Satirung Peseg

“emakkk… huhuhu”, irung yang masih mengenakan seragam sekolahnya itu berlari menghampiri emak di dapur. Ia memeluk emak yang sedang mengulek bumbu.
“ada apa toh nduk. Kok kamu nangis lagi”, tanya emak santai dan masih mengulek bumbu di dapur.
“emak, aku dihina lagi”, eluh irung. Ia menangis. Emak berhenti mengulek. Ia membalikkan badan.
“sudahlah nduk… ndak usah dipikirin. Lagian nanti mereka juga bosen-bosen sendiri. Kamu tutup kuping aja. Pura-pura ndak tahu”, emak membelai lembut rambut irung yang mengembang dan kriting itu.
“ahhh… Mereka nggak akan bosen hina irung. Buktinya, dari awal mos sampai saat ini, irung masih saja tetap jadi bahan tertawaan. Irung benci sama mereka. Irung benci nama irung. Irung pengen ganti nama. Irung benci mata belok irung. Irung benci rambut ini. Irung benci warna kulit irung yang persis seperti orang habis nyelam di lumpur. Pokoknya irung benci sama diri irung. Emak, emak kenapa sih dulu ngasih irung nama jelek kayak gini. Ini itu beban buat irung”, eluh irung di sela-sela isak tangisnya. Sesaat emak terdiam.
“terus kamu maunya gimana toh nduk”, emak menghela napas besar.
“irung mau ganti nama pokoknya. Irung nggak mau tau”

Irung berlari menuju kamarnya. Irung melemparkan diri ke tempat tidur. Ia tengkurap sanbil memeluk guling. Irung menangis.
“emak jahat. Emak nggak bisa ngerti irung. Nggak ada yang sayang sama irung”, teriaknya dalam kamar. Emak coba membujuk, tapi irung tak mau keluar kamar. Ia mengunci pintunya.
“satirung peseg”, ya itulah namanya. Irung sangat tak menyukai nama itu. Baginya, nama itu selalu membawa kesialan dalam kehidupannya.
“ya tuhan, kenapa sih engkau menciptakan aku dengan rupa seburuk ini. Kenapa tuhan?. Kalau tau begini, aku lebih memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia ini”, irung menatap dirinya di cermin meja rias samping tempat tidurnya. Mata belok, bibir tebal, badan ceking, kurus kering, rambut keriting.
“dan kenapa pula engkau menciptakan seseorang yang sangat sempurna seperti vanessa. Dia cantik, seksi, hidung mancung, kulit bersih, bibir merah tipis. Dia memiliki semua yang tak aku miliki. Dan yang paling membuatku dengki padanya, kenapa engkau menciptakan rambut panjang nan lurus hitam berkilau indah untuknya. Kenapa bukan untukku…? Kenapa…? Kenapa tuhannn…? Ini tidak adil… Arrrggghhh…!!!”, irung mengacak-acak rambutnya. Ia meratapi nasib yang saat ini diterimanya.
“pokoknya aku harus berubah… Aku harus bisa seperti vanessa… Bagaimanapun caranya”, irung mengepalkan tangan kanannya, matanya menatap tajam ke cermin. Irung mengusap airmata dan segera keluar menemui emak. Ia akan menjalankan rencananya…

Pagi yang begitu cerah. Tak seperti biasanya, irung yang pemurung tersenyum lebar. Sambil mengayunkan kaki menuju kelas, ia bersenandung ria. Buuukk!!. Saking asyiknya, irung tak memerhatikan orang di depannya. Ia menubruk tubuh kokoh, nan tinggi tersebut. Biasanya dia akan marah-marah dan mengumpat orang yang telah menabraknya. Berhubung mood-nya sedang bagus, ia memaafkan cowok itu. Irung mendongak… Jreng… jreng…!!!. Mata irung tak berkedip. Ia melotot, dan jika diteruskan mungkin matanya yang belok itu akan lepas dari kelopak matanya. Bibir tebalnya yang tadi terkatup rapat, pelan-pelan terbuka. Cowok itu menyipitkan mata.
“hy”, sapa cowok itu membuat jantung irung deg-degan tak menentu.
“rung, kamu nggak kenapa-napa kan?”, cowok itu mengibas-ngibaskan tangannya di depan mata irung. Irung segera membuyarkan lamunannya. Ia juga menutup mulutnya kembali, sebelum lalat berhasil masuk.
“eh, enggak. Nggak papa. Maaf yah. Aku tadi nggak sengaja”, ujar irung. Ia menundukkan wajah untuk menyembunyikan pipinya yang bersemu merah.
“ya udah, aku kesana dulu yah”, cowok itu tersenyum dan pergi meninggalkan irung. Irung memerhatikan punggung cowok itu yang semakin hilang di kejauhan. Irung meloncat kegirangan. “yes, yes, yes”, serunya senang sambil menari-nari dan berlari menuju kelas.

“annissaa…”, teriaknya di depan pintu. Gadis berjilbab dan berkacamata yang sedang asyik dengan bukunya itu menoleh. Irung berlari dan memeluk gadis itu.
“kamu kenapa sih rung”, cewek itu menatap aneh.
“kamu tau nggak, aku tadi disapa khrisna loh. Hwaaahhh… Dia baik, cakep, ramah lagi”, irung menatap langit-langit kelas sambil senyum-senyum sendiri. Annisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu. Annisa adalah satu-satunya teman yang ikhlas dan rela hati bersahabat dengan irung.
“dan kamu tau nggak, aku juga punya berita yang sangat menggembirakan loh”, senyum masih tak lepas dari wajah irung.
“apa”, tanya annisa.
“aku sebentar lagi bakalan ganti nama jadi devita intan maharani, keren kan? Nggak kalah sama namanya vannesa putri. Jadi, nanti kamu panggil aku ehm… apa yah”, irung mengetuk-ngetukkan jari telunjuk ke dagunya. Ia sedang berfikir.
“devita aja deh”, ujar irung bahagia.
“emang bisa”, annisa mengangkat sebelah alisnya.
“ya bisa dong. Hari ini nyokap gue lagi ngurusin buat merubah semua nama gue yang ada di akte, raport, ijazah smp dan sd, ktp, catatan kependudukan, kartu keluarga, pokoknya semuanya deh”, cerocos irung tanpa berhenti.
“hello…!! Nyokap gue? Sejak kapan kamu pakek bahasa kayak gitu. Biasanya juga emak kok”, annisa memicingkan mata.
“sekarang, hehehe. Gaul dikit napa. Gue kan bentar lagi jadi orang cantik”, terang irung.
“oh ya, aku pengen kasih tau kamu”, irung menoleh ke kanan kiri takut ada yang melihat.
“aku sebentar lagi operasi plastik”, ujarnya pelan. Mendengar itu annisa tersentak.
“apaa?”
“ssssttt…!!! Nggak usah lebay kalee”, sewot irung.
“rung yang bener. Dapat darimana duit”, tanya annisa tanpa mengurangi rasa syocknya.
“emak udah janji mau ngejual tanah peninggalan bapakku yang di dekat sungai murni itu”
“ya ampun. Itu kan satu-satunya harta warisan yang dikasih almarhum bapak kamu rung. Kok dijual sih. Aku yakin emak kamu juga nggak bakalan setuju. Dia pasti terpaksa karena desakan kamu. Kasihan emak kamu rung. Rung, asal kamu tau, kecantikan yang sebenarnya itu bukan dari luarnya aja yang diperhitungkan, tapi juga dalamnya. Kecantikan hati itu 99 kali lipat jauh lebih cantik ketimbang fisik. Kamu nggak perlu ngelakuin ini semua rung”, tutur annisa dengan pandangan kecewa. Memelas agar sahabatnya itu mengurungkan niatnya.
“aduh nis, plis deh. Simpan ceramah kamu itu. Sudah ribuan kali kamu bilang kayak gitu ke aku. Dan aku sudah capek dengar semua itu. Okey”
“oh yah, aku juga mau kasih tau ke kamu, kalau cerpanku yang judulnya “khrisna pangeranku”, itu sudah aku kirim. Nunggu hasilnya. Kalau nanti aku menang, aku traktir kamu deh”, irung pergi keluar meninggalkan annisa. Annisa menatap kosong. Ia hanya membatin.

Sudah hampir dua bulan, irung tidak masuk sekolah. Annisa tau jika irung sedang menjalankan operasi plastiknya. Ia hanya bisa berdoa, agar sahabatnya itu lancar menjalankan operasi.
“pagi anak-anak. Hari ini kalian kedatangan teman baru”, senyum terkembang di wajah bu dina. Ia bersama dengan seorang gadis. Gadis itu sangat-sangat cantik. Tubuhnya putih mulus, rambut hitam panjang berkilau, hidungnya mancung, vannesa yang dinobatkan sebagai primadona sekolah itu, nggak ada apa-apanya. Semua memandang gadis itu. Terutama mereka yang pria. Sulit bagi kaum adam untuk menolak pemandangan elok yang saat ini berada di depan mereka. Namun mata gadis itu hanya memandang satu orang… khrisna. Cowok itu tak bergeming dari bukunya. Jangankan memandang, melirik saja enggak. Cewek itu nampak frustasi melihat khrisna tak mau melihatnya. Bu dina mempersilahkan gadis itu memperkenalkan diri.
“perkenalkan namaku devita intan maharani. Panggil saja devita…”, mendengar itu, annisa yang dari tadi diam saja, langsung terlonjak.
“irung…”, teriaknya. Semua menatap aneh ke arah annisa, termasuk khrisna.
“eh nis… Gue tau kalo mata lo rabun. Tapi masa sampe segitunya sih lo nggak bisa bedain antara irung sama devita”, celetuk adi mengundang tawa satu kelas.
“iye. Aneh lu… Bidadari secakep die, lo samain sama irung, gile lo”, tambah joko.
“irung, siapa itu”, tanya devita menatap penuh selidik. Ia pura-pura tak tau.
“udah, kagak penting lo tanye die. Die itu hantunye kelas kite”, jelas eko.
“iya neng. Dia itu super lebihhh deh. Mata lebih, bibir lebih, hidung…”, belum sempat bagus melanjutkan kalimatnya, khrisna memotong.
“lo semua bisa nggak sih berhenti menjelek-jelekkan irung. Dia itu teman kita, dia juga manusia. Dia juga ingin dihargai”, terlihat ada nada kemarahan di wajah khrisna. Devita menatap kagum ke cowok itu. Ternyata selama ini khrisna begitu perduli padanya. Mata devita sesaat berkaca-kaca.
“dan buat lo murid baru, lo nggak usah sok kecantikan deh. Karena betapapun cantiknya elo, status lo disini siswa. Nggak ada perlakuan khusus. Kita semua disini sama”, ketus khrisna. Mendengar hal itu, hati devita serasa diiris.
“khrisna..!! Jaga ucapanmu. Kalian semua juga, jaga sopan santun kalian. Devita maaf yah”, ujar bu dina.
“nggak papa kok bu. Bagi saya itu sudah biasa, saya sudah sering kok dihina. Perlu kalian semua ketahui, aku bukan murid baru. Aku satirung peseg. Thanks buat annisa, kamu masih mengenaliku”, pernyataan devita membuat seisi kelas ternganga tak percaya.
“makasih yah buat khrisna, aku nggak nyangka kamu perduli sama aku. Bahkan kamu belain aku disaat aku nggak ada”, ujar devita dengan senyum mengembang. Khrisna tertegun. Devita kembali duduk di tempatnya, di sebelah annisa. Semua memandangi langkah gadis itu tanpa berkedip.

“rung aku nggak percaya kalau ini kamu. Sumpah, kamu cantik banget. Rung, kamu benar-benar berubah tiga ratus enam puluh derajat”, annisa mentap kagum. Irung tersenyum dengan bangganya. Pelajaran berjalan seperti biasanya. Pada saat jam istirahat, banyak sekali yang mendatangi irung. Mereka menyatakan kekagumannya serta meminta maaf atas semua perlakuan mereka sebelum-sebelumnya. Vannesa cs mendatanginya, menawarkan supaya irung mau bergabung di gank-nya.
“selamat yah, lo sekarang sudah cantik de.. Vi.. Ta”, ujar vannesa sedikit ada penekanan di kata terakhir. Irung tersenyum ramah.
“lo mau nggak gabung di c2c sama kita”, tawar vannesa, menunjuk teman-teman di sebelahnya. C2c adalah gank vannesa yang anggotanya terdiri dari cewek-cewek cantik. Nggak sembarangan orang bisa masuk kelompok ini. Mereka memiliki kriteria tertentu untuk menerima seseorang menjadi anggota. C2c singkatan dari cewek-cewek cantik. Irung terdiam berpikir.
“jarang-jarang loh kita nawarin kayak gini. Inget dev, kesempatan nggak datang dua kali. Emang lo masih mau berteman sama kutu buku ini. Kalau gue sih ogah. Lo kan udah cantik, cari temen jauh lebih mudah”, vannesa merajuk. Ia menatap sinis ke arah annisa. Annisa hanya diam. Irung menatap bimbang ke arah keduanya. Ia bingung ingin ikut siapa.
“nis, gue nggak papa kan gabung sama mereka”, tanya irung. Annisa terkejut mendengar pernyataan itu. Ia kecewa pada irung.
“terserah kamu aja deh”, ketus annisa. Perhatiannya masih ke buku di depannya.
“makasih banyak ya nis. Lo emang sahabat gue yang paling baiikkk”, irung memeluk annisa. Annisa sangat kecewa terhadap irung. Bisa-bisanya dia lebih memlilih vannesa cs daripada dirinya. Paahal selama ini, dia yang selalu membela irung jika dicemooh oleh vannesa. Annisa tak habis pikir, kenapa sahabatnya bertingkah seperti itu.
“aku kecewa sama kamu rung”, celetuk annisa.
“maksud aku… de… vi… Ta”, ralat annisa. Terdengar ada penekanan di akhir kalimat.
“nis, aku mohon sama kamu, boleh yah. Pliiisss… Aku janji bakalan berusaha bagi waktu antara kamu sama teman baruku. Ini mimpiku sejak lama nis. Pliiis aku mohon”, irung merengek. Annisa cuek tak menghiraukan ia masih tetap fokus ke bukunya.
“udah lah, kamu nggak usah memelas di depan cewek ini. Mending kita ke kantin yuk”, vannesa menarik irung. Irung menatap annisa lemas. Ia mengikuti vannesa, toh annisa juga tidak perduli padanya. Mungkin dia marah.

Beberapa hari terakhir, irung tak pernah lagi bercengkerama dengan annisa. Ia lebih sibuk dengan c2c-nya. Suatu hari, emak sakit. Irung tak pulang, ia sedang asyik hang out bareng c2c. Waktu itu annisa ke rumahnya, karena ingin mengembalikan buku irung yang ketinggalan.
“benar-benar teledor. Bisa-bisanya dia ninggalin buku ini. Padahal besokkan ulangan kimia. Mau belajar apa tuh anak”, gerutu annisa. Ia berjalan kaki. Tiba-tiba sebuah motor berhenti di depannya.
“hai, kok kamu nggak bilang sih sama aku kalau mau keluar. Kan aku bisa antar”, tegur cowok itu.
“datang-datang nggak permisi nggak salam, eh marah-marah. Bukannya ponsel kamu nggak aktif. Makanya aku pergi sendiri”, keluh annisa. Cowok itu tersenyum dan turun dari motornya.
“ya udah, maafin aku yah. Ayo naik. Aku nggak mau kamu kenapa-napa”, bujuk cowok itu. Annisa awalnya tak mau, namun berkat kesabarannya, akhirnya annisa luluh juga.
“jaga jarak ya ukhti. Belum halal”, ucap cowok itu.
“yeee… Siapa juga yang mau meluk situ. Gr”, ketus annisa. Cowok itu tertawa. Ini yang paling dia suka dari annisa. Lucu, suka marah-marah.
“inget, kita nggak pacaran. Tapi ta’aruf”, cowok itu menatap annisa lewat kaca spion. Annisa mengangguk.
“ya udah, mau kemana neng”, tanya cowok itu.
“ke rumah irung bang. Tau kan. Agak jauh, dapat diskonkan”, seloroh annisa. Cowok itu tertawa lagi. Mereka pergi ke rumah irung.
“assalammualaikum”, salam annisa dengan senyum ramahnya. Tak ada jawaban. Annisa mengulangi salamnya lagi. Sampai salam ke tiga, baru si empunya rumah membukakan pintu.
“waalaikum salam. Uhuk.. Uhukk… eh annisa. Lama nggak main kesini nak. Emak kangen sama kamu”, emak membuka pintu, sambil batuk-batuk.
“iya mak, annisa juga kangen. Irung kemana?”, annisa mencium tangan emak. Lelaki yang bersamanya juga mencium tangan emak.
“entahlah, sejak sabtu sore sampai hari ini dia nggak pulang. Uhuk, uhuk. Emak juga nggak tau dia kemana, yang jelas, kemarin dia itu dijemput sama teman-temannya naik mobil. Emak sih sebenarnya nggak ngizinin. Tapi dia tetap maksa. Uhuk”, terang emak, masih dengan batuknya. Wajah emak pucat, kulitnya juga hangat.
“emak, loh loh loh. Emak kenapa”, annisa menyangga tubuh emak yang hampir jatuh.
“nggak tau, kepala emak pusing pening”, jelas emak. Annisa membawanya masuk menyuruh emak duduk di kursi tamu. Ia juga membuatkan teh hangat untuk emak.

“gimana sih irung, emak lagi sakit malah kelayapan nggak jelas. Dasar…!”, gerutu annisa.
“sabar annisa. Orang sabar disayang allah”, ucap lelaki itu mengingatkan.
“aku cuma sebel aja sama dia”, omel annisa. Emak batuk-batuk, dan mengeluarkan darah. Karena semakin buruk dan takut terjadi apa-apa annisa dan cowok itu membawanya ke rumah sakit. Annisa juga berkali-kali menghubungi irung. Tapi nggak diangkat. Akhirnya dia hanya menulis pesan singkat.
“km nggk mau nerima tlponq, gpp. Aq cm mw ngbarin, klu emak skit n krng d rmah skit. Klu km msih pduli, dtang aja ksna”, dengan kesal annisa mengirim pesan itu. Cowok itu mencoba menyabarkan.

Irung berlari ke rumah sakit. Sebenarnya, vannesa tak mengizinkan irung meninggalkannya. Semalam, dia dan teman-temannya clubbing, karena kemalaman mereka tidur di hotel. Napas irung ngos-ngosan.
“hos… hos… hos”, sejenak irung berhenti dan mengatur napas. Akhirnya, dengan susah payah irung sampai di kamar tempat emak dirawat. Ia kaget saat melihat annisa tak sendirian. Dia bersama seorang cowok. Dan irung sangat mengenali cowok itu. Khrisna.
“akhirnya kamu datang juga”, sambutan dingin annisa membuat irung semakin dipojokkan.
“aku kira, kamu udah nggak perduli lagi sama emak”, ketus annisa.
“maaf, maafkan aku. Aku tau aku salah. K-khrisna, kok kamu disini juga”, irung menatap keheranan.
“aku nemenin calon istriku”, terang khrisna dengan senyum ramah.
“mak-maksud kamu”, wajah irung pucat pasi dengan apa yang barusan didengarnya. Annisa yang tadi cuek dan marah, mndadak pucat. Ia tak tau jika khrisna akan bicara demikian.
“nis, aku mohon jelasin sama aku”, mata irung memerah. Annisa tertunduk lesu. Khrisna santai, karena ia tak tau apa-apa.
“rung, sebenarnya… Sebenarnya waktu kamu nggak ada, khrisna lah yang mengisi hari-hariku. Aku sedih karena kepergian kamu yang tanpa kabar itu. Khrisna datang menghiburku. Dia berada pada saat dan waktu yang tepat. Dan diam-diam perasaan itu muncul begitu saja yang aku sendiri tak tau kapan datangnya. Dan pada suatu malam, orangtuaku mengajakku makan di suatu tempat. Mereka bilang, akan ada pertemuan penting, antara keluargaku dengan keluarga teman ayahku. Mereka akan membicarakan tentang perjodohanku dengan anaknya. Awalnya aku malas, aku sedih, karena aku harus menikah dengan orang yang sama sekali tak aku kenal. Tapi setelah kami bertemu, dan aku benar-benar tak percaya jika lelaki yang dijodohkan denganku itu… Khrisna”, terang annisa. Ia sebenarnya tak enak hati.
“ngggakkk…!!! Nggak mungkin…!!! Khris, bilang sama aku kalau semua itu bohong”, teriak irung. Ia menangis.
“itu memang benar rung, eh maksud aku devita. Dan aku sangat bersyukur, tuhan telah menciptakan seorang wanita yang sholehah untukku”, khrisna menatap kagum ke gadis di sampingnya.
“aku senang dengan semua yang ada padanya. Dia tampil apa adanya, kesederhanaannya, dan kesholehannya membuatku tak ada alasan untuk menolaknya”, khrisna menatap annisa. Annisa hanya tertunduk.
“nggak, nggak mungkin. Nis kamu pengkhianat. Kamu tega sama aku. Paahal kamu tau sendiri kalau aku suka sama dia. Kenapa kamu ambil dia nis”, teriak irung sambil menunjuk khrisna.
“rung, aku nggak bisa menolak. Ini kemauan keluarga aku. Dan jujur aku juga…”, annisa menangis.
“mencintainya. Begitu…!! Kamu tega nis. Kamu tega. Khrisna, kenapa kamu memberikan harapan semu untukku. Kenapa khris, aku telah salah mengartikan semua kebaikanmu”
“maaf rung. Sebenarnya, sejak awal aku ada feelling sama kamu. Aku suka sama semua yang ada padamu. Aku nggak perduli orang lain berkata apa. Tapi semenjak aku tau, kamu operasi hanya untuk memperindah diri, aku jadi ilfeel. Aku hanya berpikir, jika kamu saja tidak dapat menerima diri kamu sendiri apa adanya, bagaimana mungkin kamu bisa menerimaku”, terang khrisna.
“aku kecewa sama kamu rung. Sama semua keputusanmu ini…”, lanjut khrisna.
“kalian berdua tega bermain di belakangku. Kalian berdua pengkhianat. Keluar kalian dari sini. Cepat keluaaarr!!. Khrisna asal kamu tau, aku ngelakuin ini semua juga demi kamu”, irung marah. Ia mendorong tubuh khrisna dan annisa. Gubraaakk!! Irung menutup pintu. Ia bersandar pada pintu dan menangis. Perlahan-lahan tubuhnya beringsut ke lantai. Irung menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut. Emak masih tertidur di atas ranjangnya. Untung nggak kebangun.
“emaaakkk…”, irung meronta. Kini ia duduk di samping emak sambil menangis.
“emak, kenapa semuanya jadi begini. Tuhan tidak adil emak. Sebelum aku cantik, nasibku buruk. Setelah aku cantik, nasibku tetap tak berubah dan jauh lebih buruk. Emak, aku sudah kehilangan sahabat baikku. Aku juga kehilangan khrisna mak, tuhan menakdirkan aku untuk menderita di dunia ini”, irung mencium tangan emak.
“j-jangan bilang begitu nduk. Tu-tuhan itu maha adil. K-kamunya saja yang kurang bersyukur. H-hidup itu anugrah terindah n-nduk. Ja-di bersyu-kurlah k-kamu. J-jangan terlalu banyak mengeluh, tuhan ti-dak suka i-tu”, suara emak terputus-putus.
“maafin irung ya mak”, irung mencium tangan emak. Emak hendak berkata, namun napasnya tersenggal. Irung panik, ia memanggil dokter. Siapa yang bisa melawan maut?. Emak telah menemui ujung hidupnya. Irung menangis tak tertahan.

Mata irung masih bengkak. Ia menuju rumahnya sehabis pemakaman, annisa datang dengan khrisna. Mereka masih perduli terhadap irung. Annisa dan khrina pamit, mereka tak bisa berlama-lama. Irung hanya mengangguk, tatapannya kosong. Beberapa saat kemudian, dua orang lelaki berjas mendatangi rumahnya.
“selamat siang. Ini benar rumahnya mbak satirung peseg”, tanya salah seorang. Yang satunya membawa koper. Irung yang saat ini berstatus devita, tak mau mengakui.
“terus mbak irungnya kemana. Kami kesini ingin memberitahu, jika cerpan yang dikirimnya telah kami nobatkan sebagai pemenang. Dan dia berhak menerima hadiah ini”, orang tersebut menunjuk koper hitam yang dibawa. Irung tersentak kaget. Bukan main senangnya dia. Irung yang tadi tak mengakui namanya, kini ia mengaku dan menjelaskan semuanya kenapa ia bisa ganti nama. Namun apa daya, kedua laki-laki itu tak ada yang percaya.

“anda jangan mengada-ngada. Jika nanti ketemu sama mbak irung tolong sampaikan”, kedua lelaki itu pergi, irung masih mencoba meyakinkan. Kedua lelaki itu tak menggubrisnya. Irung menangis. Ia benar-benar menyesal. Ia kehilangan sahabatnya annisa, emak, khrisna dan sekarang ia tak mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan.

Penyesalan selalu datang terlambat. Teman, kita sebagai manusia seharusnya lebih pandai bersyukur daripada mengeluh. Semua masalah yang tuhan berikan untuk kita, itu suatu ujian, tantangan hidup yang harus kita selesaikan. Jika tuhan memberi ujian, berarti dia masih sayang kepada kita. Percayalah!!! Tuhan merencanakan yang terbaik untuk kita.

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.162.164.247
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia