nomor1.com
  Home | Multi-Post | Web Hosting | Brainwave | Inspiration Ref: iklanda321  
 
Kumpulan Cerita Inspirasi & Motivasi

    Urashima Taro dan Penyu Laut

    Urashima Taro, yang dalam bahasa Jepang berarti "Anak laki-laki dari pulau," adalah anak satu-satunya dan merupakan kesayangan dari seorang nelayan tua dan istrinya.

    Dia sangat baik, muda dan kuat, dia dapat berlayar dengan perahu jauh lebih pandai dari orang-orang yang tinggal di tepi pantai rumahnya. Dia sering berlayar jauh ke tengah laut, dimana para tetangganya sering memperingati orangtuanya bahwa mungkin suatu saat dia akan pergi terlalu jauh ke laut dan tidak pernah kembali lagi.

    Orangtuanya tahu akan hal ini, bagaimanpun juga, mereka mengerti bahwa anaknya sangat pandai berlayar, dan mereka tidak pernah terlalu mengkuatirkannya. Bahkan bila Urashima pulang lebih lambat dari yang diharapkan, mereka selalu menunggu kedatangannya tanpa rasa cemas. Mereka mencintai Urashima lebih dari hidup mereka sendiri, dan bangga bahwa dia sangat berani dan lebih kuat dari anak laki-laki tetangganya.

    Penyu yang terjaringSuatu pagi, Urashima Taro pergi untuk mengambil tangkapan di jaringnya, seperti yang ditebarkannya kemarin malam. Di salah satu jaringnya, diantara ikan yang tertangkap, dia menemukan seekor penyu kecil yang ikut terjerat. Penyu itu di ambilnya dan diletakkannya di dalam perahu sendiri, disimpannya di tempat yang aman, hingga dia dapat membawanya pulang ke rumah. Tetapi dengan kagum, Urashima mendengarkan penyu itu memohon dengan suara yang sangat lirih. "Apa gunanya saya bagi kamu?" tanya penyu itu. "Saya terlalu kecil untuk dimakan, dan terlalu muda hingga butuh waktu yang lama hingga saya menjadi besar. Kasihanilah saya dan kembalikan saya ke laut, karena saya tidak ingin mati." Urashima Taro yang baik hati menaruh belas kasihan paa penyu kecil yang memohon sehingga dia melepaskan kembali penyu kecil itu ke laut.

    Beberapa tahun setelah kejadian ini, ketika Urashima Taro pergi berlayar terlalu jauh ke tengah laut, badai yang buruk datang menerpa perahunya dan memecahkan perahunya hingga berkeping-keping. Urashima adalah perenang yang sangat baik, dan dia terus berupaya agar dapat sampai ke tepi pantai dengan berenang, tetapi jarak antara dia dan pantai terlalu jauh dan saat itu laut sangat ganas, kekuatannya akhirnya melemah dan dia sudah mulai tenggelam perlahan-lahan. Saat dia menyerah dan berpikir bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengan ayahnya lagi, dia mendengar namanya dipanggil dan melihat penyu yang besar berenang ke arahnya.

    Naiklah kepunggungku," teriak penyu itu, "dan saya akan membawamu menuju daratan." Ketika Urashima Taro telah aman dan duduk di punggung penyu itu, penyu itu lalu melanjutkan kata-katanya: "Saya adalah penyu yang kamu lepas saat saya masih kecil dan tidak berdaya di jaring mu, dan saya sangat senang dapat membalas kebaikanmu."

    Sebelum mereka tiba di pantai, penyu itu bertanya kepada Urashima Taro bahwa apakah dia ingin melihat kehidupan yang indah yang tersembunyi di bawah laut. Nelayan muda itu membalas bahwa hal itu adalah pengalaman yang akan sangat menyenangkan. Dalam sekejap, mereka berdua menukik ke dalam air yang berwarna hijau. Urashima memegang erat-erat punggung penyu yang membawanya ke kedalaman yang tak terkira. Setelah tiga malam, mereka mencapai dasar laut, dan tiba di tempat yang sangat indah, penuh dengan emas dan kristal. Koral dan mutiara dan berbagai macam batu-batuan berharga membuat matanya menjadi berbinar-binar dan terkagum-kagum, dan apa yang ada di dalam istana tersebut lebih membuat dia terkagum lagi, diterangi dengan sisik-sisik ikan yang bersinar indah.

    "Ini," kata penyu itu, "Ini adalah istana dewi laut. Saya adalah salah satu pelayan dari putri dewi laut."

    Sang Putri dan UrashimaPenyu itu kemudian menyampaikan kedatangan Urashima Taro ke sang Putri, dan tidak lama kemudian dia kembali, membawa Urashima ke hadapan sang Putri. Putri dewi laut itu sangat cantik sehingga ketika sang Putri meminta agar Urashima mau tinggal di tempat itu, Urashima langsung menyetujuinya dengan gembira.

    "Jangan tinggalkan saya, dan kamu akan selalu terlihat muda seperti sekarang, usia tua tidak akan pernah kamu alami," kata sang Putri.

    Begitulah akhirnya Urashima Taro tinggal di istana bawah laut bersama putri dari Dewi laut. Dia begitu gembira hingga tidak merasa bahwa waktu terus berlalu tanpa terasa. Berapa lama dia disana tak pernah disadarinya. Tetapi suatu hari, dia teringat kepada kedua orangtuanya; dia ingat bahwa orangtuanya mungkin merasa kehilangan dengan ketidakhadirannya. Semakin hari, keinginan untuk pulang terus datang dan bertambah kuat. Pada akhirnya, Urashima mengutarakan maksudnya kepada sang Putri bahwa dia harus pergi menjenguk orangtuanya. Sang Putri menangis sedih dan memohon agar Urashima tidak pergi.

    "Jika kamu pergi, saya mungkin tidak akan melihatmu lagi," tangis sang Putri.

    Tetapi keinginan Urashima sangat kuat dan tidak dapat dibujuk lagi. Urashima sangat ingin melihat kedua orangtuanya sekali lagi dan berjanji akan pulang kembali ke istana itu dan tinggal bersama sang Putri selama-lamanya. Sang Putri akhirnya setuju dan memberikan sebuah kotak emas kepadanya dan berpesan agar kotak itu jangan pernah dibuka.

    "Jika kamu mengindahkan kata-kataku," katanya kembali, "kamu mungkin masih dapat kembali kepadaku. Saat kamu siap, penyuku akan berada disana untuk membawamu, tetapi bila kamu lupa apa yang saya katakan kepadamu, Saya tidak akan pernah dapat menemui kamu lagi."

    Urashima Taro dengan bersemangat meyakinkan dia bahwa tidak ada satupun di dunia yang dapat memisahkan mereka, dan mengucapkan selamat tinggal. Dengan menunggangi punggung penyu, dengan cepat dia meninggalkan istana jauh dibelakang. Selama tiga hari tiga malam mereka berenang, dan akhirnya penyu itu tiba di tepi pantai dekat rumahnya yang dulu.

    Dengan bersemangat dia lari ke desa itu dan mencari semua teman-teman lamanya. Semua wajah terlihat asing baginya, bahkan rumahnya pun kelihatan berbeda. Anak-anak yang bermain di pinggir jalan dimana dia pernah tinggal, tidak pernah dilihatnya sebelumnya. Dia berhenti di depan rumahnya, dengan hati berdebar-debar, dia mengetuk pintu rumah. Terdengar suara musik dari jendela atas dan seorang wanita yang asing baginya membukakan pintu. Wanita itu tidak bisa menjelaskan tentang orangtuanya dan bahkan tidak pernah mendengar nama kedua orangtuanya. Urashima lalu keluar dari rumah tersebut dan menanyai semua orang yang dijumpainya. Tetapi semua yang ditanyai hanya memandanginya dengan curiga. Akhirnya dia menuju ke tanah pekuburan di luar desa. Mencari-cari di antara kuburan yang ada, dan dengan cepat dia menemukan dirinya berdiri di dekat nama yang selama ini dicari-carinya. Tanggal pada batu nisan itu menunjukkan bahwa ayah dan ibunya meninggal tidak lama setelah dia berangkat; dan dia menemukan bahwa dia telah pergi dari rumah itu selama tiga ratus tahun. Dengan penuh kesedihan dia membungkuk untuk menghormati orangtuanya yang terakhir kali dan kembali menuju desanya. Di setiap langkah dia berharap bahwa dia akan terbangun dari mimpinya, tetapi orang-orang yang ditemui dan jalan yang dilalui adalah nyata.

    Kemudian dia teringat akan sang Putri dan kotak emas yang diberikan kepadanya. Dia berpikir bahwa mungkin saja sang Putri telah menyihirnya, dan kotak ini mempunyai jimat-jimat untuk mematahkan sihir itu. Dengan tidak sabar dia membuka kotak tersebut, dan seberkas asap berwarna ungu keluar meninggalkan kotak yang kosong. Dengan terkejut, dia tersadar melihat tangannya yang langsung menjadi tua dan gemetaran. dia menjadi sadar bahwa kotak tersebut berisi jimat yang menahan dirinya dari proses penuaan selama tiga ratus tahun, dan kotak itu telah kehilangan sihirnya. Dengan ketakutan, dia berlari ke tepi aliran air yang mengalir dari atas gunung, dan melihat bayangan dirinya yang terpantul di air itu adalah bayangan seseorang yang sangat tua.

    Urashima Taro meninggalDia kembali ke desa itu dengan ketakutan, dan tak ada satu orangpun yang mengenali dia sebagai anak muda yang kuat beberapa jam yang lalu. Dengan kelelahan, dia akhirnya mencapai tepi pantai, dimana dia duduk di atas sebuah batu dan memanggil penyu laut yang membawanya ke istana laut. Tetapi panggilannya sia-sia belaka, penyu itu tidak pernah muncul, dan akhirnya suaranya hilang di telan kematian.

    Sebelum kematiannya, orang-orang se-desa berkumpul di dekatnya dan mendengarkan ceritanya yang sangat aneh. Lama setelah kejadian itu, orang-orang desa menceritakan kepada anak-anaknya tentang seseorang yang sangat mencintai orangtuanya, meninggalkan istana bawah laut dan seorang Putri yang sangat cantik, dan orang itu bernama Urashima Taro.





    KIRIM/POST KE WALL ANDA ATAU TEMAN-TEMAN:

    Untuk memilih beberapa teman sekaligus, tekan tombol CTRL
    sambil menekan tombol kanan mouse.
    Jumlah yang dipilih:
    0 orang.

 


FREE LOGIN
Via Facebook

Kunjungan Terkini:
Mora Tumanggor P
' PENABUR UANG.COM '
GOLD
Nymbrot Juer
SILVER
Ameq Keag
SILVER
Shelly Christie
SILVER
Andrriie Cchyank Nda
Blog/Website Anda
GOLD
Brigitta Eleonora
SILVER
Imam Saikhoni
SILVER
Alex Thu SG
SILVER
Ismail Karim
SILVER
Dimaz W Sejati
SILVER
Si Popon
SILVER
Abdul Karim
http://www.nomor1.co
GOLD
Kayos Suryapranata
SILVER
Mancia Gamalama
SILVER
Arl Be Perfect
Snack Super Kaya
GOLD
Eman Felani
GREAT SUCCES
DIAMOND
Didik Dika Cell
Blog/Website Anda
GOLD
Salam Sukses
Rahasia Website Pemu
PLATINUM
Ainul Arifin
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Indra Yuana Yan
nomor1.com/indrya401
GOLD
Shobeq Van Houten
Blog/Website Anda
EMERALD
Visit-Me Zaenulcom
ad3cash
DIAMOND
Nizar Raden Mangku I
Raden Mangku Igamo
EMERALD
Dody Simson
SILVER
Imam Zuhdi
H. IMAM ZUHDI
DOUBLE DIAMOND
Azharafif Syahbani
SILVER
Ferik Phoenix
SILVER
KiKi Brh
Kikibr
PLATINUM
Rudy Rudy Se
SILVER
Rheinhold Jp Lengkon
Blog/Website Anda
GOLD
John Al Tanjunge
Blog/www.nomor 1.com
GOLD
Dicky Afriadi
SILVER
Mang Asep
Saung Mang Asep
GOLD
Soenoto Singo Dimedj
nomor1.com/soenod321
GOLD
Syafruddin Syaf
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Denie Bule
Blog/Website Anda
GOLD
Zaneta Zhafrah
SILVER
Amos Neolaka
Blog/Website Anda
GOLD
Asnawi Dahlan
http://www.nomor1.co
DIAMOND
Raflea Doank
SILVER
Maria Pahlewi Suryan
nomor1.com/marisur38
PLATINUM
Poetra Key
SILVER
KhamDani Aquaculturi
SILVER
Khumaini Jailani
SILVER
Zen Wenkzie Menkze
Blog/Website Anda
GOLD
Alexander Nafa
SILVER
Richard Wu
SILVER
Elza Xu
SILVER
Arsy Meraih Mimpi
SILVER
Igeth Mogan Sie
SILVER
Peri Hia
SILVER
Sekihiro Takayuki An
SILVER
Usman Darussalam
nomor1.com/usmadar36
GOLD
Muzakkir Ayman
SILVER
Ariesta Toulouz
SILVER
Nahdah Hn
Blog/Website Anda
GOLD
Yeni Ghea
SILVER
Marta Junia
SILVER
Taufik Hidayat
pisangkipas.wordpres
PLATINUM
Erlan Oktriandi
Website / Blog
GOLD
Sara Sainfalak
SILVER
Aryo Nich
SILVER
Matius Patton
SILVER
Karyanto Hubu
Blog/Website Anda
PLATINUM
Yuliana DianTirtasar
SILVER
Siti Manilet
Blog/Website Anda
GOLD
Andri Axl Widjaya
SILVER
Nur Hayaty
SILVER
Adventus Batara
SILVER
Hans Kalangit
Blog/Website Anda
EMERALD
Meyke Sembeng
SILVER
Napit Napitupulu
nomor1/napin1243
GOLD
Eldrick Leonard
SILVER
Ferdian Syah
SILVER
Besler Pasaribu
SILVER
Munawi van Muneeoow
SILVER
Muhammad Rusdi Aries
SILVER
Nur Laila Dengo
SILVER
Warjo Yunus
waryun109
GOLD
Timothy Rssara
www.nomor1.com/timrs
GOLD
Redemptus Soekandar
SILVER
Suarno Casmana
Blog/Website Anda
TRIPLE DIAMOND
Maskuachmad JP
SILVER
Pekanbaru BelanjaNet
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Agustine Panca
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Lisa Ya Saya
SILVER
Thin Thin Tan
SILVER
Thalia Cantiq
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Tri Haryono
SILVER
Dev Yan
nomor1.com/devyan530
GOLD
Cmt Ayah Zauzza
SILVER
Santo Cupe Hiroshima
SILVER
Hendra Manullang Jr
SILVER
David Muchtar
SILVER
Alex Eka Putra
Blog/Website Anda
GOLD
Sofidahri Nst
Blog/Website Anda
PLATINUM
Yudi Masjud
SILVER
Agus Sholeh
http://www.agush4291
GOLD
Nasirudin Udin
Blog/Website Anda
GOLD
Mangihut Martin Turn
SILVER
Faidza Ahmad Faudzi
BlogEfauzi.blogspot.
GOLD
Endah Nathalia
SILVER
Av Ve
Website replika prib
TRIPLE DIAMOND
Janks Doank
SILVER
Herry Haryadi
SILVER
Gladiez Ingn Dcinta
SILVER
Lijanti Veronica Pur
SILVER
Hakim Sargi
SILVER
Sulli Se
SILVER
Eko Amboro Putro
nomor1.com/ekop7409
GOLD
Benny Suhanda
SILVER
Sanusi Dbs
SILVER
Dewi Amaliyah Saif
SILVER
Sarosih Refreshing L
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Prasetyo Budi
nomor1.com/praseb478
DIAMOND
Yan Abdullah
GOLDEN GATE
GOLD
Yohan Wenas
Website / Blog
GOLD
Victor Rao
SILVER
Andris Masengi
SILVER
Nads Firdian
SILVER
Lestari Reza Widyast
SILVER
Kelinci Sonny
SILVER
Echa Kunemara
SILVER
Chi Noeldie
SILVER
Karolus Hera
Blog/Website Anda
GOLD
Ipvnkisme Cassanova
SILVER
Dhienzlupphwie Siibe
SILVER
Akhmad Sulasi
Kursus Wartawan Indo
GOLD
Jen Nie
SILVER
Leo Randa-Sebaztian
SILVER
Anto Indo Speedliner
( Edit Website/Blog Anda )
DIAMOND
Syamsul Arif Mazza
KOPI BCA
DIAMOND
Andi Saragih Garingg
SILVER
Wie Jayanto Tri
jabonjawa.com
GOLD
Jimmy Ricardo
SILVER
Otong Baud
SILVER
Andi Sukamto
Blog/Website Anda
GOLD
Nopen Cici'z
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Gomes Marthen
Blog
GOLD
Rio Delano Putra Sik
SILVER
Tri Narni
Blog/Website Anda
GOLD
Heddy Nellyana Sitor
SILVER
Ady Ijonk
SILVER
Arizal Muko
Blog/Website Anda
DIAMOND
Pandang Silalahi
SILVER
Rini Wiratni Hutagal
SILVER
Daiman Gig Michael
SILVER
A.m. Widjayanto
SILVER
Median Bangapadang
SILVER
Supriatna Apep
( Edit Website/Blog Anda )
GOLD
Dwi Susetyono
SILVER
Hartanto Lumban Tobi
SILVER
Jerry Mokalu
Blog/Website Anda
GOLD
Irawan Indra
SILVER
Nia Cellalumauitu
SILVER
Yandri Drims Moningk
SILVER
Putry Trysnasari
SILVER
Mohammad Shoiful Muc
SILVER
Zuli Rochim
SILVER
 
© www.Nomor1.com - email: admin@nomor1.com   Terms of Use   Privacy Policy