nomor1.com
  Home | Multi-Post | Web Hosting | Brainwave | Inspiration Ref: iklanda321  
 
Kumpulan Cerita Inspirasi & Motivasi

    Tukang Rombeng

    Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya (Yohanes 10:11).

    Untuk orang seperti siapakah Dia datang? Untuk bilangan waktu manakah Dia menjelang? Berikut adalah kisah yang menunjukkan kepada siapa dan kapan Dia akan datang. Semuanya, hanya satu saja dasarnya: Cinta!

    Menjelang fajar, pada suatu hari Jumat, saya melihat seorang pria muda, tampan, dan kuat, berjalan di lorong-lorong kota kami. Dia menarik gerobak yang penuh dengan pakaian baru sambil berseru dengan suara nyaring, "Rombeng!" Ah, udara berbau busuk dan cahaya yang muram itu dilintasi oleh suara musik yang indah.

    "Rombeng! Baju lama ditukar baju baru! Saya menerima baju rombeng! Rombeng!"

    "Sekarang inilah keajaiban," pikir saya dalam hati, karena pria ini tinggi besar, dan lengannya kukuh seperti dahan pohon, keras dan berotot. Matanya menyorotkan kecerdasan. Apakah dia tidak dapat mencari pekerjaan yang lebih baik sehingga memilih menjadi tukang rombeng di kota yang kumuh? Saya mengikutinya karena keingintahuan saya yang besar. Dan, saya tidak kecewa. Tukang rombeng itu melihat seorang wanita duduk di beranda belakang.

    Dengan saputangan menutupi wajahnya, dia menangis, mengeluh dan mencucurkan ribuan tetes air mata. Lutut dan sikunya membentuk huruf X. Bahunya bergetar. Hatinya hancur. Tukang rombeng itu menghentikan gerobaknya. Dengan tenang, dia menghampiri wanita itu sambil menginjak kaleng-kaleng kosong, mainan rusak, dan barang rongsokan lainnya.

    "Berikan barang rombengmu," ujar tukang rombeng itu dengan sabar, "dan saya akan memberimu barang baru."

    Tukang rombeng itu melepaskan saputangan dari mata wanita itu. Wanita itu memandangnya, dan tukang rombeng itu meletakkan sebuah saputangan linen yang baru dan bersih ke telapak tangannya. Mata wanita itu beralih dari pemberian itu ke pemberinya.

    Kemudian, saat tukang rombeng itu menarik gerobaknya kembali, dia melakukan hal yang aneh: Dia mengusapkan saputangan yang penuh noda itu ke wajahnya sendiri, dan kemudian dia mulai menangis. Dia menangis begitu kerasnya seperti wanita itu sehingga pundaknya bergetar. Namun, wanita itu tidak lagi menangis.

    "Ini ajaib," ujar saya kepada diri saya sendiri, dan saya mengikuti tukang rombeng seperti seorang anak yang ingin membongkar suatu misteri.

    "Rombeng! Rombeng! Baju tua saya ganti dengan baju baru!"

    Tidak lama kemudian, ketika matahari makin tinggi, tukang rombeng itu mendatangi seorang gadis yang kepalanya dibalut. Mata gadis itu menatap kosong. Darah membasahi perbannya. Aliran darah mengalir di pipinya. Sekarang, tukang rombeng yang tinggi itu menatap gadis itu dengan rasa kasihan, dan dia mengeluarkan topi wanita dari gerobaknya.

    "Berikan perbanmu," ujarnya, "dan saya akan memberimu sebuah topi baru."

    Anak gadis itu hanya dapat menatap tukang rombeng dengan heran ketika dia mulai melepaskan perban dari kepalanya dan memasangnya di kepalanya sendiri.

    Kemudian, dia memasang topi baru itu di kepala gadis kecil itu. Dan, saya terperangah dengan apa yang saya lihat. Sekarang, ganti kepala tukang rombeng itu yang terluka. Di alisnya mengalir darah segar, darahnya sendiri!

    "Rombeng! Rombeng! Saya menerima barang rombeng!" teriak tukang rombeng yang kuat, cerdas tetapi menangis dan berdarah.

    Matahari menyilaukan mata saya dan tukang rombeng itu tampak semakin tergesa-gesa.

    "Apakah kamu mau bekerja?" tanyanya kepada seorang yang bersandar di tiang telepon. Pria itu menggelengkan kepalanya.

    Tukang rombeng itu mendesaknya, "Apakah kamu memiliki pekerjaan?"

    "Kamu gila ya?" ujar orang itu sambil menyeringai. Dia tidak lagi bersandar di tiang telepon, tetapi membuka lengan bajunya dan menarik tangannya dari kantung jaketnya. Dia tidak mempunyai tangan.

    "Berikan jaketmu kepada saya dan saya akan memberimu jaket saya," perintah tukang rombeng itu.

    Suaranya memancarkan otoritas! Pria buntung itu melepaskan jaketnya. Demikian juga tukang rombeng itu. Dan, saya gemetar mengetahui apa yang saya lihat: lengan tukang rombeng itu melekat di jaketnya dan ketika pria buntung itu mengenakan jaket, lengan itu terpasang di pundaknya. Sekarang, tukang rombeng itu buntung sebelah tangannya.

    "Pergilah bekerja," ujar tukang rombeng itu.

    Setelah itu, tukang rombeng menjumpai seorang pemabuk yang berbaring pingsan di bawah selimut tentara. Pemabuk itu tampak tua dan memprihatinkan. Tukang rombeng itu mengambil selimut pemabuk itu dan membungkuskannya ke tubuhnya sendiri, lalu menyelimuti pemabuk tua itu dengan selimut baru.

    Dan, sekarang saya harus berlari supaya bisa mengikuti tukang rombeng itu. Meskipun dia menangis menjadi-jadi, darah bercucuran di wajahnya, menarik gerobak dengan satu lengan, tersandung, terjatuh berkali-kali, kelelahan, tua dan sakit, dia melangkah dengan kecepatan tinggi. Dengan "kaki laba-laba" dia menyusuri lorong-lorong kota itu.

    Saya terkejut melihat perubahan pria ini. Saya sedih melihat penderitaannya. Meskipun demikian, saya ingin melihat ke mana dia pergi dengan begitu tergesa-gesa dan saya juga ingin mengetahui apa yang membuatnya melakukan semua ini.

    Tukang rombeng yang sekarang bertubuh kecil dan tua itu pergi ke suatu tempat. Dia menghampiri sebuah lubang sampah. Saya ingin membantunya mengerjakan apa pun, namun saya menarik diri dan bersembunyi. Dia mendaki sebuah bukit. Dengan usaha yang keras, dia membersihkan sebuah tempat di bukit itu. Kemudian, dia menarik napas. Dia berbaring. Dia memakai sebuah saputangan dan jaket sebagai bantalnya. Dia menutupi tulang-tulangnya dengan selimut tentara. Dan, dia mati.

    Oh, saya menangis menyaksikan kematian seperti itu! Saya masuk ke sebuah mobil rongsokan dan menangis serta meratap seperti seorang yang tidak punya harapan, karena saya mulai mencintai tukang rombeng itu. Setiap wajah yang saya kenal memudar ketika saya melihat wajah tukang rombeng itu. Saya sangat menghargai tukang rombeng itu, tetapi dia mati. Saya menangis terus sampai jatuh tertidur.

    Saya tidak tahu -bagaimana saya bisa tahu?- bahwa saya tidur melewati Jumat malam dan Sabtu malam. Tetapi kemudian, pada Minggu pagi, saya tersentak bangun. Cahaya -sinar yang murni- menghunjam wajah saya yang kecut, dan saya mengerjapkan mata saya. Saya melihat keajaiban yang terakhir dan pertama. Tukang rombeng itu bangun, melipat selimutnya dengan amat hati-hati.

    Ada goresan luka di dahinya, namun dia hidup! Di samping itu, dia juga sehat! Tidak ada kesan sedih atau tua di wajahnya, dan semua rombengan yang berhasil dikumpulkannya tampak bersih dan bersinar. Saya tidak sanggup menatap semua itu lagi. Saya gemetar melihat semua itu. Saya berjalan mendekati tukang rombeng itu. Saya memberi tahu nama saya dengan rasa malu, karena saya adalah makhluk yang patut dikasihani di depannya.

    Kemudian, saya melepaskan pakaian saya di tempat itu, dan saya berkata kepadanya dengan penuh permohonan, "Beri saya pakaian baru."

    Dia memakaikan pakaian baru di tubuh saya. Saya menjadi ciptaan baru di tangannya. Tukang rombeng itu, tukang rombeng itu, tukang rombeng itu adalah Kristus!





    KIRIM/POST KE WALL ANDA ATAU TEMAN-TEMAN:

    Untuk memilih beberapa teman sekaligus, tekan tombol CTRL
    sambil menekan tombol kanan mouse.
    Jumlah yang dipilih:
    0 orang.

 


FREE LOGIN
Via Facebook

Kunjungan Terkini:
Mora Tumanggor P
' PENABUR UANG.COM '
GOLD
Nymbrot Juer
SILVER
Ameq Keag
SILVER
Shelly Christie
SILVER
Andrriie Cchyank Nda
Blog/Website Anda
GOLD
Brigitta Eleonora
SILVER
Imam Saikhoni
SILVER
Alex Thu SG
SILVER
Ismail Karim
SILVER
Dimaz W Sejati
SILVER
Si Popon
SILVER
Abdul Karim
http://www.nomor1.co
GOLD
Kayos Suryapranata
SILVER
Mancia Gamalama
SILVER
Arl Be Perfect
Snack Super Kaya
GOLD
Eman Felani
GREAT SUCCES
DIAMOND
Didik Dika Cell
Blog/Website Anda
GOLD
Salam Sukses
Rahasia Website Pemu
PLATINUM
Ainul Arifin
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Indra Yuana Yan
nomor1.com/indrya401
GOLD
Shobeq Van Houten
Blog/Website Anda
EMERALD
Visit-Me Zaenulcom
ad3cash
DIAMOND
Nizar Raden Mangku I
Raden Mangku Igamo
EMERALD
Dody Simson
SILVER
Imam Zuhdi
H. IMAM ZUHDI
DOUBLE DIAMOND
Azharafif Syahbani
SILVER
Ferik Phoenix
SILVER
KiKi Brh
Kikibr
PLATINUM
Rudy Rudy Se
SILVER
Rheinhold Jp Lengkon
Blog/Website Anda
GOLD
John Al Tanjunge
Blog/www.nomor 1.com
GOLD
Dicky Afriadi
SILVER
Mang Asep
Saung Mang Asep
GOLD
Soenoto Singo Dimedj
nomor1.com/soenod321
GOLD
Syafruddin Syaf
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Denie Bule
Blog/Website Anda
GOLD
Zaneta Zhafrah
SILVER
Amos Neolaka
Blog/Website Anda
GOLD
Asnawi Dahlan
http://www.nomor1.co
DIAMOND
Raflea Doank
SILVER
Maria Pahlewi Suryan
nomor1.com/marisur38
PLATINUM
Poetra Key
SILVER
KhamDani Aquaculturi
SILVER
Khumaini Jailani
SILVER
Zen Wenkzie Menkze
Blog/Website Anda
GOLD
Alexander Nafa
SILVER
Richard Wu
SILVER
Elza Xu
SILVER
Arsy Meraih Mimpi
SILVER
Igeth Mogan Sie
SILVER
Peri Hia
SILVER
Sekihiro Takayuki An
SILVER
Usman Darussalam
nomor1.com/usmadar36
GOLD
Muzakkir Ayman
SILVER
Ariesta Toulouz
SILVER
Nahdah Hn
Blog/Website Anda
GOLD
Yeni Ghea
SILVER
Marta Junia
SILVER
Taufik Hidayat
pisangkipas.wordpres
PLATINUM
Erlan Oktriandi
Website / Blog
GOLD
Sara Sainfalak
SILVER
Aryo Nich
SILVER
Matius Patton
SILVER
Karyanto Hubu
Blog/Website Anda
PLATINUM
Yuliana DianTirtasar
SILVER
Siti Manilet
Blog/Website Anda
GOLD
Andri Axl Widjaya
SILVER
Nur Hayaty
SILVER
Adventus Batara
SILVER
Hans Kalangit
Blog/Website Anda
EMERALD
Meyke Sembeng
SILVER
Napit Napitupulu
nomor1/napin1243
GOLD
Eldrick Leonard
SILVER
Ferdian Syah
SILVER
Besler Pasaribu
SILVER
Munawi van Muneeoow
SILVER
Muhammad Rusdi Aries
SILVER
Nur Laila Dengo
SILVER
Warjo Yunus
waryun109
GOLD
Timothy Rssara
www.nomor1.com/timrs
GOLD
Redemptus Soekandar
SILVER
Suarno Casmana
Blog/Website Anda
TRIPLE DIAMOND
Maskuachmad JP
SILVER
Pekanbaru BelanjaNet
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Agustine Panca
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Lisa Ya Saya
SILVER
Thin Thin Tan
SILVER
Thalia Cantiq
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Tri Haryono
SILVER
Dev Yan
nomor1.com/devyan530
GOLD
Cmt Ayah Zauzza
SILVER
Santo Cupe Hiroshima
SILVER
Hendra Manullang Jr
SILVER
David Muchtar
SILVER
Alex Eka Putra
Blog/Website Anda
GOLD
Sofidahri Nst
Blog/Website Anda
PLATINUM
Yudi Masjud
SILVER
Agus Sholeh
http://www.agush4291
GOLD
Nasirudin Udin
Blog/Website Anda
GOLD
Mangihut Martin Turn
SILVER
Faidza Ahmad Faudzi
BlogEfauzi.blogspot.
GOLD
Endah Nathalia
SILVER
Av Ve
Website replika prib
TRIPLE DIAMOND
Janks Doank
SILVER
Herry Haryadi
SILVER
Gladiez Ingn Dcinta
SILVER
Lijanti Veronica Pur
SILVER
Hakim Sargi
SILVER
Sulli Se
SILVER
Eko Amboro Putro
nomor1.com/ekop7409
GOLD
Benny Suhanda
SILVER
Sanusi Dbs
SILVER
Dewi Amaliyah Saif
SILVER
Sarosih Refreshing L
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Prasetyo Budi
nomor1.com/praseb478
DIAMOND
Yan Abdullah
GOLDEN GATE
GOLD
Yohan Wenas
Website / Blog
GOLD
Victor Rao
SILVER
Andris Masengi
SILVER
Nads Firdian
SILVER
Lestari Reza Widyast
SILVER
Kelinci Sonny
SILVER
Echa Kunemara
SILVER
Chi Noeldie
SILVER
Karolus Hera
Blog/Website Anda
GOLD
Ipvnkisme Cassanova
SILVER
Dhienzlupphwie Siibe
SILVER
Akhmad Sulasi
Kursus Wartawan Indo
GOLD
Jen Nie
SILVER
Leo Randa-Sebaztian
SILVER
Anto Indo Speedliner
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Syamsul Arif Mazza
KOPI BCA
DIAMOND
Andi Saragih Garingg
SILVER
Wie Jayanto Tri
jabonjawa.com
GOLD
Jimmy Ricardo
SILVER
Otong Baud
SILVER
Andi Sukamto
Blog/Website Anda
GOLD
Nopen Cici'z
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Gomes Marthen
Blog
GOLD
Rio Delano Putra Sik
SILVER
Tri Narni
Blog/Website Anda
GOLD
Heddy Nellyana Sitor
SILVER
Ady Ijonk
SILVER
Arizal Muko
Blog/Website Anda
DIAMOND
Pandang Silalahi
SILVER
Rini Wiratni Hutagal
SILVER
Daiman Gig Michael
SILVER
A.m. Widjayanto
SILVER
Median Bangapadang
SILVER
Supriatna Apep
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Dwi Susetyono
SILVER
Hartanto Lumban Tobi
SILVER
Jerry Mokalu
Blog/Website Anda
GOLD
Irawan Indra
SILVER
Nia Cellalumauitu
SILVER
Yandri Drims Moningk
SILVER
Putry Trysnasari
SILVER
Mohammad Shoiful Muc
SILVER
Zuli Rochim
SILVER
 
© www.Nomor1.com - email: admin@nomor1.com   Terms of Use   Privacy Policy