nomor1.com
  Home | Multi-Post | Web Hosting | Brainwave | Inspiration Ref: iklanda321  
 
Kumpulan Cerita Inspirasi & Motivasi

    Dari Pengkotbah Cilik Jadi Pengidap HIV/AIDS

    Pada tahun 1983, kota Tarutung, Sumatera Utara dibuat heboh oleh seorang anak balita bernama Kaleb Otniel Hutahaean yang dapat menyembuhkan orang sakit hanya dengan berdoa. Dalam waktu singkat namanya menyebar ke berbagai pelosok Indonesia, dan undangan berkotbah untuk Kaleb pun mulai membanjir.

    “Orang otomatis mulai mengenal nama saya, dalam satu bulan bisa kurang lebih dua puluh harian di luar rumah,” jelas Kaleb.

    Diusianya yang baru tiga tahun, Kaleb sudah harus melayani panggilan berkotbah ke berbagai penjuru kota di Indonesia. Karena hal ini, orangtua Kaleb menitipkannya ke salah satu kerabat di Jakarta.

    Sekalipun Kaleb menjadi anak ajaib yang dipakai Tuhan untuk menyembuhkan banyak orang, Kaleb tetap berprilaku seperti anak pada umumnya.

    “Kalau dia habis kotbah, dia turun, dia langsung main-main seperti biasa,” jelas Ibu Hutapea, ibu angkat Kaleb yang mengurusnya saat itu.

    Selama sepuluh tahun lamanya, Kaleb memberitakan firman Tuhan dengan tekun dan dipakai Tuhan untuk menyembuhkan banyak orang. Namun tidak ada orang yang tahu bahwa ada sebuah pergolakan terjadi di lubuk hatinya.

    “Banyak hal yang saya tidak mengerti, mengapa saya harus menjalani kehidupan yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Ketika saya berdoa dan bertanya pada Tuhan, sepertinya Tuhan juga terdiam dan tidak menjawab. Akhirnya saya mencari jawaban-jawaban itu dengan cara saya sendiri.”

    Hingga satu titik, Kaleb sudah tidak tahan lagi dan meminta ijin pada orangtuanya untuk berhenti dari pelayanan. Orangtua Kaleb dengan penuh pengertian mengijinkannya, dan Kaleb pun akhirnya bisa menjalani kehidupan normal yang ia impikan.

    Ditengah masa remajanya itu, sama seperti anak-anak lain, Kaleb pun melakukan pencarian akan jati dirinya. Namun karena salah pergaulan, ia terperosok pada perangkap narkoba.

    “Saya waktu itu memiliki banyak waktu luang dan ngumpul dengan teman-teman. Otomatis ngga mungkin kita ngga ngerokok, ngisep ganja bareng-bareng itu sudah pasti. Suka ngga suka, itu sudah merupakan lambang pergaulan. Kalau ngga begitu, ya ngga punya teman. Ada perasaan bangga yang sebenarnya semu, pada akhirnya saya bisa berontak, keluar dari image anak baik-baik,” demikian Kaleb mengungkapkan masa kelamnya.

    Petualangan Kaleb tidak berhenti disitu, ia mulai mencoba putaw dan jarum suntik. Baginya saat itu narkoba lebih penting dari pada makan. Tapi semua itu tidak memberinya kebahagiaan, hati kecilnya berbisik dan membuatnya menyadari apa yang ia lakukan adalah salah, namun Kaleb seperti tak berkutik karena telah menjadi budak narkoba.

    “Seringkali saya merasa jijik dengan diri sendiri. Di dalam diri ini menuduh, seharusnya saya bisa memiliki kehidupan yang lebih baik dari ini. Ada keinginan untuk kembali lagi ke dalam rangkulan Tuhan, hanya pada waktu itu saya tidak tahu bagaimana caranya.”

    Orangtua Kaleb melihat keadaan anaknya sudah tidak terkendali lagi, untuk itu mereka mengambil langkah untuk membawa Kaleb ke panti rehabilitasi.

    “Saat di panti rehabilitasi itulah saya ketemu dengan salah seorang mentor baru dimana kami banyak berbincang-bincang dan berdiskusi. Ada suatu kesan dia itu seperti sahabat, dan banyak menasihati saya dari kebenaran firman Tuhan.”

    Persahabatannya dengan sang mentor membawa Kaleb kepada sebuah wawasan baru ketika suatu saat ia mencobai sang mentor.

    “Saat itu saya di ruang isolasi, saya minta rokok sama dia.”

    Sang mentor saat itu berkata, “Ini yang pertama kali dan yang terakhir kali, saya tidak akan pernah lagi beli.” Namun justru peristiwa itu mengubah Kaleb.

    “Justru peristiwa ketika dia kasih rokok sama saya membuat saya merasa, ‘Ini dia sebenarnya yang saya cari. Ketulusan yang seperti ini. Orang yang ngga menggurui dan sungguh mengerti kondisi saya.’ Dari situ saya memutuskan untuk berhenti merokok, saya berhenti narkoba dari free sex, karena saya sudah menemukan hati Bapa ketika saya bergaul dengan mentor saya, Redolius,” kenang Kaleb.

    Sembuh dari kecanduannya akan narkoba, Kaleb pun memutuskan untuk mencari kehidupan yang baru di sebuah komunitas. Dikomunitas itulah, Kaleb memutuskan untuk menjadikan hidupnya lebih baik. Empat tahun ia jalani dalam keadaan bebas dari keterikatan pada narkoba dan seks bebas serta memberikan hidupnya untuk melayani masyarakat pra sejahtera bersama teman-temannya di komunitas itu, namun sesuatu yang tidak pernah ia duga terjadi.

    “Didapati paru-paru kanan saya bolong besar, paru-paru kiri saya bolong kecil-kecil.” Dokter yang menangani Kaleb menyatakan bahwa ia mengidap TBC kelenjar, TBC paru, ada jamur ditubuhnya yang merajalela dan mengalami serangan semacam asma. Namun semua penyakit itu belumlah cukup, vonis dokter yang terakhir ini membuat seakan dunia yang ia miliki hancur.

    “Saya positif HIV/AIDS..”

    Kaleb bertanya-tanya, mengapa semua itu diijinkan terjadi saat ia sudah bertobat dan sudah kembali melayani Tuhan. Namun dalam kondisinya yang sudah dekat dengan maut saat itu, ia tidak menyalahkan Tuhan.

    “Saya menyadari betul siapa saya. Saya sadar perbuatan saya dan saya percaya bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan sesuatu yang buruk untuk kehidupan saya.”

    Selama berminggu-minggu kondisi Kaleb terus menurun, bahkan untuk bernafaspun ia sulit sekalipun sudah dibantu dengan tabung oksigen. Teman-teman sepelayanan Kaleb terus berdoa dan memberikan semangat kepada Kaleb, mereka memohon kepada Tuhan agar Kaleb diberi kesempatan kedua.

    Dukungan yang diberikan oleh rekan-rekannya membuat semangat hidup bagi Kaleb, “Tuhan, kalau Tuhan kasih kesempatan untuk keluar dari ruangan ini, saya akan membuat suatu pertarungan yaitu the last battle yang benar-benar dasyat dan luar biasa. Lalu saya menerima suatu rhema dari Amsal, yaitu ‘Seperti orang yang membuat perhituangan dengan dirinya demikianlah dia.’ Dari ayat itu saya renungkan, saya belajar, baru saya dapati : oh.. ternyata untuk bangkit dari sini saya harus membuat perhitungan yang benar dulu dengan diri saya. Maka dari situ saya mulai mengubah paradigma saya, tidak lagi melihat HIV ini sebagai suatu penghukuman, bukan lagi suatu kutuk, tapi saya melihat HIV ini sebagai suatu kesempatan untuk memuliakan nama Tuhan. Saya melihat ini sebagai suatu amanah, saya melihat ini sebagai suatu tugas. Justru saya melihat seluruh kondisi kehidupan saya ini sebagai suatu kesaksian hidup untuk bercerita kepada orang bahwa pengharapan itu ada.”

    Perubahan paradigma pada diri Kaleb membawa perubahan bagi tubuhnya, kondisinya mulai membaik. Setelah menjalani perawatan selama tiga bulan di rumah sakit, hasil cek kesehatan Kaleb menunjukkan sebuah perubahan yang luar biasa. Lobang pada paru-paru kiri dan kanannya telah tertutup semua, bahkan dokter yang melihat hasil roentgen-nya tidak percaya dengan hasil yang ada dan memerintahkan untuk memeriksa ulang.

    “Terakhir dia cuma nanya sama saya, ‘Kamu beli nyawa berapa ratus juta?’ Saya cuma tersenyum saja.”

    Virus HIV yang merupakan bayang-bayang kematian bagi Kaleb tiba-tiba tidak terdeteksi lagi, bahkan dokter menyatakan bahwa kesehatannya sama seperti orang yang tanpa HIV.

    “Hal pertama yang timbul dalam pikiran saya saat itu adalah: ternyata pengharapan itu sungguh ada. Sesudah saya mengetahui fakta-fakta medis yang sangat memuaskan seperti itu, membuat saya semakin bergairah menjalani hidup saya.”

    Mengalami mukjizat kesembuhan yang luar biasa itu, membuat Kaleb memutuskan sebuah komitmen yang baru.

    “Dulu waktu saya kecil saya melayani berdasarkan kasih karunia, bukan kehendak saya. Komitmen saya kepada Tuhan setelah Tuhan percayakan kehidupan yang kedua ini pada saya, ialah saya melayani dengan hati.”

    Perjalanan hidupnya ketika menjalani hidup yang baru ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Masih ada godaan dari teman-temannya yang masih menggunakan narkoba, namun dengan kasih karunia Tuhan dia mampu menolak semua itu. Hatinya tidak lagi tertarik dengan semuanya itu.

    “Satu alasan mengapa saya tidak kembali ke kehidupan saya yang lama adalah karena kehidupan yang saya jalani sekarang lebih baik daripada kehidupan saya yang dulu,” ungkap Kaleb sambil tersenyum. (Kisah ini ditayangkan 16 Februari 2011 dalam acara Solusi Life di O’Channel.

    Sumber Kesaksian:

    Kaleb Otniel Hutahaean





    KIRIM/POST KE WALL ANDA ATAU TEMAN-TEMAN:

    Untuk memilih beberapa teman sekaligus, tekan tombol CTRL
    sambil menekan tombol kanan mouse.
    Jumlah yang dipilih:
    0 orang.

 


FREE LOGIN
Via Facebook

Kunjungan Terkini:
Prasetyo Budi
nomor1.com/praseb478
DIAMOND
Taufik Hidayat
pisangkipas.wordpres
PLATINUM
Faidza Ahmad Faudzi
BlogEfauzi.blogspot.
GOLD
Agus Supriyanto
SILVER
Muhammad Ridho
SILVER
Deni Yanto
www.sandrawisata.co.
EMERALD
Anna Lina
SILVER
CraZz Barnes Derbe
SILVER
Warjo Yunus
waryun109
GOLD
Yan Abdullah
GOLDEN GATE
GOLD
Ken Nanda
SILVER
Fenti Youarenita
SILVER
SA Cell
SILVER
Eko HD
SILVER
Erlan Oktriandi
Website / Blog
GOLD
Gomes Marthen
Blog
GOLD
Mega Megi Shopp
SILVER
Adam Refresh
SILVER
Eka Puspitasari
SILVER
Mora Tumanggor P
' PENABUR UANG.COM '
GOLD

SILVER
Moxx Herlambang
www.nomor1.com/moxh9
EMERALD
Av Ve
Website replika prib
TRIPLE DIAMOND
Bang Yos Hpa
SILVER
Johan Setiawan
SILVER
Edy Franjaya
Blog/Website Anda
GOLD
Vie Paramudz
SILVER
Ritma Ratri
http://5bintang.biz/
DIAMOND
Mbah Juan
mbahjua333
GOLD
Samsul Maarif
http://www.fx7pro.co
EMERALD
Yonas Muanley Yonas
Blog/Website Anda
GOLD
Johan Santoso
SILVER
Sank Themid
SILVER
Abdul Karim
http://www.nomor1.co
GOLD
Noer Fiedha
SILVER
Fitriani Usman
SILVER
Yuniardi Permana Jsi
JSS Tripler
GOLD
Iman Arif India Mike
SILVER
Fenny Septiani Artis
SILVER
Mannen Simanjuntak
Blog/Website Anda
GOLD
Bagus Anugerah Dinat
SILVER
Asnawi Dahlan
http://www.nomor1.co
DIAMOND
Arya Prana Kurupravi
SILVER
Arman Batubara
SILVER
Mualaf Bali
SILVER
Bujangkelana Aan
nomor1.com/bujaa5689
GOLD
Erni Malini Saragih
SILVER
Fauzi Riedone Dzulfa
SILVER
Egi Ganpari
SILVER
Itty Vee
SILVER
Paulus Manurung
SILVER
Mahria Ayah Ifdhal
SILVER
Wie Jayanto Tri
jabonjawa.com
GOLD
Hendri Dunant Cobain
http://henc1524.blog
GOLD
Indra Yuana Yan
nomor1.com/indrya401
GOLD
Benni Eka Poetra Ful
SILVER
Shane Alexander
SILVER
Asep Sutriyono
SILVER
Icha Maniez Tambunan
SILVER
Moehith Masykoer
SILVER
Ar Di An
SILVER
Zelly Sabrina Renata
SILVER
Dimas Nasution
SILVER
Yantu Yasa
yantyas983
GOLD
Adhi Prayit
SILVER
Lenny Kristina
SILVER
Dede Nurul Furqon
SILVER
Art Dennier
SILVER
ERma Arie Erchasa
SILVER
Didik Dika Cell
Blog/Website Anda
GOLD
Agus Sholeh
http://www.agush4291
GOLD
Imam Juansyah
nomor1.com/imajua842
GOLD
Meizon Yusmar
SILVER
Eka Maniezz
SILVER
John Al Tanjunge
Blog/www.nomor 1.com
GOLD
عدي بخاري ت
http://www.adibukhar
GOLD
Edi Supeno
SILVER
KiKi Brh
Kikibr
PLATINUM
Nahidlul Afkar
Blog/Website Anda
GOLD
Rachmat Hidayat Hata
SILVER
Kimberly Dewata Bali
SILVER
Conan Edogawa Park
SILVER
Hantris Aris Zelalu
SILVER
Diwan Sasa
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Syamsul Arif Mazza
KOPI BCA
DIAMOND
Subur Wijaya Rafael
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Fatur Rahman Az
SILVER
MeeLa V AzLah
Jamila Mustika
GOLD
Habib Gandi Mana
SILVER
Yohan Wenas
Website / Blog
GOLD
Jhony Maruli Purba
SILVER
Maria Pahlewi Suryan
nomor1.com/marisur38
PLATINUM
Rendy Poerba
SILVER
Hadie Syah Rizal
SILVER
Agung Krisna Putra
SILVER
Addy Gayo
www.nomor1.com/addga
PLATINUM
Aris Nick Evan
SILVER
Afdal Lq
SILVER
Dasa Nugraha
Blog/Website Anda
GOLD
Aprizal Muchtar
SILVER
Supriatna Apep
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Chilix's Chilik's
SILVER
Anwar Rifai
SILVER
Rismawati Palute
SILVER
Rayab Pietoe Loroo
SILVER
Arief Cah Natar Swad
SILVER
Aditya Hernawan Silv
SILVER
Alex Eka Putra
Blog/Website Anda
GOLD
Amos Neolaka
Blog/Website Anda
GOLD
Eman Felani
GREAT SUCCES
DIAMOND
Ahmad Henriu Deadi
Blog//www.nomor1.com
EMERALD
Joni Lie
SILVER
Putri Damayanti Siag
SILVER
Kerja Santai
SILVER
Surya Mentari DKonsL
SILVER
Hotnita Aprilyani Su
SILVER
Alive Continous
SILVER
Riki Murod
SILVER
Shodikin Qiqin Luphe
SILVER
Salam Sukses
Rahasia Website Pemu
PLATINUM
Edhie Ajuzz
SILVER
Askari Sinatra
nomor1.com/askarsin2
GOLD
Nurazmina Wahdiyani
Blog/Website Anda
GOLD
Visit-Me Zaenulcom
ad3cash
DIAMOND
Azwar Asyek
Blog/Website Anda
PLATINUM
Yuni Retno
SILVER
Raisyaina Syarefah
Blog/Website Anda
GOLD
Arl Be Perfect
Snack Super Kaya
GOLD
ArIya Cliquers RhAp
SILVER
Tjuk Tjuk Tjong
SILVER
Eddy Sam
SILVER
Charolline Neisya
SILVER
Syahrial Anak Medan
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Je Lee
SILVER
Bob Ardian
Blog/Website Anda
DIAMOND
Dhymalk 'dhykTa
SILVER
Irdawati Hb
SILVER
Pemi Sain
SILVER
Midori Lumi
SILVER
JohnLie ThaiKo GenkS
SILVER
Karyanto Hubu
Blog/Website Anda
PLATINUM
Queentina Manek
SILVER
Denie Bule
Blog/Website Anda
GOLD
Zainy Pambudi
SILVER
Zen Wenkzie Menkze
Blog/Website Anda
GOLD
Hadi Widjaya
aryozbiz.web.id
GOLD
Azis Nursaid
SILVER
Sandiego Shandy Shad
SILVER
Geby Luo
SILVER
Dinar Renata
SILVER
Julius Budi Hartono
SILVER
Sri Dewi Nur Atiqoh
Blog/Website Anda
EMERALD
Katarina Smt
SILVER
Natalia Titiheru
Blog/Website Anda
GOLD
Hans Kalangit
Blog/Website Anda
EMERALD
Ary Bd
SILVER
Azharudin A Azzuko
SILVER
 
© www.Nomor1.com - email: admin@nomor1.com   Terms of Use   Privacy Policy