Misteri Gadis Kecil di Rumah Kosong

Malam yang sunyi itu, Mellyza mengerjakan PR-nya di ruang keluarga. Semua keluarganya sudah tidur, kecuali Mellyza dan kakaknya. Sebenarnya, hari itu adalah hari Kamis, dan lebih tepatnya malam Jumat.

Mellyza hampir menyelesaikan PR-nya saat jam di rumahnya berdentang 10 kali yang menandakan bahwa saat itu sudah pukul 22.00.
“Tok… tok…” Mellyza mendengar bunyi seperti orang memukul palu.
“Siapa yang malam-malam begini memasang paku?” tanyanya bingung.
“Tok… tok…” bunyi itu terdengar lagi. Namun, kali ini bunyi itu disertai dengungan keras. Mellyza yang penasaran, segera naik ke kamar mama-papanya yang ada di lantai 2.
“Ma, Lyza pinjam balkon sebentar!” katanya pada Mama yang masih sibuk dengan laptop. Mama mengangguk.

Angin berhembus kencang saat Mellyza berlari ke balkon kamar mamanya yang sedikit luas. Ia menoleh ke rumah di sebelah kirinya.
Tiba-tiba, “Kyaaa… Setan!!” teriak Mellyza ketakutan. Mama terkejut, dan segera mendatangi Mellyza.
“Ada apa, Sayang?” tanya Mama.
“Ada setan, di kiri rumah kita Ma!” jawab Mellyza masih ketakutan. Mama dan Papa segera melihat ke rumah sebelah. Papa mengantarkan Mellyza ke kamarnya.
Lampu kamar Mellyza dimatikan, kemudian menyala lampu tidurnya.
“Selamat tidur, anak Papa. Mimpi indah!” ucap Papa lembut. Mellyza menarik selimutnya, ketika Papa pergi.
“Tok… tok…” Mellyza merinding, seketika ia menutupi tubuhnya dengan selimut. Selimut Mellyza tiba-tiba tertarik sendiri. Dan pintu kamarnya terbuka lebar.
“KAKAK!!” jerit Mellyza melihat kakaknya tergantung di depan kamarnya.
“Lyza, ada apa?” tanya kakak Mellyza khawatir akan adiknya itu. Mellyza terbangun, ternyata ia mimpi. Di sekelilingnya sudah ada keluarga besarnya.
“Kak, aku enggak mau tinggal di rumah ini!” jawabnya penuh keringat dingin. Nenek Mellyza dan Tantenya saling berpandangan dengan wajah penuh ketakutan.
“Nenek sama tante tahu sesuatu?” Mellyza bertanya pelan.
“Sebenarnya…”
“Sebenarnya… kamu diincar,” jawab Nenek. Mellyza mengerutkan dahi, ia bingung dengan semua ini.
“Diincar? Siapa dan kenapa?” kakak Mellyza yang sedari tadi diam jadi ikut bingung. Mata Tante Mellyza dan Nenek tampak berkaca-kaca.
“Mahkluk astral… Mereka ingin membawa adikmu, agar mereka bisa hidup ke dunia ini lagi,” jawab Tante Charien. Mellyza tak menyangka mendengar jawaban tantenya. Dengan wajah sedih, ia berlari turun ke bawah untuk menemui ayahnya.
“Mellyza…” panggil kakak Mellyza.

Kenapa aku? Mungkinkah Tuhan menginginkanku pergi? Jika begitu, tidak perlu begini. Aku ketakutan, mereka tinggi dan berdarah…
Itu adalah tulisan Mellyza yang ditulisnya terakhir kali, sebelum ia tidak sadar untuk selamanya.
Mellyza melihat tubuhnya sendiri, ia dikelilingi oleh keluarganya. Isak tangis dari Mama dan kakaknya terdengar. Tiba-tiba ia melayang tinggi, masuk ke dalam lubang dan…
“Di mana aku?” Mellyza mendapati rohnya berada di depan rumahnya. Ia masuk, namun tidak menemukan siapapun. Mellyza naik ke kamarnya, di dalamnya ada boneka patung mirip keluarganya. Ia memeluknya, dan segera pergi dari rumahnya.
“Tok… tok…” bunyi itu terdengar lagi, namun kali ini agak pelan. Mellyza mendekati rumah kosong di samping rumahnya. Kriekk… Mellyza menginjak batang kayu, seseorang yang ada di dalam rumah itu segera keluar. Mellyza dengan cepat bersembunyi agar tidak ketahuan.
“Siapa itu?” orang itu bersuara seperti anak kecil, namun ia tinggi besar dan di tubuhnya penuh darah. Orang itu mendekati tempat persembunyian Mellyza, dan ia sudah amat dekat. Mellyza berdoa supaya ia tidak ketahuan. Tempat persembunyian Mellyza dibuka, namun tidak ada Mellyza di dalamnya. Lalu dimana Mellyza? Seseorang ternyata membantunya. Kini ia aman di dalam gudang di rumahnya.
“Hey, kamu siapa?!” teriak Mellyza kecil.
“Aku Nessyza,” dia dingin sekali, itu membuat Mellyza tak nyaman.
“Aku harus kembali,” katanya.
“Tidak, atau kau mati,” cegahnya. Kali ini Mellyza tak mau menurut, Mellyza memberontak. Dia hendak berlari, namun rasanya kakinya sakit.
“Aku sudah melarangmu kembali, atau kau mati!” ujarnya. Mellyza menangis, ia rindu mama dan papanya.
Krieet… Dorr… bunyi yang pernah didengar Mellyza.
“Pasti di sekitar sini, ada orang mendekat,” gumamnya. Mellyza menarik Nessyza.
“Ada apa?” tanyanya.
“Seseorang datang mendekat,” jawab Mellyza. Mereka pergi secepat mungkin. Surat itu jatuh… Orang itu tahu di mana Mellyza pergi. Ia terus mengincar, hingga…
Hingga orang yang mengincar Mellyza itu tahu dimana tempat Mellyza. Di tempat lain, Mellyza dan Nessyza bersembunyi. Mellyza sangat ketakutan, ia dalam hati ingin kembali ke pada keluarganya.
“Di mana kita?” tanya Nessyza yang belum kenal tempat itu.
“Kita aman di rumah pohonku,” jawab Mellyza. Sreett… Kyaakk.. Doorr… bunyi keras itu terdengar di dekat rumah pohon Mellyza. Mellyza dan Nessyza menutup mata, ketika orang yang mengincar Mellyza tepat berada di depan mereka.
“Aku pasti menemukanmu…,” kata orang itu dengan suara beratnya. Apa yang terjadi? Orang itu berlalu pergi tanpa menoleh sedikit pun ke rumah pohon Mellyza.
“Fiiuuh… syukurlah dia tidak melihat kita,” ucap Nessyza menarik nafas. Mellyza bingung, ia harus melakukan apa supaya dapat kembali ke tubuhnya.
“Aku tahu, kau harus melawan orang itu.. Atau kau menyerah? Tidak ada jalan pulang,” jawab Nessyza yang seolah-olah mengetahui pikiran Mellyza.

Di rumah Mellyza,
“Lyza, sadar, dong, Sayang. Mama kangen sama kamu,” isak Mama Mellyza sambil memeluk tubuh Lyza.
“Cucu Nenek, Lyza. Lawan orang itu, kamu pasti bisa!” Nenek Mellyza menyemangati Mellyza. Nenek Mellyza sudah tahu, jika cucunya sekarang tidak berada jauh dari rumah itu.

Mellyza segera pergi dari rumah pohon itu, ia ingin melawan orang yang mengincarnya. Namun, anehnya tiba-tiba rumahnya menjadi seperti pasar yang dilalui oleh beberapa mahkluk astral. Salah satu mahkluk itu melihat Mellyza, mahkluk itu mengejar Mellyza.

Mellyza terus berlari hingga ia sudah tidak tahu lagi dimana ia berada. Nessyza menolong Mellyza dengan memberikan peta kemana ia harus menemui orang yang mengincar Mellyza.
“Terima kasih Nes,” gumamnya pelan sambil terus berlari. Setelah tahu mahkluk di belakangnya sudah tidak ada, ia menuju tempat yang ditunjukan oleh Nessyza. Letaknya tidak jauh dari tempat Mellyza sekarang berdiri.
Nessyza mengikuti Mellyza secara diam-diam, ia takut Mellyza terluka. Mellyza masuk ke dalam rumah kosong. Ia terkejut saat melihat rumah itu sangat terang. Mellyza masuk ke sebuah ruangan yang baginya cukup gelap. Ia duduk di kursi kecil dan bernyanyi lirih. Angin kencang tiba-tiba masuk di dalam ruangan itu, sesosok tubuh kecil keluar dari dalam angin itu. Cahaya merah keluar di tubuhnya. Mellyza tidak tahan, ia pingsan.
“Lyza, bangun. Mahkluk itu sudah tahu kita datang,” bisik Nessyza. Mellyza kemudian sadar, ia menemukan sebuah pedang bercahaya berada di dekatnya. Pedang itu ukirannya sangat indah, sehingga Mellyza mengambilnya.
“Dia belum tiba, dia bersama pasukannya,” kata Mellyza sedikit berteriak.
Mellyza benar, mahkluk itu mengumpulkan pasukannya. Mereka pasti akan berperang melawan Mellyza dan Nessyza.
“Aku ingin kita menang! Dengan kemenangan kita, aku bisa hidup kembali. Dan kalian juga akan menemukan banyak tubuh untuk dimasuki!” teriak mahkluk itu.

Waktu yang ditunggu telah tiba, mahkluk itu bersama pasukannya sudah berada di depan rumah kosong yang ditempati Mellyza dan Nessyza. Mellyza dan Nessyza yang berada di dalam berdoa dan menyiapkan senjata. Mellyza akan menggunakan pedang bercahaya itu.
3.. 2.. 1.. pasukan mahkluk astral itu menyerang dari berbagai penjuru. Nessyza menembakan pistol apinya ke 3 pasukan mahkluk astral itu. Whoos.. Doorr.. bunyi tembakan pistol itu membuat pasukan mahkluk yang mengincar tubuh Mellyza datang ke tempat mereka.

Semua berjuang mati-matian agar bisa hidup, walaupun itu hanya hidup di alam kedua.
“Rasakan ini… Hyaat…” Mellyza menusukan pedangnya ke-5 mahkluk astral dalam sekejap. Mahkluk itu segera berubah menjadi abu. Nessyza melindungi Mellyza dari 8 pasukan mahkluk astral yang mengelilingi Mellyza.
“Awas kau, ya! …” Nessyza menembakan pistolnya ke arah mahkluk yang mengelilingi mereka.

Pasukan mahkluk astral itu hampir habis, hanya berjumlah 5-6. Hal itu membuat mahkluk astral itu marah. Ia masuk dan menghadapi Mellyza serta Nessyza. Dengan cermat, Mellyza dan Nessyza berhasil menghindar dari serangan mahkluk itu.
“Matilah kau, Mellyza!” seru mahkluk itu sambil mengarahkan senjatanya ke arah Mellyza.
“Tidak akan, mahkluk aneh!” balas Mellyza menolak.
“Kembalikan aku ke bumi! Kembalikan aku ke tubuhku! Hyaat…” jerit Mellyza marah. Ia melompat, lalu menusukan pedang ke tubuh mahkluk itu. Mahkluk itu mulai melemas, Nessyza membantunya. Ia menembakan pistol ke arah mahkluk itu dan…
Dan mahkluk itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan. Mahkluk itu berubah menjadi seorang gadis kecil berambut panjang dengan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya.
“Kau masih ingat aku, Mellyza?” tanya gadis itu. Mellyza sejenak memandang gadis kecil itu.
“K..k.. kamu.. Eneria!” jawab Mellyza terkejut.
“Ya.. Aku sahabat lamamu! Relakan tubuhmu untukku, Lyza!” serunya.
“Tidak akan pernah, Eneria!!” teriak Mellyza. Ia mengambil pistol dari tangan Nessyza dan mengarahkannya ke arah Eneria.
“Maafkan aku Mellyza, aku hanya ingin hidup!” bisiknya.
Doorr… Mellyza menembak Eneria, Semoga apa yang kulakukan ini benar… ucap Mellyza dalam hati. Eneria tergeletak dengan penuh darah, ia memandang wajah Mellyza. Senyum mengembang di wajah Eneria, pelan-pelan matanya tertutup. Semua tiba-tiba gelap, alam semesta seakan-akan berputar.
Cahaya terang telah berada dekat dengan Mellyza.

“Uh, Mama…” panggil Mellyza. Mama Mellyza menoleh ke arah Mellyza yang sudah sadar.
“Mellyza, sudah sadar? Minum dulu, ya!” kata Mama Mellyza sambil meminumkan segelas air putih ke Mellyza.
“Selamat ya, cucu Nenek sudah menang,” ucap Nenek Mellyza penuh haru.
“Makasih, Nek,” jawab Mellyza.
Pyarr… kaca jendela ruang depan dipecah. Mellyza segera turun untuk melihat. “Surat?” gumam Mellyza sambil menoleh ke segala arah. Ia duduk di sofa ruang tamu dan membaca isi surat itu.

Dear Mellyza,
Selamat tinggal sahabatku. Maafkan aku telah berbuat begitu buruk kepadamu, mungkin kamu masih trauma dengan kejadian tadi. Aku mohon, kamu memaafkan aku. Kamu jangan kaget jika surat ini sampai kepadamu, sebenarnya Nessyza adalah roh nenekmu. Nenekmu pasti tak ingin kamu kenapa-napa, jadi dia membantu mu. Aku berutang budi padamu, karena kamu telah membebaskanku. Selamat tinggal sahabatku tersayang, I love you !
Salam,
Eneria Belllinda (Sahabatmu)

Mellyza terkejut, Nessyza adalah roh neneknya? Eneria iri kepada Mellyza? Ia telah memaafkan Eneria, dan mendoakan Eneria. Jedaar… bunyi apa lagi itu?
Mellyza mencari ke arah sumber suara, ia melihat rumah kosong di sebelah. Ayunan di depan rumah kosong itu bergerak, seperti ada yang menaikinya. Mellyza tersenyum, ia tahu siapa yang menaikinya.
“Sampai jumpa, Eneria! Aku sudah memaafkanmu..” ucap Mellyza. Ayunan itu berhenti berayun, kemudian Mellyza melihat Eneria melambai ke arahnya.
Kakak Mellyza menghampiri adiknya yang sedang melambai.
“Hei!!” panggil kakaknya. Mellyza menoleh, senyum terpancar di wajahnya.
“Apa?” tanya Mellyza.
“Masuk!” jawab kakaknya. Mellyza masuk dengan wajah tenang.
Nenek Mellyza membisiki sesuatu ke Mellyza, “Kamu bisa mengalahkannya!”. Mellyza mengangguk. Ia teringat Nessyza. “Makasih, Nessyza,” kata Mellyza seakan tak tahu siapa Nessyza. Neneknya tertawa.
Seseorang tersenyum di jendela kamar Mellyza, ia mengucapkan selamat tidur pada Mellyza.
“Bye, Mellyza..” itulah suara terakhir Eneria sebelum ia pergi selamanya.
Akhirnya Eneria dapat hidup tenang, dan Mellyza juga. Ah, akhirnya masalah selesai!!

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.198.210.67
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia