nomor1.com
  Home | Multi-Post | Web Hosting | Brainwave | Inspiration Ref: iklanda321  
 
Kumpulan Cerita Inspirasi & Motivasi

    Penebang Kayu yang Tidak Tahu Berterima Kasih

    Pada jaman dahulu, di suatu desa, ada seorang penebang kayu yang sangat miskin, sehingga dia hanya mempunyai sebuah kapak untuk bekerja dan menghidupi anak-anak dan istrinya. Dengan sangat sulit dia bisa memperoleh enam pence (sejenis mata uang) setiap hari. Dia dan istrinya harus bekerja membanting tulang dari subuh hingga larut malam agar mereka dapat hidup dengan tidak kehabisan makanan. Apabila mereka beristirahat, mereka tidak akan mendapatkan apa-apa.

    "Apa yang harus saya lakukan?" katanya, suatu hari, "Saya sekarang sangat lelah, istri dan anakku tidak memiliki apa-apa untuk dimakan, dan saya sudah tidak sekuat dulu lagi memegang kapak ini, untuk memperoleh sekerat roti untuk keluargaku. Ah, begitu buruknya nasib bagi orang miskin, ketika mereka dilahirkan ke dunia ini."

    Sementara dia masih berkeluh-kesah, sebuah suara memanggilnya dengan penuh rasa iba: "Apa yang kamu keluhkan?"

    "Bagaimana saya tidak suka mengeluh, apabila saya tidak memiliki makanan?" katanya. "Pulanglah ke rumahmu," kata suara itu, "galilah tanah di sudut pekaranganmu, dan kamu akan menemukan harta karun di bawah sebuah dahan yang telah mati.

    Ketika penebang kayu ini mendengar hal ini, dia langsung berlutut di tanah, dan berkata: "Tuan, siapakah nama tuan? siapakah tuan yang begitu baik hati?"

    "Namaku Merlin," kata suara itu.

    "Ah! Tuan, Tuhan akan memberkahimu apabila kamu datang menolongku dan menyelamatkan keluargaku dari kemelaratan."

    "Pergilah cepat," kata suara itu, "dan dalam satu tahun, kembalilah ke sini, dan berikanlah saya penjelasan tentang apa saja yang kamu lakukan dengan uang yang kamu temukan di sudut pekaranganmu."

    "Tuan, Saya akan mengunjungimu dalam satu tahu, atau setiap hari, apabila kamu memerintahkan saya."

    Lalu sang penebang kayu pulang ke rumahnya, menggali tanah pada sudut pekarangannya dan disana dia menemukan harta karun yang telah dijanjikan. Betapa gembiranya mereka sekeluarga karena telah lepas dari kemiskinan.

    Karena tidak ingin tetangganya tahu mengapa mereka tiba-tiba menjadi kaya, dia masih pergi ke dalam hutan dengan membawa kapak, sehingga seolah-olah dia bekerja keras dan secara perlahan-lahan terangkat dari kemiskinan menjadi kemakmuran.

    Pada akhir tahun, dia pergi ke dalam hutan untuk memenuhi janjinya. Dan suara itu berkata, "Jadi kamu akhirnya datang!" "Ya Tuan," "Dan bagaimana kamu membelanjakan harta tersebut?" "Tuan, keluargaku sudah dapat makan makanan yang baik dan berpakaian yang bagus, dan kami selalu berterima kasih kepadamu setiap hari."

    "Keadaan kamu sekarang menjadi lebih baik kalau begitu, tapi katakan padaku, apakah masih ada hal yang kamu inginkan?" "Ah, ya, Tuan, saya ingin menjadi walikota di tempat saya."

    "Baiklah, dalam empat puluh hari kamu akan menjadi walikota."

    "Oh, beribu-ribu terima kasih, pelingdungku yang baik."

    Pada tahun kedua, penebang kayu yang kaya datang ke hutan dengan baju baru yang sangat baik dan mengenakan atribut bahwa dia adalah walikota.

    "Bapak Merlin," panggilnya, "datanglah dan berbicaralah padaku."

    "Saya di sini," kata suara itu, "apa yang kamu harapkan?"

    "Seorang pejabat tinggi baru saja meninggal kemarin, dan anak laki-laki saya, dengan bantuanmu, ingin menggantikannya, Saya meminta kebaikan hatimu."

    "Dalam empat puluh hari, hal yang kamu inginkan akan terwujud," kata Merlin.

    Begitu pula dalam empat puluh hari, anaknya menjadi pejabat tinggi, dan mereka masih juga belum puas.

    Pada akhir tahun ketiga, penebang kayu tersebut mencari lagi Merlin di hutan, dan dengan suara yang merendahkan, dia berkata "Merlin, maukah kamu membantu saya?"

    "Apa yang kamu kehendaki?" kata suara itu.

    "Putriku berharap agar dapat menikah dengan seorang pejabat," katanya. "Harapanmu akan terwujud," balas Merlin, dan dalam empat puluh hari, anak perempuan penebang kayu itu menikah dengan seorang pejabat.

    Dan begitulah akhirnya waktu terus berlalu, hingga pada akhir tahun keempat, istrinya yang bijaksana menyuruhnya kembali kesana untuk berterima kasih, tetapi penebang kayu itu menjawab:"Mengapa saya harus masuk kembali ke hutan itu untuk berbicara dengan mahluk yang tidak pernah saya lihat? Saya sekarang sangat kaya, mempunyai banyak teman, dan namaku sangat di hormati semua orang."

    "Pergilah sekali lagi," kata istrinya, "Kamu harus memberi dia salam dan berterima kasih atas segala kebaikannya."

    Akhirnya penebang kayu itu dengan menunggangi kudanya, diikuti oleh dua orang pelayan, masuk ke dalam hutan dan mulai berteriak: "Merlot! Merlot! Saya tidak membutuhkan kamu lagi, karena sekarang saya cukup kaya." Merlin membalasnya, "Sepertinya kamu lupa saat kamu masih miskin, tidak cukup makan, dengan hanya berbekal kapak, kamu dengan susah payah mendapatkan enam pence setiap hari! Saya saya memberikan kamu berkah pertama kali, kamu berlutut dengan kedua kakimu, dan memanggil saya 'Tuan', setelah berkah kedua, kamu hanya memanggil saya 'Bapak' dan setelah yang ketiga, kamu memanggilku dengan 'Merlin' saja, sekarang dengan sombongnya kamu memanggilku 'Merlot'! kamu mungkin berpikir bahwa kamu sudah sangat kaya dan hidup dengan baik dan tidak memerlukan lagi saya, Mari kita lihat nanti, selama ini kamu tidak memiliki hati yang baik dan selalu bertindak bodoh, tetaplah menjadi bodoh, dan tetaplah menjadi miskin seperti saat pertama saya bertemu dengan kamu." Penebang kayu itu tertawa terbahak-bahak, mengangkat bahunya dan tidak mempercayai apa yang dikatakan kepadanya.

    Dia kembali ke rumahnya, tapi dengan cepat anaknya yang sekarang menjadi pejabat tinggi, meninggal, putrinya yang menjadi istri seorang pejabat juga menderita sakit keras dan akhirnya meninggal. Kesialan menimpanya terus menerus dan saat perang pecah, serdadu dari kedua belah pihak yang berperang, memasuki rumahnya, merampas minuman dan makanan yang ada di lumbungnya, membakar semua ladangnya, juga rumahnya, hingga dia tidak memiliki uang satu penny pun.

    Ketika tiba masa untuk membayar pajak, dia tidak mempunyai uang di kantongnya, sehingga dia terpaksa menjual semua ladangnya. "Lihat," kata penebang kayu yang tidak tahu berterimakasih itu, sambil menangis, "Saya telah kehilangan semua yang saya miliki, uang, ladang, kuda, anak-anakku! Mengapa saya tidak percaya kepada Merlin? hanya kematian yang belum menjemput saya, saya sudah tidak tahan dengan penderitaan ini."

    "Tidak begitu," kata istrinya yang bijaksana, "Kita harus mulai bekerja keras kembali." "Dengan apa?" kata penebang kayu, "Kita bahkan sudah tidak memiliki seekor keledaipun untuk bekerja!"

    "Dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita," kata istrinya lagi.

    Tuhan hanya memberikan mereka sebuah keranjang, yang dipinjam dari tetangganya. Dengan keranjang ini di punggungnya dan kapak di tangannya, dia akhirnya masuk ke hutan untuk bekerja menebang kayu, mencoba untuk mencari kayu untuk mendapatkan enam pence sehari.

    Semenjak itu, dia tidak pernah mendengar suara Merlin lagi.





    KIRIM/POST KE WALL ANDA ATAU TEMAN-TEMAN:

    Untuk memilih beberapa teman sekaligus, tekan tombol CTRL
    sambil menekan tombol kanan mouse.
    Jumlah yang dipilih:
    0 orang.

 


FREE LOGIN
Via Facebook

Kunjungan Terkini:
Anggun Saputro
SILVER
Taufiq Hidayat
SILVER
Prasetyo Budi
nomor1.com/praseb478
DIAMOND
Nizar Raden Mangku I
Raden Mangku Igamo
EMERALD
Deni Yanto
www.sandrawisata.co.
EMERALD
Dirk Abraham
SILVER
Euro VS Dollar
Blog/Website Anda
GOLD
Gracia Imella Novian
SILVER
Yeni Rianto
http://www.facebook.
PLATINUM
David Siburian
SILVER
Nimta Nababan
SILVER
Titik Listyorini
SILVER
Taufik Hidayat
pisangkipas.wordpres
PLATINUM
Faidza Ahmad Faudzi
BlogEfauzi.blogspot.
GOLD
Anika Purba
SILVER
Nataulina Sihotang
SILVER
Wahyuniko Sumarno
SILVER
Zuraid Sape Bima
SILVER
Fadhlan Alan An-Naza
SILVER
Agus Supriyanto
SILVER
Sumina Labann
SILVER
Ops Dhani's Shop
SILVER
CraZz Barnes Derbe
SILVER
Warjo Yunus
waryun109
GOLD
Yan Abdullah
GOLDEN GATE
GOLD
Erlan Oktriandi
Website / Blog
GOLD
Novel Tuharea
SILVER
Gomes Marthen
Blog
GOLD
Mora Tumanggor P
' PENABUR UANG.COM '
GOLD
Aro Bt
SILVER
Afidia Oca Eqi
SILVER
Moxx Herlambang
www.nomor1.com/moxh9
EMERALD
Av Ve
Website replika prib
TRIPLE DIAMOND
Novi Syahputri
SILVER
Aziz Riyanto
SILVER
Edy Franjaya
Blog/Website Anda
GOLD
Ad Spokend
SILVER
Maz Kelik
SILVER
Anwarudin Spdi
SILVER
Anita Sasuwuhe
SILVER
Fang Fenni
SILVER
Ritma Ratri
http://5bintang.biz/
DIAMOND
Deo Supriyanto
SILVER
Harizt M Aziz
SILVER
Neneng Susilawati
SILVER
Lisa Prihatin
SILVER
Mbah Juan
mbahjua333
GOLD
Liphon'k Puetra Jc
SILVER
Syiita Sie Vanera
SILVER
Mitsui Hisashi
SILVER
WinZhu MizzHuann
SILVER
Samsul Maarif
http://www.fx7pro.co
EMERALD
Yonas Muanley Yonas
Blog/Website Anda
GOLD
Abdul Karim
http://www.nomor1.co
GOLD
Noer Fiedha
SILVER
Ros Miati
SILVER
Yuniardi Permana Jsi
JSS Tripler
GOLD
Mas Bro
SILVER
Rya'nya Rada-rada Er
SILVER
Welda Uitia
SILVER
Dedy Styo
SILVER
July Eta Siahaan Rij
SILVER
Aulia Rahman
SILVER
Mannen Simanjuntak
Blog/Website Anda
GOLD
Asnawi Dahlan
http://www.nomor1.co
DIAMOND
Bujangkelana Aan
nomor1.com/bujaa5689
GOLD
Andi Has Sang Imagin
SILVER
Ronny Octaviano Tadj
SILVER
Taufik Kamil
SILVER
Steven Wang
SILVER
Lee Min Ji
SILVER
Siau Ling
SILVER
Wie Jayanto Tri
jabonjawa.com
GOLD
Zulkifli Sac
SILVER
Hendri Dunant Cobain
http://henc1524.blog
GOLD
Indra Yuana Yan
nomor1.com/indrya401
GOLD
Iin Solihin
SILVER
Nol KM
SILVER
Rizki Febrian
SILVER
Rajawali Kedungwring
SILVER
Jatnika Darajatun
SILVER
Yantu Yasa
yantyas983
GOLD
Mika Uli Siregar
SILVER
Didik Dika Cell
Blog/Website Anda
GOLD
Agus Sholeh
http://www.agush4291
GOLD
Imam Juansyah
nomor1.com/imajua842
GOLD
John Al Tanjunge
Blog/www.nomor 1.com
GOLD
عدي بخاري ت
http://www.adibukhar
GOLD
KiKi Brh
Kikibr
PLATINUM
Shafa Najw
SILVER
Nahidlul Afkar
Blog/Website Anda
GOLD
Diwan Sasa
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Syamsul Arif Mazza
KOPI BCA
DIAMOND
Subur Wijaya Rafael
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Arvan Naval
SILVER
Felicia Krismanta
SILVER
MeeLa V AzLah
Jamila Mustika
GOLD
Yohan Wenas
Website / Blog
GOLD
Muhammad Faizin
SILVER
Wahyu Akmal
SILVER
Maria Pahlewi Suryan
nomor1.com/marisur38
PLATINUM
Linah Setiawan
SILVER
Alan Donny
SILVER
Poppy Mairayoni
SILVER
Addy Gayo
www.nomor1.com/addga
PLATINUM
Nova Pjn
SILVER
Ferdian Syah
SILVER
Afdal Lq
SILVER
Zhunie Widyani
SILVER
Richa Ningrum
SILVER
Dasa Nugraha
Blog/Website Anda
GOLD
Willy Setyaji
SILVER
Supriatna Apep
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Ari Triwibowo
SILVER
Eddi Mulyadi
SILVER
Arief Cah Natar Swad
SILVER
Alex Eka Putra
Blog/Website Anda
GOLD
Novi Even
SILVER
Amos Neolaka
Blog/Website Anda
GOLD
Eman Felani
GREAT SUCCES
DIAMOND
Mettha Wati
SILVER
Hasanudin Amien
SILVER
Ahmad Henriu Deadi
Blog//www.nomor1.com
EMERALD
Nelly Sulvina
SILVER
Salam Sukses
Rahasia Website Pemu
PLATINUM
Askari Sinatra
nomor1.com/askarsin2
GOLD
Nurazmina Wahdiyani
Blog/Website Anda
GOLD
Naya Novianti
SILVER
Visit-Me Zaenulcom
ad3cash
DIAMOND
Azwar Asyek
Blog/Website Anda
PLATINUM
Raisyaina Syarefah
Blog/Website Anda
GOLD
Arl Be Perfect
Snack Super Kaya
GOLD
Zhona Lumban Toruan
SILVER
Candi Andrian
SILVER
Tjuk Tjuk Tjong
SILVER
Irawatiny Himiko
SILVER
Rachmad Noor
SILVER
Syahrial Anak Medan
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Bob Ardian
Blog/Website Anda
DIAMOND
Amri Mothe
SILVER
Erma Waruwu
SILVER
JohnLie ThaiKo GenkS
SILVER
Karyanto Hubu
Blog/Website Anda
PLATINUM
Denie Bule
Blog/Website Anda
GOLD
Hendri Ismanto
SILVER
James Frank
SILVER
Zen Wenkzie Menkze
Blog/Website Anda
GOLD
Fandy Ismanto
SILVER
Marles Haloho
SILVER
Wisata Rohani Umat
SILVER
Hadi Widjaya
aryozbiz.web.id
GOLD
Agung Trikusumo
SILVER
Marlinawati Maluddin
SILVER
Lanrie St
SILVER
Shanty Bakara
SILVER
 
© www.Nomor1.com - email: admin@nomor1.com   Terms of Use   Privacy Policy