Taman Dian

Pagi yang indah di kota yang berjulukan “kota tepian” ini. Cuaca yang berawan sedikit gelap menandakan tak lama lagi turun rinai hujan. Dian tak lama lagi akan memasuki sekolah semester empat. Dian hanya satu dari segelintir orang yang hidup dengan keadaan yang terbatas, bahkan sangat terbatas sehingga tak jarang yang mencemooh dirinya karena keterbatasannya itu. Bahkan sampai ada yang tega memfitnah dirinya hingga banyak yang enggan mendekatinya. Tetapi Dian tetap tegar, kuat dan sedikit pun tak mempengaruhi kehidupannya karena Dian tahu bahwa hidup bagaikan roda yang berputar.

Dian mempunyai dua penyemangat dalam hidupnya, tak lain adalah sang ibunda tercinta. Kepada beliau lah Dian menceritakan semua yang dia dapat, entah celaan ataupun hinaan. Sang bunda mengatakan kepada Dian bahwa tidak perlu mendengarkan kata mereka, anggaplah itu semua pujian dari para utusan Allah untuk membangkitkan semangatmu. Penyemangatnya yang kedua adalah Hafidz, teman semasa SMP-nya. Terkadang Hafidz merasa iba melihat fisik Dian yang terbatas, tapi ada kalanya Hafidz merasa kagum atas pencapaian prestasi teman karibnya itu.

Pernah waktu sore hari Dian ditanya oleh Hafidz, sahabatnya tentang cita-citanya
“Dian, ngomongin cita-cita nih, kamu bercita-cita apa sih?” tanya Hafidz.
“Hmmm.., dulu sih aku mau jadi dokter Fid, tapi keadaanku tidak memungkinkan begini. mana ada dokter cacat kayak aku. Yang ada aku makin diejek Fidz” jawab Dian sedikit menangis.
“huuussshhh, jangan ngomong begitu Dian. Semua orang berhak punya cita-cita Dian, termasuk kamu, kamu juga berhak menjadi dokter. Jangan jadikan kekuranganmu ini sebagai kelemahan kamu, tapi jadikan sebagai kelebihan dan pembangun semangatmu Dian. Orang berhak menghakimimu, tapi orang tidak berhak untuk mengatur kemauanmu Dian” ucap Hafidz menggamit punggung tangan kanan Dian “kamu pasti bisa Dian, jangan dengarkan orang-orang yang menganggapmu lemah. Buktikan dalam dirimu itu kuat Dian. Aku yakin kamu itu bisa Dian” lanjut Hafidz meyakinkan.

Dalam hati Dian berpikir, benar juga apa yang dikatakan Hafidz, orang-orang memang tidak berhak mengatur kemauan Dian. Akibat perkataan dari Hafidz, Dian kembali bersemangat dan kembali ingin meraih cita-citanya walaupun kaki sebelah kiri Dian telah diamputasi karena kecelakaan yang membuat kakinya hancur di masa SMP. Karena itulah, Dian merasa hidupnya sudah tak berguna lagi. Tetapi setelah tidak sengaja bertemu dan berteman dengan Hafidz, Dian kembali bersemangat karena cuma dialah yang mau menerima kondisi Dian apa adanya.

Seminggu sudah Dian dan Hafidz menikmati liburan semester yang diberikan pihak sekolah. Dian dan hafidz sekolah di sekolah yang sama, SMA Negeri 2 Samarinda. Dian dibantu oleh Hafidz berjalan menuju kelasnya, tetapi genk P’LOT Girl yang beranggotakan Pitri sebagai ketua Genk, Lolita, Olive, dan Tiara menghadang jalan mereka
“ehhh, ada si cacat lagi. Ngapain kesini. Disini bukan tempatnya orang cacat kayak kamu” tegur Pitri berkacak pinggang.
“bener, ini bukan tempat kamu. Kamu itu cocoknya di pinggir jalan atau nggak di kolong jembatan” timpal Lolita dan Olive bersamaan. Lalu mereka tertawa bersama seakan puas menghina Dian.
Dian mengepal tangannya, hatinya sudah panas mendengar hinaan yang berpuluh-puluh kali Dian dengarkan. “sudah Dian, ingat perkataanku kemarin” bisik Hafidz menenangkan Dian, tak lama Dian kembali tenang lalu berjalan menuju kelas tanpa memperdulikan hinaan Pitri dan kawan-kawan.

Hinaan dan caci maki terus dilontarkan P’LOT Girl pada Dian di dalam kelas, hingga akhirnya kesabaran Dian menghadapi mereka pun sudah habis. Pada saat Guru Sejarah telah selesai memberikan penjelasan pelajaran, tiba-tiba Dian berdiri lalu melompat-lompat tanpa memperdulikan tongkat berjalannya mendatangi Pitri. “BUUUKKK” suara yang ditimbulkan akibat tonjokan Dian ke perut Pitri.
“AAWWW, apa-apaan kamu” bentak Pitri yang tersungkur meringis kesakitan.
“kamu yang apa-apaan, belum puas kamu selalu hina aku, bikin aku malu, buat aku jadi sasaran hinaanmu. Kamu belum puas nyakitin aku” bentak Dian meluapkan emosinya “gimana rasanya kalau kamu jadi aku, kamu dihina, kamu dikerjain, kamu dijahilin. Kamu perempuan nggak punya hati. brengsek kamu Pit, bajingan” lanjutnya diiringi tangisan.

Mendengar kegaduhan yang terjadi di kelasnya Dian, Hafidz langsung datang menghampiri kelas Dian. Hafidz menegur Dian ketika melihat Dian yang sudah terbakar emosi.
“Dian…” teriak Hafidz menghampiri Dian “kenapa kamu, ngapain kamu ladeni perempuan ini, ingat per…”
“diam kamu Fidz, kamu itu nggak tahu apa-apa. Aku sudah cukup muak melihat mereka yang selalu mengucilkan aku” bentak Dian lagi memotong perkataan Hafidz.
“tapi bukan begini caranya Dian. Ayo kita keluar. Jangan bikin masalah di kelas ini. Oke” sahut Hafidz seraya menggenggam jemari mungil Dian.

Hafidz membawa Dian keluar ruangan kelas dan pada saat itu keadaan sekolah sudah masanya pulang. Hafidz menggiring Dian ke tempat persembunyiannya yang dimana dua bola mata Dian ditutupi oleh kain hitam. Dian sama sekali tidak tahu tempat itu. Dian Takjub melihat sekeliling tempat itu ketika kain penutup yang terikat di matanya terbuka, sungguh sejuk, bersih dan tenang.
“duduklah” ucap Hafidz lembut pada perempuan yang tingginya 157 sentimeter itu. Terhempaslah pantat Dian menindih rumput-rumput kecil yang tumbuh di sekeliling.
“apa kamu pernah ke tempat ini. Aku yakin kamu belum pernah, sekalipun melihatnya aku yakin kamu tidak pernah” ucap Hafidz selembut mungkin “disinilah tempatku berinteraksi, berinteraksi dengan Tuhan Sang Pencipta Alam” lanjut Hafidz berbicara.
“subhanallah, jujur saja aku belum pernah melihat taman seindah ini. Apa nama taman ini?” ungkap Dian yang kagum dan penasaran.
“taman ini aku beri nama Taman Dian, taman ini seperti kamu” jawab Hafidz.
“seperti aku?” balas Dian bertanya.
“ya, seperti kamu. Taman ini berbeda dari yang lainnya. Taman ini begitu kuat walaupun tidak terlalu banyak hal yang berarti, hanya taman yang hijau dengan ditemani danau yang indah, serta pohon-pohon yang siap memanjakanku dengan udara yang sangat istimewa” ucap Hafidz santai.
“apa berarti aku harus…”
“yaap, kamu itu harusnya kuat menghadapi segala apapun masalah. Seperti kejadian barusan, itu hal bodoh, Cuma melukai dirimu aja Dian” serobot Hafidz “aku tahu kamu emosi dan sudah nggak tahan dengan kelakuan mereka itu, kamu punya tangan dan jari, kenapa nggak kamu tulis aja apa yang kamu alami saat ini. Akan lebih bermanfaat dibanding kamu pukul para perempuan bin*l itu” lanjutnya lalu menggamit punggung tangan kanan Dian.
“ ‘DEG’ kenapa aku deg-degan gini ya. Ahh nggak mungkin, Hafidz sahabatku semasa SMP” ucap Dian membatin. “kamu benar Fidz, tapi aku harus mulai dari mana Fidz, aku bingung. Apalagi aku belum pernah menulis sebelumnya” ucap Dian terus terang.
“kalau itu masalah gampang, biar aku bantu kamu deh” jawab Hafidz yakin lalu membelai Rambut panjang Dian yang panjang seperti sutra.
Hafidz lalu merangkul pinggang Dian yang otomatis kepala Dian bertengger di bahu lelaki 1,69 meter itu. Dian merasa terlindungi pabila di dekat Hafidz karena hanya Hafidz lah yang mau menemaninya.

Setahun sudah berlalu dan tak terasa Dian dan Hafidz akan melaksanakan Ujian Nasional. Ujian Nasional yang diadakan tiga hari pun tuntas dilalui oleh Hafidz dan Dian.
Saatnya pengumuman hasil Ujian Nasional pun tiba, Dian Anggraini Putri Yani menduduki posisi pertama dengan Nilai hasil akhir delapan koma sembilan lima. Suatu nilai yang fantastis yang digapai oleh Dian.

“Hafidz…, Hafidz…” teriak Dian di depan rumah Hafidz. Mendengar teriakan Dian, Hafidz bergegas keluar dan menemui Dian.
“ada apa Dian, pagi-pagi sudah ngagetin orang aja” sergah Hafidz yang merasa terganggu tidurnya. Dian langsung lompat dan memeluk hafidz yang sudah 1,75 meter itu dan dengan sigap Hafidz balas memeluk Dian dengan gelagat yang masih kebingungan.
“ada apa Dian” bisiknya di daun telinga Dian.
“aku peringkat satu Fidz, aku peringkat satu di sekolah. Aku nggak percaya Fidz, ini betulan atau cuma mimpi” celoteh Dian lalu menyuruh Hafidz menjewer kuping Dian. “aduuhh. Sakit tahu Fidz” protes Dian.
“lah, ‘kan kamu yang minta Dian” protes balik Hafidz.
“hehehe.., kelewat senang makanya jadi begini Fidz” ucapnya kegirangan.
“aku ucapkan selamat sama kamu, kamu sudah berhasil lulus dengan nilai yang luar biasa. Tetapi, sepertinya kita harus terpisah sementara” ucap Hafidz seraya melepaskan pelukan Dian.
“maksud kamu apa Fidz, kamu mau ninggalin aku, kamu mau aku tersiksa disini ya Fidz, kamu mau…”
“sssttt…” potong Hafidz menempelkan jari telunjuknya di bibir tipis Dian. “lebih baik kita masuk dulu” ajak Hafidz ke dalam rumah.

Di dalam Rumah yang hampir dua kali rumahnya Dian, Hafidz menjelaskan sesuatu sambil menunjukkan surat yang berisi kertas pemberitahuan penerimaan mahasiswa Monash University di Australia. Setelah mendengar dan penjelasan hal tersebut, Dian menangis sesunggukan. Dian tidak bisa membendung air matanya lagi.
“Dian, hentikan tangisanmu Dian” ucap hafidz lembut “Dian, lihat aku” lanjut Hafidz sambil memegang kedua pipi Dian yang langsung beradu mata dengan Dian yang masih mengalirkan air mata. “Dian, aku janji nggak akan tinggalin kamu. Kamu orang yang luar biasa buat aku. Aku janji, sebaliknya aku dari Australia, aku akan temui kamu, dan orangtua kamu” ucap Hafidz sangat lembut di depan wajah Dian. Tanpa sadar, Dian merangkulkan tangannya ke belakang kepala Hafidz, lalu tersenyum dan kemudian bersentuhanlah bibir Dian dan Hafidz. Untuk beberapa saat, perasaan dan pikiran kedua insan ini menyatu untuk sementara, menumpahkan segala emosinya. Saat kedua insan itu melepaskan ciumannya, Dian langsung memeluk erat Hafidz lalu menangis kembali. “aku akan menikahimu setelah aku lulus, karena aku cinta kamu sejak lama” ucapan Hafidz membuat Dian makin menambah laju air matanya.

Hafidz melepaskan pelukannya lalu pergi meninggalkan Dian yang masih menangis. Tak berselang lama Hafidz kembali dan membawa kotak kecil yang langsung diberikan kepada Dian. Dian langsung membuka kotak kecil yang isinya adalah kalung emas putih dengan bandul bertuliskan “BE_STRONG”. Semakin terharu Dian karena keseriusan Hafidz yang ingin menjadikan istri setelah Hafidz lulus kuliah. Dipeluknya lagi Hafidz sebagai tanda perpisahan yang sangat berat. “besok pagi aku akan berangkat ke Australia, jaga dirimu baik-baik ya Dian” ucap Hafidz dengan penuh kasih sayang lalu mencium hangat kening Dian.

Keesokan harinya, Dian mengantarkan Hafidz menuju Bandara Sepinggan Balikpapan. Hafidz terlebih dahulu harus transit ke jakarta, lalu menuju Bandara di Sydney, Australia. Dalam hati Hafidz tidak ingin meninggalkan Dian, tetapi masa depan sudah memanggil di negeri yang berjulukan Negeri Kangguru itu. Dian melanjutkan studinya ke universitas ternama di Samarinda, dunia kedokteran yang Dian pilih karena Dian ingin menggapai cita-citanya seperti apa yang dikatakan Hafidz waktu lalu.

Dengan bantuan beasiswa, akhirnya setelah enam tahun bergelut di dunia perkuliahan Dian mendapatkan gelar dokter dengan hasil cum laude. Dian yang mempunyai kekurangan mampu meraih gelar dokter muda. Tanpa sepengetahuan siapapun termasuk ibunya, ternyata Dian meluncurkan sebuah buku novel. Dan dua bulan lagi Dian akan melaunching novel pertama Dian.

Enam hari sudah berlalu sejak Dian mendapatkan gelar dokter. Hingga dia membuka praktek umum di ruko yang disewanya selama setahun. Dalam kepindahannya menuju ruko yang disewanya, Dian merindukan sosok penenang dan penyemangat dirinya, Hafidz. Dian memandangi kalung pemberian Hafidz, sang pemberi semangat. Dian berharap Hafidz cepat pulang karena Dian sudah sangat merindukan Hafidz yang enam tahun telah berpisah.

Dua bulan pun sudah berlalu. Dan hari yang ditunggu pun sudah tiba untuk peluncuran novel perdananya. Sebuah hotel berbintang pun telah dipersiapkan untuk memperlancarnya kegiatan launching novelnya. Saat Dian memasuki ruangan yang telah dipersiapkan, semua orang terlihat kaget, karena orang yang ditunggu adalah seorang yang luar biasa menurut salah satu wartawan majalah.

Beberapa pertanyaan pun dilontarkan wartawan untuk Dian. Dari pertanyaan masa-masa sekolah hingga masalah keluarga Dian.
“mbak Dian, terinspirasi dari siapa novel yang mbak buat, dan siapa kekasih mbak saat ini? Apakah ada seseorang yang memberi anda semangat dan memotivasi anda selama menuliskan novel ini?” ucap wartawan dari majalah GLAM’Our itu.
“sebenarnya, buku ini menunjukan kisah saya pribadi. Buku ini saya buat untuk memberi motivasi kepada wanita-wanita dan juga ingin membuktikan kalau saya bisa walaupun saya berbeda. Manusia cacat seperti saya bisa menggapai cita-cita, itu karena semangat dan rasa pantang untuk menyerah. Saya teringat kata-kata dari seseorang yang dekat dengan saya dulu bahwa semua orang berhak punya cita-cita, jangan jadikan kekurangan sebagai kelemahan, tetapi jadikan sebagai kelebihan yang orang normal tidak miliki. Orang berhak menghakimi, tetapi orang tidak berhak untuk mengatur kemauanmu” jelas Dian sambil menitikkan air mata.

Entah mimpi atau kenyataan, seorang lelaki telah berdiri menatapi Dian di pinggir pintu. Dengan senyuman yang khas yang sangat dikenali oleh Dian. “apakah itu hafidz yang sedang memandangi aku terus. Kok aku gak yakin ya, tapi dari senyumannya kok khas banget sih” ucap Dian membatin. Seakan tahu isi dari hati Dian, sang lelaki itu pun menganggukkan kepalanya lalu mengucapkan suatu kata dari kejauhan yaitu “be strong”. Langsung bangkitlah Dian dari singgasananya, dengan yakin Dian mengambil tongkat lalu berjalan dengan tergesa-gesa. Tanpa basa-basi, sang perempuan memeluk lelaki itu, lelaki yang sangat dirindukannya selama enam tahun. Tanpa bisa dibendung lagi, air mata mulai membanjiri mata Dian dan menangislah Dian di dalam dekapan Hafidz.
“miss you so much, Fidz. I really miss you” ucap Dian sesunggukan.
“miss you too Dian. Janji ku sudah aku laksanakan ‘kan” balas Hafidz mendekap erat tubuh Dian dan mengecup pangkal rambut di kening Dian. Dian makin merapatkan tubuhnya ke lelaki berperawakan 180 sentimeter itu. “aku sudah temui orangtuamu, dan orangtuamu menyetujui niatku untuk meminangmu. Meminang gadis yang luar biasa kuat, gadis yang merupakan taman di pangkal hati dan relung jiwaku, dan gadis yang telah berhasil menggapai cita-citanya” lanjut Hafidz seraya memandang mata cokelat Dian.
“kamu jahat Fidz, kenapa kamu nggak kabari aku dulu, seenggaknya aku bisa jemputin kamu, aku jadi malu kalau begini Fidz, aku…”
“sssttt” potong Hafidz menempelkan telunjuknya di bibir mungil Dian. “kamu nggak berubah ya, kalau sudah kesal pasti ngomong nggak pakai nafas” ucap Hafidz yang membuat Dian mengembangkan senyum tipis di bibirnya.
“astaga, aku lupa” Dian nyeletuk tiba-tiba. Diambilnya tongkat berjalan lalu berjalan menuju meja dan Hafidz mengekori dari belakang.
“maaf mas-mas dan mbak-mbak. Wawancara kita terpotong. Apa ada lagi yang ingin bertanya sebelum saya memberitahukan sesuatu”. Ucap Dian menghapus air matanya yang sempat mengalir. Sejenak para wartawan terdiam, hanya beberapa wartawan yang melihat Dian lalu melihat Sang Lelaki secara bergantian. “baiklah kalau tidak ada, seperti yang saya katakan tadi, saya akan memberitahukan sesuatu kepada kalian dan jujur saya sangat gugup sekali” ucap Dian lagi lalu mengembangkan senyumnya. Sang lelaki yang tak lain adalah Hafidz, mendatangi Dian yang sedang duduk manis di kursi hangatnya. “inilah penyemangat saya, lelaki yang memenuhi relung hati dan seluruh pengharapan saya. Dialah orangnya” Dian berdiri lalu memperkenalkan Hafidz pada wartawan majalah tetapi dicegah oleh Hafidz, sehingga Dian kembali menyandarkan tulang ekornya ke bangku.
“maaf kalau kehadiran saya sempat mengganggu kegiatan mas-mas dan mbak-mbak disini. Saya datang kemari karena saya ingin menepati janji saya kepada beliau” ucap Hafidz seraya menggenggam punggung tangan Dian. Para wartawan sempat kebingungan, janji apa yang ingin lelaki itu tepati. “dan saat ini, janji saya sudah saya tepati. Kembali ke Tanah Air, dan kembali menyirami “taman” saya yang sempat layu karena ditinggal oleh penghuninya. Dan juga, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada awak media yang telah hadir untuk peluncuran novel Dian, Dian Anggraini Putri Yani.” Lanjut Hafidz “dan lagi, saya ingin mengabarkan sesuatu hal yang menggembirakan. Saya dan Dian akan melangsungkan pernikahan bulan depan. Jadi saya mohon do’anya kepada mbak-mbak dan mas-mas wartawan untuk kelancaran pernikahan kami yang akan sangat sakral bagi kami berdua” lanjut Hafidz lagi yang membuat para wartawan terkejut sekaligus gembira mendengar hal yang menggembirakan ini. Semua berdiri lalu bertepuk tangan. Dian langsung berdiri, memeluk Hafidz dan kembali menyentuhkan bibir mungilnya yang kedua kali ke bibir Hafidz. Semua bersorak melihat kemesraan yang terjadi di dalam ballroom hotel itu dan peluncuran novel Dian Anggraini Putri Yani berakhir dengan rasa suka cita.

Bulan yang ditunggu pun tiba, Dian akan merasakan kebahagiaan yang tak terkira karena akan ada pelindung di hatinya. Namun di hati Dian sempat mengalami keraguan, apakah Hafidz serius untuk menikah dengannya. Mungkinkah karena kasihan melihat keadaannya yang cacat, atau Hafidz benar-benar mencintainya. Dian sudah siap dengan kebaya cantiknya yang sengaja dijahit oleh ibunya sendiri sebagai hadiah atas pernikahannya, Hafidz pun telah siap juga dengan pakaian pengantian pria berwarna coklat. Para keluarga dan tamu undangan pun sudah tiba untuk melihat prosesi akad nikah kedua mempelai, serta pak penghulu yang akan menikahkan calon suami-istri ini.

“alhamdulillah hirabbil alamin. Semuanya sudah datang, dan calon mempelai laki-laki sudah siap juga. Tinggal kita tunggu calon mempelai perempuan keluar.” Ucap Pak penghulu memulai kegiatan. Tak lama berselang, mempelai perempuan pun datang dengan kebaya cantik yang senada dengan Pakaian yang dikenakan Hafidz, sang mempelai Laki-laki. Dian langsung duduk di sebelah Hafidz. Akad nikah berlangsung serius dan sakral.
“bismillahirrahmaanirrahim, saudara Hafidz Dewantara, ikuti perkataan saya setelah saya mengucapkannya” ucap Pak penghulu. “baik Pak Penghulu” jawab Hafidz.
“Saya Nikahkan dan kawinkan saudara Hafidz Dewantara dengan mempelai wanita yang bernama Dian Anggraini Putri Yani binti Putra Syamsul Yani dengan Mas Kawin Seperangkat Alat Sholat dan emas putih 3 gram serta uang sebesar Satu Juta Lima Ratus Lima Puluh Lima Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah dibayar TUNAI”.
“Saya Terima Nikahya Dian Anggraini Putri Yani binti Putra Syamsul Yani dengan Mas Kawin tersebut TUNAI” ucap Hafidz lantang dan yakin dengan satu tarikan nafas.
“gimana para saksi, SAH”.
“SAAAHHH” jawab para tamu dan keluarga kedua mempelai.

Sah lah sudah Dian menjadi Istri Hafidz, sang lelaki pelindung untuknya. Dan Halal sudah Hubungan keduanya. Para kerabat dan teman-teman kuliah Dian serta teman-teman dari dokter memberikan ucapan selamat kepada Dian atas pernikahannya. Salah satu teman kuliah Dian sempat membisikkan sesuatu ke telinga Dian “Selamat Dian, kamu memang luar biasa. Aku nggak tahu kalau kamu punya cowok yang super banget. Semoga bahagia Dian” ucap dr. Catrina, teman kuliahnya yang sekarang juga menjadi dokter yang memberikan selamat. Semuanya berdo’a untuk menjadikan pasangan pengantin baru ini bisa menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.

TAMAT

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )
Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.80.137.168
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia