nomor1.com
  Home | Multi-Post | Web Hosting | Brainwave | Inspiration Ref: iklanda321  
 
Kumpulan Cerita Inspirasi & Motivasi

    Sepuluh Pengganjal Kebahagiaan Anda

    LET GO OF DEMAND

    Apa sih, yang sebenarnya membuat Anda marah dan kecewa? Apakah seseorang yang memotong antrian di depan Anda? Pengemudi iseng yang memprovokasi Anda di jalanan? Komputer yang hanya untuk di-boot saja terasa begitu lama? Handphone yang harus berganti setiap bulan dua kali karena terus dicuri? Orang yang mengejek dan mempermainkan Anda? Hujan sepanjang hari? Tagihan bejibun yang membuat Anda marah sampai ke ubun-ubun?

    Bukan, bukan itu semua. Apa yang membuat Anda marah dan kecewa adalah "tuntutan yang kekanak-kanakan" dan "ekspektasi yang tidak realistis".

    Saat Anda masih bayi, apa yang perlu Anda lakukan untuk mendapatkan sesuatu, hanyalah berteriak menangis sekencang-kencangnya. Dengan modal itu, Anda mendapatkan popok yang baru, susu ibu atau susu sapi, atau barang sepuluh lima belas kerokan pisang ambon untuk dinikmati.

    Itulah ciri Anda saat masih helpless dulu. Waktu itu, perilaku demanding Anda masih bisa diterima. Tapi kini Anda telah dewasa. Anda bertanggung jawab pada hidup Anda, dan Anda tidak bisa lagi berharap bahwa dunia akan melayani Anda sebagaimana yang Anda mau. Jika Anda tetap melakukannya sekarang, itu namanya self-induced misery, alias penderitaan yang Anda buat sendiri. Berhentilah.

    Apa yang perlu Anda lakukan sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu mengganti demand dan ekspektasi, dengan preferensi.

    "Aku sih nggak nuntut suamiku bangun lebih pagi, tapi aku lebih prefer kalo dia memang bisa melakukannya."

    Anda akan lebih mengerti, dan Anda akan menjadi orang yang penuh pengertian.

    Buanglah Pola Pikir yang Tidak Rasional

    "Saya tidak akan pernah berbahagia kecuali dunia melayani Saya seperti yang Saya mau."

    Itu tidak rasional. Apa yang bisa Anda kontrol hanyalah diri Anda sendiri.

    Bersikaplah Mau Berbahagia

    Disadari atau tidak, Anda mungkin tidak ingin berbahagia. Anda bisa melepaskan apapun dari diri Anda; uang, harta, waktu, energi, dan bahkan cinta, kecuali satu; penderitaan Anda.

    Bahagia haruslah dimulai dari kemauan Anda sendiri. Anda mau bahagia atau tidak? Secara sadar Anda jelas mau berbahagia. Tapi cobalah selami kembali alam bawah sadar Anda. Bisa jadi, Anda sendiri yang t idak mau berbahagia.

    Saat Anda merasa marah, itu penderitaan yang tidak membahagiakan. Lepaskanlah penderitaan Anda, bukan lampiaskan. Bertanyalah pada diri sendiri, "Bener nih, mau nuker happy sama kemarahan ini?" Perpanjanglah sumbu Anda supaya Anda bisa membuang penderitaan.

    Berhentilah Mengasihani Diri Sendiri

    Anda tidak akan menjadi pahlawan hanya dengan menderita. Adalah lebih heroik jika Anda tetap riang gembira di tengah penderitaan.

    Berhentilah Membesar-besarkan

    Tak perlu mem-blow-up permasalahan sampai keluar dari proporsinya. Itu akan melumpuhkan Anda. Belajarlah obyektif dan jadikanlah itu sebagai motivasi untuk mengambil tindakan.

    LET GO OF REGRET

    Anda pasti pernah menyesali sesuatu tentu saja. Wong kita ini manusia kok. Itu, sebenarnya versi lain dari kata-kata: "Kita tidak sempurna".

    Tak perlu panik atau terobsesi oleh penyesalan. Jadikanlah ia kekuatan positif. Anggaplah itu sebagai wakeup call, sebuah tepukan yang membangunkan Anda dari tidur. Bukankah Anda macan?

    Janganlah menunda tindakan dengan penyesalan. Bertindaklah segera dan Anda tidak akan menyesal lagi, sebab Anda telah melakukan sesuatu.

    Tutuplah rapat-rapat lebarnya jarak antara Anda yang ideal dan Anda yang sekarang. Nikmatilah Anda yang sekarang dan lakukan apa yang terbaik menurut Anda. Sebab jika Anda punya waktu untuk menyesal, maka Anda pasti punya waktu untuk melakukan sesuatu tentang itu.

    LET GO OF GREED

    "Saya telah punya semua yang saya mau, dan Saya telah menjadi apa yang Saya ingin, kecuali..."

    Ya. Itulah Anda barangkali. Tidak SEMUA yang Anda mau akan Anda dapatkan.

    Pertama, resources Anda terbatas. Kedua, nafsu Anda adalah sesuatu yang tidak akan pernah terpuaskan. Ia seperti air laut. Makin Anda minum, makin kering rasanya tenggorokan. Desire Anda tidak salah, melewati batasnyalah yang salah.

    Sadarilah bahwa penyebab kerakusan adalah kesenangan. Bisa memiliki memang menyenangkan. Tapi kesenangan itu sendiri bisa menjadi candu. Kita sering lupa, bahwa kesenangan tidak selalu sama dengan kebahagiaan. Saat Anda menemukan bahwa kesenangan ternyata tidak sama dengan kebahagiaan, muncullah ketakutan dan kekhawatiran. Takut dan khawatir itu, akan memicu desire Anda lebih besar lagi.

    Maka, Anda akan menemukan lingkaran yang abadi di sini: Karena desire Anda tidak pernah punya ujung, maka fear Anda juga tak akan pernah punya muara. Berhentilah menjadi manusia yang terpenjara!

    Ya. Tapi bagaimana?

    Fokus dan terapkanlah prioritas. Mulailah dahulu dengan BEING. Soal HAVING, ya belakangan sajalah. Dan untuk BEING, Anda harus DOING. Just DO your best.

    LET GO OF WORRY

    Anda tahu kenapa lagu "Don't Worry - Be Happy" begitu ngetop? Karena itulah panggilan jiwa Anda.

    Pahamilah perbedaan antara "menderita" dan "khawatir". Menderita adalah pesan tentang masalah, sementara khawatir adalah pesan tentang adanya peluang untuk tumbuh dan berkembang. Jadi waspadalah. Apakah Anda memang menderita, atau sebenarnya Anda hanya khawatir saja?

    Jika Anda hanya khawatir, ketahuilah bahwa sumbernya adalah ketakutan. Anda takut terhadap sesuatu yang masih gelap, blank, dan tidak tahu apa-apa tentangnya. Atau, Anda takut menghadapi tantangan.

    Ketahuilah bahwa setiap detik dan setiap saat, Anda adalah benih. Benih yang mestinya bisa tumbuh menjadi besar dan hebat. Worry can't change the past, but it can ruin the present. Berpengetahuanlah, dan bertindaklah menyambut tantangan. Seperti seekor macan.

    LET GO OF DEFENSIVENESS

    Salah itu normal, termasuk jika itu melukai orang lain. Bukan nyuruh nih, tapi kita semua memang pernah berbuat salah. Anda tahu kan kenapa pensil, whiteboard, dan papan tulis itu ada penghapusnya? Karena Anda adalah manusia.

    Jika Anda salah apa yang Anda katakan?

    "Aduhhh.. maaf nih. Maaf, namanya juga manusia."

    Lantas, apa yang Anda katakan jika orang lain yang salah?

    "Dasar Bodoh!" "Stupid!" "Bloon."

    Saat Anda salah, Anda adalah manusia. Saat orang lain salah, mereka bukan manusia. Ini tidak rasional. Maka, maafkankanlah mereka.

    LET GO OF GUILT

    Guilt adalah rasa tidak nyaman saat Anda mengalami perlawanan menentang kesadaran Anda sendiri. Guilt itu sendiri tidak terlalu berbahaya. Apa yang lebih berbahaya adalah ketiadaan solusinya.

    Feeling guilty itu bagus. Itu sinyal lampu merah yang memperingatkan Anda agar stay on course. Maka saat Anda feeling guilty, dengarkanlah isi hati Anda. Manakah yang Anda pilih, short-term pleasure atau long-term gain?

    Rasa bersalah yang tidak menemukan solusi, akan membuat Anda mengalami ini:

    1. Pikiran yang tidak damai.

    2. Rasa tidak percaya dan takut pada orang lain, atau bahkan kepada Allah.

    3. Sesuai angka ini, Anda akan menderita tiga kali:

    Pertama, saat Anda bertindak tidak bertanggung jawab. Kedua, saat Anda melihat orang lain bertindak dengan penuh tanggung jawab. Ketiga, saat Anda harus menanggung konsekuensinya.

    Berikut inilah yang perlu Anda lakukan saat Anda merasa tidak bertanggung jawab.

    Ingatlah bahwa responsibility, adalah singkatan dari "response-ability". Kemampuan untuk merespon dengan tepat. Bagaimana caranya agar bisa merespon dengan tepat? Anda bisa menggunakan rumus AAA.

    1. Admit. Akui bahwa pilihan tindakan Anda adalah salah.

    2. Analyze. Analisis perilaku Anda. Apa alasan Anda memilih yang salah? Apa konsekuensinya? Bagaimana tidak mengulanginya? Bagaimana meluruskan pilihan yang sekarang?

    3. Atonement, alias integritas. Integritas adalah menyatunya hati, jiwa, sasaran, tindakan, dan keimanan. Saat semuanya menyatu, Anda memasuki tahap atonement, alias at-one-ment.

    Dengan AAA, Anda bisa memperbaiki keadaan.

    LET GO OF SPITE

    Anda, pasti pernah diprovokasi. Oleh pengemudi lain di jalanan, atau oleh orang lain yang mengejek dan melecehkan. Anda pasti pernah merasa diserang. Di kantor, di rumah, di lapangan sepak bola, di kantin, di mana saja.

    Tidak ada perlunya Anda melayani yang begituan. Sebab, dunia Anda bisa rusak seharian. Mengalah sajalah, kecuali jika undang-undang dasar Anda yang terlanggar atau terinjak-injak.

    Kita cenderung lupa bahwa kita lebih sering menggunakan hati untuk merasakan, ketimbang otak untuk berpikir. Ini sepertinya benar dan wajar. Tapi berhati-hatilah karena itu tidak logis dan tak rasional. Itu emosional.

    Jika Anda merasa perlu melayani serangan, provokasi, dan ejekan orang lain, maka itu tentu ada sebabnya.

    Pertama, rasa keadilan Anda yang terusik. Saat Anda merasa diserang, Anda merasa perlu membalasnya. Tapi, jika serangan itu dilakukan karena tidak sengaja, tidak dimaksudkan untuk menyerang, kesalahpahaman, atau hanya karena mereka bodoh saja, keadilan macam apa sih yang Anda inginkan?

    Kedua, logika Anda yang terdistorsi. Anda berasumsi bahwa jika mereka mengalami sakit seperti yang Anda rasakan, maka mereka akan meminta maaf.

    Tidak. Jikapun mereka akhirnya meminta maaf, itu bukan karena sakit yang Anda buat dengan serangan balasan, tapi karena pikiran dan hati mereka yang sudah lurus kembali. Saling menyakiti tidak akan menyelesaikan masalah. Ia bahkan memperuncingnya.

    Ketiga, secara sadar atau tidak Anda mencoba menghindari tanggung jawab untuk membahagiakan diri sendiri. Sebab jika Anda memang mau bertanggungjawab untuk kebahagiaan Anda sendiri, Anda pasti tidak akan melarikan diri.

    Jika begitu, bagaimana caranya memunculkan rasa tanggung jawab untuk kebahagiaan diri sendiri? Awareness-lah jawabannya.

    Ketahuilah bahwa rasa sakit yang Anda derita adalah bukan karena serangan mereka, tapi karena reaksi Anda atas perilaku mereka. Mengapa mereka begitu jahat dan kejam kepada Anda? Karena mereka sedang sakit, dan mereka merasa terancam oleh Anda.

    Responlah sikap buruk orang lain dengan kebaikan, maka Anda akan mulia dan terhormat. Cobalah selalu untuk bersikap rendah hati tapi bukan rendah diri.

    Ketahuilah bahwa sabar itu tidak pasif. Ia tidak datang dengan sendirinya, dan ujug-ujug Anda menjadi sabar. Sabar itu kata kerja dan bukan kata sifat. Maka sabar, adalah disabar-sabarin.

    LET GO OF ENVY

    Anda juga mungkin pernah merasa kalah. Waspadalah. Salah-salah, kekalahan bisa membuat Anda menjadi orang yang envious, yaitu orang yang penuh dengki dan tidak bisa menerima kekalahan. Tidak senang jika orang lain senang, dan senang jika orang lain tidak senang.

    Sikap envious, bisa berkembang dalam tiga tahap.

    Pertama, saat Anda merasakan kekalahan. Di tingkat ini, perasaan kalah itu sebenarnya wajar. Apalagi jika Anda bisa memberi selamat kepada pemenang, dan kemudian menjadikan kekalahan sebagai pelajaran. Jika tidak bisa, maka di sinilah bibit envious Anda akan mulai tersemai.

    Kedua, saat Anda mulai mengembangkan perilaku mensabotase orang lain. Mulainya dari yang kecil-kecil saja, seperti menciptakan isu dan gosip buruk, atau berharap dan "berdoa" untuk kemalangan dan kecelakaan bagi orang lain. Anda mungkin meng ira ini tidak berbahaya.

    Salah. Itu sangat berbahaya. Mengapa? Karena harapan buruk seperti itu adalah karatnya jiwa, persis seperti karatnya besi. Merusak, melubangi, merontokkan, dan menggerogoti semua amal baik. Lebih dari itu, dari mana sih datangnya semua tindak kejahatan? Ya dari doa, harapan, fitnah, dan pikiran negatif yang melenceng seperti itu!

    Ketiga, seperti sudah disebut barusan, semuanya akan termanifestasi menjadi tindak kejahatan. Anda akan menjadi orang yang dengki, dengan sikap dan tindakan yang keji. Anda telah menghancurkan diri sendiri.

    Jika Anda mulai mengalami gejala penyakit ini, resepnya sederhana. Bertemanlah dengan mereka yang menang. Kemudian, ubahlah cara berpikir Anda. Gantilah "Saya pengen kayak gitu," menjadi "Bagaimana supaya Saya bisa seperti itu."

    LET GO OF ANGER

    ANGER itu cuma satu huruf lebih pendek dari DANGER. Dan "D", adalah nilai minusn ya.

    Alasan yang bagus bagi Anda supaya tidak marah, adalah memahami bahwa kemarahan akan menyebarluaskan kelemahan. Saat Anda marah, Anda sebenarnya berkata, "Saya takut! Saya Terluka! Saya frustrasi!" Itu, adalah kata lain dari "Saya lemah."

    Sadarilah bahwa orang, barang, atau situasi, akan cenderung membuat Anda selalu marah. Udah dari sononya begitu. Anda tidak bisa dengan mudah mengontrol sesuatu di luar diri Anda. Dan jika Anda marah, kemarahan Anda tidak akan membuat dunia berjalan sesuai kemauan Anda. Andalah yang harus menyesuaikan diri dengannya.

    Sadarilah bahwa jika Anda menghadapi orang yang marah, they're not being mean; they're just being people. Like you. Dan seperti biasa, marah itu muncul disebabkan oleh fear. Rasa takut akan kehilangan kontrol.

    Keinginan untuk mengontrol adalah benar. Tapi, ingin mengontrol orang lain itu salah. Yang benar, ingin memberi contoh teladan kepada orang lain. Mengontrol dengan kekuasaan? Salah juga. Apa yang perlu dikontrol hanyalah diri sendiri. Sekali lagi, maafkanlah mereka yang marah. Tidak ada yang salah saat seorang manusia bersikap dan bertindak sebagai manusia.

    Anda sendiri, kurangilah marah Anda sebab Anda sendirilah yang akan merugi. Saat Anda marah, apa yang telah keluar sebenarnya tidak perlu keluar dan apa yang terlanjur sebenarnya tidak perlu terlanjur.

    LET GO OF FEAR

    Saat Anda menghadapi ketakutan, Anda berada di tengah-tengah persimpangan jalan. Satu cabang menuju kepada kepengecutan, dan satu lagi menuju kepada keberanian. Yang satu menuju harapan dan impian, yang satu lagi menuju kekecewaan dan kesedihan.

    Anda tidak bisa mundur atau tetap diam, melainkan tetap maju dan memilih salah satu cabang. Dengan diam atau mundur, Anda tidak akan tumbuh dan berubah. Malah, Anda menuju ke kepunahan dan kematian.

    Manage-lah fear Anda, sebab fear adalah False Evidence Appearing Real. Asli tapi sebenarnya palsu.

    Jadi, tak usahlah Anda bersedih lagi. Bersenang-senang sajalah. Sibuklah. Lakukan yang terbaik. Tak perlu takut dan tak usah khawatir. Lakukanlah segalanya dengan semangat dan keberanian. Itu lebih baik buat Anda.

    Bukannya tadi sudah Saya bilang, kalo Anda itu macan?

    ("Ten Roadblocks to Happiness and How to Overcome Them")





    KIRIM/POST KE WALL ANDA ATAU TEMAN-TEMAN:

    Untuk memilih beberapa teman sekaligus, tekan tombol CTRL
    sambil menekan tombol kanan mouse.
    Jumlah yang dipilih:
    0 orang.

 


FREE LOGIN
Via Facebook

Kunjungan Terkini:
Esti Liana
SILVER
Lina Riandi
SILVER
Amran Gani
SILVER
Andrriie Cchyank Nda
Blog/Website Anda
GOLD
Hendry Buyung
SILVER
Alex Thu SG
SILVER
Ismail Karim
SILVER
Defly HD
SILVER
Singgih Agustin
SILVER
Jonri Pasaribu
SILVER
Abdul Karim
http://www.nomor1.co
GOLD
Arl Be Perfect
Snack Super Kaya
GOLD
Eman Felani
GREAT SUCCES
DIAMOND
Didik Dika Cell
Blog/Website Anda
GOLD
Athaillah Pratama
SILVER
Salam Sukses
Rahasia Website Pemu
PLATINUM
F Kusuma Pursida
SILVER
Ainul Arifin
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Indra Yuana Yan
nomor1.com/indrya401
GOLD
Shobeq Van Houten
Blog/Website Anda
EMERALD
Visit-Me Zaenulcom
ad3cash
DIAMOND
Andi Dengansegala Ke
SILVER
Nizar Raden Mangku I
Raden Mangku Igamo
EMERALD
Nur Iman
SILVER
Imam Zuhdi
H. IMAM ZUHDI
DOUBLE DIAMOND
Azharafif Syahbani
SILVER
Christ Simangunsong
SILVER
Edi Supeno
SILVER
Hendy Soehendie Pute
SILVER
Abdul Hamid
SILVER
KiKi Brh
Kikibr
PLATINUM
Rheinhold Jp Lengkon
Blog/Website Anda
GOLD
Muslimah Kurniawati
SILVER
Empud Mahfudz
SILVER
John Al Tanjunge
Blog/www.nomor 1.com
GOLD
Anthony Tjia
SILVER
Tyo Adja
SILVER
Da Jim
SILVER
Ade DinAr
SILVER
Mang Asep
Saung Mang Asep
GOLD
Soenoto Singo Dimedj
nomor1.com/soenod321
GOLD
Syafruddin Syaf
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Denie Bule
Blog/Website Anda
GOLD
Lukas Efraim
SILVER
Rizky Juning
SILVER
Mora Tumanggor P
' PENABUR UANG.COM '
GOLD
Amos Neolaka
Blog/Website Anda
GOLD
Ivo Fauziah ST
SILVER
Hadi Chandra
SILVER
Asnawi Dahlan
http://www.nomor1.co
DIAMOND
Kikianna Matofani Si
SILVER
Maria Pahlewi Suryan
nomor1.com/marisur38
PLATINUM
Sangap Naibaho
SILVER
Zen Wenkzie Menkze
Blog/Website Anda
GOLD
Igu Sableng
SILVER
Usman Darussalam
nomor1.com/usmadar36
GOLD
Futuhur Rochman
SILVER
Cindy Victoria
SILVER
Nahdah Hn
Blog/Website Anda
GOLD
Kardina Ika Rahayu
SILVER
Marta Junia
SILVER
Taufik Hidayat
pisangkipas.wordpres
PLATINUM
Dedy Styo
SILVER
Juliana Siwalette
SILVER
Cornell Manik
SILVER
Erlan Oktriandi
Website / Blog
GOLD
Adams Jae
SILVER
Bobby Sangka
SILVER
Aryo Nich
SILVER
Karyanto Hubu
Blog/Website Anda
PLATINUM
Siti Manilet
Blog/Website Anda
GOLD
Rina Yudhi Astuti
SILVER
Andri Axl Widjaya
SILVER
Waka Waka Zangalewa
SILVER
Hans Kalangit
Blog/Website Anda
EMERALD
Bagus Es Haikal
SILVER
Anak Mali NA Ogi
SILVER
Napit Napitupulu
nomor1/napin1243
GOLD
Erik Junianto
SILVER
Rerey Made
SILVER
Warjo Yunus
waryun109
GOLD
Icha Cell Pajimatan
SILVER
Ayunita Sinurat
SILVER
Timothy Rssara
www.nomor1.com/timrs
GOLD
Hendra Susanto
SILVER
Gusma Irawan
SILVER
Anita Sumendap-Monia
SILVER
Redemptus Soekandar
SILVER
Suarno Casmana
Blog/Website Anda
TRIPLE DIAMOND
Pekanbaru BelanjaNet
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Agustine Panca
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Khurin An Najua Mumi
SILVER
Thalia Cantiq
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Supriyanto ST Labo
SILVER
Fidel Hakeem
SILVER
Dev Yan
nomor1.com/devyan530
GOLD
Yulinda Wati
SILVER
David Muchtar
SILVER
Novy Palamba
SILVER
Alex Eka Putra
Blog/Website Anda
GOLD
Sofidahri Nst
Blog/Website Anda
PLATINUM
Febri Damanik Crwtkt
SILVER
Yudi Masjud
SILVER
Agus Sholeh
http://www.agush4291
GOLD
Wool Ailurofilia El-
SILVER
Nasirudin Udin
Blog/Website Anda
GOLD
Book Shop
SILVER
Lutfi Abi Aqila
SILVER
Faidza Ahmad Faudzi
BlogEfauzi.blogspot.
GOLD
Efan March
SILVER
Mawar Berduri
SILVER
Syuryadi Amirudin
SILVER
Kimberly Dewata Bali
SILVER
Av Ve
Website replika prib
TRIPLE DIAMOND
LhAm SHie
SILVER
Herry Haryadi
SILVER
Gapapa Bubun Aja
SILVER
Wahyudi Ahmad
SILVER
Arya Valdo
SILVER
Taufik Gilang Karism
SILVER
Asti Yani
SILVER
Eko Amboro Putro
nomor1.com/ekop7409
GOLD
Sarosih Refreshing L
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Prasetyo Budi
nomor1.com/praseb478
DIAMOND
Shi Jing Yuli
SILVER
Erwin Huang
SILVER
Mulyanto Wibowo
SILVER
Kholis Effendy Lg Ga
SILVER
Yan Abdullah
GOLDEN GATE
GOLD
Dde Climb
SILVER
Yohan Wenas
Website / Blog
GOLD
Walatea Aal
SILVER
Agus Kurniawan
SILVER
Karolus Hera
Blog/Website Anda
GOLD
Akhmad Sulasi
Kursus Wartawan Indo
GOLD
Dens G' Art
SILVER
Deo Supriyanto
SILVER
Erick Widjaya
SILVER
Stefanus Sunariyo Aj
SILVER
Fery Sumanti
SILVER
Irma Hutagaol
SILVER
Romayanti Tambunan
SILVER
Anto Indo Speedliner
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Syamsul Arif Mazza
KOPI BCA
DIAMOND
Pandhu Dewanata
SILVER
Ratna Lestari
SILVER
Robby Prasetya
SILVER
Wie Jayanto Tri
jabonjawa.com
GOLD
Afry Cokro II
SILVER
Raden Mustafa Sidabu
SILVER
Princes AnNa
SILVER
Andi Sukamto
Blog/Website Anda
GOLD
Abs Putra
SILVER
Nopen Cici'z
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Gomes Marthen
Blog
GOLD
Hendy Tjhu ι™ˆεŠ›δΉ‰
SILVER
Adit Bin Slamet
SILVER
Tri Narni
Blog/Website Anda
GOLD
Ahsan Syukur
SILVER
Yoana Natalita Sidab
SILVER
Rahmat Amak
SILVER
Arizal Muko
Blog/Website Anda
DIAMOND
Ardy Malau
SILVER
A.m. Widjayanto
SILVER
Frediansyah Firdaus
SILVER
Supriatna Apep
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Novi Widyaningsih
SILVER
Jerry Mokalu
Blog/Website Anda
GOLD
Sahirman Jaeil
SILVER
Oman Sunarman
SILVER
Yudi Reinaldo
SILVER
 
© www.Nomor1.com - email: admin@nomor1.com   Terms of Use   Privacy Policy