Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”

Pagi yang cerah di kawasan real estate Surabaya. Kicauan burung yang merdu ditambah dengan hembusan angin sejuk di pagi hari membuat suasana kian indah.
Di kawasan itulah Pak Alan dan aku tinggal. Kala itu aku melihat Pak Alan seperti biasanya, beliau hendak berangkat kerja. Namun ada hal yang aneh kali ini. Pak Alan menghentikan langkahnya sejenak, dan kemudian menuju ke sebuah rumah megah. Aku penasaran dengan tingkah laku Pak Alan yang tidak biasanya. Aku mengikuti langkah Pak Alan dari belakang. Semakin dekat, aku mendengar suara sayup-sayup tangisan, mungkin itulah yang membuat Pak Alan penasaran. Pak Alan masuk ke rumah megah itu, aku yang mengikutinya dari belakang hanya bisa melihat dari balik pintu rumah.

Ternyata suara tangisan itu berasal dari seorang perempuan paruh baya yang tengah duduk di samping seorang tubuh laki-laki tua yang tidak sadarkan diri. Pak Alan dengan cepat mengangkat tubuh laki-laki tersebut dan memindahkannya ke sofa. Pak Alan kaget setelah mengetahui jika denyut nadi dari kakek itu telah menghilang. Pak Alan bertanya kepada nenek itu yang ternyata adalah istri almarhum tentang kejadian apa yang telah terjadi. Istri almarhum bercerita jika suaminya itu sedang sarapan bersama di ruang tamu, namun tiba-tiba beliau jatuh dan tidak sadarkan diri. Mendengar cerita istri almarhum, Pak Alan dengan cepat memberitahu tetangga sekitar. Semua tetangga datang menghampirinya. Semua tetangga yang di beritahu kelihatan terharu, mereka terlihat sedih. Namun mereka hanya berkata “Innalilah Wa Inna IllahiRoji’unnn…” dan kemudian mereka pamit untuk berangkat kerja. Mereka ternyata takut dipecat dari pekerjaan mereka karena membantu tetangga yang meninggal.

Melihat semua tetangga yang sibuk bekerja, akhirnya Pak Alan memutuskan untuk mengurus semua pemakaman dan acara tahlil dengan di bantu oleh istri almarhum. Aku sempat takut dan merinding ketika disuruh Pak Alan mengambilkan air untuk memandikan jenazah almarhum. Tangan ini bergetar hebat ketika menyiramkan air ke tubuh almarhum. Mungkin melihat aku ketakutan, Pak Alan buru-buru menyuruhku keluar dan membantu istri almarhum mempersiapkan acara tahlil dan menyebarkan undangan tahlil.

Setelah pak Alan selesai memandikan jenazah dan melakukan sholat jenazah, Pak Alan lantas menyewa beberapa orang untuk membantu mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan yang terakhir.
Pemandangan yang menyedihkan kembali terlihat saat acara pemakaman itu berlangsung. Lagi-lagi, tidak ada satu pun tetangga yang ikut menghadari acara pemakaman tersebut. Di malam hari, acara tahlil pun digelar. Kali ini, para tetangga nampak datang menghadiri acara tersebut dan menanyakan kabar.

Pak Alan yang ternyata berasal dari Jajar Kanigoro, desa Jajaretan, Blitar, Jawa Timur, kini tau betapa hebatnya masyarakat yang mendiami kawasan real estate termegah di kota Surabaya itu. Ternyata masyarakat elit itu lebih mementingkan pekerjaan pribadi mereka ketimbang membantu tetangga yang meninggal dan tidak ada yang mengurusnya.

Dari situ aku mendapatkan pengalaman berharga dari seorang Pak Alan. Beliau tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi yang menghancurkan moral bangsa. Dampaknya sangat besar terhadap sikap masyarakat yang cenderung Individualistis. Generasi sekarang mulai meninggalkan prinsip gotong royong dan saling tolong menolong. Dari situ aku mempunyai penilaian jika masyarakat di kota lebih besar terpengaruh arus globalisasi yang mengakibatkan sifat Individualistis tersebut. Sedangkan Pak Alan yang hidup di desa, sampai saat ini masih memegang teguh prinsip dasar Pancasila dan UUD 1945.

Akhirnya aku penasaran dengan masa kecil pak Alan, aku mencoba bertanya tentang masa kecil Pak Alan. Beliau tersenyum kepadaku dan menceritakan masa kecilnya kepadaku.

“Dulu saya ini hidup di keluarga yang melarat. Bapak saya mengidap penyakit Stroke dan Ibu saya bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan saya sendiri adalah anak tunggal dan saya harus menjadi tulang punggung keluarga di kala umur saya yang masih 14 tahun. Biasanya setelah pulang sekolah, saya menggembala kambing milik tetangga untuk saya bawa ke padang rumput yang luas. Saya tidak mengeluh tentang kehidupan masa kecil saya, karena saya ini punya martabat dan tau diri tentang keluarga saya yang memang kurang mampu. Prinsip saya adalah miskin punya martabat dan kaya bermanfaat.” ceritanya.

Air mataku nyaris jatuh mendengar cerita masa kecil Pak Alan yang serba kekurangan. Aku malu terhadap diriku yang hidup serba kecukupan, namun aku selalu berharap lebih dan mengeluh tentang kehidupanku yang bisa di bilang mewah itu. Kali ini air mataku benar-benar jatuh membasahi pipi. Aku tak kuasa menahan tangis ketika aku sadar jika selama ini akumengeluh. Pak Alan yang melihat ku menangis, langsung memelukku dan mengusap-usap kepalaku. Tangisku kian keras dan air mata ini tumpah ruah di pelukan Pak Alan. Sampai-sampai tangisan ku membuat bahu pak Alan basah.
“Mulai sekarang anda harus lebih bijak menjadi generasi bangsa yang muda. Anda harus bisa mengalahkan arus globalisasi dan bermanfaat bagi orang di sekitarmu” Tutur pak Alan. Aku yang masih menangis itu hanya manggut-manggut dan terus memeluk Pak Alan dengan erat.

Setelah tangisan ku berhenti, Pak Alan mengajakku untuk mengunjungi rumahnya. Aku bisa membayangkan bagaimana rumah Pak Alan yang besar dan mewah, pasti ada mobil mobil mewah yang kinclong. Namun sebaliknya, aku dibuat tercengang ketika melihat rumah Pak Alan yang begitu sederhana dan kecil.Ternyata di tengah besar dan mewahnya rumah di kawasan tersebut, masih ada orang yang hidupnya sederhana. Dengan kehidupan Pak Alan yang begitu sederhana, membuatku ingin bertanya sesuatu ke pak Alan. “Buat apa jauh-jauh ke kota Pak? Kalau di kota Pak Alan tetap hidup sederhana layaknya di desa.” tanyaku. Pak Alan tersenyum mendengar pertanyaan ku “Buat apa mencari yang mewah dan sempurna? Jika sederhana saja dapat membuat bahagia.” jawabnya.
Satu kali lagi pak Alan membuatku terkesan dengan kalimatnya, beliau begitu bijak dan hidup sangat sederhana.

Tidak terasa jika obrolan ku dengan Pak Alan sudah lama. Hari mulai gelap, aku pun pamit dan mencium tangan beliau. Aku berjalan menuju rumah dengan banyak pikiran. Pak Alan membuatku tidak bisa berkata apa-apa. Sesampainya di rumah, aku melihat Abahku duduk santai sambil membaca koran di ruang tamu. Tak tau kenapa, aku berlari dan memeluk Abah sambil menangis. Sontak Abahku meletakan korannya dan kaget serta kebingungan “Lhoh kenapa le? Kok dateng-dateng nangis?” tanyanya khawatir. “Maafin aku bah, selama ini aku banyak mengeluh ke Bunda dan Abah. Padahal aku sudah hidup berkecukupan.” jawabku sambil menangis tersedu-sedu. Abahku tersenyum dan mengusap kepalaku. “Maafkan Abahmu juga ya, belum bisa membuat kamu dan bundamu bahagia” sesal Abahku. Aku terus menangis di pelukan Abah. Tapi bau yang teramat menyengat menghentikan tangisan ku, setelah aku cium bau apa yang sangat kurang sedap ini. Ternyata bau itu berasal dari Abah. “Abah habis pulang kerja? Baunya asem Bah, belum mandi toh Bah?” tanyaku sambil menutup hidung. “Hehehe.. kamu mencium bau Abahmu ya? Ya beginilah aroma Abahmu kalau habis kerja. Wangi kan aroma Abahmu?” candanya, kami pun tertawa lepas bersama, hingga aku pamit meninggalkan Abah untuk tidur.

Keesokan paginya, aku mendengar suara Abah yang kebetulan mengobrol dengan Bunda di ruang makan. “Ding, kemarin malam anak kita nangis sambil meluk aku lho. Dia katanya minta maaf karena sering mengeluh ke kita.” kata Abah. Ading merupakan panggilan sayang Abahku ke Bunda. “Masa to Bah? Kenapa anak itu? Kok gak kayak biasanya, tapi baguslah kalau dia sudah sadar” jawab Bundaku.
Takut aku ketahuan mendengar pembicaraan beliau berdua, aku buru-buru ikut ke meja makan.
“Pagi Abah, Bunda.” sapa ku. “Lha itu anaknya, pagi juga sayang” jawab Bunda ku.
“Kemarin malem kamu kenapa meluk Abah sambil nangis? Padahal Abah belum mandi lho” terus Bunda.
“Aku merasa bersalah terhadap Bunda dan Abah. Selama ini aku diberikan orang tua yang sayang banget ke aku, tapi aku selalu berharap lebih dan mengeluh. Maafin aku sekali lagi ya Bunda, Abah” Jawabku sedikit menyesal. “Tuh! Liatkan Ding? Anaknya siapa dulu dong? Anak Abah gitu lho” celetuk Abah. “Udah sana Bah cepetan berangkat, sekalian antar anak kita ke sekolah” Perintah Bundaku.
“Iya iya Ding, tunggu Abah habisin teh ternikmat bikinan istriku tersayang” rayu Abah.
“Cie si Abah, pagi-pagi begini masih sempat ngrayu Bunda. Nanti malem aja Bah kalau mau ngrayu Bunda.” Ejek ku. Kami pun tertawa bahagia bersama, sungguh pengalaman yang amat manis yang jarang sekali aku dapatkan.

Setelah selesai sarapan, aku dan Abahku siap-siap berangkat. Ketika akan memasuki mobil, “Baah..! Nanti jangan lupa beli martabak manis ya!” pesan Bundaku, “Iya iya Ding, apa sih yang enggak buat istriku tersayang.” jawab Abahku. “Udah yuk Bah berangkat, nanti keburu telat lho. Berangkat dulu ya Bunda!” seru ku. Kami pun langsung tancap gas ke tempat tujuan. Tak berselang lama, aku melihat sosok yang tidak asing sedang berjalan ke arah yang sama. Setelah aku lihat ternyata beliau adalah Pak Alan. “Stop Bah, STOOPP!” teriakku, dengan seketika Abahku mengentikan laju mobilnya. “Ada apa le? Kok nyuruh Abah stop mendadak. Ada yang ketinggalan?” tanya Abahku kaget. “Itu ada Pak Alan, Pak Alan bareng sama kita ya Bah, kasian beliaunya jalan kaki.” pintaku. Abah pun manggut-manggut seraya menyuruhku untuk memanggil Pak Alan. “Pak Alaaann!” teriakku, Pak Alan pun balik badan dan tersenyum. “Ada apa anda memanggil saya? Ada yang bisa saya bantu?” tanya Pak Alan.
“Ah enggak, Pak Alan naik mobil bareng saya saja yuk! Nanti Pak Alan bisa ngobrol sama Abahku di mobil” ajakku. “Waah.. Anda baik sekali, tapi gimana ya?” jawab Pak Alan bingung. “Udah, nanti Pak Alan telat lagi ke kantornya, ayuk deh Pak buruan. Tenang saja Pak Alan gak usah malu-malu.” paksaku.
Akhirnya Pak Alan manggut-manggut dan ikut bersama menaiki mobil. Setelah beberapa menit di perjalanan, akhirnya aku sampai di sekolah. Aku pamit sambil mencium tangan beliau berdua, “Yang pinter ya di sekolah, jangan nakal! Abah mau berangkat kerja dulu dengan Pak Alan” pesan Abahku.
“Iya iya Bah, hati-hati di jalan” Jawabku. Kemudian mobil yang dinaiki oleh Abahku itu telah hilang dari pandangan.
Seperti biasa, aku mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan sungguh-sungguh.

Tak berselang lama, bel panjang berbunyi. Aku pun siap-siap pulang dan menelfon Abahku.
“Abah jemput aku, udah sore nih. Nanti aku takut pulangnya” kataku. “Bentar ya le, Abah lagi meeting. Kamu naik taksi saja dulu, nanti biar di bayar sama Bunda di rumah” jawab Abahku. Dengan terpaksa, aku menunggu taksi di dekat sekolah.

Tiba-tiba “Braaaakkk!” suara yang sangat keras terdengar dari pertigaan jalan yang sepi. Aku pun berlali sekencang-kencang nya untuk melihat apa yang sedang terjadi. Aku kaget setengah mati, melihat gadis kecil yang tergeletak dengan banyak darah di sekitar kepalanya. Rupanya gadis itu korban tabrak lari, aku bingung ingin berbuat apa, takut, sedih, gemetar, pokoknya campur aduk. Tapi aku ingat kata-kata Pak Alan, kata beliau “Hidup itu harus saling tolong menolong, jangan mentang kaya dan udah jadi orang elit, lupa akan hal itu.” Tanpa berfikir lama, aku menghentikan sebuah taksi dan cepat-cepat menggendong gadis yang malang itu. “Pak! Pak cepat antar saya ke RS terdekat. Tolong cepat ya Pak!” Kataku ke Pak Sopir. Lantas tanpa bertanya-tanya Pak Sopir tancap gas ke RS terdekat. Begitu sampai, aku berteriak meminta bantuan petugas RS itu. Sontak semua suster dan petugas yang ada disana menghampiriku dan langsung membawa gadis kecil itu ke UGD. Aku kian panik, aku takut, aku bingung harus melakukan apa. Akhirnya aku memutuskan untuk menelfon Abahku, “Bah! Abah! tadi ada gadis korban tabrak lari, terus kubawa ke RS dekat rumah kita. Cepet kesini ya Bah, aku takut” kataku. “Beneran le? Waduh bentar-bentar, Abah nanti kesana. Bentar lagi meeting nya selesai. Sabar dulu ya sayang” kata Abah coba menenangkanku. Aku juga menelfon Pak Alan agar datang ke rumah sakit. “Wah?! Yang benar anda? Baiklah saya akan langsung menuju ke rumah sakit. Anda tunggu disana, janga kemana-mana” kata Pak Alan.

Tak berselang lama, Abahku datang dengan menggunakan mobil kesayangannya. “Gimana le tadi kejadiannya? Kok sampai separah itu?” tanya Abahku penasaran. “Gak tau Bah, aku tadi lagi nunggu taksi di depan sekolah. Tapi tiba-tiba ada suara tabrakan keras dan tau-tau ada gadis tergeletak dan kepalanya berdarah “kataku dengan gugup. Abahku manggut-manggut sambil menepuk bahuku dan berjalan menuju tempat administrasi. 2 jam kemudian, Pak Alan datang dengan ditemani sepasang suami istri. Aku tidak tau siapa yang diajak oleh Pak Alan, yang jelas beliau berdua memakai pakaian resmi. “Dimana gadis yang anda temukan itu? ” kata Pak Alan dengan cepat, lantas aku menunjukkan tempat dimana gadis itu sedang ditangani. Semuanya nampak menegang, semuanya tampak gelisah dan cemas termasuk aku. Pintu tempat gadis itu dirawat tiba-tiba terbuka, Dokter yang menangani gadis itu keluar dan menatap kami semua. “Gimana keadaan putri saya Dok? Apakah masih bisa terselamatkan?” tanya Bapak tadi yang ternyata orang tua dari gadis kecil tersebut. “Alhamdulilah anak bapak baik-baik saja, untung saja cepat dibawa ke rumah sakit. Karena putri bapak kehilangan banyak sekali darah.” jelas Dokter itu. “Alhamdulillah..!!” kata kami bersamaan. Bapak dari gadis itu menghampiri ku sambil tersenyum padaku. “Terima kasih ya, kamu telah menyelamatkan nyawa putri saya.” kata bapak itu.
Oh iya, nama saya Pak Cipto, Brigadir Polisi di Sektor Surabaya. Sekali lagi terima kasih banyak telah menyelamatkan putri saya.” lanjutnya. “Iya Pak sama-sama, kata Pak Alan kita harus saling tolong menolong, meski kita sudah mapan, tapi jangan lupakan hal tersebut.” kataku sambil agak gugup.
“Wah enggak! anda hebat, anda hebat sekali, masih kecil anda sudah menjadi pahlawan, hebat hebat, anda hebat pokoknya” kata Pak Alan memujiku. “Abah bangga sama kamu le, gak salah Abah punya anak yang baik dan penolong seperti kamu.” kata Abahku sambil memelukku. Melihat hari sudah larut, kami pun pamit pulang ke Pak Cipto dan istrinya.

Di perjalanan pulang, Abah terus-terusan memujiku, aku dibuat malu oleh Abahku sendiri. Sesampainya di rumah, Abahku berjalan cepat sambil berteriak-teriak “Ding! Ading! dimana kamu Ding?!” kata Abahku sambil bingung mencari Bunda.
“Di dapur Bah, lagi masak buat makan malam. Sini aja Bah” sahut Bundaku.Tiba-tiba Abah memeluk Bunda sambil mesam-mesem. Sontak Bunda dibuat kaget, “Lhoh Bah kenapa ini? Pakai meluk-meluk, malu Bah dilihat sama anak kita. Abahkan belum mandi, jangan peluk-peluk dulu deh Bah, mandi dulu sana, habis itu makan.” kata Bundaku kaget, “Anak kita habis nyelametin nyawa anak dari Brigadir polisi sector Surabaya, namanya Pak Cipto”
“Yang bener Bah?” kata Bundaku penasaran. “Ya bener toh ding, anaknya siapa dulu dong? Lama-lama tak cubit lho pipi kamu, kalau terus tanya-tanya.” canda Abahku. Bunda langsung mendekatiku dan bertanya-tanya soal kejadian tadi, dan rumah kami pun menjadi meriah dan penuh dengan kegembiraan. Sampai mata yang ngantuk ini membuat kebahagiaan itu tidak bisa berlanjut.

Keesokan paginya, seperti biasa aku berangkat sekolah dengan Abah. Setelah sampai di sekolah, tiba-tiba ada pengumuman. Ternyata pengumuman itu menyuruhkami para siswa-siswi untuk berkumpul di halaman depan sekolah. Ketika sampaidi halaman depan, aku terkaget-kaget. Aku melihat Pak Cipto bersama para personil polisinya datang dengan Pak Kepala Sekolah. “Perhatian semuanya, hari ini kita kedatangan tamu dari kepolisian, mohon semuanya untuk tenang. Marikita sambut Pak Cipto untuk maju ke depan.” sambut Pak Kepala Sekolah. “Selamat pagi anak-anak, salam sejahtera bagi kita semua.” Sambutan Pak Cipto. “Baiklah langsung saja. Kemarin putri saya mengalami kecelakaan di dekat sekolah sini. Namun ada anak yang pemberani dan berjiwa besar yang telah menyelamatkan nyawa putri saya. Untuk itu saya disini untuk berterima kasih kepadanya. Mohon anak yang kemarin saya temui maju ke depan” lanjut Pak Cipto menjelaskan tujuannya datang ke sekolah.

Semua siswa yang ada di lapangan saling bertatapan, mungkin mereka penasaran dengan orang yang telah menolong anak dari Pak Brigadir itu. Dengan perasaan agak malu dan bangga, aku maju ke depan. Semua orang menatapku. Aku berjalan menuju ke depan dengan diiringi tepuk tangan yang meriah. Sesekali aku menunduk sambil menutup mata untuk mengurangi rasa malu ku. Setelah sampai di depan, Pak Cipto menatapku sambil memberikan senyuman untukku. Pak Cipto memberiku sebuah penghargaan keberanian dan sejumlah beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang kuliah. Tiba-tiba ada yang menepuk bahuku dari belakang. Aku menoleh, ternyata beliau adalah Pak Alan. Ternyata Pak Alan memberikan sedikit sambutan untuk kami semua. “Pagi anak-anak! Kemarin saya dikagetkan oleh tindakan anak yang di samping saya ini. Saya mengenal anak ini baru 3 hari yang lalu, namun dia telah membuat saya kagum. Silahkan buat anda semua yang mau ditraktir, pasti Pak Cipto akan memberikan amplop untuknya.” kata Pak Alan sambil bercanda. Semua orang yang ada di lapangan itu tertawa lepas.

Tanpa aku sadari, ketika melihat deretan guru sebelah samping, aku kaget. Ternyata Abah dan Bundaku sedang melihatku. Bundaku menangis bahagia di pelukan Abahku, sedangkan Abahku tersenyum sambil manggut-manggut ke arahku. Pertemuan dengan Pak Alan yang dulunya orang miskin, membuatku menjadi sadar dan malu dengan kehidupanku saat ini. Memang benar apa yang dikatakan oleh Pak Alan.
“Miskin harus Bermartabat. Jika sudah kaya, harus Bermanfaat”.

Sungguh pertemuan dengan seorang Pak Alan yang luar biasa.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.196.68.10
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia