The Grondey and The First Experience (Part 2)

Malam ini Darwin tak bisa tidur. Dia terus mengingat-ingat Profesor. Albert William – Kakeknya – yang kabarnya sakit parah. Dia sungguh tak bisa membayangkan jika Kakeknya itu meninggal. Karena memang umur Kakeknya sudah mencapai tujuh puluh tahun.

Dia masih terduduk di tempat tidur biasanya dan memandang beberapa temannya yang sedang bergulat dengan alam mimpinya. Dia melihat Edgar membuat lautan di bantalnya. Dia juga melihat Polly Marco sedang mengigau. Dia hanya mendengar beberapa bagian kata. Seperti, ‘Yeay, aku bisa terbang’. Karena memang benar, dia sangat buruk dalam hal menggunakan sapu terbang. Dan dia adalah murid paling jail bersama Bert Wilson. Tiap harinya mereka hanya bisa menjaili saja.

Darwin segera meloncat ke atas tepan tidurnya. Dia menelungkupkan tubuhnya dan mencoba tidur. Namun hasilnya sama saja. Dia tak bisa tidur. Pikirannya sedang kacau balau. Dia harus tenang dulu jika akan tidur.

Beberapa minggu yang lalu, Edgar bilang kalau dia adalah anak laki-laki paling baik yang pernah dia temui. Dia berbeda dengan Polly dan Bert yang kerjanya hanya menjaili Dustin George, si anak coklat. Pernah suatu hari, Polly dan Bert menyelipkan permen coklat meledak yang bisa meledak ketika kita kunyah. Entah darimana mereka mendapatkannya. Tapi yang pasti, Dustin merasa kaget dan hampir menangis. Tentu saja, apa yang akan kita rasakan jika memakan coklat dan meledak di mulut kita?

Edgar juga bilang bahwa Elizabeth adalah gadis terpintar yang dia temui. Dia – Elizabeth – juga adalah gadis paling cerewet dan sensitif di dunia. Berbeda dengan Samantha, dia gadis manis bermata hitam dengan rambut hitam sebahu. Samantha adalah gadis tercantik yang Edgar lihat. Itu hanya menurut Edgar.

Apalagi yang paling konyol, dia sering menyebut-nyebut Cole bersama Thom dan Jerry-nya. Dia selalu tertawa-tawa ketika melihat Cole dengan Thom dan Jerry di belakangnya yang sedang berdebat. Dia selalu tak bisa menahan tawanya. Walau kadang hal itu diketahui Cole.
“Arghh, aku tak bisa tidur!” geram Darwin. Sudah pukul 00.00, namun Darwin tak bisa tidur. Banyak sekali yang mengganggu pikirannya. Pertama soal Kakeknya, yang kedua soal sihir jahat yang terus saja mengganggunya. Dia benar-benar merasa tersiksa dengan dua hal itu.

01.00
Darwin sedikit tertidur. Dia sudah bisa lebih tenang dari sebelumnya. Tapi sihir jahat itu masih menggandrungi pikirannya. Dia terus merasakan sihir-sihir itu ada di mana-mana.

02.00
Darwin terbangun lagi dan tak bisa tertidur. Dia terus merasakan sentuhan-sentuhan jahat itu. Dia merasa begitu banyak sihir jahat yang ada di sekitarnya. Banyak, sangat banyak!
“Arghh, ini sangat mengganggu. Mengapa sihir hitam itu begitu banyak?” keluh Darwin sambil memegang kepala dan menggeleng-gelengkannya.
“K-kau, me-rasakan-nya la-gi?” ucap seorang gadis bersuara kecil cempreng sedikit tergagap. Darwin mengalihkan pandangan ke arah tangga.
“Elizabeth? Kau sudah bangun?” tanya Darwin.
“Aku memang sering bangun pukul segini. Tiap hari juga. Biasanya aku belajar, aku harus lebih pintar dan mengalahkan Cole. Kau sendiri mengapa belum tidur?” tanya Elizabeth. “eh, tadi kamu bilang sihir hitam ada di mana-mana. Bagaimana perasaanmu?” tanya Elizabeth lagi tanpa memberikan waktu Darwin untuk menjawab pertanyaan pertama.
“Rasanya sangat mengganggu.” Darwin berucap datar.
Dengan cepat Elizabeth langsung berlari lagi menuju kamarnya. Darwin mengerenyit melihat tingkah aneh dari Elizabeth. Dia memang aneh, sangat aneh.

Selang beberapa menit, Elizabeth datang lagi dengan membawa sebuah buku yang cukup tebal. Buku itu berjudul ‘Pengendalian Ilmu Ghaib’. Dia segera melemparkan bokongnya di samping Darwin yang tengah terduduk di kasurnya.
“Lihat ini. Halaman 204. Tentang Sleepy Life Body. Jika kita tak bisa mengendalikan ini kita bisa depresi dan akhirnya stres. Baca!” suruh Elizabeth pada Darwin. Darwin membelalak.
“Kau menakut-nakutiku?” tanya Darwin.
“Tidak! Kau harus bisa mengendalikannya.” tekan Elizabeth dengan menunjuk-nunjuk lembar buku di sana.
“Lalu bagaimana?”
“Terbiasalah!” ucapnya lalu menutup buku keras dan berlalu pergi ke kamarnya lagi.
“Huuaahhh! Kau tak bisa tidur Darwin?” Edgar tiba-tiba bangun dan menggosok-gosok matanya yang abu-abu. Dia duduk sambil sedikit menguap.
“Tadi siapa yang datang?” tanyanya lagi.
“Elizabeth.” ucap Darwin singkat.
“Dasar! Dia membangunkanku!” ucap Edgar dengan sedikit mendelik ke arah tangga.
“Sudahlah, dia memang seperti itu mungkin.”
“Tapi aku tak suka dia. Dia sepertinya menyukaiku.” ucap Edgar percaya diri.
“Asal kau tahu! Aku tak pernah menyukaimu!” sebuah suara dari atas masuk ke gendang telinga Edgar dan Darwin. Sudah pasti, itu adalah suara Elizabeth.
“H-h..” Edgar menahan tawa. Darwin hanya memamerkan giginya mendengar tingkah konyol Elizabeth.
“Sudah kubilang, dia menyukaiku.” bisik Edgar.

Matahari siang ini sangat menyengat. Apalagi sekarang harus belajar sapu terbang. Profesor. Lopez. Dia adalah guru perempuan paling galak yang pernah Darwin temui di Grondey. Hingga bulan keempat dia di Grondey, dia masih belum bisa memahami gurunya yang satu ini. Apalagi untuk Polly Marco, dia adalah salah satu anak yang paling menderita dalam pembelajaran ini. Tiap kali masuk pasti selalu menjadi bahan tertawaan anak-anak. Juga bahan untuk dimarahi Profesor. Lopez.
“Gila! Sekarang bagian pelajaran si tua Lopez itu! Pasti dia akan berkata begini ‘Aku sangat tidak suka pada murid yang tak mahir dalam pembelajaranku’.” ucap Polly dengan gaya khas Prof. Lopez. Dia memang benci padanya. And ai dia bisa melepas pelajaran yang satu ini. Pasti dia sangat bahagia.
Berbeda dengan Dustin. Dia adalah anak paling mahir bersapu.
“Sudahlah, Poll! Kau mungkin sudah keturunan tak mahir bersapu. Terima apa adanya!” Bert menenangkan Polly. Polly hanya menggeleng pasrah.
“Darwin, bagaimana dengan PR ramuan? Apakah kau sudah mengerjakannya?” tanya Edgar sambil berjalan ke lapangan.
“Darwin, aku sudah menyelesaikannya. Dua gulung perkamen, kau bisa menyalin punyaku.” ucap Elizabeth manis.
“Wah! Aku boleh?” tanya Edgar bahagia.
“Maaf Tn. Ferdinand, saya tidak berbicara dengan ANDA!” ucap Elizabeth sambil menaikan nada pada kalimat terakhir. Edgar membelalak.
“Dasar! Gadis bodoh! Dia pasti marah padaku. Awas saja, akan kudekati Samantha!” bisik Edgar.
Darwin hanya bisa menggeleng-geleng melihat tingkah aneh kedua sahabatnya.

“Baiklah, pelajaran ramuan selesai. Kalian boleh mengumpulkan PR kalian dan kembali ke hotel masing-masing.” ucap Profesor. Colin pada anak-anak.
Semua murid segera mengumpulkan PR masing-masing. Ketika Darwin hendak keluar, Profesor. Colin memanggilnya.
“Darwin, sini sebentar!” panggilnya. Darwin terhenti dan menuju meja Profesor. Colin.
“Ya, Anda perlu bantuan apa, Profesor?” tanya Darwin sopan.
“Aku hanya ingin memberitahukanmu. Jangan mudah dekat dengan seseorang. Nyawamu sedang terancam!” ucapnya dingin. Darwin terbelalak!

Darwin sendirian di kamarnya sambil memeluk lutut. Tubuhnya gemetaran. Dia sudah izin untuk tak masuk pelajaran Ramalan hari ini. Dia sakit, namun tak mau pergi ke Rumah Sakit. Badannya sedikit panas. Kata-kata Profesor. Colin sungguh berpengaruh besar padanya. Seakan-akan dia takut untuk kehilangan nyawanya. Dia benar-benar takut. Hanya beberapa kalimat yang terucap dari tenggorokan Profesor. Colin, namun akibatnya sungguh luar biasa untuk Darwin. Dia tak bisa membayangkan. Tak bisa! Bayang-bayang sihir jahat menghantui kepalanya. Begitu banyak hal yang membuatnya ingin pingsan.
“Aku akan makan banyak anak-anak?” tanya sebuah suara besar dan menggema.
“Ya! Kalian boleh makan sepuasnya!”
“Hhahaha!”
Terdengar suara hentakan kaki beribu-ribu makhluk. Darwin mulai menerawang, makhluk apa itu? Ketika dia semakin mendalami sentuhan itu, terlihat sekumpulan Goblin jahat yang akan memakan anak-anak Grondey. Ini tak bisa dibiarkan. Dia langsung membuka mata dan berlari menuju Aula Depan.
“Goblin akan menyerang kita! Kita harus waspada! Kita harus menutup seluruh pintu menuju Grondey! Menutupnya sekarang!” teriak Darwin di Aula Depan. Semua orang yang ada di sana menatap Darwin aneh.
“Sungguh! Aku tidak bohong! Para Goblin itu akan menyerang kita.” Darwin meyakinkan.
“Kau mungkin sakit, Darwin.” ucap Profesor. Robert yang baru selesai mengajar.
“Tidak, itu benar!” Darwin lebih meyakinkan.
“Ya, dia benar.” Elizabeth yang sedang ada di sana mendukungnya. Yeah, karena dia tahu bahwa Darwin benar-benar bisa merasakan sihir jahat.
“Tadi dia tak masuk ke kelasku. Dia sakit. Kau pasti mengigau, Darwin.”
“Tidak!” bentaknya.
“Dia benar Profesor, ya kan Profesor. Colin?” tanya Elizabeth. Colin diam. Darwin menatapnya.
“Dia benar,” ucap Colin ragu.
“Aku adalah guru Ramalan. Itu tak benar. Ayo Darwin, Elizabeth, kalian harus ke kamar.”
“Tapi Profesor…”
“Cepat, Darwin.”

Mereka berdua berjalan menuju kamar dengan murung. Elizabeth tahu Darwin benar. Tapi mengapa mereka tak percaya?
“Aku bisa merasakannya!” ucap Darwin ketika mereka sudah sampai di kamar.
“Aku tahu, mereka hanya tak tahu kau mempunyai kelebihan itu.” tenang Elizabeth.
‘Krekk!’
Pintu tiba-tiba saja terkunci dengan sendirinya. Elizabeth dan Darwin melotot kaget. Bagaimana jika mereka tak bisa keluar ketika para Goblin itu masuk? Sedangkan Edgar dan Samantha ada di luar. Juga anak-anak lainnya.
“Elizabeth, gawat! Kau harus mencari buku tentang Makhluk di Dunia Sihir. Tepatnya Goblin. Kita harus mencari cara untuk mengalahkan mereka! Harus!” ucap Darwin buru-buru. Dia tahu Elizabeth pandai. Dan dia tahu, pasti Elizabeth mengetahuinya.
“Aha! Yeah! Kau benar. Aku rasa aku punya bukunya.”

Elizabeth langsung berlari menuju kamarnya. Dia segera mencari-cari buku tentang Makhluk Dunia Sihir. Sementara Darwin memejamkan mata dan mencoba menyentuh makhluk itu. Mereka berada dua km di dalam Hutan Scarymus. Darwin membuka mata kembali. Tak lama Elizabeth sudah turun lagi dengan membawa buku. Dia segera mencari daftar tentang makhluk Goblin.
“Lihat, Garduck, Gilgor, Goblin. Ini dia, halaman seratus sepuluh.” Elizabeth membuka-buka lembar halaman.
“Goblin, makhluk kecil pemakan daging. Cara mengalahkan, emm… mana ya? Oh, ini. Cara menghancurkan Goblin yaitu dengan tanaman Kedilor. Ya ampun, kita harus keluar. Dan disertai dengan mantra ‘Ordinggo Goblin’.” ucap Elizabeth lancar dengan membaca dari buku.
“Bagaimana kita bisa mendapatkannya?” tanya Darwin.
“Harus keluar. Ke taman.”
‘Brakkk!’
Suara pintu asrama terdengar terbuka. Ketika mereka melihat ke depan sudah ada puluhan Goblin masuk ke sekolah. Elizabeth dan Darwin terbelalak. Apa yang harus mereka lakukan?
“Darwin bagaimana ini?” tanya Elizabeth sambil menahan air mata.
“Aku tak tahu. Coba saja cara lain.”
“Tak ada.” ucap Elizabeth.
Elizabeth mondar-mandir tak menentu. Dia tak tahu apa yang harus dia sendiri lakukan. Teriakan di luar sana membuatnya semakin tak karuan.
“Kita harus mendobrak pintunya! Harus Darwin!” ucap Elizabeth sambil memegang pundak Darwin.
“Ta-tapi, aku tak bisa.” ucap Darwin. Elizabeth mengambil tongkat sihirnya.
“Mari kita hancurkan benda ini dan keluar untuk menyelamatkan teman-teman kita.” ucap Elizabeth.
“Kau tahu mantranya?”
“Kalau tak salah, ya. Kita coba terlebih dahulu. Rolariddas!”
‘Brakkk!’
Pintu itu hancur. Elizabeth menoleh ke arah Darwin. Dia mengerlingnya, Darwin tersenyum. Mereka pun segera keluar dengan tongkat sihir mereka.

Dilihatnya seluruh sekolah berantakan. Anak-anak berlarian bersembunyi dan berteriak-teriak. Elizabeth dan Darwin segera berlari turun ke Aula Utama.
“Bagaimana kita mengalahkan mereka? Kita tak punya tanaman Kedilor.” tanya Darwin.
“Kita coba saja dengan mantra tadi. Semoga saja bisa mempan.”
“Mantra mana?” tanya Darwin.
“Rolariddas. Mantra itu untuk menghancurkan benda. Aku tak tahu apakah bisa atau tidak. Jika tidak, kita coba saja dengan Ordinggo Goblin.” ucap Elizabeth.
Mereka segera turun dan berhenti tepat di tangga terakhir. Semua murid dan guru yang ada di sana terhenti dan melihat Elizabeth dan Darwin.
“Kau pergi saja ke taman dan buat ramuan. Aku akan menyelesaikan semua ini.” bisik Darwin pada Elizabeth. Elizabeth mengangguk. Mereka segera berlari.
“Kyyaaaa! Ordinggo Goblin! Ordinggo Goblin!” ucap Darwin sambil mengacung-acungkan tongkat pada Goblin-Goblin.
Para Goblin itu langsung menatap ke arah Darwin dan akan menyerangnya.
“Ordinggo! Ordinggo Goblin!” ucapnya.
Namun sayang, Goblin itu tak sama sekali hancur dan hilang. Mereka menatap Darwin dengan mata bulat coklatnya. Darwin sedikit mundur dan ketakutan. Dia melihat ke arah belakangnya. Para murid-murid tampak gemetaran.
“Profesor. Colin, bantu aku!” teriaknya.
Profesor. Colin pun langsung berlari dan mengambil tongkat Darwin.
“Mari kita lakukan bersama. Kau pakai tongkat punyaku.” ucap Profesor. Colin.
Sementara di luar, Elizabeth dikejar-kejar oleh lima Goblin menuju taman. Dia salah, Ordinggo Goblin tak mempan untuk mengalahkan Goblin hanya dengan satu kali. Harus beberapa kali.

Dia terus berlari di kebun sambil mencari-cari tanaman yang bernama Kedilor. Dia lupa, dia takut salah dengan daun tanaman tersebut.
“Ordinggo Goblin!”
Profesor. Colin dan Darwin terus mencoba menghancurkan Goblin-Goblin jahat itu mereka terus mengacung-acungkan tongkat dan menghancurkan Goblin itu. Sampai pada mantra yang kesekian kalinya, mantra itu malah berbalik pada Darwin dan membuatnya terjengkal dengan dahi dan hidung berdarah.
“A-aww!” desisnya.
Seluruh murid Grondey terbelalak melihat Darwin terjatuh dan terlempar ke arah tembok.
“Kau baik-baik saja, Darwin?” tanya Profesor. Colin.
“Yeah, aku tak apa-apa.” ucapnya sambil mengambil kembali tongkatnya.
“Kau pakai punyamu lagi, ini! Kembalikan punyaku.” ucap Profesor. Colin. Darwin memegang kembali tongkatnya dan kembali mengucapkan mantra. Kedua kalinya dia gagal dan terseret kembali ke arah tembok.
“Darwin!” Edgar hendak membantu, namun Samantha mencegahnya.
“Jangan!” cegah Samantha.
Tak lama dari itu, seorang anak perempuan datang dan berucap “Ordinggo Goblin!”
‘Brakk! Duarr!’
Semuanya berubah gelap.

“Bagaimana keningmu Darwin?” tanya Elizabeth.
“Oh, Yeah. Itu sedikit membuatku sakit. Sekarang sudah lebih baik.” ucap Darwin.
“Aku sangat menyukai adegan saat kau mengacungkan tongkatmu dan berkata ‘Ordinggo Goblin!’.” puji Edgar.
“Aku tahu aku tak penting dalam peristiwa Goblin itu!” ucap Elizabeth sedikit mencibir.
“Tentu saja! Kau itu tak penting, BODOH!” ucap Edgar.
“Jika aku tak membuat ramuan itu, Darwin akan lebih terluka, dan kau juga akan dimakan Goblin!” ucap Elizabeth.
“Yeah, dia lebih berjasa, Edgar.”
“Teman-teman! Lihat! Kalian berdua ada di Grendoy Day – semacam koran -. Kalian ada di sini. Elizabeth dan Darwin.” ucap Samantha dari kejauhan sambil melambaikan koran itu.
“Lihat!”
“Penyelamat Asrama. Si Pandai Elizbeth dan Darwin.”
“Waw lihat! Mereka menyebutku pandai!” ucap Elizabeth.
Darwin tersenyum. Samantha terlihat sangat bahagia melihat kedua sahabatnya muncul di Grondey Day. Apalagi Edgar. Dia amat kagum.
“Waw! Lihat kalian berdua. Aku bersyukur mempunyai teman seperti kalian.”
Keempat anak itu pun berjalan menuju hotel dan kamarnya masing-masing. Kejadian sehari yang lalu tak akan pernah mereka lupakan. Apalagi penyelamat asrama baru kelas satu. Pasti hal itu akan menjadi yang pertama bagi mereka dan Grondey.

- SELESAI -

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.224.214.93
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia