebut sangat terjal dan bcukup memutar arah. Maka dari itu mereka menyarankan untuk mendaki melalui kawasan Hutan Mati karena jalurnya lebih jelas dan menurut mereka tidak cukup terjal padahal sangat terjal sekali menurutku…. hiks

Setelah melalui hutan mati, akhirnya kami sampai di tanjakan terakhir yang paling terjal menuju Tegal Alun. Tanjakan ini memasuki hutan hijau, dan jalurnya sangat jelas. Di jalan kami bertemu dengan mahasiswa STAN 4 orang dengan perlengkapan yang cukup simple karena mereka tidak menginap. Kadang-kadang mereka yang di depan kami dan kadang kami yang di depan mereka tergantung lamanya beristirahat.

Di sepanjang perjalanan, orang yang paling fit tidak pernah mengeluh kelelahan adalah Fahry dan Mr James. Mr James yang notabene seorang atlet marathon selalu berlari duluan jauh di depan kami, tidak peduli tanjakan maupun turunan kamudian beliau beristirahat sambil menunggu kami mencapai tempatnya. Begitu terus berlangsung dari awal sampai pulangnya.

Alhamdulilah…finally, kami mencapai puncak gunung tersebut. Begitu keluar dari hutan yang terlihat adalah padang edelweiss yang sangat luas dengan tanah yang masih tertutup debu vulkanik. Di sini kami bertemu dengan para pecinta alam dari berbagai daerah, mereka sedang memasak sambil menunggu rombongan yang akan mereka pandu nantinya. Mereka juga membuat api unggun di tengah padang edelweiss tersebut karena meskipun hari sudah siang udaranya sangat dingin dan berkabut, kamipun minta ijin untuk bergabung dengan mereka.

Kamipun bertukar pengalaman sambil menikmati minuman hangat dan camilan yang kami bawa, suasana terasa akrab seperti sudah mengenal lama satu sama lain. Kurang lebih dua jam berada di Tegal Alun, berfoto-foto bersama bunga edelweiss kamipun turun melalui jalur sama seperti jalur pendakian tadi. Karena turunan sangat curam, Aku dan Erin beberapa kali terpeleset dan jatuh. Hhaha…tapi Erin yang lebih sering terpeleset daripada aku, kemungkinan factor sandal gunung yang dia pakai agak licin dan juga keseimbangan tubuhnya.

Lebih cepat turun daripada mendaki tadi, kami sudah sampai di hutan mati lagi hanya 30 menit saja. Hutan mati yang kami lalui sangat luas, terdapat bekas aliran sungai atau mungkin lahar yang sudah kering. Di dalam hutan mati ini berasa seperti bukan di Indonesia, asing bagi kami. Tidak ada tanda-tanda kehidupan di daerah ini sungguh kontras dengan hutan hidup yang barusan kami lalui. Sampai di padang pasir putih, kami beristirahat sejenak Mr James terlihat bergerak dari satu titik ke suatu titik berulang-ulang. Begitu mendekati beliau tahulah aku apa yang sedang dikerjakannya, membuat tulisan dari batu ‘Leena’ nama istrinya. Heheh…aku dan Erin segera berbuat hal yang serupa, membuat nama masing-masing setelah selesai kamipun mengabadikannya termasuk Mr James juga.

Waduhhhhh….turunan lagi!!!! Lebih curam dari yang Tegal Alun, dan jalanannya berupa pasir ‘Bismillah….semoga selamat’, dengan perlahan-lahan menuruni tebing. Rem kaki harus benar-benar pakem, kalau tidak bisa-bisa terperosok jauh ke dasar bukit seperti yang dialami oleh salah seorang mahasiswa STAN sampai celana jeansnya robek di bagian belakang. Hiiii…….ngeri!!!! Jadi lebih hati-hati lagi jalannya, meski begitu tetap saja masih jatuh berkali-kali. Akhirnya sampai juga di jalan yang tidak terlalu curam, tapi masih berpasir dan berpotensi menjatuhkan orang yang melaluinya. Buktinya aku tetap terjatuh lagi berkali-kali, waduuuuuuh…..tapi tidak parah kok!
Well, Alhamdulillah kami tiba di parkiran dengan selamat.

PULANG
Setibanya di parkiran, Aby langsung mencari sopir dolak untuk booking yang akan membawa kami ke pertigaan Cisurupan nanti setelah istirahat. Baru 10 menit istirahat, sang sopir sudah memanggil-manggil dan meneriakkan dolak akan segera berangkat. Selama perjalanan aku tidak banyak mengeluarkan suara karena sangat lelah, berbeda dengan Erin dia bertanya-tanya pada sopir nama tanaman, nama tempat dan masih banyak lagi kebetulan kami duduk di samping pak sopir. Tak terasa sudah sampai di Pertigaan Cisurupan, disana sudah ada angkot menuju terminal Cicaheum kamipun langsung menaikinya.

Pukul 17.00 sampai di terminal, kami bergantian mandi di WC Umum waktu berangkat sabtu kemarin sekalian sholat Ashar. Semua sudah segar! kecuali Mr James yang tetap bertahan untuk tidak mandi. Ada bus Cicaheum-Kampung Rambutan sedang mangkal di dekat kami berada, segera saja kami menaikinya. Di dalam bus kami makan siomay sambil melihat hasil bidikan kamera selama di Papandayan. Puas sekali rasanya…..Dan kamipun tertidur sepanjang jalan sampai di Terminal Kampung Rambutan.

Mr james sudah dijemput sama sopirnya, Si Fahry naik ojek ke Pasar Rebo untuk mencari bus Kebon Jeruk sedangkan Aku, Erin dan Aby akhirnya naik taksi setelah berputar-putar mencari bus Ciledug yang ternyata sudah beristirahat tidak ‘narik’ lagi.

Finally kami tiba di rumah masing-masing dengan selamat, meskipun letih tapi merasa sangat puas dengan keindahan Papandayan yang sangat menakubkan. Besok adalah hari senin, aktivitas rutin sudah menanti…. Tetap SemangaT!!!!
Alhamdulillah ya Allah sudah diberi kesempatan untuk melihat kebesaranMu di Papandayan, terimakasih Erin, Aby, Fahry, Mr James, Mr Steve, Mba Ida dan beberapa sahabat baru kami.. NICE TRIP!

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.198.58.62
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia