Ilalang dan Rumah Laba Laba

Kehidupan yang keras seolah menjadi tantangan dalam hidup Rina dan kakaknya Rani. Tinggal di tengah hutan dan jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan masyarakat. Kehidupannya hanya bergantung dari apa yang ada di sekeliling tempat tinggalnya. Untuk bisa mendapatkan beras ia harus rela berjalan sejauh kurang lebih 3 km. Itu pun kalau mereka mampu membeli beras.

Semangat belajarnya sungguh luar biasa. Kehidupan yang sederhana dan serba pas-pasan, begitu besar dan berat perjuangan orangtuanya demi menyekolahkan anak-anaknya. Rina dan kakaknya bertekad ingin bangkit dari kehidupan yang serba sulit. Ia ingin seperti teman-temannya, hidup dalam keramaian dan banyak teman. Bukan malah menyendiri di tengah hutan

Setiap pagi ia menyusuri jalan nan panjang dan penuh tantangan, agar ia sampai ke sekolahnya. Sebuah sepeda mini bekas yang di belikan oleh ayahnya lah yang menjadi teman setia mereka. Saat musim hujan tiba, jalanan selalu becek dan banyak lumpur yang menjerat sepeda kesayangan mereka. Sepeda berwarna merah kusam dengan warna yang memudar, tak pernah mengeluh tatkala harus bermandikan lumpur.

Pagi ini, Rina dan Rani siap berangkat sekolah. Hujan semalam, pasti akan menyisakan tantangan tersendiri dalam perjalan ke sekolah nanti. “Kak, kalau bajuku kotor, nanti teman-teman pasti akan menertawakanku.” Kata Rina dengan wajah cemberut kebingungan. Rani kakaknya hanya tersenyum. “Sudahlah.. adikku yang manis ini tetap cantik kok..” Rani mencoba menghibur adiknya, agar ia semangat ke sekolah hari ini.
“Rina, Rani cepetan berangkat nanti telat…” Teriak emak mereka dari luar. “Iya, Mak..” Jawab Rani. ”Ayo.., hujan semalam tidak membuatmu patah semangat, kan?” Tanya Rani sembari tersenyum. “Baiklah..” Akhirnya Rina beranjak dari tempat duduknya dan mengaitkan tasnya yang sudah tak layak pakai di punggungnya. “Semangat..!” Rani menepuk bahu adiknya yang masih terleihat lemas tidak bersemangat.
“Hati-hati..” Kata emak mereka. “Rani berangkat dulu, Mak..” Rani menjabat tangan emaknya. Kemudian disusul oleh Rini. “Jangan lupa, belajar yang baik. Jangan kecewakan bapak dan emak yang sudah susah payah mencari uang demi menyekolahkan kalian!” Pesan emaknya. “Iya, Mak..” Jawab Rani. Kata emakya begitu lekat dalam hatinya. Segera tertanam dalam benaknya dan menjadi pengingatnya agar ia tetap istiqomah untuk belajar dengan baik demi kehidupan yang layak di masa yang akan datang.

Rani terus mengingat pesan dari ibunya. Kata-kata itu terus terngiang-ngiang dan terus melecutinya agar semangat terus membara dan berkobar. Entah apa yang ada di pikirkan Rina. Sepertinya, kata-kata ibu hanya berjalan melintas di telinganya. Pikirannya hanya tertuju pada tantangan yang akan ia hadapi di jalan nanti. Ia tidak ingin diolok-olok temannya, karena rok dan sepatunya kotor terkena lumpur.

Hujan semalam benar-benar telah menguji kesabaran dan kepiawaian mereka dalam menyusuri jalan yang licin dan penuh dengan lumpur. Jalan setapak dengan semak-semak di tepian jalan, membuat mereka merinding tatkala dedaunan bergoyang dan menimbulkan bunyi-bunyian mengerikan. Udara dingin menerpa tubuh mereka, dan tetesan air bekas hujan semalam menetes membasahi tubuh mereka. Seketika rasa dingin menyergapi tubuhnya.

Mereka hanya terdiam membisu menyusuri jalan. Pandangan mereka fokus ke depan melihat genangan air yang penuh dengan lumpur berwarna merah kecokelatan. Otak terus berfikir bagaimana ia bisa melewatinya, tanpa harus terkena cipratan air kotor itu. Jika tidak, baju mereka akan kotor dan ocehan teman-teman di sekolah akan berkicauan di gedung sekolahan dan mengalahkan kicauan burung yang bertengger di tower.

Selain melewati jalan setapak yang licin dan penuh dengan lumpur, ia juga harus melewati sungai dengan bebatuan yang besar dan tajam. Selain itu, lumut hijau yang tumbuh di bebatuan terkadang membuat mereka terpeleset. Belum lagi, mereka harus menggandeng sepeda mini tuanya. Rani tahu, adiknya pasti sudah lelah dengan hari-hari yang sulit menyusuri jalan itu. Tapi. Ia terus memberi semangat pada adiknya.

Sesampainya memasuki pemukiman penduduk, hati Rina dan Rani terasa lega. Kakinya terasa pegal setelah berjalan menyusuri jalan setapak di hutan. Kini, ia bisa menaiki sepedanya. Tetapi, kaki Rani masih harus mengayuh sepeda mini tua itu hingga mereka berdua sampai di sekolah. Rani tidak mungkin membiarkan adiknya memboncengnya hingga ke sekolah. Rani tak tega melihatnya kelelahan. Keringat sudah membasahi wajahnya. Mau tidak mau, Rani lah yang harus mengayuh sepeda mini tua itu.

Saat berada di boncengan kakaknya, Rina terus mengamati sepatu dan rok panjangnya (karena ia sekolah di MTS negeri) yang kotor terkena air berwarna cokelat dan bercampur dengan lumpur. Tiba-tiba, bayangan Rina sampai dulu di sekolahan. Ia membayangkan teman-temannya yang akan mengolok-oloknya di sekolahan. Dan saat ban sepeda mereka melintas di atas jalan yang berbatu, Rina pun kaget dan sadar dari lamunannya.

“Mbak, mau kemana?” Tanya seorang wanita yang duduk di samping Rani, saat naik kereta. Seketika, lamunan Rani di masa kecilnya menghilang dari pikirannya. “Saya mau ke Jakarta, Mbak. Mau cari kerja, untuk membantu emak, bapak dan juga adik saya di desa. Biar hidup kita tidak di hutan terus. Saya ingin membeli rumah dan tanah di dekat pemukiman warga, agar kami punya tetangga.” Jawab Rani dengan jelas. “Oh…,” Wanita itu meng-Oo, dengan mulut sedikit di kumpulkan di tengah, dengan wajah manggut-manggut.

Rani, terlihat sederhana dengan baju panjang, rok panjang, dan sebuah jilbab berwarna biru telur asin yang sudah kusam. Sikapnya sangat kalem. Melihat wanita itu, ia teringat dengan kata orang tentang kejahatan di dalam kendaraan, misalnya hipnotis. Apalagi, melihat percakapannya dengan penumpang yang lain, wanita itu sangat berani, dan beringas, sikapnya terlihat keras. Rani pun, sedikit deg-degan. “Jaga dirimu baik-baik, di jakarta banyak kejahatan. Macamnya banyak juga. Hanya itu yang mbak pesankan sama kamu.” Setelah wanita itu menasehatinya, Hati Rani sedikit lega. Sepertinya dia wanita yang baik.

Setelah mereka sampai di stasiun, Rani pun mengejar wanita itu. “Mbak kerja dimana?” Tanya Rani. “Mbak kerja dari suster, ngurus anak.” Jawab wanita itu sambil berjalan meneteng tasnya. “Bolehkah saya ikut dengan mbak. Saya kan belum punya pengalaman kerja, saya kan hanya lulusan MAN. Saya juga tidak tahu Jakarta.” Kata Rani. “Lebih baik, kamu cari pekerjaan yang lebih baik dari saya. Ijasahmu dari Man mungkin bisa mengantarkan kamu kerja di toko. Tidak seperti mbak, SD saja tidak tamat.” Jawab wanita itu. Rani hanya diam saja. Dan wanita itu pun, tak tega melihat wanita yang terlihat kalem dan cantik itu luntang-lantung sendirian.
“Baiklah, kamu boleh ikut dengan saya. Tapi, kamu harus sabar, ya. Majikannya sangat galak. Anaknya juga nakal, susah diurus.” Wanita itu menjelaskan. Rani pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Kemudian mereka berdua naik angkot menuju rumah majikan wanita itu.

Sampai di rumah majikan wanita itu, Rani sudah dikenalkan dengan tugas-tugasnya. Ia juga sudah bekerja, menyapu, mencuci, ngepel dan mengurus taman. Dan ditambah mengurus anak majikannya, yang gendut, dan nakalnya minta ampun. Malamnya, Rani langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang langsung di gelar di atas lantai. Kamarnya sempit, pengap, plapon yang dipasang terlalu rendah membuat ia sulit untuk bernapas.

Rani pun melamun masa kecilnya dulu. Baru tiba di Jakarta, ia sudah diliputi rasa kangen dengan emak, babak, dan adiknya. “Rumput ilalang, kamu menjadi saksi di sepanjang jalan setapak ini. Saksi akan perjuanganku demi membahagiakan emak dan bapak. Perjuanganku berangkat sekolah, hingga adikku diolok-olok temannya” Kata Rani, yang kemudian ia mencabut bunga rumput ilalang itu dan membawanya pulang ke rumah saat ia pulang sekolah. “Ran, Kamu sedang melamun apa?” Tanya Yuli. “Baru tiba di Jakarta, saya sudah kangen dengan keluarga di rumah.” Jawabnya. “Kamu harus sabar, kangen itu pasti ada. Katanya, kamu ingin membahagiakan emak sama bapakmu, kan?” Tanya Yuli. “Iya, mbak” Jawab Rani.
“Kamu sebaiknya cepetan tidur, jangan melamun. Besok, majikan kita mau pergi ke pantai dan kamu harus ikut untuk mengasuh Dimas. Ini, tadi mbak sudah beli roti. Kamu bawa bekal buat besuk.” Yuli memberikannya pada Rani. “Jangan mbak. Itu kan Roti mbak Yuli” Rani menolaknya. “Ran, majikan kita tidak akan memberimu makan. Tugasmu menyuapi anaknya. Besok pasti kamu kelaparan. Mbak itu sudah pengalaman, Ran. Memang majikan kita itu orangnya tidak punya perasaan. Sudahlah, kamu masukkan ke dalam tas saja.” Yuli menyuruhnya memasukkan ke dalam tas.
“Mbak kan kerja berat, sedangkan makan juga di pasti. Terkadangkan kita juga lapar, saat ada tugas berat dan banyak. Sedangkan buah-buahan di kulkas, kan mbak tidak berani makan. Terpaksa, sisa makanan Dimas mbak makan. Kamu yang sabar, ya. Mbak Cuma bisa bantu kasih pekerjaan seperti ini.” Kata Yuli. “Iya mbak. Malahan, saya sangat berterima kasih dengan mbak Yuli.” Kata Rani. Mereka pun akhirnya berbaring di atas kasur, dan perlahan-lahan memejamkan mata. Sedikit dipaksakan memang. Karena, rasa pegal di sekujur tubuh enggan hilang.

Rani menatap Yuli dengan mata sayup. Yuli tertidur begitu pulas karena kecapekkan. Hari itu, Yuli memang tinggal di rumah. Sedangkan, Rani dan majikannya pergi ke pantai. Meskipun Yuli di rumah, dan tidak ada majikan yang mengawasi pekerjaannya, tapi Yuli tidak bisa leha-leha. Karena, majikan mereka orangnya sangat disiplin, dan selalu mengecek tugas-tugas pembantunya. Rani pun juga sangat kelelahan, ia tidak bisa menikmati suasana pantai yang didapatnya secara gratis tanpa harus mengeluarkan ongkos. Tapi, Dimas sangat rewel dan nakal. Dia juga sering ngerjain Rani.
“Ternyata benar kata mbak Yuli. Kalau aku tidak membawa Roti ini, aku tadi pasti sudah kelaparan. Belum lagi, sikap Dimas yang bikin aku jengkel dan mangkel. Dimas yang salah, katanya aku yang salah. Ah, sudahlah… namanya juga anak kecil.” Rani berbicara sendiri, sembari meringkasi rotinya yang masih sisa, dan mengeluarkannya dari tas. “Kenapa aku rindu sekali dengan emak, ya?!” kata Rani yang tertegun. “Tidak biasanya aku begitu merindukannya. Semoga saja, tidak terjadi apa-apa dengan mereka.” Kata rani yang menyakinkan dirinya sendiri, agar tidak berpikiran yang macam-macam.

Rani pun berbaring di samping Yuli. Rasa ngantuk yang tak kunjung datang membuatnya melamuni kehidupannya di desa, saat ia mencuci di kali. “Ternyata, rumahmu masih di daun jati itu. Laba-laba yang malang, seperti aku. Hidup dengan rumah yang rapuh dan tidak kuat. Ketakutan saat hujan turun dan angin yang berhembus kencang. Bahkan, tetesan embun yang besar dapat merusak rumahmu.” Kata Rani sembari menggelengkan kepalanya. “Aku akan buktikan, bahwa aku tidak akan hidup sepertimu. Aku berjanji sama emak, kalau aku sudah lulus dan bekerja nanti, aku akan membelikan rumah untuk emak, bapak dan Rina. Rumah yang jauh lebih baik dari yang kami tempati sekarang.” Kata Rani menambahkan.
“Ah.., kenapa aku jadi teringat laba-laba itu, ya!” pikir Rani. Kemudian, Rani memejamkan matanya agar ia bisa lekas tidur. Karena, pekerjaan sudah menantinya esok hari. Ia berusaha menahan kerinduan dengan keluarganya. Semua ia lakukan dengan sabar, meski majikan Rani orangnya keras. Dan momongannya (Dimas) sangat bandel. Ia pun harus sabar dengan sikap Dimas yang masih kecil.
Mungkin, pekerjaannya jauh lebih ringan dibandingkan pekerjaan kedua orangtuanya. Membuat arang, dengan proses yang sangat panjang. Menebang pohon, kemudian membakar dan harus menunggu beberapa hari, setelah itu di angkat dengan dicelupkan ke dalam air (Sangat panas berhadapan dengan bara api), tapi mereka tetap sabar. Belum lagi, mereka harus menjualnya ke warga yang rumahnya sangat jauh. Berjalan kaki dengan memikul arang yang dimasukkan ke dalam sak (Wadah beras).

Rani memang merindukan kedua orangtuanya, dan ingin segera bertemu dengan mereka. Tapi, ia harus bekerja demi keinginannya ingin memberikan rumah pada kedua orangtua dan adiknya. Tapi, ia lebih menginginkan tinggal bersama majikannya yang berwatak keras dan mengurus Dimas anaknya yang bandel, dari pada ia harus pulang bertemu dengan keluarganya tidak dengan perasaan bahagia, melainkan kesediahan yang teramat dalam yang ia terima.

Sebelum keinginannya terwujud, keluarganya sudah pergi diambil oleh Sang Maha Kuasa. Sedih menyayat hati, dan akan menjadi beban dalam hidupnya, bahkan menjadi bayang-bayang yang menghantuinya. Andaikan ia bisa segera memberikan rumah bagi mereka, semua ini pasti tidak akan terjadi. Bencana banjir telah memporak porandakan rumah, dan menyeret emak, bapak dan juga adiknya. Rani merasa bersalah. Sedih yang teramat dalam. Kini, siapa yang akan menjadi tumpuan harapan dan penghiburnya.

Bagaimanakah ia bisa membahagiakan mereka semua, dengan apa? Rumah yang ia idam-idamkan seolah hilang. Untuk siapakah rumah yang ia beli di jakarta? Rumah yang memang kecil dan sederhana. Tak berarti apa-apa dalam hidupnya, jika ia hanya tinggal sendiri tanpa keluarganya. Semua tak berarti apa-apa. Ia berniat pulang untuk memberikan kejutan bagi keluarganya, ternyata, keluarganya sudah menyiapkan kejutan yang sejatinya keluarganya sendiri juga tidak tahu. Bahkan mereka sendiri juga terkejut, kenapa ia pergi dengan cepat sebelum bertemu dengan Rani.

Ilalang dan laba-laba mengingatkan Rani kepada keluarganya, perjuangan dan semangatnya. Ilalang yang tumbuh di tepi jalan setapak, telah menjadi saksi perjuangan ia dan adiknya dalam menuntut ilmu, saksi perjuangan kedua orangtuanya mencari uang, dengan membawa beban arang di kedua pundaknya, berjalan jauh menyusuri jalan itu. Kini, keluarganya telah tiada, ilalang hanya menjadi pengingat, dan membawa kesedihan yang dalam baginya. Kesedihan tatkala ia mengingat akan beratnya hidup yang ia jalani. Hingga keluarganya pergi meninggalkannya.

“Ternyata, rumah laba-laba itu masih ada. Tidak seperti rumahku yang ada di bawahnya, yang hilang entah kemana. Laba-laba itu pergi entah kemana, atau bahkan sudah mati dipatuk oleh burung. Rumah yang rapuh dan mudah runtuh.” Kata Rani saat ia pergi ke hutan. Sekarang, bekas rumahnya menjadi pemondokan bagi pengunjung yang ingin melihat air terjun. Entah siapa yang membangunnya di sana. Ia sama sekali tak menyangka jika ia sedang duduk di pemondokan itu. Bekas rumahnya dahulu. Tiba-tiba keramaian dan candanya bersama keluarga terdengar di telinganya. Air mata pun menetes, teringat akan masa-masa bahagia bersama keluarga.

“Ma, mbak Rani nggak nyuapi aku.” Dimas mengadu pada mamanya. “Rani, Dimas kenapa kamu biarkan. Malah enak-enak melamun.” Bentak majikannya. Rani pun menghapus air matanya, dan menyuapkan sesendok nasi dengan telor ke mulut Dimas. Perutnya sudah mulai lapar, majikan tidak menyediakan makanan untuknya, barang roti secuil pun. Mereka pikir, mereka bisa masak dan bawa bekal sendiri. Tapi, di kulkas tak ada makanan. kalau ia masak, besok pagi saat majikannya terburu-buru ke kantor dan tak memberi uang belanja, bisa-bisa ia disalahkan. Semua memang serba salah.
“Ran, saya mau lihat air terjun. Kamu disini saja jaga barang-barang. Hati-hati, jangan kemana-mana.” Perintah majikannnya. “Iya, bu” Jawab Rani dengan nada patuh dan muka sedikit takut dan hormat yang susah untuk dibedakan. Rani hanya terdiam di tempat duduk yang terbuat dari bambu. Perutnya mulai sakit karena lapar. Ia mengambil roti yang Yuli berikan padanya semalam. Dengan pelan ia mulai membuka bungkus plastiknya, dan mengunyahnya pelan. Tiba-tiba, gerak mulutnya mulai berhenti seiring dengan air mata yang keluar dari kedua matanya. “Emak, bapak, Rina, Rani kangen kalian semua.” Kata Rani merintih dan air matanya semakin deras mengucur.

Andaikan ia memiliki foto keluarganya, rindu itu tak sedalam yang ia rasakan. Kehidupan miskin yang ia jalani, membuat ia tak berpikir untuk foto. Untuk makan saja susah. Kini, ia hanya bekerja dengan sabar demi melanjutkan kehidupannya ke depan agar lebih baik. Ia berharap rasa rindu itu selalu ada, sehingga ia akan ingat dengan masa-masa bersama keluarganya. Agar ia tak lupa dengan wajah-wajah mereka. Wajah orang-orang yang sangat ia sayangi dan kasihi.

Selesai

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.80.146.251
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia