nomor1.com
  Home | Multi-Post | Web Hosting | Brainwave | Inspiration Ref: iklanda321  
 
Kumpulan Cerita Inspirasi & Motivasi

    Enam Serdadu

    Pada suatu masa ada seorang pria yang hebat, dia telah membaktikan diri pada negara dalam perang, dan mempunyai keberanian yang luar biasa, tetapi pada akhirnya dia dipecat tanpa alasan apapun dan hanya memiliki 3 keping uang logam sebagai hartanya.

    "Saya tidak akan diam saja melihat hal ini," katanya; "tunggu hingga saya menemukan orang yang tepat untuk membantu saya, dan raja harus memberikan semua harta dari negaranya sebelum masalah saya dengan dia selesai."

    Kemudian, dengan penuh kemarahan, dia masuk ke dalam hutan, dan melihat satu orang berdiri disana mencabuti enam buah pohon seolah-olah pohon itu adalah tangkai-tangkai jagung. Dan dia berkata kepada orang itu,

    "Maukah kamu menjadi orangku, dan ikut dengan saya?"

    "Baiklah," jawab orang itu; "Saya harus membawa pulang sedikit kayu-kayu ini terlebih kerumah ayah dan ibuku." Dan mengambil satu persatu pohon tersebut, dan menggabungkannya dengan 5 pohon yang lain dan memanggulnya di pundak, dia lalu berangkat pergi; segera setelah dia datang kembali, dia lalu ikut bersama dengan pimpinannya, yang berkata,

    "Berdua kita bisa menghadapi seluruh dunia."

    Dan tidak lama mereka berjalan, mereka bertemu dengan satu orang pemburu yang berlutut pada satu kaki dan dengan hati-hati membidikkan senapannya.

    "Pemburu," kata si pemimpin, "apa yang kamu bidik?"

    "Dua mil dari sini," jawabnya, "ada seekor lalat yang hinggap pada pohon Oak, Saya bermaksud untuk menembak mata kiri dari lalat tersebut."

    "Oh, ikutlah dengan saya," kata si Pemimpin, "Bertiga kita bisa menghadapi seluruh dunia"

    Pemburu tersebut sangat ingin ikut dengannya, jadi mereka semua berangkat bersama hingga mereka menemukan tujuh kincir angin, yang baling-baling layarnya berputar dengan kencang, walaupun disana tidak ada angin yang bertiup dari arah manapun, dan tak ada daun-daun yang bergerak.

    "Wah," kata si Pemimpin, "Saya tidak bisa berpikir apa yang menggerakkan kincir angin, berputar tanpa angin;" dan ketika mereka berjalan sekitar dua mil ke depan, mereka bertemu dengan seseorang yang duduk diatas sebuah pohon, sedang menutup satu lubang hidungnya dan meniupkan napasnya melalui lubang hidung yang satu.

    "Sekarang," kata si Pemimpin, "Apa yang kamu lakukan diatas sana?"

    "Dua mil dari sini," jawab orang itu, "disana ada tujuh kincir angin; saya meniupnya hingga mereka dapat berputar."

    "Oh, ikutlah dengan saya," bujuk si Pemimpin, "Berempat kita bisa menghadapi seluruh dunia."

    Jadi si Peniup turun dan berangkat bersama mereka, dan setelah beberapa saat, mereka bertemu dengan seseorang yang berdiri diatas satu kaki, dan kaki yang satunya yang dilepas, tergeletak tidak jauh darinya.

    "Kamu terlihat mempunyai cara yang unik saat beristirahat," kata si Pemimpin kepada orang itu.

    "Saya adalah seorang pelari," jawabnya, "dan untuk menjaga agar saya tidak bergerak terlalu cepat Saya telah melepas sebuah kaki saya, Jika saya menggunakan kedua kaki saya, Saya akan jauh lebih cepat dari pada burung yang terbang."

    "Oh, ikutlah dengan saya," kata si Pemimpin, "Berlima kita bisa menghadapi seluruh dunia."

    Jadi mereka akhirnya berangkat bersama, dan tidak lama setelahnya, mereka bertemu dengan seseorang yang memakai satu topi kecil, dan dia memakainya hanya tepat diatas satu telinganya saja.

    "Bersikaplah yang benar! bersikaplah yang benar!" kata si Pemimpin; "dengan topi seperti itu, kamu kelihatan seperti orang bodoh."

    "Saya tidak berani memakai topi ini dengan lurus," jawabnya lagi, "Jika saya memakainya dengan lurus, akan terjadi badai salju dan semua burung yang terbang akan membeku dan jatuh mati dari langit ke tanah."

    Oh, ikutlah dengan saya," kata si Pemimpin; "Berenam kita bisa menghadapi seluruh dunia."

    Jadi orang yang keenam ikut berangkat bersama hingga mereka mencapai kota dimana raja yang menyebabkan penderitaannya akan memulai pertandingan dimana siapapun yang jadi pemenang akan dinikahkan dengan putrinya, tetapi siapapun yang kalah akan dibunuh sebagai hukumannya. Lalu si Pemimpin maju kedepan dan berkata bahwa satu dari orangnya akan mewakili dirinya dalam pertandingan tersebut.

    "Kalau begitu," kata raja, "hidupnya harus dipertaruhkan, dan jika dia gagal, dia dan kamu harus dihukum mati."

    Ketika si Pemimpin telah setuju, dia memanggil si Pelari, dan memasangkan kakinya yang kedua pada si Pelari.

    "Sekarang, lihat baik-baik," katanya, "dan berjuanglah agar kita menang."

    Telah disepakati bahwa siapapun yang paling pertama bisa membawa pulang air dari anak sungai yang jauh dan telah ditentukan itu akan dianggap sebagai pemenang. Sekarang putri raja dan si Pelari masing-masing mengambil kendi air, dan mereka mulai berlari pada saat yang sama; tetapi dalam sekejap, ketika putri raja tersebut berlari agak jauh, si Pelari sudah hilang dari pandangan karena dia berlari secepat angin. Dalam sekejap dia telah mencapai anak sungai, mengisi kendinya dengan air dan berlari pulang kembali. Ditengah perjalanan pulang, dia mulai merasa kelelahan, dan berhenti, menaruh kendinya dilantai dan berbaring di tanah untuk tidur. Agar dapat terbangun secepatnya dan tidak tertidur pulas, dia mengambil sebuah tulang tengkorak kuda yang tergeletak didekatnya dan menggunakannya sebagai bantal. Sementara itu, putri raja, yang sebenarnya juga pelari yang baik dan cukup baik untuk mengalahkan orang biasa, telah mencapai anak sungai juga, mengisi kendinya dengan air, dan mempercepat larinya pulang kembali, saat itu dia melihat si Pelari yang telah tertidur di tengah jalan.

    "Hari ini adalah milik saya," dia berkata dengan gembira, dan dia mengosongkan dan membuang air dari kendi si Pelari dan berlari pulang. Sekarang hampir semuanya telah hilang tetapi si Pemburu yang juga berdiri di atas dinding kastil, dengan matanya yang tajam dapat melihat semua yang terjadi.

    "Kita tidak boleh kalah dari putri raja," katanya, dan dia mengisi senapannya, mulai membidik dengan teliti dan menembak tengkorak kuda yang dijadikan bantal dibawah kepala si Pelari tanpa melukai si Pelari. Si Pelari terbangun dan meloncat berdiri, dan melihat banya kendinya telah kosong dan putri raja sudah jauh berlari pulang ke tempat pertandingan dimulai. Tanpa kehilangan keberaniannya, dia berlari kembali ke anak sungai, mengisi kendinya kembali dengan air, dan untuk itu, dia berhasil lari pulang kembali 10 menit sebelum putri raja tiba.

    "Lihat," katanya; "ini adalah pertama kalinya saya benar-benar menggunakan kaki saya untuk berlari"

    Raja menjadi jengkel, dan putrinya lebih jengkel lagi, karena dia telah dikalahkan oleh serdadu biasa yang telah dipecat; adn mereka berdua sepakat untuk menyingkirkan serdadu beserta pengikutnya bersama-sama.

    "Saya punya rencana," jawab sang Raja; "jangan takut tetapi kita harus mendiamkan mereka selama-lamanya." Kemudian mereka menemui serdadu dan pengikutnya, mengundang mereka untuk makan dan minum; dan sang Raja memimpin mereka menuju ke sebuah ruangan, yang lantainya terbuat dari besi, pintunya juga terbuat dari besi, dan di jendelanya terdapat rangka-rangka besi; dalam ruangan itu ada sebuah meja yang penuh dengan makanan.

    "Sekarang, masuklah kedalam dan buatlah dirimu senyaman mungkin," kata sang Raja.

    Ketika serdadu dan pengikutnya semua masuk, dia mengunci pintu tersebut dari luar. Dia kemudian memanggil tukang masak, dan menyuruhnya untuk membuat api yang sangat besar dibawah ruangan tersebut hingga lantai besi menjadi sangat panas. Dan tukang masak tersebut melakukan apa yang diperintahkan oleh Raja, dan keenam orang didalamnya mulai merasakan ruangan menjadi panas, tapi berpikir bahwa itu karena makanan yang mereka makan, seiring dengan suhu ruangan yang bertambah panas, mreka menyadari bahwa pintu dan jendela telah dikunci rapat, mereka menyadari rencana jahat sang raja untuk membunuh mereka.

    "Bagaimanapun juga, dia tidak akan pernah berhasil," kata laki-laki dengan topi kecil; "Saya akan membawa badai salju yang akan membuat api merasa malu pada dirinya sendiri dan merangkak pergi."

    Dia lalu memasang topinya lurus diatas kepala, dan secepat itu badai salju datang dan membuat semua udara panas menjadi hilang dan makanan menjadi beku diatas meja. Setelah satu atau dua jam berlalu, Raya menyangka bahwa mereka telah terbunuh karena panas, dan menyuruh untuk membuka kembali pintu ruangan tersebut, dan masuk kedalam untuk melihat keadaan mereka. Ketika pintu terbuka lebar, mereka berenam ternyata selamat dan terlihat mereka telah siap untuk keluar untuk menghangatkan diri karena ruangan tersebut terlalu dingin dan menyebabkan makanan di meja menjadi beku. Dengan penuh kemarahan, raja mendatangi tukang masak, mencaci dan menanyakan mengapa tukang masak itu tidak melaksanakan apa yang diperintahkan.

    "Ruangan tersebut cukup panas; kamu mungkin bisa melihatnya sendiri," kata tukang masak. Sang Raja melihat kebawah ruangan besi tersebut dan melihat api yang berkobar-kobar di bawahnya, dan mulai berpikir bahwa keenam orang itu tidak dapat disingkirkan dengan cara itu. Dia mulai memikirkan rencana baru, jadi dia memanggil serdadu yang menjadi pemimpin tersebut dan berkata kepadanya,

    "Jika kamu tidak ingin menikahi putri saya dan memilih harta berupa emas, kamu boleh mengambilnya sebanyak yang kamu mau."

    "Baiklah, tuanku Raja," jawab si Pemimpin; "biarkan saya mengambil emas sebanyak yang dapat dibawa oleh pengikutku, dan saya tidak akan menikahi putrimu." Raja setuju bahwa si Pemimpin akan datang dalam dua minggu untuk mengambil emas yang dijanjikan. Si Pemimpin memanggil semua penjahit yang ada di kerajaan tersebut dan menyuruh mereka untuk membuat karung yang sangat besar dalam dua minggu. Dan ketika karung itu telah siap, orang kuat (yang dijumpai mencabut dan mengikat pohon) memanggul karung tersebut di pundaknya dan menghadap sang Raja.

    "Siapa orang yang membawa buntalan sebesar rumah di pundaknya ini?" teriak sang Raja, ketakutan karena memikirkan banyaknya emas yang bisa dibawa pergi. Dan satu ton emas yang biasanya diseret oleh 16 orang kuat, hanya di panggulnya di pundak dengan satu tangan.

    "Mengapa tidak kamu bawa lebih banyak lagi? emas ini hanya menutupi dasar dari kantung ini!" Jadi raja menyuruh untuk mengisinya perlahan-lahan dengan seluruh kekayaannya, dan walaupun begitu, kantung tersebut belum terisi setengah penuh.

    "Bawa lebih banyak lagi!" teriak si Kuat; "harta-harta ini belum berarti apa-apa!" Kemudian akhirnya 7000 kereta yang dimuati dengan emas yang dikumpulkan dari seluruh kerajaan berakhir masuk dalam karungnya.

    "Kelihatannya belum terlalu penuh," katanya, "tetapi saya akan membawa apa yang bisa saya bawa." walaupun dalam karung tersebut masih tersedia ruangan yang kosong.

    "Saya harus mengakhirinya sekarang," katanya; "Jika tidak penuh, sepertinya lebih mudah untuk mengikatnya." Dan orang kuat itu lalu menaikkan karung tersebut dipunggungnya dan berangkat pergi bersama dengan teman-temannya.

    Ketika sang Raja melihat semua kekayaan dari kerajaanya dibawa oleh hanya satu orang, dia merasa sangat marah, dan dia memerintahkan pasukannya untuk mengejar keenam orang itu dan merampas kembali karung itu dari si Kuat.

    Dua pasukan kuda segera dapat mengejar mereka, memerintahkan keenam orang itu untuk menyerah dan menjadi tawanan, dan mengembalikan kembali karung harta itu atau dibunuh.

    "Menjadi tawanan, katamu?" kata orang yang bisa meniup, "mungkin kalian perlu menari-nari di udara bersama-sama," dan menutup satu lubang hidungnya, dan meniupkan napas melalui lubang yang satunya, pasukan tersebut beterbangan melewati atas gunung. Tetapi komandan yang memiliki sembilan luka dan merupakan orang yang pemberani, memohon agar mereka tidak dipermalukan. Si Peniup kemudian menurunkannya perlahan-lahan dan memerintahkan agar mereka melaporkan ke sang Raja bahwa pasukan apapun yang dikirim kan untuk mengejar mereka, akan mengalami nasib yang sama dengan pasukan ini. Dan ketika sang Raja mendapat pesan tersebut, berkata,

    "Biarkanlah mereka; mereka mempunyai hak atas harta itu." Jadi keenam orang itu membawa pulang harta mereka, membagi-bagikannya dan hidup senang sampai akhir hayat mereka.





    KIRIM/POST KE WALL ANDA ATAU TEMAN-TEMAN:

    Untuk memilih beberapa teman sekaligus, tekan tombol CTRL
    sambil menekan tombol kanan mouse.
    Jumlah yang dipilih:
    0 orang.

 


FREE LOGIN
Via Facebook

Kunjungan Terkini:
Prasetyo Budi
nomor1.com/praseb478
DIAMOND
Yeni Rianto
http://www.facebook.
PLATINUM
Nimta Nababan
SILVER
Titik Listyorini
SILVER
Taufik Hidayat
pisangkipas.wordpres
PLATINUM
Faidza Ahmad Faudzi
BlogEfauzi.blogspot.
GOLD
Aqu Kurang Tidur
SILVER
Thesmont Tampubolon
SILVER
Sumina Labann
SILVER
Deni Yanto
www.sandrawisata.co.
EMERALD
Eka Janwar Saputra
SILVER
Warjo Yunus
waryun109
GOLD
Yan Abdullah
GOLDEN GATE
GOLD
Juliati Zahira
SILVER
Edo Sembiring
SILVER
LhAm SHie
SILVER
Erlan Oktriandi
Website / Blog
GOLD
Gomes Marthen
Blog
GOLD
Mora Tumanggor P
' PENABUR UANG.COM '
GOLD
Moxx Herlambang
www.nomor1.com/moxh9
EMERALD
Av Ve
Website replika prib
TRIPLE DIAMOND
Evi Simamora
SILVER
Een A Rachman
SILVER
Wedha Merta
SILVER
Aziz Riyanto
SILVER
Edy Franjaya
Blog/Website Anda
GOLD
Rizantha Twentyfour
SILVER
Salomo Jimmy
SILVER
Ritma Ratri
http://5bintang.biz/
DIAMOND
Mbah Juan
mbahjua333
GOLD
Wiyanto Kwan
SILVER
WinZhu MizzHuann
SILVER
Samsul Maarif
http://www.fx7pro.co
EMERALD
Yonas Muanley Yonas
Blog/Website Anda
GOLD
Ciscard Sihombing
SILVER
Yohana Yocha Silaen
SILVER
Abdul Karim
http://www.nomor1.co
GOLD
Adunk Berret
SILVER
Novan Bagus Firmansy
SILVER
Edy Pratikno
SILVER
Kal Badru
SILVER
Yuniardi Permana Jsi
JSS Tripler
GOLD
Candra Demoonzz
SILVER
Darma Harefa
SILVER
Su Yetno
SILVER
Mannen Simanjuntak
Blog/Website Anda
GOLD
Sandy Lingga
SILVER
Julyani Kristina Sim
SILVER
Asnawi Dahlan
http://www.nomor1.co
DIAMOND
Henry Ariani
SILVER
Bujangkelana Aan
nomor1.com/bujaa5689
GOLD
Andris Masengi
SILVER
Khafiz Khusairy
SILVER
Ronny Octaviano Tadj
SILVER
Herlambang Iswahyudi
SILVER
Paulus Manurung
SILVER
Mahria Ayah Ifdhal
SILVER
Wie Jayanto Tri
jabonjawa.com
GOLD
Achmad Sya Feish
SILVER
Wahyu Soulselly
SILVER
Hendri Dunant Cobain
http://henc1524.blog
GOLD
Indra Yuana Yan
nomor1.com/indrya401
GOLD
Abraham Haryanto
SILVER
Chen Kelung
SILVER
Jatnika Darajatun
SILVER
Mufidah Muf
SILVER
Dedy Sevenfold
SILVER
Beti Lubis
SILVER
A Raymond B Simanjun
SILVER
Yantu Yasa
yantyas983
GOLD
Sun Sun Munggaran
SILVER
Ucha Teknik
SILVER
Imam Saikhoni
SILVER
Al Qodri Fariaf
SILVER
Didik Dika Cell
Blog/Website Anda
GOLD
Agus Sholeh
http://www.agush4291
GOLD
Bobby Rampengan
SILVER
Imam Juansyah
nomor1.com/imajua842
GOLD
Lutfi Alfian
SILVER
Sibolang Panda
SILVER
John Al Tanjunge
Blog/www.nomor 1.com
GOLD
عدي بخاري ت
http://www.adibukhar
GOLD
Alip Voni
SILVER
KiKi Brh
Kikibr
PLATINUM
Erwan Al Barossy
SILVER
Nahidlul Afkar
Blog/Website Anda
GOLD
Wiyardi Aja
SILVER
Siena De Jesu
SILVER
Sandi Pans
SILVER
Diwan Sasa
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Syamsul Arif Mazza
KOPI BCA
DIAMOND
Subur Wijaya Rafael
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Hardi Ehem Ehemph
SILVER
Arvan Naval
SILVER
MeeLa V AzLah
Jamila Mustika
GOLD
Agustina Alova
SILVER
Aiduyarp Shop
SILVER
Selvy Atika
SILVER
Christopher Pelensa
SILVER
Habib Gandi Mana
SILVER
Yohan Wenas
Website / Blog
GOLD
Benny Pungkrink
SILVER
Andri Purnama
SILVER
Maria Pahlewi Suryan
nomor1.com/marisur38
PLATINUM
Budi Rahardjo
SILVER
Yusnita Evy
SILVER
Hadie Syah Rizal
SILVER
Addy Gayo
www.nomor1.com/addga
PLATINUM
Abah Tito Chicarito
SILVER
Nova Pjn
SILVER
YizZrell XamoXir
SILVER
Ferdian Syah
SILVER
Abeng Bin Umar Q-net
SILVER
Dasa Nugraha
Blog/Website Anda
GOLD
Supriatna Apep
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Mohican Darling
SILVER
Quake Vienz
SILVER
Alex Eka Putra
Blog/Website Anda
GOLD
Amos Neolaka
Blog/Website Anda
GOLD
Eman Felani
GREAT SUCCES
DIAMOND
Nathalia Adelina Sib
SILVER
Hasanudin Amien
SILVER
Ahmad Henriu Deadi
Blog//www.nomor1.com
EMERALD
Nelly Sulvina
SILVER
Surya Mentari DKonsL
SILVER
Salam Sukses
Rahasia Website Pemu
PLATINUM
Unggul Wahyou Sapuja
SILVER
Askari Sinatra
nomor1.com/askarsin2
GOLD
Nurazmina Wahdiyani
Blog/Website Anda
GOLD
Vonyta Susanto
SILVER
Naya Novianti
SILVER
Visit-Me Zaenulcom
ad3cash
DIAMOND
Ahmad Yasin
SILVER
Azwar Asyek
Blog/Website Anda
PLATINUM
Djamal Inthe End
SILVER
Haris Sunardi
SILVER
Raisyaina Syarefah
Blog/Website Anda
GOLD
Arl Be Perfect
Snack Super Kaya
GOLD
Handoko Prayitno
SILVER
Enny Indriani Tjong
SILVER
Poppy Irtiah
SILVER
Andy Wen D-Gamersz
SILVER
Indra Daniel
SILVER
Syahrial Anak Medan
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Bob Ardian
Blog/Website Anda
DIAMOND
Agus Katemoul S Hadi
SILVER
Sabta Immanuel
SILVER
Dhymalk 'dhykTa
SILVER
Putri Hastani
SILVER
Josaphat Pandiangan
SILVER
JohnLie ThaiKo GenkS
SILVER
Karyanto Hubu
Blog/Website Anda
PLATINUM
Denie Bule
Blog/Website Anda
GOLD
Zen Wenkzie Menkze
Blog/Website Anda
GOLD
Hadi Widjaya
aryozbiz.web.id
GOLD
Drs. Gunawan
SILVER
Lorettha Lynn
SILVER
Aswar Gunawan
SILVER
Sri Dewi Nur Atiqoh
Blog/Website Anda
EMERALD
Edi H Wibisono
SILVER
Tommy Rizki
SILVER
Natalia Titiheru
Blog/Website Anda
GOLD
Hans Kalangit
Blog/Website Anda
EMERALD
Wahid Aja Ya
SILVER
 
© www.Nomor1.com - email: admin@nomor1.com   Terms of Use   Privacy Policy