Tangan Yang Diatas

Bulan ramadhan adalah bulan yang paling di tunggu orang muslim. Bagi Farid, ramadhan tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari dia harus hidup sendiri tanpa ibunya yang telah meninggal enam bulan yang lalu, dan sekarang dia harus hidup susah di Jakarta. Baginya tak ada pilihan lain selain merantau ke Jakarta. Di kampungnya tidak ada keluarga ibunya yang peduli padanya. Keluarga ayahnya, dia tidak tahu. Ayahnya saja tidak pernah dia lihat sejak lahir. Ibunya hanya mengatakan jika dia ingin mencari ayahnya ia harus ke Jakarta.

Hidup di Jakarta memang sangat sulit. Segala Pekerjaan telah Farid kerjakan. Mulai dari bekerja sebagai kuli angkut, pelayan warteg sampai jadi buruh bangunan telah dia lakukan, tapi itu masih tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.

Suasana pagi Jakarta yang ramai, penuh banyak mobil yang terjebak macet, yang di dalamnya terlihat orang-orang kaya berdasi ingin menuju ke kantornya, membuat Farid merenungi nasibnya.
“Apakah aku bisa seperti mereka? kapan itu bisa terjadi? andai…”.
Lamunan Farid terhenti oleh suara beberapa pengamen yang mengamen di salah satu mobil yang terjebak kemacetan. Suara mereka tidak bagus tetapi mereka tetap di beri uang. Hal inilah yang membuat Farid enggan menjadi pengamen. Baginya apa bedanya pengemis dengan pengamen. Pengamen memang menyanyi tetapi jika suara tidak terlalu bagus dan tidak menghibur orang yang terjebak kemacetan, namun mereka memberi uang kepada kita karena kasihan melihat pakaian kita yang kumal dan udik. Itu secara tidak langsung sama dengan mengemis. Ibunya berpesan kepada Farid jika ia masih bisa bekerja untuk apa menyimpan tangan di bawah, tangan di atas lebih baik dari pada tangan yang di bawah.

Kali ini Farid mengalihkan pikirannya. Apa yang dapat ia kerjakan hari ini, uangnya telah habis untuk buka puasa bersama beberapa anak kecil yang senasib dengannya kemarin juga untuk sahur subuh tadi. Kembali ia memikirkan nasibnya yang sangat memprihatinkan. Tapi baginya semakin lama ia menyesal maka akan susah pintu rezekinya terbuka
Farid mulai melangkahkan kakinya dengan niat agar hari itu ia mendapat pekerjaan. Belum lama ia berjalan, ia melihat seorang nenek yang tasnya di ambil oleh dua preman jalanan. Farid kemudian berlari mengejar preman itu dan perkelahian pun tak bisa terhindarkan. Berbekal ilmu bela diri yang ia miliki, ia bisa mengalahkan kedua preman itu dan mengambil tas nenek itu kembali. Kemudian ia menghampiri nenek itu dan mengembalikan tasnya
“Maaf nek, ini tasnya”. Kata Farid sambil memberikan tas itu.
“Terima kasih cu”. Kemudian nenek itu membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang lalu memberikannya kepada Farid. ”Ini cu, sebagai tanda terima kasih nenek”.
“Terima kasih nek, saya membantu nenek dengan ikhlas karena sudah menjadi kewajiban saya untuk menolong sesama. Maaf ya nek”. Tolak Farid dengan lembut.
“Kalau begitu, apakah kamu butuh tumpangan? Mari ikut mobil nenek”.
“Sekali lagi terima kasih nek, saya rasa tidak perlu karena saya sedang ingin cari pekerjaan”.
“Siapa nama kamu nak?”.Tanya nenek itu.
“Farid nek, kalau nenek?”.
“Panggil saya nenek Rima, kebetulan saya sedang butuh orang untuk mengantarkan pesanan bunga di toko tapi hanya untuk dua hari karena salah seorang pegawai saya minta cuti. Bagaimana kamu mau?”.
“Tapi maaf nek, boleh saya minta gajinya harian saja?”.
“Boleh, Bisa mulai sekarang?”.
“Boleh”. Jawab Farid dengan penuh syukur.

Kemudian Farid dan nenek Rima menuju ke mobil. Seteleh mereka masuk mobil, mobil itu pun melaju kencang meninggalkan tempat tadi lau berhenti di salah satu toko bunga.
“Nah, ini toko nenek. Sekarang silahkan kamu masuk lalu temui pak Hilman, dia akan memberi tahu apa yang harus kamu kerjakan.Tadi nenek sudah telepon dia”.
“Terima kasih nek”. Kata Farid lalu diapun masuk. sesampainya di dalam ia di sapa oleh seorang lelaki bertubuh tinggi. “Kamu farid? Perkenalkan saya Hilman, manager toko ini”.
“Iya saya Farid. Apa yang harus saya kerjakan?”.
“Kamu bisa naik motor?”.
“Iya pak”.
“Kalau begitu tolong kamu antarkan bunga ke alamat ini. Kamu tahu kan?”. Kata pak Hilman sambil memberikan secarik kertas dan kunci motor.
“Iya pak. Kalau begitu saya pergi dulu”. Jawab Farid kemudian pergi.

Baru kali ini farid membawa motor di jalanan Jakarta. Sebenarnya di kampungnya dulu dia punya motor namun harus ia jual sebagai modal untuk pergi ke Jakarta. Ada perasaan takut dalam diri Farid ketika mulai membawa motor itu, tapi seiring laju motor, seketika itu juga rasa takut itu pergi. Tak terasa Farid sudah sampai ke alamat yang dituju. Rasa takut kembali menghampiri diri Farid. Dia tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada pelanggannya itu. Farid mencoba melawan rasa takutnya dengan membaca bismillah kemudian masuk. Tak lama setelah masuk ia pun keluar dengan raut wajah yang gembira dikarenakan tugas pertamanya sukses.

Kesuksesan Farid dalam tugas pertamanya membuatnya tidak takut lagi untuk menerima tugas berikutnya. Sampai sore hari, ia selalu disibukkan dengan pesanan bunga yang begitu banyak. Dan sebelum pulang, ia dan karyawan lain harus merapikan toko. Saat merapikan toko, ia di panggil oleh nenek Rima untuk menerima gajinya hari itu. Setelah itu Farid bergegas pulang, Tapi sebelum tiba di gubuknya, ia mampir terlebih dahulu ke pasar untuk membeli makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Sisa uang yang dimilikinya ingin ia simpan.

Sesampainya di gubuk, Farid merasa sangat terharu melihat empat orang anak kecil yang kini tinggal bersamanya. Mereka tak ada bedanya dengan dirinya, dan bahkan lebih malang darinya karena harus kehilangan orang tuanya dalam usia yang masih sangat belia.

Tak lama setelah ia sampai, kumandang adzan sebagai tanda waktu berbuka telah bergema. Farid dan keempat adik-adiknya itu berbuka kemudian shalat magrib bersama. Mereka tampak sangat rukun ibarat bersaudara kandung.

Keesokan harinya, Farid pergi ke toko bunga bersama salah seorang adiknya yang paling tua yakni Adit, sedang yang lain, Tyo, Imah dan Ayu hanya tinggal di rumah karena dilarang oleh Farid untuk pergi mengamen atau memulung seperti anak gelandangan lainnya.

Setelah sampai di toko, Farid dan Adit segera membersihkan toko dan menyusun berbagai jenis bunga yang baru datang ke raknya masing-masing. Kemudian ketika waktu menunjukkan pukul 08.00, mulailah Farid harus mengantarkan berbagai pesanan bunga yang telah masuk sejak toko belum dibuka. Farid mengerjakan semuanya dengan ikhlas. Ia merasa
sangat senang bekerja di toko itu. Namun sayang, hari itu adalah hari terakhir baginya untuk bekerja di sana.
Saat Farid mengantarkan pesanan bunga ke salah satu pelanggan toko yang berada cukup jauh dari lokasi toko. Farid merasa ada seseorang yang selalu mengikutinya. Sejak pagi hari orang itu telah mengikuti gerak-geriknya mulai dari gubuknya hingga ia mengantarkan bunga ke berbagai tenpat. Ia sempat melihat ciri-ciri penampilan orang yang mengikutinya itu. Terlihat oleh Farid orang itu sangat tidak asing baginya. Ia mencoba mengingat-ingat siapa dan kapan ia melihat orang itu. Tapi ia tetap melanjutkan pekerjaannya yakni mengantarkan bunga.

Setelah bunga yang Farid antarkan tiba ke tangan pembeli ia di berikan uang sebagai bonus baginya. Tapi dengan sopan Farid menolaknya “Maaf pak, saya tidak bisa menerima uang ini karena saya merasa tidak perlu menerima uang ini. Saya di gaji oleh bos saya sebagai hasil kerja saya, terima kasih”.
“Ini sebagai rasa terima kasih saya karena pekerjaan kamu sangat memuaskan. Saya memang selalu memberikan uang setiap orang yang pekerjaannya bagus. Dan saya akan merasa berdosa jika saya tidak menghargai hasil kerja orang lain. Ambillah uang ini”.
Akhirnya Farid menerima uang itu lalu segera pulang.

Ditengah perjalanan, Farid melihat seorang anak kecil yang duduk di depan sebuah toko mainan sambil menangis. Hati Farid tersentuh untuk menghampiri anak itu. “Kamu kenapa dik?”.
“Hari ini adik saya ulang tahun. Dia sangat menginginkan robot itu, tapi saya tidak punya uang untuk membelinya. Saya dan adik saya hanya tinggal di panti asuhan yang ada di seberang jalan sana”. Jawab anak itu dengan nada yang masih menangis sambil menunjuk sebuah robot yang terpajang di salah satu sisi toko yang dindingnya terbuat dari kaca.
Farid terdiam. Ia merasa wajib untuk menolong anak itu. Ia kemudian memeriksa saku celananya, dan disitulah ia menemukan sedikit uang yang ternyata cukup untuk membeli robot itu. Farid sangat bersyukur karena dengan uang yang diberikan pelanggan tadi ia bisa menolong anak itu. Farid lalu masuk ke dalam toko dan tidak lama kemudian ia keluar sambil membawa robot. “Ini untukmu, ambillah”. Kata Farid sambil menyerahkan robot yang dibawanya kepada anak itu.
“Terima kasih kak, adik saya pasti senang mendapatkan robot ini. Kalau begitu saya pulang dulu kak. Assalamu alaikum”. Kata anak itu dengan sangat gembira.
“Waalaikum salam”. Farid menjawab salam anak itu sambil melihatnya pergi dengan perasaan yang sangat gembira karena ia bisa membantu orang lain.

Farid melanjutkan perjalanannya. Tak lama kemudian ia tiba di toko. Namun, kini hari telah menjelang sore, pekerjaan Farid akan segera selesai dan besok ia akan menjadi pengangguran lagi. Ketika Farid hendak membersihkan toko, ia di panggil oleh nenek Rima untuk masuk ke ruangannya.
“Assalamu alaikum”. Kata Farid saat berada di depan ruangan nenek Rima.
“Waalaikum salam, silahkan masuk Farid”. Jawab nenek Rima
Alangkah terkejutnya Farid ketika ia masuk ke ruangan nenek Rima. “Bukankah anda orang yang mengikuti saya sejak pagi tadi?”. Kata Farid tanpa basa-basi kepada seseorang yang yang sangat ia yakini bahwa orang itulah yang selalu mengikutinya.
“Benar Farid, pak Usman inilah yang mengikutimu sejak tadi pagi. Dia ini supir saya. Saya menugaskannya untuk melihat pekerjaanmu dan ternyata pekerjaanmu sangat bagus dan memuaskan pelanggan-pelanggan saya. Karena toko ini semakin ramai, kami merasa membutuhkan seorang karyawan lagi dan kamu Farid saya harap kamu mau menjadi pegawai tetap disini. Bagaimana, kamu mau?”. Jawab nenek atas pertanyaan Farid kepada pak Usman.
“Alhamdulillah, saya mau nek. Terima kasih banyak nek”.
“Sama-sama Farid. Oh ya, di samping toko ini ada ada gudang yang sudah tidak di pakai. Kalau kamu mau, kamu bisa membersihkannya lalu menjadikannya hunian sementara dan juga kamu bisa menjaga toko ini 24 jam. Hari ini kamu bisa menempatinya, bagaimana?”.
“Saya mau nek, tapi saya punya empat adik angkat termasuk yang di luar itu. Boleh tidak mereka tinggal dengan saya di rumah itu?”.
“Boleh, terserah kamu. Ini kuncinya dan ini uang hasil kerjamu hari ini. Mengenai gaji, kamu mau yang bulanan seperti yang lain?”. Kata nenek Rima sambil kunci rumah dan uang kepada Farid.
“iya nek, saya tidak masalah karena saya sekarang sudah menjadi karyawan tetap disini. Sekali lagi terima kasih nek, kalau begitu saya ingin menyelesaikan tugas saya dulu lalu membersihkan rumah itu”.
“Baiklah, silahkan!”.
“Assalamu alaikum”.
“Waalaikum salam”.

Farid melanjutkan pekerjaannya. Ia merasa sangat bersyukur karena ia bisa memeiliki pekerjaan tetap dan rumah yang lebih layak. Setelah pekerjaanya selesai, ia meminjam motor toko yang biasanya ia pakai mengantarkan bunga untuk pergi menjemput adik-adiknya yang lain juga untuk mengambil barang-barangnya.

Farid dan adik-adiknya selesai membersihkan rumah itu sebelum waktu berbuka sehingga mereka bisa menempatinya mulai malam itu juga. Saat pagi hari, Farid segera membuka toko lalu merapikannya dengan di bantu oleh adik-adiknya.

Ketika pak Hilman datang, ia segera menyuruh adik-adiknya untuk pulang supaya tidak mengganggu pekerjaanya. Setelah sampai di toko, pak Hilman menyuruh semua karyawan untuk berkumpul karena ia ingin menyampaikan sesuatu.
“Teman-teman, tadi subuh bu Rima di bawa ke luar negeri untuk berobat karena penyakit jantungnya kambuh dan toko ini akan diawasi oleh putranya yaitu pak Ahmad. Juga mohon doanya agar bu Rima segera sembuh dan nantinya bisa berkumpul dengan kita lagi”.
Tak lama kemudian, seorang laki-laki yang ternyata adalah pak Ahmad datang. Ia kemudian di bawa ke ruangan bu Rima oleh pak Hilman. Setelah terjadi perbincangan pendek di antara mereka, mereka keluar kembali lalu pak Hilman memperkenalkan karyawan satu persatu. “Yang ini Iwan, ini Bima dan yang ini Farid, dia karyawan baru disini”. Kata pak Hilman sambil menunjuk para karyawan.
“Umur kamu berapa nak?”. Tanya pak Ahmad kepada Farid.
“Umur saya 19 tahun pak”. Jawab Farid.
“Seandainya istri dan anak saya selamat dari kecelakaan itu pasti dia itu sekarang sebesar kamu”. Kata pak Ahmad dengan suara lirih dan terkesan penuh sesal. “Ya sudahlah, sekarang kalian kembali bekerja”. Katanya lagi dengan suara yang tegas.

Setelah itu, Farid dan karyawan lainnya melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Dan sampai sore hari mereka tak melihat pak Ahmad sekalipun.

Tak terasa sudah satu minggu kendali toko di pegang oleh pak Ahmad dan selama itu pula nenek Rima tidak terlihat. Pada saat pagi hari, ketika Farid hendak membuka toko untuk merapikannya, ia mendengar suara seorang laki-laki yang menangis. Dan saat ia membuka pintu, betapa terkejutnya ia karena yang ada disana adalah pak Ahmad.
“Ada apa pak?, mengapa bapak menangis? Maaf kalau saya lancang, tapi saya ingin membuka toko”.
“Tidak apa-apa Farid. Saya mau minta tolong sama kamu, maukah kamu mendengarkan cerita saya, saya tidak tahu lagi harus menceritakan hal ini kepada siapa lagi. Tapi kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa”.
“Saya mau, tapi saya harus merapikan lalu membuka toko. Sekarang hampir jam tujuh”.
“Baiklah, tidak apa-apa. Tapi kalau setelah toko ini di tutup kamu maukan mendengarkan cerita saya ini sambil kita buka puasa bersama di rumah kamu”.
“Iya pak”.

Farid pun membuka toko lalu merapikannya dan tak lama kemudian toko menjadi ramai sampai sore. Sebelum sore pak Ahmad keluar meninggalkan toko dan sampai toko di tutup ia tak kembali juga.

Farid pulang ke rumahnya tepat lima menit sebelum berbuka. Ketika ia masuk, ternyata disana pak Ahmad telah datang dan membawa banyak makanan. Tepat ketika adzan berkumandang mereka buka bersama-sama. Setelah makan dan shalat magrib bersama, pak Ahmad memulai ceritanya kepada Farid.
“Sekitar 21 tahun yang lalu saya menikah dan dua tahun setelah itu istri saya hamil. Pada saat kehamilannya menginjak lima bulan, entah apa yang membuat saya bisa selingkuh dengan salah satu teman saya sendiri. Dua bulan kemudian, ketika saya pergi jalan dengan perempuan itu di sebuah supermarket, istri saya ternyata ada disana dan memergoki saya. Setelah melihat kejadian itu istri saya lari pulang ke rumah dan kemudian pergi membawa barang-barangnya. Dia pulang ke kampungnya di Purworejo dengan menggunakan bus. Saya lalu mengikuti bus itu dan sebelum bus masuk ke daerah Purworejo, bus oleng dan masuk jurang. Semua penumpang bus itu tewas. Tetapi saya tidak menemukan jenasah istri saya. Dan pada akhirnya, kurang lebih satu minggu setelah itu ada sesosok mayat perempuan yang di temukan, namun sudah tidak bisa di kenali lagi. Tapi karena dari semua penumpang hanya istri saya yang belum ditemukan, jadi saya sangat yakin bahwa mayat itu adalah istri saya. Karena saya sangat menyesal terhadap kejadian ini dan sampai hari ini saya belum menjalin hubungan khusus dengan seorang wanita meskipun ibu saya telah menyuruh saya menikah”.
“Bapak sabar saja, pasti ada hal lain yang digariskan Allah kepada bapak”. Kata Farid yang mencoba menghibiur pak Ahmad yang telah meneteskan air mata penuh penyesalan. Setelah itu mereka pun larut dalam perbincangan yang begitu hangat sampai masuk waktu isya.

Selesai shalat isya dan tarawih, pak Ahmad meminta kepada Farid agar diizinkan untuk menginap di rumahnya. Oleh Farid, pak Ahmad diizinkan. Keesokan harinya pak Ahmad
mengajak Farid untuk mengunjungi makam istrinya. Hari itu adalah hari minggu sehingga toko tidak dibuka, jadi Farid bisa pergi kemanapun ia mau saat itu dan Farid pun menyetujui ajakan pak Ahmad.

Sebelum mereka pergi, mereka mengambil bunga lebih dulu, Mereka berangkat dengan menggunakan mobil pak Ahmad. Setibanya mereka disana, mereka langsung bergegas masuk ke area pemakaman. Ketika mereka belum sampai tujuan, ada seseorang yang memanggil Farid. Farid menoleh ke sumber suara dan ternyata orang yang memanggilnya adalah paman Hasan, sepupu ibunya
“Jadi kamu sudah bertemu ayahmu?”. Tanya paman Hasan kepada Farid.
“Belum, kenapa bilang begitu?”. Farid balik bertanya.
“Anda Ahmad kan? Suaminya Mira”. Paman Hasan bertanya kepada pak Ahmad.
“iya, anda mas Hasan?”. Pak Ahmad juga bertanya.
“iya, kamu kemana saja selama ini? Mira hidup sendiri dan membesarkan Farid sendiri. Kamu pasti sudah menikah dengan perempuan itu kan?”
“Sampai hari ini saya belum menikah. Apa Mira selamat dari kecelakaan itu?”.
“Kecelakaan yang mana?” Paman Hasan merasa bingung.
“Dia pulang ke Purworejo naik bus dan bus itu kecelakaan. Semua penumpang bus tewas. Dan jenasah Mira saya makamkan disini. Sekarang saya mau ziarah”.
“Mira tidak jadi naik bus karena saat dia mau ke terminal, dia bertemu dengan temannya yang juga ingin pulang ke Purworejo. Jadi mereka pulang ke Purworejo naik mobil temannya itu. Sekitar dua bulan setelah sampai, dia melahirkan dan ini anak yang dilahirkan Mira”. Kata paman Hasan sambil memegang bahu Farid.
Tanpa berkata-kata apapun Farid dan pak Ahmad berpelukan dengan penuh haru. “Kamu tidak boleh bekerja di toko lagi dan kamu harus tinggal dengan ayah di rumah kita”.
“Tapi ayah bagaimana dengan adik-adikku? Bolehkah mereka tinggal bersama kita?”.
“Boleh, kamu sekolah sampai jenjang mana nak?”.
“Ibu menyekolahkanku sampai SMA”.
“Kalau begitu kamu harus kuliah dan adik-adikmu juga harus sekolah. Maafkan ayah nak, selama ini ayah tidak tahu kalau ibumu masih hidup. Lalu ibumu dimana sekarang?”.
“Ibu telah meninggal sekitar enam bulan yang lalu”. Farid menjawab pertanyaan ayahnya dengan penuh kesedihan.
Pak Ahmad kembali menangis “Farid, ayah terlambat untuk minta maaf kepada ibumu”.
Mereka kembali berpelukan. Paman Hasan ikut menyaksikan bagaimana pertemuan seorang anak dengan ayahnya yang sejak lahir tak pernah ia lihat. Namun paman Hasan tidak bisa berlama-lama karena masih ada urusan. Farid dan ayahnya sangat berterima kasih kepada paman Hasan karena telah memberi tahukan mereka tentang adanya hubungan antara mereka.

Setelah itu Farid dan ayahnya bergegas pulang dan tak jadi berziarah kubur. Mereka pulang dengan wajah yang sangat bahagia. Tujuan mereka adalah toko karena mereka ingin menjemput adik-adik Farid. Tanpa mereka duga di depan toko telah berdiri seorang wanita tua yang tak lain adalah nenek Rima. Tanpa basa-basi pak Ahmad memeluk ibunya.
“Alhmdulillah, ibu sudah sehat. Bu, aku telah menemukan anakku. Ternyata Mira tidak ada dalam kecelakaan itu dan Farid ini adalah anak kami”.
“Syukur kalau begitu. Ibu sangat senang mendengarnya”. Ketiganya pun saling berpelukan dengan penuh haru dan bahagia.
Akhirnya Farid bisa menemukan ayahnya karena kebaikannya menolong nenek Rima, neneknya sendiri dan ia tidak mau menerima uang yang di berikan nenek Rima karena baginya tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.92.180.46
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia