Ku Kayuh Ribuan Mimpi

Secuil kisah tentangku yang merupakan gadis kecil anak kampung yang tinggal di sisi pinggir kota besar. Aku Sriami Wulandari anak pertama dari keluarga kecilku. Keluarga kecil yang bisa dibilang berkecukupan meski tidak lebih seperti halnya teman-temanku. Ayahku bekerja hanya sebagai buruh sampah di sebuah pabrik. Sedangkan ibuku sebagai PRT. Bisa dibayangkan berapa penghasilan yang di dapat dari orangtuaku setiap bulannya.

Kadang terselip dalam hati kecilku rasa iri melihat teman-temanku semua. Dan tak jarang ku habiskan waktuku hanya untuk berandai-andai jika aku menjadi orang kaya. Pasti semua akan tercukupi atau bisa dibilang lebih dari cukup. Aku mau ini atau itu tak perlu pikir panjang lagi. Tak perlu menunggu sampai tabunganku tercukupi. Semua bisa dibeli sesuka hati jika menjadi orang kaya. Tapi sayang semua tak bisa ku nikmati di dunia nyataku. Di bumi tempatku berpijak dan juga tak ku dapatkan pada kondisi keluargaku.

Ahh, tak seharusnya aku mengeluh dan terus larut dalam angan-angan kosongku. Tak sepatutnya juga aku meminta lebih dari apa yang sudah ada sekarang. Sama halnya aku mencekik kedua orangtuaku sendiri jika aku terus seperti ini.
“Ayo dong ami sadar, sadar jangan terus-terusan berangan-angan ndak jelas gini. Lihat dong realita yang ada.” Desahku pada diri sendiri sembari menampar pipi dengan pelan.
“Maafkan aku ya Allah.” Cetusku pelan.

Di sebelah barat terlihat matahari tengah kembali keperaduannya pertanda akan datangnya malam. Menit demi menit telah berlalu terdengar adzan maghrib berkumandang. Aku pun bangun dari ranjang kesayanganku dan bergegas mengambil air wudhu. Aku jalankan perintah agamaku. Selesai shalat aku haturkan doa pada sang pencipta dan berharap akan penghapusan dosa, kemuliaan, sekolah serta rezeki untuk kedua orangtuaku.

Selesai shalat aku dan keluarga makan malam bersama-sama. Menikmati masakan super lezat buatan ibuku tercinta.
“Ayo-ayo makanan sudah siap.” Teriak ibu memanggil.
“Yee menu lezat dari masterchef kita udah di hidangkan dik.” Jawabku sambil berlari kecil bersama adikku.
“Woow enak nih masakannya. Ibu tau deh makanan favoritku sama adik apa. Ya ndak dik?” cetusku saat melihat masakan ibu.
“Iya mbak. Ibu baik ya.” Jawab adikku singkat sambil mengambil makanan ke piringnya.
“Udah-udah ayo makan jangan bicara aja.” Sahut ibuku.
“Iya bu. Sayang ya bapak belum pulang jadi tidak bisa makan bareng.” Kataku.
“Namanya juga masih kerja. Jadi ya belum pulang sayang. Udah sekarang kita makan dulu aja.” Jawab ibuku.

Seusai makan malam ibu menyuruh aku dan adik untuk belajar. Ya sudah aku langsung terbang menuju kamar mencari santapan-santapan untuk bekalku kelak. Yups, waktunya belajar menyiapkan pelajaran besok. Aku belajar bersama adik sekaligus mengajari adikku juga. Susah susah gampang mengajari adikku yang satu ini. Ya begitulah anak cowok main terus yang dipikirkan.

Tak terasa jam dinding mungil telah menunjuk angka 21.00. pertanda kami harus menyudahi belajar malam ini dan beranjak untuk menjelajah ke pulau mimpi. Tapi sebelumnya shalat isya’ terlebih dahulu karena tadi belum menjalankan perintah-Nya. Sesudah bermunajat pada sang khalik aku menyiapkan pelajaranku untuk besok pagi agar tidak ada yang ketinggalan.
“AKB sudah B.Indonesia sudah Matematika sudah SEBUD sudah. Oke semua sudah siap.” Kataku sambil memasukkan buku ke dalam ransel mungilku.
“Siipp waktunya pergi ke pulau mimpi. Akan mimpi apa ya aku malam ini?” Cetusku seorang diri sambil senyum-senyum sendiri.

Di sana terlihat ranjang kesayanganku memanggilku. Bantal dan guling seraya melambaikan tangannya yang berharap agar aku segera berlari kecil menghampirinya. Seakan-akan mereka siap mengantarkan tuan puteri ini menuju pulau mimpi yang di idam-idamkannya. Aku pun berlari kecil dan segera merebahkan tubuh mungil ini ke ranjang kesayangan sembari mendekap guling empuk seukuran lebih kecil dariku.

Samar-samar terdengar seruan adzan subuh membangunkanku dan membuyarkanku mimpi yang tak jelas itu. Perlahan-lahan ku mencoba mengumpulkan nyawaku yang belum kembali ke raga ini. Dan aku pun segera mandi membersihkan tubuh ini dan menjalankan shalat subuh. Seusai shalat subuh ku sempatkan sedikit waktu untuk membaca ayat suci Al-Qur’an meski hanya sedikit. Selesai mengaji aku segera ganti pakaian seragam.

Jam dinding menunjuk pukul 05.30 dan aku senyum-senyum sendiri.
“Ayo mi cepat sedikit nak sudah jam berapa ini? Buruan makan nanti terlambat kamu. Teriak ibu yang sudah aku tebak sebelumnya makannya aku senyum-senyum sendiri.
“Iya-iya bu. Aku sudah siap kok dari tadi.” Jawabku seraya menghampirinya.
“Hmm enak nih masakannya.” Saat melihat menu masakan ibuku.
“Udah ayo makan sana makananmu.” Jawab ibuku singkat.

Selesai makan aku pun berpamitan ke orangtuaku dan mencium tanngannya. Bergegas keluar rumah dan mengambil sepeda yang selalu setia menemaniku kemanapun. Sepedaku menjadi saksi bisu dalam bagaimana aku menggapai ilmu selama ini. Selama 12 tahun dia telah menjadi kekasihku dan selalu menemani mengarungi hidup. Aku saat ini duduk di bangku SMK kelas XII AKUNTANSI 5. Bersekolah di sekolah negeri di Surabaya yaitu SMKN 1 SURABAYA.
“Bismillahirrahmanirrahim. Ya Allah aku sekolah mencari ilmu. Berkahi dan berikan ridha-Mu supaya hari ini lancar serta ilmu yang aku terima dapat bermanfaat untukku dan orang lain.” Kata-kata yang selalu aku sematkan dalam hati sebelum ku kayuh sepeda untuk berangkat sekolah.
“Aku berangkat. Assalamu’alaikum.” Pamitku ke orangtua.
“waalaikumsalam. Hati-hati di jalan dan sungguh-sungguh dalam belajar.” Teriak ibuku.
“Iya bu.” Jawabku sebelum menghilang dari tikungan.

Aku berangkat seorang diri karena memang di kampungku tidak ada yang satu sekolah denganku. Tapi tak jarang aku bertemu anak dari AK lain jadi kita berangkat bersama-sama atau juga ada adik-adik sd yang biasanya mengajakku untuk balap sepeda sampai di seberang tikungan sebelum mereka menghilang. Tapi hari ini tak ketemui mereka semua. Tapi meski begitu tak mengurangi semangatku yang membara di pagi hari ini. Ku kayuh sepedaku lebih cepat dari sebelumnya agar aku segera sampai.

Sesampai di sekolah terlihat gerombolan teman-temanku sekelas. Ternyata pada banyak yang tidak sengaja bertemu disini.
“Pagi kawan-kawan.” Sapaku ke mereka.
“Pagi Amiii. Ayo-ayo bareng ke kelas.” Jawab mereka serempak.
“iya sebentar.” Kataku dengan membenarkan posisi sepedaku.
“Ndak capek ta mi ngontel tiap hari?” Tanya riza temanku.
“Ya lumayanlah dianggap olahraga aja jadi capeknya capek wajar gitu.” Jawabku sambil tersenyum.
“Emang rumahmu jauh?” Tanya try.
“Ya ndak juga seh. Ayo kapan-kapan kerumahku biar tahu rumahku.” Ajakku ke mereka.
“Iya-iya boleh boleh mi.” jawab anak-anak antusias.
“Ngontel mah nggarai kentol gede tok mi.” kata salah satu temanku dengan ketusnya.
“Ya gak pa-palah mungkin udah resikonya. Yang penting aku bisa sekolah itu udah lebih dari cukup.” Jawabku.
“Aku ngunu mah yo isin.” Jawabnya seraya berlari mendahului kita semua.
“Hmm sudah jangan kau tanggapi omongan anak itu. Kamu tahu sendiri bagaimana sifat dia kan? sabar aja hadepin dia mi.” nasehat dari sofi ketua kelasku.
“Hehehehe iya terserah apa kata dia aja. Yang penting bagiku cuman sekolah. Ngapain harus gengsi atau malu sama keadaan kita sendiri. Justru aku lebih malu lagi kalau aku sudah seperti ini tapi aku tidak mau usaha dan bersungguh-sungguh untuk menjadi lebih baik.” Jawabku seraya menahan airmata agar tak menetes.
“Iyo-iyo bener iku mi.” balasnya dengan senyum dan dua jempol di acungkannya.

Ya, seperti inilah kehidupan yang aku jalani. Ada sebagian teman-temanku yang menghargai dan menyemangatiku. Ada pula yang mencibirku dengan sesuka hatinya. Apapun yang mereka kicaukan tak pernah ku tanggapi. Karena mereka tidak pernah merasakan berada di bawah makannya dia tidak tahu bagaimana kerja kerasku dan keluarga memupuk dan membangun semangat dan rasa kuat dalam hati meski sebenarnya kita lemah dan ingin memungkiri semua ini. Celoteh dari mereka aku jadikan motivasi dan cabuk agar aku bisa lebih baik. Agar aku bisa tunjukkan kepada mereka aku bisa lebih melampaui dari dia meski derajat kita tak sama.

Tak terasa waktu sangat cepat berlalu. Jam dinding menunjuk pukul 14.50 sudah waktunya pulang saja. Bel pulang sekolah berbunyi alunan mars sekolah menjadi pertanda usainya pelajaran hari ini. Sorak sorai anak-anak terdengar di dalam kelas. Ya, kita sudah kelas XII tapi perangai kita masih ke kanak-kanakan. Seusai berdoa anak-anak berhamburan keluar meninggalkan kelas.

Begitu juga denganku ku langkahkan kakiku menghampiri sepedaku tersayang. Segera ku pulang karena masih ada tugas rumah yang harus ku kerjakan. Sesampai di rumah.
“Assalamu’alaikum bu.” Ku ucapkan salam.

Tapi rumah masih sepi tak terdengar balasan salamku dan tak tampak sosok ibu cantikku di rumah begitu juga adikku. Ya berarti ibuku belum pulang dari kerja. Mungkin adik lagi main juga. Aku lekas ganti pakaian dan membersihkan rumah membantu ibu. Setelah itu mandi dan shalat ashar.

Masih ada waktu luang sejenak ku gunakan untuk rehat dari aktivitas seharian ini. Aku pun melihat TV. Tapi tiba-tiba aku teringat akan perkataan dari temanku tadi. Terselip rasa sakit hati tapi juga greget untuk maju. Aku pun mengambil buku diary ku dan seperti biasa akan terselip goresan penaku disana. Selalu ini yang aku lakukan jika aku punya rasa tak tentu. Setidaknya dengan ini aku merasa sedikit lebih lega.

Dear diary,
hari ini aku semangat sekali mengawali hari. Tak ingin tersaingi sinar cerah layaknya mentari pagi. Tapi setelah aku bertemu dengan dia. Dan karena cibirannya aku merasa down. Ada rasa sakit hati juga, tapi ya sudahlah akan aku jadikan motivasi untuk jauh lebih baik lagi.
Penggugah semangatku untuk masa depanku. Goresan penaku:
RIBUAN MIMPI
Tatapan nanar menyapu seisi langit kamar
Pandangan kosong memikirkan tujuan hidup kedepan
Gelap gulita tanpa secercah cahaya
Hitam pekat tanpa goresan tinta warna
Tuhan
Haruskah aku seperti ini terus menerus
Tidak…
Tak mungkin aku terlahir tanpa tujuan hidup
Tak mungkin aku akan berdiam diri tanpa langkah
Tuhan
Apa rencanaMu untukku?
Aku yakin Engkau telah gariskan masa depanku
Dan juga langkah yang harus kutempuh
Tunggu siapa disana?
Sekilas bayangan ku tangkap dalam mataku
Sosok bayangan yang menjadi motivasiku
Sosok yang membuatku berani tuk bermimpi
Walau beribu-ribu banyaknya tanpa rasa takut
Sosok itu adalah keluargaku
Tanpanya tak berarti ku disini
Tanpanya tak ku miliki semangat juang
Keluargaku adalah motivasiku
Kini…
Kubuang gengsi
Kan ku songsong masa depanku
Kan ku kayuh ribuan mimpi
Ribuan mimpi perubah masa depanku
SW.A_Ami

Aku harus rajin belajar sungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Aku tahu bagaimana keadaan keluargaku. Aku tahu bagaimana kerja keras yang dilakukan orangtuaku hanya untuk menyekolahkan aku dan adikku. Rasa lelah dan badan sakit semua tak pernah mereka rasakan. Tak pernah sedikit pun mereka tunjukkan pada kami. Selalu terlihat seulas senyum menghias wajah-wajah mereka tanpa mengeluh. Senyum tulus seolah tanpa adanya beban. Meski seringkali bapak lembur hanya untuk mencari tambahan uang.

Tugas yang menumpuk bagai sebuah gunung, ujian yang dulu menghantui dan semua kegiatan kelas XII telah ku lalui beberapa bulan terakhir ini. Dan tanpa kusadari lusa aku akan menghadapi UNAS.
“Ya Allah cepat sekali waktu berlalu. Serasa baru kemarin aku masuk menjadi siswi SMK dan kini hanya tinggal menghitung hari lagi aku akan melaksanakan kelulusan dan keluar dari sekolah ini.” Desahku dengan menggenggam kalender di tangan.
“Ada apa denganmu?” suara ibu membuyarkan lamunanku sesaat itu.
“Ndak pa-pa bu. Cuman sedikit takut dan khawatir untuk besok lusa.” Jawabku pelan dengan nada gemetar.
“Kenapa harus takut dan khawatir?” Tanya ibu padaku.
“Karena UNAS kan menentukan kelulusan bu. Aku takut kalau aku tidak lulus.” Jawabku lagi.
“Selama ini apa kamu malas-malasan belajar?” lagi ibu bertanya.
“Tidak juga. Aku berusaha keras belajar pagi, siang dan malam. Ibu juga tahu sendiri bagaimana usahaku.” Jelasku padanya.
“Lantas apa yang kamu takutkan? ingat kan Man Jadda Wa Jada. Barang siapa bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil. Jadi, jika kamu kemarin belajar dengan serius semua akan memuaskan nantinya. Tetap berdoa, berusaha dan berserah diri padaNya.” Jelas ibuku dengan lembut.
“Iya bu. Terimakasih banyak. Doa kan ami ya bu untuk kelancaran dan hasilnya nanti.” Pintaku pada ibuku.
“pasti sayang doa ibu menyertaimu selalu.” Kata ibu seraya memelukku penuh hangat kasih sayang.

4 hari telah kulewati UNAS telah kulahap habis dengan susah payah. Kini aku hanya menunggu hasil pengumuman. Dag dig dug jantung terdengar begitu keras. Aku dan sahabat-sahabatku saling berpelukan satu sama lain. Satu per satu anak sudah mengetahui hasilnya. Menyebar dan semakin menyebar luas. Harap-harap cemas aku dan sahabatku semoga hasilnya sangat memuaskan.
“Selamat ya anak-anakku tercinta.” Kata wali kelasku.
“Bagaimana pak hasilnya?” Tanya anak seisi kelas serempak.
“Seperti yang bapak bilang tadi nak. Selamat kalian semua lulus dan sekolah kita lulus 100%.
“Yyyeee hhooorreee.” Sorak-sorai anak seisi bergema.
Saling memberi selamat satu sama lain, menangis bahagia dan terharu, saling berpelukan. Semuanya sujud syukur atas nikmat Allah SWT ini. Begitu juga dengan aku tiada kata syukur Alhamdulillah dan terimakasih untuk Allah SWT dan juga keluargaku terutama ibuku tercinta. Terlihat ada rasa bungah, lega dan bangga dari wajah kedua orangtuaku.

Terimakasih ya Allah untuk semuanya. Selama 3 tahun aku sekolah dengan bersepeda. Keringat bercucuran karena terik matahari. Rasa lelah capek karena selalu mengayuh sepeda setiap hari. Belajar pagi, siang dan malam hari selalu kujalani. Kini semua sudah terbayarkan. Rasa lega dan bangga akan hasil ujian kini dapat kurasakan. Rasa takut kemarin kini telah lenyap. Kerja keras dan jerih payah orangtuaku kini membuahkan hasil.

Satu mimpiku untuk lulus dengan hasil yang memuaskan dapat aku wujudkan. Tapi mimpiku tak hanya berhenti disini. Masih ada ribuan mimpi lainnya di luar sana, di depanku mataku kelak yang menunggu kehadiran putri ami.

Aku memang terlahir dari keluarga kecil yang sederhana. Keluarga yang susah buat mengingikankan sesuatu. Dan harus dengan pengorbanan penuh dalam mewujudkannya. Maka dari itu disini aku punya mimpi atau cita-cita bisa menjadi sebagai seorang Direktur Keuangan di suatu perusahaan ternama. Dimana nantinya aku dapat membahagaikan kedua orangtuaku dan keluarga lainnya. Meringankan beban kedua orangtuaku. Dan aku bisa merasakan menikmati rasanya menjadi orang yang sukses, orang yang kaya. Dan yang paling penting mengangkat derajat orangtuaku.

Satu telah ku dapatkan kini aku semakin bersemangat untuk meraih yang di depanku. Aku inginkan wujudkan semuanya. Semua mimpi dan menjadikan hobiku sebagai penunjang juga di masa depan. Meski kini aku sudah tidak mengendarai sepeda tapi akan tetap ku kayuh ribuan mimpi menuju masa depan yang gemilang. Kini aku akan menguasai ribuan mimpi-mimpi yang akan aku taklukan.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 172.68.65.27
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia