Joni dan Galah Istimewa

Di sebuah desa kecil di suatu kerajaan, tinggallah empat bersaudara yang hidup tanpa orangtua. Dani adalah anak sulung yang paling bijaksana dan menjadi pemimpin bagi adik-adiknya, Samsul adalah anak kedua yang paling pandai dan berotak cerdas, kemudian Rudi, anak ketiga yang serakah, namun ambisius dan memiliki kemauan kuat, dan terakhir, anak bungsu dari empat bersaudara tersebut adalah Joni. Ia dilahirkan dalam keadaan cacat dimana matanya mengalami kebutaan. Ia hanya dikandung selama tujuh bulan oleh ibunya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan saat mengandung Joni. Beruntung, Joni selamat meski lahir dengan ketidaksempurnaan itu.
Untuk hidup, keempat kakak beradik itu bekerja di perkebunan buah milik kerajaan. Mereka selalu rajin dan kompak dalam bekerja. Namun upah kerja mereka sangatlah minim dan hanya cukup untuk makan. Oleh karena itu, mereka hidup dalam kondisi miskin di sebuah rumah sederhana.
Suatu hari, mereka sedang bekerja di kebun. Sekarang adalah musim mangga. Mereka bekerjasama memanen mangga.
“Huh! Kak, aku lelah. Bolehkah aku beristirahat sejenak?” keluh Rudi sambil menyeka keringat di dahinya. Tahun ini, perkebunan mangga diperluas sehingga panen pun melimpah ruah. Para pemetik buah harus bekerja keras untuk memanen mangga dari setiap pohon.
“Baiklah, kakak juga lelah. Kita bekerja keras sejak pagi, kita butuh istirahat sejenak.” ujar Dani. “Samsul! Joni! Berhentilah bekerja! Mari beristirahat sejenak!” panggil Si sulung. Ia mengambil empat buah mangga dari keranjang dan membawanya ke sebuah pohon mangga tua yang berdaun lebat dan teduh. Rudi mengikutinya dari belakang.
“Sebentar lagi, kak! Nanti aku akan menyusul.” sahut Joni sambil tetap meraba-raba pohon, mencari buah mangga sementara Samsul turun dari pohon dengan melompat, kemudian berjalan menuju kedua saudaranya.
“Aduh, kak! Capek aku kalau terus begini. Aku sudah bosan dengan pekerjaan memetik buah. Kita bekerja sepanjang tahun, tetapi hanya mendapat upah sedikit. Andai aku menjadi seorang pangeran. Hidupku pasti tidak susah seperti ini” Rudi kembali mengeluh.
“Adikku, memang benar yang kau katakan, tetapi kita tidak memiliki pilihan. Ini juga karena kesalahan kita di masa lampau. Seharusnya kita tidak menghambur-hamburkan harta warisan ayah dan ibu.” kata Dani sambil mengupas kulit mangga dengan pisau.
“Ini semua karena kau Rudi! Kalau saja dulu kau tidak membeli kuda, kita pasti masih memiliki uang banyak. Sekarang, kudamu pun kabur entah kemana.” sahut Samsul.
“Tapi kakak juga dulu membeli banyak buku, hingga sempit rumah kita penuh buku-buku. Sekarang pun kakak sudah tidak menggunakannya lagi bukan? Buku-buku itu sudah menumpuk seperti sampah, kak!” ujar Rudi.
“Apa katamu? Buku itu sumber ilmu. Kudamulah sampah sebenarnya!” bentak Samsul.
“Sudahlah, adik-adikku! Janganlah kalian bertengkar! Toh dengan bertengkar uang kita tidak akan kembali. Lebih baik kita ambil pelajaran dari kesalahan kita, untuk tidak menghambur-hamburkan uang.” kata Dani bijak. “Mangga ini sudah selesai kukupas. Sekarang makanlah!”
Joni belum beranjak dari pohon. Ia masih berusaha mencari mangga di sebuah pohon mangga yang rendah.
“Hei, Joni! Apa yang kau lakukan di pohon itu? Sudah tidak ada satupun mangga tergantung disitu. Kemarilah, istirahat sejenak sambil menikmati mangga yang manis!” seru Dani memanggil Joni.
“Dasar bodoh! Mengapa dia repot-repot menjangkau ranting-ranting pohon, padahal sudah tidak ada mangga tergantung disitu?” celetuk Rudi.
“Hush! Joni lebih baik daripada kau yang kerjanya lamban.” sindir Samsul kepada Rudi. Rudi hanya menggerutu dalam hati.
Joni pun menghampiri ketiga kakaknya yang sedang asyik menyantap buah mangga. Ia duduk di sisi luar bayangan pohon. Kemudian Dani mengangkat tubuh mungilnya mendekati batang pohon.
“Duduklah disini! Lebih sejuk dan teduh.” kata Dani. “Jon, mangga yang tersisa hanya yang berukuran kecil. Tunggulah sebentar sementara aku mengambilkan buah mangga yang lebih besar.”
“Tidak usah repot-repot, kak! Sedikit buah mangga pun sudah cukup untuk mengganjal perutku.” kata Joni.
Kemudian Dani mengupas mangga untuk Joni. Joni pun menyantap buah mangga kecil itu dengan riang. Setelah beristirahat, mereka berempat kembali bekerja hingga petang.
Keesokan harinya, raja mengumumkan tentang penyelenggaraan sebuah perlombaan bagi para pemetik buah. Tiga orang pemetik buah yang paling banyak memetik mangga akan mendapat hadiah. Perlombaan dilakukan secara perorangan dan dimulai lusa nanti selama seharian.
Dani, Samsul, Rudi, dan Joni pun tertarik untuk mengikuti perlombaan ini. Dani pun menyusun strategi bersama adik-adiknya untuk memenangkan perlombaan. Mereka berharap dapat memperoleh hadiah demi memperbaiki hidup mereka.
“Adik-adikku, ini adalah kesempatan kita untuk mendapatkan kehidupan seperti dulu. Kita harus berjuang untuk memenangkan lomba itu. Besok kita harus berlatih memetik mangga dengan cepat.” kata Rudi.
“Benar, kak! Kita harus memenangkan lomba. Aku akan berusaha sekuat tenaga!” ujar Rudi semangat.
“Iya, kak! Aku juga akan berjuang dengan seluruh kemampuanku!” ujar Samsul menimpali perkataan Rudi.
Hanya Si bungsu Joni yang membisu. Karena tidak dapat melihat, ia akan kesulitan memetik mangga dengan cepat. Tetapi dalam hatinya, ia juga bertekad untuk bekerja dengan sebaik-baiknya.
Sebagai kakak yang baik, Samsul berniat membantu Joni. Samsul pun berpikir keras untuk menciptakan alat yang dapat memudahkan Joni dalam memetik mangga.
Di hari berikutnya, Samsul tidak ikut bekerja memetik buah mangga. Ia tinggal di rumah untuk menciptakan alat bantu untuk adik bungsunya. Joni yang sadar kakak keduanya sedang berusaha membantu dirinya pun berusaha keras memetik mangga dengan cepat untuk mendapat upah harian lebih banyak dari biasanya. Uang itu nantinya akan diberikan sebagian untuk kakaknya, Samsul.
Kebanyakan para pemetik buah hanya bekerja setengah hari. Mereka memiliki pekerjaan lain dan menjadikan pekerjaan ini sebagai kerja sampingan. Namun Dani, Samsul, Rudi, dan Joni menggantungkan dirinya pada pekerjaan ini. Mereka pun sangat terampil dan cekatan dalam memanjat pohon, memilih buah yang sudah masak, dan memetiknya dengan cepat.
Joni yang mengalami kebutaan hanya dapat memetik buah mangga dari pohon yang agak rendah. Ia telah mengenal kebun secara detail, mulai dari letak pohon-pohon mangga yang tinggi dan rendah, pohon yang berbuah lebat, pohon yang buahnya masam dan berbagai karakteristik pohon mangga yang berbeda-beda. Ia mengenali pohon dengan indera penciumannya yang peka. Aroma harum buah mangga begitu dikenalinya. Kualitas buah mangga pun dapat diseleksi dengan mencium aromanya. Meski memiliki modal berupa kepekaan penciuman, Joni tetap kesulitan karena penglihatan merupakan syarat utama untuk memetik buah.
Hari itu, Dani, Rudi, dan Joni bekerja hanya sampai sore hari. Mereka menyimpan tenaga sebagai persiapan untuk perlombaan esok hari. Malam harinya, mereka berkumpul untuk berdoa bersama. Di malam itu pula Samsul menyelesaikan alat bantu untuk Joni, berupa galah yang terbuat dari pipa lebar yang tidak terlalu panjang. Di ujungnya terdapat corong logam dengan bagian pinggir mulutnya diasah hingga tajam. Dengan alat ini, Joni hanya memasukkan mangga yang menggantung di pohon ke dalam corong, kemudian memiringkan galah hingga tangkai buah menyentuh pinggiran corong, dan mangga pun jatuh masuk ke dalam corong yang selanjutnya masuk ke saluran pipa dan diarahkan masuk ke keranjang. Joni pun begitu senang atas bantuan kakaknya, Samsul. Ia juga kagum atas kecerdikan kakaknya itu.
Pada hari perlombaan, empat bersaudara itu datang dengan bersemangat. Mereka datang paling pagi ke perkebunan. Mereka pun menunggu dimulainya lomba yang bertepatan dengan terbitnya matahari.
Para pemetik buah lain mulai berdatangan. Ratusan orang berkumpul di gerbang kebun, menunggu terbitnya matahari. Pengawas lomba yang terdiri dari pengawal kerajaan pun bersiap di belakang pintu gerbang.
Cahaya mulai tampak di ufuk timur. Semua orang di kebun mulai berdesakan ingin bergegas masuk. Kini Sang Surya mulai menampakkan wajahnya. Pengawas mulai membuka pintu gerbang dengan perlahan. Para pemetik buah yang tidak sabar pun menerobos celah gerbang dan berlarian menghampiri pohon-pohon mangga di kebun luas itu. Dani, Samsul, dan Rudi pun demikian, namun Joni terpisah dari mereka. Ia terdorong-dorong dalam kerumunan yang berlarian memasuki kebun.
Ratusan peserta lomba langsung memetik buah mangga dengan cepat, bahkan daun-daun pun berguguran karena pohon ditunggangi beberapa orang sekaligus, diguncang-guncang, dan disabet-sabet dengan galah.
Joni berlari melewati orang-orang yang bersusah payah memetik mangga menuju lahan perkebunan bagian belakang. Pepohonan mangga di situ belum tersentuh pemetik mangga lain. Buah-buahnya pun masih banyak dan harum. Joni dengan mudah mendeteksi letak buah mangga dengan penciumannya, kemudian memetiknya dengan galah istimewa miliknya.
“Kedengarannya semua orang bekerja sangat gigih. Aku harus bekerja lebih keras dari mereka!” pikirnya dalam hati.
Mentari telah sampai di puncak langit. Siang hari yang panas menjadi tantangan bagi para peserta lomba. Satu persatu mereka kelelahan dan memilih berhenti bekerja untuk beristirahat di bawah pohon.
Joni yang bermandi peluh menghiraukan teriknya matahari. Ia tidak melihat peserta lain yang beristirahat, ia hanya konsentrasi pada pohon mangga yang sedang dihadapinya.
Hari menjelang sore, jumlah pemetik buah yang tersisa semakin berkurang. Dani, Samsul, dan Rudi masih bekerja. Mereka belum puas dengan belasan keranjang berisi buah mangga yang mereka kumpulkan masing-masing. Namun akhirnya mereka dilanda kelelahan.
“Kakak! Aku sudah tidak kuat lagi. Aku lelah setengah mati!” keluh Rudi. Ia duduk di antara keranjang-keranjang penuh buah.
“Hanya itukah kemampuanmu? Janganlah menyerah secepat itu! Kehidupan yang lebih baik sudah menanti kita.” kata Dani dari atas pohon mangga.
“Aku juga capek, kak! Aku hampir kehilangan napas. Lebih baik aku menyudahi ini.” ujar Samsul dengan terengah-engah.
“Kak, lihatlah peserta lain! Jumlah mangga yang mereka dapat hanya beberapa keranjang. Aku rasa mangga yang kita dapat jauh lebih banyak.” Rudi menunjuk ke keranjang-keranjang para pemetik buah lain.
“Baiklah, kalau begitu kita istirahat sambil menunggu sampai proses penghitungan dimulai.” Dani pun turun dari pohon dan duduk di samping Rudi.
“Oh, iya. Joni dimana, kak?” tanya Samsul sambil melihat sekitar.
“Hah? Aku baru sadar, sejak tadi Joni tidak bersama kita! Kemana dia, ya?” Dani balik bertanya.
“Sudahlah, mungkin saja dia sedang istirahat di tempat lain, atau pergi membeli minuman.” sahut Rudi.
Mereka pun beristirahat di pohon hingga matahari mulai terbenam. Sementara itu, Joni yang berada jauh dari mereka masih giat memetik mangga. Tanpa disadarinya, ia telah mengumpulkan sekitar tiga puluh keranjang buah mangga.
Mega merah mulai datang menghiasi langit senja. Mentari pun terbenam di balik pepohonan mangga. Pengawas lomba mengumumkan bahwa perlombaan telah berakhir dan akan dimulai sesi penghitungan buah mangga. Penghitungan dilakukan berdasarkan jumlah buah mangga yang mereka dapat.
Petugas penghitung mendatangi perkebunan dan menghampiri setiap keranjang yang berlabel nomor sesuai nomor masing-masing peserta lomba. Peserta lomba dikumpulkan ke aula istana untuk menunggu pengumuman pemenang. Joni datang terakir dan duduk paling belakang karena perjalanan yang ditempuhnya lebih jauh, namun ia beruntung karena seorang pengawas lomba baik hati bersedia menuntun pemuda buta tersebut.
.Penghitungan membutuhkan waktu cukup lama karena banyaknya jumlah peserta. Sampai larut malam, mereka masih menunggu sambil bercakap-cakap.
Beberapa waktu kemudian, Sang Raja datang dengan dikawal dan kemudian naik ke mimbar yang tingginya sekitar dua meter. Ia menyampaikan beberapa patah kata sebagai sambutan, selanjutnya ia akan mengumumkan pemenang lomba memetik buah.
“Sebelum mengumumkan pemenang, aku ingin berterimakasih kepada kalian atas pengabdian kalian kepada kerajaan. Kalian telah bekerja dengan sangat keras, aku menghargai kegigihan kalian. Untuk itu, aku akan menaikkan upah pekerja kebun sebesar dua kali lipat!” kata Sang Raja lantang.
Seluruh hadirin di aula pun bersorak girang. Mereka begitu senang atas keputusan Raja. Dengan ini, kesejahteraan mereka akan membaik.
“Baiklah, sekarang aku akan menunjukkan hadiah yang akan diperoleh oleh tiga pemenang lomba. Ini dia!!!”
Kemudian tiga orang pelayan kerajaan membawakan tiga kotak misterius yang diletakkan di atas meja di depan mimbar. Tiga kotak itu ada yang besar, ada yang kecil, dan ada yang berukuran sedang.
“Siapakah tiga orang beruntung yang akan mendapatkan hadiah-hadiah ini?”
Raja kemudian mengambil selembar kertas dan membacanya. Seluruh peserta lomba menjadi tegang. Mereka berharap menjadi pemenang.
“Hadirin sekalian, pemenang lomba ini ternyata dari tiga bersaudara. Pemenangnya adalah peserta nomor 142, 143, dan 144 yaitu Dani, Rudi, dan Joni dari keluarga Bapak Darman!”
Dani, Rudi, dan Joni sangat gembira. Mereka berteriak kegirangan. Joni yang duduk di belakang berulang kali mengucap syukur. Dani maju ke hadapan Raja. Postur tubuhnya yang kekar dan tinggi memukau peserta lain. Rudi yang berjalan di belakangnya pun tidak henti-hentinya melompat riang, sedangkan Joni berjalan perlahan dari belakang sambil membawa galah miliknya.
Ketiganya berdiri sejajar di depan meja, menghadap mimbar.
“Aku bangga kepada kalian, tiga bersaudara yang mengabdi dengan sepenuh hati. Sekarang kalian akan mendapatkan penghargaan atas pengabdian kalian. Di depan kalian ada hadiah berupa barang-barang berharga. Silakan kalian ambil hadiah yang kalian suka!” Raja mempersilakan Dani, Rudi, dan Joni mengambil kotak di depan mereka.
Dengan seketika, Dani dan Rudi menyambar kotak itu. Tangan Joni meraba-raba meja mencari kotak terakhir. Akhirnya ia pun mendapat kotak yang paling kecil. Dani memilih kotak hitam yang berukuran sedang, tetapi paling berat. Sedangkan Rudi mengambil kotak warna-warni yang ukurannya paling besar.
“Baiklah, masing-masing dari kalian telah memegang hadiah. Dani sebagai juara pertama, boleh membuka hadihnya terlebih dahulu.” perintah Sang Raja.
Dani membuka kotak berat itu, kemudian ia terkejut karena isi kotak itu adalah sebuah peti berisi ratusan koin emas. Ia pun sangat gembira.
Kini giliran Rudi sebagai juara dua untuk membuka hadiah. Namun ia bingung karena di dalam kotak besar itu masih terdapat kotak yang di dalamnya ada kotak pula. Akhirnya setelah membuka lima lapis kotak yang membungkus hadiahnya, ia menemukan sebuah peti berukuran lebih kecil dari milik kakaknya yang berisi ratusan koin perak.
Terakhir, Raja memerintahkan Joni membuka kotak hadiah kecilnya. Dengan sabar Joni membuka kotak itu, dan didapatinya sebuah gulungan kertas. Karena buta, ia tidak dapat membaca kertas tersebut. Kemudian dengan cepat Rudi menyambar kertas itu.
“Hahaha… Apa yang kau dapat ini? Secarik kertas tak bergunakah?” ejeknya.
Rudi pun membuka gulungan kertas kecil itu dan membacanya.
“Ada tulisan di kertas ini, isinya ‘SELAMAT, ANDA MENDAPAT SEBIDANG KEBUN BUAH MANGGA SELUAS 5 HEKTAR!’ Apa? Mengapa hadiahnya lebih besar? Ini tidak adil!” Rudi tidak terima karena adiknya mendapat hadiah yang jauh lebih besar dari hadiah yang ia dapat.
“Baginda, sebenarnya dia telah berbuat curang! Dia tidak pantas menerima hadiah ini! Lihatlah galah yang dibawanya! Itu berbeda dengan galah yang dipakai peserta lain!” bentak Rudi.
“Tetapi peraturan tidak melarang peserta menggunakan galah seperti itu,” kata Raja tegas.
“Apa? Kau ini Raja yang tidak adil!” Rudi kembali memprotes.
“Apa katamu? Penjaga, kirim anak kurang ajar ini ke penjara!” Sang Raja mmenjadi marah.
Dani dan Joni tidak berkata apa-apa. Mereka tidak berani menentang perintah Raja. Begitu pula dengan Samsul. Ia hanya tertunduk sedih.
Penjaga istana pun membawa Rudi keluar istana. Rudi memberontak, namun ia tidak dapat keluar dari cengkeraman tangan penjaga yang memegangi lengannya.
“Hei, anak yang sedari tadi menunduk. Namamu Joni, benar?” tanya Raja.
“Benar, Baginda.” jawab Joni singkat.
“Mengapa engkau menggunakan galah yang berbeda dari peserta lain?”
“Sebenarnya hamba ini buta, Baginda.” Joni mengangkat kepalanya, hingga Raja dapat melihat matanya yang buta. Sejenak kemudian Raja menitikkan air mata.
“Aku terharu atas kegigihanmu dalam bekerja, walau mengalami kekurangan fisik.” kata Raja sambil mengusap air matanya. “Sebenarnya aku memiliki putri yang tidak bisa melihat sepertimu. Namun selama ini aku merahasiakannya.”
Segenap hadirin kaget, mereka tidak percaya pada ucapan Raja. Selama ini mereka mengetahui bahwa Sang Raja hanya memiliki satu orang putra.
Kemudian datanglah seorang Putri ke ruangan itu. Dialah Putri Luna! Dengan hati-hati ia menaiki mimbar dan berdiri di samping Raja. Ia sangat cantik dengan mengenakan gaun berwarna putih.
“Wahai Joni, aku belum menemukan jodoh untuk putriku. Maukah engkau menikahinya?” pinta Sang Raja.
“Ampuni hamba, Baginda Raja. Sesungguhnya aku bersedia menikahi Tuan Putri, namun dengan satu syarat.” tutur Joni sopan.
“Apa yang kau minta? Katakanlah!”
“Tolong bebaskan kakak hamba, Rudi. Maafkanlah ia!” pinta Joni
Sang Raja berpikir sejenak. Kemudian ia mengangguk tanda setuju. Rudi akan dibebaskan.
Raja pun menutup acara itu, dan peserta yang hadir bergegas pulang. Joni, Dani, Samsul, dan Rudi tinggal satu malam di istana untuk perencanaan pernikahan Joni dengan Putri Raja. Akhirnya diputuskan, Joni dan Putri Luna akan menikah minggu depan.
Joni merasa sangat senang. Ia akan tinggal di istana, dan kakak-kakaknya akan dibuatkan rumah besar dan diberikan sebidang kebun dan peternakan. Rudi pun berubah menjadi lebih baik. Ia tidak lagi dengki, sombong, dan meremehkan orang. Keempat bersaudara itu pun hidup bahagia dalam lindungan kerajaan.

Nama Penulis: Muhammad Labib Naufaldi

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.224.138.120
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia