Bianglala

Ketika hati berkata iya maka tidak mungkin mulut berkata tidak. Seperti katamu padaku “ Hati itu tak bisa dibohongi, jangan menyakiti perasaanmu sendiri. Katakan apa yang ingin dikatakan hatimu. Hidup adalah pilihan dan kamu sudah pasti akan semakin tua. Tapi untuk menjadi dewasa adalah pilihan. Umurmu sudah 16 tahun La, dan tiga bulan lagi akan 17 tahun. Aku harap kamu bisa menerima keputusanku ini. Bukan maksudku untuk meninggalkanmu dengan begitu saja. Tapi aku mohon mengertilah dan terima keputusanku ini. Berfikir positif dan dewasa ya. Karna umurmu semakin bertambah tapi jika pikiranmu tidak dewasa sama saja. Menangislah jika kamu ingin menangis. Menangislah jika itu membuatmu tenang. Tapi ingat, kamu hanya boleh menangisi itu jika apa yang kamu tangisi memang pantas untuk ditangisi. Paham kan! “
Katamu pada suatu senja di sebuah tempat yang tak terlalu indah tapi bisa membuat kita betah berlama-lama duduk tempat itu. Menikmati semriwing angin sore dan suara aliran air sungai terpanjang di Pulau Jawa ini. Di bendungan yang sebenarnya tak terlalu nyaman untuk bisa dibuat bersantai karena terik matahari sangat menyengat kulit dan jalanannya yang berdebu.

Sebenarnya aku sudah bosan dengan bendungan ini. Kerap kali kau mengajakku kesini. Menikmati semilir angin sore yang menerpa wajah kita dan yang mengibaskan rambut panjangku. Menahan panasnya matahari yang membuatmu menyipitkan mata dan mengerutkan kening saat kamu bicara dan menatapku atau sekedar merenung. Namun suasana itu mampu membuat kita tenang kan! Buktinya kau tak hanya sekali mengajakku kesini, tapi berkali-kali.

Aku mengingat kebiasaanmu itu tiap kali kita kesini. Duduk melamun di pinggir bendungan dengan pandangan mata tertuju pada aliran air sungai Bengawan Solo yang terkadang ada para pencari ikan mencari ikan demi mendapatkan sesuap nasi.

Dan kali ini, kita kembali duduk melamun dan pikiran kita sama-sama jauh melayang tak menentu. Aku tak tau apa yang kamu pikirkan, yang jelas kamu hanya duduk bertopang dagu dan diam membisu terbius suasana senja sore itu. Tak berani aku mengusik ketenaganmu. Dan aku lebih memilih mengikutimu akhirnya, duduk diam membisu.

Hingga akhirnya kau mengucapkan kata-kata itu padaku, kata-kata yang kau ucapkan ditengah perdebatan batinku antara rela dan tidak rela akan kepergianmu ke Jogja. Kata-katamu itu menyelinap masuk dalam setiap memori otakku. Begitu hati-hati dan pelan kau ucapkan kata-kata itu padaku tapi terasa begitu cepat. Ingin rasanya aku memintamu untuk mengulangi perkataanmu tadi. Tapi apa daya, karna yang kulakukan hanya bisa diam dan mencerna kata-katamu tadi . Aku mendengar dan merasakan kata-kata yang tadi kau ucapkan penuh rasa.

“ Bay, kenapa harus pindah ke Jogja? Kan disini masih ada orang tuamu, dan ada aku juga. “ ucapku memecahkan keheningan. Ingin rasanya aku berteriak agar Bayu tetap disini. Namun, berapa kali pun aku memohon tetap saja tidak akan merubah keputusaan Bayu untuk tidak pergi ke Jogja.
“ Jogja itu kan dekat dan kamu bisa pergi ke Jogja kapan saja kamu mau. Nanti kalau kamu pergi ke Jogja aku akan menemanimu jalan-jalan, keliling cari buku. Walaupun aku disana dan kamu disini aku tetap akan menemani kamu di sela-sela ativitasku nanti. Meski lewat pesan singkat atau telefon. “
Kata-kata Bayu semakin membiusku dalam kegelisahan hingga aku tak bisa berkata apa-apa lagi. Kamu akan pergi, meningggalkan aku dan kota kecil ini. Kamu juga meninggalkan banyak kenangan dalam sejarah cintaku ini. Cinta kita akan terpisahkan oleh jarak beratus-ratus kilometer jauhnya.
“ Tapi Bay, itu tidak akan bisa mengobati perasaanku. Saat aku rindu sama kamu itu tetap tidak akan bisa jadi obatnya. Kamu jangan pergi, disini saja! “ pintaku sedikit merayu pada bayu.
“ Tidak ada dua tahun, kamu akan lulus SMA. Seperti yang sering kau ceritakan padaku tentang mimpimu. Kamu masih ingin kuliah di Jogja kan? Kamu semangat, aku menantimu di Jogja nanti “
“ Bay, semuanya pasti akan berubah. Aku akan kesepian nanti. Gak ada lagi yang nemenin aku WIFIan di alun-alun, lama di toko buku cari buku yang asyik dibaca, jalan-jalan gak jelas kalau aku lagi suntuk di rumah. Sepi Bay nanti, sepi! Aku disini sendiri dan kamu disana. Aku gak tau kamu disana ngapain dan sama siapa. Aku benci keputusanmu Bay, BENCI! “ ucapku dengan nada berontak disertai derai airmata yang membasahi pipiku. Aku tak peduli dengan puluhan pasang mata yang tengah memandangiku. Yang kurasakan sekarang hanyalah marah, kesal dan aku berada pada keadaan yang sangat asing.

Aku berdiri dari dudukku, dan pergi melangkahkan kakiku meninggalkan pinggir bendungan itu menuju motor Honda 125 merah yang diparkir tak jauh dari tempatku duduk, motor yang selama ini setia menemani aku dan Bayu menyusuri setiap sudut kota kecil ini. Merangkai kisah yang sekarang terbingkai indah dalam kenangan masa lalu.

Bayu juga beranjak pergi meninggalkan pinggir bendungan itu dan berlari kecil untuk mengikuti langkahku. Tanpa kata-kata Bayu segera mengemudikan motornya mengajakku pergi meninggalkan bendungan. Walaupun masih banyak pasang mata yang memandang kami dengan tatapan keheranan aku tetap tak peduli.

Aku hanya ingin segera pulang dan mengunci diriku dalam kamar. Membenamkan wajahku yang penuh airmata dengan bantal. Karna itu yang bisa membuatku tenang, setidaknya untuk saat ini. Pikirku.

“ Antarkan aku pulang! “ kataku dalam perjalanan pulang.
Perjalanan yang kulalui terasa lebih lama dari biasanya. Awan berganti warna dan matahari semakin tenggelam dalam peraduannya. Berganti dengan cahaya rembulan di pertengahan bulan Juli ini.
“ Temani aku dulu sebelum aku mengantarmu pulang. “ Jawab Bayu
“ Aku ingin cepat pulang. Titik. “ Dan airmataku turun kian derasnya karena tak rela bayu pergi ke Jogja. Atau mungkin hatiku rela tapi masih belum siap. Karena ini terlalu mendadak. Sebenarnya ada apa dengan Bayu. Berbagai perasaan dan pertanyaan berkecamuk dalam benakku.

Aku tahu jika Bayu tidak akan meninggalkan aku sepenuhnya. Hati kita akan tetap dekat, walaupun raga kita akan jauh jaraknya. Tapi aku merasa tetap akan ada yang hilang dalam hidupku nantinya.
Beberapa menit kemudian, Bayu mengajakku berhenti di sebuah tempat. Tempat itu adalah wisata malam yang sedang digelar di halaman terminal lama kotaku. Bayu berhenti dan memakirkan motornya di parkiran sendangkan aku menunggu dia di pintu masuk pasar malam. Selesai memarkir motornya dia menghampiriku lalu menggandeng tanganku masuk ke pasar malam. Kita berjalan-jalan melewati penjaja pernak-pernik wanita, baju-baju, peralatan rumah tangga, permainan anak bakul gorengan, dll.

“ Kamu tunggu disini sebentar ya! “ ucap Bayu dan melepas gandengan tangannya yang membuatku tersentak dari dunia lamunanku. Belum sempat aku menjawab tapi Bayu sudah ngeloyor pergi begitu saja.
Kupandangi sekelilingku, indah sekali. Berjejer wahana bermain anak-anak, dengan disoroti bohlam lampu aneka warna yang akan membuat pengunjung tertarik untuk menaikinya. Gelak tawa dari gerombolan remaja putri yang kuprediksi masih usia SMP menggema dalam telingaku. Rengekan balita ketika memaksa ibunya agar bisa menaiki komedi putar membuatku tersenyum sendiri. Anak kecil itu mengingatkanku pada tangisku tadi. Anak itu memang sama menangisnya sepertiku. Tapi dia menangis pada ibunya yang sudah pasti ibunya akan menuruti keinginan anak itu lalu anak itu bisa naik komedi putar. Tangis yang nyelengking suaranya itu akan berganti dengan tawa mengembang nantinya.

Ya, anak itu tlah mengingatkan pada tangisku tadi. Tangis anak itu begitu polos, karena dia belum merasakan ketika perjalanan hidup dihadang dalam sebuah permasalahan. Dihadapkan dalam sebuah kenyataan dan pilihan. Tapi aku adalah gadis yang sudah tumbuh berkembang dalam masa remaja dan sebentar lagi umurku beranjak 17 tahun yang dimana umur itu menjadi sebuah peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa. Tapi apa aku sanggup? Apa aku siap?
Permasalahan asmara kerap kali mengguncang emosiku yang labil ini. Tapi menurutku itu hal yang wajar. Karena seseorang yang spesial menurutku itu bukan hanya sebagai seorang kekasih, tapi kekasih bisa jadi penyemangat dan motivator bagiku ketika orang tua sibuk dengan urusannya.

Memang asmara lebih sering memberikan badai daripada pelangi. Tapi tak bisa dipungkiri jika aku belajar menjadi dewasa karna dunia asmara. Dan dari dunia itu aku belajar mengendalikan emosi dan perasaan. Terlebih saat aku bersama Bayu. Renungku dalam hati.
“ Maaf menunggu lama, ayo naik bianglala. Ini tiketnya. “ ucap Bayu sembari menggandeng tanganku lagi.

Bayu mengajakku menaiki wahana yang tinggi itu. Operator wahana bianglala membukakan pintu bianglala yang bernomer sembilan dan tepat berwarna merah pula. Warna kesukaan Bayu. Walaupun ruang dalam keranjang bianglala hanya berukuran satu meter kali satu meter namun cukup membuat kami leluasa bergerak. Aku dan Bayu duduk berhadapan. Sampai di titik paling tinggi belum ada pembicaraan diantara kami. Karna aku dan Bayu sibuk memandangi pasar malam ini dari bianglala yang tengah berputar pelan. Sinar lampu bohlam yang beraneka warna memberikan kesan eksotis dan romantis. Gaungan lagu yang diputar oleh pihak operator bianglala menambah ramai suasana. Ada juga teriakan penjaja perau ethek sekaligus suara perau ethek yang digerakkan yang makin jarang kutemui, suara mesin arum manis yang terus berputar. Suara wahana tongedan yang memacu adrenalin penonton dan suara rumah hantu yang memang dibuat-buat tapi tetap saja membuat orang yang mendengarnya merasa merinding, sengaja mendengar atau tidak akan sama saja. Serta tercium pula bau kemenyan yang dibakar dari rumah hantu itu.

Suasana ini membuatku tenang dan aku sedikit terhibur. Walaupun dinginnya angin malam mulai merasuk dalam tulangku.

“ Kok diam aja sih, ini es cream. Dimakan ya! Tenang aja, tadi aku juga udah bayar tiga kali harga tiket agar kita bisa lama-lama berputar menikmati malam ini dan melamun disini. “ kata Bayu sambil membuka bungkus es cream cornetto lalu menyerahkannya padaku.
“ Terimakasih, “ jawabku singkat. Karna aku memang sedang malas untuk berbicara dengannya saat ini.
Bayu membiarkanku melumat habis es cream itu. Dan dia kembali pada posisi awal. Melamun. Memandangi wisata malam kotaku dengan pikiran yang jauh melayang dalam angan.
Usai es crem yang kulumat habis Bayu kembali mengajakku berbicara “ La, aku tetap akan berangkat ke Jogja. Jam sebelas malam aku akan berangkat, naik trevel yang sudah kupesan tiga hari lalu. Dan itu berarti empat jam lagi. Ada waktu 3 jam buat kita untuk menghabiskan malam ini bersama. Kamu mau apa? Mau kemana? Akan kutemani. “
Aku tersentak dengan ucapan Bayu, aku tak menyangka lagi jika Bayu akan pergi sekarang, empat jam lagi dan malam ini. Ini telalu mendadak dan tiba-tiba bagiku. Aku sungguh tak siap dengan keputusan Bayu.

“ La, kok diam sih. Jawab dong! “
“ Bay, aku gak tau harus ngomong apa lagi. Dan percuma saja aku menjelasakan panjang lebar lalu merengek rengek hingga akhirnya nangis. Karna tetap saja kamu akan pergi. Aku ingin cepat pulang dan membiarkan kamu pergi. Karna jika aku masih terus bersamamu maka akan semakin banyak kenangan yang akan terkenang dalam memori otakku. Dan itu malah akan membuat hatiku semakin sakit. “ kataku
“ Dari dulu kan aku sudah pernah cerita sama kamu, jika aku ingin pergi ke Jogja. Hidup mandiri disana. Aku ingin kuliah dan nyambi kerja disana. Dan sekarang waktunya. Sebelum aku mendaftar kuliah disana aku ingin cari kerja dulu. Kamu tau kan, biaya hidup di Jogja tidak murah. Dan kuliah pun perlu banyak dana untuk beli dan bayar semua tetek bengeknya. “ jelas Bayu
“ Aku gak ingin kamu pergi secepat ini. Satu setengah tahun lalu semenjak kamu janji bakal ada buat aku dan terus menjaga serta menyayangiku, hidupku terasa lebih utuh. Kamu bukan hanya kekasih. Melainkan kakak, kawan dan sahabat. Aku tlah menganggapmu lebih dari sekedar seorang kekasih Bay. Kamu baik sama aku, bahkan terlalu baik. “, kataku.
Setetes airmata mulai turun membasahi pipiku. Otakku berputar kembali ke masa lalu. Masa saat aku dan Bayu pertama bertemu, berkenalan, dan menghabiskan waktu. Umurku dan umur Bayu terpaut tiga tahun empat bulan. Bayu itu sosok yang mampu membuatku mengerti artinya perjalanan hidup yang sejatinya hanya numpang minum. Aku menyukai Bayu dari segala hal. Tentang kecintaanya pada dunia olahraga, kecintaan dia pada Tuhan semesta alam, kecintaan dia pada orang tuanya, kecintaan dia pada dunia sekolahnya, dan cinta dia buat aku tentunya.

“ Ingat La, bukan jarak yang jadi masalah untuk tetap bisa bersama. Tapi rasa ego yang gak bisa dikendalikan yang akan jadi masalah, “ jawab Bayu dengan pelan.
Aku mengerti maksud Bayu. Ego. Ya, karna aku termasuk seseorang yang belum bisa berpikir dewasa. Walaupun Bayu terus membimbingku dalam setiap permasalahan yang aku hadapi tetap saja untuk jadi dewasa itu butuh proses. Dan aku ingin dewasa dalam arti sesungguhnya. Sikap, pikiran dan perkataan! Bukan dewasa kebanyakan remaja sekarang yang lebih terlihat dewasa dari segi penampilan berpakaian dan sikap yang menyimpang.
“ Maaf Bay kalau aku cengeng dan gak bisa mengerti keadaan. Aku selalu menuntut kamu selalu ada buat aku. Padahal kamu punya masa depan yang harus kamu raih. “
“ Awalnya orang tuaku juga sepertimu, gak rela kalau aku pergi. Aku pengen jadi diri aku sendiri. Hidup madiri dan tidak bergantung pada orang tua. Walaupun sebenarnya apa yang dimiliki orang tuaku lebih dari cukup untuk membiayai kuliahku. Aku ingin mencoba hal yang baru. Karena belum tentu apa yang dimiliki oleh orang tuaku bisa aku kelola dengan baik nanti. “
“ Ya Bay, aku paham walau sebenarnya aku masih gak ikhlas kamu pergi nanti karna ini terlalu mendadak. Kamu disana jangan main mata ya! Bolehnya main otak! Biar pinter dan cepet pulang. Hehe “ godaku dalam tangisan ini.

“ Aku janji bakal sungguh-sungguh disana. Jangan lupa buat kamu, bangun di dua pertiga malam. Selipkan doa untukku dalam sujudmu! Di Jogja nanti aku bakal belikan kamu buku-buku yang kamu cari, kalo di Bojonegoro gak ada di Jogja pasti ada. Ntar aku paketkan ke Bojonegoro, dan tiap malam minggu buku-buku itu yang jadi pengganti aku. Buku itu yang nemenin kamu selama aku gak bisa ngajak kamu jalan-jalan lagi seperti sebelumnya. Biar kamu juga gak kluyuran tapi di rumah belajar. Kamu yang sabar dan semangat sekolah pokoknya“ Ucapan Bayu seperti angin sore yang membuatku nyaman untuk terus merasakannya. Semriwing. Seperti itulah Bayu, setiap perkatannya mampu membuatku jadi lebih baik lagi. Karna dia terus menasihatiku dengan caranya, dengan hati dan cinta.

“ Iya aku janji, kalaupun aku tidak bangun pasti kamu ngobrak’i aku lewat telfon! Ya kan, “
“ Ya sudah, kamu jangan sedih lagi ya, habis ini aku antar kamu pulang sekalian aku pamit sama orang tuamu “

Pembicaraan dari hati itu terakhiri sudah tepat ketika operator bianglala membukakan pintu bianglala yang kami gunakan. Bayu menggandengku keluar menuju parkiran motor. Dan sepanjang perjalanan pulang airmata ini sudah tergantikan dengan senyum yang sesekali mengembang dalam bibirku. Karna aku sudah bertekad dalam diri aku, akan menjadi diri aku sendiri. Menjadi sesorang yang dapat dipercaya untuk bisa terus dicinta. Kepergianmu nanti akan menjadi penyemangat buatku untuk bisa menyusulmu di Jogja. Karna aku juga ingin merajut mimpiku untuk bisa belajar di Jogja.

Dan angin malam semakin menusuk kulitku ketika kami melewati hamparan sawah sepanjang jalan menuju rumahku. Suasana yang sangat indah sekali. Rembulan yang bulat ini begitu pedenya menerangi malam ini. Diatas kami, bintang bertebaran seperti permaisuri. Permaisuri bulan tentunya. Dan dia, semakin pede juga menggenggam tanganku. Aku membiarkan Bayu mengenggam tanganku karna aku pasti merindukan genggaman Bayu yang akan terjadi entah kapan lagi …

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.196.68.10
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia