Why Do We Break Up?

Hari begitu gelap. Sang surya telah kembali ke peraduannya. Tak ada satu pun sinar bintang terpancar dari langit malam. Hanya terdengar suara petir yang menyambar, disusul suara guntur yang menggelegar di telinga. Sepertinya akan turun hujan. Rina masih saja duduk terdiam di ruang keluarga. Kedua tangannya menggapai lutut. Ia terlihat begitu murung. Tak berdaya sama sekali.

“Kamu di mana? Aku kangen banget sama kamu! Kamu hilang bagai ditelan bumi. Nggak ada kabar sama sekali!”
Kejadian itu pun teringat kembali di benak Rina. Rina memanggil Lee, saaat ia sedang lari sore bersama Dina, temannya. Tapi panggilannya sama sekali tidak dihiraukan oleh Lee. Rina jadi sedih sekali. Dia dicuekin begitu saja. Sebagai perempuan, ia merasa tidak diperhatikan oleh pujaan hatinya sendiri. Tapi Rina tak mengetahui bahwa di saat itu Lee sedang memakai headset di telinganya. Mendengar lagu dengan volume tertinggi. Lee mencoba tuk menjelaskan, tapi Rina bersikeras untuk mendengarkan. Dengan berat hati Lee meninggalkan Rina.

Lee berusaha untuk tidak menghubungi Rina untuk sementara waktu. Mungkin dengan begitu, Rina bisa menenangkan pikirannya yang penuh dengan emosi. Dan sampai sekarang Rina masih belum bisa mengontrol emosinya.
Rina beranjak dari tempat duduknya, kemudian masuk ke dalam kamar.
“Makan dulu nak!” teriak ibunya dari sebelah kamar.
“Aku udah kenyang ma.” Balas Rina lalu menutup rapat pintu kamarnya. Sebenarnya Rina sama sekali belum makan. Selera makannnya menjadi hilang karena terlalu memikirkan Lee, orang yang sangat ia cintai.
Alunan melodi mulai merambat ke telinga Rina. Melodi yang begitu pelan tapi sangat menghanyutkan. Liriknya sangat menyentuh hati Rina. Persis seperti yang ia rasakan sekarang. Air matanya pun mengalir keluar membasahi wajah cantiknya. Seakan langit mengetahui apa yang ia rasakan sehingga ia juga meneteskan air mata.

“Heyy..!!” suara itu tiba-tiba mengejutkan Rina.
“Kamu ngapain di sini?” sambungnya lagi. Ia kemudian duduk di samping Rina.
“Indra!!” sebut Rina dengan terkejut.
Pemuda itu hanya tersenyum manis kepadanya.
“Kapan kamu datang?” tanya Rina.
“Tadi pagi. Kebetulan libur jadi ku sempatkan diri untuk melihatmu. Ku pikir kamu ada di rumah, jadi aku langsung menuju ke sana. Tapi ternyata tak ada. Jadi aku lihat di sini aja. Ternyata dugaaanku tak pernah lari dari kenyataan yang ada.”
Rina hanya terseyum kecil. Itu senyuman pertama yang terpampang di wajahnya semenjak pertengkaran dengan Lee. Indra, adalah teman dekat Rina sewaktu SMP. Sayang, ia harus berpisah dengan Rina karena tugas ayahnya di luar kota. Tapi itu tak membuat tali persahabatan mereka putus.
“Kamu lagi sedih ya?’
“Nggak kok!” kata Rina, mencoba mengelak dari kenyatan yang sementara ini ia hadapi.
“Udah, kamu nggak bisa bohong sama aku. Itu terlihat jelas sekali di raut wajahmu. Setiap kali kamu sedih, pasti kamu datang ke pantai kan? Ya seperti sekarang ini? Aku udah kenal lama sama kamu. Jadi meskipun kamu berusaha tersenyum kepadaku, ngerasa bahwa kamu baik-baik saja, itu ta kan berguna tahu? Dibalik senyum manismu tersirat sebuah kesedihan yang berusaha kau sembunyikan. Kau berusaha tegar di mata orang, tapi sebenarnya tidak! Kau berusaha mengatakan bahwa kau tak punya masalah. Tapi tidak di mataku. Jadi cerita saja. Aku ini temanmu kan? Apa salahnya jika kamu berbagi, mungkin dengan begitu kita bisa mencari jalan keluar bersama”
Rina hanya terdiam. Suasana menjadi hening untuk sementara. Kata-kata Indra memang benar tak pernah meleset dalam menebak apa yang sedang Rina rasakan.
“Aku lagi marahan sama Lee.” kata Rina mulai perlahan. Rina mulai menjelaskan masalah yang kini ia hadapi. Wajahnya mulai tampak sedih saat harus mengutarakannya.
“Pacar kamu?”
Rina hanya menganggukan kepalanya saja.
“Jujur, aku belum tahu Lee orangnya seperti apa dan bagaimana sikapnya. Aku juga belum bertemu dengan dia secara langsung. Akan tetapi sebagai cowok, sudah tentu aku tahu apa yang kini ia rasakan. Dan aku jamin ini tak kan berlangsung lama kok. Jika dia mencintaimu, pasti ia akan datang menghampirimu dan mengucapkan maaf. Oh ya, aku harap kamu jangan terlalu lama bersedih ya, Banyak hal yang masih bisa kamu lakukan. Percayalah, hari esok pasti akan lebih baik dari hari ini. Kita tinggal menjalaninya saja bukan? Kalau dalam pacaran, harus ada yang mau mengalah. Jangan kita mempertahankan ego kita masing-masing. Malah itu akan membuat jembatan cinta yang telah kita bangun bersama dengan orang yang kita cintai runtuh. Aku yakin kamu tak mau hal itu terjadi kan?” jelas Indra panjang lebar. Rina menganggukan kepalanya sekali lagi.
“Kalau aku lagi kesal, aku sering kemari sambil melakukan ini.” kata indra sambil berdiri mengambil sebuah batu yang permukaanya datar dan melemparkannya ke atas permukaan air. Batu tersebut memantul beberapa kali di atas permukaan air, sebelum akhirnya tenggelam ke dasar laut.
“Kamu harus coba. Dijamin bisa sedikit hilangin rasa marah dan sedih kamu.” sambungya lagi.

Rina pun mencoba saran yang diberikan. Ia sedikit merasa lega saat melakukannya. Seeakan perasaanya ikut pergi bersama batu yang dilemparnya, kemudian tenggelam dan tak terlihat lagi. Indra datang di waktu yang tepat. Memang semuia telah direncanakanNya. Rencananya selalu indah tepat pada waktunya. Rina menjadi terhibur dengan kedatangan teman lamanya itu.
“Kita pulang yuk! Bentar lagi udah malam.” ajak Indra.
“Aku tak mau melewatkan bagian favoritku!” balas Rina sambil duduk di atas pasir. Indra duduk di sampingnya. Rina merasakan angin yang berhembus sambil menikmati pemandangan sore itu. Tak sadar Rina lalu menyandarkan tubuhnya di pundak indra. Indra merasa aneh. Tapi kemudiaan dia mengerti kalau Rina kini sedang mencari sandaran atas kesedihannya, atas kekesalan yang masih terbalut dalam dirinya. Rasa kesal pada sosok yang sangat ia sayangi. Mereka berdua kemudian menatap matahari yang perlahan mulai tenggelam di ufuk timur. Cahanya kuning bercampur orange bertebaran di atas permukaan laut yang sedikt berombak. Mengucapakan tanda selamat jalan bagi dua insan yang sedang memandangya.

Malam kini telah menyelimuti bumi. Sinar-sinar kecil mulai tampak di langit. Rina dan Indra memutuskan untuk kembali ke rumah. Sesampai di rumah ternyata Lee telah menunggu di depan pintu masuk. Kepulangan Rina dan Indra membuat Lee terkejut. Lee bangkit berdiri kemudian menemui Rina.
“Bagus! Jadi kamu selama ini enak-enakkan berduaanya ya? Kamu tau nggak udah berapa lama aku nungguin kamu di sini, berharap kamu muncul, menyapaku, bertanya padakau, dan mengajakku masuk ke rumah. Tapi tiba-tiba kau datang dengan pria lain. Kau anggap aku ini apa Rina? Ku coba tuk biarkan kamu sendiri. Berharap kamu bisa tenang dan kita menyatu lagi. Tapi apa?”
“Lee aku..” belum sempat Rina melanjutkan, Lee langsung memotongnya.
“Udah, nggak perlu dijelasin semuanya sudah jelas Rin. Kedatangan aku ke sini sebenarnya untuk meminta maaf tapi nggak jadi!” Lee melemparkan bunga mawar yang ada di tangannya di hadapan Rina. Bunga yang akan ia berikan kepada Rina sebagai ucapan maaf. Daun-daunnya berserakan di jalan. Indra tak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya bediri mematung, mendengar Lee mengeluarkan kata-kata yang begitu kasar kepada Rina dengan nada meninggi.
“Lee, aku kan belum ngomong kalau dia itu temanku” Rina menggigit bibirnya. Menahan kepedihan yang mendalam. Rina menangis sambil memanggil Lee, tapi itu tak membuat langkah kaki Lee berhenti. Ia tak sedikitpun menoleh ke belakang.
“Rin, yang sabar ya? Ini Cuma salah paham.” Indra coba menenangkannya.
“Aku masuk duluan ya Indra.” pamit Rina lalu berlari ke dalam rumahnya.
“Ya Tuhan. Apa ini semua adalah balasan yang harus aku terima atas apa yang telah aku perbuat selama ini? Aku mohon kuatkanlah aku dalam menghadapi gejolak hidup ini.”
Tiba-tiba handphone milik Rina berbunyi. My love muncul di layar. Ternyata panggilan dari Lee. Ia segera mengangkat panggilan tersebut. Ia berusaha untuk suara tangisannya tak terdengar..
“Aku rasa hubungan kita sampai di sini saja.” kata Lee dari seberang telepon
Tuutt.. percakapan terputuskan. Seakan tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengarkan. Kata-kata itu seakan mampu menusuk hatinya sampai bagian yang terdalam. Kata-kata itu berubah menjadi pedang yang sangat tajam. Menusuk hatinya sampai menyisakan luka. Memang tak ada darah yang mengalir keluar dari tubuhnya, namun begitu sakit yang Rina rasakan. Sampai membuatnya terbaring lemas di atas tempat tidurnya. Ia masih tak percaya, hubungan yang Ia bina selama ini dengan Lee harus berakhir seperti ini. Ia berharap indah di akhir cerita tapi harapannya menjadi sirna. Semuanya hilang saat mendengar pernyataan tadi. Yang ia rasakan hanyalah sakit yang teramat dalam, sedalam panah cinta yang berhasil Lee tancapkan tepat di hatinya. Sedalam laut di samudra atlantik. Ia lalu menagis.

Kini ia kembali lagi ke dunianya. Di mana ia harus menjalani hari-hari yang sunyi. Seperti sebelum ia mengenal Lee. Sulit sekali rasanya harus berpisah dari orang yang sangat ia cintai. Orang yang membuat hidupnya sedikit berarti. Tapi ia coba tuk jalani semuanya itu. Tak jarang Indra mampir ke rumah Rina, mencoba untuk menenagkan dan menguatkan sahabatnya itu. Indra tahu, di saat seperti ini yang Rina butuhkan adalah dukungan moril. Rina harus bisa melewati ini semua. Indra tak mau Rina terus bersedih sepanjang waktu.
“Semua pasti akan baik-baik saja!”
“Iya” jawab Rina dengan lirih.

Beberapa hari telah berlalu tapi Rina belum mampu untuk melupakan Lee. Wajahnya masih begitu melekat di benaknya. Seperti seekor kupu-kupu cantik yang senantiasa mencari serbuk sari. Bayangannya pun masih saja menghantui tidurnya. Seakan tak mau pergi darinya. Perasaanya juga tak berubah sedikitpun. Ia masih tetap mencintai Lee, meskipun hatinya telah terluka dengan perlakuannya. Ia berpikir awalnya cinta begitu indah pada jumpa pertama. Tapi yang dirasakan malah sebaliknya. Cinta itu seakan berubah menjadi sebuah silet yang begitu tajam, mampu melukai hatinya. Meskipun begitu, Lee tetap menjadi yang terindah di matanya. Seindah pelangi yang tampak setelah hujan berlalu. Seindah bunga yang sementara bermekaran di taman yang aroma wanginya menyebar di setiap sudut halaman.

“Kau terlihat senang di sana.
Apa kau tak mengkhawatirkanku yang ada di sini?
Semoga saja!
Kau tau apa yang ku rasakan sekarang?
Yang jelas ku masih menanti dirimu
Tapi apa yang ku dapat?
Nothing!
Seandainya ku punya sayap,
Pasti sudah ku gunakan tuk menghampirimu.
Akan ku telusuri setiap jalan tuk menemukan dirimu.
Seandainya aku jadi langit,
Pasti aku tahu di mana engkau berada.
Tapi,
Beginilah aku.
Diciptakan dengan apa adanya sekarang.
Ku harap kamu cepat kembali.
Kembali dalam jalan cinta yang telah kita rajut.
Kembali dalam kebahagiaan yang telah kita ukir bersama.
Di manakah dirimu yang dulu?
Ku di sini menunggu dalam kesepiaan.
Tak jarang air mata ini mengucur keluar membasahi pipi.
Ku hanya bisa berharap.
Dan terus berharap.
Berharap dalam kesunyian malam.
Memanggil namamu dalam ramainya lika liku kekhidupan.
Kehidupan yang mungkin telah mengubahmu.
Mengubah alam pikirmu.
Ku masih di sini.
Berharap kau datang menghampiri”

Hari itu begitu panas. Rina berjalan menuju sebuah kios kecil yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya. Membeli sebotol air untuk menghilangkan dahaganya. Ternyata Lee sedari tadi telah menunggu Rina. Ia mengikutinya dari belakang. Langkah kakinya diatur sedemikian rupa sehingga suaranya tak sampai terdengar di telinga Rina. Kini ia tepat berada di belakang Rina. Bersembunyi di balik tubuh mungilnya.
“Boleh ngomong sebentar?” tanya Lee.
Rina berdiri mematung. Air yang diminumnya seakan tak mau mengalir masuk ke dalam tubuhnya. Seakan oksigen berusaha masuk dari selah selah hidung yang berusaha ia tutup. Rina menganggukan kepalanya, pertanda setuju. Ia begitu bingung dengan kedatangan Lee yang tiba-tiba.
“Di rumah mu aja, boleh ya?” pinta Lee.
“Baiklah.” jawab Rina singkat.

Mereka berdua langsung menuju tempat yang telah mereka setujui. Mereka duduk di halaman belakang. Lee menundukkan kepala. Ia berusaha mengatur pernapasannya.
“Apa yang mau kamu ngomongin?” tanya Rna, sembari tersenyum pada Lee. Senyum yang menyembunyikan luka yang telah digoreskan di hati. Senyum yang begitu memilukan.
Lee masih tampak diam. Seakan ia menjadi bisu untuk saat itu. Sekian lama berdiam diri, akhirnya mulutnya mulai terbuka perlahan.
“Ak… Aku…” kata-katanya terputus.
“Ngomong aja Lee. Nggak ada yang perlu ditakuti. Aku bukan hantu kok?’ canda Rina. Ia berusaha terlihat senang, tapi tidak.
“Aku nyesel banget atas perlakuanku ke kamu. Itu semua karena aku emosi. Emosiku jadi tak terkontrol, sehingga aku harus mengeluarkan kata-kata yang tak pantas untukmu. Tak pantas untuk kau dengar. Aku juga sudah tau, ternyata Indra itu adalah temanmu. Aku sungguh menyesal! Tolong maafin aku ya Rin?” ucap Lee sambil menundukan kepalanya. Ia tak mampu menatap mata Rina. Mata yang tersirat kesedihan. Mata yang terpaksa harus mengerluarkan butiran beningnya atas perlakuaanya sendiri.
“Kamu kok bisa tau? Kan aku belum cerita sama kamu?’ tanya Rina.
“Dia sendiri yang datang ke aku. Terus jelasin semuanya” jawab Lee
“Tolong maafin aku ya?’’ lanjutnya
“Uda aku maafin kok!” jawab Rina sambil tersenyum padanya. Ini senyum yang tulus dari hatinya.
“Aku mau kita balikan seperti dulu. Ya itu karena ku tak mampu jalani hari-hari tanpa dirimu di sisiku. Sepi sekali semenjak hubungan kita berakhir. Semua terlihat menghilang di saat aku butuh hiburan. Ku rindu akan hadir mu. Ku coba sampaikan mimpi pada bintang yang jatuh di kala malam. Memohon pada mentari agar menyampaikan rasa rinduku lewat cahayanya di kala ku bangun di pagi hari. Ku bertanya pada langit di mana engkau berada. Ku titip salam padamu lewat angin yang berhembus. Berharap kita bisa jadiaan lagi. Ku rindu akan semua hal manis yang telah kita lalui bersama. Ku rindu akan tawamu yang selalu terpampang jelas di wajahmu. Ku rindu semua hal tentang dirimu. Saat ku ingin berpaling dan mencari bahwa siapa yang pantas untukku, di saat itu juga ku tahu bahwa kaulah jawaban yang tepat.”
Pengungkapan Lee membuat rina jadi makin mencintainya. Ia senang sekali mendengar penjelasan Lee. Ternyata dia juga merasakan hal yang sama. Hal yang selama ini menjadi pertanyaan dalam hari-harinya. Dan kini terjawab sudah. Meski Rina harus melewati bagian yang tersulit. Ya begitulah hidup. Tak mudah di tebak, tak mudah diterka. Penuh dengan misteri dan tantangan.

Rina tak menjawab. Ia hanya mengangkat jari kelingkingnya saja. Lee mengerti dengan yang dilakukan Rina. Ia juga mengakat jari kelingkingnya. Mereka berdua kemudian mengaitkannya, pertanda bahwa mereka telah berdamai dan kembali dalam cinta yang sempat putus untuk sementara.
“Why do we break up Lee? Aku tahu waktu itu kamu sedang marah dan kamu meninggalkanku. Tapi ku yakin itu hanya sementara saja. Ku yakin juga bahwa kamu pasti akan datang, datang dengan kata maaf lalu tersenyum padaku. Seperti sekarang ini.” bahtin Rina.
Mereka berdua lalu berpelukan. Melepaskan rindu yang terpendam rindu yang membelenggu kedua insan. Bak, menanti hujan di padang gurun yagng begitu menyengat.
“Cieee cieee.. Ada yang baru balikan ni eee?” ucap Indra yang telah berada di samping mereka berdua. Serentak keduanya lalu melepaskan pelukan tersebut.
“Eh, sorry aku udah ganggu. Di lanjutin aja. Pasti belum puas kan melepas rindu karena sekian lama tak jumpa?” sindir Indra
Rina hanya tersenyum.
“Itu, ada yang tersenyum. Senyum sendiri kayak orang gila. Berarti betul dong?” tambahnya lagi.
Suasana menjadi ramai, berkat kehadiran indra dengan leluconya itu. Mereka semua tertawa bersama. Kini hubungannya bisa dimulai kembali. Hubungan yang sempat renggang karena hanya salah paham antara Rina dan Lee. Namun semuanya itu dapat dihandle. Seperti kata pepatah kuno “Setiap masalah, pasti ada jalan keluarnya.”

THE END

..... ( lanjutkan membaca setelah login gratis di sini )


Auto Promo BLOGGER Auto Promo INSTAGRAM Auto Promo TWITTER Auto Promo FACEBOOK Auto Promo LINKEDIN
JUDULKARYA
(Serigala Putih) Daun Dari AnginRenaisan Salman
1 Cinta di Antara 3 PilihanOctavia Anizar
2,5 Persen SajaDidin Syamsudin
3 Tahun, 3 Cerita, Kau Tetap Perempuan Istimewa VersikuAkri Midwife Stalker
5 TahunChristian Boham
Abdiku Untukmu Keluarga KecilkuRizky Dwi Utami
Abdiku Untukmu, IbuDestia Eka Putri
AbsurdityNadila Aprilianda
Acara Festival Yang Tak TerlupakanRahman Ditisiyah
ActFor (Anti Conspiration Force)Mamat Fiction
Ada Apa Dengan Sikap AyahHerlina
Ada Teman di Balik PelangiSenja Nilasari
Akibat Jajan SembaranganAdinta Asfiratun Husna
Akibat ParzinahanNeni Indriani
Aksara Tak BisuOan Wutun
Aku Adalah AkuGraciella Eunike Satriyo
Aku Bisa Sendiri!Namira Assyifa Prasetio
Aku Bukan Gadis Menjijikan!Zee Choco
Aku Bukanlah SegalanyaNita Durotul Husna
Aku dan OrganisasikuErvina
Aku Dia Tak SamaRully Prameisti Audhina
Aku Harus BerusahaNenda Wulandari
Aku Ibu dan PianoAntonia Luisa
Aku Juga WanitaKang Zaen
Aku Sebutir PasirSelmi Fiqhi
Aku Tidak Berasal dari Buah yang Bagus, Tapi Pasti Akan Menjadi Buah yang BergunaKinanti Tiara Dewi
Aku Tidak Punya TemanRossa Kurnia Sasongko
Aku, Pilihanku, Serta Pejuang Berbaju Coklat KecilkuJoko Susilo
AlhamdulillahAtikah
Allah SWT Memang Maha AdilNurannisa Widiawati
Angklung and The TwinsSalsabila Putri Rulia
Antara Aku, Tukang Cukur dan TuhanWahyu Tio
Artca Penyelamat BudayaResty Gessya Arianty
Arti SahabatPurnawan
Arti Sebuah KehidupanTyaz Hastishita
AyahRiza Fahriza
Ayah kami bukan kriminalRifky Adni
Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang KoruptorMisteradli
Bagaikan Pelangi Setelah HujanNuril Agri Famela
Bahagia Hidup PesantrenPraditiyo Ikhram
Balai HujanAl iz Kusuma
BangkitAlfred Pandie
BapakBanyu Ozora
Bawalah Terbang Ikan IniAris Rizka Fauzi
Belajar Untuk Lebih BersyukurPatra
Beliau Itu IbukuPutri Setiowati
Bella si Mak ComblangNita Setiawan
Benarkah Kak?Siti Muyasaroh
Berantem Sama Teman Waktu SDShandi Dwipermana
Berbagai Rintangan Menuju SekolahAldi Rahman Untoro
Berbahagialah!Fitri Oktavia Annaja
Berbuat Sesuatu Untuk MimpiSiti Nurjanah Septiani
BerjuanglahIevfa
Berkat Gunung MerapiAliyah Revitaningrum
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah LagiAyu Soesman
Berkat TaugeDesi Melati
Bermain MonopoliDeviance Ramadhana Saragih Sitio
Bersahabat Bermodal Kebijakan dan Takdir TuhanVeren Chandra
Bersamamu Ku Gantungkan MimpikuAde Zetri Rahman
Best of The Best My Best FriendMuhammad Nuh Nurkholid
BianglalaYeni Ayu Wulandari
Bidadari Kecil, SaghirahMuallim
Bintang BenderangNi Made Eva Yuliantari
Bintang LapanganAmbarnia
Bolehkah Aku Membenci Ayah?Abdul Rahman Sinaga
Buah KesabaranIbnu Rafif
Bukan Punguk Yang Merindukan RembulanAya Emsa
Bukti KecantikanFariska Hurun In
C3 (Cinta Chandra dan Citra)Yuliatul Mawaddah
Cahaya Untuk IchaAulia Farhah FA
Cangkir Tindih Merah PutihDian Faiqotul Hikmah
CantikDina Istiqomah
Cause of My Parent’s LieJoe Fatrah
CCCCC (Cinta Cenat Cenut Cemungudth Celamanya)Listya Adinugroho
Cerita Kakek HanifEdi Warsidi
Cewek itu LianiRizka Aprilliani
CintaImelda Oktavera
Cinta MonyetTala Nour
Cinta Nggak BisuUpik Junianti
Cinta RayaKarina Dwi Latri Juliani
Cinta Tapi BedaAthe Celiona
Cinta, Cita dan KitaFariska Hurun In
Cintaku Kini Telah PergiRandi Pratama
Cintaku Setahun JagungRamlis Harman Susanto
Cita-Cita AshleyAnastacia Esterliana
Cita-Cita Sang BonekaFinsa Permatasari
Cukuplah Allah Bagiku maka Cukuplah AkuNira Nurani Teresna Dewi
Dad Is My HeroEster Chaterine Sara
Daddy O DaddyPebri Pele
Dance it’s my LifeKarina Dwi Latri Juliani
DeadlineCynthia Lantriana
Demi BoybandMuhammad Sulaiman
Demi Hari yang Menanti di Ujung HarapanAhmad Hafizin
Demi IbuFadillah Amalia
Demi Idola TercintaAnis Puspita Sari
Demi MasaRirin Nurpi Herwanti
Deret Tinta Untuk NegeriIlma Ainunisa
Desainer MudaFadillah Amalia
Detektif KacaMuhammad Septian Rachmandika
Di Balik Sebuah PayungHesty Juwita Sari
Di Hatiku Ada NamamuAnitrie Madyasari
Di Seberang Padang Rumput IlalangLoli Asmara dewi
Dia Adalah SorbonneRail Rahardian
Dia Bisa, Mengapa Aku Tidak?Hana Sausan
Dia IbukuNeneng Lestari
Dia SemangatkuDina Aulia
Dia.. BintangkuDebi Zahirah Hariwijaya
Diantara Mahasiswa dan DosenNita Setiawan
Diary Ana 1Aghna Asbar
Diary Sahabatku DindaGaluh Ayu
Diary Untuk LangitErika Andini
Dibalik Duka ku ada Duka yang lainZakia She Azhura
Dibalik Senyum TulusmuSofia Octaviana
Dik AnahMuhammad Sofyan Arif
Dirindu DinginnyaAna Marieza Widiawati
Disiplin Itu Penting Untuk KehidupanNovita Indriyani
Ditooo… Apa Lagi (Part 1)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 2)Axas
Ditooo… Apa Lagi (Part 3)Axas
Don’t Judge The Book by The CoverRahmi (Adhe Amii)
Dua Doa Satu CintaNina Noichil
Dunia Baru dalam Kertas LipatEka Ferdianti
Emak, Gue Jadi Artis!Aisyah Hudabiyah
EvanityFirman Nuryadi
FakirBergman Siahaan
Festival Musik dan idolaFadel Mochammad Ibrahim
Filosofi HatiRuri Alifia R
Gadis Berjilbab PilihanChoirul Imroatin
Gadis di Kaki Bukit ProloYeni Ayu Wulandari
Gadis TompelDwi Putri Fw
Gang SetanHotma Lam Uli Marbun
Ganti Kacamata, Gessss!Icetea
Gengsi itu Sama Dengan MiskinImam Prayugo
Get SpiritEcha Nurrizqi
Gifts For GladysNamira Assyifa Prasetio
Gila RamalanOcta Rina
Gitar Tua JokoSeptian Joko Sulistyo
GubukRika Alif Firda
Gulali ChacaTifa Raisandra
Guruku dan BungakuRahmi (Adhe Amii)
HadiahMuggi S Prasetyo
Hadiah dari KakekDwiyanto S
Hadiah Kecil untuk ShyrenaPuspita Sandra Dewi
Hal Yang Membuat Kita BerbedaArif Nurhidayat
HampaAfra Zahirah
Hanya ini Yang Ku PunyaWahyudi Warsaintia
HarapanSeya Zunya Uchiwa
Harapan BaruMuhammad Toriq
Hari KartiniMugito Guido
Hari Terakhir Untuk SalmaAya Lukluk
Harus Kuat Sebagai UlatHeru Prasetyo
Hidup Berawal dari MimpiJaja Nurjaman
Hidupku Tak Sepahit Jamu IbukuChoirul Imroatin
Hikmah Dalam HidupkuSintiya Nuri
Hinaanmu Jadikan Motivasi UntukkuSari Sustianto
Hitam Putih PergaulanAulia Farhah FA
Hujan Dalam Satu HarapanAkmal Farid
Hujan PertamaYudik Wergiyanto
Hukuman yang Tak AdilHidayatulloh Handoyo
Hutang Tingkat DewaWayan Widiastama
I Can’t Take it AnymoreLyna Audiena Wijayanti
I Heart YouRusyda Andini
I Love Mom and DadReyhana Amalia
I’m is Reporter (Part 1)Dziky Iskandar
I’m Sure, I Can Do It!Elfina Astin
IbuNadia Safarah
Ibuku Arti SahabatkuMutiara Devit Merlinda
Identitas GulaRizqi Ardiansyah Tindaon
Ifa Yang di Dunia Maya Bukan Ifa Yang SebenarnyaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Ikatan TerkuatkuApp
Ilalang dan Rumah Laba LabaChoirul Imroatin
ImpianQisthi Zulfa
Impian Anak KampungJohan Syah
Impian Anak PemulungGleam Pratama
Impian Angsa KecilLina Purniawati
Impian Hati menjadi HabibieDiyah Ayu Rahmatika
Impian KayraSharifa Hasna Mahira
In My LifeMasita Rais
In O2SN SemarangLena Sutanti
Indahnya KebersamaanAlfan Fadilah
Ini Berlian… Bukan SampahFadillah Amalia
Inilah Saat yang Kami TungguSlamet Samsoerizal
Inner BeautyGiselle Iona Rachel Tuelah
Inspirasi Dalam GelapAffiantara Marsha Yafenka
Inspirasiku Lewat MusikAan
It’s My PassionSadryna Evanalia
Jalan HidupkuNur Isna Aulya
Jangan Ikut-ikutanLalia Oktiarisqa
Jangan Marah Dong PutriNizahsy Lubis
Jangan MenyerahAuliya Fatimah Nur
Jatuh 7 KaliHernita Sari Pratiwi
Jejak TerakhirMuhammad Septian Rachmandika
Jejak-Jejak Keajaiban MimpiAbdus Salim
Jemari Tuhan Telah MerangkulnyaRahimah Permata Sari
Jilbab dari SahabatkuAnita Avianti
Jiwa Pramuka YudiYulian Rahma
Jl. Flamboyan No. 9Dicky Cahyo
Joni dan Galah IstimewaMuhammad Labib Naufaldi
Just Carry OnWilliam Kamarullah
Kado Terbaik Untukku DariNyaBondan Ratnasari
Kakakku TersayangAngel Lika. S.
Kami Tak BerwajahAhmad Alkadri
Kapsul Cita-CitaNatasha Cynthia
Karena Aku Atau Pencak Silat?Dealya Adira
Karena di Atas Langit Masih Ada LangitAdinta Asfiratun Husna
Karena kau, Sahabat!Tutut Setyorinie
Kaset PenyemangatSalsabila Prameswari
Kau Tetap SahabatkuJuwita Palvin
Ke Rumah PresidenMiga Imaniyati
Keajaiban Saat PesimisReimut
Kebahagiaan Kita SemuaGaluh Rengganis Nugrahaini
Keberanian NadhiaMurni Oktarina
Kebohongan Yang IndahRosmania Robbi C
Kecurigaan DeandraRegita Aryaputri Lesmana
Kedamaian DuniaFadillah Amalia
Keikhlasan Hati AmirManda Ms
Keluarga itu, Keluarga BaitiSlamet Mulyani
Keluargaku MotivasikuM. Hasan Basri
Kematian Tanpa SesalAnteng Maya Surawi
Kembalinya Seorang AktivisMagvirasari Lestari Linra
Kenangan Emak TikHendrawan Ardiansyah
Kenapa Harus AkuYoshe Azura
Kesabaran Dan Perjuangan PutriMega Ayuna Rizki
Kesatria Dari Ujung DesaMuhammad Suhendar
Kesederhanaan Sebuah Cita-CitaDiana Margareta
KesedihankuFairuz Zakyal 'Ibad
Kesuksesan Tuhan Yang AturJhumar Masadian
Keteguhan HatiSyamkhan Habibi
Ketika Hancur Hati IbuRosmania Robbi Chatun
Kisah Cintaku Yang PertamaAgus Purnamasari
Kolak Pelangi dan Sholat DhuhaFarhan Ramadhan
KolaseZainuddin Muza
Kopi PendingFinlan Adhitya Aldan
Kotak Cinta Untuk IbuChoirul Imroatin
Kotak ImpianM Yusuf
Kristal BeningUlfa Nurul Hidayah
Ku Kayuh Ribuan MimpiSriami Wulandari
Kuihat Lirihan SuaraHenydria
Kupu Kupu MalamHari N. M
Kupu-Kupu di Dalam HujanSelmi Fiqhi
Kura-kura dan KudaSiti Ainun Pratiwi Indra
Kutukan PurnamaKachonk Rofiqz
Langit ituAzzam Azizah Fiqli
Lantunan Sendu Melodi BiolakuRiska Putri Meiyana
Lara Prihatini Si Gadis PrihatinDona Ariani
Laron Juga Ingin PacaranShalahuddin
Layangan BumiAnnisa Mauliddina
Lebih Dari SatpamRized Wiasma
Lelaki Paruh Baya di Sekolah TuaNilma Yuliza
Lelaki Tua yang Merindukan BintangAdri Wahyono
Lelucon TakdirIfarifah
Lembaran Kertas HijauHaryanti
Lentera Tak BerujungSintyawati
Lidah DoniWilly Sitompul
Lihat Semangat KamiAndi
Lili (Menjadi Diri Sendiri)Okty Imagine
Lilin HarapanAmalia Septiani Radiva
Lintang KemukusYosi Prastiwi
Lobang Hidung LohiWilly Sitompul
Loper CilikNurvita Rachmadania Winanti
LorongAditya Prana Iswara
Lorong GelapPatrick Hariadi
Love In BostonDian Setianingsih
Ludah Untuk Si CerminHari Arianto
Luka Tak BerdarahZ.Hilmiah
Makna di Hari Raya Idul FitriGaluh Rengganis Nugrahaini
Malaikat Pun Menangis AyahDiandra Aini
Mama dan AkuRani Putri
Manusia-Manusia TrotoarMuhammad Edgar Hamas
Markonah dan Uang Lima RibuanWilly Sitompul
Masa Depan Anak Seorang PemulungWahyu Rizky Ramadhan
Matahari pun Tak BosanDanil Gusrianto
MataharikuAsri Nur Aisyah
Matematika is My LifeVindasya Almeira
Matematika? Siapa Takut!Fitri Rosadela
Mati Dalam Angan (Part 1)Affiantara Marsha Yafenka
Mati Dalam Angan (Part 2)Affiantara Marsha Yafenka
Mawar Terakhir Dari BundaDevi Upi Lestari
May Day (Perjuangan Tanpa Akhir)Wahyudi Warsaintia
Mbah MinRiza Fahriza
Melawan Rasa TakutMiftahul Farhani Isty
Menanam Seribu PohonVindasya Almeira
Menanti LaraR. Ayu Chairunnisya
Menebus MimpiNayudin Hanif
Menggenggam ImpianUmmie Sakdiah Babers
Menghitung HariAyu Sari Listianda
Menjadi Yang KuinginkanNurdiyansah
Menjaring MatahariLedy Triananda
Menjelang Ujian Tengah SemesterRifky Adni
Menyesal TanpamuNona Nada Damanik
Merdeka Atau Tidak Sama SekaliRiky Fernandes
Mereka Bilang Aku Gila (Part 1)Wulan Puspa Indah
Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)Wulan Puspa Indah
Mesin Pemahat MimpiAjeng Laksmi
Meski Tanpa AyahKharisma Titah Utami
Metamorfosa Malaikat Tanpa SayapAmbiwwa Novita
Milikku Milikmu Milik KitaListya Adinugroho
MimpiFarah Fakhirah
Mimpi Secarik KertasUlfah Heroekadeyo
Mimpi Si Anak KambingNurhikmah Hakiki
Mimpi untuk DuniaNurul Ramadhaniah
Miracle Of Giving FoolKinanti Tiara Dewi
Miskin “Bermanfaat” Kaya “Bermartabat”Fajar Rofinanda
Miss Culun Menjadi Miss BeautyAdhenna Zakia A
Miss Eum nya Tak Mau Neneng FotoAde Qisti
Misteri Gadis Kecil di Rumah KosongPingkan Aulia Samara
Move OnSiska Pratiwi
Mrs. PerfectNova Seflylya
Mutiara HatiSilmi Kaffah
Mutiara Tanpa CelaFaddilatusolikah
My Book DiaryOldheva Genisa
My Dream Comes TrueBadriyah
My Freaks HolidayUrai Benny Novriady
My Heart For The ChildrenWidya Laksari Sastri
My Life Without SoundChick-A-Dee
My Love is REAL!App
My MistakesFilla Giani
My PromiseAch. Arya Muhammad
Nasihat AyahMusrinah
Nay, Sang TerataiAya Emsa
Nenek ku PahlawankuAhmat Rasyid
Nenek Tua di Sisi KotaTutut Setyorinie
Nyanyian Pagi di VictoriaRan Azlaff
Obat Alami LayilaNaila Izzati Mushafa
One By OneMuhyiddin El Febiens
One Day To RememberDjunita
Padamu Wanita IndonesiaAnnisa Yuni Thorika
Pagelaran TerakhirBolok Sitompul
Pahlawan KecilkuErna Hidayanti
Pahlawan SenjaAstrid Septiani Wulandari
Pandangan MayaFitri Nur Faizah
Panggil Aku Pahlawan PenghianatImron Supriyadi
Pantang MenyerahKhoirul Umam
Pedang KehidupanGede Agus Andika Sani
Pelangi Sesudah HujanRahimatus Sania
Peleburan RasaYeni Ayu Wulandari
Pelita Hati yang KerontangKhoirur Rozikin
Pelita HidupkuSuci Lestari
PembuktianTriyana Aidayanthi
PenalunaAnne Widy
PengabdiankuAnnisa Mega
Pengamen JalananErni Ristyanti
Penggemar RahasiaMuhammad Rafid Nadhif Rizqullah
Pengorbanan Cinta SejatiIrene Lie
Penyair dan MusisiDhika Zakaria
PenyesalanJuanti
Penyesalan TerdalamAndias Putri
Penyesalan TerlambatLaila Insyafah
Perbedaan Itu Mampu Menembus Dunia KelamkuBestiani Mustikaningsih
Perbedaan Jadi Tidak BerartiSri Siswati Tahir
Perjuangan Agar Bisa Menghafal PantunGiselle Iona Rachel Tuelah
Perjuangan Hidupku Dalam Menuntut IlmuSupardin
Perjuangan IbuUlfa Nurul Hidayah
Perjuangan RevitaMila Dita Khotimah
Perjuangan Tanpa Pandang BuluSekar Arum Purbarani
Perpisahan AkhirGea Septa
Persahabatan Chintya dan SiscaAbdullah
Persahabatan yang AbadiAnnisa Berliana Dewi
Persembahan Buat Mama (Part 2)Rita Lestari
Persiapkan DirimuAgus Purnamasari
Pertemuan 5 SahabatIsnaifa
Perubah Hidup Pemulung CilikErdin Suharyadi
Pesan Yang KurangNika lusiyana
Pesawat KertasPutri Novitasari
Pianis PesimisDandi Tri Dirgantara
Pirate KingDini Aprilia Purnamasari
PlatinumTara Rahendya Elfrida
Pohon Mangga Mbah KartoRoni Istianto
Pompom Girls Cheerleaders TeamSyahla Varelya Threonizzahra
Positif KecanduanAna Rifqi Jamil
Pribadi Lebih BaikFadillah Amalia
Pulau HamilSiswari
Putri Bulan dan Dewa LautRibka Sepatia
Rahasia Bintang KelasAldi Rahman Untoro
Rahasia Sebuah PeristiwaAhmad Ghulam Azkiya
Rembulan di Kolong LangitNurlaela A. Awalimah
Rencana Allah Pasti IndahArif Syahertian
RenungkanAlfred Pandie
Rintihan LidahSelmi Fiqhi
Roh Penunggu HutanRendy Mahendra
Romansa KehancuranRiky Fernandes
Saat Nisa Mengatakan BisaNur Faisah
Sacrifice of LoveSalsa Hanifa
Sahabat SejatiSarah Aprilia Andini
Sahabat Yang PertamaGiselle Iona Rachel Tuelah
Sajadah Buat EmakR. Marena
Saksi Bisu Pengorbanan GuruChick-A-Dee
Salah SiapaNi Made Eva Yuliantari
Sandiwara CintaAhmad Azwar Avisin Alhaidar
Satirung PesegYuni Maulina
Say No To DrugsCindy Amanda N
Say Nothing Of Sorry and LoveSherly Yulvickhe Sompa
Sebuah AsaSimah Ayu Lestari
Sebuah Jawaban diujung JurangBryan Adams
Sebuah Karma di 2017Kariza Rai Shafira
Sebuah Nama, Sebuah MisteriGatut Putra
Secret (Rahasia)Alif Kurniawan
SedekAH membawa berkAH untuk semuanyAH…. AH… AH… AHAgung Yansusan
Seekor Makhluk Sebuah DesaGuido Gusthi Abadi
Sehari Sebagai PatriotYustina Rena Oktaviana
Sekuntum Bunga KambojaMila Karlina
Selalu Ada JalanYudha Purwanda Azis
Selamat Jalan SahabatNursyamsi Syam
Semangat Juang Anak CacatWahyu Rizky Ramadhan
Semangat Pagi GurukuNurhikmah Hakiki
Semangat RanikaSelviana
Semangat Yang Tak TerkalahkanMuhammad Jaenal
Semua Akan Indah Pada WaktunyaSultan Oka
Semua Karena KauRirih Rakati Rigarimas
Semua Kerena-NyaAnitrie Madyasari
Semua Untuk AyahVivi Alviani
Semut Yang Pindah RumahDevi Yulia Rahmi
Senandung Indah Untuk TiaraRienz Gladies
Senja dan Catatan Tentang KitaYeni Ayu Wulandari
Senja di Tepi PantaiYuli setiawati
Senja Dipadang IlalangDamayanti Childiesh
Senyuman di Langit AwanggaDwi Surya Ariyadi
Sepasang Teratai MudaPuspita Sandra Dewi
Sepeda Kenangan Dari AyahGisca Ulfa Afiatika
Sepeda KumbangDeska Apriadi
Sepenggal LorosaePrabu Awang
Setangkai Bunga di Tebing GunungNuril Agri Famela
Seuntai Kalung Mutiara FatimahNamira Assyifa Prasetio
Si DogolMuhamad Rafael
Si Gadis KecilIndri Triyas Merliana
Si Kakek dan AkuImelda Oktavera
Si PintarAnnida Hasan
Si Siro Anak Musik RockExtrix Mangkepriyanto
Siapa yang Bersabar Pasti Akan BeruntungAnnida Hasan
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 1)Nurul Fitrah Hafid
Sikapku Untuk Bangsaku (Part 2)Nurul Fitrah Hafid
Sisa HarikuJhaka Sena Putra Jala
Space Time (Perjalanan Ruang dan Waktu)Aliffiandika
StarAry Qmtonk
Story About Me and FriendsNamira Assyifa Prasetio
Stuck dan StagnanYeva Fadhilah Ashari
Suara Bintang Terdengar Hingga ke JepangSigit Pamungkas
Suara Sang KertasHalimatus Sa'adah
Suara SumbangNada Aisyah
Sunset IndrayantiFa Adzkiya
Sweet Seventeen KelabuAmanah D'penzy
SyukurkuUzmilatul Khoiroh
Tak Ada Prediksi Sukses Namun Masih Ada JalanAnisa Catteleya
Tak Ada Yang Berubah Meski Sayap Telah PatahAulia Farhah FA
Tak DisangkaDea firmansyah
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 1)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 3)Puspa Allamanda
Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)Puspa Allamanda
Tak Seperti Dongeng “Gadis Penjual Korek Api”Selly Miarani
Tak UbahSelmi Fiqhi
Takdir SukriWahyudi Warsaintia
Taman DianPanji Asuhan
Tangan Yang DiatasMultazam
Teater NahkodaRafi Putri
Tekad NayyifFitri Ayu
TemanEdi Warsidi
Tembang KematianMuhammad Adhimas P
TentangTriyana Aidayanthi
Tentangku dan Ratusan OpiniEltio Atsiil
Terima Kasih 10 Tahun LaluHotma Lam Uli Marbun
Terima Kasih SahabatkuRahardian Shandy
Terima KasihkuFarhan Ramadhan
Terimakasih MotivatorkuFitri Melani
Terimakasih RatihWidyadewi Metta
Tetap Semangat Demi Kain KafanArif AlfanZa
Text Me, Please!Annisa Berliana Dewi
The CompetitionPuji Ratnataliasih
The Dark Fire (Part 2) Green Fire Death FireSelmi Fiqhi
The Gift of LoveDwipayana K
The Grondey and The First Experience (Part 2)Selmi Fiqhi
The Journey of LifeYuliyana
The Last Song For MomNadiyah Rahmah
The One to be BlamedS4stika
Tianna Dan Peri Yang DikutukVirtania Altariel
Time to Come a Freedom for PalestinaAghna Asbar
Tong TongDina Az zakie
Tuhan Membawamu KembaliSifandrea
Tujuan Hidup Seorang Gadis KecilAnti Dwi Putri
Tunanetra? Aku Bisa!Silvia Mayningrum
Uang Untuk Operasi IstrikuGaddang Arief
Ujung Jalan SunyiDira W
Untuk SahabatDestini
Untukmu…Firdausi As-Syuja'y
Usaha dan DoakuTuti Febrina Waruwu
Usaha dan Kerja KeraskuAldi Masda
Usaha Membeli LaptopNafa Putri Maharani
Usaha Membuahkan KeberhasilanDevelyne de Meichella
Valerie OliverianaTheresia Okvitawati
Waktuku Tak Menunggu Harapanku, Ibu.. AyahLiya Utari
Wanita KertasLuay Zahirul Ginting
Warna-Warni HujanTiara Purnamasari
Wayang IndonesiaSierra Aulia Shabihah
Weekend Bersama Alam PapandayanRusmiyati Suyuti
When The Caterpillar FlyIfarifah
Why Do We Break Up?Charlly Sermatan
Yang Bukan SegalanyaAsri Nur Aisyah
Yang Istimewa Belum Tentu SempurnaJade Elisa Putri
Yang Kau Pinjam Dari GarudaNadira Mufti
Yang Mengikutiku
Yang Tak Kan TerlupakanAmbiwwa Novita
Yang TerbaikRifqi M Rifai
You Are Inspiration in My LifeSierra Aulia Shabihah
ZawiaFairuz Zakyal 'Ibad


LOAD MORE INSPIRATIONS...

© www&mdot;nomor1&mdot;com · [email protected]&mdot;com · terms of use · privacy policy · 54.166.199.178
team developer · pt excenture indonesia · central park podomoro city · jakarta indonesia