nomor1.com
  Home | Multi-Post | Web Hosting | Brainwave | Inspiration Ref: iklanda321  
 
Kumpulan Cerita Inspirasi & Motivasi

    Penyihir Tua

    Pada jaman dahulu kala, hiduplah dua orang anak gadis yang tinggal bersama ayah dan ibunya. Ayah mereka tidak mempunyai pekerjaan, dan gadis-gadis tersebut ingin keluar dan mencari pekerjaan agar dapat menghidupi orangtua mereka. Satu orang gadis itu ingin bekerja menjadi pelayan, dan ibunya berkata bahwa dia mungkin bisa bekerja apabila dia menemukan tempat untuk bekerja di kota. Akhirnya anak gadis tersebut berjalan ke kota untuk mulai mencari tempat pekerjaan, tetapi di kota tersebut, tidak ada yang ingin mempekerjakan gadis seperti dia. Gadis kecil itu kemudian berjalan lebih jauh sampai tiba di pedesaan, dan dia datang ke tempat dimana disana ditemukan banyak sekali tungku pemanggang dan roti. Lalu roti tersebut berkata, "Gadis kecil, gadis kecil, bawalah kami keluar. Kami telah memanggang selama tujuh tahun, dan tidak ada orang yang pernah membawa kami keluar." Gadis tersebut lalu membawa keluar roti tersebut, membaringkannya di tanah dan segera berjalan pergi kembali.

    Kemudian dia bertemu dengan seekor sapi, dan sapi tersebut berkata, "Gadis kecil, gadis kecil, perahlah susuku, perahlah susuku! Tujuh tahun saya telah menunggu dan tidak ada orang yang pernah datang untuk memerahku." Gadis tersebut kemudian memerah susu sapi tersebut ke ember yang ada didekatnya. Karena kehausan, dia meminum sedikit susu tersebut dan membiarkan sisanya tetap di dalam ember.

    Kemudian gadis tersebut berjalan lebih jauh dan bertemu dengan sebuah pohon apel, yang penuh dengan buah apel sehingga dahan-dahannya kelihatan banyak yang patah, lalu pohon apel tersebut berkata, "Gadis kecil, gadis kecil, tolong guncangkan buahku, dahan dan cabangku sudah patah karena terlalu berat." Lalu gadis itu berkata, "Tentu saja saya akan membantumu, kamu terlihat sangat kasihan." Lalu dia mengguncangkan dahan pohon apel tersebut sehingga buahnya lepas dari dahan pohon dan terjatuh ke tanah, lalu membiarkan buah apel tersebut tergeletak di tanah.

    Kemudian dia berjalan dan berjalan lagi hingga dia tiba di sebuah rumah. Rumah tersebut di huni oleh seorang penyihir tua, dan penyihir ini berkeinginan untuk membawa gadis tersebut ke rumahnya untuk dijadikan pelayan. Saat dia mendengar bahwa gadis tersebut memang meninggalkan rumah untuk mencari pekerjaan, dia berkata akan mencobanya dan memberikan upah yang pantas. Penyihir tua tersebut menyebutkan pekerjaan yang harus dilakukan. "Kamu harus tetap memelihara agar rumah ini bersih dan rapih, menyapu lantai dan perapian; tetapi ada satu hal yang jangan pernah kamu lakukan. Kamu jangan pernah melihat ke atas cerobong asap rumah ini, karena sesuatu yang buruk akan menimpa kamu nantinya."

    Gadis tersebut berjanji akan melakukan segala apa yang diperintahkan, tetapi pada suatu pagi saat dia sedang membersihkan, dan wanita penyihir itu keluar rumah, dia menjadi lupa pada apa yang dikatakan oleh penyihir tua dan melihat ke atas cerobong asap. Saat itu sebuah bungkusan yang berisikan uang jatuh kepangkuannya. Hal ini terus berulang setiap kali gadis tersebut menengok ke atas cerobong asap. Gadis tersebut begitu senangnya, dia mengambil kantong-kantong uang tersebut dan segera pulang kerumahnya.

    Saat dia berjalan pulang ke rumahnya, dia mendengar kedatangan penyihir tua yang datang mengejarnya. Gadis tersebut kemudian berlari ke pohon apel dan berkata:

    Penyihir, Gadis Kecil dan Pohon Apel"Pohon apel, pohon apel, sembunyikan saya,

    Sehingga penyihir tua tidak menemukan saya;

    Jika dia menemukan saya, dia akan memungut tulangku,

    Dan menguburku di bawah batu yang dingin."

    Pohon apel tersebut kemudian menyembunyikan si gadis. Ketika penyihir tua datang dan berkata:

    "Pohon milikku, pohon milikku,

    Apakah kamu melihat seorang gadis,

    Dengan membawa banyak bungkusan,

    Yang mengambil semua uang milikku?"

    Kemudian pohon apel itu berkata, "Tidak, ibunda, saya tidak pernah melihatnya selama tujuh tahun."

    Ketika penyihir tua itu pergi dan berjalan ke arah lain, gadis itu melanjutkan perjalannya dan tepat saat dia bertemu dengan sapi yang tadi diperahnya, dia kembali mendengar penyihir itu datang mengejarnya kembali, sehingga dia lari ke sapi tersebut dan berkata:

    "Sapi, sapi, sembunyikan saya,

    Sehingga penyihir tua tidak menemukan saya;

    Jika dia menemukan saya, dia akan memungut tulangku,

    Dan menguburku di bawah batu yang dingin."

    Sapi tersebut kemudian menyembunyikan sang gadis.

    Ketika penyihir tua itu tiba, dia mencari-cari dan bertanya kepada sapi tersebut:

    "Sapi milikku, sapi milikku,

    Apakah kamu melihat seorang gadis,

    Dengan membawa banyak bungkusan,

    Yang mengambil semua uang milikku?"

    Kemudian sapi itu berkata, "Tidak, ibunda, saya tidak pernah melihatnya selama tujuh tahun."

    Ketika penyihir itu telah pergi ke arah lain, gadis kecil tersebut melanjutkan perjalannya, dan ketika dia berada dekat dimana dia bertemu dengan tungku panggangan, dia kembali mendengar penyihir tua itu datang mengejarnya, sehingga dia lari ke tungku pangganan dan berkata:

    "Tungku panggangan, tungku panggangan, sembunyikan saya,

    Sehingga penyihir tua tidak menemukan saya;

    Jika dia menemukan saya, dia akan memungut tulangku,

    Dan menguburku di bawah batu yang dingin."

    Tungku panggangan berkata, "Saya tidak punya ruangan kosong, tanyakan pada pembuat roti," dan kemudian pembuat roti menyembunyikan gadis kecil itu di belakang tungku.

    Ketika penyihir tua itu tiba dan melihat kesana-kemari, dia bertanya kepada pembuat roti:

    "Pembuat roti milikku, pembuat roti milikku,

    Apakah kamu melihat seorang gadis,

    Dengan membawa banyak bungkusan,

    Yang mengambil semua uang milikku?"

    Pembuat roti itu berkata, "Lihat di dalam tungku" Penyihir itu masuk untuk melihatnya, dan tungku panggangan itu berkata, "Masuklah dan lihat ke sudut yang paling dalam." Penyihir tua itu melakukannya, dan ketika dia telah ada dalam tungku, tungku tersebut menutup pintunya, hingga penyihir itu tertahan disana dalam waktu yang lama.

    Gadis itu kemudian pulang ke rumahnya dengan kantongan yang penuh dengan uang, akhirnya menikah dengan orang yang sangat kaya dan hidup bahagia setelahnya.

    Saudara dari gadis tersebut berpikir bahwa dia akan pergi dan melakukan hal yang sama dengan gadis yang pertama tadi. Dia kemudian melakukan perjalanan yang sama. Tetapi ketika dia bertemu dengan tungku panggangan, dan saat roti berkata "Gadis kecil, gadis kecil, bawalah kami keluar. Kami telah memanggang selama tujuh tahun, dan tidak ada orang yang pernah membawa kami keluar." Gadis tersebut lalu berkata, "Tidak, saya tidak ingin jari-jari saya terbakar."

    Kemudian dia berjalan dan bertemu dengan seekor sapi, dan sapi tersebut berkata, "Gadis kecil, gadis kecil, perahlah susuku, perahlah susuku! Tujuh tahun saya telah menunggu dan tidak ada orang yang pernah datang untuk memerahku." Tetapi gadis itu berkata, "Tidak, saya tidak sempat memerah susumu, saya sedang terburu-buru," dan pergi secepatnya. Kemudian gadis tersebut berjalan lebih jauh dan bertemu dengan sebuah pohon apel yang meminta bantuan agar gadis tersebut membantu dia mengguncangkan buah-buahnya. "Saya tidak bisa, mungkin di hari lain." Lalu dia berjalan sampai ke rumah penyihir tua itu. Kejadian yang sama dengan gadis pertama dialami oleh gadis tersebut, dia juga melupakan apa yang dikatakan oleh penyihir tua dan saat penyihir tua itu keluar rumah, dia melihat ke atas cerobong asap, dan kantong-kantong berisi uangpun berjatuhan. Dia langsung berpikir bahwa dia dapat pergi dan lepas dari rumah itu, dan ketika dia mencapai pohon apel, dia mendengar penyihir tersebut datang mengejarnya, dia lalu berkata kepada pohon apel:

    "Pohon apel, pohon apel, sembunyikan saya,

    Sehingga penyihir tua tidak menemukan saya;

    Jika dia menemukan saya, dia akan mematahkan tulangku,

    Dan menguburku di bawah batu yang dingin."

    Tetapi pohon apel tersebut hanya diam dan akhirnya gadis tersebut melanjutkan larinya. Ketika penyihir tua datang dan berkata:

    "Pohon milikku, pohon milikku,

    Apakah kamu melihat seorang gadis,

    Dengan membawa banyak bungkusan,

    Yang mengambil semua uang milikku?"

    Pohon apel tersebut berkata, "Ya, ibunda, dia pergi ke arah sana."

    Akhirnya penyihir tua itu menemukan dan menangkap gadis tersebut, mengambil kembali uang yang telah diambil, memukulnya dan mengirimkannya pulang ke orangtuanya.





    KIRIM/POST KE WALL ANDA ATAU TEMAN-TEMAN:

    Untuk memilih beberapa teman sekaligus, tekan tombol CTRL
    sambil menekan tombol kanan mouse.
    Jumlah yang dipilih:
    0 orang.

 


FREE LOGIN
Via Facebook

Kunjungan Terkini:
Anggun Saputro
SILVER
Taufiq Hidayat
SILVER
Prasetyo Budi
nomor1.com/praseb478
DIAMOND
Nizar Raden Mangku I
Raden Mangku Igamo
EMERALD
Deni Yanto
www.sandrawisata.co.
EMERALD
Dirk Abraham
SILVER
Euro VS Dollar
Blog/Website Anda
GOLD
Gracia Imella Novian
SILVER
Yeni Rianto
http://www.facebook.
PLATINUM
David Siburian
SILVER
Nimta Nababan
SILVER
Titik Listyorini
SILVER
Taufik Hidayat
pisangkipas.wordpres
PLATINUM
Faidza Ahmad Faudzi
BlogEfauzi.blogspot.
GOLD
Anika Purba
SILVER
Nataulina Sihotang
SILVER
Wahyuniko Sumarno
SILVER
Zuraid Sape Bima
SILVER
Fadhlan Alan An-Naza
SILVER
Agus Supriyanto
SILVER
Sumina Labann
SILVER
Ops Dhani's Shop
SILVER
CraZz Barnes Derbe
SILVER
Warjo Yunus
waryun109
GOLD
Yan Abdullah
GOLDEN GATE
GOLD
Erlan Oktriandi
Website / Blog
GOLD
Novel Tuharea
SILVER
Gomes Marthen
Blog
GOLD
Mora Tumanggor P
' PENABUR UANG.COM '
GOLD
Aro Bt
SILVER
Afidia Oca Eqi
SILVER
Moxx Herlambang
www.nomor1.com/moxh9
EMERALD
Av Ve
Website replika prib
TRIPLE DIAMOND
Novi Syahputri
SILVER
Aziz Riyanto
SILVER
Edy Franjaya
Blog/Website Anda
GOLD
Ad Spokend
SILVER
Maz Kelik
SILVER
Anwarudin Spdi
SILVER
Anita Sasuwuhe
SILVER
Fang Fenni
SILVER
Ritma Ratri
http://5bintang.biz/
DIAMOND
Deo Supriyanto
SILVER
Harizt M Aziz
SILVER
Neneng Susilawati
SILVER
Lisa Prihatin
SILVER
Mbah Juan
mbahjua333
GOLD
Liphon'k Puetra Jc
SILVER
Syiita Sie Vanera
SILVER
Mitsui Hisashi
SILVER
WinZhu MizzHuann
SILVER
Samsul Maarif
http://www.fx7pro.co
EMERALD
Yonas Muanley Yonas
Blog/Website Anda
GOLD
Abdul Karim
http://www.nomor1.co
GOLD
Noer Fiedha
SILVER
Ros Miati
SILVER
Yuniardi Permana Jsi
JSS Tripler
GOLD
Mas Bro
SILVER
Rya'nya Rada-rada Er
SILVER
Welda Uitia
SILVER
Dedy Styo
SILVER
July Eta Siahaan Rij
SILVER
Aulia Rahman
SILVER
Mannen Simanjuntak
Blog/Website Anda
GOLD
Asnawi Dahlan
http://www.nomor1.co
DIAMOND
Bujangkelana Aan
nomor1.com/bujaa5689
GOLD
Andi Has Sang Imagin
SILVER
Ronny Octaviano Tadj
SILVER
Taufik Kamil
SILVER
Steven Wang
SILVER
Lee Min Ji
SILVER
Siau Ling
SILVER
Wie Jayanto Tri
jabonjawa.com
GOLD
Zulkifli Sac
SILVER
Hendri Dunant Cobain
http://henc1524.blog
GOLD
Indra Yuana Yan
nomor1.com/indrya401
GOLD
Iin Solihin
SILVER
Nol KM
SILVER
Rizki Febrian
SILVER
Rajawali Kedungwring
SILVER
Jatnika Darajatun
SILVER
Yantu Yasa
yantyas983
GOLD
Mika Uli Siregar
SILVER
Didik Dika Cell
Blog/Website Anda
GOLD
Agus Sholeh
http://www.agush4291
GOLD
Imam Juansyah
nomor1.com/imajua842
GOLD
John Al Tanjunge
Blog/www.nomor 1.com
GOLD
عدي بخاري ت
http://www.adibukhar
GOLD
KiKi Brh
Kikibr
PLATINUM
Shafa Najw
SILVER
Nahidlul Afkar
Blog/Website Anda
GOLD
Diwan Sasa
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Syamsul Arif Mazza
KOPI BCA
DIAMOND
Subur Wijaya Rafael
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Arvan Naval
SILVER
Felicia Krismanta
SILVER
MeeLa V AzLah
Jamila Mustika
GOLD
Yohan Wenas
Website / Blog
GOLD
Muhammad Faizin
SILVER
Wahyu Akmal
SILVER
Maria Pahlewi Suryan
nomor1.com/marisur38
PLATINUM
Linah Setiawan
SILVER
Alan Donny
SILVER
Poppy Mairayoni
SILVER
Addy Gayo
www.nomor1.com/addga
PLATINUM
Nova Pjn
SILVER
Ferdian Syah
SILVER
Afdal Lq
SILVER
Zhunie Widyani
SILVER
Richa Ningrum
SILVER
Dasa Nugraha
Blog/Website Anda
GOLD
Willy Setyaji
SILVER
Supriatna Apep
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Ari Triwibowo
SILVER
Eddi Mulyadi
SILVER
Arief Cah Natar Swad
SILVER
Alex Eka Putra
Blog/Website Anda
GOLD
Novi Even
SILVER
Amos Neolaka
Blog/Website Anda
GOLD
Eman Felani
GREAT SUCCES
DIAMOND
Mettha Wati
SILVER
Hasanudin Amien
SILVER
Ahmad Henriu Deadi
Blog//www.nomor1.com
EMERALD
Nelly Sulvina
SILVER
Salam Sukses
Rahasia Website Pemu
PLATINUM
Askari Sinatra
nomor1.com/askarsin2
GOLD
Nurazmina Wahdiyani
Blog/Website Anda
GOLD
Naya Novianti
SILVER
Visit-Me Zaenulcom
ad3cash
DIAMOND
Azwar Asyek
Blog/Website Anda
PLATINUM
Raisyaina Syarefah
Blog/Website Anda
GOLD
Arl Be Perfect
Snack Super Kaya
GOLD
Zhona Lumban Toruan
SILVER
Candi Andrian
SILVER
Tjuk Tjuk Tjong
SILVER
Irawatiny Himiko
SILVER
Rachmad Noor
SILVER
Syahrial Anak Medan
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Bob Ardian
Blog/Website Anda
DIAMOND
Amri Mothe
SILVER
Erma Waruwu
SILVER
JohnLie ThaiKo GenkS
SILVER
Karyanto Hubu
Blog/Website Anda
PLATINUM
Denie Bule
Blog/Website Anda
GOLD
Hendri Ismanto
SILVER
James Frank
SILVER
Zen Wenkzie Menkze
Blog/Website Anda
GOLD
Fandy Ismanto
SILVER
Marles Haloho
SILVER
Wisata Rohani Umat
SILVER
Hadi Widjaya
aryozbiz.web.id
GOLD
Agung Trikusumo
SILVER
Marlinawati Maluddin
SILVER
Lanrie St
SILVER
Shanty Bakara
SILVER
 
© www.Nomor1.com - email: admin@nomor1.com   Terms of Use   Privacy Policy