Berkat Lori Aku Bisa Sekolah Lagi

Anto berlari menyelusuri jalan-jalan pintas di sebuah permukiman kumuh yang terletak di utara kota Jakarta. Walaupun napasnya terengah-engah dan keringat bercucuran di hampir seluruh tubuhnya karena sinar matahari yang sangat tidak bersahabat pada siang itu, tetapi raut wajahnya menampakan kegembiraan yang sangat berarti. Di tangan kanannya ia menggenggam sebuah amplop putih berukuran sedang. Tidak lama kemudian ia berhenti di depan rumah yang sangat sederhana semi permanen dan sebagian dindingnya terbuat dari triplek. Anto lalu mengatur napasnya, sambil mengucapkan salam ia pun masuk dalam.
“Anto… Lulus Mak… Teriak Anto sambil memeluk Emaknya dari belakang yang sedang menyeterika baju”.
“Alhamdulilah… Selamat yaa… nak jawab Emak dengan matanya yang berbinar-binar”.
“Anto mau nerusin sekolah Mak, lihat Anto jadi lulusan terbaik di sekolah kata Anto sambil memperlihatkan selembar kertas yang ia buka dari dalam amplop”.
Tiba-tiba tatapan mata yang tadinya berbinar-binar itu menjadi redup. Sekarang yang tampak hanya raut wajah sedih, dan dengan tatapan kosong Emak memandang Anak sulungnya.
“Emak enggak punya uang untuk membiayai kamu sekolah lagi nak… Jawab Emak lesu”.
“Tapi… Mak? Kata Anto sedih”.
“Kamu sudah bisa menulis, membaca dan menghitung saja itu sudah cukup nak, kalau kamu sekolah, nanti siapa yang akan membiayai kamu jelas Emak”.
“Kan… Ada Lori Mak… aku yakin pasti dia bisa membantu aku untuk melanjutkan sekolah kata Anto sambil menghibur Emaknya yang sedang bersedih”.

Anto Lalu melangkahkan kakinya ke belakang rumah, ia tersenyum melihat sebuah benda yang terbuat dari kayu, berbentuk segi empat, berukuran satu setengah meter kali dua meter dan mempunyai roda di setiap sudutnya itu. Selamat siang Lori apakah kamu siap untuk membantuku berkerja di siang ini kata Anto sambil mengelap benda mati yang bisa berjalan di atas rel kereta itu. Sudah hampir satu setengah tahun Anto bersahabat dengan kereta dorong yang bisa di mamfaatkan sebagai modal transportasi yang sangat sederhana untuk mengangkut orang atau barang-barang. Anto bisa mendapatkan Lori dari hasil ia menabung dan di tambah dengan uang pemberian seorang dermawan ketika ia mengikuti acara sunatan masal di daerah rumahnya dulu. Setelah mengganti seragam sekolahnya dan makan siang, tidak lama kemudian Anto meminta ijin pada Emaknya untuk bekerja mendorong Lori di sekitar rel kereta yang sudah tidak terpakai lagi dan berjarak lima ratus meter dari rumahnya.

Dengan sekuat tenaga Anto menggotong Lori tersebut, akhirnya ia sampai juga di tempat biasa ia menjajakan tenaganya untuk membantu orang dan memperoleh uang. Anto meletakan Lori nya tepat di atas rel kereta, lalu ia duduk diatasnya untuk melepas lelah sambil membuka sebuah notes kecil yang berada di dalam saku celananya. Hari ini aku harus menjemput Koh Aceng jam tiga di belakang pasar, mengantarkan gallon minuman yang di pesan Bu Entin kewarungnya dan mengangkut buah-buahan Pak Dadang kata Anto dalam hatinya. Sekarang aku harus mengambil gallon pesanan Bu Entin dulu kata Anto lagi, sambil mendorong Lori nya ia pun berlari sekuat tenaga menyelusuri rel kereta itu.
“Anto… teriak Fajar sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah Anto”.
Anto tersenyum lalu ia menghampiri temannya yang berambut gondrong itu setelah mengantarkan gallon pesanan Bu Entin.
“Ada apa… Jar? Tanya Anto sambil mengelap keringatnya yang bercucuran”.
“Katanya kamu jadi lulusan terbaik di sekolah yaa… Kata Fajar”.
“Iyah… jawab Anto, dengan bangga ia menganggukan kepalanya”.
“Terus kamu mau nerusin sekolah lagi..? tanya Fajar”.
“Iyah… Maunya sih begitu… Jar, mudah-mudahan dengan bantuan Lori ini aku bisa sekolah lagi jawab Anto dengan penuh harapan”.
“Alaaahhhh… ngapain nerusin sekolah, orang seperti kita mah pantasnya bekerja bukan sekolah, mending juga dorong Lori dari pagi sampai malam mudah-mudahan kita bisa dapat uang banyak jelas Fajar sambil menepuk pundak sahabatnya”.
“Aku ingin sekolah… masih banyak ilmu yang belum aku dapat, aku kepingin pintar Jar..! kata Anto”.

Tiba-tiba Anto dan Fajar di hampiri oleh dua orang laki-laki berseragam hitam-hitam. Anto mengerutkan keningnya ketika salah satu dari mereka memandang tajam dirinya.
“Mau naik Lori… Pak Tanya Anto memberanikan diri”.
“Tidak… Jawab laki-laki itu sambil tersenyum”.
“Lalu Bapak mau apa…? Tanya Anto lagi”.
“Kenalkan… saya Joni dan ini teman saya Dody. Hmmm… panggil saja kami berdua Mas Joni dan Mas Dody…? jelas Mas Joni”.
“Iyah… Mas Joni, ada yang bisa saya bantu Tanya Anto lagi penasaran”.
“Kami berdua adalah Wartawan dari salah satu Koran yang ternama di kota ini, hmm… kami bermaksud untuk menwawancarai kalian berdua tentang pekerjaan pendorong Lori yang kalian kerjakan selama ini. Kalian mau kan…? Tanya Mas Dody”.
Anto dan Fajar bertatapan lalu mereka tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

Tidak lama kemudian Mas Joni mengeluarkan sebuah notes dan alat perekam sedangkan Mas Dody bersiap-siap membidik gambar mereka dengan sebuah kamera yang berada ditangannya. Wawancara pun di mulai, Selain mendorong Lori Anto pun bercerita tentang harapannya pada Lori agar ia bisa melanjutkan sekolahnya lagi ketingkat SMU kepada Mas Joni dan Mas Dody. Tidak lama kemudian kedua wartawan itu pun selesai mewawancarai Anto dan Fajar. Lalu mereka berdua melanjutkan pekerjaannya lagi mendorong Lori hingga malam hari.

Liburan sekolah saat ini di manfaatkan oleh Anto untuk mendorong Lori dari pagi hingga malam, tenaganya pun terkuras karena harus bolak-balik mendorong Lori untuk mengangkut orang-orang dan barang. Anto tidak patah semangat berkerja, tujuannya hanya satu yaitu ia harus mengumpulkan uang untuk melanjutkan sekolahnya lagi. Pada suatu hari sehabis makan siang Anto kembali pergi ke tempat pangkalan Lori nya. Sesampai di sana ia pun bertemu dengan Fajar yang tampak cemas menanti kehadirannya.
“Ada apa… Jar? Tanya Anto ketika Fajar memanggilnya”.
“Kamu di cariin sama wartawan kemarin, itu lho si Mas Joni kata Fajar”.
“Memangnya ada apa… Tanya Anto bingung”.
“Katanya… kamu mendapatkan orang tua asuh yang mau membiayai kamu untuk sekolah To..? jelas Fajar”.
“Masa…? Yang benar… Ahh.., Tanya Anto lagi tidak percaya”.
“Benar… Katanya sudah dua hari Mas Joni mencari kamu, untungnya tadi Mas Joni bertemu dengan aku, cepat kamu susul dia? Mudah-mudahan Mas Joni belum pergi jauh dari sini jelas Fajar lagi”.
Anto berlari kencang menyelusuri jalan-jalan sempit untuk keluar dari permukiman rumahnya. Matanya menengok ke kanan dan ke kiri mencari-cari sosok laki-laki yang berperawakan tinggi besar itu. Hatinya pun berdebar-debar sekaligus gembira bila mengingingat kata-kata Fajar.
“Mas… Joniiiii… teriak Anto sambil berlari kencang menghampiri wartawan muda yang hendak menaiki sepeda motornya”.
“Hai… Anto! kata Mas Joni sambil tersenyum”.
“Kata Fajar… Mas Joni mencari saya tanya Anto sambil mengatur napasnya yang terengah-engah”.
“Iyah… aku bawa kabar gembira buat kamu, To? Kata Mas Joni sambil menepuk pundak Anto”.

Mas Joni lalu mengajak Anto minum dan mengobrol di sebuah warteg sederhana.
“Kamu masih mau sekolah kan, To…? Tanya Mas Joni”.
“Mau… Mas jawab Anto dengan matanya yang berbinar-binar”.
“Mas Joni sudah mendapatkan orang tua Asuh buat kamu, mereka yang akan membiayai kamu untuk sekolah jelas Mas Joni”.
“Siapa Mas…tanya Anto kegirangan”.
“Pasangan muda yang baru menikah, namanya Ibu Tika dan Bapak Suryo. Mereka berdua membaca artikel yang saya buat kemarin mengenai perjuangan kamu dan Lori kamu, mereka hatinya tersentuh dan akhirnya mereka menghubungi saya untuk menemui kamu, hmm… apakah kamu bersedia menjadi anak asuh mereka jelas Mas Joni lagi”.
“Alhamdulilah… saya mau sekali Mas kata Anto sambil tersenyum lega”.
“Hari minggu besok kamu saya jemput jam sepuluh pagi yaa, di warteg ini. Nanti kamu akan saya kenalkan kepada mereka kata Mas Joni sambil mengusap-ngusap rambut Anto”.
“Iyah… Terima kasih yaa… Mas jawab Anto”.

Setelah Mas Joni pergi meninggalkannya, Anto pun cepat-cepat berlari kembali menuju rel kereta untuk berkerja mendorong Lori lagi. Hatinya sangat senang, terbayang sudah masa depannya karena ia bisa bersekolah lagi. Tetapi apa yang terjadi, sesampai di rel tempat pangkalan Lori Anto tidak menemukan Lori nya berada di sana, Lori Anto hilang di curi orang karena kecerobohannya yang meninggalkan Lori di sembarang tempat. Di mana Lori ku Tanya Anto kebingungan, seketika wajahnya pun terlihat pucat pasi karena tidak menemukan Lori, harta satu-satunya yang ia miliki. Anto berlari menuju rumah Fajar, lalu ia menanyakan keberadaan Lori nya yang hilang. Fajar pun tidak mengetahui keberadaan Lori miliknya. Anto tertunduk lesu, ia merasa bersalah karena telah meninggalkan benda yang sudah di anggap sebagai sahabat sejatinya itu. Tampa disadari airmatanya pun menetes, Anto menangis sesegukan di depan Fajar. Tampa Lori, Aku tidak dapat bekerja lagi untuk mendapatkan uang tambahan dan uang untuk membantu Emak memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kata Anto dalam hatinya.

Pada hari minggu paginya, Anto bersiap-siap untuk pergi menemui calon orang tua asuhnya bersama dengan Mas Joni, jam setengah sepuluh ia sudah tiba di depan warteg. Masih terlihat raut sedih di wajah Anto. Tidak lama kemudian Mas Joni datang untuk menjemputnya. Mas Joni tersenyum ketika ia mendapatkan Anto yang tampak tidak bersemangat seperti kemarin.
“Kamu kenapa To, kamu sakit yaa? Tanya Mas Joni”.
“Saya tidak apa-apa Mas, saya cuma sedang sedih saja karena tiga hari yang lalu Lori saya hilang di curi orang jawab Anto lesu”.
Mas Joni lalu merangkul Anto. Sabar yaa To, yang penting sekarang kamu urusi saja dulu sekolah kamu yang sudah ada di depan mata hibur Mas Joni. Anto memandang Mas Joni yang sedang tersenyum padanya.
“Jangan sedih lagi yaa, ayooo kita berangkat menemui orang tua asuhmu ajak Mas Joni sambil memberikan helm pada Anto”.
“Iyah… Mas, jawab Anto sambil tersenyum ia menerima helm berwarna hitam itu”.
Tidak lama kemudian sepeda motor Mas Joni pun pergi meninggalkan permukiman kumuh.

Ohhh… Ini toh yang namanya Anto…? Sambut seorang wanita muda ketika Anto dan Mas Joni tiba di rumah yang mempunyai perkarangan luas dan teduh itu.
“Ayo… Duduk To…! Kata wanita itu lagi sambil tersenyum manis”.
Anto duduk di atas sofa yang sangat empuk, ia lalu tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang putih pada kedua calon orang tua asuhnya.
“Mereka adalah calon orang tua asuh kamu To, perkenalkan ini Ibu Tika dan Bapak Suryo kata Mas Joni pada Anto”.
Anto menjabat serta mencium tangan Ibu Tika dan Bapak Suryo.
“Mas Joni sudah menceritakan tentang perjuangan kamu untuk melanjutkan sekolah dan kebetulan kami berdua sedang mencari seorang anak asuh untuk kami biayai semua keperluaan sekolahnya, tetapi dengan syarat anak itu bisa berprestasi di sekolah jelas Ibu Tika”.
“Kebetulan saya kemarin mendapat prestasi dengan lulusan terbaik di sekolah, Bu kata Anto sambil tersenyum”.
“Iyah… kami juga sudah tahu, mangkanya itu kami berdua sudah sepakat untuk membiayai sekolah kamu hingga lulus nanti, kamu jangan mengecewakan kepercayaan yang sudah kami berikan yaa, To! kalau ada keperluan yang berurusan dengan sekolah cepat-cepat kamu datang ke rumah dan beritahu kami kata Pak Suryo”.
“Iyah… Pak, Bu… Saya janji tidak akan mengecewakan kalian berdua, dan saya sangat berterima kasih jawab Anto sambil menatap kedua orang tua asuhnya”.
“Besok kamu cari sekolah yang kamu inginkan, lalu kamu lapor ke kita berdua yaa, kata Bu Tika”.
“Baik… Bu, jawab Anto sambil menganggukan kepalanya”.
Ibu Tika dan Bapak Suryo tersenyum melihat anak asuhnya.

Setelah makan siang bersama, Anto dan Mas Joni pamit pulang. Bu Tika lalu memberikan Anto sebuah amplop yang berisikan uang.
“Gunakan uang ini sebaik mungkin untuk keperluan kamu, To jelas Bu Tika”.
“Terima kasih Bu, jawab Anto sambil menerima amplop itu”.
Setelah bertemu dengan orang tua asuhnya Anto pulang kerumahnya. Anto teringat kembali dengan Lori nya yang telah hilang, dengan ragu-ragu lalu ia membuka amplop yang tadi diberikan oleh Bu Tika. Anto menghitung uang yang berada di dalamnya. Hmmm… uang pemberian Bu Tika cukup untuk membeli Lori yang baru, Tapi apakah aku pantas menggunakan uang ini untuk menggantikan Lori aku yang hilang pikir Anto. Kalau tidak ada Lori, aku tidak bisa berkerja seperti biasanya? Lantas dari mana nanti aku mendapatkan uang tambahan untuk ongkos ke sekolah dan biaya yang lainnya. Anto menarik napas panjangnya, lalu ia duduk dan termenung di atas bale bamboo di depan rumahnya. ANTO… Toooo…! tiba-tiba Anto di kejutkan oleh teriakan Udin yang memanggil-manggil namanya sambil berlari menghampirinya.
“To… Lori kamu sudah ketemu! teriak Udin”.
“Dimana, Din… Tanya Anto kegirangan”.
“Di rel tempat biasa jawab Udin”.
Anto dan Udin lalu berlari menuju pangkalan Lori di ujung rel. Anto terkejut ketika ia mendapatkan Fajar sedang terbaring kesakitan di atas Lori miliknya.
“Jar… Fajar, kamu kenapa? teriak Anto sambil melihat sahabatnya yang sedang memegangi perutnya yang sudah bersimbah darah”.
“Tadi Fajar di keroyok sama preman yang ngambil Lori kamu To, Fajar yang merebut kembali Lori ini dari tangan preman itu jelas Udin”.
Apa… teriak Anto kaget, tahan Jar… Aku akan bawa kamu ke klinik, bisik Anto sambil berlari ia mendorong Lori miliknya. Anto dan Udin membopong Fajar yang tidak sadarkan diri ke dalam klinik terdekat. Hati Anto berdetak sangat kencang, ia takut Fajar tidak bisa di selamatkan. Yaa… Tuhan tolonglah Fajar yang sudah berbuat baik padaku ini isak Anto sambil mengusap airmatanya. Hampir satu jam Anto dan Udin menunggu, akhirnya seorang perawat keluar dari ruangan dokter dan menghampiri Anto.
“Teman saya bisa di selamatkan… kan Sus? Tanya Anto gugup”.
“Iyah… sekarang kamu boleh masuk dan menjenguknya jawab Suster”.
Anto tersenyum, sambil memegang dadanya ia sekarang bisa bernapas lega. Lalu Anto dan Udin buru-buru masuk ke dalam ruangan serba putih itu.
“Jar… bisik Anto sambil memeluk sahabatnya”.
“Lori nya sudah aku temukan, To! Ternyata di ambil sama preman jelas Fajar sambil tersenyum”.
“Jar… Kenapa kamu nekat berkelahi sama preman-preman itu Tanya Anto cemas”.
“Aku pikir, kalau tidak ada Lori kamu tidak bisa sekolah To!, Aku kasihan melihat kamu menangis waktu itu. Kamu jangan khawatir sama aku, hmm… aku sudah tidak apa-apa kok, sebentar lagi juga sembuh hibur Fajar”.
Anto memeluk Fajar sekali lagi dengan eratnya, terima kasih yaa Jar! Bisik Anto. Fajar lalu menganggukan kepalanya.

Setelah membayar biaya perawatan Fajar dengan uang pemberian Bu Tika, Anto dan Udin segera membawa Fajar pulang dengan Lori miliknya. Sepanjang jalan Anto bercerita tentang kedua orang tua asuh nya yang akan membiayai sekolahnya hingga ia selesai pada Fajar. Fajar pun tersenyum gembira mendengarnya. Berkat Lori akhirnya kamu bisa sekolah lagi yaa To? Teriak Fajar kegirangan. Anto tersenyum dalam hatinya ia pun sangat berterima kasih pada Tuhan, karena berkat Lori ia mendapatkan apa yang ia cita-citakan selama ini, Anto pun berjanji tidak akan mengecewakan orang-orang yang berada di dekatnya yang telah membantunya untuk bersekolah.

(Tamat)

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 23.20.147.6
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia