Karena kau, Sahabat!

“Apa ini, Key?” tanya Nessa yang sedang berada di rumah sohibnya, Keyla.
“Ini adalah negeri mimpi. Dimana semua mimpi-mimpi langsung menjadi nyata.” jawab Keyla yang masih asyik mengotak-atik handphone yang ia genggam sejak tadi.
“Hah yang benar saja kamu. Memang gimana ciri-ciri negeri mimpi itu?” Nessa tampaknya masih penasaran tentang hal yang barusaja ia dengar, walau sebenarnya ia masih tak percaya akan semua ini. Terlebih karena Keyla sering berkhayal tentang sesuatu yang belum pasti adanya.
“Tempat yang begitu indah, tenang dan damai. Hehe..” ucap Keyla sambil menggerakan tangannya seakan menjabarkan keindahan tempat itu.
“Apa kamu pernah kesana?” tanya Nessa
“Ya, aku sering kesana. Disana adalah tempatku untuk bermimpi supaya dalam dunia menjadi nyata.”
“Oh ya? Memang itu dimana?”
“Sebenarnya negeri mimpi itu berada di otak manusia masing-masing. Disana berjuta mimpi tercipta, disana pula mimpi-mimpi semakin nyata.”
“Ah kamu ada-ada saja Key.”
“Oh iya, apa kamu masih yakin, Ibu mu masih hidup disana?”
“Yakin banget Nes!” Keyla berucap mantap seakan tak ada keraguan yang tampak dari sorot matanya
“Tapi kan, nggak ada yang selamat dari gempa itu. bukannya aku ngecewain kamu. Tapi.. Cobalah, kamu terima realita yang ada.” tambah Nessa
“Nessa, kenapa kamu selalu membahas tentang itu. Kamu itu sahabat aku Nes, seharusnya kamu dukung aku dong. Aku selalu bermimpi, dan mimpiku mengatakan bahwa ibuku masih hidup disana. Aku yakin itu, Nes.” Keyla menaikan nada bicaranya.
“Keyla! Kamu emang sahabatku. Tapi kamu harus tau, aku benci mimpi. Aku benci khayalan. Hidup itu realita Key. Pikirlah secara logis, yang dapat diterima nalar. Khayalan itu.. Khayalan itu cuma angan-angan yang dapat membuat kita jatuh karena ngaak bisa untuk menggapainya.” Nessa bersikeras mempertahankan argumennya.
“Sudahlah! Aku memang hidup dalam mimpi. Tapi mimpiku selalu menjadi nyata. Itu yang membuat ku percaya pada semua mimpi-mimpi.” Keyla memalingkan wajahnya dari Nessa, untuk mencoba mencari sedikit ketenangannya.
“Kalau kamu memang benci mimpi, aku nggak bisa melarang. Tapi, waktu akan membuktikan bahwa ibuku itu masih hidup!” lanjut Keyla dalam setengah isakannya.
Memang begitu sulit menyatukan 2 orang yang benci terhadap mimpi dengan orang yang selalu hidup dalam mimpi dalam satu ruang persahabatan. Tapi, dengan kuasa Tuhan yang telah mentakdirkan merekan menjadi sepasang sahabat yang saling mengisi. Walau perbedaan terlihat jelas dalam presepsi hidup mereka.
Ya, perbedaan memang tak dapat dipungkiri dari setiap persahabatan. Tapi, itulah yang membuat persahabatan menjadi penuh warna.

Malam menjemput. Rintik hujan menemani kesunyian malam itu. Tapi, Nessa tetap saja belum bisa tidur, walau detak jam telah menunjuk angka 23:50. Ia masih memikirkan ucapannya tadi. Ia merasa takut, jika ucapannya itu akan menyakiti sekaligus meretakan mimpi sahabatnya itu.
Hatinya terus bergejolak. Ia masih terus berusaha menutup kedua katup matanya. Tapi, ia masih tak bisa. Mungkin karena rasa sayang Nessa terhadap sahabatnya itu terlampau besar. Jadi ia begitu gelisah, jika sedikit saja melukai hati sahabatnya.

Pagi-pagi sekali, Nessa menghampiri rumah kediaman Keyla. Berharap Keyla masih berada disana. Karena ia ingin sekali mengucap maaf pada sahabatnya itu.
“Tok-tok-tok !!” Pintu itu bergetar kuat akibat ketukan tangan Nessa.
Tak ada jawaban. Nessa mengetuknya sekali lagi. Kali ini, ia mengetuk lebih kuat daripada sebelumnya, hingga kaca jendela yang berada disampinya pun ikut bergetar juga.
Tapi.. Lagi-lagi tak ada jawaban. Akhirnya Nessa melangkahkan kaki dengan lemas menjauhi rumah Keyla. “Mungkin Keyla sudah berada di sekolah.” gumam Nessa disela kepasrahannya.

“Aku ingin minta maaf atas kejadian kemarin Key. Aku benar-benar tak bermaksud untuk mengucapkannya.” Ucap Nessa yang masih memandang ke arah bawah, mencoba mencari sesuatu yang dapat membuat objek perhatiannya.
“Iya, lagian juga aku udah memaafkannya. Tapi, kenapa kamu begitu benci dengan mimpi? Mimpi itu indah menurutku.” Ucap Keyla yang masih sibuk membolak-balikkan komik yang dipegangnya erat
“Ya.. Aku juga ga tau. Aku begitu benci terhadap mimpi. Terhadap semua khayalan dan angan-angan. Aku benci terhadap semua hal yang nggak pasti.”
“Tapi kan, mimpi itu harapan. HIdup perlu harapan bukan?”
“Ya mungkin.. Tapi..”
“Cobalah bermimpi Nes! Aku yakin, hidupmu lebih bewarna dengan semua mimpi-mimpi.” Keyla masih membujuk Nessa.
“Entahlah. Yang penting, aku sebagai sahabatmu. Aku akan mendukung mimpimu, bahwa ibumu masih hidup.” ucap Nessa dengan semangatnya.
“Terima kasih Nes.” Keyla memeluk Nessa dengan kasih sayang nya yang begitu tulus sebagai seorang sahabat.

Jam berdentang sempurna. Mengalunkan kenangan kisah penuh suka duka. Menjabarkan keindahan yang dibalut rasa persahabatan. Sahabat.. Sahabat itu selalu ada, ketika orang lain tak ada padamu. Sahabat itu selalu mampu, mendekapmu dalam kesepian, melindungimu dalam cemoohan dan mengukir indah senyum di bibirmu.
Sahabat itu orang yang selalu kita remehkan tapi sebenarnya kita tak mampu melalui hari tanpa seorang sahabat. Sahabat itu orang yang selalu mengerti masalah kita tanpa pernah kita ucap. Ia selalu mengulurkan tangannya di saat kita terjatuh, walau terkadang ego kita mengalahkan nurani untuk tidak menerima uluran tangannya. Sahabat.. walau tak bisa kita pungkiri, kita sering melukai sahabat, tapi sahabat tetap mampu mengobati lukanya sendiri dan tidak menunjukkan pada kita karena ia takut kita merasa bersalah. Itulah Sahabat.

Fajar menampakkan diri. Mengiringi sang raja siang keluar dari peraduannya. Menjatuhkan embun yang ‘kan membasahi tanaman. Menebar oksigen segar yang siap dihirup jutaan jiwa.
Begitu indah Tuhan menciptakan alam semesta ini, sama indahnya Tuhan menciptakan rasa saling menghargai, menyayangi dan melindungi dalam suatu kata yang disebut persahabatan.
“Kamu kenapa murung gitu Nes?” tanya Keyla sambil menekuri halaman demi halaman dari Koran yang masih melekat kuat di tangan kirinya.
“Ngg..” Nessa berusaha berucap tapi Keyla lebih dulu memotongnya.
“Nessa, lihat!” ucap Keyla sambil memperlihatkan berita yang baru saja ia baca dari korannya.
“Seorang wanita ditemukan selamat dari reruntuhan gempa di Balikpapan.” Nessa mengeja berita yang ditunjukkan Keyla.
“Kamu lihat, Nes! Itu pasti ibuku. Ayo kita berangkat kesana.” Keyla langsung menarik tangan Nessa yang masih berusaha mencerna kalimat yang baru saja ia baca.
“Udah.. Ayo!”

Akibat gempa dahsyat yang melanda kota Balikpapan 1 minggu yang lalu, rumah sakit ini jadi penuh sesak. Para kerabat dan sanak keluarga berdatangan mengisi lorong-lorong kosong di rumah sakit ini. Berharap saudara mereka masih selamat dari gempa itu.
Banyak korban berdatangan silih berganti. Naasnya korban itu tak lagi bernyawa. Hanya duka dan isak tangis yang menjadi harapan mereka yang masih belum menemukan sang saudara.
Begitu berbeda dengan Keyla. Seorang anak yang masih mengenakan seragam putih biru, yang begitu percaya dengan kekuatan mimpi.
Mimpi dan terus bermimpi, ibunya kan kembali lagi ke sisinya seperti dulu kala. Dan mimpi itu menjadi nyata. Ibu dari Keyla menjadi satu-satunya korban gempa yang selamat sampai saat ini. Hatinya begitu bahagia. Ia semakin percaya pada kekuatan mimpi-mimpinya.
“Ibu.. Aku kangen banget sama ibu.” Keyla memeluk ibunya yang masih berselang infus di hidungnya.
“Ibu juga kangen sama kamu, nak.” Sang ibu pun melepas rindunya pada anak semata wayang nya ini.
“Eh.. ada Nessa. Makasih ya Nes, selama ini kamu pasti sudah jagain Keyla.”
“Iya sama-sama tante” Hati Nessa pun seakan lega juga, walau sebenarnya pilu sedang menyerang lubuk hatinya.

Suara burung yang bersahut-sahutan mengiringi kepulangan sang raja siang ke Singgasana nya. Memaparkan cahaya senja dengan degradasi warna sempurna. Daun-daun kecil itu pun mengatup, seakan tahu, kan datang malam yang begitu temaram.
Tapi.. Dibalik itu semua, linangan air mata tengah menghiasi pipi tirus Nessa. Sejak ia melihat nama ayahnya terpampang sebagai salah satu korban dari kecelakaan pesawat yang jatuh terbakar di pedalaman hutan Kalimantan, Kristal bening itu tak henti-hentinya mengalir dari kedua pelipis matanya.
Ia seakan tak percaya akan semua yang telah terjadi padanya. Memang begitu pahit rasanya untuk menelan berita yang telah memecahkan airmatanya itu.
“Ibu.. Kenapa harus ayah yang menjadi korban? Kenapa ngga aku aja? Kenapa bu?..” ucap Nessa disela isakannya.
“Nessa sudah nak. Kita memang hanya bisa berharap dan berdo’a. supaya Tuhan melindungi ayahmu.” jawab sang Ibu yang berusaha menenangkan hati anaknya yang sedang bergejolak itu.
Kini isakan Nessa semakin keras, hingga air matanya mampu menyapu seluruh wajah nya.
“Kalau aku yang jadi korban disana, pasti ayah akan menolongku. Tapi, kenapa ayah yang harus jadi korban. Sedangkan aku gak bisa menolong ayah.” Nessa masih saja menyalahkan dirinya. Ia bahkan ingin merubah Takdir yang sudah terlanjur terjadi padanya.

Angin malam menerpa tubuh Nessa yang begitu kelelahan karena hampir menangis sepanjang hari. Wajahnya pun terlihat sembab. Bibirnya terlihat pucat. Seperti tak ada lagi semangat yang tertanam dalam jiwanya.
“Sudahlah Nes. Jangan menangis lagi.” Keyla berusaha menenangkan hati sahabatnya itu.
“Ya tapi aku gak bisa tenang, Key. Ayahku itu..” ucap Nessa yang terpotong karena isakannya yang kembali menyeruak dari bibirnya.
“Aku mengerti.” Keyla memeluk Nessa. Ia seakan begitu tahu perasaan kalut yang sedang menerpa hati Nessa. Ia pun sengaja berbungkam. Membiarkan sang sohib mengutarakan semua kegelisahan padanya.
“Nessa apa kamu tau, keajaiban yang telah terjadi pada ibuku? Ya! Itu mungkin bisa terjadi pada ayahmu. Aku sangat percaya pada kekuatan mimpi. Cobalah impikan ayahmu menjadi seperti yang kamu mau.” Ucap Keyla yang masih membujuk Nessa mempunyai mimpi.
“Tapi apa dengan begitu, itu semua kan menjadi nyata?” tanya Nessa yang tampaknya kurang percaya pada ucapan Keyla tadi.
“Setau aku, mimpi itu sebuah harapan. Walaupun mimpi hanya sekedar imajinasi. Tapi hanya itu yang bisa kita lakukan untuk mewujudkannya menjadi sebuah kenyataan.”
Nessa masih belum angkat bicara. Mungkin karena ini akan membuatnya menjadi seorang pemimpi. Ya! Suatu hal yang begitu ia benci dalam hidupnya.
“Ayolah, Nes! Hilangkan ego mu. Bermimpilah. Mimpi itu selalu nyata Nes. Lihat, disana pasti ada sebuah cahaya harapan yang dapat menuntun kamu mewujudkan inginmu.”
“Ingatkah, bila ‘Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia. Bebaskan mimpimu di angkasa, warnai bintang di jiwa.’” ucap Keyla sambil menyanyikan sebuah lirik lagu.
Nessa menggangguk pelan. Satu senyuman pun berhasil terukir di wajah Nessa. Separuh semangatnya telah kembali dari diri seorang sahabatnya. Memang benar, Sahabat selalu mampu mengubah air mata menjadi senyuman!

Nessa pun berusaha bermimpi. Jika memang ini kan membuatnya menjadi seorang pemimpi, tak apalah. Ini demi ayah dan sahabatnya. Harapan pun teruntai dari fikirannya. Merangkainya menjadi sebuah mimpi. Mimpi yang ia buat untuk pertama kalinya. Mimpi yang dulu ia begitu benci, kini ia mampu untuk melakukannya.

“Nessa, cepat lihat nak.” Ibu memanggil Nessa untuk segera melihat berita yang baru saja ia baca.
“Ada apa bu?”.
“Ayah.” Nessa melihat nama ayahnya yang terpampang jelas sebagai salah satu korban yang selamat di sisi koran yang ia baca.
“Ibu, ayo kita kesana.” Ucap Nessa dengan mata berbinarnya. Hatinya penuh bunga. Ternyata mimpinya menjadi nyata.

Dengan langkah cepatnya Nessa berusaha menemukan nomor ruang yang ditempati ayahnya. Ia sudah tak sabar lagi untuk bertemu dengan ayahnya.
“Ayah…” Nessa menghampiri ayahnya yang sedang terkulai lemah di atas ranjang dengan selang yang cukup banyak melekat di tubuh ayahnya.
“Ayah, bangun. Ini Nessa sama ibu udah dateng.” Ucap Nessa yang hampir mengaliri air matanya lagi.
“Ne..s..ssa” sang Ayah pun sadar. Ia berusaha berucap, walaupun ucapannya masih terbata.
“Ayah.. Nessa kangen sama ayah.”
“A..yah ju..g.a ka..nge.n sa..ma. kamu.. na..k” sang Ayah pun memeluk Nessa.
“A.ya..h me..nya.yangi..mu nak, ja..ga i..bu da..n adi..k mu ya. Ma..af ay..ah gak bi..sa me.ja..ga ka..li.an la..gi” ucap sang Ayah sambil berlinang air mata.
“Ayah ngga boleh ngomong gitu. Ayah harus kuat, ayah harus temani aku lagi.”
Ya, saat itu juga sang Ayah menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan Nessa. Seketika terbayang harapan yang ia ukir dari mimpinya kemarin
“Ya Tuhan
Izinkan aku untuk memeluk ayahku kembali
Jika memang waktunya telah habis, aku akan ikhlas merelakan kepergiannya dalam pelukanku.”

“Keyla, terima kasih ya, sudah memperkenalkan aku dengan mimpi. Sekarang aku percaya pada kekuatan mimpi. Mimpi itu benar menjadi nyata, jika kita betul-betul mengingikannya. Mungkin jika aku memimpikan ayahku akan selalu ada untukku dan selalu berdiri di sampingku untuk lebih lama lagi, itu mungkin kan jadi kenyataan juga. Sayang, aku hanya memimpikannya ia hanya memelukku saja.”
Keyla pun tersenyum pada Nessa.
“Kini aku siap menjadi seorang pemimpi!” ucap Nessa dengan mantapnya.
Ya, kini tak ada lagi keraguan dalam hatinya untuk menjadi seorang pemimpi. Walau pembuktian itu begitu pahit ia rasakan. Tapi, dirinya telah yakin, untuk menjadi seorang pemimpi sejati.

Sahabat.. Sahabat itu ternyata begitu berpengaruh besar dalam hidup kita. Sahabat bisa mengubah benci menjadi suka. Sahabat bisa mengubah air mata menjadi tawa. Sahabat pun bisa mengubah ketidakpastian menjadi kepastian, bahwa ia kan selalu ada disamping kita untuk meyakinkan apa yang menurutnya benar, melarang apa yang menurutnya itu salah, dan selalu memberi cahaya dalam kebuntuan, menuntun kita pada sebuah cita-cita yang selalu kita harapkan.

-END-

Nb : Mimpi disini bukan mimpi di siang bolong yaa, Mimpi disini seperti sebuah harapan.

^ Happy Reading ^

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.198.58.62
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia