Bukti Kecantikan

Siswa-siswi SMA Harapan 45 Surabaya berhamburan dari ruangan kelas yang berderet di setiap lorong bangunan. Jam pulang sekolah selalu dinanti oleh setiap siswa di dunia. Ada seribu satu rencana kegiatan siswa setelah melewati jam sekolah. Namun ada salah satu siswi masih berdiri sendiri di tempat parkir.

“Mbak, kenapa belum pulang?” tanya seorang bapak berseragam dengan mengenakan baju putih dan celana hitam panjang.
“Nggak apa-apa kok pak, ini saya mau pulang” jawab siswi berponi tersebut.
“Cepet pulang ya mbak, entar orangtuanya nyariin” lalu pak satpam berlalu.

Perempuan itu menghembuskan nafasnya dengan berat. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat parkir. Wajahnya tertekuk lemas seperti baju kusut yang tak pernah disetrika. Setelah beberapa saat berpikir, ia memutuskan pulang.
Namun saat ia hendak menghidupkan motornya. Matanya melotot hingga mampu memecahkan kaca pada helm. Dia melihat sebuah pandangan yang tak menyenangkan. Ia menyaksikan sepasang kekasih yang berjalan dengan mesra menuju sebuah motor gede di sebelahnya.
“Cherryl, nungguin Siapa? Duluan ya?” tanya yang perempuan saat melewatinya.
Cherryl masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya. Namun saat matanya menatap senyuman menawan yang mampu meluluhkan hatinya. Senyuman yang selalu dinantikannya, kini membuat dirinya merasakan hujan badai tornado menyerang ulu hatinya. Setelah sepasang kekasih itu berlalu, Cherryl masih memandangnya dan terlambat untuk mengatakan,”Iya”.

“Jadi Kak Andre dan Vanya udah jadian?” tanya perempuan berambut keriting sambil meletakkan 2 orange juice di meja ruang tamu.
“Kayaknya sih gitu” kata Cherryl lemas.
“Kamu sedih banget, pasti” ia mengelus pundak sahabatnya.
“Lili, aku ini nggak cantik ya?” menenggelamkan kepalanya di kedua lututnya.
“Cherryl…” bisik Lili prihatin
Terdengar isak tangis Cherryl yang menjawab panggilan Lili. Lili mengerti apa yang harus dilakukan yaitu membiarkan sahabatnya.

Lili dan Cherryl menuju salah satu mall di Jakarta. Lili merasakan pipinya memerah karena panas matahari menyerang. Saat motor Cherryl selesai diletakkan di tempat parkir, Lili segera berlari menuju bangunan dalam mall.
“Lili, ngapain lari sih?” tanya Cherryl berlari mengikuti sahabatnya.
“Wah… kebangetan Lu, temen udah kepanasan kayak kepiting rebus”.
Cherryl tertawa, “Tenang, aku akan beliin es buat kamu”.
“Beneran Lu? Bayar kos aje nunggak” cibir Lili.
“Nggak apa-apa, kan bu kosnya ibu kamu” kata Cherryl sambil merangkul bahu Lili.

Cherryl mengajak Lili membeli es krim di salah satu stand penjualan. Setelah membayar es krim, Cherryl dan Lili menuju sebuah toko yang menjual alat kosmetik di lantai 3.
“Ngapain kita ke sini?” tanya Lili keheranan.
“Menurut Loe?” Cherryl segera masuk ke dalam toko.
“Cherryl, sejak kapan elu demen ame barang ginian?”.
Cherryl hanya mengangkat kedua bahunya.
“Neng, gue bilangin ye? barang disini itu mehong”.
“Mehong?”.
“Mahal, lagian buat ape elu beli ginian?”.
Cherryl menatap Lili dan menghembuskan nafasnya dengan berat.

Belum sempat Cherryl menjawab pertanyaan Lili, seorang pegawai di toko kosmetik tersebut menawarkan produk maskara terbaru. Penawaran ini tak dilewatkan Cherryl begitu saja. Secara sukarela ia merelakan wajahnya dimake over. Setelah melewati beberapa menit, Cherryl melihat hasil riasan wajahnya.
“Sekarang kamu terlihat sangat cantik” puji pegawai tersebut.
“Benarkah? terima kasih ya mbak” Cherryl segera mengambil cermin dari tasnya.
“Bagaimana mbak?” tanya pegawai.
“Wow… amazing. Lili gimana dandananku?”.
“Biasa saja, dari kemarin kamu udah kayak gitu” kata Lili sambil melirik Cherryl.
“Jangan didengerin mbak. Emang temen saya ini orangnya suka sirik”.
“Wah… sekate-kate nih. Udah mendingan elu ngikut gue aje”.

Lili menarik tangan kiri Cherryl keluar dari toko kosmetik tersebut. Cherryl cemberut mengikuti sahabatnya. Namun sebelum tubuhnya tertarik keluar, Cherryl menarik kartu nama dari tangan pegawai cantik toko kosmetik tersebut.
“Lili, kita ini mau kemana?”.
“Udah… nurut aja” Lili tetap menarik tangan Cherryl.

“Aku kecewa, kalau lapar tuh ngomong. Nggak usah pake acara narik-narik”.
“Udah, elu ndiri juga lapar. Makan burgernya!” Lili melahap cheese burger.
“Kenapa kamu nggak dukung aku untuk tampil cantik”.
“Dukung? elu kate pemilihan presiden. Lagian dandanan kayak badut ancol aje dibilang cantik” sambil menyodorkan cermin ke wajah Cherryl.
“Apa kamu belum sadar? setelah dimake over mbak tadi, wajahku bercahaya”.
“Elu kate lampu petromak bercahaya? Hapus aja tuh make up. Bayar kosan aje masih nunggak, eh… elu mau beli beginian”.
“Aku bakal minta uang ke mama. Jadi jangan khawatir ya?” Cherryl mengedipkan matanya.
“Kagak usah sok manis lu, mending hapus make up”.
“Ngapain dihapus? Kalau aku udah kayak gini, dijamin 100% Kak Andre bakal ninggalin Vanya dan bisa jadian sama aku”.
“Cherryl…” Lili terkejut mendengar alasan sahabatnya.
“Aku nggak seberuntung kamu yang bisa jadian sama Rio, orang yang kamu suka” setelah lama diam, Cherryl membuka suara sambil menahan air matanya.
Lili menggenggam jemari Cherryl.
“Aku pengen bisa secantik Vanya”.
“Cherryl, kamu itu cantik. Cantiiik baaanget” kata Lili serius.
Cherryl tersenyum melihat mimik wajah Lili yang tidak seperti biasanya. Senyuman di wajahnya berubah menjadi tawa hingga perutnya terasa capek. Sementara Lili juga tertawa bersama. Namun tawanya bukan disebabkan tingkah dirinya sendiri melainkan rasa puas.

“Gitu dong senyum, jangan sedih terus” celetuk Lili.
“Seharusnya wajah kamu itu aku rekam, jarang-jarang ekspresi kamu kayak tadi”.
“Cherryl, semua perempuan di dunia ini terlahir cantik”
“Kata Justin Bieber juga gitu, tapi tetap saja aku jomblo” Cherryl teringat idolanya.
“Gimane Kak Andre bisa suka ame elu. Lo aja kabur kalau Kak Andre lewat”.
“Iya, juga ya?”.
“Jadi…” pancing Lili.
“Jadi selama aku belum jadi pacar Kak Andre artinya aku tidak cantik”.
Lili sedih melihat sahabatnya yang merasa dirinya tidak cantik.
“Andai aku ini orang Korea, pasti aku udah ngelakuin operasi plastik. Aku akan mancungin hidung, bibir dibikin seksi, mataku dipercantik, pokoknya kayak Barbie” sambil mengaduk-aduk minumannya.
“Operasi plastik? ngapain elu ngayal jauh-jauh ke Korea? Gue juga bisa ngelakuin operasi plastik pake ember” Lili kesal.
“Emangnya kamu pikir wajahku ini mainan?”.
“Tuh tau ndiri wajah elu ntu kagak mainan, terus ngapain elu ngayal oplas?”.
Cherryl diam sambil menghabiskan cheese burgernya yang tadi belum disentuhnya. Ia merasa Lili takkan memahami perasaannya.

Melihat Cherryl yang mendiamkannya, Lili mengeluarkan secarik kertas dan pulpen dari tasnya. Kemudian ia menuliskan sesuatu di kertas tersebut. Cherryl yang penasaran, berusaha mengintip tulisan Lili.
“Jangan nyontek!!!” Lili menutupi kertasnya dari Cherryl.
“Siapa yang mau nyontek?”.
“Gue saranin elu ke tempat-tempat yang tertulis di kertas ini” Lili menodorkan kertas tersebut kepada Cherryl.
“Haaaah… kamu suruh aku pergi ke panti jompo nenek kamu?”
“Oops.. salah” Lili segera membalik kertasnya.
“Aku harus pergi ke tiga tempat ini?” Cherryl lebih kaget daripada sebelumnya.
Lili mengangguk tersenyum.

Cherryl mengikuti saran Lili untuk pergi ke suatu tempat sesuai dengan urutan yang tertulis di kertas. Cherryl sangat penasaran pada tempat yang akan ditujunya. Dengan berbekal kertas dari Lili, sebuah tas yang berisi benda-benda berharga dan sejuta tekad, Cherryl berangkat ke tempat tersebut dengan naik taxi.
“Mbak ini beneran jadi ke alamat itu” tanya sopir taxi yang ke seratus lima.
“Bapak ini kok nanya terus, dibilangin saya mau ke tempat ini”.
“Mbak udah pernah ke tempat itu?”.
Pak sopir itu melihat dari kaca, Cherryl menggelengkan kepalanya.
“Anak zaman sekarang itu edan… edan…” omel sopir taxi tersebut.

Cherryl terkejut saat taxi berhenti. Dari dalam mobil, ia dapat melihat apa yang terjadi di luar. Di sepanjang jalan, gadis-gadis cantik nan seksi dengan pakaian minim berdiri. Mereka menghampiri setiap kendaraan yang berhenti. Cherryl tanpa sadar membuka mulutnya.
“Mbak nggak mau turun?” tanya sopir taxi berwarna biru tersebut.
Cherryl menggelengkan kepalanya dengan cepat, “Pak balik ke kos saya, cepat”.

Cherryl merasa jera untuk mengikuti saran Lili. Ia tidak ingin pergi ke tempat alamat kedua maupun ketiga. Selama tiga hari, Lili meyakinkan Cherryl bahwa kedua tempat ini berbeda dengan tempat yang pertama. Akhirnya Lili berhasil meyakinkan Cherryl dengan memenuhi satu syarat yang diminta Cherryl. Syaratnya adalah Lili bersedia membayar tagihan kosnya yang telat dua bulan.

Cherryl mengendarai motor menuju alamat kedua ini. Perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah ini, tidak merasa kesulitan menemukan alamat ini. Ternyata alamat yang dituju adalah perumahan elite. Saat Cherryl berhenti di sebuah rumah mewah bergaya Classic California, ia merasa ragu untuk memencet belnya. Namun tiba-tiba gerbang rumah itu terbuka dan seorang ibu-ibu berpakaian dester kotak-kotak muncul.

“Ini mbak Cherryl ya?”
Cherryl mengangguk ragu, kok dia tau ya? aku udah datang.
“Monggo masuk mbak, biar sepedanya diatur Pak Tegar” katanya sambil menunjuk pak satpam yang berbadan ceking dan cukup berumur.

Cherryl mengikuti ibu-ibu itu masuk ke dalam rumah. Di depan pintu, ada seorang perempuan yang dikenalnya. Dia adalah Maria, teman sekelas Lili.
“Selamat siang, kemarin Lili bilang kalau kamu pengen belajar Fisika tentang Gaya Newton” terang perempuan berlesung pipi ini.
Cherryl hanya mengangguk, walaupun dia tidak mengerti skenario yang telah diciptakan Lili. Dia mengikuti Maria yang menggajaknya ke tempat duduk di samping kolam renang. Cherryl kagum dengan dekorasi penataan ruangnya. Makanan dan minuman telah disajikan di meja. Cherryl merasa yakin jika Lili telah memberitahukan kedatangannya pada Maria.

“Thanks udah ngajarin, sekarang aku sudah bisa menghitung kedudukan suatu benda” kata Cherryl saat meraka telah mengakhirinya.
“Nyantai aja sama aku. Kapanpun aku mau ngajarin kamu” Maria tersenyum.
“Kok kapanpun? Kalau nanti pacar kamu mendadak ngajak ketemuan, gimana?”.
Maria tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
“Kamu nggak punya pacar?” tanya Cherryl terkejut.
Maria tertawa terbaha-bahak merasa geli dengan pertanyaan yang keluar dari bibir Cherryl. Sementara Cherryl heran bukan kepalang.

“Hei, kenapa ke alamat ketiga ini kamu ikut?” tanya Cherryl saat dibonceng Lily.
“Kamu nurut aja nape?”.
“Nurut aja… nurut aja… motorku ini yang kamu pake”
“Diam!” perintah Lili.

Cherryl mengamati keadaan di sekelilingnya. Dia penasaran dengan tempat terahir ini. Sebenernnya aku mau diajak kemana? Kok trilili ikut?, katanya dalam hati.
“Akhirnya kita nyampe” kata Lili membuyarkan lamunan Cherryl.
Cherryl melihat sebuah rumah yang agak kecil dengan cat merah putih yang mendominasi. Di depan rumah, terdapat sebuah spanduk handmade dengan tulisan ‘One Heart for Indonesia’.
“Kamu udah pernah kesini?” saat melihat Lili mengetuk pintu.
Lili menggelengkan kepala.

Saat pintu terbuka, Cherryl dapat melihat sesorang di balik pintu tersebut. Perempuan yang sangat dibencinya di sekolah, Sasti.
“Kamu?” teriak Cherryl.
“Bukannya Lili bilang kalian mau bantu kami?” tanya Sasti keheranan.
“Eh.. iya, iya. Cherryl cuma kaget lihat kamu udah dateng duluan” kata Lili.
“Ok, silahkan masuk. Temen-temen udah ngumpul semua” kata Sasti sambil masuk ke dalam.
Ketika Lili hendak mengikuti Sasti, Cherryl menahannya.
“Kamu yakin ngajakin aku ke tempat Sasti?” bisik Cherryl.
“Buktinya?”
“Emangnya kamu lupa? Aku ini benci banget sama dia”.
“Untuk saat ini lupakan kebencianmu. Buktinya Sasti biasa aje ngeliat lu”.
Cherryl diam, hatinya membenarkan ucapan Lili.
“Udah… Jangan kebanyakan mikir. Mending ngikut aja” kata Lili sambil menarik tangan Cherryl.

Saat Cherryl dan Lili tiba di dalam ruang tersebut, terdapat dua belas orang yang menata berbagai makanan di kardus dan minuman di tremos besar. Mereka mengenakan kaos putih dengan bawahan bebas. Di kaos tersebut terdapat tulisan ‘We Care the Diamond World’. Sasti memberikan dua kaos pada Lili dan mempersilahkan mereka untuk mengganti bajunya di kamar mandi.
“Lili, kita ini mau ngapain sih?” tanya Cherryl saat tiba di kamar mandi.
“Jualan di taman” jawab Lili santai.
“APA?” teriak Cherryl membuat Lili menutup mulutnya.
“Biasa aja, kenapa sih? Gak usah lebay”.
“Lili, sebenarnya maksud kamu itu apa? Kenapa kamu bawa aku ke tiga tempat yang sama sekali tak kupahami?”.
“Jangan dipahami tapi dirasakan. Udah mending ganti baju” Lili masuk ke dalam kamar mandi.

Setelah berganti baju, Cherryl dibonceng oleh Lili mengikuti rombongan tersebut ke sebuah taman. Sesampainya di taman, Cherryl turut membantu mempersiapkan tempat untuk berjualan aneka gorengan dan kue basah serta berbagai minuman segar. Saat membantu memasang spanduk, Cherryl baru mengetahui bahwa hasil penjualan hari ini akan disumbangkan ke yayasan peduli kanker pada anak-anak.

Mereka terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menunggu pembeli di tempat yang disediakan. Sedangkan kelompok kedua menjajakan makanan dan minuman keliling taman. Cherryl masuk ke dalam kelompok dua sedangkan Lili masuk ke dalam kelompok satu.
“Lili, tukeran ya?” pinta Cherryl.
“No… no… no…” Lili menghindar dan segera membantu kelompoknya melayani pembeli.
Cherryl menarik nafas panjang untuk mengumpulkan keberanian. Namun tetap saja ia merasa malu. Perempuan yang gemar menggunakan bando ini, melirik jam tangannya. Jarum jam menunjukkan pukul 15.00 itu artinya masih ada waktu tiga jam Cherryl berada di taman. Ia menundukkan kepalanya sambil berkeliling membawa nampan yang berisi 3 tiga macam kue dan gorengan serta dua gelas es teh. Sementara enam orang lainnya berteriak menjajakan bawaannya.
“Kalau kayak gini, mana bisa laku?” kata Sasti menghampiri Cherryl.
Cherryl hanya tersenyum masam. Saat ia melirik tangan Sasti, nampannya telah bersih.
“Ayo ikut aku, tapi aku mau ambil kue dan es dulu ya? Kamu tunggu di sini” Cherryl mengangguk.
Cherryl menunggu sambil duduk di kursi taman.
“Neng, ini kue lumpia harganya berapa?” tanya seorang laki-laki berkaos biru.
“Bapak mau beli?” tanya Cherryl kegirangan.
“Iya neng, harganya berapa?”.
“Dua ribu saja, pak. Bapak mau beli berapa?” Cherryl menyiapkan kotak plastik.
“Semua ya, neng? Lima” katanya sambil mengeluarkan uang kertas lima ribu dua lembar pada Cherryl.
“Terima kasih” sambil memberikan lumpia kepada bapak.

Saat lelaki itu sudah berlalu, Cherryl menatap uangnya. Ia merasa sangat senang.
“Ada yang beli?” tanya Sasti.
“Lihat… aku duduk aja, jualanku laku” Cherryl menyombongkan diri.
Sasti tersenyum, “Ayo ikut keliling”.
Cherryl segera berdiri ke samping Sasti.
“Mbak, mau kuenya?” tanya Sasti pada seorang perempuan yang duduk membaca buku di taman.
Perempuan itu menggelengkan kepalanya. Sasti dan Cherryl melanjutkan berkeliling taman.
“Adek, kue dan esnya. Seger lo… minum es sehabis main” tawar Sasti.
“Nggak” jawab seorang anak perempuan.
“Kalau kuenya gimana? Coba adek lihat deh siapa tau adek mau beli” Sasti mencoba merayu sementara Cherryl hanya diam.
“Ini apa kak?” tanya anak itu sambill menunjuk ke kue.
“Ini kue kukus rasa cokelat. Adek mau?”
Anak itu menganggukkan kepalanya, “Satu saja”.
Entah mengapa saat itu Cherryl tiba-tiba merasa kagum pada Sasti. Rasa bencinya hilang entah kemana. Dia tidak meyukai Sasti, karena menganggap Sasti adalah orang yang judes dan tidak bisa senyum. Namun anggapan itu terpatahkan di sore ini.

“Cherryl, gimana acara tadi?” tanya Lili saat mereka berdua makan bakso di salah satu kaki lima.
Cherryl masih mengunyah bakso, memberikan dua jempol pada Lili.
“Syukurlah, kalau lu seneng”.
“Lili, maksud kamu apa? Kenapa kamu menyuruh aku ketiga tempat?” tanya Cherryl penasaran.
“Begini, tujuanku adalah menunjukkan ke lu arti cantik sebenarnya”.
Cherryl memandang tak mengerti.
“Kan dua minggu yang lalu, lu sedih banget nglihat kak Andre jadian sama Vanya” Cherryl mengangguk.
“Apalagi elu frustasi dan kurang percaya diri karena merasa diri lu itu nggak cantik. Sehingga kak Andre gak nglirik elu”
“Jadi kamu pengen aku nggak sedih karena merasa nggak cantik” tebak Cherryl.
“Salah”.
“Salah?”.
“Gue pengen elu itu paham tentang makna cantik. Cara membuktikan kita cantik itu bukan dilihat dari berapa banyak cowok yang nempel sama kita. Kamu lihat kejadian di tempat pertama kan?” Lili meminum es tehnya.
“Terus…”
“Cantik itu be yourself, cantik itu dari otak sampe hati” kata Lili.
“Cantik dari dalam maksud kamu?”.
“Menurutmu?” tanya Lili balik.

Cherryl mengangguk tersenyum. Ia tak menyangka sahabatnya sangat peduli terhadap dirinya. Ia mulai memahami dari semua kejadian yang terjadi. Cherryl mendapatkan pelajaran baru dalam hidupnya yaitu tentang pembuktian kecantikan seseorang. Pembuktian yang dapat dilakukan dengan sederhana namun membutukan waktu yang cukup untuk memahaminya. Berapa lama? hanya kesadaran kita dalam memahami yang menjadi jawabannya.

SELESAI

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.162.164.247
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia