nomor1.com
  Home | Multi-Post | Web Hosting | Brainwave | Inspiration Ref: iklanda321  
 
Kumpulan Cerita Inspirasi & Motivasi

    Tiga Karung Beras

    Ini adalah makanan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.

    Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

    Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.

    Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

    Dan kemudian berkata kepada ibunya: "Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja di sawah". Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata, "Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu, pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".

    Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.

    Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh.

    Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang ke kantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.

    Pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata, "Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat penampungan beras campuran". Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.

    Awal bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata, "Masih dengan beras yang sama". Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata, "Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna. Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya"

    Sang ibu sedikit takut dan berkata : "Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana? Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata, "Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam-macam jenis beras". Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

    Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata, "Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".

    Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: "Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan membengkak.

    Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: "Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

    Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada di kampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.

    Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.

    Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata, "Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu."

    Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: "Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."

    Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam-diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.

    Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.

    Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah.

    Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata, "Inilah sang ibu dalam cerita tadi."

    Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik ke atas mimbar.

    Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: "Oh Mamaku....."

    Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan.





    KIRIM/POST KE WALL ANDA ATAU TEMAN-TEMAN:

    Untuk memilih beberapa teman sekaligus, tekan tombol CTRL
    sambil menekan tombol kanan mouse.
    Jumlah yang dipilih:
    0 orang.

 


FREE LOGIN
Via Facebook

Kunjungan Terkini:
Mora Tumanggor P
' PENABUR UANG.COM '
GOLD
Nymbrot Juer
SILVER
Ameq Keag
SILVER
Shelly Christie
SILVER
Andrriie Cchyank Nda
Blog/Website Anda
GOLD
Brigitta Eleonora
SILVER
Imam Saikhoni
SILVER
Alex Thu SG
SILVER
Ismail Karim
SILVER
Dimaz W Sejati
SILVER
Si Popon
SILVER
Abdul Karim
http://www.nomor1.co
GOLD
Kayos Suryapranata
SILVER
Mancia Gamalama
SILVER
Arl Be Perfect
Snack Super Kaya
GOLD
Eman Felani
GREAT SUCCES
DIAMOND
Didik Dika Cell
Blog/Website Anda
GOLD
Salam Sukses
Rahasia Website Pemu
PLATINUM
Ainul Arifin
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Indra Yuana Yan
nomor1.com/indrya401
GOLD
Shobeq Van Houten
Blog/Website Anda
EMERALD
Visit-Me Zaenulcom
ad3cash
DIAMOND
Nizar Raden Mangku I
Raden Mangku Igamo
EMERALD
Dody Simson
SILVER
Imam Zuhdi
H. IMAM ZUHDI
DOUBLE DIAMOND
Azharafif Syahbani
SILVER
Ferik Phoenix
SILVER
KiKi Brh
Kikibr
PLATINUM
Rudy Rudy Se
SILVER
Rheinhold Jp Lengkon
Blog/Website Anda
GOLD
John Al Tanjunge
Blog/www.nomor 1.com
GOLD
Dicky Afriadi
SILVER
Mang Asep
Saung Mang Asep
GOLD
Soenoto Singo Dimedj
nomor1.com/soenod321
GOLD
Syafruddin Syaf
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Denie Bule
Blog/Website Anda
GOLD
Zaneta Zhafrah
SILVER
Amos Neolaka
Blog/Website Anda
GOLD
Asnawi Dahlan
http://www.nomor1.co
DIAMOND
Raflea Doank
SILVER
Maria Pahlewi Suryan
nomor1.com/marisur38
PLATINUM
Poetra Key
SILVER
KhamDani Aquaculturi
SILVER
Khumaini Jailani
SILVER
Zen Wenkzie Menkze
Blog/Website Anda
GOLD
Alexander Nafa
SILVER
Richard Wu
SILVER
Elza Xu
SILVER
Arsy Meraih Mimpi
SILVER
Igeth Mogan Sie
SILVER
Peri Hia
SILVER
Sekihiro Takayuki An
SILVER
Usman Darussalam
nomor1.com/usmadar36
GOLD
Muzakkir Ayman
SILVER
Ariesta Toulouz
SILVER
Nahdah Hn
Blog/Website Anda
GOLD
Yeni Ghea
SILVER
Marta Junia
SILVER
Taufik Hidayat
pisangkipas.wordpres
PLATINUM
Erlan Oktriandi
Website / Blog
GOLD
Sara Sainfalak
SILVER
Aryo Nich
SILVER
Matius Patton
SILVER
Karyanto Hubu
Blog/Website Anda
PLATINUM
Yuliana DianTirtasar
SILVER
Siti Manilet
Blog/Website Anda
GOLD
Andri Axl Widjaya
SILVER
Nur Hayaty
SILVER
Adventus Batara
SILVER
Hans Kalangit
Blog/Website Anda
EMERALD
Meyke Sembeng
SILVER
Napit Napitupulu
nomor1/napin1243
GOLD
Eldrick Leonard
SILVER
Ferdian Syah
SILVER
Besler Pasaribu
SILVER
Munawi van Muneeoow
SILVER
Muhammad Rusdi Aries
SILVER
Nur Laila Dengo
SILVER
Warjo Yunus
waryun109
GOLD
Timothy Rssara
www.nomor1.com/timrs
GOLD
Redemptus Soekandar
SILVER
Suarno Casmana
Blog/Website Anda
TRIPLE DIAMOND
Maskuachmad JP
SILVER
Pekanbaru BelanjaNet
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Agustine Panca
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Lisa Ya Saya
SILVER
Thin Thin Tan
SILVER
Thalia Cantiq
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Tri Haryono
SILVER
Dev Yan
nomor1.com/devyan530
GOLD
Cmt Ayah Zauzza
SILVER
Santo Cupe Hiroshima
SILVER
Hendra Manullang Jr
SILVER
David Muchtar
SILVER
Alex Eka Putra
Blog/Website Anda
GOLD
Sofidahri Nst
Blog/Website Anda
PLATINUM
Yudi Masjud
SILVER
Agus Sholeh
http://www.agush4291
GOLD
Nasirudin Udin
Blog/Website Anda
GOLD
Mangihut Martin Turn
SILVER
Faidza Ahmad Faudzi
BlogEfauzi.blogspot.
GOLD
Endah Nathalia
SILVER
Av Ve
Website replika prib
TRIPLE DIAMOND
Janks Doank
SILVER
Herry Haryadi
SILVER
Gladiez Ingn Dcinta
SILVER
Lijanti Veronica Pur
SILVER
Hakim Sargi
SILVER
Sulli Se
SILVER
Eko Amboro Putro
nomor1.com/ekop7409
GOLD
Benny Suhanda
SILVER
Sanusi Dbs
SILVER
Dewi Amaliyah Saif
SILVER
Sarosih Refreshing L
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Prasetyo Budi
nomor1.com/praseb478
DIAMOND
Yan Abdullah
GOLDEN GATE
GOLD
Yohan Wenas
Website / Blog
GOLD
Victor Rao
SILVER
Andris Masengi
SILVER
Nads Firdian
SILVER
Lestari Reza Widyast
SILVER
Kelinci Sonny
SILVER
Echa Kunemara
SILVER
Chi Noeldie
SILVER
Karolus Hera
Blog/Website Anda
GOLD
Ipvnkisme Cassanova
SILVER
Dhienzlupphwie Siibe
SILVER
Akhmad Sulasi
Kursus Wartawan Indo
GOLD
Jen Nie
SILVER
Leo Randa-Sebaztian
SILVER
Anto Indo Speedliner
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Syamsul Arif Mazza
KOPI BCA
DIAMOND
Andi Saragih Garingg
SILVER
Wie Jayanto Tri
jabonjawa.com
GOLD
Jimmy Ricardo
SILVER
Otong Baud
SILVER
Andi Sukamto
Blog/Website Anda
GOLD
Nopen Cici'z
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Gomes Marthen
Blog
GOLD
Rio Delano Putra Sik
SILVER
Tri Narni
Blog/Website Anda
GOLD
Heddy Nellyana Sitor
SILVER
Ady Ijonk
SILVER
Arizal Muko
Blog/Website Anda
DIAMOND
Pandang Silalahi
SILVER
Rini Wiratni Hutagal
SILVER
Daiman Gig Michael
SILVER
A.m. Widjayanto
SILVER
Median Bangapadang
SILVER
Supriatna Apep
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Dwi Susetyono
SILVER
Hartanto Lumban Tobi
SILVER
Jerry Mokalu
Blog/Website Anda
GOLD
Irawan Indra
SILVER
Nia Cellalumauitu
SILVER
Yandri Drims Moningk
SILVER
Putry Trysnasari
SILVER
Mohammad Shoiful Muc
SILVER
Zuli Rochim
SILVER
 
© www.Nomor1.com - email: admin@nomor1.com   Terms of Use   Privacy Policy