Sandiwara Cinta

“Sudahlah, bunuh saja aku sekarang, daripada aku harus membunuh diriku sendiri dan aku berdosa. Sudah bunuh saja aku, aku tak lagi berarti dalam hidupmu!” pekik Anne membahana.
“Jangan sampai tanganku terkotori darahmu. Aku tak ingin sampai kamu harus mati di tanganku, sadarkah kamu, sampai sekarang aku tetap mencintaimu, dirimu tetap di hatiku meski kita tak lagi bersama!!.” Balas Randi dengan suara menggelegar.
“Tapi, aku tak lagi ingin lebih lama menderita hidup dengan dia, lebih – lebih tanpamu.”
“Tak usah kau hiraukan aku, kalau kau mau pergi silahkan pergi saja. Aku tak mengapa.”
“Coba pahami aku!! akupun sama, tak ingin semua ini terjadi.”
“Sudahlah, kita terima takdir ini! aku akan pergi.”
Keduanya menjauh, akhir yang tragis, cinta mereka tak bersatu. Namun walau begitu tepuk tangan penonton membahana dan riuh, Aku puas dengan akting mereka berdua, mereka aktor dan aktris yang aku pilih sendiri, aku cari sendiri. Aku latih sendiri. Aku ajari mereka bagaimana akting natural, meski aku lihat akting mereka masih jauh dari kata natural, tapi aku kagum dengan kecepatan mereka menghapalkan dialog yang bahasanya bukan bahasa mereka gunakan sehari – hari.
Kenalkan namaku Fikri, aku adalah seorang mahasiswa semester akhir yang masih enggan mengakhiri masa studiku dan lebih asik mengajarkan ilmu yang aku pelajari secara otodidak ini. aku sangat menyukai dunia akting, dunia seni peran, dunia sandiwara. Di dunia itu aku juga mempelajari banyak hal lain seperti tata lampu, tata suara, tata musik, penulisan skenario, dan lain – lain.
Aku seperti seseorang yang sengaja menghindari dunia nyataku, aku seperti lari dari kenyataan hidupku. Aku seperti kehilangan dunia nyataku sehingga harus berlarian mencari dunia lain yang bisa aku buat bersandar. Dunia ini adalah panggung sandiwara, makanya aku sama sekali tak merasa berlari ke dunia lain, aku tetap pada duniaku, dunia yang lebih sandiwara.
“Mas Fik, gimana aktingku?” tanya Anne mengagetkanku.
“Baik.” Jawabku pelan.
“Lempeng banget responnya, kesel deh.”
“Terus mas harus bilang apa? wow gitu?”
Dia tergelak, manis. Aku tak ingin menatapnya lekat, karena dengan menatapnya berarti aku harus mengingat dia lagi, kakak kandungnya yang telah tiada. Kakak kandungnya yang harusnya kini mungkin sudah sama – sama mencari pekerjaan di bank atau kantor – kantor keuangan dengan dia, karena kita janji akan lulus bareng. Tapi?
“Aku nggak suka ama aktingnya Randi, datar banget.” Ucapnya sambil memanyunkan bibirnya.
“Kenapa bilang gitu?”
“Masak mas nggak bisa lihat, sih? Dari tadi itu matanya dia nggak ke aku, entah kemana.”
“Tapi aku salut sama kalian berdua yang sudah bisa membuat pementasan kali ini sangat seru dan semarak, terima kasih ya.”
“Mas Fikri ingat Mbak Nani ya?”
Aku mengangguk pelan, dia seperti merasakan apa yang aku rasakan. Dia terpekur, airmatanya menggantung di pelupuk matanya. Aku tahu kita semua kehilangan Nani, kenapa semua harus terjadi. Kenapa?
“Mbak Nani mungkin sudah bahagia di alam sana. tapi Mbak Nani juga bakalan sedih lihat Mas Fikri terus – terusan lari dari masalah gini? Ayo, mas. coba sedikit sadar! Dunia tak selebar daun kelor. Kamu harus berani menghadapi kenyataan kalau mbak Nani meninggal dan nggak akan balik lagi.”
“Tapi aku merasakan Nani masih setia menemaniku.”
“Cinta mbak Nani buat Mas Fikri itu palsu, dia nggak cinta sama kakak. Kenapa kakak nggak bisa ngelupain dia?”
“Aku terlalu cinta pada dia.”
“Susah ngomong sama mas Fikri ini!” bentaknya seraya pergi meninggalkanku.

“Di saat lelah gini emang paling enak ya bersandar di bahumu, Fik.”
“Nani, kamu harus tahu, kita nggak bisa terus – terusan begini. Kamu bukan pacarku.”
“So why?”
“Kamu nggak mikirin perasaanku, perasaan Toni juga? Kita sahabatan, Nan. Aku nggak ingin buat hatinya kecewa karena kedekatan kita.”
“Kan dia lebih beruntung dari kamu, lagian aku juga sejenak doang bersandar di bahumu.”
“Kamu juga nyakitin aku, Nan. Kamu seperti ngasih aku harapan palsu.”
“Kenapa kamu masih ragu tentang cintaku sih?”
“Jelas, kamu tak pernah menunjukkan niat baik dan sepertinya ingin membuat masalah antara aku dan Fathoni.”
“Kita harusnya menikmati momen ini tanpa harus menyebut namanya. Kamu harusnya banyak – banyak doa saja semoga cinta kita bisa kekal abadi, kita bisa bersatu walau kita tak ada ikatan.”
“Sampai kapan? Kau bagi cintaku dan cintanya?”
“Aku tak tahu, Fikri. Mungkin sampai aku mati.”

“Toni! Ton! Dengerin dulu! semua ini nggak seperti yang kamu lihat, diantara kita. . . .” Toni menonjokku keras, aku terpelanting jauh. aku tak lagi dapat melihat apa yang diperbincangkannya dengan Nani, hanya sayup – sayup terdengar.
“Kenapa kalian tega menghianati gue? Apa salah gue sama kalian? Selama ini kalian ternyata menipu gue? Jelas gue nggak bisa terima yang kayak gini! Gue doain siapapun diantara kalian bakalan kualat sama gue, karena udah nipu gue, nusuk gue dari belakang!” hardik Fathoni beberapa waktu lalu.
Kata – kata itu masih menari – nari di ingatanku. Hingga hari ini aku tak habis pikir, kita kena tulah dari perbuatan terlarang itu. aku harus kehilangan semangat buat hidup sedangkan Nani kehilangan hidup. Cinta terlarang yang kita sebar benihnya harus layu sebelum akhirnya mekar. Hati ini perih terasa, kehilangan sahabat kehilangan cinta.
Seharusnya aku tak tergoda dengan rayuan Nani. Harusnya aku menjaga keutuhan persahabatan diatas segala – galanya. Harusnya, tapi kini nasi sudah menjadi bubur bahkan menjadi aking. Tak lagi ada yang dapat diperbaiki. Fathoni sudah jauh lebih sukses dan beruntung dibandingkan aku, dia juga kabarnya sudah bertunangan dengan pemenang kontes kecantikan tahun lalu yang tak lain adalah putri pemilik sebuah bank nasional yang cantik dan cerdasnya tak perlu diragukan lagi?
Aku bandingkan dengan hidupku? Jauh. dapat kerja yang pas saja belum. Apalagi dapat pacar baru yang luar dalam sempurna seperti yang didapatkan Fathoni? aku menyesali perbuatanku itu. perbuatan yang salah dan terkutuk itu.

“Mas Fikri, siapa yang pantas aku pilih. Persahabatanku atau cintaku.” Tegur Anne.
“Sahabat.” Jawabku pasti.
“Why?”
“Nggak ada alasan. Jangan sampai kamu melukai sahabatmu, meski cinta terlihat lebih menguatkanmu.”
“Aku tahu bagaimana perasaannya, tapi aku tahu juga, kalau Lina amat sangat mencintainya.”
“Siapa? Randi?”
Dia mengangguk. Wajahnya mendadak masam.
“Kamu cinta sama dia?”
“Gimana ya?”
“Kalau kamu cinta, bandingkan lebih kuat mana cinta Randi, padamu atau pada Lina.”
Aku menatap erat wajah Anne. Sangat mirip dengan Nani, senyumnya, barisan gigi rapatnya, dan juga sepasang mata bola yang membuat setiap lelaki memimpikan mata itu, mata itu teduh dan laksana bidadari.
“Randi terlalu susah ditebak. Bikin galau aja.”
“Nggak usah main hati deh, biasa aja.”
“Tapi hatiku kian nggak bergetar kalau di dekatnya. Justru . . . .”
“Justru kenapa?”
Dia menggeleng. Sepertinya ada sesuatu yang menyerang otaknya sehingga dia mengurungkan ucapannya dan memilih untuk berlari meninggalkanku seorang diri. Aku lihat dari jauh mukanya memerah.

Setengah mati aku merasakan penyesalan yang mendalam, setelah itu aku seperti jera. Tak lagi ingin bersahabat, tak lagi ingin menjalin cinta. Karena semua itu palsu. Ketika dihadapkan pada kepentingan pribadi masing – masing. Dalam kasus ini akulah pecundangnya, meski di awal terlihat akulah pemenangnya. Oh!
Sungguh mati, aku tak lagi ingin lebih lama hidup disini. Ingin aku turut ke dunia dimana Nani kini tenang. Tapi aku masih mau buat hidup dan memperjuangkan harapanku yang belum terwujud.
“Fikri, aku mencintai kamu. Meski di saat ini kita tak mungkin bersama.”
Akupun sama, Nani. Aku mencintaimu lebih dari siapapun, aku mengharapkan kalau kita akhirnya berakhir bahagia. Tak ada kompetisi. Tak ada kalah menang. Tak ada yang disakiti atau merasa menyakiti. Harusnya.

“Pokoknya bapak nggak mau tahu! Kamu harus sudah wisuda semester depan! Bapak ini malu, nak. Tiap hari ditanyain tetangga – tetangga soal nasib kuliah kamu.!”
“Bapak ngerti nggak sih, aku lagi galau.”
“Galau itu sehari dua hari, lagian ngapain sih kamu pakai ikutan kayak gitu? Kamu itu lelaki, patah satu tumbuh seribu. Malah bisa tumbuh sepuluh ribu. Perasaan bapak dulu mudanya juga nggak gitu – gitu amat.”
“Nggak semudah itu, Pak. Aku udah membunuh persahabatanku sendiri, aku juga udah bikin semuanya makin runyam dengan kematian . . .”
“Semua udah terjadi kan? Emangnya kamu bisa bikin semuanya kembali balik lagi? Lihat, ibu kamu udah sakit – sakitan terus. Dia nggak ingin apa – apa. dia ingin lihat kamu segera lulus kuliah, gitu aja!” ujar bapakku sambil memegang – megang jenggotnya.
“Sekarang aku harus gimana?”
“Kamu harus minta maaf sama Fathoni. dimanapun dia sekarang, temui dia!”
Aku terngaga, darimana bapak yang biasanya cuek dengan hidupku bisa tahu aku ada masalah besar dengan Fathoni. akupun akhirnya seperti mendapatkan ilham, Cuma dengan cara itu semua akan menjadi baik.

“Ayo kita taruhan, apa Fathoni bakalan maafin Fikri?”
“Nggak mungkin, lah. Jelas – jelas kesalahan Fikri udah parah banget, ngerebut pacar Fathoni, nusuk Fathoni dari belakang, huh!”
“Sahabat macam apa kayak gitu?”
“Tega ya.”
“Aku pegang, yang lain. Thoni bakalan maafin Fikri, aku yakin di hatinya masih ada hati nurani, ini kisah nyata. Bukan sandiwara. Dalam salah masih ada maaf.”
“Sok banget kamu.”
Sayup – sayup aku dengarkan suara kegusaran mereka. dulu aku juga tertantang oleh tawaran taruhan mereka yang hadiahnya sangat menggiurkan. Tapi? tapi kalau akhirnya begini lebih baik dari awal aku tak menghiraukan mereka. masak sahabatnya sendiri jadi taruhan? Dan aku, aku lebih tega lagi. Sahabat sendiri dihianati. Meski awalnya tak ada maksud.

“Gimana nih pementasan kita selanjutnya? Masih masang aku sama Randi, kan?”
“Nggak.”
“Ayolah, please.”
“Yang mana namanya Lina?”
“Mas Fikri belum tahu? Lina meninggal dunia, mas. dia overdosis setelah tahu kalau Randi nggak suka sama dia.”
Aku makin terbelalak. Ini sandiwara apa nyata? Ini nggak mungkin. Ada apa sebenarnya?
“Kasihan ya dia?”
“Lebih kasihan lagi aku, ternyata dia selama ini udah menjalin hubungan dengan Yoan, mantanku. Mereka berhubungan sejak aku masih jadi pacar Yoan. Aku nggak nyangka aja. Ternyata hidup hanya soal menipu dan ditipu, menusuk atau ditusuk. Aku sedih. Aku nggak bisa berpikir.”
“Darimana kamu tahu?”
“Kemarin Yoan meminta maaf sama aku dan memintakan maaf almarhumah Lina.”
“Sekarang kamu sedih atau bahagia.”
“Jelas aku sedih. Aku nggak bisa mikir lagi. Aku emang udah nggak ada lagi ikatan ama Yoan, dan rasa cintaku juga udah nggak ada, tapi yang aku sesalkan kenapa justru yang menyakitiku adalah sahabat dan pacarku sendiri.”
“Pacar?”
“Kan dulu statusnya pacarku.”
“Kalau Yoan minta maaf ama kamu dan minta balikan ama kamu, kira – kira kamu kasih kesempatan kedua nggak?”
“Maaf oke, balikan nggak.”
Anne menunjukkanku kira – kira apa yang akan aku hadapi jika melakukan hal yang sama dengan Fathoni.

“Semoga kamu mau maafin kesalahanku, Thoni.” Ujarku sambil berlutut pada Fathoni.
“Udah nggak ada yang perlu dimaafin, bahagialah kalian berdua, dengan Nani. Aku ikhlas.” Jawabnya sambil mengangkat pundakku.
“Kamu nggak dendam ama kita?”
Dia menggeleng, dia merangkulku. Tak terasa airmataku jatuh. Aku tak percaya aku dapat menangis di pelukannya saat ini, dan anehnya aku rasakan Fathoni juga meneteskan airmata. Aku rasakan tunangan Fathoni masuk ke dalam ruangan ini. wajahnya menyiratkan kekagetan.
“Mungkin gue juga salah. Gue asal nuduh aja. Sejak itu gue nggak bisa memaafkan diri gue sendiri yang udah berkata – kata kasar ama kalian berdua. maafin gue juga, Fikri. Eh, kenalin ini tunangan gue. Dulu mantan gue sih, kita CLBK. Namanya Afif. Cantik nggak?”
“Lho, ganti lagi? Bukan yang mantan putri itu?”
“Yang mantan putri itu lebih fokus ama kariernya. Aku lebih milih dia, yang ini lebih asli cintanya. Nggak terlihat palsu.” Jelas Fathoni dengan bangga.
Aku lihat dia tersenyum, terlihat cantik dan makin sedap dengan tailalat atau andeng – andeng di bawah bibirnya.

Aku masih tak percaya, ternyata bapakku tahu lagi info perdamaianku dengan Fathoni. aku tak menyangka bapakku kini memutuskan semua urusan pekerjaanku jadi guru teater di sekolah Anne. Dan aktivitas – aktivitasku yang dirasa bapakku nggak penting. Sedangkan kini ibuku yang sudah sehat, kembali rajin menjadi pengkhotbah ulung seperti ustadz di mesjid – mesjid. Dan aku harus menebalkan kupingku lagi.
Dengan tidak lagi menjadi guru teater di sekolah Anne ekspektasi orangtuaku adalah anaknya bakalan rajin belajar dan tidak mengulur – ulur waktu mengurus skripsi. Tapi yang terjadi kini adalah, aku malah dapat tawaran yang lebih menggiurkan dan lebih menantang. Menggarap script film yang diadaptasi dari sebuah novel karangan seorang pengarang hebat bernama Nissi Fapriyadi yang berjudul Sahabatku Sampai Hati. aku sangat senang sekali dengan tawaran pekerjaan berskala besar ini. ini harus aku manfaatkan dengan sebaik – baiknya agar kelak ada tawaran lain lagi yang lebih besar.

“Gimana? Udah sampai mana?” tanyanya sambil mengangkat cangkir berisi kopi capuccino-nya.
“Udah sampai draft dua sih. Saat muncul benih – benih cinta antara Rima dan Ricky.”
“Wow! Cepat sekali kerja kamu, Fikri?”
“Agak sedikit curcol juga sih?”
Dia meringis. Aku lihat senyum itu menghakimiku sebagai tokoh yang bersalah. Sepertinya dia merasa senang dengan kecepatan kerjaku, meski aku juga belum tahu apa dia bakalan suka dengan hasilnya.
“Kira – kira kamu mau nggak jadi salah satu pemain di film itu? itung – itung nambah pemasukan kamu dan pak produser hemat biaya casting.”
Aku menggeleng pelan. Cukup di kisah nyataku aku melakukan pengkhianatan terhadap sehabatku sendiri, tak lagi kuulangi di dunia sandiwara. Aku lihat mukanya mendengus kesal karena penolakanku.
“Kamu pantas jadi Ricky, mengapa nggak?”
“Misalnya aku jadi Ricky, yang jadi Rima siapa?”
“Kalau sejak masa penulisan dulu sih, bayangan Rima ya sahabatku. Sahabatku yang nasibnya juga mirip Rima. Harus jadi gila, cuman dia akhirnya mati gitu aja. Kasihan, tapi emang cinta kadang hanya bisa menyakiti dan membuat pedih di hati aja.”
Aku diam saja, aku diam bukan tak tahu siapa yang dimaksudkan oleh Nissi. Dia adalah sahabat Nani. Maka jelas dia sampai menuliskan kisah Nani, aku, dan Fathoni. dalam sebuah novel yang menarik sehingga produser ikutan tertarik dan berniat menjadikan sebuah film.
“Udahlah, Nis. Nggak usah dibahas lagi, aku udah coba untuk melupakan semua itu.”
“Aku paham, ini semua nggak mudah buat kamu jalani. Apalagi kamu yang harus bertahan disini. Aku tahu, kamu mencintai dia meski akhirnya harus. . . .”
“Udahlah, ayo kita bahas proyek ini aja. Nggak usah bahas yang lain.”
Terbayang di benakku, adalah wajah kedua orangtuaku yang marah berat pada aku yang mengulur – ulur kelulusanku. Tapi aku makin mencoba mempertebal kupingku dengan keyakinanku bakalan jadi penulis yang sukses, terutama untuk proyek ini. proyek skenario pertamaku yang berskala besar ini. terbayang juga wajah Nani, aku coba menepiskannya, namun aku tak mampu, sungguh aku tak mampu. Dia terlalu kuat melekat. Lalu, bayangan Fathoni yang hidupnya akhirnya bisa bahagia dengan tunangannya yang bernama Afif itu.

“Walau aku harus kehilangan kamu sebagai guruku, aku nggak mau kehilangan kamu sebagai cintaku, mas Fikri. Aku mencintai kamu, maukah kamu menjadi pacarku? Maukah kamu mencintai aku yang sebenarnya telah lama menaruh rasa sama kamu?”
“Kamu yakin kamu setia?”
“Aku tahu resikonya jika aku menanggalkan setiaku. Aku akan mati dan dia akan pedih. Aku akan bernasib sama seperti Rima, Nani, dan semua penghianat cinta di dunia ini.”
“Ciyuss ? Kamu siap?”
Dia mengangguk pelan. Hatinya seperti sedang kembang kempis tingkat atas.
“Ciyus, demi apapun.”
“Janji?”
“Janji, sekarang dan selamanya. Mau ya jadi pacarku, mas?”
Aku mengangguk. Aku tak lagi merasakan ada hambatan yang menganga menghantui kisah kita. tapi aku tak tahu lagi sih? Siapa yang tahu ada hati lain yang sedih dan kecewa karena akhirnya aku menautkan hatiku pada adiknya Nani ini.
Aku merasakan degup jantungnya yang kini memelan. Aku rasakan pelukannya juga, hangat dan menyenangkan. Selalu saja mengingatkanku pada kakaknya, namun aku harus menghapusnya, walau sekali – kali tak bisa.
“Ini nyata, kan? Bukan sandiwara? Atau bahkan mimpi?”
Aku tersenyum padanya. Mungkin inilah takdir yang harus aku jalani, dengan dia, aku harap selamanya, dan bukan untuk sesaat.
Tamat

(Dedicated for real love, honesty, apologize, and friendship forever)
Sidoarjo, 15 10 2012

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.211.27.195
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia